🌾🥝 Dua Problem Utama Yang Menimpa Umat: Jauh Dari Tauhid Yang Murni dan Akhlak Mulia
#Aqidah #Tauhid #AdabAkhlak
🎙️ al-‘Allamah al-Muhaddits al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
وأنا ألاحظ - مع الأسف - أن الناس اليوم يهتمُّون بالجانب الأول؛ ألا وهو العلم، ولا يهتمون بالجانب الآخر ؛ ألا وهو الأخلاق والسلوك ، فإذا كان النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - يكاد يحصر دعوته من أجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول : ( إنما بُعثت لأتمِّم مكارم الأخلاق ) ؛ فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسيٌّ من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام.
والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله - عز وجل - إياي إلى التوحيد الخالص، واطِّلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد، كنت أظنُّ أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا إله إلا الله، ولكني مع الزمن صرتُ أتبيَّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية ؛ ألا وهي بعدهم عن التوحيد، المشكلة الأخرى أنهم أكثرهم لا يتخلَّقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدرٍ زهيدٍ .
📖 “Aku perhatikan – dengan sangat disesalkan – bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi yang pertama, yaitu sisi ilmu, dan tidak mementingkan sisi yang kedua yaitu sisi akhlak dan prilaku.
📬 Apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hampir-hampir membatasi dakwahnya adalah demi akhlak yang baik dan mulia, yaitu tatkala beliau menyebutkan dengan perangkat kata pembatasan, sehingga beliau katakan, “Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”, maka tidak lain ini bermakna bahwa akhlak mulia merupakan bagian yang sangat prinsipil dari dakwah Rasulullah ‘alaihi ash-Shalatu wa as-Salam.
⚡ Kenyataan, bahwa ketika aku masih di permulaan menuntut ilmu dan pada masa awal Allah memberikan hidayah kepadaku untuk mengenal tauhid yang murni, dan ketika aku mengerti kondisi dunia Islam yang jauh dari tauhid yang murni tersebut, dulu aku mengira bahwa problematika yang menimpa dunia Islam hanyalah semata-mata disebabkan jauhnya umat Islam dari memahami hakikat makna laailaaha illallah.
🚨 Namun bersama waktu aku menjadi mengerti bahwa di sana ada problematika lain di dunia Islam ini, melengkapi problematika yang pertama dan mendasar, yaitu problem jauhnya umat dari tauhid, ada problematika lain yaitu bahwa kebanyakan umat tidak berakhlak dengan akhlak Islami yang benar kecuali dalam jumlah yang sangat sedikit."
Fatawa Jeddah, kaset ke-34; menit 4:39-6:51
💽 unduh audio
https://bit.ly/3qJv637
(1 MB)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Aqidah #Tauhid #AdabAkhlak
🎙️ al-‘Allamah al-Muhaddits al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
وأنا ألاحظ - مع الأسف - أن الناس اليوم يهتمُّون بالجانب الأول؛ ألا وهو العلم، ولا يهتمون بالجانب الآخر ؛ ألا وهو الأخلاق والسلوك ، فإذا كان النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - يكاد يحصر دعوته من أجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول : ( إنما بُعثت لأتمِّم مكارم الأخلاق ) ؛ فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسيٌّ من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام.
والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله - عز وجل - إياي إلى التوحيد الخالص، واطِّلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد، كنت أظنُّ أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا إله إلا الله، ولكني مع الزمن صرتُ أتبيَّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية ؛ ألا وهي بعدهم عن التوحيد، المشكلة الأخرى أنهم أكثرهم لا يتخلَّقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدرٍ زهيدٍ .
📖 “Aku perhatikan – dengan sangat disesalkan – bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi yang pertama, yaitu sisi ilmu, dan tidak mementingkan sisi yang kedua yaitu sisi akhlak dan prilaku.
📬 Apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hampir-hampir membatasi dakwahnya adalah demi akhlak yang baik dan mulia, yaitu tatkala beliau menyebutkan dengan perangkat kata pembatasan, sehingga beliau katakan, “Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”, maka tidak lain ini bermakna bahwa akhlak mulia merupakan bagian yang sangat prinsipil dari dakwah Rasulullah ‘alaihi ash-Shalatu wa as-Salam.
