Seminar 'Muhammad Sebagai Pedagang' bersama Ippho Santosa segera hadir:
Semarang : 0857-4207-7083
Surabaya : 0811-6361-777
Bojonegoro : 0816-1777-4995
Madiun : 0823-3433-7272
Semarang : 0857-4207-7083
Surabaya : 0811-6361-777
Bojonegoro : 0816-1777-4995
Madiun : 0823-3433-7272
Saya entrepreneur. Tapi saya sangat menghormati mereka yang memilih untuk bekerja, jadi karyawan. Di buku Success Protocol, saya pernah menyerukan, "Bekerjalah dengan itqan."
Artinya:
- teliti
- hati-hati
- sepenuh hati
- bermutu tinggi
- sulit disaingi
Apalagi kita sama-sama tahu, kerja adalah ibadah. Berkah insya Allah. Dengan memaknai kerja adalah ibadah, semoga kita tidak termasuk golongan orang yang gemar mengeluh dan bergunjing di kantor.
Ada yang bekerja, niatnya sekedar untuk mendapatkan upah. Ada pula sekedar untuk mengisi waktu. Tentu, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi soal keberkahan, saya pikir nggak akan optimal.
Terlepas dari itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya, Indonesia sedikit-banyak mengenal konsep #KerjaItuIbadah.
Kembali soal menjalankan pekerjaan dengan itqan. Sekiranya ini benar-benar terjadi, maka insya Allah kita akan lebih puas, lebih bahagia, lebih bermakna, lebih dihormati, dan dibayar lebih tinggi. Jadi, sangat menguntungkan dari berbagai sisi.
Pada akhirnya, saya serukan lagi, "Bekerjalah dengan itqan." Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Artinya:
- teliti
- hati-hati
- sepenuh hati
- bermutu tinggi
- sulit disaingi
Apalagi kita sama-sama tahu, kerja adalah ibadah. Berkah insya Allah. Dengan memaknai kerja adalah ibadah, semoga kita tidak termasuk golongan orang yang gemar mengeluh dan bergunjing di kantor.
Ada yang bekerja, niatnya sekedar untuk mendapatkan upah. Ada pula sekedar untuk mengisi waktu. Tentu, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi soal keberkahan, saya pikir nggak akan optimal.
Terlepas dari itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya, Indonesia sedikit-banyak mengenal konsep #KerjaItuIbadah.
Kembali soal menjalankan pekerjaan dengan itqan. Sekiranya ini benar-benar terjadi, maka insya Allah kita akan lebih puas, lebih bahagia, lebih bermakna, lebih dihormati, dan dibayar lebih tinggi. Jadi, sangat menguntungkan dari berbagai sisi.
Pada akhirnya, saya serukan lagi, "Bekerjalah dengan itqan." Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Nah, e-book ini ditulis oleh partner saya, Diaz Adriani, seorang mantan SPG yang kemudian jadi pengusaha bahkan mencetak 1000-an orang jadi pengusaha!
Di e-book sederhana ini akan dibahas bagaimana cara membina team dan partner. Sangat inspiring dan mengharukan. Saya rekomen!
Yang minat, silakan WA ke:
- Mas Rama 0856-9377-0888
- Kak Ndah 0858-8018-8357 (Jabar)
- Mbak Wulan 0851-0756-5006 (Jateng)
Di e-book sederhana ini akan dibahas bagaimana cara membina team dan partner. Sangat inspiring dan mengharukan. Saya rekomen!
Yang minat, silakan WA ke:
- Mas Rama 0856-9377-0888
- Kak Ndah 0858-8018-8357 (Jabar)
- Mbak Wulan 0851-0756-5006 (Jateng)
Memonopoli dan mengakumulasi harta adalah fenomena yang sering terjadi, dengan sadar juga tanpa sadar.
Dalam arti, bisa jadi si pelaku dalam kehidupan sehari-hari tidak suka alias kritis terhadap kapitalis-kapitalis negatif dari Barat yang menumpuk harta. Tapi di waktu yang sama, saat ia punya kesempatan, ia pun melakukan hal yang sama. Memonopoli harta.
Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu, amalmu, dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakan-mu."
