Warisan Salaf
8.34K subscribers
512 photos
14 videos
46 files
1.98K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Download Telegram
🍃💢 PERBEDAAN MENONJOL antara PEKAN SYAIKH MUHAMMAD bin ABDUL WAHHAB dengan PERAYAAN MAULID NABI shollallahu 'alaihi wasallam 🍃💢

🔰🌷 Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya;

”Tentang perbedaan “Pekan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah dengan Perayaan Maulid Nabi, kok yang diingkari adalah orang yang melakukan acara kedua, bukan yang pertama?”


💯 Beliau menjawab:
Perbedaan antara kedua (acara) tersebut -berdasarkan pengetahuan yang kami miliki- ada dua sisi:

1⃣ Sisi Yang Pertama:
Pekan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah tidak dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ’Azza waJalla. Maksud dan tujuan (di adakan acara tersebut) adalah untuk menghilangkan syubhat (atau kesalahpahaman) pada sebagian masyarakat tentang tokoh ini (yakni Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab).

2⃣ Sisi Yang Kedua:
Pekan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah tidak diulang-ulang seperti perayaan-perayaan yang ada. Bahkan, itu adalah sebuah agenda yang jelas (yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Saudi, pent). Dan telah ditulis beberapa makalah dari acara tersebut.

📌 (Bisa dilihat format PDF-nya dalam link berikut:
http://waqfeya.com/book.php?bid=11183 , pent)

Dijelaskan dalam acara tersebut kedudukan tokoh ini (yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, pent) yang belum pernah diketahui oleh kebanyakan masyarakat, kemudian setelah itu selesai acaranya.

(Selesai)


(351) وسئل فضيلة الشيخ: عن الفرق بين ما يسمى بأسبوع الشيخ محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله تعالى- والاحتفال بالمولد النبوي حيث ينكر على من فعل الثاني دون الأول؟
فأجاب بقوله: الفرق بينهما حسب علمنا من وجهين:

الأول: أن أسبوع الشيخ محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله تعالى- لم يتخذ تقربًا إلى الله -عز وجل- وإنما يقصد به إزالة شبهة في نفوس بعض الناس في هذا الرجل، ويبين ما من الله به على المسلمين على يد هذا الرجل.
الثاني: أسبوع الشيخ محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله- لا يتكرر ويعود كما تعود الأعياد، بل هو أمر بين للناس وكتب فيه ما كتب، وتبين في حق هذا الرجل ما لم يكن معروفًا من قبل لكثير من الناس ثم انتهى أمره.

🌍 Sumber: Majmu’ Fatawa wa Rosail Al-‘Utsaimin (2/300, pertanyaan nomor 351)
📝 Diterjemahkan Oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📛🔥 LARANGAN DUDUK DI ATAS KUBURAN



1⃣ Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

"Seseorang dari kalian duduk di atas bara api, lalu membakar pakaiannya sampai mengenai kulitnya. Itu lebih baik daripada ia duduk di atas kuburan." (HR. Muslim no.971)

2⃣ Jabir bin Abdillah berkata,

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ، وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kuburan untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya." (HR. Muslim no.970)


Dua hadits di atas dan juga hadits-hadits lainnya yang semakna, menunjukkan haramnya duduk di atas kuburan, ini merupakan pendapat madzhab syafi'i dan mayoritas ulama.

📛 Termasuk dalam larangan ini bersandar dan bertelekan kepada kuburan, berjalan di atasnya, membuang hajat, membuang sampah di atasnya, dan segala perkara yang mengandung penghinaan terhadap kuburan tersebut.

⚠️ Larangan di atas hanya berlaku bagi kuburan muslimin, adapun kuburan orang-orang kafir maka tidak ada kemuliaan padanya.

📝 Dan yang dimaksud dengan duduk pada hadits-hadits di atas ialah duduk seperti yang kita kenal, bukan buang hajat sebagaimana yang diartikan oleh Imam Malik dan selain beliau.


wallahu a'lam

🌍 Sumber Panduan:
Syarhun Nawawi 'ala Muslim (7/27)
Majmu Fatawa Ibnu Baaz (4/336)

📝 Dirangkum Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃💢 SANAD TERMASUK BAGIAN DARI AGAMA 💢🍃

▶️ Tanpa sanad seseorang bisa mengatakan apa saja yang dikehendakinya, bahkan sampai berdusta atas nama Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

🔰 Berkata Abdullah ibnul Mubarok ( 3⃣ ) rohimahullah;

«الْإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ، وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ»

”Sanad termasuk bagian dari agama. Kalau seandainya tidak ada sanad maka siapapun bisa mengatakan apa yang dikehendakinya.”

