Manhajul Anbiya
11.8K subscribers
2.09K photos
238 videos
224 files
5.53K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
🌴🌊 KEMENANGAN DAN KESABARAN

#AdabAkhlak

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata,

فإن الله سبحانه جعل الصبر جوادا لا يكبو وصارما لا ينبو وجندا لا يهزم وحصنا حصينا لا يهدم ولا يثلم فهو والنصر أخوان شقيقان فالنصر مع الصبر

📖 “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus.

📚 Sabar dan kemenangan laksana dua saudara kandung.

🌴 Kemenangan datang bersama kesabaran."

📕 ['Uddatu ash-Shabirin, 6]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
🌴🍓 TEKUN DAN TERUS MENUNTUT ILMU

#AdabAkhlak

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

"يتعين على طالب العلم أن يبذل الجهد في إدراك العلم والصبر عليه، وأن يحتفظ به بعد تحصيله ، فإن العلم لا ينال براحة الجسم.
فيسلك المتعلم جميع الطرق الموصلة إلى العلم وهو مثاب على ذلك ؛ لما ثبت في صحيح مسلم عن النبي ﷺ أنه قال : « من سلك طريقا يلتمس به علما سهل الله له طريقا إلى الجنة »

📕 [ كتاب العلم صـ ٦٠]

"Merupakan perkara yang harus dilakukan oleh penuntut ilmu adalah hendaknya ia mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan ilmu dan bersabar di atasnya.

Kemudian dia menjaga ilmu tersebut setelah mendapatkannya. Karena sesungguhnya ilmu tidaklah bisa didapat dengan fisik yang santai.

Hendaklah seorang pelajar menempuh semua jalan yang dapat mengantarkannya kepada ilmu dan diapun diberi pahala karena hal itu.

Berdasarkan riwayat yang pasti (sah) dalam Shahih Muslim dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda (artinya): "Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju al-Jannah (surga)."

📕[Kitabul Ilmi hlm. 60]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
🌅 Obat Kebodohan adalah Bertanya Kepada Ulama

#AdabAkhlak

✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

"دواء العي السؤال.
وهذا يعم أدواء القلب والروح والبـدن وأدويتهـا.
وقد جعل النبي ﷺ الجهل داء، وجعل دواءه سؤال العلماء."

"Obat penyakit kebodohan adalah bertanya.

Ini bersifat umum meliputi penyakit hati, jiwa hingga penyakit badan. Demikian juga dengan obat yang menyembuhkannya.

Nabi ﷺ telah menjadikan kejahilan (kebodohan) sebagai penyakit. Kemudian beliau menjadikan obatnya adalah bertanya kepada para ulama."

📗 [Ad-Daa' Wa ad-Dawaa' hal. 17]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
📚📝🔍 KETEKUNAN SALAF DALAM MENUNTUT ILMU

#AdabAkhlak

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

"وللسلف الصالح قضايا مشهورة في المثابرة على طلب العلم حتى أنه يروى عن ابن عباس رضي الله عنه أنه سئل بما أدركت العلم ؟ قال : بلسان سؤل، وقلب عقول، وبدن غير مثول ، وعنه ـ أيضاً ـ رضي الله عنه ـ قال : « . . . إن كان ليبلغني الحديث عن الرجل فأتي بابه ـ وهو قائل ـ ، فأتوسد ردائي على بابه ، تسـفـر الريح علي من التراب ، فيخرج فـيـقـول : يا ابن عم رسول الله مـا جاء بك ؟ ألا أرسلت إلى فأتيك ؟ فأقول : أنا أحق أن أتيك ، فأسأله عن الحديث . . . » . فابن عباس ـ رضي الله عنه ـ تواضع للعلم فرفعه الله به.

"Salafus shalih memiliki kisah-kisah yang masyhur tentang ketekunan dalam mencari ilmu.

Sampai-sampai diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, beliau ditanya: 'Dengan apa engkau peroleh ilmu?' Beliau menjawab: "Dengan lisan yang suka bertanya, dengan hati yang mau berpikir, dan dengan badan yang tidak malas."

Ibnu Abbas juga berkata:
"Pernah sampai kepadaku sebuah hadits dari seseorang (Seorang sahabat Nabi). Aku pun mendatangi rumahnya, dan saat itu dia sedang istirahat siang. Maka aku hamparkan rida' (selendang)ku di depan pintu rumahnya, anginpun menerbangkan debu-debu menerpaku. Kemudian Shahabat itu keluar dan berkata: "Wahai anak paman Rasulullah ada hajat apa engkau datang? Kenapa tidak kau utus orang kepadaku sehingga aku bisa datang kepadamu Aku berkata: "Aku lebih berhak untuk mendatangimu" Maka aku tanyakan kepadanya tentang hadits itu."