Niatan untuk memonopoli harta ini bisa terlihat saat orang mulai bagi-bagi profit dalam sebuah bisnis. Di antara mitra. Hendaknya profit dibagi sesuai jerih-payah alias kontribusi masing-masing. Lumrahnya begitu.
Nah, dari pembagian ini, sedikit-banyak kita bisa menilai karakter dan kecenderungan masing-masing. Siapa yang mendominasi dan memonopoli. Siapa yang menerima apa adanya. Siapa yang nggak paham sama sekali.
Saat ini, dunia sudah sesak dengan kapitalis-kapitalis negatif yang orientasinya menumpuk harta. Sebagian kita, sadar atau tanpa sadar, meniru mereka. Saran saya, ini jangan ditiru. Kalaupun ada hasrat untuk itu, yah dikikis.
Gimana caranya? Pertama, etis dan proporsional dalam mengambil profit. Kedua, gemar berbagi entah itu sifatnya internal (tim) maupun eksternal (sesama). Ketiga, tidak latah dalam membuka bisnis baru.
Belasan tahun saya berbisnis dan berinteraksi dengan pengusaha-pengusaha, jarang sekali saya melihat pengusaha yang memenuhi tiga ketentuan itu. Paling banter yah gemar berbagi doang. Tapi sangat berlebihan untuk urusan profit dan ekspansi bisnis baru.
Jujur saja, dulu pun saya pernah keliru dalam ekspansi bisnis baru. Kemudian ini saya perbaiki.
Di satu sisi, Islam memberi kelonggaran pada kita untuk urusan profit. Namun di sini lain, Islam juga mengingatkan kita soal adab (etis) dan keadilan (proporsional). Berimbang. Semoga pemaparan sederhana ini menjadi bahan renungan buat kita semua, terutama buat saya.
Dalam arti, bisa jadi si pelaku dalam kehidupan sehari-hari tidak suka alias kritis terhadap kapitalis-kapitalis negatif dari Barat yang menumpuk harta. Tapi di waktu yang sama, saat ia punya kesempatan, ia pun melakukan hal yang sama. Memonopoli harta.
Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu, amalmu, dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakan-mu."
Niatan untuk memonopoli harta ini bisa terlihat saat orang mulai bagi-bagi profit dalam sebuah bisnis. Di antara mitra. Hendaknya profit dibagi sesuai jerih-payah alias kontribusi masing-masing. Lumrahnya begitu.
Nah, dari pembagian ini, sedikit-banyak kita bisa menilai karakter dan kecenderungan masing-masing. Siapa yang mendominasi dan memonopoli. Siapa yang menerima apa adanya. Siapa yang nggak paham sama sekali.
Saat ini, dunia sudah sesak dengan kapitalis-kapitalis negatif yang orientasinya menumpuk harta. Sebagian kita, sadar atau tanpa sadar, meniru mereka. Saran saya, ini jangan ditiru. Kalaupun ada hasrat untuk itu, yah dikikis.
Gimana caranya? Pertama, etis dan proporsional dalam mengambil profit. Kedua, gemar berbagi entah itu sifatnya internal (tim) maupun eksternal (sesama). Ketiga, tidak latah dalam membuka bisnis baru.
Belasan tahun saya berbisnis dan berinteraksi dengan pengusaha-pengusaha, jarang sekali saya melihat pengusaha yang memenuhi tiga ketentuan itu. Paling banter yah gemar berbagi doang. Tapi sangat berlebihan untuk urusan profit dan ekspansi bisnis baru.
Jujur saja, dulu pun saya pernah keliru dalam ekspansi bisnis baru. Kemudian ini saya perbaiki.
Di satu sisi, Islam memberi kelonggaran pada kita untuk urusan profit. Namun di sini lain, Islam juga mengingatkan kita soal adab (etis) dan keadilan (proporsional). Berimbang. Semoga pemaparan sederhana ini menjadi bahan renungan buat kita semua, terutama buat saya.
Alhamdulillah sebelumnya saya sudah mengajak mitra-mitra saya trip bareng ke Lombok, Bali, Raja Ampat, Thailand, Jepang, Singapore, dan Malaysia. Yang berikutnya adalah China insya Allah.