⚡ Kenyataan, bahwa ketika aku masih di permulaan menuntut ilmu dan pada masa awal Allah memberikan hidayah kepadaku untuk mengenal tauhid yang murni, dan ketika aku mengerti kondisi dunia Islam yang jauh dari tauhid yang murni tersebut, dulu aku mengira bahwa problematika yang menimpa dunia Islam hanyalah semata-mata disebabkan jauhnya umat Islam dari memahami hakikat makna laailaaha illallah.
🚨 Namun bersama waktu aku menjadi mengerti bahwa di sana ada problematika lain di dunia Islam ini, melengkapi problematika yang pertama dan mendasar, yaitu problem jauhnya umat dari tauhid, ada problematika lain yaitu bahwa kebanyakan umat tidak berakhlak dengan akhlak Islami yang benar kecuali dalam jumlah yang sangat sedikit."
Fatawa Jeddah, kaset ke-34; menit 4:39-6:51
💽 unduh audio
https://bit.ly/3qJv637
(1 MB)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
👍2
🍎 MEMBANTAH KEBATILAN ADALAH WAJIB
#Manhaj
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Membantah kebatilan -baik berupa bid'ah ucapan, keyakinan, ataupun amalan- adalah metode yang benar. Adapun meninggalkannya itulah aib yang sesungguhnya.
⚠️ Jika ada yang menyanggah pernyataan tersebut dengan mengatakan, "Sibuklah dengan aibmu sendiri, jangan sibuk dengan aib orang lain!"
Maka kita katakan kepada mereka "Justru termasuk aibku apabila aku tidak membantah kebatilan, karena membantah kebatilan hukumnya wajib."
📚 Fathu Dzi al-Jalal wa al-Ikram, 15/332
~~
📍 الرد على الباطل واجب
🔸 قال الشيخ/ ابن عثيمين رحمه الله:
الردّ على الباطل - سواء بدعة قولية أو عقدية أو فعلية -: هو الحق، وتركه هو العيب، وإذا قيل لمن يردّ ذلك: اشتغل بعيبك [عن] عيوب غيرك، قلنا لهم: وهذا من عيبي إن لم أردّ على الباطل؛ لأن الرد على الباطل واجب.
📚 فتح ذي الجلال والإكرام ٣٣٢/١٥
••══ ༻✿༺══ ••
قناة (فوائد العلامة ابن عثيمين)
=====
Sumber: https://t.me/othaymen/618
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Manhaj
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Membantah kebatilan -baik berupa bid'ah ucapan, keyakinan, ataupun amalan- adalah metode yang benar. Adapun meninggalkannya itulah aib yang sesungguhnya.
⚠️ Jika ada yang menyanggah pernyataan tersebut dengan mengatakan, "Sibuklah dengan aibmu sendiri, jangan sibuk dengan aib orang lain!"
Maka kita katakan kepada mereka "Justru termasuk aibku apabila aku tidak membantah kebatilan, karena membantah kebatilan hukumnya wajib."
📚 Fathu Dzi al-Jalal wa al-Ikram, 15/332
📍 الرد على الباطل واجب
🔸 قال الشيخ/ ابن عثيمين رحمه الله:
الردّ على الباطل - سواء بدعة قولية أو عقدية أو فعلية -: هو الحق، وتركه هو العيب، وإذا قيل لمن يردّ ذلك: اشتغل بعيبك [عن] عيوب غيرك، قلنا لهم: وهذا من عيبي إن لم أردّ على الباطل؛ لأن الرد على الباطل واجب.
📚 فتح ذي الجلال والإكرام ٣٣٢/١٥
••══ ༻✿༺══ ••
قناة (فوائد العلامة ابن عثيمين)
=====
Sumber: https://t.me/othaymen/618
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
فوائد الشيخ ابن عثيمين
📍 الرد على الباطل هو الحق وتركه هو العيب ..
🔸 الشيخ/ ابن عثيمين رحمه الله
•• ══ ༻✿༺ ══ ••
قناة ( فوائد العلامة ابن عثيمين )
t.me/othaymen
🔸 الشيخ/ ابن عثيمين رحمه الله
•• ══ ༻✿༺ ══ ••
قناة ( فوائد العلامة ابن عثيمين )
t.me/othaymen
👍4
Bolehkah Khutbah Jum'at Dengan Selain Bahasa Arab❓
#Fiqh
🎙️ Asy-Syaikh al-allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah
Pertanyaan:
Sebagian khatib Jum'at di sejumlah negara selain negara-negara Arab menyampaikan khutbah jumat dan khutbah hari raya menggunakan selain bahasa Arab, karena keumuman masyarakat tidak memahami bahasa Arab, apakah boleh berkhutbah dengan selain bahasa Arab?
