Assalamu'alaykum #Lovalila ...
Sudah ikuti tema minggu ini belum? Kalo belum, ayoo stalking akun @hijabalila dulu 😀
.
Ternyata banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan ya dear terhadap orangtua. Tanpa sengaja dosa-dosa yang kecil pada ortu bisa menjadi besar jika intensitasnya sering. Dan akibatnya, pintu surga bagian tengah tak berkenan membuka diri untuk kita. 😢
.
Nah, buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #YukSayangiOrtu , ayoo koment dibawah ini ya dear 😊
.
#QnA #YukSayangiOrtu #HijabAlila
Sudah ikuti tema minggu ini belum? Kalo belum, ayoo stalking akun @hijabalila dulu 😀
.
Ternyata banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan ya dear terhadap orangtua. Tanpa sengaja dosa-dosa yang kecil pada ortu bisa menjadi besar jika intensitasnya sering. Dan akibatnya, pintu surga bagian tengah tak berkenan membuka diri untuk kita. 😢
.
Nah, buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #YukSayangiOrtu , ayoo koment dibawah ini ya dear 😊
.
#QnA #YukSayangiOrtu #HijabAlila
Assalamu'alaykum #Lovalila ...
Sudah ikuti tema minggu ini belum? Kalo belum, ayoo stalking akun @hijabalila dulu 😀
.
Ternyata masih banyak orang yabg termakan stereotype "Ngaji" bahwa ngaji itu keliatan Islam yang fanatik, kaku, ngebosenin dan ga asik.
.
Padahal.. Asik atau nggaknya, tergantung kamu ngejalaninnya ikhlas apa nggak sih hehe 😅
.
Masa ngejar Ilmu Allah yang seminggu sekali ngga ikhlas? Sedangkan ngejar ilmu dunia dan materi dibela2in hampir 3/4 hari kita. 😁
.
Nah, buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #NgajiAsik , ayoo koment dibawah ini ya dear 😊
.
#QnA #NgajiAsik #HijabAlila
Sudah ikuti tema minggu ini belum? Kalo belum, ayoo stalking akun @hijabalila dulu 😀
.
Ternyata masih banyak orang yabg termakan stereotype "Ngaji" bahwa ngaji itu keliatan Islam yang fanatik, kaku, ngebosenin dan ga asik.
.
Padahal.. Asik atau nggaknya, tergantung kamu ngejalaninnya ikhlas apa nggak sih hehe 😅
.
Masa ngejar Ilmu Allah yang seminggu sekali ngga ikhlas? Sedangkan ngejar ilmu dunia dan materi dibela2in hampir 3/4 hari kita. 😁
.
Nah, buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #NgajiAsik , ayoo koment dibawah ini ya dear 😊
.
#QnA #NgajiAsik #HijabAlila
Assalamu'alaikum #lovalila, Alila coba jawab pertanyaan ini ya...
Bismillahirrahmanirrahim...
.
Terkadang kita memang merasa tidak semangat ketika dihadapkan dengan materi kajian tertentu, atau bahkan pemateri tertentu. Nah kemungkinan yang terjadi adalah, masih besarnya rasa ego dan sombong kita, hingga muncul rasa tidak memerlukan lagi materi tertentu tadi. Padahal jika ditela'ah kembali, materi tersebut sama pentingnya untuk kita kuasai untuk menambah keimanan dan ketakwaan kita pada Allah.
.
Dalam forum kajian, Abi Felix Siauw pernah bernasihat, bahwa nikmati saja setiap pelajaran yang ada, meski materinya sering diulang-ulang, karena bisa jadi kita akan menemukan pembelajaran baru yang bisa kita dapatkan. Nah materi yang diulang-ulang saja, harus kita ikuti, apalagi jika itu materi baru.
.
Maka yang kita perlukan adalah terus merasa haus, terus merasa bodoh, dan terus merasa kekurangan akan ilmu. Dan ketika ada kesempatan untuk meneguk ilmu, apapun itu ilmunya (selagi masih dalam koridor syari'ah islam), kita akan lebih optimis untuk melahapnya.
.
Ingat ya dear, ilmu Allah itu sangat luas. Bahkan Rasulullah pun mengibaratkan, bahwa ilmu yang kita miliki itu, hanya sebanyak air yang menempel ditelunjuk setelah dicelupkan kedalam samudra yang sangat luas. Maka, setelah kita menyadari itu, seharusnya tidak ada waktu lagi bagi kita untuk memilah-milah materi kajian yang disajikan dalam suatu forum.
.
Yuk kita lebih semangat lagi dalam mengkaji ilmu islam, agar kelak insyaAllah kita dapat mencetak generasi yang menjadi ulama hebat, pewaris ilmu-ilmu Allah Ta'ala. Amiiinnn...
#QnA #NgajiAsik
Bismillahirrahmanirrahim...
.
Terkadang kita memang merasa tidak semangat ketika dihadapkan dengan materi kajian tertentu, atau bahkan pemateri tertentu. Nah kemungkinan yang terjadi adalah, masih besarnya rasa ego dan sombong kita, hingga muncul rasa tidak memerlukan lagi materi tertentu tadi. Padahal jika ditela'ah kembali, materi tersebut sama pentingnya untuk kita kuasai untuk menambah keimanan dan ketakwaan kita pada Allah.
.
Dalam forum kajian, Abi Felix Siauw pernah bernasihat, bahwa nikmati saja setiap pelajaran yang ada, meski materinya sering diulang-ulang, karena bisa jadi kita akan menemukan pembelajaran baru yang bisa kita dapatkan. Nah materi yang diulang-ulang saja, harus kita ikuti, apalagi jika itu materi baru.
.
Maka yang kita perlukan adalah terus merasa haus, terus merasa bodoh, dan terus merasa kekurangan akan ilmu. Dan ketika ada kesempatan untuk meneguk ilmu, apapun itu ilmunya (selagi masih dalam koridor syari'ah islam), kita akan lebih optimis untuk melahapnya.
.
Ingat ya dear, ilmu Allah itu sangat luas. Bahkan Rasulullah pun mengibaratkan, bahwa ilmu yang kita miliki itu, hanya sebanyak air yang menempel ditelunjuk setelah dicelupkan kedalam samudra yang sangat luas. Maka, setelah kita menyadari itu, seharusnya tidak ada waktu lagi bagi kita untuk memilah-milah materi kajian yang disajikan dalam suatu forum.
.
Yuk kita lebih semangat lagi dalam mengkaji ilmu islam, agar kelak insyaAllah kita dapat mencetak generasi yang menjadi ulama hebat, pewaris ilmu-ilmu Allah Ta'ala. Amiiinnn...
#QnA #NgajiAsik
Bagaimana cara menjelaskan kepada orang tua bahwa pengajian yang hendak kita ikuti ini bukan aliran sesat
.
Bissmillahirrohmanirrohiim
Alila coba jawab yaaa
.
Dear cara utama ketika menjelaskan kepada orang tua adalah dengan cara yang paling lembut dan halus jelaskan sebaik-baiknya kalau kajian yang kita ikuti ini adalah kajian yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits
.
Nah yang kedua kalau orang tua kita masih belum percaya, ajaklah orang tua mengikuti kajian tersebut agar mereka tau isi kajiannya, lingkungannya dan juga teman-temannya
.
Dan jangan lupa dear, dibarengi dengan sikap dan tingkah laku kita yang lebih baik dari sebelumnya, untuk menunjukan bahwa kita ngaji di tempat yang benar, bukan aliran sesat.
.
Insya Allah kalau kita memang benar mengaji di tempat yang tepat, kita pun akan menjadi orang yang shalihah.
Karena kita menerapkan syariat-Nya... yaitu mencontoh Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassalam
.
#NgajiAsik #QnA
.
Bissmillahirrohmanirrohiim
Alila coba jawab yaaa
.