Jalan bareng, apa sih manfaatnya? Simak ini >>
https://www.instagram.com/p/B3HeX_tlQZw/?igshid=1sjsry3jutyxb
Jalan bareng, apa sih manfaatnya? Simak ini >>
https://www.instagram.com/p/B3HeX_tlQZw/?igshid=1sjsry3jutyxb
Instagram
IPPHO SANTOSA
Bagaimana cara membangun hubungan dan mengenal seorang sahabat? Secara umum, ada dua. Pertama, perbanyak aktivitas bersama. Kedua, adakan perjalanan bersama (safar)... Reaksi Umar bin Khattab saat ada seseorang yang merekomendasikan temannya, adalah bertanyaโฆ
Harta itu netral.
Kalau di tangan orang baik, jadinya baik.
Kalau di tangan orang yang kurang baik, jadinya yah begitulah.
So, jangan tabu dengan harta.
Maknai harta dengan tepat dan berdimensi akhirat.
Untuk menafkahi keluarga. Membantu sesama. Umrah dan mengumrahkan. Haji dan menghajikan. Membangun sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah.
Termasuk 3W. Apa itu 3W?
Simak ini >> https://www.instagram.com/p/B3IfsQhF_cG/?igshid=1dl495s3rr1gf
Kalau di tangan orang baik, jadinya baik.
Kalau di tangan orang yang kurang baik, jadinya yah begitulah.
So, jangan tabu dengan harta.
Maknai harta dengan tepat dan berdimensi akhirat.
Untuk menafkahi keluarga. Membantu sesama. Umrah dan mengumrahkan. Haji dan menghajikan. Membangun sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah.
Termasuk 3W. Apa itu 3W?
Simak ini >> https://www.instagram.com/p/B3IfsQhF_cG/?igshid=1dl495s3rr1gf
Instagram
IPPHO SANTOSA
"Harta nggak dibawa mati," sering kalimat ini terucap dan terdengar di mana-mana. Anggaplah itu benar. Tapi, saat kita mati sekalipun, harta itu bisa bermanfaat dalam bentuk 3W. Apa itu? Warisan, Wasiat, Wakaf... So, niatkan untuk kaya hati juga kaya harta.โฆ
Dulu saya pernah tidak fokus dalam berbisnis. Macam-macam bisnis yang saya jalankan. Kemudian, 5 tahun terakhir saya memilih untuk fokus. Why?
Ketika saya tidak fokus, alhamdulillah saya tetap untung dan hampir-hampir bebas risiko. Tapi kemudian saya perhatikan mitra-mitra saya. Kasihan mereka.
Mereka meniru (men-duplikasi) saya. Kan saya leader-nya. Kalau saya tidak fokus, yah otomatis mereka juga melakukan hal yang sama. Tidak fokus.
Bayangkan, seorang pemula berbisnis dan tidak fokus, seperti apa jadinya? Pasti alakadar hasilnya. Kemungkinan besar, itulah yang terjadi. Dan itulah yang saya lihat.
Tentu beda dengan mereka yang sudah jago. Pasti punya tim dan sistem. Jalanin usaha macam-macam, yah nggak terlalu masalah. Kalau pemula? Ya masalah.
Maka, 5 tahun terakhir saya memilih untuk fokus. Kepentingan mitra yang menjadi pertimbangan saya. Dan benar, mereka meniru saya. Alhamdulillah.
Yang mengejutkan terjadi perubahan dan kenaikan income yang luar biasa pada mitra-mitra saya, masya Allah. Fadilah dari fokus. Dan itu dimulai dari founder-nya, saya.
Sekiranya teman-teman punya pemahaman berbeda dengan saya, yah nggak apa-apa. Silakan. Saya hanya bercermin dari pengalaman saya berbisnis selama belasan tahun dan itulah yang saya sampaikan di sini.
Semoga bermanfaat.
Ketika saya tidak fokus, alhamdulillah saya tetap untung dan hampir-hampir bebas risiko. Tapi kemudian saya perhatikan mitra-mitra saya. Kasihan mereka.
Mereka meniru (men-duplikasi) saya. Kan saya leader-nya. Kalau saya tidak fokus, yah otomatis mereka juga melakukan hal yang sama. Tidak fokus.