🪶 Jawab:
🥬 "Tidak mengapa yang demikian itu, karena tujuan dari khutbah adalah menyampaikan nasehat kepada para hadirin.
🌾 Jika ternyata mereka tidak memahami bahasa Arab, maka apalah artinya seorang khatib berdiri dan menyampaikan khutbahnya sementara mereka tidak memahami ucapannya?
Maka hendaknya sang khatib memuji Allah (bertahmid), lalu membaca shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan membaca 3 ayat (yang lazim dibaca yaitu; Qs. Ali Imran: 102,
Qs. An-Nisa': 1, dan Al-Ahzab: 70, pen.)
(Yakni ini adalah muqaddimah/pembukaan khutbah, pen)
💐 Kemudian setelah itu berkhutbah dengan bahasa masyarakat setempat yang bisa dipahami oleh mereka."
💽 (Dari kaset "As'ilah As-Salafiyyin bi ash-Shumal an al-Jihad".
Lihat https://www.muqbel.net/Fatwa.php?fatwa_id=1327)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Fiqh
🎙️ Asy-Syaikh al-allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah
Pertanyaan:
Sebagian khatib Jum'at di sejumlah negara selain negara-negara Arab menyampaikan khutbah jumat dan khutbah hari raya menggunakan selain bahasa Arab, karena keumuman masyarakat tidak memahami bahasa Arab, apakah boleh berkhutbah dengan selain bahasa Arab?
🪶 Jawab:
🥬 "Tidak mengapa yang demikian itu, karena tujuan dari khutbah adalah menyampaikan nasehat kepada para hadirin.
🌾 Jika ternyata mereka tidak memahami bahasa Arab, maka apalah artinya seorang khatib berdiri dan menyampaikan khutbahnya sementara mereka tidak memahami ucapannya?
Maka hendaknya sang khatib memuji Allah (bertahmid), lalu membaca shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan membaca 3 ayat (yang lazim dibaca yaitu; Qs. Ali Imran: 102,
Qs. An-Nisa': 1, dan Al-Ahzab: 70, pen.)
(Yakni ini adalah muqaddimah/pembukaan khutbah, pen)
💐 Kemudian setelah itu berkhutbah dengan bahasa masyarakat setempat yang bisa dipahami oleh mereka."
💽 (Dari kaset "As'ilah As-Salafiyyin bi ash-Shumal an al-Jihad".
Lihat https://www.muqbel.net/Fatwa.php?fatwa_id=1327)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍2
🍂 Apa Hukum Keberadaan Istri Bersama Suami yang Tidak Mengerjakan Shalat?
#Fiqh #Fatwa
🥬 al-'Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
Pertanyaan:
"Ada seorang suami yang tidak mengerjakan shalat, sedangkan istrinya mengerjakan shalat. Usia pernikahan (mereka) sudah tiga tahun lamanya. Si suami lalai dari dzikir kepada Allah. Apa yang seharusnya dilakukan oleh sang istri?
Jawab:
"Apakah kamu sudah yakin tentang ucapanmu bahwa si suami itu tidak mengerjakan shalat, atau yang kamu maksudkan bahwa suami itu lalai dari dzikir kepada Allah? Coba perhatikan! Semoga Allah memberkahimu-
Lalai dari dzikir kepada Allah adalah kalimat yang elastis (global). Bisa jadi seseorang mengerjakan shalat wajib dalam keadaan dia tidak mengingat Allah kecuali sedikit, kecuali pada shalat yang dia kerjakan itu.
Maka orang ini lalai dari mengingat Allah, namun tidak lalai dari shalat."
Penanya:
"(Bahkan) dia lalai dari shalat juga (tidak mengerjakan shalat - pent)."
Asy-Syaikh:
"Kalau begitu kamu cukupkan dengan ucapanmu bahwa si suami itu tidak mengerjakan shalat. Karena kamu telah mengerti tentang pentingnya kedudukan shalat dari apa yang telah disebutkan tadi.
➡️ Jika si suami kondisinya memang orang yang meninggalkan shalat dan terus menerus di atas perbuatan itu sebagaimana yang kamu sebutkan, maka bagi sang istri hendaknya menuntut cerai darinya melalui hakim syar'i (pengadilan agama). Sebagai tahap awal, sang hakim dapat menekan si suami tersebut dengan kekuasaan dan kewenangannya agar dia menjaga shalat. Namun apabila dia bersikeras meninggalkan shalat, maka sang hakim berhak menceraikan pasangan suami istri itu walaupun sang suami keberatan (dengan keputusan tersebut)."