Dear cara utama ketika menjelaskan kepada orang tua adalah dengan cara yang paling lembut dan halus jelaskan sebaik-baiknya kalau kajian yang kita ikuti ini adalah kajian yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits
.
Nah yang kedua kalau orang tua kita masih belum percaya, ajaklah orang tua mengikuti kajian tersebut agar mereka tau isi kajiannya, lingkungannya dan juga teman-temannya
.
Dan jangan lupa dear, dibarengi dengan sikap dan tingkah laku kita yang lebih baik dari sebelumnya, untuk menunjukan bahwa kita ngaji di tempat yang benar, bukan aliran sesat.
.
Insya Allah kalau kita memang benar mengaji di tempat yang tepat, kita pun akan menjadi orang yang shalihah.
Karena kita menerapkan syariat-Nya... yaitu mencontoh Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassalam
.
#NgajiAsik #QnA
Assalamu'alaykum #Lovalila ...
Udah ngikutin tema minggu ini kan?
Nah buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #SelowAjaMblo .. Yuk tinggalkan komentarmu dibawah ini ya..
.
#QnA
Udah ngikutin tema minggu ini kan?
Nah buat kamu yang punya pertanyaan seputar tema #SelowAjaMblo .. Yuk tinggalkan komentarmu dibawah ini ya..
.
#QnA
Bagaimana jika kita memakai produk yang membantu dana alat peran Israel untuk menghancurkan palestine?
.
Dear #Lovalila ...
Hukum bermuamalah dan menggunakan produk apapun sebenarnya adalah mubah, selama produk itu halal dan tidak mengandung hadhoroh (aqidah ummat tertentu).
.
Namun, jika kita tau bahwa keuntungan dari produk yg kita beli itu digunakan untuk menghancurkan saudara kita di Palestine, baiknya kita tidak membelinya. Karena sama saja kita menyumbang dana pembelian senjata untuk Israel.
.
Jika produk yang kalian beli adalah minuman kekinian yang tidak bisa kalian tinggalkan, apakah Kalian tega menenggak 1 gelas darah saudara muslim kita?
.
Ketika kita tidak bisa berjihad ke Tanah Syam, minimal peduli lah dengan saudara kita disana, dan JANGAN JADI PENYUMBANG DANA ISRAEL.
Mungkin hanya 1 2 orang yang mulai tidak menggunakan produk2 penyumbang dana untuk Israel, tapi ketahuilah... Itu usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, di sini!
.
Maka sebarkanlah berita ini, beritahu saudara2 kita untuk memboikot produk2 penyumbang dana Israel! Agar tak ada lagi donatur yang memfasilitasi kekejaman Israel!
.
NB : Merek2 produk penyumbang Israel kebanyakan dari Amerika dan Iggris. Lebih lengkapnya bisa search di google ya 🙏
.
#QnA #BelaAlAqsha
.
Dear #Lovalila ...
Hukum bermuamalah dan menggunakan produk apapun sebenarnya adalah mubah, selama produk itu halal dan tidak mengandung hadhoroh (aqidah ummat tertentu).
.
Namun, jika kita tau bahwa keuntungan dari produk yg kita beli itu digunakan untuk menghancurkan saudara kita di Palestine, baiknya kita tidak membelinya. Karena sama saja kita menyumbang dana pembelian senjata untuk Israel.
.
Jika produk yang kalian beli adalah minuman kekinian yang tidak bisa kalian tinggalkan, apakah Kalian tega menenggak 1 gelas darah saudara muslim kita?
.
Ketika kita tidak bisa berjihad ke Tanah Syam, minimal peduli lah dengan saudara kita disana, dan JANGAN JADI PENYUMBANG DANA ISRAEL.
Mungkin hanya 1 2 orang yang mulai tidak menggunakan produk2 penyumbang dana untuk Israel, tapi ketahuilah... Itu usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, di sini!
.
Maka sebarkanlah berita ini, beritahu saudara2 kita untuk memboikot produk2 penyumbang dana Israel! Agar tak ada lagi donatur yang memfasilitasi kekejaman Israel!
.
NB : Merek2 produk penyumbang Israel kebanyakan dari Amerika dan Iggris. Lebih lengkapnya bisa search di google ya 🙏
.
#QnA #BelaAlAqsha
bagaimana, cara kita untuk membantu dan membela al-aqsha?
sedangkan kita disisni masih bingung berbuat apa?
.
Bismillah.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😉
.
Di video sebelumnya Alila sudah menjelaskan bagaimana cara kita berkontribusi untuk membela Al-Aqsha, berikut ini hal-hal yg dapat kita lakukan :
.
1. Jangan bungkam, jangan diam, beri tahu dunia kondisi AL Aqsa hari ini. beri tahu dunia kita ada di pihak mana.
2. jihad kemampuan, baik dengan harta maupun keterampilan
3. boikot produk-produk penyumbang israel
4. doakan kemenangan umat islam
5. satukan ummat, kita bersama-sama bela al aqsa
.
Niatkanlah semuanya semata-mata karena Allah dan tidak mau melihat umat muslim hancur harena di rebut hak nya, lakukanlah semampunya untuk menolong saudara kita,
Laa illaha illallah Muhammadan Rasulullah Allahu akbar.
.
#BelaAlAqsha #QnA
sedangkan kita disisni masih bingung berbuat apa?
.
Bismillah.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😉
.
Di video sebelumnya Alila sudah menjelaskan bagaimana cara kita berkontribusi untuk membela Al-Aqsha, berikut ini hal-hal yg dapat kita lakukan :
.
1. Jangan bungkam, jangan diam, beri tahu dunia kondisi AL Aqsa hari ini. beri tahu dunia kita ada di pihak mana.
2. jihad kemampuan, baik dengan harta maupun keterampilan
3. boikot produk-produk penyumbang israel
4. doakan kemenangan umat islam
5. satukan ummat, kita bersama-sama bela al aqsa
.
Niatkanlah semuanya semata-mata karena Allah dan tidak mau melihat umat muslim hancur harena di rebut hak nya, lakukanlah semampunya untuk menolong saudara kita,
Laa illaha illallah Muhammadan Rasulullah Allahu akbar.
.
#BelaAlAqsha #QnA
Bagaimana menyikapi teman yang mengajak keluar saat tahun baru?
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Moment tahun baru, tanggal merah, ditambah libur panjang sekolah, menjadi momen yang pas untuk ngumpul yang asik. Pasti banyak dari #Lovalila yang mendapat ajakan keluar, untuk bakar-bakar, atau sekedar kumpul silaturrahim dengan teman lama.
.
Dear.. Disini Alila mau mengingatkan, setiap aktivitas yang kita lakukan, haruslah karena Allah. Allah-lah yang jadi alasan utamanya. Apabila ajakan temanmu kumpul-kumpul hanya untuk bersenang-senang, pesta-pora, atau sekedar hura-hura, maka lebih baik tidak usah ikut ya dear. Karena itu tidak ada faedahnya dan tujuannya tidak untuk ibadah kepada Allah. Apalagi merayakan tahun baru itu kan kebiasaan orang Yahudi. Maka kita tidak boleh berpartisipasi. Kalau perlu.. Sepi-kan tahunbaru ini.
.
Jika ada temanmu yang mengajak pergi malam tahun baruan, maka kamu bisa bilang begini :
"maaf ya.. Aku ngga merayakan tahun baru, baik tahun ini ataupun tahun berikutnya. Karena perayaan tahun baru itu tidak ada di dalam Islam" .
Kalau temanmu ngata-ngatain kamu, atau bilang kamu "ngga asik". Jangan galau, jangan goyah, gapapa ya dear.. Yang penting kamu tetep disayang Allah. Kenapa? Karena dengan mebghindari kumpul2 merayakan tahun baru, artinya kamu telah :
1. Menghindari ikhtilath (campur baur laki2 & perempuan)
2. Tidak Tasyabbuh (menyerupai kaum yahudi meramaikan 1 januari)
3. Tidak Pemborosan
4. Menjaga izzah dan iffah sebagai muslimah, karena tidak keluar malam.
5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia
6. Kesehatanmu terjaga karena tidak begadang dan tidak terkena angin malam
.