📚 [ HR. Muslim dalam Muqoddimah Shohih Muslim 1/15, diriwayatkan pula oleh Al-Khotib Al-Baghdadi dalam kitab Al-Jami’ li Akhlaq Ar-Rowi wa Adabis Sami’ no.1643 (2/213) ]


👉 Sanad adalah rantai rowi (pembawa hadits) yang menukilkan ucapan hingga sampai kepada orang yang mengucapkannya.

💯 Contoh sanad dari ucapan Ibnul Mubarok rohimahullah di atas adalah :

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ قُهْزَادَ مِنْ أَهْلِ مَرْوَ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الْمُبَارَكِ، يَقول:...

”Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Abdillah bin Quhzad ( 1⃣ ) (dalam beberapa naskah: Quhzadz -dengan "Dzal", pent) –dari Penduduk Moro ; Dia mengatakan:
‘Aku mendengar Abdan bin ‘Utsman ( 2⃣ ) berkata’:
‘Aku mendengar Abdullah ibnul Mubarok ( 3⃣ ) berkata’: “_

Sanad tersebut derajatnya: Shohih , karena semua rowi (pembawa) ucapan tersebut tsiqoh (terpercaya);


1⃣ Muhammad bin Abdillah bin Quhzad, Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar: “Beliau adalah orang yang tsiqoh. (At-Taqrib no.6043 )
2⃣ ‘Abdan bin ‘Utsman, Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar: “Beliau seorang yang tsiqoh lagi hafizh, nama aslinya: Abdullah (At-Taqrib no.3465 ).
3⃣ Abdullah ibnul Mubarok, Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar: “Orangnya tsiqoh tsabtun (mantab hafalannya), faqih (ahli fikih), ‘alim (seorang ulama), jawad (dermawan). Dari generasi *Tabi'ut Tabi'in (At-Taqrib no.3570 ).


👍 Dengan sanad itulah Allah Ta'ala menjaga agama ini dari nukilan-nukilan dusta.

Wallahul Muwaffiq


📝 Dirangkum Oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#Fawaidumum #maulidnabi

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📮 HUKUM BERWASIAT UNTUK MELAKSANAKAN ACARA MAULID 📮💢

(No. 50)
🔰 Al-Imam Abu Ishaq Asy-Syathibi –rohimahullah- (790 H) menjelaskan tentang:

🔻 Permasalahan wasiat untuk mewakafkan sepertiga harta agar digunakan untuk melaksanakan acara malam maulid Nabi –shollallahu ‘alaihi wasallam-.

🌷 Beliau menjawab:
(Suatu perkara) yang seharusnya diketahui, Bahwa pelaksanaan acara maulid dengan cara yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah perbuatan bid’ah muhdatsah (perkara bid’ah yang diada-adakan dalam agama, pent). Padahal bid’ah itu semuanya sesat.

✔️ Oleh karena itu, menginfakkan harta untuk pelaksanaan acara bid’ah tidak diperbolehkan.

Sehingga wasiat untuk acara itu tidak perlu ditunaikan.

💯 Bahkan hakim (yang berwenang) wajib membatalkan wasiat tersebut. Serta mengembalikan sepertiga harta itu kepada ahli waris agar dibagikan di antara mereka…”.


[ الوصية لإقامة المولد ]
50 – و أجاب – رحمه الله- عن جملة مسائل ، فقال:
" أما الأولى: وهي الوصية بالثلث ليوقف على إقامة ليلة النبيء صلى الله عليه وسلم ، فمعلوم أن إقامة المولد على الوصف المعهود بين الناس بدعة محدثة، وكل بدعة ضلالة،
فالإنفاق على إقامة البدعة لا يجوز والوصية به غير نافذة بل يجب على القاضي فسخه. ورُدَّ الثلث إلى البورثة يقتسمونه فيما بينهم ..."
[ فتاوى الشاطبي203ـ 204 ]

Wallahu A’lamu bisshowaab


🌏 Sumber: Fatawa Al-Imam Asy-Syathibi (hal. 203 -204)
📝 Diterjemahkan Oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#Fawaidumum #maulidnabi