Bayangkan, seorang pemula berbisnis dan tidak fokus, seperti apa jadinya? Pasti alakadar hasilnya. Kemungkinan besar, itulah yang terjadi. Dan itulah yang saya lihat.
Tentu beda dengan mereka yang sudah jago. Pasti punya tim dan sistem. Jalanin usaha macam-macam, yah nggak terlalu masalah. Kalau pemula? Ya masalah.
Maka, 5 tahun terakhir saya memilih untuk fokus. Kepentingan mitra yang menjadi pertimbangan saya. Dan benar, mereka meniru saya. Alhamdulillah.
Yang mengejutkan terjadi perubahan dan kenaikan income yang luar biasa pada mitra-mitra saya, masya Allah. Fadilah dari fokus. Dan itu dimulai dari founder-nya, saya.
Sekiranya teman-teman punya pemahaman berbeda dengan saya, yah nggak apa-apa. Silakan. Saya hanya bercermin dari pengalaman saya berbisnis selama belasan tahun dan itulah yang saya sampaikan di sini.
Semoga bermanfaat.
Marah, jelas ini tidak baik. "Jangan marah, bagimu surga," ini pesan Nabi Muhammad. Namun sesekali marah tetap diperlukan. Bukankah Nabi Muhammad pernah marah? Bukankah orang-orang hebat pernah marah?
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut. "Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward. Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan tetap rasional dan proporsional.
Menurut Charles Duhigg, marah membuat kita bicara lebih jujur sekaligus mampu bernegosiasi. Selain itu, marah juga memicu motivasi dan lebih melegakan.
Menurut situs Heathway, marah bisa bermanfaat untuk melindungi diri dan mendorong perilaku baru. Yang diharapkan adalah perilaku baru yang mengarah pada *solusi*.
_Begitulah, tak selamanya marah itu jelek. Ada manfaatnya juga. Mudah-mudahan tulisan ini menginspirasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah._
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut. "Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward. Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan tetap rasional dan proporsional.
Menurut Charles Duhigg, marah membuat kita bicara lebih jujur sekaligus mampu bernegosiasi. Selain itu, marah juga memicu motivasi dan lebih melegakan.
Menurut situs Heathway, marah bisa bermanfaat untuk melindungi diri dan mendorong perilaku baru. Yang diharapkan adalah perilaku baru yang mengarah pada *solusi*.
_Begitulah, tak selamanya marah itu jelek. Ada manfaatnya juga. Mudah-mudahan tulisan ini menginspirasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah._
Kaget saya pas tahu fakta ini...
Kijang tertentu ternyata bisa berlari lebih cepat dan lebih gesit daripada harimau. Tapi kok bisa ketangkap?
Baca deh setiap kalimatnya. Pelan-pelan...
https://www.instagram.com/p/B3QQlWelFr2/?igshid=jj22jz1s6pmc
Sepertinya kijang perlu mentor dan tutorial berlari hehe ๐๐๐
Kijang tertentu ternyata bisa berlari lebih cepat dan lebih gesit daripada harimau. Tapi kok bisa ketangkap?
Baca deh setiap kalimatnya. Pelan-pelan...
https://www.instagram.com/p/B3QQlWelFr2/?igshid=jj22jz1s6pmc
Sepertinya kijang perlu mentor dan tutorial berlari hehe ๐๐๐
Instagram
IPPHO SANTOSA
Kecepatan lari harimau sekitar 50 โ 65 km/jam. Sementara, kijang jenis tertentu seperti pronghorn bisa berlari 88 km/jam. Tapi anehnya, seringkali harimau berhasil mengejar dan menangkap kijang jenis apapun... Kalau kita, saat ketakutan, malah berlari melebihiโฆ
Saya punya banyak mitra (partner), alhamdulillah. Namun memilih dan menyusun tim inti, ini adalah perkara yang menantang. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dan seringkali intuisi turut bermain di sini.
Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Lantas, apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu. Perlu kesabaran.
Tips terakhir? Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.
Selamat mencoba ya. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Lantas, apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu. Perlu kesabaran.
Tips terakhir? Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.