Perhatikan poin-poin diatas ya dear.. Yuk mulai sekarang hindari perbuatan yang banyak mudhorot, mari berlomba-lomba mengejar ridho Allah ❤
Setahun sudah berlalu, jika tahun depan aku masih merayakan tahun baru, maka niatkan tahun ini aku harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan menyepikan tahun baru. Yuk ingetin temenmu juga 😘
.
#SudahiSiaSia #QnA
.
Bismillahirrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Moment tahun baru, tanggal merah, ditambah libur panjang sekolah, menjadi momen yang pas untuk ngumpul yang asik. Pasti banyak dari #Lovalila yang mendapat ajakan keluar, untuk bakar-bakar, atau sekedar kumpul silaturrahim dengan teman lama.
.
Dear.. Disini Alila mau mengingatkan, setiap aktivitas yang kita lakukan, haruslah karena Allah. Allah-lah yang jadi alasan utamanya. Apabila ajakan temanmu kumpul-kumpul hanya untuk bersenang-senang, pesta-pora, atau sekedar hura-hura, maka lebih baik tidak usah ikut ya dear. Karena itu tidak ada faedahnya dan tujuannya tidak untuk ibadah kepada Allah. Apalagi merayakan tahun baru itu kan kebiasaan orang Yahudi. Maka kita tidak boleh berpartisipasi. Kalau perlu.. Sepi-kan tahunbaru ini.
.
Jika ada temanmu yang mengajak pergi malam tahun baruan, maka kamu bisa bilang begini :
"maaf ya.. Aku ngga merayakan tahun baru, baik tahun ini ataupun tahun berikutnya. Karena perayaan tahun baru itu tidak ada di dalam Islam" .
Kalau temanmu ngata-ngatain kamu, atau bilang kamu "ngga asik". Jangan galau, jangan goyah, gapapa ya dear.. Yang penting kamu tetep disayang Allah. Kenapa? Karena dengan mebghindari kumpul2 merayakan tahun baru, artinya kamu telah :
1. Menghindari ikhtilath (campur baur laki2 & perempuan)
2. Tidak Tasyabbuh (menyerupai kaum yahudi meramaikan 1 januari)
3. Tidak Pemborosan
4. Menjaga izzah dan iffah sebagai muslimah, karena tidak keluar malam.
5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia
6. Kesehatanmu terjaga karena tidak begadang dan tidak terkena angin malam
.
Perhatikan poin-poin diatas ya dear.. Yuk mulai sekarang hindari perbuatan yang banyak mudhorot, mari berlomba-lomba mengejar ridho Allah ❤
Setahun sudah berlalu, jika tahun depan aku masih merayakan tahun baru, maka niatkan tahun ini aku harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan menyepikan tahun baru. Yuk ingetin temenmu juga 😘
.
#SudahiSiaSia #QnA
Bismillahirrohmanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Betul sekali, Ridho Allah ada pada Ridho Orangtua.. Tapiiii yang sejalan dengan SyariatNya yaa.
.
Jika orangtua tidak sejalan dengan syariatNya, maka keridhoan Allah yang jadi prioritas.
لا طاعة لمخْلوق فى معْصية اللّه
“Tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” [HR Ahmad 5: 66]
.
السمْع والطاعة على الْمرْء الْمسْلم ، فيما أحب وكره ، ما لمْ يؤْمرْ بِمعْصية ، فاذا أمر بمعْصية فلا سمْع ولا طاعة
.
“Mendengar dan taat pada seorang muslim pada apa yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” [HR Bukhari 7144]
.
Tahukah kamu sahabat Nabi yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiallohu ‘anhu?
Ia pun mendapat penentangan yang luarbiasa dari ibundanya, bahkan sampai mogok makan hingga kurus kering saat mendengar putranya masuk Islam. Tapi beliau rodhiallohu ‘anhu tetep kekeuh pada pilihannya, sambil tetap berkomunikasi dan berakhlaq baik pada ibundanya, terutama dalam bertuturkata.
.
Sampai dalam beberapa riwayat disebutkan perkataan Sa’ ad rodhiallohu ‘anhu “Ibu… demi Alloh, seandainya ibu mempunyai 100 nyawa. Lalu satu per satu nyawa itu binasa. Aku tidak akan meninggalkan agama ini sedikit pun (tetap pada keputusanku). Makanlah wahai ibuku, jika ibu menginginkannya. Dan jika tidak, itu juga pilihan ibu”
.
Intinya apa? Tanamkan dan kesankan pada Orangtua, bahwa kita tidak akan menuruti keinginan orangtua jika itu berlawanan dengan syariat yang kita yakini, namun tunjukkan kepada mereka kita bahwa kita akan tetap patuh, berbakti, dan menyayangi mereka selamanya 😇
.
Semoga menajdi penyemangat ya dear 😘
#QnA #HijrahSetengahMateng
https://www.instagram.com/p/BiKJfarHwPK/
Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊
.
Betul sekali, Ridho Allah ada pada Ridho Orangtua.. Tapiiii yang sejalan dengan SyariatNya yaa.
.
Jika orangtua tidak sejalan dengan syariatNya, maka keridhoan Allah yang jadi prioritas.
لا طاعة لمخْلوق فى معْصية اللّه
“Tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” [HR Ahmad 5: 66]
.
السمْع والطاعة على الْمرْء الْمسْلم ، فيما أحب وكره ، ما لمْ يؤْمرْ بِمعْصية ، فاذا أمر بمعْصية فلا سمْع ولا طاعة
.
“Mendengar dan taat pada seorang muslim pada apa yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.” [HR Bukhari 7144]
.
Tahukah kamu sahabat Nabi yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiallohu ‘anhu?
Ia pun mendapat penentangan yang luarbiasa dari ibundanya, bahkan sampai mogok makan hingga kurus kering saat mendengar putranya masuk Islam. Tapi beliau rodhiallohu ‘anhu tetep kekeuh pada pilihannya, sambil tetap berkomunikasi dan berakhlaq baik pada ibundanya, terutama dalam bertuturkata.
.
Sampai dalam beberapa riwayat disebutkan perkataan Sa’ ad rodhiallohu ‘anhu “Ibu… demi Alloh, seandainya ibu mempunyai 100 nyawa. Lalu satu per satu nyawa itu binasa. Aku tidak akan meninggalkan agama ini sedikit pun (tetap pada keputusanku). Makanlah wahai ibuku, jika ibu menginginkannya. Dan jika tidak, itu juga pilihan ibu”
.
Intinya apa? Tanamkan dan kesankan pada Orangtua, bahwa kita tidak akan menuruti keinginan orangtua jika itu berlawanan dengan syariat yang kita yakini, namun tunjukkan kepada mereka kita bahwa kita akan tetap patuh, berbakti, dan menyayangi mereka selamanya 😇
.
Semoga menajdi penyemangat ya dear 😘
#QnA #HijrahSetengahMateng
https://www.instagram.com/p/BiKJfarHwPK/
Instagram
Hijab Alila Sahabat Taatmu 😊
Bismillahirrohmanirrohiim.. Alila coba jawab pertanyaan diatas ya dear 😊 . Betul sekali, Ridho Allah ada pada Ridho Orangtua.. Tapiiii yang sejalan dengan SyariatNya yaa. . Jika orangtua tidak sejalan dengan syariatNya, maka keridhoan Allah yang jadi prioritas.…
Bagaimana kalau ikhwannya sudah ada niatan mau menikahi kita 1-2 tahun ini?
Yang dibahas pun masalah masa depan dan saling mengingatkan ibadah.
.
Bismillahorrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan doatas ya dear 😊
.
Sudah niat nikah, tapi 1-2 tahun lagi?
