Warisan Salaf
8.34K subscribers
511 photos
14 videos
46 files
1.98K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Download Telegram
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 7️⃣6️⃣)
—--------------------------------------—

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- menjelaskan;

ودليل الحج قوله تعالى: {وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} [ آل عمران:97 ]

“Adapun dalil tentang haji adalah firman Allah -T’ala- ; (artinya):

”…Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

[ Surat Ali Imron ayat 97 ]


💢 PENJELASAN

"Yang dimaksud dengan kalimat *‘dalil tentang haji’* adalah dalil yang mewajibkannya.

Kita umat Islam harus meyakini bahwa Ibadah haji itu sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Hanya saja, kewajiban ibadah haji dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukannya, Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas;

Allah -Ta’ala- berfirman:

{مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً}

“Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

🌼 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- menjelaskan:

“Dalam lafadz ini terdapat dalil (yang menunjukkan) bahwa orang yang tidak sanggup melakukan haji tidak ada kewajiban baginya untuk melakukannya.”

[ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 78 ]

Yang jelas, Ibadah haji termasuk dari rukun-rukun Islam yang lima, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abdullah bin Umar -rodhiyallahu ‘anhuma- yang telah lalu; (artinya):

”Islam dibangun di atas lima (perkara); … (dst.)

[ HR. Al-Bukhori no. 8, & Muslim no. 16-(21) ]

bersambung insya Allah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 7️⃣7️⃣)
—--------------------------------------—

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- menjelaskan;

الْمَرْتَبَةُ الثَّانِيَةُ الإِيمَانُ: وَهُوَ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً.
فَأَعْلاهَا قَوْلُ لا اله إِلا اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الإيمان.

“Tingkatan kedua (dalam agama) adalah keimanan.”
Keimanan itu memiliki tujuh puluh sekian cabang.
Cabang yang tertinggi adalah ucapan: ”Laa ilaaha illallah”.
Sedangkan cabang yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”
Rasa malu (juga termasuk) cabang keimanan.”


💢 PENJELASAN:

🔘 Pengertian Iman menurut tinjauan bahasa Arab;

Keimanan dalam bahasa Arab bermakna; membenarkan , yakin dan percaya.

Misalnya kata mukmin yang disebutkan dalam surat Yusuf ayat 17;

وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ

”…Kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." [ Yusuf: 17 ]

[ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul ; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin hal. 79, Ithaful Qoori ; Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan hal. 97 ]


🔘 Pengertian Iman menurut tinjauan syariat

🌺 Al-Imam Ibnul Qudamah -rohimahullah- menjelaskan;
“Keimanan adalah ucapkan dengan lisan, amal perbuatan dengan anggota tubuh, keyakinan dalam hati, bisa bertambah dengan amalan taat, bisa berkurang dengan kemaksiatan.” [ Lihat ”Lum’atul I’tiqod” ]

🌼 Al-Imam Ibnul Qoyyim -rohimahullah- menjelaskan:
“Keimanan itu adalah ucapan lisan, pengenalan hati, amal perbuatan anggota tubuh, bisa bertambah dan bisa berkurang. [ Lihat “Ijtima’ul Juyusy Al-Islamiyyah” (2/177) ]

🌻 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- menjelaskan;
Keimanan adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, melakukan amalan dengan anggota tubuhnya. [ Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 79 ]

🔻 Keimanan jika hanya diyakini dalam hati tidak diucapkan maka itu seperti Fir’aun , keyakinannya tidak bermanfaat.
Allah -Ta’ala- berfirman:
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (14)

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.” [ An-Naml:14 ]

🔻 Keimanan jika hanya diucapkan tanpa diyakini dengan hati, maka itu seperti kaum munafikin. Tidak bermanfaat sama sekali ucapannya. Allah -Ta’ala- berfirman:

يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ

”Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya.” [ Al-Fath:11 ]

🔻 Keimanan dengan hati dan lisan tanpa diiringi amal perbuatan juga belum cukup.
Seorang muslim dituntut untuk melakukan kewajiban-kewajiban yang Allah -Ta’ala- wajibkan kepadanya sebagai bukti keimanan yang ia yakini dan ucapkan.

➡️ Sebagai contoh; amalan sholat, Rasul -shollallahu ‘alaihi wasallam- menyatakan;

«العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»

”Perjanjian antara kita dengan mereka adalah sholat, barangsiapa meninggalkannya, ia telah kafir."

[ HR. At-Tirmidzi no.2621, An-Nasai no.463 , di shohihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam “Shohih Al-Jami’” no. 4143 ]



bersambung insyaallah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 7️⃣8️⃣)
—--------------------------------------—

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- menjelaskan;

وأركانه ستة: أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، وتؤمن بالقدر خيره وشره..

“Rukun-rukunnya ada enam;
1️⃣- Beriman kepada Allah -Ta’ala-
2️⃣- (Beriman) kepada malaikat-malaikat Nya,
3️⃣- (Beriman) kepada kitab-kitab Nya,
4️⃣- (Beriman) kepada para rasul-Nya,
5️⃣- (Beriman) kepada hari akhir, dan
6️⃣- (Beriman) kepada takdir yang baik dan yang buruk.



💢 PENJELASAN:
〰️〰️〰️ 〰️
🔘 Syaikh Sholih al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan;

☑️ Keimanan terdiri dari rukun-rukun dan cabang-cabang. Lalu apa perbedaan antara keduanya?