Lihatlah Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bersikap tawadhu' terhadap ilmu, maka Allah mengangkat derajatnya dengan sebab hal tersebut."

📙 [Kitabul Ilmi hlm. 61]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2💯1
🛑 HASAD/DENGKI

#AdabAkhlak

🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

الحسد هو كراهة ما أنعم الله على العبد، وليس هو تمني زوال نعمة الله على الغير، بل هو مجرد أن يكره الإنسان ما أنعم الله به على غيره فهذا هو الحسد سواء تمنى زواله أو أن يبقى ولكنه كاره له.
كما حقق ذلك شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله فقال: ((الحسد كراهة الإنسان ما أنعم الله به على غيره ))

▪️“Hasad adalah benci / tidak senang terhadap apa yang telah Allah karuniakan kepada seorang hamba. Hasad bukan menginginkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan sebatas seorang tidak suka atau benci terhadap apa yang telah Allah berikan terhadap orang lain maka inilah hasad sama saja apakah ia menginginkan hilangnya atau tidak, tetapi ia tidak suka nikmat itu diberikan pada orang lain.

📍Sebagaimana telah ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah: beliau katakan, “Hasad adalah seorang tidak suka / benci terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain.”

📚 [Kitab aI-Ilmi hlm. 71]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌾🥝 Dua Problem Utama Yang Menimpa Umat: Jauh Dari Tauhid Yang Murni dan Akhlak Mulia

#Aqidah #Tauhid #AdabAkhlak

🎙️ al-‘Allamah al-Muhaddits al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah

وأنا ألاحظ - مع الأسف - أن الناس اليوم يهتمُّون بالجانب الأول؛ ألا وهو العلم، ولا يهتمون بالجانب الآخر ؛ ألا وهو الأخلاق والسلوك ، فإذا كان النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - يكاد يحصر دعوته من أجل محاسن الأخلاق ومكارمها حينما يأتي بأداة الحصر فيقول : ( إنما بُعثت لأتمِّم مكارم الأخلاق ) ؛ فإنما ذلك يعني أن مكارم الأخلاق جزء أساسيٌّ من دعوة الرسول عليه الصلاة والسلام.

والواقع أنني كنت في ابتداء طلبي للعلم وهداية الله - عز وجل - إياي إلى التوحيد الخالص، واطِّلاعي على ما يعيشه العالم الإسلامي من البعد عن هذا التوحيد، كنت أظنُّ أن المشكلة في العالم الإسلامي إنما هي فقط ابتعادهم عن فهمهم لحقيقة معنى لا إله إلا الله، ولكني مع الزمن صرتُ أتبيَّن أن هناك مشكلة أخرى في هذا العالم تُضاف إلى المشكلة الأولى الأساسية ؛ ألا وهي بعدهم عن التوحيد، المشكلة الأخرى أنهم أكثرهم لا يتخلَّقون بأخلاق الإسلام الصحيحة إلا بقدرٍ زهيدٍ .

📖 “Aku perhatikan – dengan sangat disesalkan – bahwa manusia pada hari ini mementingkan sisi yang pertama, yaitu sisi ilmu, dan tidak mementingkan sisi yang kedua yaitu sisi akhlak dan prilaku.

📬 Apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hampir-hampir membatasi dakwahnya adalah demi akhlak yang baik dan mulia, yaitu tatkala beliau menyebutkan dengan perangkat kata pembatasan, sehingga beliau katakan, “Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”, maka tidak lain ini bermakna bahwa akhlak mulia merupakan bagian yang sangat prinsipil dari dakwah Rasulullah ‘alaihi ash-Shalatu wa as-Salam.

Kenyataan, bahwa ketika aku masih di permulaan menuntut ilmu dan pada masa awal Allah memberikan hidayah kepadaku untuk mengenal tauhid yang murni, dan ketika aku mengerti kondisi dunia Islam yang jauh dari tauhid yang murni tersebut, dulu aku mengira bahwa problematika yang menimpa dunia Islam hanyalah semata-mata disebabkan jauhnya umat Islam dari memahami hakikat makna laailaaha illallah.

🚨 Namun bersama waktu aku menjadi mengerti bahwa di sana ada problematika lain di dunia Islam ini, melengkapi problematika yang pertama dan mendasar, yaitu problem jauhnya umat dari tauhid, ada problematika lain yaitu bahwa kebanyakan umat tidak berakhlak dengan akhlak Islami yang benar kecuali dalam jumlah yang sangat sedikit."