Kalo iya bener dia nikahin kamu, kalo nggak? Cuma kepo aja? Atau parahnya, cuma mainin kamu aja, janji manis, 2 th kemudian sepah dibuang.. Rugi shay~
.
Masalahnya batasan yang Allah jaga antara laki-laki dan wanita nggak seenteng itu. Kalau udh ada niat nikah, lantas boleh chatting2an, boleh saling komunikasi berkolaborasi menyatukan hati dan visi misi.
Bolehh sii.. Tapi nanti, setelah akad ya 😊
.
Sebelum akad, ada yang namanya prosesi ta'aruf (perkenalan). Yang dalam prosesnya, komunikasi harus didampingi oleh masing-masing perwakilan. Setelah cocok dan menyatakan lanjut nikah, Pun kalau mau komunikasi langsung (akhwat dan ikhwan), hanya mmbahas seputar perkara syar'i yang berkaitan dengan teknis pernikahan. Ini pun tidak berjalan lama. Kalau tdk ada kendala, maka pernikahan harus disegerakan.
.
Kalau ada suatu kendala yg mengharuskan pernikahan ditunda, dalam penantian itu keduanya tetap tidak diperkenankan berkomunikasi perkara pribadi seperti menanyakan kabar, ngingetin sholat, ngingetin makan, dll.
Mengapa?
Sebab syetan mudah sekali menggoda dan menjebak kita dalam situasi ini. Yang kalau kita tidak berhati-hati bisa saja kita jadi terjebak dalam khalwat online.
.
MaaSyaa Allah.. Sebegitunya Islam menjaga keduanya agar tetap mulia, agar terjaga kehormatannya. Maka seberapa cepat pun dia akan menikahimu, 1 bulan lagi kek, 1 minggu kek, jangan buka kesempatan komunikasi dengannya. Sabar.. Sebab kamu dan dia dimuliakan dalam aturan-Nya. Semua kan indah pada waktunya 😊
.
#QnA
#HijrahBarengDoi
https://www.instagram.com/p/Bib68IODiOQ/
Yang dibahas pun masalah masa depan dan saling mengingatkan ibadah.
.
Bismillahorrohmaanirrohiim..
Alila coba jawab pertanyaan doatas ya dear 😊
.
Sudah niat nikah, tapi 1-2 tahun lagi?
Kalo iya bener dia nikahin kamu, kalo nggak? Cuma kepo aja? Atau parahnya, cuma mainin kamu aja, janji manis, 2 th kemudian sepah dibuang.. Rugi shay~
.
Masalahnya batasan yang Allah jaga antara laki-laki dan wanita nggak seenteng itu. Kalau udh ada niat nikah, lantas boleh chatting2an, boleh saling komunikasi berkolaborasi menyatukan hati dan visi misi.
Bolehh sii.. Tapi nanti, setelah akad ya 😊
.
Sebelum akad, ada yang namanya prosesi ta'aruf (perkenalan). Yang dalam prosesnya, komunikasi harus didampingi oleh masing-masing perwakilan. Setelah cocok dan menyatakan lanjut nikah, Pun kalau mau komunikasi langsung (akhwat dan ikhwan), hanya mmbahas seputar perkara syar'i yang berkaitan dengan teknis pernikahan. Ini pun tidak berjalan lama. Kalau tdk ada kendala, maka pernikahan harus disegerakan.
.
Kalau ada suatu kendala yg mengharuskan pernikahan ditunda, dalam penantian itu keduanya tetap tidak diperkenankan berkomunikasi perkara pribadi seperti menanyakan kabar, ngingetin sholat, ngingetin makan, dll.
Mengapa?
Sebab syetan mudah sekali menggoda dan menjebak kita dalam situasi ini. Yang kalau kita tidak berhati-hati bisa saja kita jadi terjebak dalam khalwat online.
.
MaaSyaa Allah.. Sebegitunya Islam menjaga keduanya agar tetap mulia, agar terjaga kehormatannya. Maka seberapa cepat pun dia akan menikahimu, 1 bulan lagi kek, 1 minggu kek, jangan buka kesempatan komunikasi dengannya. Sabar.. Sebab kamu dan dia dimuliakan dalam aturan-Nya. Semua kan indah pada waktunya 😊
.
#QnA
#HijrahBarengDoi
https://www.instagram.com/p/Bib68IODiOQ/
Instagram
Hijab Alila Sahabat Taatmu 😊
Bagaimana kalau ikhwannya sudah ada niatan mau menikahi kita 1-2 tahun ini? Yang dibahas pun masalah masa depan dan saling mengingatkan ibadah. . Bismillahorrohmaanirrohiim.. Alila coba jawab pertanyaan doatas ya dear 😊 . Sudah niat nikah, tapi 1-2 tahun…
Assalamualaykum #Lovalila ...
Sekarang @hijabalila ada sesi spesial nih dear. Kalo biasanya cuma best 3 questions yang kita jawab tiap minggunya, kali ini Alila akan jawab pertanyaan kamu di postingan-postingan selanjutnya, ga cuma 3 aja.. Tapi banyak!
.
So, Buat kamu yang punya pertanyaan seputar kerisauan hati yang sedang kamu alami saat ini, jangan ragu buat nanya di komentar dibawah ini ya dear 😉
Boleh kok mention temenmu juga, eits dilarang mention pacar yaa 😄
.
#QnA #HijabAlila
https://www.instagram.com/p/Bmio-4IHsKi/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=11rva7f0qss0s
Sekarang @hijabalila ada sesi spesial nih dear. Kalo biasanya cuma best 3 questions yang kita jawab tiap minggunya, kali ini Alila akan jawab pertanyaan kamu di postingan-postingan selanjutnya, ga cuma 3 aja.. Tapi banyak!
.
So, Buat kamu yang punya pertanyaan seputar kerisauan hati yang sedang kamu alami saat ini, jangan ragu buat nanya di komentar dibawah ini ya dear 😉
Boleh kok mention temenmu juga, eits dilarang mention pacar yaa 😄
.
#QnA #HijabAlila
https://www.instagram.com/p/Bmio-4IHsKi/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=11rva7f0qss0s
Instagram
Hijab Alila Sahabat Taatmu 😊
Assalamualaykum #Lovalila ... Sekarang @hijabalila ada sesi spesial nih dear. Kalo biasanya cuma best 3 questions yang kita jawab tiap minggunya, kali ini Alila akan jawab pertanyaan kamu di postingan-postingan selanjutnya, ga cuma 3 aja.. Tapi banyak! .…
Assalamu’alaikum #Lovalia! Alhamdulillah kali ini Alila dapet kesempatan lagi untuk jawabin pertanyaan temen-temen😁
.
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear…
Gimana kalo ada temen kita yang ngeraguin hijrah kita, malahan mereka ngajak berdebat tentang siapa yang lebih tinggi pemahamannya tentang Islam?
.
Yang pertama sudah pasti harus sabar ya dear hehehe, selanjutnya kita harus terus meluruskan niat karena kan sebenarnya kita hijrah untuk meraih ridho-Nya bukan untuk dianggap baik oleh sesama manusia, selanjutnya baiknya kita menghindari perdebatan walaupun kita benar,
diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah bersabda, “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat.” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf: 58)
.
Karena biasanya mereka yang memulai perdebatan hanya mau mencari kelemahan dan menjatuhkan semangat hijrah kita. Dan adakalanya juga kita belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan itu, karena mungkin kita belum belajar sejauh itu
Kalau saran Alila mungkin kamu bisa bilang “maaf, ilmuku belum sejauh itu, tapi nanti Insyaa Allah aku tanyakan sama Ustadzah ku ya”
.
Semangat terus ya dear… sibukkan diri untuk terus menambah ilmu Islam dengan mengikuti kajian-kajian. Terus berusaha mengadakan perubahan lebih baik dalam diri kita, tunjukan sikap sebagai muslimah yang baik pada diri kita, karena jika kita menunjukkan sikap yang buruk tak hanya kita yang dicap buruk oleh orang lain tapi juga Islam
Wallahu a’lam bishawab
.