(Jawabannya;….)
◽️ Perbedaannya;
Rukun harus mesti ada. Jika hilang satu saja daripadanya, hilanglah keimanan itu. Karena sebuah bangunan tidak akan berdiri kecuali di atas rukun-rukunnya. Jika hilang satu dari rukun-rukun itu, bangunan tidak akan bisa tegak.
Adapun cabang adalah penyempurnanya. Penjabarannya; keimanan tidak akan hilang dengan sebab hilangnya satu dari cabang-cabang itu. (…)

[ Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 202 ]

〰️〰️〰️

🔘 Rukun-rukun Iman ada enam;

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika ditanya tentang keimanan; beliau menjawab;

«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»
1️⃣- Engkau beriman kepada Allah -Ta’ala-
2️⃣- (Beriman) kepada malaikat-malaikat Nya,
3️⃣- (Beriman) kepada kitab-kitab Nya,
4️⃣- (Beriman) kepada para rasul-Nya,
5️⃣- (Beriman) kepada hari akhir, dan
6️⃣- (Beriman) kepada takdir yang baik dan yang buruk.

[ HR. Muslim no. 1-(8) , dari shahabat Umar ibnul-Khotthob] , 📎 Derajat hadits: Shohih.
Dishohihkan Asy-Syaikh al-Albani –rohimahullah- dalam kitab ‘Al-Misykah’ no.2.

💯 Rincian tentang rukun-rukun iman akan kita bahas pada pelajaran mendatang, insya Allah.

Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insyaallah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 7️⃣9️⃣)
—--------------------------------------—

DALIL-DALIL TENTANG RUKUN-RUKUN IMAN DARI AL-QUR`AN


Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- menjelaskan;

والدَّلِيلُ عَلَى هذِهِ الأَرْكَانِ السِّتَّةِ: قَوْلُهُ تَعَالَى: {لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ... } [البقرة: 177]
ودليل القدر: قوله تعالى: {إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ} [القمر:49]

“Dan dalil yang menyebutkan enam rukun ini adalah:

Firman Allah -Ta’ala- (yang artinya):
”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan (yang dituntut), akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan para nabi…” [ Surat al-Baqoroh:177 ]

➡️ Adapun dalil tentang takdir adalah firman Allah -Ta’ala- (yang artinya):
”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdirnya).” [ Surat al-Qomar:49 ]


💢 PENJELASAN:
〰️〰️〰️ 〰️

🔘 Syaikh Sholih al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan;

“Setelah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rohimahullah- menyebutkan rukun-rukun iman ini (secara ringkas) , beliau kemudian menyebutkan dalil-dalil yang menunjukkan tentang itu dari al-Qur`an dan dari Sunnah,

➡️ ( Kenapa demikian? )

Karena semua perkara yang termasuk bagian dari agama, ibadah, akidah (keyakinan), serta hukum-hukum syariat seluruhnya membutuhkan (landasan) dalil.
Jika tidak disertai dalil (yang melandasi) , maka perkara itu menjadi salah (alias tidak benar).

↔️ Oleh karena itu ketika syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rohimahullah- menyebutkan masalah rukun-rukun iman, beliau juga menyebutkan dalil-dalinya dari al-Qur`an yang pertama, kemudian dari Sunnah Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam-.

[ Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 219 ]

💯 (( Demikianlah seharusnya umat Islam dalam beragama, dalam meyakini sesuatu serta dalam beramal sholeh senantiasa berpegang dengan dalil, wallahul muwaffiq.))

🔘 Pada pembahasan kita kali ini disebutkan dua dalil dari al-Qur`an;
Yang Pertama : Surat al-Baqoroh ayat 177.
Yang Kedua : Surat al-Qomar ayat 49.

Dalam ayat yang pertama; disebutkan tentang keimanan kepada;
1. Allah,
2. Hari akhir,
3. Malaikat-malaikat,
4. Kitab-kitab, dan
5. Para nabi.

yang keenam; disebutkan dalam ayat yang kedua; yaitu beriman kepada takdir.

Dua ayat tersebut mewakili dalil-dalil dari al-Qur`an yang mulia.

Insya Allah pada pelajaran mendatang akan disebutkan dalil tentang rukun iman dari sunnah (atau dari hadits yang shohih).

Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣0️⃣)
—--------------------------------------—

DALIL-DALIL TENTANG RUKUN-RUKUN IMAN DARI HADITS
( Lanjutan )

Kali ini kita melanjutkan pembahasan tentang dalil-dalil yang menyebutkan tentang rukun-rukun iman, namun kali ini dari hadits Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- .

Di sebutkan dalam kitab ”Shohih Muslim” dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat Umar ibnul Khotthob -rodhiyallahu ‘anhu- ;

➡️ “Tentang kisah malaikat Jibril yang menampakkan diri dalam rupa manusia dihadapan nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- , bertanya tentang beberapa hal; diantara pertanyaan itu berisi tentang perihal keimanan;

🔘 ia mengatakan;

فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ

”Kabarkan kepadaku tentang keimanan!”

💯 Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab:

«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»

“Engkau beriman kepada:
1️⃣ Allah,
2️⃣ malaikat-malaikat Nya,
3️⃣ Kitab-kitab Nya,
4️⃣ Para Rasul Nya,
5️⃣ Hari akhir, dan
6️⃣ Takdir yang baik dan yang buruk.

📎 [ HR. Muslim no. 1-(8) ] , derajat hadits: Shohih. ,
dishohihkan asy-Syaikh al-Albani –rohimahullah- dalam kita “al-Misykah” no. 2.


Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣1️⃣)
—--------------------------------------—

RUKUN IMAN YANG PERTAMA

IMAN KEPADA ALLAH -Ta’ala-


🔰 Iman kepada Allah -Ta’ala- mengandung empat perkara;

1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.

