Hampir setiap hari saya bertemu dengan entrepreneur dan calon entrepreneur. Pas bertemu, biasanya mereka nanya-nanya ke saya. Salah satunya tentang membesarkan usaha.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Teman jualan?
Teman jalan-jalan?
Teman punya mobil baru?
Teman kita atau siapa saja posting soal mobilnya yang baru, lha buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti.
Teman posting soal omsetnya yang besar, buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset yang serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti. Btw, apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Nah, beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi! Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki. Insya Allah. Pada akhirnya, soal lapang hati, kita praktek sama-sama ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Teman jalan-jalan?
Teman punya mobil baru?
Teman kita atau siapa saja posting soal mobilnya yang baru, lha buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti.
Teman posting soal omsetnya yang besar, buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset yang serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti. Btw, apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Nah, beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi! Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki. Insya Allah. Pada akhirnya, soal lapang hati, kita praktek sama-sama ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Banyak yang bertanya ke saya soal produk A, produk B, dan produk C.
"Apakah ini produknya Mas Ippho?"
"Apakah itu bisnisnya Mas Ippho?"
Saya cuma senyum dan menjawab, "Bukan. Produk saya cuma British Propolis alias BP. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar produk-produk yang lain dan masih dalam naungan BP Group."
Ciri dari bisnis saya salah satunya adalah bagi-bagi profit yang relatif adil dan etis kepada mitra-mitra.
Saya untung. Mitra lebih untung, insya Allah. Dan saya berusaha keras agar itu benar-benar terjadi. Istilahnya, kaya dan mengayakan.
Ciri berikutnya, produk harus sarat manfaat dan tidak membuat orang konsumtif. Bagi saya, halal saja tidak cukup. Kita harus go beyond.
Ciri lain? Harga yang wajar dan etis bagi konsumen. Harga pasar selalu jadi bahan pertimbangan saya. Jangan over-price.
Sebenarnya masih ada ciri yang lain. Kapan-kapan kita bahas ya. Pada akhirnya, apapun bisnis teman-teman, semoga tulisan saya ini menjadi inspirasi yang bermanfaat. Kita saling mengingatkan dan saling mendoakan ya.
"Apakah ini produknya Mas Ippho?"
"Apakah itu bisnisnya Mas Ippho?"
Saya cuma senyum dan menjawab, "Bukan. Produk saya cuma British Propolis alias BP. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar produk-produk yang lain dan masih dalam naungan BP Group."
Ciri dari bisnis saya salah satunya adalah bagi-bagi profit yang relatif adil dan etis kepada mitra-mitra.
Saya untung. Mitra lebih untung, insya Allah. Dan saya berusaha keras agar itu benar-benar terjadi. Istilahnya, kaya dan mengayakan.
Ciri berikutnya, produk harus sarat manfaat dan tidak membuat orang konsumtif. Bagi saya, halal saja tidak cukup. Kita harus go beyond.
Ciri lain? Harga yang wajar dan etis bagi konsumen. Harga pasar selalu jadi bahan pertimbangan saya. Jangan over-price.
Sebenarnya masih ada ciri yang lain. Kapan-kapan kita bahas ya. Pada akhirnya, apapun bisnis teman-teman, semoga tulisan saya ini menjadi inspirasi yang bermanfaat. Kita saling mengingatkan dan saling mendoakan ya.
Kalau kita lihat fisiknya, Ka'bah itu posisinya rendah. Ya, rendah. Bandingkan saja dengan bangunan-bangunan lain di sekelilingnya. Dan ternyata ini sama seperti sujud, terlihat posisinya rendah.
Tapi pada hakikatnya, sujud itu mulia dan 'tinggi'. Nggak rendah. Kenapa? Karena memang ditinggikan sama Allah. Apalagi kita sama-sama tahu, saat sujud sebenarnya kita lagi dekat-dekatnya sama Allah.
Insya Allah doa pun lebih ijabah.