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
ANTARA HARAPAN DAN RASA TAKUT 💢

🔆 Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

الجنّةُ أقربُ إلى أحدِكم من شِراكِ نعلِه، والنّار مثْلُ ذلك

⛵️ "Surga lebih dekat kepada kalian dari tali sandalnya dan neraka juga seperti itu." (HR. Al-Bukhari no.6488)

🍏 Faedah:
🔹 Pada hadits ini ada penjelasan bahwasanya keta'atan akan menyampaikan kepada surga, dan kemaksiatan akan menyampaikan kepada neraka.
🔹 Bahwasanya keta'atan dan kemaksiatan bisa saja pada perkara-perkara yang mudah dilakukan.
🔹 Sepantasanya bagi seseorang tidak membiarkan kebaikan yang sedikit melainkan ia kerjakan dan kelejekan yang kecil melainkan ia jauhi.
🔹 Ibnul Jauzi berkata, "Makna hadits ini bahwasanya meraih surga merupakan perkara mudah, yaitu dengan memperbaiki niat dan melakukan keta'atan. Demikian juga meraih neraka (juga perkara mudah) yaitu dengan mencocoki hawa nafsu dan melakukan kemaksiatan.

🌏 Sumber Panduan:
🔗 Fathul Baari (11/321)


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://telegram.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
⛔️ MAAF.. LISANKU BUKAN UNTUK MELAKNAT

🌴 Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

«لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الفَاحِشِ وَلَا البَذِيءِ»

📡 "Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, (berkata dan berbuat) keji, dan mengucapkan kata-kata kotor."

🔘 HR. Tirmidzi (no.1977) dan dishahihkan Syaikh Al-Albani.


📝 Disajikan Oleh: Tim WarisanSalaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣2⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

ودليل الخوف قوله تعالى: {إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [آل عمران:175]

🔻 Dan dalil untuk Khouf (1); adalah firman Allah –Ta’ala- :
_”Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kalian benar-benar orang yang beriman.”_
[ Ali Imron : 175 ] (2)


💢PENJELASAN:

Tentang: “Ibadah Khouf (rasa takut)”, – bagian 2.

(2⃣) Al-Imam Ibnul Qoyyim –rohimahullah- menjelaskan; “(Bahwa di dalam ayat tersebut) Allah –Ta’ala- menjadikan rasa takut sebagai syarat adanya keimanan…”.
“…Yang demikian itu, karena keimanan merupakan sebab munculnya rasa takut…”

🌷 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, Rasa takut kepada Allah –Ta’ala- ada dua macam;
Rasa takut yang terpuji, dan yang tercela.

1⃣ Adapun Yang Pertama: Rasa takut yang terpuji, adalah rasa takut yang tujuannya menjauhkan dirimu dari kemaksiatan kepada Allah –Ta’ala- , bisa membawa dirimu untuk melaksanakan berbagai macam kewajiban serta meninggalkan perkara haram.
Apabila tujuan ini terwujud, niscaya hati akan terhindar dari rasa galau, cenderung tenang, serta diliputi dengan kegembiraan karena mendapatkan kenikmatan dari Allah –Ta’ala-, serta berharap pahala dari-Nya.

2⃣ Adapun Yang Kedua: Rasa takut yang tercela, adalah rasa takut yang mengantarkan kepada sifat putus asa dari rahmat Allah –Ta’ala- dan putus harapan.
🔻 Jika demikian keadaannya, maka seorang hamba akan merasakan kesedihan dan kesempitan hati, bahkan ia bisa terus menerus terjerumus ke dalam perbuatan maksiat, dikarenakan rasa putus asa yang begitu kuat.


👍 Harapan kita tentunya kita semua diberi rasa takut yang terpuji sehingga kita bisa merealisasikan ketaqwaan di manapun kita berada. Serta terhindar dari rasa takut yang tercela. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin.

Wallahu a’lamu bisshowaab
Bersambung,…

📚 [ Referensi: Thoriqul Hijrotain; Ibnul Qoyyim, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Al-Fauzan]


🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from فوائد العلامة ربيع بن هادي المدخلي
منهج_أهل_السنة_والجماعة_في_نقد_.pdf
828.7 KB
Forwarded from Warisan Salaf
FIKIH RINGKAS SHALAT JUM'AT DAN HUKUMNYA

📌 Berikut ini kami kumpulkan ahkam (hukum-hukum) shalat jum'at secara ringkas, semoga menjadi tambahan ilmu di hari Jum'at ini.