#QnA #MauJadiBaik
.
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear…
Gimana kalo ada temen kita yang ngeraguin hijrah kita, malahan mereka ngajak berdebat tentang siapa yang lebih tinggi pemahamannya tentang Islam?
.
Yang pertama sudah pasti harus sabar ya dear hehehe, selanjutnya kita harus terus meluruskan niat karena kan sebenarnya kita hijrah untuk meraih ridho-Nya bukan untuk dianggap baik oleh sesama manusia, selanjutnya baiknya kita menghindari perdebatan walaupun kita benar,
diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah bersabda, “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat.” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (QS. Az-Zukhruf: 58)
.
Karena biasanya mereka yang memulai perdebatan hanya mau mencari kelemahan dan menjatuhkan semangat hijrah kita. Dan adakalanya juga kita belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan itu, karena mungkin kita belum belajar sejauh itu
Kalau saran Alila mungkin kamu bisa bilang “maaf, ilmuku belum sejauh itu, tapi nanti Insyaa Allah aku tanyakan sama Ustadzah ku ya”
.
Semangat terus ya dear… sibukkan diri untuk terus menambah ilmu Islam dengan mengikuti kajian-kajian. Terus berusaha mengadakan perubahan lebih baik dalam diri kita, tunjukan sikap sebagai muslimah yang baik pada diri kita, karena jika kita menunjukkan sikap yang buruk tak hanya kita yang dicap buruk oleh orang lain tapi juga Islam
Wallahu a’lam bishawab
.
#QnA #MauJadiBaik
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear, semoga Allah majauhi kita semua dari segala hal-hal yang haram
Hukum Islam akan suatu hal hanya dibangun berdasarkan kepastian dan tidak dibangun hanya berdasarkan prasangka yang bersifat kemungkinan-kemungkinan. Ini kaidah fikih yang penting, dan berlaku dalam banyak sekali kasus.
Termasuk dalam kasus ini. Karena kita tidak pernah tau apakah ayam yang kita beli di restoran cepat saji dipotong dengan atau tanpa menyebut nama Allah, maka yang dijadikan tolok ukurnya adalah sesuatu itu sendiri secara asal, apakah halal atau haram, serta probabilitas kuat tentang penyembelihnya, apakah Muslim dan ahli kitab (Nasrani dan Yahudi) ataukah bukan. Daging ayam yang disembelih Muslim, Nasrani, atau Yahudi tetap dihukumi halal meski ada kemungkinan dipotong tanpa menyebut nama Tuhan
Nah apabila ayam/daging itu masih mentah, kamu bisa mempertanyakan langsung kepada si penjual/produsen, apa mereka menjalankan syariat potong hewan pada ayam/daging yang di jualnya
Jika kamu masih ragu juga, maka yakini saja apabila penjualnya orang muslim juga, Insyaa Allah ia melaksanakan syariat potong hewan dengan seharusnya
Kalau mau lebih berhati-hati lagi maka belilah ayam/daging pada penjual yang kamu percayai, kamu kenal dan yakini yang melaksanakan syariat potong hewan
Nah kalau kamu masih ragu juga, maka cara yang paling aman adalah memontongnya sendiri😊
Wallahu a’lam bishawab
⠀
#BewareOfYourFood #QnA
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear, semoga Allah majauhi kita semua dari segala hal-hal yang haram
Hukum Islam akan suatu hal hanya dibangun berdasarkan kepastian dan tidak dibangun hanya berdasarkan prasangka yang bersifat kemungkinan-kemungkinan. Ini kaidah fikih yang penting, dan berlaku dalam banyak sekali kasus.
Termasuk dalam kasus ini. Karena kita tidak pernah tau apakah ayam yang kita beli di restoran cepat saji dipotong dengan atau tanpa menyebut nama Allah, maka yang dijadikan tolok ukurnya adalah sesuatu itu sendiri secara asal, apakah halal atau haram, serta probabilitas kuat tentang penyembelihnya, apakah Muslim dan ahli kitab (Nasrani dan Yahudi) ataukah bukan. Daging ayam yang disembelih Muslim, Nasrani, atau Yahudi tetap dihukumi halal meski ada kemungkinan dipotong tanpa menyebut nama Tuhan
Nah apabila ayam/daging itu masih mentah, kamu bisa mempertanyakan langsung kepada si penjual/produsen, apa mereka menjalankan syariat potong hewan pada ayam/daging yang di jualnya
Jika kamu masih ragu juga, maka yakini saja apabila penjualnya orang muslim juga, Insyaa Allah ia melaksanakan syariat potong hewan dengan seharusnya
Kalau mau lebih berhati-hati lagi maka belilah ayam/daging pada penjual yang kamu percayai, kamu kenal dan yakini yang melaksanakan syariat potong hewan
Nah kalau kamu masih ragu juga, maka cara yang paling aman adalah memontongnya sendiri😊
Wallahu a’lam bishawab
⠀
#BewareOfYourFood #QnA
, jadi lebih sehat juga kaannn. Terus juga lebih baik jangan makan di restoran yang menjual makanan non halal atau khamr, kecuali memang tidak ada restoran lain. Itupun sebagai bentuk kehati-hatian kita terhadap apapun yang akan kita kosumsi ⠀
Semoga pertanyaanmu terjawab ya dear, wallahu a'lam bishawab...
⠀
#BewareOfYourFood #QnA
Semoga pertanyaanmu terjawab ya dear, wallahu a'lam bishawab...
⠀
#BewareOfYourFood #QnA
Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah melindungi Alila dari kesalahan dalam memberi jawaban
Sebelumnya, jawaban ini ditulis bukan untuk menghakimi
Dear, ada yang perlu kita ketahui bahwa semua yang terjadi pada kita adalah ketetapannya Allah dan kita harus menyakininya
Termasuk jika ada seseorang yang dilecehkan, itu adalah ketetapan Allah yang ditentukan untuk orang itu
Lalu apakah wanita yang menjadi korban pelecehan seksual selalu mengenakan pakaian minim? Tentu kita tau, jawabannya adalah tidak
Ya, memang benar bahwa ada pula yang sudah berusaha menutup aurat sesuai syariat-Nya tak luput menjadi korban pelecehan seksual. Sang pelaku tak memandang dari bagaimana wanita berpakaian; namun ada yang sangat perlu kita ketahui yaitu cara-Nya menghisab kita berbeda-beda
Maksudnya, mungkin memang ada yang menjadi korban sebab mungkin berpakaian minim
Dan ada pula yang sudah menutup aurat dengan baik tetap dilecehkan
Bedanya adalah jika wanita itu tak menutup aurat sesuai syariat-Nya, maka yang dihisab adalah karena ia tak menutup aurat sesuai syariat-Nya, sedangkan bagian dimana ia menjadi korban itu adalah diluar kuasanya, itu merupakan ketetapan yang telah Allah tentukan dan diluar kendali kita sebagai manusia
Begitu pun dengan wanita yang telah menutup aurat sesuai syariat-Nya, jika ia menjadi korban pelecehan, itupun merupakan ketetapan yang Allah tentukan untuknya
Jadi, selama kita sudah berusaha untuk menaati segala aturan-Nya dan menjaga izzah dan ‘iffah insyaaAllah kita terhindar dari dosa sebab tak menutup aurat. Dan kitapun harus meyakini dan menerima segala ketetapan yang telah Allah tentukan
Maka wahai muslimah, kemanapun kamu pergi, gunakan hijab syar’imu. Jaga kehormatanmu dan jangan lupa untuk selalu meminta perlindungan pada-Nya😊
Wallahu a’lam bishawab
#NilaiWanita #QnA
Sebelumnya, jawaban ini ditulis bukan untuk menghakimi
Dear, ada yang perlu kita ketahui bahwa semua yang terjadi pada kita adalah ketetapannya Allah dan kita harus menyakininya
Termasuk jika ada seseorang yang dilecehkan, itu adalah ketetapan Allah yang ditentukan untuk orang itu
Lalu apakah wanita yang menjadi korban pelecehan seksual selalu mengenakan pakaian minim? Tentu kita tau, jawabannya adalah tidak
Ya, memang benar bahwa ada pula yang sudah berusaha menutup aurat sesuai syariat-Nya tak luput menjadi korban pelecehan seksual. Sang pelaku tak memandang dari bagaimana wanita berpakaian; namun ada yang sangat perlu kita ketahui yaitu cara-Nya menghisab kita berbeda-beda
Maksudnya, mungkin memang ada yang menjadi korban sebab mungkin berpakaian minim
Dan ada pula yang sudah menutup aurat dengan baik tetap dilecehkan
Bedanya adalah jika wanita itu tak menutup aurat sesuai syariat-Nya, maka yang dihisab adalah karena ia tak menutup aurat sesuai syariat-Nya, sedangkan bagian dimana ia menjadi korban itu adalah diluar kuasanya, itu merupakan ketetapan yang telah Allah tentukan dan diluar kendali kita sebagai manusia
Begitu pun dengan wanita yang telah menutup aurat sesuai syariat-Nya, jika ia menjadi korban pelecehan, itupun merupakan ketetapan yang Allah tentukan untuknya
Jadi, selama kita sudah berusaha untuk menaati segala aturan-Nya dan menjaga izzah dan ‘iffah insyaaAllah kita terhindar dari dosa sebab tak menutup aurat. Dan kitapun harus meyakini dan menerima segala ketetapan yang telah Allah tentukan
Maka wahai muslimah, kemanapun kamu pergi, gunakan hijab syar’imu. Jaga kehormatanmu dan jangan lupa untuk selalu meminta perlindungan pada-Nya😊
Wallahu a’lam bishawab
#NilaiWanita #QnA
👍1
Bismillahirrahmanirrahim
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear... Mungkin banyak diantara #Lovalila yang bingung apakah kita sebagai wanita boleh bekerja diluar rumah?
Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa setiap manusia hendaknya mencari rezeki dengan cara bekerja sebagaimana yang disebutkan dalam surat berikut ini;
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al-Jumu’ah: 10) “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al-Qasas: 77) “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuat” (An Nisa: 32)
Dari ayat2 diatas dapat kita simpulkan bahwa setiap manusia termasuk wanita berhak untuk bekerja dan mendapat ganjaran yang setimpal dari apa yang mereka kerjakan. Sehingga dalam Islam hukum wanita yang bekerja adalah mubah atau diperbolehkan. Tapi syarat dan ketentuan tetap berlaku ya dear😁
1. Pertama yang wajib, kudu, harus adalah ya tentu menutup aurat
2. Menghindari fitnah, maksudnya adalah hindari adanya campur baur antara laki2. “Lalu gimana kalau memang kantornya tak dipisah antara pekerja laki2&perempuannya?” Yang pasti sih kita harus tetap jaga jarak ya dear, sesuaikan saja; batasi interaksi, ga perlu banyak interaksi yang tanpa ada udzur syar’i
3. Harus dapat izin dari orang tua atau wali, berhubung masih jom-lo jadi ya izinnya sama orang tua dulu aja ya hehehe
(berlanjut ke komentar)👇🏻
⠀
#NilaiWanita #QnA
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear... Mungkin banyak diantara #Lovalila yang bingung apakah kita sebagai wanita boleh bekerja diluar rumah?
Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa setiap manusia hendaknya mencari rezeki dengan cara bekerja sebagaimana yang disebutkan dalam surat berikut ini;
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al-Jumu’ah: 10) “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Al-Qasas: 77) “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuat” (An Nisa: 32)
Dari ayat2 diatas dapat kita simpulkan bahwa setiap manusia termasuk wanita berhak untuk bekerja dan mendapat ganjaran yang setimpal dari apa yang mereka kerjakan. Sehingga dalam Islam hukum wanita yang bekerja adalah mubah atau diperbolehkan. Tapi syarat dan ketentuan tetap berlaku ya dear😁
1. Pertama yang wajib, kudu, harus adalah ya tentu menutup aurat
2. Menghindari fitnah, maksudnya adalah hindari adanya campur baur antara laki2. “Lalu gimana kalau memang kantornya tak dipisah antara pekerja laki2&perempuannya?” Yang pasti sih kita harus tetap jaga jarak ya dear, sesuaikan saja; batasi interaksi, ga perlu banyak interaksi yang tanpa ada udzur syar’i
3. Harus dapat izin dari orang tua atau wali, berhubung masih jom-lo jadi ya izinnya sama orang tua dulu aja ya hehehe
(berlanjut ke komentar)👇🏻
⠀
#NilaiWanita #QnA
Bismillahirrahmanirrahim
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear... Sebelumnya, perlu kita tau dulu bahwa ada yg memperbolehkan ada jg yg tidak memperbolehkan laki-laki dan perempuan yg bukan mahram berboncengan. Ada beberapa ulama yg memperbolehkan, dalilnya adalah HR. Bukhari no. 4849 dan HR. Muslim no. 2182
Dari Asma’ binti Abu Bakar, “Suatu hari saya datang ke kebun Zubair (suami saya) dan memanggul benih di atas kepala saya. Di tengah jalan saya bertemu Rasulullah bersama sekelompok orang dari Sahabat Anshar. Lalu Nabi memanggilku dan menyuruh untanya (dengan mengatakan “ikh, ikh” agar merunduk untuk membawaku di belakang Nabi.” Dalam menganalisa hadits tsb, Imam Nawawi dalam Syarh Muslim XIV/166 menyatakan:
1. Hadits ini menunjukkan bolehnya laki-laki dan perempuan yg bkn mahram berboncengan jika wanita tsb taat agamanya. Selain itu, kondisinya adalah Rasulullah memiliki belas kasih kpd ummatnya, laki-lali maupun perempuan
2. Pendapat lainnya, di bolehkan jika melihat letih atau kesusahan. Apalagi saat itu Rasulullah di dampingi oleh Sahabat lain yg tidak dirahukan keshalihannya
3. Menurut Qadhi Iyad, hal ini boleh khusus utk Nabi saja, karena Nabi telah menyuruh agar laki-laki dan perempuan saling menjauhkan diri. Hal ini khusus karena Asma’ adalah putri Abu Bakar, saudari Aisya alias ipar dan istri dari Zubair. Maka, seakan Asma’ itu seperti salah satu keluarga Nabi
Lalu bagaimana dgn kita? Apa boleh kita naik ojek yg hampir semua drivernya adalah laki-laki saat keadaan darurat?
Pertama, lihat dulu keadaan daruratnya seperti apa? Apa karena telat berangkat ke sekolah/kampus/kantor?
