Manhajul Anbiya
11.9K subscribers
2.07K photos
238 videos
224 files
5.49K links
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman

Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Download Telegram
Live stream finished (21 minutes)
🚉 Kokoh Di Atas Sunnah
🍓 NIKAHILAH WANITA YANG BERUMUR SEBAYA DENGANMU

#Fiqh

عَنْ بُرَيْدَة، قَالَ: خَطَبَ أَبُو بَكْرٍ، وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَاطِمَةَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم : «إِنَّهَا صَغِيرَةٌ» فَخَطَبَهَا عَلِيٌّ، فَزَوَّجَهَا مِنْهُ
رواه النسائي رقم ٣٢٢١، وصححه الألباني

Dari Shahabat yang mulia Buraidah radiyallahu ‘anhu berkata:

Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah meminang Fathimah, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun mengatakan (kepada masing-masingnya) “bahwa dia (Fathimah) masih muda”. Maka tidak berselang lama shahabat Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu ‘anhu pun meminangnya. Maka (pinangan tersebut diterima) dan kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menikahkan Fathimah dengannya (Ali bin Abi Thalib).
(HR. an-Nasa’i no 3221, dishahihkan oleh al-‘Allamah al-Albani)

✍🏻 Beberapa faedah yang bisa diambil dari kisah di atas:

1️⃣ Pentingnya memperhatikan umur sebaya dalam pernikahan.

2️⃣ Terkadang perbedaan usia yang terpaut jauh bisa menjadi penyebab perceraian.

3️⃣ Apabila calon suami memiliki kelebihan atau keutamaan yang dengannya mampu menutupi kekhawatiran munculnya keretakan rumah tangga maka tidak mengapa dia menikahi wanita yang jauh lebih muda sebagaimana kisah pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Sumber:

ذخيرة العقبى في شرح المجتبى ج ٢٧ ص ٥٧-٥٨ للشيخ محمد علي آدم الأتيوبي رحمه الله

📚 Dzakhirah al-‘Uqba fi Syarh al-Mujtaba 27/57-58, karya asy-Syaikh Muhammad ‘Ali Adam al-Atiyubi rahimahullah

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍1
🍋🌅 KEMULIAAN DAN KEMENANGAN KAUM MUSLIMIN

#Aqidah

al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

"Apabila kaum muslimin menginginkan 'IZZAH (KEMULIAAN) dan KEMENANGAN maka di sana ada sesuatu yang harus direalisasikan, yaitu :
IMAN dan
TAUHID, serta
Hal-hal yang mengiringi keduanya.

🌑 Jika tidak, maka tidak ada kemenangan. Bahkan para musuh akan terus menguasai mereka (kaum muslimin), selama mereka masih terus menentang dan sombong tidak mau bertaubat kepada Allah, tidak mau ingat, dan tidak mau kembali.

📒 Asbab an-Nushrah wa at-Tamkin wa Sabiil an-Nuhudh, dari al-Majmu' ar-Raa'iq, hal. 406

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
🌴 NILAI PENTING TAUHID

#Tauhid

🔖 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

🍒 “Semakin kuat tauhid dalam hati seorang hamba, maka semakin kuat pula imannya, ketenangannya, tawakkalnya, dan yakinnya.”

📚 (Majmu’ al-Fatawa 28/30)

وَكُلَّمَا قَوِيَ التَّوْحِيدُ فِي قَلْبِ الْعَبْدِ قَوِيَ إيمَانُهُ وَطُمَأْنِينَتُهُ وَتَوَكُّلُهُ وَيَقِينُهُ.
📗 مجموع الفتاوى (٢٨\٣٥)

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~
💺 BERSAMA ULAMA AMAN DARI PENYIMPANGAN Biidznillah

#Manhaj

قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :
لما كان الشباب مرتبطين بالعلماء ويسمعون لنصائحهم، كانت الحماية والصيانة من كل أنواع الضلال من الكفار والملاحدة والزنادقة و أهل البدع والضلال،
ولما فكوا هذا الإرتباط بين العلماء والإلتزام بهذا المنهج، جاءت المشاكل وجاء الضياع.
📚[(الذريعة إلى بيان مقاصد كتاب الشريعة ٣٢٨/١).]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~
🚉 HIKMAH MENJENGUK SAUDARA YANG SAKIT

#Fiqh

🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

🏨 "Bahwasannya dalam (menjenguk saudara yang sakit) tersebut dapat mengingatkan penjenguk akan nikmat kesehatan yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Karena ketika dia melihat orang yang sakit dan melihat penyakit yang menimpanya, lalu dia melihat dirinya yang sehat wal afiat, maka ia mengetahui nilai nikmat Allah kepadanya berupa kesehatan tersebut. Sesungguhnya nilai sesuatu itu akan diketahui dengan melihat lawannya."