💢 Hukum Shalat Jum'at
🔗 Wajib 'ain bagi kaum pria. Dalilnya QS. Al-Jumu'ah ayat 9.
🔹 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "(shalat) jum'at merupakan hak yang wajib bagi setiap muslim..." (HR. Abu Daud no.1067, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

💢 Atas Siapa diwajibkan?
🔗 Wajib bagi setiap muslim laki-laki, merdeka (bukan budak), baligh, dan mampu untuk mendatanginya.
🔗 Tidak wajib atas: hamba sahaya, wanita, anak kecil, orang gila, orang sakit, dan musafir.

🔹 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah shalat jum'at di saat safar.
👉🏻 Adapun musafir yang telah tiba ditempat tujuan yang disitu kaum muslimin melaksanakan shalat jum'at, maka hendaknya ia shalat bersama mereka.

🔹 Bila seorang wanita, hamba sahaya, orang yang sakit, dan musafir melaksanakan shalat jum'at, maka shalatnya sah dan sudah mencukupinya dari shalat zhuhur (yakni dia tidak perlu shalat zhuhur lagi).

💢 Waktu Shalat Jum'at
🔗 Waktunya seperti waktu shalat zhuhur, yaitu ketika matahari telah tergelincir ke arah barat dan berakhir ketika panjang bayangan suatu benda seperti panjang benda tersebut.

💢 Khutbah Jum'at
🔗 Khutbah merupakan rukun sahnya shalat Jum'at, dikarenakan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah meninggalkannya.

💢 Sunnah-Sunnah Khutbah
🔗 Mendo'akan kebaikan bagi kaum muslimin dan waliyul amr
🔗 Khutbah dan mengimangi shalat sekaligus
🔗 Berkhutbah dengan berdiri
🔗 Berkhutbah di atas mimbar atau tempat yang tinggi
🔗 Untuk duduk di antara dua khutbah.
🔗 Memendekkan khutbah, khutbah yang kedua lebih pendek dari yang pertama.
🔗 Mengucapkan salam ketika naik ke atas mimbar
🔗 Untuk duduk hingga muadzin selesai dari adzannya.

💢 Hal yang Diharamkan Pada Hari Jum'at
🔗 Berbicara Saat Khatib sedang ceramah
🔗 melangkahi pundak-pundak manusia

💢 Mendapati Satu Raka'at Jum'at
🔗 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa mendapati satu raka'at Jum'at maka sungguh dia telah mendapati shalat (Jum'at)." (HR. Ibnu Majah no.1121 dan dishahihkan Syaikh al-Albani)
👉🏻 Bagi siapa yang mendapati kurang dari satu raka'at maka ia shalat zhuhur empat raka'at.

💢 Shalat Nafilah Jum'at
🔗 Tidak ada shalat sunnah qobliyah jum'at, akan tetapi jika seseorang shalat sebelum Imam naik ke mimbar maka tidak mengapa. Shalat tersebut terhitung sebagai sunnah muthlaq bukan qobliyah.
🔗 Shalat sunnah ba'diyah boleh dua raka'at, empat raka'at, dan enam raka'at. Syaikhul Islam berpendapat bahwasanya bila dilakukan di masjid maka empat raka'at, dan bila dilakukan di rumah maka dua raka'at. (Zadul Ma'ad 1/440)

💢 Tata Cara Shalat Jum'at
🔗 Shalat Jum'at terdiri dari dua raka'at yang bacaannya dinyaringkan (dikeraskan).
🔗 Disunnahkan pada raka'at pertama setelah al-Fatihah membaca Surat Al-Jumu'ah atau Surat Al-A'la dan pada raka'at kedua membaca surat Al-Ghasyiyah atau Al-Munafiqun.