💽 (Silsilah al-Huda wan Nur 093)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Fiqh #Fatwa
🥬 al-'Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah
Pertanyaan:
"Ada seorang suami yang tidak mengerjakan shalat, sedangkan istrinya mengerjakan shalat. Usia pernikahan (mereka) sudah tiga tahun lamanya. Si suami lalai dari dzikir kepada Allah. Apa yang seharusnya dilakukan oleh sang istri?
Jawab:
"Apakah kamu sudah yakin tentang ucapanmu bahwa si suami itu tidak mengerjakan shalat, atau yang kamu maksudkan bahwa suami itu lalai dari dzikir kepada Allah? Coba perhatikan! Semoga Allah memberkahimu-
Lalai dari dzikir kepada Allah adalah kalimat yang elastis (global). Bisa jadi seseorang mengerjakan shalat wajib dalam keadaan dia tidak mengingat Allah kecuali sedikit, kecuali pada shalat yang dia kerjakan itu.
Maka orang ini lalai dari mengingat Allah, namun tidak lalai dari shalat."
Penanya:
"(Bahkan) dia lalai dari shalat juga (tidak mengerjakan shalat - pent)."
Asy-Syaikh:
"Kalau begitu kamu cukupkan dengan ucapanmu bahwa si suami itu tidak mengerjakan shalat. Karena kamu telah mengerti tentang pentingnya kedudukan shalat dari apa yang telah disebutkan tadi.
➡️ Jika si suami kondisinya memang orang yang meninggalkan shalat dan terus menerus di atas perbuatan itu sebagaimana yang kamu sebutkan, maka bagi sang istri hendaknya menuntut cerai darinya melalui hakim syar'i (pengadilan agama). Sebagai tahap awal, sang hakim dapat menekan si suami tersebut dengan kekuasaan dan kewenangannya agar dia menjaga shalat. Namun apabila dia bersikeras meninggalkan shalat, maka sang hakim berhak menceraikan pasangan suami istri itu walaupun sang suami keberatan (dengan keputusan tersebut)."
💽 (Silsilah al-Huda wan Nur 093)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍1
🎁✋🏽 KEMAKSIATAN MELAHIRKAN KEMAKSIATAN YANG LAIN
#Fawaid
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
🎋 أن المعاصي تزرع أمثالها ويولد بعضها بعضا حتى يعز على العبد مفارقتها والخروج منها، كما قال بعض السلف : إن من عقوبة السيئة السيئة بعدها.
📘 [الداء والدواء صـ.١٣٩]
"Sesungguhnya kemaksiatan itu menanamkan kemaksiatan yang semisal dan sebagian kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan yang lain. Sehingga, seorang hamba akan sulit berpisah dengannya dan keluar dari kemaksiatan tersebut.
Hal ini sebagaimana telah dikatakan oleh sebagian salaf, "Di antara hukuman kejelekan adalah kejelekan berikutnya."
📘 [Ad-Daa' wa ad-Dawaa' hlm. 139]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Fawaid
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
🎋 أن المعاصي تزرع أمثالها ويولد بعضها بعضا حتى يعز على العبد مفارقتها والخروج منها، كما قال بعض السلف : إن من عقوبة السيئة السيئة بعدها.
📘 [الداء والدواء صـ.١٣٩]
"Sesungguhnya kemaksiatan itu menanamkan kemaksiatan yang semisal dan sebagian kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan yang lain. Sehingga, seorang hamba akan sulit berpisah dengannya dan keluar dari kemaksiatan tersebut.
Hal ini sebagaimana telah dikatakan oleh sebagian salaf, "Di antara hukuman kejelekan adalah kejelekan berikutnya."
📘 [Ad-Daa' wa ad-Dawaa' hlm. 139]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍1
🍂 SIKAP MUNAFIK DALAM MENERIMA KEBENARAN
#Tafsir
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"قال الله تعالى: «إنما كان قول المؤمنين إذا دعواإلى الله ورسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا وأطعنا وأولئك هم المفلحون ) [النور:51]
هذا قول المؤمنين، أما المنافقون إن كان الحق لهم جاءوا مذعنين، وإن كان الحق عليهم تولوا وأعرضوا كما ذكر الله عنهم."