Fatawa Jeddah, kaset ke-34; menit 4:39-6:51

💽 unduh audio
https://bit.ly/3qJv637
(1 MB)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
📪 JANGAN TERTAWA DAN BERBINCANG KESANA KEMARI KETIKA PROSESI JENAZAH

#AdabAkhlak #Fiqh

Sangat menyedihkan tatkala maut menjemput sanak saudara atau rekan salah seorang di antara kita, namun ternyata kita tidak dapat mengambil hikmah dari musibah tersebut. Bahkan malah melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk diperbuat.

🏷️ Berikut kami nukilkan sebagian ucapan ulama ahlus sunnah dalam masalah ini.


قال ابن قدامة المقدسي رحمه الله :

ويُستحبُّ لِمُتَّبع الجنازةِ أن يكون مُتخشِّعاً، مُتفكِّراً في مآلهِ، مُتَّعظاً بالموتِ، وبما يَصيرُ إليه الميِّتُ، ولا يَتحدَّثُ بأحاديثِ الدُّنيا، ولا يَضحكُ، قال سعدُ بنُ معاذٍ : ما تَبعتُ جنازةً فحدَّثتُ نفسي بغيرِ ما هُوَ مفعُولٌ بها. ورأى بعضُ السلَفِ رَجُلاً يَضحكُ في جنازةٍ، فقال: أتضحكُ وأنتَ تَتبعُ الجنازةَ؟ لا كلَّمتُك أبداً. (المغني ج ٣ ص ٣٩٦ - ٣٩٧ ط دار عالم الكتب)

📑 Al-lmam lbnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata:

🌿 “Disukai bagi seorang yang mengiringi jenazah untuk bersikap khusyuk, merenungi tempat kembalinya dia (setelah kematian), dan mau mengambil pelajaran dari adanya kematian serta kesudahan orang yang meninggal. Maka hendaknya dia tidak bercakap-cakap dalam urusan dunia dan tertawa ria.

🌾 Sa'ad ibnu Mu'adz berkata: “Tidak pernah aku mengiringi jenazah dalam kondisi diriku berbicara dalam hati tentang selain perkara prosesi jenazah tersebut.”

🧾 Sungguh sebagian salaf pernah melihat seorang laki-laki tertawa ketika prosesi jenazah maka kemudian (beliau menegurnya) sembari berkata: “Apakah engkau tertawa sementara engkau sedang mengiringi jenazah? Sungguh aku tidak akan berbicara dengan engkau selamanya!”

📚 (Al-Mughni III/396-397, Cet. Dar ‘Alam al-Kutub)

Demikian pula disampaikan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah sebagai berikut:

ومما لا ينبغي فعلُه أيضاً: أن بعض الناس إذا كانوا ينتظرون دفن الجنازة تجدهم يجتمعون أوزاعاً ويتحدَّثون حديثَ المجالس، حتى أنَّ بعضهم تسمع له قهقهة، وما أشبه ذلك، وهذا خطأ وليس هذا موضعه.

📕 (شرح رياض الصالحين ج ٤ ص ٥٦٠ ط مدار الوطن)

🌱 “Di antara perkara yang juga tidak sepantasnya dilakukan: bahwa sebagian orang ketika menunggu proses pemakaman jenazah, maka engkau dapati masing-masing mereka bergerombol sambil berbincang dengan obrolan sebagaimana obrolan ketika mereka kumpul bersama. Sampai-sampai engkau dapati di antara mereka ada yang terbahak-bahak (di waktu proses pemakaman tersebut) dan yang semisal itu. Maka tentunya yang demikian ini merupakan perbuatan yang salah karena dilakukan bukan pada tempatnya.”

📙 (Syarh Riyadh ash-Shalihin, IV/560, Cet. Madar al-Wathan)

Allahu al-Muwaffiq

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍3
📟🌾 NILAI PENTING AKHLAQ

#AdabAkhlak

✍🏻 Fadhilah asy-Syaikh al-'Allamah Prof. DR. Rabi' bin Hadi 'Umair al-Madkhali hafizhahullah

🌾 "Aku wasiatkan pada diriku dan kepada Anda semua untuk bertaqwa kepada Allah dan ikhlash untuk-Nya. Serta menaruh perhatian besar terhadap perkara aqidah, perkara ibadah, dan perkara akhlaq, serta perkara politik islami.