Hikmahnya, apa yang terlihat dan dianggap rendah sama orang lain belum tentu dinilai rendah sama Allah. Belum tentu. Pemberi nilai yang mutlak dan sejati adalah Allah, bukan orang lain.
Tapi pada hakikatnya, sujud itu mulia dan 'tinggi'. Nggak rendah. Kenapa? Karena memang ditinggikan sama Allah. Apalagi kita sama-sama tahu, saat sujud sebenarnya kita lagi dekat-dekatnya sama Allah.
Insya Allah doa pun lebih ijabah.
Hikmahnya, apa yang terlihat dan dianggap rendah sama orang lain belum tentu dinilai rendah sama Allah. Belum tentu. Pemberi nilai yang mutlak dan sejati adalah Allah, bukan orang lain.
Halooo London! Pekan ini insya Allah saya dan Mr Joss akan berbagi ilmu di London. Tepatnya 8 November (malam). Teman-teman di UK, kalau mau ikutan, boleh WA ke +44 7825 261209. Seat sangat terbatas. Baiknya segera WA, reservasi dulu...
Bisnis yang hebat tidak bicara soal tim dan sistem saja. Tapi juga soal ekosistem.
Sudah saatnya kita memilih ekosistem yang positif. Saling mendukung, saling mendoakan, dan saling membesarkan. Spirit-nya adalah persaudaraan, BUKAN persaingan.
Nah, dalam jangka panjang, kita bisa bertumbuh dan hati terasa lebih nyaman. Insya Allah. Saya berharap teman-teman bisa menemukan bisnis dengan ekosistem seperti itu.
Sip ya? 🙂
Sudah saatnya kita memilih ekosistem yang positif. Saling mendukung, saling mendoakan, dan saling membesarkan. Spirit-nya adalah persaudaraan, BUKAN persaingan.
Nah, dalam jangka panjang, kita bisa bertumbuh dan hati terasa lebih nyaman. Insya Allah. Saya berharap teman-teman bisa menemukan bisnis dengan ekosistem seperti itu.
Sip ya? 🙂
Kadang, saat kita menganjurkan sesuatu kepada pasangan, belum tentu dia mau nurut. Betul? Seringnya kita 'nggak dianggap'. Nah, gimana caranya agar dia mau nurut? Ada caranya ternyata.
Tentu saja, kita menganjurkan sesuatu yang positif. Semisal, bangun awal, rutin olahraga, berhenti mengeluh, berhenti merokok, mulai jualan, mulai berbisnis, dll.
Sebenarnya, kita bisa 'meminjam' suara pihak yang ketiga yang dianggap ahli dan netral. Contohnya? Sebut saja, media, ustadz, dokter, dan motivator. Biasanya lebih berdampak.
Ketika dokter menganjurkan sesuatu, kita cenderung dengerin dan nurutin. Nggak berani membantah. Iya kan? Iya. Kenapa? Karena kita menganggap dokter itu ahli dan netral. Demikian pula ustadz dan motivator.
Saran saya, ajak pasangan, saudara, dan keluarga anda bergabung di grup WA ini atau channel @ipphoright di Telegram. Saat mereka sudah bergabung, Anda tidak perlu lagi menganjurkan macam-macam. Biarlah saya yang rutin berbagi nasehat dan inspirasi. Insya Allah lebih berdampak.
Kalau mereka belum mau bergabung, yah nggak apa-apa. Forward saja artikel-artikel saya yang ada di grup WA ini atau channel Telegram saya. Boleh juga pinjamkan buku-buku saya. Dan satu hal yang paling penting, doakan mereka. Sip?
Tentu saja, kita menganjurkan sesuatu yang positif. Semisal, bangun awal, rutin olahraga, berhenti mengeluh, berhenti merokok, mulai jualan, mulai berbisnis, dll.
Sebenarnya, kita bisa 'meminjam' suara pihak yang ketiga yang dianggap ahli dan netral. Contohnya? Sebut saja, media, ustadz, dokter, dan motivator. Biasanya lebih berdampak.
Ketika dokter menganjurkan sesuatu, kita cenderung dengerin dan nurutin. Nggak berani membantah. Iya kan? Iya. Kenapa? Karena kita menganggap dokter itu ahli dan netral. Demikian pula ustadz dan motivator.