Maksudnya: beriman , yakin dan percaya bahwa Allah -Ta’ala- itu ada.

2️⃣- Yang Kedua: Beriman terhadap rububiyyah Allah -Ta’ala-.

Maksudnya: beriman, yakin dan percaya bahwa Allah -Ta’ala- memiliki sifat-sifat rububiyyah (yakni; sifat-sifat ketuhanan) seperti; Pencipta, Penguasa dan Yang memiliki alam semesta, serta Yang mengatur segala urusan di alam semesta ini dengan perintah-perintah Nya.

3️⃣- Yang Ketiga: Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-.

Maksudnya: beriman , yakin dan percaya bahwa Allah -Ta’ala- ; Dialah satu-satunya dzat yang berhak dan pantas disembah serta diibadahi. Adapun selain Allah -Ta’ala- mereka adalah sesembahan yang batil; tidak pantas dan tidak berhak untuk disembah atau diibadahi.

4️⃣- Yang Keempat: Beriman terhadap asma` wa shifat Allah -Ta’ala- (yakni; nama-nama dan sifat-sifat Nya).

Maksudnya: beriman , yakin dan percaya bahwa Allah -Ta’ala- memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang baik serta maha tinggi yang disebutkan dalam al-Qur`an dan hadits.
Kemudian menetapkan nama-nama dan sifat-sifat tersebut untuk Allah -Ta’ala- sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, tanpa melakukan tahrif (penyelewengan makna), ta’thil (penolakan) , takyif (mempertanyakan bagaimananya), dan tanpa melakukan tasybih (penyerupaan dengan makhluk).

[ Disarikan dari kitab “Syarah Tsalatsatil Ushul” karya; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- ]

✔️💯 Pembahasan rinci tentang empat kandungan rukun Iman akan kita bahas pada pelajaran mendatang -insya Allah-.

Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣2️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA (Bagian Pertama)

(Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.

Para pembaca yang budiman, wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala- bisa ditunjukkan dengan empat hal;
1️⃣ - Fitrah Manusia ,
2️⃣ - Logika yang masuk akal ,
3️⃣ - Dalil dalam agama , serta
4️⃣ - Panca Indera Manusia ,
[ Lihat "Syarah Tsalatsatil Ushul" hal. 80 – 82. ]

Adapun rincian pembahasan dari empat hal tersebut adalah sebagai berikut;
1️⃣ - Fitrah Manusia -yang diartikan dalam KBBI dengan sifat asal (pembawaan) manusia (pada saat diciptakan, -pen.)- adalah beriman dan mengakui keberadaan Allah -Ta’ala- (Yang Maha Tinggi).

🔰 Allah -Ta’ala- kabarkan tentang keadaan fitrah ini dalam al-Qur`an:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” 📎 [ Surat Al-A’rof ; ayat 172 ]

➡️ Rasulullah -shollallahu 'alaihi wasallam- menjelaskan, sebetulnya semua manusia dilahirkan di atas fitrah tersebut, hanya saja orang tua mereka menjadikan fitrah tersebut rusak. Beliau -shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ...»

”Semua anak dilahirkan di atas fitrah tersebut, kedua orang tua mereka lah yang menjadikan anak itu yahudi, nasrani, atau majusi.... .”
📎 [ HR. Al-Bukhori no. 1385 dan Muslim no. 2658-(22) ]

Contoh dalam Kehidupan;
Dalam kitab “Majmu’ Fatawa wa Rosail” (3/149) Syekh Ibnu Utsaimin -rohimahullah- mengisahkan;
“...Sebagian orang kafir yang mengingkari tuhan mengatakan dalam celotehannya ”Ya Allah!” , ia ucapkan itu tanpa sadar ketika tiba-tiba ditimpa sesuatu yang membahayakan dirinya-.”


Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣3️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA (Bagian Kedua)

( Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah-
〰️〰️

1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.
Berdasarkan logika yang masuk akal, yang bisa diterima secara logis.

Masih tentang Rukun Iman Yang Pertama , Pembahasan tentang Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-. Pada pembahasan yang lalu kita telah membahas fitrah manusia dalam mengetahui wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala-.

Sekarang mari kita simak pembahasan mengetahui wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala- dengan logika yang masuk akal.

✔️ Coba kita renungkan keberadaan makhluk-makhluk yang ada di muka bumi sejak zaman dahulu hingga sekarang. Makhluk-makhluk itu seharusnya ada yang mendatangkan atau menciptakan karena 2 alasan logis berikut ini;

1️⃣ Yang Pertama: Makhluk tidak mungkin bisa menciptakan dirinya sendiri,
Karena sebelum tercipta mereka tidak pernah ada sama sekali.
Sehingga, bagaimana mungkin sesuatu yang tidak ada bisa menciptakan dirinya sendiri.

2️⃣ Yang Kedua: Kehidupan makhluk yang begitu teratur, saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya tidak mungkin ada secara kebetulan.
Mau tidak mau kita harus meyakini adanya pencipta dan pengatur. Dan umat Islam yakin; Allah –lah yang mencipta dan mengatur kehidupan makhuk ini. Sehingga seluruh alam semesta ini berjalan dengan sangat teratur, tidak ada yang bertabrakan sedikit pun.

Pendalilan logis yang disebutkan di atas tentu saja didukung dalil dari Al-Qur`an. Di dalam surat Ath-Thur ayat 35 Allah -Ta’ala- berfirman:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

”Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” [ QS. Ath-Thur : 35 ]

Makna ayat tersebut –kata Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- , “Apakah mereka diciptakan tanpa pencipta? Ataukah mereka bisa menciptakan diri mereka sendiri? Dan jawabannya jelas pasti bahwa pencipta mereka adalah Allah -Yang Maha Suci dan Maha Tinggi-.”