Selamat mencoba ya. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar saya segera hadir:
Yogyakarta : 0811-2637-710
Pekalongan : 0858-2168-8348
Tegal : 0812-2711-5617
Kediri : 0813-3177-1830
Acara ini sifatnya non-profit dan pembicara tidak dapat untung. Kalaupun ada tiket masuk, itu semata-mata untuk menutupi biaya gedung dsj.
Silakan hubungi panitia setempat ya.
Yogyakarta : 0811-2637-710
Pekalongan : 0858-2168-8348
Tegal : 0812-2711-5617
Kediri : 0813-3177-1830
Acara ini sifatnya non-profit dan pembicara tidak dapat untung. Kalaupun ada tiket masuk, itu semata-mata untuk menutupi biaya gedung dsj.
Silakan hubungi panitia setempat ya.
#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah Nabi). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu makan sambil berdiri (katanya ini standing party, padahal kurang sesuai dengan sunnah Nabi).
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengap, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip dan sangat menentukan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.
Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Inspirasi kecil dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.
Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga semakin banyak pembaca yang mengamini.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengap, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip dan sangat menentukan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.
Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Inspirasi kecil dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.
Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga semakin banyak pembaca yang mengamini.
"Ini tips enteng rezeki," menurut saya. Teman-teman coba deh. Insya Allah tiap hari dikejar duit.
Video pertama menunjukkan cara-caranya. Video kedua dan ketiga, bukti-buktinya. Praktek ya.
https://www.instagram.com/p/B3a1KDMFSsc/?igshid=rxyt4gp2z8ds
๐๐๐
Video pertama menunjukkan cara-caranya. Video kedua dan ketiga, bukti-buktinya. Praktek ya.
https://www.instagram.com/p/B3a1KDMFSsc/?igshid=rxyt4gp2z8ds
๐๐๐
Instagram
IPPHO SANTOSA
Dagang + Dhuha + Derma = Dahsyat!!! . . Rutinkan ya...
Macam-macam isi curhat para suami.
Ada yang begini. Sudah 9 tahun nikah, tapi nggak pernah marah ke istri. Saya tanya, "Kok bisa? Apa tips-nya?" Boro-boro marah sama istri. Ternyata si suami-lah yang sering dimarahin sama istri, hehehe.
Ada lagi yang ngeluh, "Istri saya pinter nyari duit, Pak." Saya tanya balik, "Terus di mana masalahnya?" Dia jawab, "Ya masalah Pak. Duit sudah disimpan baik-baik, eh masih ketemu aja sama dia. Pinter nyari duit." Hehehe.
Begitulah. Rumah tangga kadang rumit. Dan sebenarnya itu wajar-wajar saja. Kalau sederhana, bukan rumah tangga namanya. Yang 'sederhana' itu rumah makan. Hehehe.
Kadang hal yang kita anggap sepele bisa menjadi masalah yang besar bagi rumah tangga tertentu. Sebab itulah, baik suami atau istri perlu stok sabar yang banyak. Dan perlu pemahaman yang mendalam tentang agama. Itu saran saya.
Lantas, apa saran saya selanjutnya? Pastikan cukup 'durasi'. Maksudnya, waktu yang cukup bersama pasangan. Biasanya, kalau durasi bermasalah, komunikasi juga bermasalah. Ya, durasi ngefek ke komunikasi dan komunikasi ngefek ke solusi.
Btw, hari ini adalah milad pernikahan saya. Mohon doa tulus untuk saya dan keluarga ya. Sebaliknya, doa terbaik dari saya untuk teman-teman semua. Semoga sakinah dan sakinah sampai jannah. Aamiin.
Tulisan-tulisan saya tentang keluarga barusan saya posting di IG @ipphoright. Simak deh.
Ada yang begini. Sudah 9 tahun nikah, tapi nggak pernah marah ke istri. Saya tanya, "Kok bisa? Apa tips-nya?" Boro-boro marah sama istri. Ternyata si suami-lah yang sering dimarahin sama istri, hehehe.
Ada lagi yang ngeluh, "Istri saya pinter nyari duit, Pak." Saya tanya balik, "Terus di mana masalahnya?" Dia jawab, "Ya masalah Pak. Duit sudah disimpan baik-baik, eh masih ketemu aja sama dia. Pinter nyari duit." Hehehe.