📕 [Syarh Riyadhush Shalihin 1/29]

🔖 "أن في ذلك تذكيرا للعائد بنعمة الله عليه بالصحة؛ لأنه إذا رأى هذا المريض ورأى ما هو فيه من المرض ثم رجع إلى نفسه رأى ما فيها من الصحة والعافية عرف قدر نعمة الله عليه بهذه العافية لأن الشيء إنما يعرف بضده."

📘 [شرح رياض الصالحين ١/٢٩]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍1
Live stream scheduled for
🏡 HAK SUAMI UNTUK DITAATI OLEH ISTRI AKAN TERPENUHI JIKA TELAH DIPENUHI HAK TEMPAT TINGGAL

#Fatwa

🎙️ Tanya jawab bersama Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah dalam acara Nurun 'ala ad-Darb.

سماحة الشيخ: هل للمرأة المعقود عليها ولم يدخل بها الزوج يكون للزوج الحق في أن يقول لها: افعلي كذا ولا تفعلي كذا وهي في بيت والدها، أم ذلك في بعض الأمور يكون له الحق؟

الجواب:
ما دامت عند أهلها لا حق له عليها حتى تنتقل عنده وتصير في بيته، ما دامت عند أهلها فهي في حكم أهلها يدبرها أهلها، وليس له حقٌ عليها بهذه الحال حتى تنتقل.
إنما هي زوجة ليس لها أن تتزوج عليه، بل زواجه ثبت وهو زوجها ومتى تيسر دخولها عليه أدخلت عليه, وعليها أن تخاف الله وتراقبه وأن تبتعد عما حرم الله لكن ليس له حق أنها تستأذن إذا أرادت الخروج، أو يكون له حق أن يمنعها من الخروج، هذا هي عند والديها الآن، فالأمر عند والديها حتى تنتقل إليه.


Pertanyaan:

Wahai Syaikh yang mulia, seorang wanita setelah prosesi akad nikah namun belum sempat didatangi oleh suaminya (yakni suami belum menggauli istrinya, ed). Apakah sang suami berhak untuk memerintahkan dan melarangnya untuk berbuat ini dan itu, dalam kondisi sang wanita masih berada di rumah orang tuanya ? Ataukah sang suami dalam beberapa perkara masih memiliki hak (untuk ditaati oleh istrinya)?

Jawaban:

🍓 Selama sang wanita (istri) masih bersama orang tuanya maka sang suami masih belum memiliki hak (penuh) untuk memerintahnya sampai istrinya tersebut benar-benar pindah ke rumah sang suami dan hidup bersamanya (di rumah tersebut).

🏞️ Adapun kalau kondisinya masih di rumah orang tuanya, maka dia masih dihukumi masuk bagian keluarga orang tuanya, dan orang tuanyalah yang lebih berhak mengaturnya. Adapun suaminya masih belum memiliki hak (penuh) untuk mengaturnya sampai istrinya benar-benar telah berpindah ke rumahnya.

🚨 Memang hakekatnya, dia telah menjadi seorang istri yang tentunya terlarang baginya untuk menikah dengan laki-laki lain, karena pernikahan suaminya tersebut (dengannya) telah sah dan memang dia benar-benar menjadi suami baginya, sehingga jika ada kesempatan bermalam bersama hendaknya sang istri menjalankan malam tersebut bersamanya (untuk digauli).

⚠️ Begitu pula wajib bagi si istri untuk takut kepada Allah (dalam hak-hak bergaul bersama suami) serta merasa diawasi oleh-Nya dan menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah.

🌴 Namun (selama masih di rumah orang tuanya) suami belum memiliki hak (penuh) agar istrinya meminta izin kepadanya jika hendak keluar, demikian pula suami belum berhak untuk melarangnya keluar.

🍒 Karena sekarang dia masih berada di rumah kedua orang tuanya, sehingga urusannya masih ada ditangan orang tuanya sampai dia berpindah tinggal dan hidup bersama suaminya.

Sumber: bit.ly/3pR8PzP

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
👍1
Live stream started
Live stream finished (37 minutes)
Live stream scheduled for
🌴🍓 TEKUN DAN TERUS MENUNTUT ILMU

#AdabAkhlak

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

"يتعين على طالب العلم أن يبذل الجهد في إدراك العلم والصبر عليه، وأن يحتفظ به بعد تحصيله ، فإن العلم لا ينال براحة الجسم.
فيسلك المتعلم جميع الطرق الموصلة إلى العلم وهو مثاب على ذلك ؛ لما ثبت في صحيح مسلم عن النبي ﷺ أنه قال : « من سلك طريقا يلتمس به علما سهل الله له طريقا إلى الجنة »

📕 [ كتاب العلم صـ ٦٠]

"Merupakan perkara yang harus dilakukan oleh penuntut ilmu adalah hendaknya ia mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan ilmu dan bersabar di atasnya.