🌷 Hendaknya kita mendalami perkara-perkara tersebut sehingga kita pun bermuamalah berdasar perkara tersebut dengan sesama kita sesama kaum muslimin, demikian kita bermuamalah dengan selain kaum muslimin, baik nashara ataupun yang lainnya, juga berdasarkan perkara-perkara tersebut.

🌾 Akhlaq yang disyariatkan oleh Islam harus diterapkan baik terhadap sesama kaum muslimin maupun terhadap selain kaum muslimin, baik dalam medan dakwah ke jalan agama Allah maupun dalam medan muamalah.

🪶 Sungguh berhias dengan akhlaq Islami yang luhur, berupa jujur, amanah, tawadhu', hikmah dalam berdakwah ke jalan agama Allah – Tabaraka wa Ta'ala – memiliki pengaruh yang jauh ke depan dan mendalam dalam tersebarnya Islam di tengah-tengah umat manusia.

Jangan engkau kira bahwa Islam tersebar dengan pedang saja seperti yang digambarkan oleh sebagian orang. Namun Islam tersebar hanyalah dengan aklaq-akhlaq tersebut yang dulu para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berhias dengannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mendidik mereka (para shahabatnya) dengan pendidikan yang tertinggi di atas akhlaq tertinggi dan termulia, berupa sifat jujur, amanah, menepati janji, dan akhlaq-akhlaq lainnya yang telah menjadi faktor dan daya tarik terbesar bagi umat manusia untuk mau menerima Islam.

🌻 Karena seorang dari kalangan selain muslimin, dia mencari, meneliti, menengok ke kanan dan ke kiri, maka hilanglah semua yang ada padanya dari berbagai warisan yang dia warisi dari ayah dan kakek-kakeknya, serta dari peradabannya. Sirna dan tampak jelek di hadapan keagungan Islam, di hadapan kemulian Islam, cahaya terang, keindahan, dan kesempurnaan Islam. Sehingga dia pun mencampakkan segala yang dia warisi itu ke belakang punggungnya, dan dia menerima Islam dengan penuh hasrat yang besar, dengan Ikhlas dan jujur.

Oleh karena itu pelajarilah (ilmu agama) oleh kalian wahai para pemuda Islam. Terapkanlah akhlaq Islami di antara kalian dan selain kalian. Terapkan pula terhadap pihak-pihak lainnya.

Harus berdakwah ke jalan agama Allah – Tabaraka wa Ta'ala –. Namun sebelum itu wajib untuk kita mengenal akhlaq yang dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berhias dengannya, para shahabat berhias dengannya, demikin para tabiin yang mengikuti mereka dengan baik.

Wajib kita mengenal akhlaq. Wajib kita mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengenal peletakan syariat-syariat Islam, aqidah, akhlaq. Kemudian kita berjalan melangkah dalam dakwah kita ke jalan agama Allah – Tabaraka wa Ta'ala."

📚 al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, hal. 11-12

فأوصي نفسي وإياكم بتقوى الله والإخلاص له، والاهتمام بأمر العقيدة وأمر العبادة وأمر الأخلاق وأمر السياسة الإسلامية، نتفقه فيها فنتعامل بها فيما بيننا نحن معشر المسلمين، ونتعامل بها مع غير المسلمين من النصارى كانوا أو غيرهم .

والأخلاق التي شرعها الإسلام مطلوبة مع المسلمين ومع غير المسلمين في ميدان الدعوة إلى الله وفي ميدان المعاملة، وإن التحلي بالأخلاق الإسلامية العالية من الصدق والأمانة والتواضع والحكمة في الدعوة إلى الله -تبارك وتعالى - له آثار بعيدة وعميقة في انتشار الإسلام في أوساط الناس. ولا تظن أن الإسلام انتشر بالسيف فقط كما يتصور بعض الناس، وإنما انتشر بهذه الأخلاق التي كان يتحلى بها صحابة رسول اللہ ﷺ الذين رباهم أرقى تربية على أرقى وأعلى الأخلاق من الصدق والأمانة والوفاء بالعهود، وغير ذلك من الأخلاق التي كانت أكبر دافع للناس وجاذب للناس إلى تَقَبُّل الإسلام.

لأن المرء من غير المسلمين يبحث ويفتش ويلتفت يمنة ويسرة، فيتضاءل كل ما عنده من مواريث ورثها من آبائه وأجداده وثقافاته، تتضاءل وتبرز شوهاء أمام عظمة الإسلام وأمام جلالته وأمام بهائه وحسنه وكماله، فيلقي موروثاته وراء ظهره ويقبل على الإسلام برغبة وإخلاص وصدق.
👍2