📎 Contoh Logis;
Katakan saja, Ada seseorang membangun sebuah istana yang dikelilingi tembok dan sungai, berisi kuda dan para penghuni yang lain, dihiasi dengan hiasan-hiasan yang sangat indah.
Kemudian ada orang yang menyatakan; “Istana yang indah tersebut dengan segala isinya menciptakan dirinya sendiri, atau tiba-tiba ada tanpa ada yang membangun,
❗️ Niscaya Anda akan mengingkari pernyataan orang tadi, mendustakan dia, atau bahkan menganggap bodoh ucapan tersebut.

💯 Sekarang coba Anda bandingkan dengan penciptaan alam semesta yang begitu teratur, di dalamnya terdapat galaksi, bintang-bintang, planet-planet dan yang lainnya, seluruhnya berjalan, beredar, mengorbit begitu teratur. Pertanyaannya: ”Apakah semua itu bisa menciptakan dirinya sendiri, atau tiba-tiba ada tanpa pencipta?”

Kesimpulan kami; Seluruh alam semesta yang penuh dengan keteraturan ini pasti ada yang mencipta dan mengatur, dan itu adalah Allah -Yang Maha Esa-.

➡️ [ Silahkan lihat kitab “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 80-82 ]

Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....




.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣4️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA (Bagian Ketiga)

( Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.

🔰 Telah kita bahas bersama bahwa perkara-perkara yang menunjukkan keberadaan Allah –Ta’ala- ada empat (4) ;
1️⃣ - Fitrah Manusia ,
2️⃣ - Logika yang masuk akal ,
3️⃣ - Dalil dalam agama , dan
4️⃣ - Panca Indera Manusia ,

Poin pertama dan kedua telah kita bahas, walhamdulillah.

🔰 Sekarang kita masuk pada poin yang ketiga; insya Allah.
〰️〰️〰️

3️⃣ - Dalil dalam agama
MaksudnyaKandungan Al-Qur`an dan kitab-kitab sebelumnya menunjukkan keberadaan Allah -Ta’ala- Yang Maha Bijaksana dan Maha Mampu atas segala sesuatu.

🔘 Hal ini bisa kita lihat dari beberapa sisi;

1️⃣- Sisi Yang Pertama: Hukum yang terkandung di dalamnya;
Perlu kita ketahui bersama, bahwa seluruh hukum, keputusan, ketetapan, dan peraturan yang disebutkan dalam kitab-kitab tersebut mengandung maslahat (kebaikan) untuk seluruh umat manusia, dan makhluk lain di muka bumi.
✔️ Hal ini lah yang menunjukkan bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Tuhan Yang Maha Bijaksana, Yang mengetahui seluruh kebaikan untuk makhlukNya, karena hanya Allah lah yang mampu membuat hukum yang begitu sempurna untuk kemaslahatan umat manusia.

2️⃣- Sisi Yang Kedua: Berita-berita yang dikabarkan di dalamnya;
Dari berita-berita dan kabar-kabar yang disebutkan kita bisa tahu bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Tuhan Yang Maha Mampu untuk merealisasikan berita dan kabar-kabarNya, dan Maha Mengetahui.
Pasalnya, kabar dan berita-berita tersebut benar-benar terjadi dan bahkan dibenarkan oleh fakta.
Kalau bukan Allah Yang Maha Mampu niscaya itu semua hanya sekedar berita dan kabar yang tak pernah terjadi.

➡️ [ Silahkan lihat kitab “Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 82 ]

〰️〰️〰️
🍃 Sebagai renungan kita seluruhnya , 🍃
Mari kita perhatikan Al-Qur`an yakni kitab suci terakhir yang diturunkan kepada nabi Muhammad -shollallahu ‘alaihi wasallam- -kitab suci umat Islam-.
Apabila Al-Qur`an berasal dari selain Allah -Ta’ala- niscaya akan dijumpai banyak pertentangan di dalamnya;
Dari sisi hukum; akan dijumpai hukum-hukum yang timpang, tidak adil dan tidak sempurna,
Dari sisi berita-berita; akan dijumpai berita-berita atau kabar-kabar yang tidak serasi, janggal, bertentangan dengan berita yang disebutkan dalam ayat lain.

📎 Allah -Ta’ala- mengingatkan;

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا (82)

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [ QS. An-Nisaa: 82 ]



Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣5️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA (Bagian Keempat)

( Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

1️⃣- Yang Pertama, Tentang Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.

🔰 Dari empat (4) perkara yang menunjukkan keberadaan Allah -Ta’ala- , sekarang kita masuk yang keempat; Yaitu:
4️⃣ - Panca Indera Manusia ,
Mengetahui keberadaan Allah -Ta’ala- dengan memanfaatkan pancaindra memiliki dua sisi;

🍃1️⃣ Sisi Pertama; Kita bisa mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang memohon kepada Allah -Ta’ala- serta pertolongan Allah -Ta’ala- yang diberikan terhadap orang-orang yang meminta pertolonganNya tatkala tertimpa kesulitan.

➡️ Contohnya seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat berikut;

〰️1️⃣ Surat Al-Anbiya ayat 76 ; Allah -Ta’ala- berfirman;

وَنُوحًا إِذْ نَادَى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

”Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.”

〰️2️⃣ Surat Al-Anfal ayat 9 ; Allah -Ta’ala- berfirman;

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

”(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."