Tentu itu ga termasuk “keadaan darurat” ya dear (seperti yg dijelaskan diatas soal keadaan darurat) dan ga bisa dijadikan alasan utk kita naik ojek. Lagipula kayanya agak risih kalau misalnya naik ojek, apalagi masih banyak drivernya yg blm paham syariat (tentu yg udh paham syariat gamau ambil cust. perempuan😂)
⠀
(berlanjut ke kolom komentar👇🏻)
⠀
#WalaaTaqrobuzzina #QnA #MuslimahNaikOjek
Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear... Sebelumnya, perlu kita tau dulu bahwa ada yg memperbolehkan ada jg yg tidak memperbolehkan laki-laki dan perempuan yg bukan mahram berboncengan. Ada beberapa ulama yg memperbolehkan, dalilnya adalah HR. Bukhari no. 4849 dan HR. Muslim no. 2182
Dari Asma’ binti Abu Bakar, “Suatu hari saya datang ke kebun Zubair (suami saya) dan memanggul benih di atas kepala saya. Di tengah jalan saya bertemu Rasulullah bersama sekelompok orang dari Sahabat Anshar. Lalu Nabi memanggilku dan menyuruh untanya (dengan mengatakan “ikh, ikh” agar merunduk untuk membawaku di belakang Nabi.” Dalam menganalisa hadits tsb, Imam Nawawi dalam Syarh Muslim XIV/166 menyatakan:
1. Hadits ini menunjukkan bolehnya laki-laki dan perempuan yg bkn mahram berboncengan jika wanita tsb taat agamanya. Selain itu, kondisinya adalah Rasulullah memiliki belas kasih kpd ummatnya, laki-lali maupun perempuan
2. Pendapat lainnya, di bolehkan jika melihat letih atau kesusahan. Apalagi saat itu Rasulullah di dampingi oleh Sahabat lain yg tidak dirahukan keshalihannya
3. Menurut Qadhi Iyad, hal ini boleh khusus utk Nabi saja, karena Nabi telah menyuruh agar laki-laki dan perempuan saling menjauhkan diri. Hal ini khusus karena Asma’ adalah putri Abu Bakar, saudari Aisya alias ipar dan istri dari Zubair. Maka, seakan Asma’ itu seperti salah satu keluarga Nabi
Lalu bagaimana dgn kita? Apa boleh kita naik ojek yg hampir semua drivernya adalah laki-laki saat keadaan darurat?
Pertama, lihat dulu keadaan daruratnya seperti apa? Apa karena telat berangkat ke sekolah/kampus/kantor?
Tentu itu ga termasuk “keadaan darurat” ya dear (seperti yg dijelaskan diatas soal keadaan darurat) dan ga bisa dijadikan alasan utk kita naik ojek. Lagipula kayanya agak risih kalau misalnya naik ojek, apalagi masih banyak drivernya yg blm paham syariat (tentu yg udh paham syariat gamau ambil cust. perempuan😂)
⠀
(berlanjut ke kolom komentar👇🏻)
⠀
#WalaaTaqrobuzzina #QnA #MuslimahNaikOjek
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear... Apasih hukum jasa titip online ini dalam Islam?
Dengan terus berkembangnya zaman ini tentu perlu juga didukung dgn pemahaman syariah supaya tdk ada unsur haram yg tanpa kita sadari ikut terlibat juga dlm proses jual-beli online yg kita lakukan
Pada dasarnya akad yg sah dlm titip beli online ada 2:
1. Wakalah bil ujrah
2. Qardh
Misalnya ada 3 orang pihak; A sbg konsumen, B sbg yg dititipi dan C adalah pihak penjual. Tdk ada interaksi antara A dgn C melainkan melalui perantara B
Pada akad yg pertama; WAKALAH BIL UJRAH berarti A mewakilkan proses pembelian barang dari C kpd B dgn atau tanpa imbalan. Maksudnya, A memberikan uang titip barang lebih dulu, jadi B tdk menanggung dan tdk ada hutang piutang di sana. Murni jasa&jual beli saja
Sementara pada akad QARDH, A tdk memberi uang terlebih dahulu kepada B untuk membeli barang yg diinginkannya/B yg akan menanggung (menghutangkan) uangnya utk A. Dalam akad qardh, karena ada akad utang piutang, TDK BOLEH statusnya si B meminta imbalan dari A atas barang yg dibeli. Jatuhnya Riba
Berbeda jika si B membeli barang dulu (tanpa akad apapun antara A dan B di awal) kemudian menjualnya ke A dgn imbalan keuntungan, kalau ini statusnya jadi jual beli biasa aja, tapi perlu diingat imbalan yg disampaikan di sini di luar ongkir ya
Nah, kasus yg banyak terjadi adalah barang PO
B menawarkan “siapa yg mau beli 'ini'? Imbalannya -sekian- per pc”
Jika para penitip tdk memberikan uang titip kpd B, ini yg kemudian membuat mekanisme jual beli jadi ternodai karena akad qardh yg tidak sempurna
Hukum akad wakalah bil ujrah boleh berdasarkan dalil2 berikut;
“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemahlembut” (QS. Al-Kahfi: 19)
Bila hukum akad wakalah ini boleh maka dibolehkan juga mengambil upah dari transaksi tersebut sbg imbalan atas jasa yg halal dari org yg menerima perwakilan
⠀
(lanjut ke komentar—)👇🏻
⠀
#KacamataIslam #jastip #HukumJastip #JastipDalamIslam #QnA
Dengan terus berkembangnya zaman ini tentu perlu juga didukung dgn pemahaman syariah supaya tdk ada unsur haram yg tanpa kita sadari ikut terlibat juga dlm proses jual-beli online yg kita lakukan
Pada dasarnya akad yg sah dlm titip beli online ada 2:
1. Wakalah bil ujrah
2. Qardh
Misalnya ada 3 orang pihak; A sbg konsumen, B sbg yg dititipi dan C adalah pihak penjual. Tdk ada interaksi antara A dgn C melainkan melalui perantara B
Pada akad yg pertama; WAKALAH BIL UJRAH berarti A mewakilkan proses pembelian barang dari C kpd B dgn atau tanpa imbalan. Maksudnya, A memberikan uang titip barang lebih dulu, jadi B tdk menanggung dan tdk ada hutang piutang di sana. Murni jasa&jual beli saja
Sementara pada akad QARDH, A tdk memberi uang terlebih dahulu kepada B untuk membeli barang yg diinginkannya/B yg akan menanggung (menghutangkan) uangnya utk A. Dalam akad qardh, karena ada akad utang piutang, TDK BOLEH statusnya si B meminta imbalan dari A atas barang yg dibeli. Jatuhnya Riba
Berbeda jika si B membeli barang dulu (tanpa akad apapun antara A dan B di awal) kemudian menjualnya ke A dgn imbalan keuntungan, kalau ini statusnya jadi jual beli biasa aja, tapi perlu diingat imbalan yg disampaikan di sini di luar ongkir ya
Nah, kasus yg banyak terjadi adalah barang PO
B menawarkan “siapa yg mau beli 'ini'? Imbalannya -sekian- per pc”
Jika para penitip tdk memberikan uang titip kpd B, ini yg kemudian membuat mekanisme jual beli jadi ternodai karena akad qardh yg tidak sempurna
Hukum akad wakalah bil ujrah boleh berdasarkan dalil2 berikut;
“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemahlembut” (QS. Al-Kahfi: 19)
Bila hukum akad wakalah ini boleh maka dibolehkan juga mengambil upah dari transaksi tersebut sbg imbalan atas jasa yg halal dari org yg menerima perwakilan
⠀
(lanjut ke komentar—)👇🏻
⠀
#KacamataIslam #jastip #HukumJastip #JastipDalamIslam #QnA
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
⠀
Apa kita harus terus berdakwah kalau kita sendiri masih sering lalai? Atau kita harus membatasi dan memperbaiki diri dulu baru lanjut berdakwah?
⠀
Banyak orang yang enggan melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, karena merasa dirinya sendiri belum baik amalnya. Dia khawatir termasuk ke dalam golongan orang yang mengatakan apa yang tidak dia lakukan, sebagaimana firman Allah pada surat As-Shof ayat 2-3, “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”
⠀
Pertanyaannya adalah, apa kita harus menjadi orang yang sempurna amalannya dulu, baru kita boleh berdakwah? Lalu kalau belum menjadi haruskah kita membatasi dakwah?