💢 Sunnah Terkait Hari Jum'at
🔗 Bersegera mendatangi shalat agar mendapat pahala yang besar
🔗 Mandi di hari jum'at.
🔗 Memakai minyak wangi dan membersihkan diri
🔗 Memakai baju terbaik (tidak harus baru).
🔗 Memperbanyak shalawat di malam dan hari jum'at.
🔗 Membaca pada shalat shubuh hari jum'at dengan surat As-Sajadah dan Al-Insan
🔗 Membaca pada hari jum'at surat Al-Kahfi
🔗 Shalat dua raka'at sebelum duduk di masjid walaupun imam sedang berkhutbah
🔗 Memperbanyak Do'a dan Berusaha mencari waktu mustajab


💢 Wajib Mendengarkan khutbah jum'at walaupun:
🔗 Khatib menggunakan bahasa arab
🔗 Orang tersebut tuli tidak mendengar
(Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin 16/35)

💢 Hukum Safar Hari Jum'at
🔗 Safar sebelum adzan adalah boleh
🔗 Safar setelah adzan adalah haram.
(Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin 16/35)

💢 Hari Jum'at Bertepatan Dengan Hari Id
🔗 Bagi kaum muslimin boleh memilih hadir atau tidak
🔗 Bagi Imam Masjid ditekankan untuk hadir.

💢 Melihat Kepada Khatib
🔗 Para shahabat mengarahkan wajah-wajah mereka kepada khatib ketika khutbah sedang berlangsung.
(Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin 16/97)
👍1
Forwarded from Warisan Salaf
👆🏻👆🏻 Lanjutan...
💢 Mengangkat Tangan Ketika Khatib Berdo'a
🔗 Tidak disyari'atkan. Para shahabat mengingkari Bisyr bin Marwan ketika ia mengangkat tangannya pada khutbah Jum'at.
(Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin 16/100)

📡 Wallahu a'lam bish shawab.

🌏 Sumber Panduan:
🔗 Al-Fiqhul Muyassar
🔗 Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃💢 PERNYATAAN TEGAS SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH TENTANG MAULID 🍃💢

⚠️ Para Salaf tidak memperingatinya.

🔰 Beliau mengatakan:
“Sesungguhnya ini (yakni perayaan maulid nabi shollallahu ‘alaihi wasallam , pent) tidak pernah dilakukan oleh salaf (pendahulu umat Islam dari kalangan shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, pent).

Padahal saat itu ada banyak perkara yang bisa dijadikan sebagai alasan

( Semisal; Keberadaan Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam ditengah-tengah shahabat, mereka adalah orang-orang yang lebih mencintai Rasul _shollallahu ‘alaihi wasallam dibanding kita, dsb, pent) ,

📝 Serta tidak didapatkannya penghalang untuk melakukan acara tersebut, Seandainya perbuatan itu baik.

💯 Sehingga, apabila perayaan itu (kita anggap) 100 persen baik, atau (kita nyatakan) kemungkinan besar baik, niscaya para salaf ( generasi pertama umat ini, pent) lebih berhak melakukannya daripada kita. Karena mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai dan mengagungkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam daripada kita. Mereka adalah orang-orang yang paling semangat dalam melakukan kebaikan.

فإن هذا لم يفعله السلف، مع قيام المقتضي له وعدم المانع منه لو كان خيرًا. ولو كان هذا خيرًا محضا، أو راجحًا لكان السلف رضي الله عنهم أحق به منا، فإنهم كانوا أشد محبة لرسول الله صلى الله عليه وسلم وتعظيمًا له منا، وهم على الخير أحرص



Wallahul Musta’an

🌏 Sumber: Iqtidho' Ash-Shirotil Mustaqim (2/123)
📝 Diterjemahkan Oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#Fawaidumum #maulidnabi

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌙🏜 LIHATLAH.. BETAPA LUASNYA KEUTAMAAN ALLAH



📝 Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,

‏«انظروا إلى سعة فضل الله أنهم عصوا الله وخالفوا أمره لكن لما تابوا تاب الله عليه وأحبهم» ‏[أسباب محبة الله للعبد]

✳️ "Lihatlah kepada luasnya keutamaan Allah, dimana mereka durhaka kepada Allah dan menyelesihi perintah-Nya. Akan tetapi ketika mereka bertaubat, maka Allah menerima taubatnya dan mencintai mereka."


🌍 Sumber: Channel Telegram Syaikh Shalih al Fauzan
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📝✳️ HANYA KEBENARAN YANG KAMI IKUTI



📝 Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah berkata,

‏الشيخ العلامة صالح الفوزان حفظه الله: ‏«إذا كانوا على غير حق فإننا لا نتبعهم ولو كانوا من أفضل الناس» ‏[شرح المنظومة الحائية ص54]

"Apabila mereka tidak berada di atas kebenaran, maka kita tidak usah mengikuti mereka, walaupun mereka termasuk manusia yang paling mulia (di tengah masyarakat)."