〰️3️⃣ Kisah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersama seorang arab badui,

“Pada saat Rasul sedang khuthbah di hari Jum’at, masuklah seorang arab badui mengeluhkan masa paceklik yang mengakibatkan hancurnya harta benda dan kelaparan. Orang ini meminta tolong kepada Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- untuk memohon kebaikan kepada Allah -Ta’ala- ;
Seketika itu pula Rasul mengangkat kedua tangannya seraya berdoa,

🔰 Shahabat Anas -rodhiyallahu ‘anhu- mengatakan; saat itu kami tidak melihat gumpalan awan sama sekali.
Namun demi Allah –yang jiwaku ada di tangan-Nya-, tatkala Rasul meletakkan tangannya kami melihat awan bergerak sebesar gunung. Kemudian saat itu pula aku melihat hujan turun membasahi jenggot beliau, dalam keadaan beliau belum turun dari mimbarnya. Sejak hari itu hujan turun ditengah-tengah kami, hari demi hari –selama satu pekan.
Jum’at berikutnya –yakni Satu pekan kemudian- berdirilah Arab badui tersebut atau wakilnya mengatakan; “Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh dan harta benda yang hanyut tenggelam. Berdoalah kepada Allah -Ta’ala- memohon kebaikan untuk kami.”
Rasul pun mengangkat kedua tangannya, sembari berdoa:

«اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا»

”Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeling kami saja dan jangan sampai menimbulkan kerugian bagi kami.”

Ketika beliau hendak menunjuk sebuah awan dengan tangannya di langit, awan tersebut telah hilang.

[ HR. Al-Bukhori no. 933 dan Muslim no. 897-(8) ]

Ketiga contoh dalam dalil-dalil di atas menunjukkan terkabulnya sebuah permohonan dalam doa. Sebagai umat Islam kita yakin, bahwa yang mengabulkan doa adalah Allah <i>-Ta’ala-</i> yang menyatakan;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

<b>”Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”</b> [ <b>Surat Al-Mukmin</b> ayat 60 ]

🍃2️⃣ Sisi Yang Kedua; adalah mukjizat para nabi, namun secara panjang lebar akan kita bahas pada edisi mendatang, insya Allah.



Wallahu a’lamu bisshowab.

bersambung insya Allah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣6️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA (Bagian Kelima)

( Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

1️⃣- Masih tentang Beriman terhadap wujud Allah -Ta’ala-.
Masuk pada rincian keempat ( 4️⃣ ), tentang PancaIndra Manusia yang bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan Allah -Ta'ala- ,

➡️ Secara garis besar ada dua sisi yang harus kita pahami;

🍃1️⃣ Sisi Yang Pertama; Kita bisa mendengar dengan pancaindra kita dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang memohon kepada Allah -Ta’ala- serta meminta pertolongan kepada-Nya. Sebagaimana telah kita baca pada pembahasan yang lalu.

🍃2️⃣ Sisi Yang Kedua; adalah mukjizat para nabi. (Pembahasan kali ini).

Manusia yang hidup saat itu bisa menggunakan pancaindranya untuk menyaksikan dan mendengarkan mukjizat para Rasul, sebagai suatu hal yang berada di luar batas nalar manusia.

💯 Allah -Ta’ala- memberikan kepada para Rasul mukjizat untuk menolong dan menguatkan mereka. Di sisi lain, mukjizat juga menjadi tanda yang nyata bahwa mereka benar-benar utusan Allah -Ta’ala-.
Berikut ini contoh-contohnya,

〰️1️⃣ Pertama: Mukjizat Nabi Musa -‘alaihissalam-; Terbelahnya laut,

Al-Kisah, Nabi Musa -‘alaihissalam- diperintah untuk memukulkan tongkat ke laut, tanpa diduga laut dihadapan beliau terbelah dan menjadi 12 jalan yang betul-betul kering. Sementara air laut bagaikan gunung berada di kanan-kiri jalan, tinggi menjulang.

Allah -Ta’ala- berfirman:

فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

” Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” [ Asy-Syu’ara : 63 ]

〰️2️⃣ Kedua: Mukjizat Nabi Isa -‘alaihissalam-.
Dengan Izin Allah -Ta’ala- , Beliau menghidupkan orang mati dan mengeluarkannya dari kubur.

Allah -Ta’ala- berfirman, menceritakan ucapan Nabi Isa -‘alaihissalam-,

وَأُحْيِ الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ

”...dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.” [ Ali Imran : 49 ]

Dalam ayat lain, Allah -Ta’ala- berfirman:

وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي

”... dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku.” [ Al-Maidah :110 ]

〰️3️⃣ Ketiga: Mukjizat Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam-; Terbelahnya bulan.

Saat orang-orang Quraisy meminta beliau untuk menunjukkan bukti kenabian, Beliau menunjuk kepada bulan, Namun apa yang terjadi? Bulan tiba-tiba terbelah menjadi dua. Satu hal yang tak masuk di akal namun seluruh manusia bisa menyaksikannya.

Allah -Ta'ala- berfirman;

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقّ الْقَمَرُ وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ}

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan, (1).
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus, (2).”

[ Al-Qomar :1 - 2]

🍃 Itu adalah sebagian mukjizat para Rasul yang diberikan kepada mereka untuk menolong serta menguatkan kedudukan mereka. Di mana hal itu menunjukkan akan keberadaan Allah -Ta’ala- yang telah nyata mengutus mereka dengan membawa kebenaran sejati.