Kemudian dia menjaga ilmu tersebut setelah mendapatkannya. Karena sesungguhnya ilmu tidaklah bisa didapat dengan fisik yang santai.

Hendaklah seorang pelajar menempuh semua jalan yang dapat mengantarkannya kepada ilmu dan diapun diberi pahala karena hal itu.

Berdasarkan riwayat yang pasti (sah) dalam Shahih Muslim dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda (artinya): "Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju al-Jannah (surga)."

📕[Kitabul Ilmi hlm. 60]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
Live stream started
Live stream finished (46 minutes)
🏞️ Sudah Benarkah Keimanan Kita Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

#Aqidah

( Bagian ke-4)

🍒 Dalil Inderawi

Dalil keempat yang menunjukan bahwa Allah Ta'ala ada adalah dalil inderawi. Dalil ini bisa dilihat dari dua perkara.

🔹 Pertama, kita mendengar dan menyaksikan dikabulkannya do'a ketika seseorang berdoa kepada Allah Ta'ala.
Juga diselamatkannya seseorang yang meminta tolong kepada Allah ketika ditimpa marabahaya yang mengancam jiwanya.
Hal ini merupakan dalil yang kuat yang menunjukan adanya Allah.
Allah Ta'ala berfirman mengisahkan Nabi Nuh 'alaihis salam ketika berdoa dan Allah pun mengabulkannya :

وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِن قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

"Dan (ingatlah) kisah Nabi Nuh, ketika sebelumnya ia berdoa, kemudian kami memperkenankannya, kemudian kami menyelamatkannya dan keluarganya yang beriman dari bencana besar."
(QS. Al-Anbiya: 76)

Juga kisah yang disebutkan dalam sebuah hadits shahih yang terdapat dalam Kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, di mana seorang arab badui (pedalaman) yang mengalami kekeringan yang dahsyat, ketika itu meminta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang berkhutbah agar beliau berdoa kepada Allah Ta'ala untuk menurunkan hujan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun berdo'a kepada Allah. Kemudian sebelum beliau turun dari mimbar, Allah Ta'ala menurunkan hujan.

Dikabulkannya do'a merupakan perkara yang terus menerus kita saksikan sampai hari ini bagi orang yang bersungguh-sungguh meminta kepada Allah Ta'ala dan ia memenuhi syarat-syarat diijabahnya do'a.

🔸 Kedua, bahwasanya manusia menyaksikan atau mendengar tentang mukjizat- mukjizat yang Allah Ta'ala berikan kepada para Nabi.
Semua itu merupakan bukti yang pasti atas keberadaan Sang Pengutus para nabi yaitu Allah Ta'ala. Karena mukjizat adalah sesuatu yang keluar dari kebiasaan yang berlaku pada manusia. Allah Ta'ala menjadikan mukjizat tersebut untuk menguatkan dan menolong Rasul-Rasul Nya.

Di antara mukjizat tersebut adalah apa yang dialami oleh Nabi Musa _'alaihis salam_ sebagaimana yang Allah Ta'ala kisahkan dalam Firman Nya :

فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍۢ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ

"Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah lautan itu dengan tongkatmu!' Maka Nabi Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. Maka terbelahlah lautan itu (membentuk dua belas jalan) tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar "
(QS. Asy-Syu'ara: 63)

📚 Sumber rujukan:
Kitab Syarah Tsalatsah al-Ushul
✍🏻 karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah , terbitan Daar Adhwa' as-Sunnah hal 61.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~
👍2
MENGENALI HATI

Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata,

"ومن عرف قلبه عرف ربه، وأكثر الناس جاهلون بقلوبهم ونفوسهم، و«الله يحول بين المرء وقلبه.» [الأنفال: ٢٤] وحيلولته أن يمنعه من معرفته ومراقبته ، فمعرفة القلب وصفاته أصل الدين، وأساس طريق السالكين."

📕 [مختصر منهاج القاصدين لابن قدامة المقدسي صـ ١٨٥]

"Barangsiapa bisa mengenali hatinya, maka dia akan mengenal Rabbnya. Namun, kebanyakan manusia tidak mengenal hati dan jiwa mereka sendiri. Allah berfirman (artinya),
"Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya." [QS. al-Anfal: 24]

Allah membatasinya dengan cara menghalangi manusia dari mengenal-Nya dan dari muraqabah-Nya (merasa selalu diawasi oleh-Nya).

Oleh karena itu, mengenal hati dan sifat-sifatnya adalah pondasi agama dan landasan jalan para penitinya."

📕 [Mukhtashar Minhaj al-Qashidin li Ibni Qudamah al-Maqdisi hlm. 185]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟 Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~