Begitulah. Rumah tangga kadang rumit. Dan sebenarnya itu wajar-wajar saja. Kalau sederhana, bukan rumah tangga namanya. Yang 'sederhana' itu rumah makan. Hehehe.
Kadang hal yang kita anggap sepele bisa menjadi masalah yang besar bagi rumah tangga tertentu. Sebab itulah, baik suami atau istri perlu stok sabar yang banyak. Dan perlu pemahaman yang mendalam tentang agama. Itu saran saya.
Lantas, apa saran saya selanjutnya? Pastikan cukup 'durasi'. Maksudnya, waktu yang cukup bersama pasangan. Biasanya, kalau durasi bermasalah, komunikasi juga bermasalah. Ya, durasi ngefek ke komunikasi dan komunikasi ngefek ke solusi.
Btw, hari ini adalah milad pernikahan saya. Mohon doa tulus untuk saya dan keluarga ya. Sebaliknya, doa terbaik dari saya untuk teman-teman semua. Semoga sakinah dan sakinah sampai jannah. Aamiin.
Tulisan-tulisan saya tentang keluarga barusan saya posting di IG @ipphoright. Simak deh.
Hari ini saya berada di Hainan, China, bersama mitra-mitra saya. Alhamdulillah.
Ya, salah satu tradisi kita adalah jalan-jalan alias liburan. Sebut saja, Banyak Piknik. Sebelumnya kita sudah ke Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Selain menambah ilmu dan wawasan, ternyata jalan-jalan juga menyehatkan.
Kok bisa?
Begini. Saat kita melakukan hal-hal baru di luar kebiasaan seperti liburan, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin secara bersamaan. Nah, inilah yang membuat otak bekerja lebih baik. Sebagian penelitian tentang liburan ini dilansir idiva.com.
Penelitian lain dari tim Baylor College of Medicine menemukan, liburan dan travelling membuat awet muda. Menurut David Eagleman, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi dan eksotis, dapat memicu otak untuk merasakan dunia seperti apa yang dirasakan otak anak-anak. Dan ini memberi efek โperemajaanโ selama 1-2 pekan.
Jadi, liburan sesekali itu menyehatkan dan bikin awet muda ๐๐๐
Kalau belum bisa trip jauh-jauh, nggak masalah. Saya tidak menyarankan Anda untuk memaksakan diri. Anda bisa mulai trip dari tempat-tempat yang terdekat. Insya Allah tetap menyenangkan dan bermanfaat.
Ya, salah satu tradisi kita adalah jalan-jalan alias liburan. Sebut saja, Banyak Piknik. Sebelumnya kita sudah ke Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Selain menambah ilmu dan wawasan, ternyata jalan-jalan juga menyehatkan.
Kok bisa?
Begini. Saat kita melakukan hal-hal baru di luar kebiasaan seperti liburan, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin secara bersamaan. Nah, inilah yang membuat otak bekerja lebih baik. Sebagian penelitian tentang liburan ini dilansir idiva.com.
Penelitian lain dari tim Baylor College of Medicine menemukan, liburan dan travelling membuat awet muda. Menurut David Eagleman, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi dan eksotis, dapat memicu otak untuk merasakan dunia seperti apa yang dirasakan otak anak-anak. Dan ini memberi efek โperemajaanโ selama 1-2 pekan.
Jadi, liburan sesekali itu menyehatkan dan bikin awet muda ๐๐๐
Kalau belum bisa trip jauh-jauh, nggak masalah. Saya tidak menyarankan Anda untuk memaksakan diri. Anda bisa mulai trip dari tempat-tempat yang terdekat. Insya Allah tetap menyenangkan dan bermanfaat.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Video from Ippho & Tim Khalifah
Ippho Santosa - ipphoright
Video from Ippho & Tim Khalifah
Ciri-ciri bisnis yang baik, terutama untuk pemula
Pernah lihat teman jualan?
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Begini. Kalau kita dapat customer, kalau kita dapat closingan, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin semesta takjub. Seolah-olah semesta berkata, "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
๐
Begitulah, harapan dan doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Siap?
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Begini. Kalau kita dapat customer, kalau kita dapat closingan, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin semesta takjub. Seolah-olah semesta berkata, "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
๐
Begitulah, harapan dan doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Siap?