Wallahu a’lamu bisshowab.
bersambung insya Allah....
.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣7️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA


( Disadur dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

Telah kita lalui penjelasan pada pembahasan yang lalu (https://t.me/warisansalaf/1805
) bahwa Rukun Iman Yang Pertama mengandung empat perkara:
1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala-.
2️⃣- Yang Kedua: Beriman terhadap rububiyyah Allah -Ta’ala-.
3️⃣- Yang Ketiga: Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-.
4️⃣- Yang Keempat: Beriman terhadap asma` wa shifat Allah -Ta’ala-. (yakni; nama-nama dan sifat-sifat Nya).

Sekarang kita masuk bagian Yang Kedua : Beriman terhadap rububiyyah Allah -Ta’ala-.

Kata ”Rububiyyah” tak lepas dari perubahan kata ”Rabb” (baca: ’Robb’ ) yang sering diartikan dengan ’tuhan’.

Kata ”Rububiyyah” itu sendiri bisa diartikan dengan ‘sifat-sifat ketuhanan’. Seperti: Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Memerintah, dan sebagainya.

Sebagai seorang muslim, kita berikan sifat-sifat ketuhanan itu hanya kepada Allah -Ta’ala- saja, tidak kepada yang lain.
Kita juga harus yakin bahwa selain Allah -Ta’ala- tidak memiliki sifat-sifat tersebut.

Kita ucapkan ,

لا خالق إلا الله، لا مالك إلا الله، لا أمر إلا له

“Tidak ada yang bisa mencipta (segala sesuatu) kecuali Allah, Tidak ada yang menguasai (alam semesta ini) kecuali Allah, Tidak ada perintah (yang bersifat mutlak) kecuali perintah-Nya.”

Hal itu selaras dengan firmah Allah -Ta’ala-,

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

”Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-A’raaf: 54 ]

dan dalam ayat yang lain (yang artinya),
”Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan (Yakni kerajaan yang sempurna mencakup seluruh alam semesta). Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. [ Fathir : 13 ]

💥💢 Tidak ada yang mengingkari pernyataan ini kecuali orang yang sombong, dalam keadaan ia tidak yakin akan kebenaran ucapannya sendiri.

Kita sebut saja Fir’aun sebagai satu contoh. Sosok Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan juga meyakini sifat-sifat rububiyyah Allah -Ta’ala- dalam hati, padahal lisan dan perbuatannya mengingkari hal tersebut.
Nabi Musa -‘alaihissalam- pernah berkata kepada Fir’aun (yang artinya), "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir'aun, seorang yang akan binasa." [ Al-Israa`: 102 ]

Allah -Ta’ala- menyatakan,

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

”Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. [ An-Naml: 14 ]

[ Lihat selengkapnya di kitab "Syarah Tsalatsatul Ushul" hal. 84 ]

💯 (Catatan): “Sebagai pelajaran bagi kita dari kisah Fir’aun, bahwa sebuah keyakinan hati tentang keimanan belumlah cukup untuk menjadikan seseorang itu mukmin, sampai ia mengucapkan dan membuktikannya dengan perbuatan.”


Wallahu a’lamu bisshowab.
bersambung insya Allah....


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣8️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA


( Disadur dan diringkas dari penjelasan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin -rohimahullah- )
〰️〰️

Telah kita lalui penjelasan pada pembahasan yang lalu bahwa Rukun Iman Yang Pertama mengandung empat perkara:
1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala-.
2️⃣- Yang Kedua: Beriman terhadap rububiyyah Allah -Ta’ala-.
3️⃣- Yang Ketiga: Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-.
4️⃣- Yang Keempat: Beriman terhadap asma` wa shifat Allah -Ta’ala-. (yakni; nama-nama dan sifat-sifat Nya).

Dan sekarang kita masuk bagian Yang Ketiga,
Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-.

Kata ”Uluhiyyah” tak lepas dari perubahan kata ”ilah” yang sering diartikan dengan ’tuhan yang disembah’,

✔️ Sehingga makna kalimat 'Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-' adalah beriman (yakin, percaya, membenarkan) bahwa Allah -Ta’ala- adalah satu-satunya tuhan yang berhak disembah –tiada sekutu bagi-Nya-. Kita menyembahNYa dengan penuh kecintaan dan pengagungan.

📎 Di antara dalil dalam masalah ini adalah;
1️⃣ - Surat Al-Baqarah ayat 163,

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

”Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [ Al -Baqarah :163 ]

2️⃣ - Surat Al-Hajj ayat 62

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

”(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. [ Al-Hajj :62 ]

➡️ Imam Ibnu Katsir -rohimahullah- menjelaskan,
” Semua yang disembah selain Allah –Ta’ala- adalah tuhan yang batil. Karena mereka tidak bisa mendatangkan kerugian dan atau manfaat (yang nyata.)” [ Tafsir Ibnu Katsir, 5/449 ]

💢 Kebatilan sesembahan kaum musyrikin bisa dilihat dari 2 hal, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an,

Yang Pertama Sesembahan-sesembahan itu tidak memiliki sifat-sifat uluhiyyah,
Mereka sejatinya makhluk (yang diciptakan) dan tidak bisa mencipta,
Mereka tidak bisa memberikan manfaat dan tidak bisa menolak madhorot (kerugian),
Mereka tidak bisa menghidupkan dan mematikan,
Mereka tidak memiliki kekuasaan sedikitpun di langit-langit sana, tidak pula menjadi sekutu bagi Allah -Ta’ala- .