📕 [ شرح الأصول الستة صـ. ١٩]
"Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Hanyalah ucapan orang-orang mukmin apabila diajak kepada Allah dan Rasul-Nya untuk berhukum di antara mereka, yaitu mereka mengatakan: Kami mendengar dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." [QS. An-Nur: 51]
🌕 Inilah ucapan orang-orang yang beriman.
🌑 Adapun orang-orang munafik, apabila kebenaran itu menguntungkan mereka, mereka akan datang dengan tunduk. Namun, apabila kebenaran itu memberatkan mereka, niscaya mereka berpaling, sebagaimana Allah sebutkan tentang mereka."
📕[Syarh al-Ushul as-Sittah hlm. 19]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#Tafsir
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"قال الله تعالى: «إنما كان قول المؤمنين إذا دعواإلى الله ورسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا وأطعنا وأولئك هم المفلحون ) [النور:51]
هذا قول المؤمنين، أما المنافقون إن كان الحق لهم جاءوا مذعنين، وإن كان الحق عليهم تولوا وأعرضوا كما ذكر الله عنهم."
📕 [ شرح الأصول الستة صـ. ١٩]
"Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Hanyalah ucapan orang-orang mukmin apabila diajak kepada Allah dan Rasul-Nya untuk berhukum di antara mereka, yaitu mereka mengatakan: Kami mendengar dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." [QS. An-Nur: 51]
🌕 Inilah ucapan orang-orang yang beriman.
🌑 Adapun orang-orang munafik, apabila kebenaran itu menguntungkan mereka, mereka akan datang dengan tunduk. Namun, apabila kebenaran itu memberatkan mereka, niscaya mereka berpaling, sebagaimana Allah sebutkan tentang mereka."
📕[Syarh al-Ushul as-Sittah hlm. 19]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
📪 JANGAN TERTAWA DAN BERBINCANG KESANA KEMARI KETIKA PROSESI JENAZAH
#AdabAkhlak #Fiqh
⌛ Sangat menyedihkan tatkala maut menjemput sanak saudara atau rekan salah seorang di antara kita, namun ternyata kita tidak dapat mengambil hikmah dari musibah tersebut. Bahkan malah melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk diperbuat.
🏷️ Berikut kami nukilkan sebagian ucapan ulama ahlus sunnah dalam masalah ini.
قال ابن قدامة المقدسي رحمه الله :
ويُستحبُّ لِمُتَّبع الجنازةِ أن يكون مُتخشِّعاً، مُتفكِّراً في مآلهِ، مُتَّعظاً بالموتِ، وبما يَصيرُ إليه الميِّتُ، ولا يَتحدَّثُ بأحاديثِ الدُّنيا، ولا يَضحكُ، قال سعدُ بنُ معاذٍ : ما تَبعتُ جنازةً فحدَّثتُ نفسي بغيرِ ما هُوَ مفعُولٌ بها. ورأى بعضُ السلَفِ رَجُلاً يَضحكُ في جنازةٍ، فقال: أتضحكُ وأنتَ تَتبعُ الجنازةَ؟ لا كلَّمتُك أبداً. (المغني ج ٣ ص ٣٩٦ - ٣٩٧ ط دار عالم الكتب)
📑 Al-lmam lbnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata:
🌿 “Disukai bagi seorang yang mengiringi jenazah untuk bersikap khusyuk, merenungi tempat kembalinya dia (setelah kematian), dan mau mengambil pelajaran dari adanya kematian serta kesudahan orang yang meninggal. Maka hendaknya dia tidak bercakap-cakap dalam urusan dunia dan tertawa ria.
🌾 Sa'ad ibnu Mu'adz berkata: “Tidak pernah aku mengiringi jenazah dalam kondisi diriku berbicara dalam hati tentang selain perkara prosesi jenazah tersebut.”
🧾 Sungguh sebagian salaf pernah melihat seorang laki-laki tertawa ketika prosesi jenazah maka kemudian (beliau menegurnya) sembari berkata: “Apakah engkau tertawa sementara engkau sedang mengiringi jenazah? Sungguh aku tidak akan berbicara dengan engkau selamanya!”
📚 (Al-Mughni III/396-397, Cet. Dar ‘Alam al-Kutub)
Demikian pula disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah sebagai berikut:
ومما لا ينبغي فعلُه أيضاً: أن بعض الناس إذا كانوا ينتظرون دفن الجنازة تجدهم يجتمعون أوزاعاً ويتحدَّثون حديثَ المجالس، حتى أنَّ بعضهم تسمع له قهقهة، وما أشبه ذلك، وهذا خطأ وليس هذا موضعه.