Jika keadaannya adalah kita yang belum mampu melakukan amalan ma’ruf yang kita dakwahkan tapi terus memperbaiki niat dan taubat maka jangan berhenti berdakwah. Karena tidak menutup kemungkinan nasihat yang disampaikan akan menjadi pacuan untuk melaksanakan amalan tsb atau meninggalkan kemungkaran yang kita larang. Dan ini sudan menjadi suatu hal yang lumrah dalam pengalaman seseorang
⠀
Sa’id bin Jubair mengatakan, “Jika tidak boleh melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, kecuali orang yang sempurna niscaya tidak ada satupun orang yang boleh melakukannya”
⠀
Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata kepada Mutharrif bin Abdillah, “Wahai Mutharrif nasihatilah teman-temanmu”. Mutharrif mengatakan, “Aku khawatir mengatakan yang tidak ku lakukan”. Mendengar hal tersebut, Hasan Al-Bashri mengatakan, “Semoga Allah merahmatimu, siapakah di antara kita yang mengerjakan apa yang dia katakan, sungguh setan berharap bisa menjebak kalian dengan hal ini sehingga tidak ada seorang pun yang berani amar ma’ruf nahi mungkar.”
Al-Hasan Al-Bashri juga pernah mengatakan, “Wahai sekalian manusia sungguh aku akan memberikan nasihat kepada kalian padahal aku bukanlah orang yang paling shalih dan yang paling baik di antara kalian. Sungguh aku memiliki banyak maksiat dan tidak mampu mengontrol dan mengekang diriku supaya selalu taat kepada Allah. Andai seorang mukmin tidak boleh memberikan nasihat kepada saudaranya kecuali setelah mampu mengontrol dirinya niscaya hilanglah para pemberi nasihat dan minimlah orang-orang yang mau mengingatkan.”
⠀
Jadi, teruslah berdakwah sambil terus memperbaiki niat, memperbaiki diri, memperbaiki taubat. Karena jika harus memiliki amalan yang sempurna dulu baru boleh berdakwah maka tak ada yang boleh berdakwah selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
⠀
Wallahu a'lam bishawab
⠀
#ArtOfDakwah #QnA
⠀
Apa kita harus terus berdakwah kalau kita sendiri masih sering lalai? Atau kita harus membatasi dan memperbaiki diri dulu baru lanjut berdakwah?
⠀
Banyak orang yang enggan melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, karena merasa dirinya sendiri belum baik amalnya. Dia khawatir termasuk ke dalam golongan orang yang mengatakan apa yang tidak dia lakukan, sebagaimana firman Allah pada surat As-Shof ayat 2-3, “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”
⠀
Pertanyaannya adalah, apa kita harus menjadi orang yang sempurna amalannya dulu, baru kita boleh berdakwah? Lalu kalau belum menjadi haruskah kita membatasi dakwah?
Jika keadaannya adalah kita yang belum mampu melakukan amalan ma’ruf yang kita dakwahkan tapi terus memperbaiki niat dan taubat maka jangan berhenti berdakwah. Karena tidak menutup kemungkinan nasihat yang disampaikan akan menjadi pacuan untuk melaksanakan amalan tsb atau meninggalkan kemungkaran yang kita larang. Dan ini sudan menjadi suatu hal yang lumrah dalam pengalaman seseorang
⠀
Sa’id bin Jubair mengatakan, “Jika tidak boleh melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, kecuali orang yang sempurna niscaya tidak ada satupun orang yang boleh melakukannya”
⠀
Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata kepada Mutharrif bin Abdillah, “Wahai Mutharrif nasihatilah teman-temanmu”. Mutharrif mengatakan, “Aku khawatir mengatakan yang tidak ku lakukan”. Mendengar hal tersebut, Hasan Al-Bashri mengatakan, “Semoga Allah merahmatimu, siapakah di antara kita yang mengerjakan apa yang dia katakan, sungguh setan berharap bisa menjebak kalian dengan hal ini sehingga tidak ada seorang pun yang berani amar ma’ruf nahi mungkar.”
Al-Hasan Al-Bashri juga pernah mengatakan, “Wahai sekalian manusia sungguh aku akan memberikan nasihat kepada kalian padahal aku bukanlah orang yang paling shalih dan yang paling baik di antara kalian. Sungguh aku memiliki banyak maksiat dan tidak mampu mengontrol dan mengekang diriku supaya selalu taat kepada Allah. Andai seorang mukmin tidak boleh memberikan nasihat kepada saudaranya kecuali setelah mampu mengontrol dirinya niscaya hilanglah para pemberi nasihat dan minimlah orang-orang yang mau mengingatkan.”
⠀
Jadi, teruslah berdakwah sambil terus memperbaiki niat, memperbaiki diri, memperbaiki taubat. Karena jika harus memiliki amalan yang sempurna dulu baru boleh berdakwah maka tak ada yang boleh berdakwah selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
⠀
Wallahu a'lam bishawab
⠀
#ArtOfDakwah #QnA
👍1
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear...
⠀
Boleh ga sih kita menceritakan masa lalu kita untuk memotivasi orang lain untuk hijrah?
⠀
Boleh, selama itu bukanlah aib besar bagi dirinya. Bisa jadi ada satu hal dari masa lalunya yang bisa menjadi pelajaran bagi orang lain, sehingga memotivasi orang lain untuk menjadi lebih baik
⠀
Misalnya, ia pernah menjadi seorang pecandu narkoba, lalu ia bertaubat, ngaji, memperdalam ilmu agama, lalu berdakwah terjun ke masyarakat khususnya lingkungannya yang dulu atau menghimbau orang-orang supaya tak mencoba-coba mendekati sesuatu yang di haramkan. Ia memotivasi teman-teman lamanya, bahwa mereka pun bisa juga bangkit dan harus kembali ke jalan-Nya dan Allah pasti menerima taubat mereka. Karena tak sedikit yang telah terjerumus dalam dosa, merasa bahwa Allah tak akan menerima taubatnya
⠀
Karena setiap orang punya cerita hijrahnya masing-masing, dan dari situ siapapun dapat mengambil suatu pelajaran. Maka ambil-lah sesuatu yang baik darinya. Jadikan masa lalunya sebagai pelajaran supaya kita tak terjun bebas dalam jurang dosa
⠀
Jadi, boleh-boleh saja menceritakan masa lalu selama itu bukanlah aib besar bagi dirinya dan keluarganya. Juga jangan bangga-banggakan masa lalu yang kelam atau kesalahan itu sendiri sehingga terus-menerus kita ceritakan, bagaimanapun itu sebuah kesalahan (masa lalu) dan harus terus berusaha diperbaiki😊
⠀
Wallahu a'lam bishawab
⠀
#ArtOfDakwah #QnA
⠀
Boleh ga sih kita menceritakan masa lalu kita untuk memotivasi orang lain untuk hijrah?
⠀
Boleh, selama itu bukanlah aib besar bagi dirinya. Bisa jadi ada satu hal dari masa lalunya yang bisa menjadi pelajaran bagi orang lain, sehingga memotivasi orang lain untuk menjadi lebih baik
⠀
Misalnya, ia pernah menjadi seorang pecandu narkoba, lalu ia bertaubat, ngaji, memperdalam ilmu agama, lalu berdakwah terjun ke masyarakat khususnya lingkungannya yang dulu atau menghimbau orang-orang supaya tak mencoba-coba mendekati sesuatu yang di haramkan. Ia memotivasi teman-teman lamanya, bahwa mereka pun bisa juga bangkit dan harus kembali ke jalan-Nya dan Allah pasti menerima taubat mereka. Karena tak sedikit yang telah terjerumus dalam dosa, merasa bahwa Allah tak akan menerima taubatnya
⠀
Karena setiap orang punya cerita hijrahnya masing-masing, dan dari situ siapapun dapat mengambil suatu pelajaran. Maka ambil-lah sesuatu yang baik darinya. Jadikan masa lalunya sebagai pelajaran supaya kita tak terjun bebas dalam jurang dosa
⠀
Jadi, boleh-boleh saja menceritakan masa lalu selama itu bukanlah aib besar bagi dirinya dan keluarganya. Juga jangan bangga-banggakan masa lalu yang kelam atau kesalahan itu sendiri sehingga terus-menerus kita ceritakan, bagaimanapun itu sebuah kesalahan (masa lalu) dan harus terus berusaha diperbaiki😊
⠀
Wallahu a'lam bishawab
⠀
#ArtOfDakwah #QnA
👍1