〰️ Allah -Ta’ala- berfirman (artinya),

(191) ”Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.”
(192) ” Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan.”
[ Al-A’raf ;191-192 ]

Yang Kedua Orang-orang musyrikin (di masa Rasul) meyakini bahwasanya Allah -Ta’ala- adalah satu-satunya pencipta, namun mereka berbuat kesyirikan.

〰️ Allah -Ta’ala- berfirman (artinya),

”Dan sungguh apabila kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah )?
[ Az-Zukhruf : 87 ]


Wallahu a’lamu bisshowab.
bersambung insya Allah....

.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8️⃣9️⃣)
—--------------------------------------—

RINCIAN RUKUN IMAN YANG PERTAMA
〰️〰️〰️

Telah kita lalui penjelasan pada pembahasan yang lalu bahwa Rukun Iman Yang Pertama mengandung empat perkara:
1️⃣- Yang Pertama: Beriman terhadap wujud (keberadaan) Allah -Ta’ala-.
2️⃣- Yang Kedua: Beriman terhadap rububiyyah Allah -Ta’ala-.
3️⃣- Yang Ketiga: Beriman terhadap uluhiyyah Allah -Ta’ala-.
4️⃣- Yang Keempat: Beriman terhadap asma` wa shifat Allah -Ta’ala-. (yakni; nama-nama dan sifat-sifat Nya).

📎 Dan sekarang kita masuk bagian Yang Keempat,
Beriman terhadap asma` wa shifat Allah -Ta’ala-. (yakni; nama-nama dan sifat-sifat Nya).

🌺 Syaikh Ibnu Utsaimin -rohimahullah- menjelaskan maksud dari perkara yang keempat ini adalah:

“Menetapkan semua nama dan sifat yang ditetapkan Allah -Ta’ala- untuk Diri-Nya dalam al-Quran dan Hadits, Dengan penetapan yang sesuai dengan (kemuliaan dan keagungan) Nya.

Tanpa melakukan 4 hal;
- Tahrif (memalingkan makna yang tampak kepada makna lain tanpa dasar),
- Ta’thil (menolak nama dan atau sifat),
- Takyif (mempertanyakan bagaimana sifat Allah), dan
- Tamtsil (mempermisalkan sifat Allah).

[ Lihat ”Syarah Tsalatsatil Ushul” hal. 88 ]

🌷 Berikut ini beberapa kaidah penting yang terkait;

1️⃣ Nama-nama Allah -Ta’ala- seluruhnya baik tidak mengandung cacat ataupun kekurangan.

Allah -Ta’ala- berfirman (artinya): ”Hanya milik Allah asmaa-ul husna (nama-nama yang baik lagi sempurna).” [ Al-A’raaf : 180 ]

2️⃣ Sifat-sifat Allah -Ta’ala- seluruhnya maha tinggi tidak mengandung kekurangan dari sisi manapun.

Allah -Ta’ala- berfirman:

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَى

”dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi.” [ An-Nahl : 60 ]

3️⃣ Tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengan Allah -Ta’ala- walaupun sama dalam penamaan sifat, karena Allah -Ta’ala- maha mulia lagi maha tinggi.

Allah -Ta’ala- berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” [ Asy-Syuro : 11 ]

4️⃣ Nama-nama Allah -Ta’ala- tidak terbatas dengan jumlah tertentu.

Dalam penggalan sebuah doa , Rasul -shollallahu ‘alaihi wasallam- menyatakan;

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،...

”Aku memohon kepada-Mu –dengan segenap nama yang Engkau miliki, yang Engkau sematkan untuk dirimu, (nama-nama) yang Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau (nama-nama) yang Engkau turunkan dalam kitab-kitab-Mu, atau (nama-nama) yang Engkau sembunyikan pada perbendaharaan ilmu ghaib yang Engkau miliki,...” 📎 [ HR. Ahmad (3712) , al-Hakim (1877) , dan selainnya. ]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rohimahullah- menjelaskan: “Hadits ini menunjukkan nama-nama Allah lebih dari sembilan puluh sembilan nama.” [ Majmu’ Fatawa (6/381) ]

Sembilan puluh sembilan nama di antaranya disebutkan dalam Al-Qur`an dan hadits.

5️⃣ Dalam setiap nama Allah mengandung sifat yang terkait.
Misal: nama Ar-Rahman (yang maha penyayang) – mengandung sifat penyayang dan pengasih.

[ Disadur dari kitab "Ta'liq Mukhtashor 'ala Lum'atil I'tiqod" karya Syaikh al-Utsaimin ]


Wallahu a’lamu bisshowab.
bersambung ...


.........................
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
.........................

#ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🌍 ARSIP PELAJARAN KITAB TSALATSATUL USHUL 1️⃣ Sampai 3️⃣0️⃣



Bismillah, berikut ini kami rangkumkan pelajaran kitab Tsalatsatul Ushul atau al-Ushulus Tsalatsah, dengan harapan dapat memudahkan para pembaca yang ingin mengulang kembali pelajaran yang pernah disampaikan:

📗 PELAJARAN 1️⃣
(Mukadimah)
https://t.me/warisansalaf/75

📗 PELAJARAN 2️⃣
https://t.me/warisansalaf/93

📗 PELAJARAN 3️⃣
https://t.me/warisansalaf/114

📗 PELAJARAN 4️⃣
https://t.me/warisansalaf/149

📗 PELAJARAN 5️⃣
https://t.me/warisansalaf/150

📗 PELAJARAN 6️⃣
https://t.me/warisansalaf/165

📗 PELAJARAN 7️⃣
https://t.me/warisansalaf/199

📗 PELAJARAN 8️⃣ BAG 1️⃣
https://t.me/warisansalaf/206

📗 PELAJARAN 8️⃣ BAG 2️⃣
https://t.me/warisansalaf/212

📗 PELAJARAN 9️⃣
https://t.me/warisansalaf/221

📗 PELAJARAN 🔟
https://t.me/warisansalaf/228

📗 PELAJARAN 1️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/236

📗 PELAJARAN 1️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/241

📗 PELAJARAN 1️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/251

📗 PELAJARAN 1️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/259

📗 PELAJARAN 1️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/268

📗 PELAJARAN 1️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/515

📗 PELAJARAN 1️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/518

📗 PELAJARAN 1️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/524

📗 PELAJARAN 1️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/531

📗 PELAJARAN 2️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/538

📗 PELAJARAN 2️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/541

📗 PELAJARAN 2️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/548

📗 PELAJARAN 2️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/555

📗 PELAJARAN 2️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/556

📗 PELAJARAN 2️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/571

📗 PELAJARAN 2️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/576

📗 PELAJARAN 2️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/586

📗 PELAJARAN 2️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/590

📗 PELAJARAN 2️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/600

📗 PELAJARAN 3️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/614

Bersambung ....

#arsip #aqidah #ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1💯1
🌍 ARSIP PELAJARAN KITAB TSALATSATUL USHUL 3️⃣1️⃣ Sampai 6️⃣0️⃣



Bismillah, berikut ini kami rangkumkan pelajaran kitab Tsalatsatul Ushul atau al-Ushulus Tsalatsah, dengan harapan dapat memudahkan para pembaca yang ingin mengulang kembali pelajaran yang pernah disampaikan:

📗 PELAJARAN 3️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/622

📗 PELAJARAN 3️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/638

📗 PELAJARAN 3️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/643

📗 PELAJARAN 3️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/649

📗 PELAJARAN 3️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/667

📗 PELAJARAN 3️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/672

📗 PELAJARAN 3️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/679

📗 PELAJARAN 3️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/684

📗 PELAJARAN 3️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/689

📗 PELAJARAN 4️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/699

📗 PELAJARAN 4️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/710

📗 PELAJARAN 4️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/719

📗 PELAJARAN 4️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/737

📗 PELAJARAN 4️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/751

📗 PELAJARAN 4️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/769

📗 PELAJARAN 4️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/783

📗 PELAJARAN 4️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/790

📗 PELAJARAN 4️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/849

📗 PELAJARAN 4️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/860

📗 PELAJARAN 5️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/868

📗 PELAJARAN 5️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/888

📗 PELAJARAN 5️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/943

📗 PELAJARAN 5️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/951

📗 PELAJARAN 5️⃣4️⃣ BAG 1️⃣
https://t.me/warisansalaf/957

📗 PELAJARAN 5️⃣4️⃣ BAG 2️⃣
https://t.me/warisansalaf/969

📗 PELAJARAN 5️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/1060

📗 PELAJARAN 5️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/1252

📗 PELAJARAN 5️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/1256

📗 PELAJARAN 5️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/1277

📗 PELAJARAN 5️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/1329

📗 PELAJARAN 6️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/1339

#arsip #aqidah #ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🌍 ARSIP PELAJARAN KITAB TSALATSATUL USHUL 6️⃣1️⃣ Sampai 8️⃣9️⃣



Bismillah, berikut ini kami rangkumkan pelajaran kitab Tsalatsatul Ushul atau al-Ushulus Tsalatsah, dengan harapan dapat memudahkan para pembaca yang ingin mengulang kembali pelajaran yang pernah disampaikan:

📗 PELAJARAN 6️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/1407

📗 PELAJARAN 6️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/1420

📗 PELAJARAN 6️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/1427

📗 PELAJARAN 6️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/1431

📗 PELAJARAN 6️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/1440

📗 PELAJARAN 6️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/1458

📗 PELAJARAN 6️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/1521

📗 PELAJARAN 6️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/1534

📗 PELAJARAN 6️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/1538

📗 PELAJARAN 7️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/1542

📗 PELAJARAN 7️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/1615

📗 PELAJARAN 7️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/1620

📗 PELAJARAN 7️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/1749

📗 PELAJARAN 7️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/1759

📗 PELAJARAN 7️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/1772

📗 PELAJARAN 7️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/1781

📗 PELAJARAN 7️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/1789

📗 PELAJARAN 7️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/1799

📗 PELAJARAN 7️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/1801

📗 PELAJARAN 8️⃣0️⃣
https://t.me/warisansalaf/1804

📗 PELAJARAN 8️⃣1️⃣
https://t.me/warisansalaf/1805

📗 PELAJARAN 8️⃣2️⃣
https://t.me/warisansalaf/1810

📗 PELAJARAN 8️⃣3️⃣
https://t.me/warisansalaf/1869

📗 PELAJARAN 8️⃣4️⃣
https://t.me/warisansalaf/1870

📗 PELAJARAN 8️⃣5️⃣
https://t.me/warisansalaf/1873

📗 PELAJARAN 8️⃣6️⃣
https://t.me/warisansalaf/1878

📗 PELAJARAN 8️⃣7️⃣
https://t.me/warisansalaf/1882

📗 PELAJARAN 8️⃣8️⃣
https://t.me/warisansalaf/1885

📗 PELAJARAN 8️⃣9️⃣
https://t.me/warisansalaf/1905


#arsip #aqidah #ushultsalatsah
〰️〰️〰️〰️
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👆🏻 PDF + AUDIO MATAN AL-USHUL ATS-TSALATSAH

📀 Qori: Yasir Salamah
📗 Size: 9 mb

#audio #matan #ushultsalatsah