Saran saya, ajak pasangan, saudara, dan keluarga anda bergabung di grup WA ini atau channel @ipphoright di Telegram. Saat mereka sudah bergabung, Anda tidak perlu lagi menganjurkan macam-macam. Biarlah saya yang rutin berbagi nasehat dan inspirasi. Insya Allah lebih berdampak.
Kalau mereka belum mau bergabung, yah nggak apa-apa. Forward saja artikel-artikel saya yang ada di grup WA ini atau channel Telegram saya. Boleh juga pinjamkan buku-buku saya. Dan satu hal yang paling penting, doakan mereka. Sip?
Dukungan istri mungkin tak terlihat, tapi memudahkan urusan-urusan pasangan setiap saat.
Ridha dari istri kadang dianggap tidak penting, padahal bisa melancarkan urusan-urusan yang genting.
Teman-teman setuju?
Alhamdulillah, 10 hari terakhir saya menemani mitra-mitra saya jalan-jalan di Inggris, negara-negara Eropa lainnya, dan Oman. Ya, kami bisnis bareng. Belajar bareng. Travelling bareng.
Sebelumnya, saya kasih satu syarat sama mereka. Apa itu? Bawa pasangannya. Saya mikirnya simple. Toh berjuang sama-sama. Apa salahnya enjoy-nya juga sama-sama? Travelling bareng pasangan. Asyik tho?
Suami kita atau istri kita, percayalah, adalah orang yang ditakdirkan untuk melengkapi dan membenahi kita. Tidak ada orang lain yang lebih tepat. Ya, dia-lah yang paling tepat.
Kalaupun istri di rumah nggak nyari nafkah sama sekali, perannya jangan dianggap ringan. Selain mengurus anak, rumah, dan rumahtangga, kontribusinya dalam bentuk doa dan ridha itu sangat menentukan, bahkan tak tergantikan.
"Doa istri itu 'bekerja' walaupun istri tidak bekerja," ini pesan saya di berbagai seminar.
Sering kita melihat, rumahtangga yang kurang akur, ternyata rezekinya juga tersendat-sendat seperti motor butut yang lagi ngadat. Sebaliknya, kalau rukun, guyub, dan akur, rezeki pun mengucur seperti air mancur.
Pada akhirnya, mari bahagiakan pasangan kita. Dapatkan ridhanya. Siap?
Ridha dari istri kadang dianggap tidak penting, padahal bisa melancarkan urusan-urusan yang genting.
Teman-teman setuju?
Alhamdulillah, 10 hari terakhir saya menemani mitra-mitra saya jalan-jalan di Inggris, negara-negara Eropa lainnya, dan Oman. Ya, kami bisnis bareng. Belajar bareng. Travelling bareng.
Sebelumnya, saya kasih satu syarat sama mereka. Apa itu? Bawa pasangannya. Saya mikirnya simple. Toh berjuang sama-sama. Apa salahnya enjoy-nya juga sama-sama? Travelling bareng pasangan. Asyik tho?
Suami kita atau istri kita, percayalah, adalah orang yang ditakdirkan untuk melengkapi dan membenahi kita. Tidak ada orang lain yang lebih tepat. Ya, dia-lah yang paling tepat.
Kalaupun istri di rumah nggak nyari nafkah sama sekali, perannya jangan dianggap ringan. Selain mengurus anak, rumah, dan rumahtangga, kontribusinya dalam bentuk doa dan ridha itu sangat menentukan, bahkan tak tergantikan.
"Doa istri itu 'bekerja' walaupun istri tidak bekerja," ini pesan saya di berbagai seminar.
Sering kita melihat, rumahtangga yang kurang akur, ternyata rezekinya juga tersendat-sendat seperti motor butut yang lagi ngadat. Sebaliknya, kalau rukun, guyub, dan akur, rezeki pun mengucur seperti air mancur.
Pada akhirnya, mari bahagiakan pasangan kita. Dapatkan ridhanya. Siap?