🌍 Sumber: Syarah Manzhumah Al-Haaiyah (hal.54)
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃💢 BALASAN ORANG YANG MENUNJUKKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN 🍃💢

🔰 Dari shahabat Abu Mas’ud Al-Anshori rodhiyallahu ‘anhu, Beliau mengatakan:
“Ada seorang lelaki mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam seraya mengatakan: “Sungguh aku merasa kepayahan, (tolong) bawalah aku.”

🔻 Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab: "Aku tidak memiliki (tunggangan, pen)"

🔻 Seorang shahabat lantas berkata: “Wahai Rasulullah, Aku tunjukkan dia kepada orang yang bisa membawanya.”

🔰 Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pun kemudian bersabda:

«مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ»

”Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan (kepada orang lain, pent), niscaya ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”


👍 Termasuk di antaranya menyebarkan artikel-artikel Islam Ilmiah.

Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita untuk membagikannya kepada kaum Muslimin.

Wallahul Muwaffiq


🌏 HR. Muslim (no.1893)
📝 Diterjemahkan Oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
📡 PELAJARAN ADAB: ADAB PENUNTUT ILMU

☑️ ( Membersihkan Zhahir dan Batin dari Dosa dan Penyimpangan)


🌴 Membersihkan diri dari kemaksiatan dan penyimpangan merupakan bagian penting dari adab penuntut ilmu. Bagaimana tidak, dengan menjaga kebersihan diri dari kemaksiatan dan penyimpang seorang penuntut ilmu akan dengan mudah menerima ilmu yang dipelajarinya. Karena ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada orang yang hatinya bersih.

📡 Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu berkata,
👉🏻 "Ilmu bukanlah dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati."

❗️ Sehingga, sangat mustahil Allah akan memberikan cahaya ilmu kepada hati yang kotor dan berkarat karena kemaksiatan atau penyimpangan.

🌻 Ibnul Qoyyim Rahimahullahu Ta'ala berkata, "dan pada kemaksiatan terdapat dampak yang jelek lagi tercela, yang membahayakan bagi hati dan tubuh di dunia dan akhirat sesuatu yang tidak mengetahui hakekat (bahayanya) kecuali Allah. Di antaranya ialah:

❗️ DIHARAMKANNYA ILMU

🔷 Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah tanamkan di dalam hati, sedangkan kemaksiatan akan memadamkan cahaya tersebut." (Al-Jawabul Kaafi hal.54)

🔘 Sahl berkata, "Haram bagi hati untuk masuk padanya cahaya sedangkan di dalamnya ada sesuatu yang dibenci Allah Azza wa Jalla." (Tadzkirotus Sami' wal Mutakallim hal.67)

🔷 Kita juga ingat dengan wasiat Imam Malik Rahimahullah kepada Imam Syafi'i, ketika Imam Syafi'i membacakan kitab Muwatho' dari hafalan beliau di usia yang masih muda. Dengan penuh decak kagum Imam Malik berwasiat,

👉🏻 "Sesungguhnya aku melihat bahwa Allah telah memberikan di hatimu cahaya, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan maksiat." (Al-Jawabul Kafi)

☑️ Maka, hendaknya kita selalu berusaha menjaga kebersihan hati dari setiap perkara yang dapat mengotorinya. Karena kebersihan hati merupakan kebaikan bagi seluruh anggota tubuh sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam,

💢 "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat sekerat daging. Apabila ia bagus maka akan bagus seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa (sekerat daging) itu adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam.. Semoga bermanfaat

#adabpenuntutilmu

🌍 Referensi: Adab Thalibul Ilmi Syaikh Muhamad Ruslan Hafizhahullahu
📝 Oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🏜🌙 KEMULIAAN SEORANG MUKMIN



📝 Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

شرف المؤمن صلاته بالليل وعزه استغناؤه عما في أيدي الناس

🌴 "Kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalatnya di waktu malam, dan kehormatannya terletak pada sikap merasa cukup dari apa yang ada di tangan manusia."


🌏 HR. Al 'Uqaili dalam Adh-Dhu'afa (hal.127), lihat Ash-Shahihah (no.1903)
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📕 MENUNTUT ILMU SEBAB KESELAMATAN DARI FITNAH



📝 Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah berkata,

"لا نجاة من الفتن إلا بطلب العلم"

📋 "Tidak ada keselamatan dari fitnah melainkan dengan menuntut ilmu."


🌍 Sumber: Channel Telegram Syaikh Shalih al Fauzan
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com