📕 (شرح رياض الصالحين ج ٤ ص ٥٦٠ ط مدار الوطن)
🌱 “Di antara perkara yang juga tidak sepantasnya dilakukan: bahwa sebagian orang ketika menunggu proses pemakaman jenazah, maka engkau dapati masing-masing mereka bergerombol sambil berbincang dengan obrolan sebagaimana obrolan ketika mereka kumpul bersama. Sampai-sampai engkau dapati di antara mereka ada yang terbahak-bahak (di waktu proses pemakaman tersebut) dan yang semisal itu. Maka tentunya yang demikian ini merupakan perbuatan yang salah karena dilakukan bukan pada tempatnya.”
📙 (Syarh Riyadh ash-Shalihin, IV/560, Cet. Madar al-Wathan)
Allahu al-Muwaffiq
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#AdabAkhlak #Fiqh
⌛ Sangat menyedihkan tatkala maut menjemput sanak saudara atau rekan salah seorang di antara kita, namun ternyata kita tidak dapat mengambil hikmah dari musibah tersebut. Bahkan malah melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk diperbuat.
🏷️ Berikut kami nukilkan sebagian ucapan ulama ahlus sunnah dalam masalah ini.
قال ابن قدامة المقدسي رحمه الله :
ويُستحبُّ لِمُتَّبع الجنازةِ أن يكون مُتخشِّعاً، مُتفكِّراً في مآلهِ، مُتَّعظاً بالموتِ، وبما يَصيرُ إليه الميِّتُ، ولا يَتحدَّثُ بأحاديثِ الدُّنيا، ولا يَضحكُ، قال سعدُ بنُ معاذٍ : ما تَبعتُ جنازةً فحدَّثتُ نفسي بغيرِ ما هُوَ مفعُولٌ بها. ورأى بعضُ السلَفِ رَجُلاً يَضحكُ في جنازةٍ، فقال: أتضحكُ وأنتَ تَتبعُ الجنازةَ؟ لا كلَّمتُك أبداً. (المغني ج ٣ ص ٣٩٦ - ٣٩٧ ط دار عالم الكتب)
📑 Al-lmam lbnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata:
🌿 “Disukai bagi seorang yang mengiringi jenazah untuk bersikap khusyuk, merenungi tempat kembalinya dia (setelah kematian), dan mau mengambil pelajaran dari adanya kematian serta kesudahan orang yang meninggal. Maka hendaknya dia tidak bercakap-cakap dalam urusan dunia dan tertawa ria.
🌾 Sa'ad ibnu Mu'adz berkata: “Tidak pernah aku mengiringi jenazah dalam kondisi diriku berbicara dalam hati tentang selain perkara prosesi jenazah tersebut.”
🧾 Sungguh sebagian salaf pernah melihat seorang laki-laki tertawa ketika prosesi jenazah maka kemudian (beliau menegurnya) sembari berkata: “Apakah engkau tertawa sementara engkau sedang mengiringi jenazah? Sungguh aku tidak akan berbicara dengan engkau selamanya!”
📚 (Al-Mughni III/396-397, Cet. Dar ‘Alam al-Kutub)
Demikian pula disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah sebagai berikut:
ومما لا ينبغي فعلُه أيضاً: أن بعض الناس إذا كانوا ينتظرون دفن الجنازة تجدهم يجتمعون أوزاعاً ويتحدَّثون حديثَ المجالس، حتى أنَّ بعضهم تسمع له قهقهة، وما أشبه ذلك، وهذا خطأ وليس هذا موضعه.
📕 (شرح رياض الصالحين ج ٤ ص ٥٦٠ ط مدار الوطن)
🌱 “Di antara perkara yang juga tidak sepantasnya dilakukan: bahwa sebagian orang ketika menunggu proses pemakaman jenazah, maka engkau dapati masing-masing mereka bergerombol sambil berbincang dengan obrolan sebagaimana obrolan ketika mereka kumpul bersama. Sampai-sampai engkau dapati di antara mereka ada yang terbahak-bahak (di waktu proses pemakaman tersebut) dan yang semisal itu. Maka tentunya yang demikian ini merupakan perbuatan yang salah karena dilakukan bukan pada tempatnya.”
📙 (Syarh Riyadh ash-Shalihin, IV/560, Cet. Madar al-Wathan)
Allahu al-Muwaffiq
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍3