✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 3️⃣
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi sebagian masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan Suro memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat sehingga tidak layak dijadikan waktu untuk pesta atau berbagai bentuk kesenangan. Karena itu, banyak kegiatan dan rencana penting yang ditunda, bahkan dibatalkan.
📌 Lebih dari itu, sebagian mereka meyakini bahwa orang yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan tertimpa musibah atau malapetaka. Di antara contohnya adalah pernikahan. Masyarakat Jawa pada umumnya enggan menikahkan putra-putri mereka pada bulan ini karena khawatir akan datang petaka atau kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya alasan mengapa bulan Muharram dianggap sebagai bulan keramat yang penuh pantangan, umumnya tidak ditemukan jawaban yang jelas selain ungkapan, "Beginilah tradisi kami," atau, "Beginilah yang diajarkan oleh orang tua dan leluhur kami."
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau ajaran leluhur tanpa bimbingan syariat Islam adalah sesuatu yang tercela. Bahkan, sikap semacam ini merupakan ciri kaum jahiliyah dan para penyembah berhala. Allah Ta'ala mengabadikan ucapan kaum musyrikin Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meninggalkan kesyirikan:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
☑️ Demikian pula Fir'aun. Ketika Nabi Musa 'alaihis salam mengajaknya beriman kepada Allah, ia justru berkata:
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya?” (QS. Yunus: 78)
☑️ Adapun keyakinan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang membawa kesialan untuk melakukan aktivitas tertentu, maka dalam Islam hal tersebut termasuk tathayyur atau thiyarah, yaitu keyakinan adanya kesialan atau keberuntungan yang dikaitkan dengan waktu, tempat, atau kejadian tertentu.
☑️ Keyakinan seperti ini telah dikenal sejak masa jahiliyah. Ketika Islam datang, keyakinan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang wajib ditinggalkan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A'raf: 131)
☑️ Di antara dalil yang menunjukkan bahwa tathayyur atau thiyarah termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
"Thiyarah adalah kesyirikan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
📌 Apabila kita telah mengetahui bahwa keyakinan tentang kesialan atau keberuntungan semacam itu termasuk perbuatan syirik, maka kewajiban kita adalah menjauhinya dan menjauhkan keluarga kita darinya. Dengan demikian, kita dan keluarga dapat terhindar dari dosa yang paling besar, yaitu dosa syirik kepada Allah Ta'ala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi sebagian masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan Suro memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat sehingga tidak layak dijadikan waktu untuk pesta atau berbagai bentuk kesenangan. Karena itu, banyak kegiatan dan rencana penting yang ditunda, bahkan dibatalkan.
📌 Lebih dari itu, sebagian mereka meyakini bahwa orang yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan tertimpa musibah atau malapetaka. Di antara contohnya adalah pernikahan. Masyarakat Jawa pada umumnya enggan menikahkan putra-putri mereka pada bulan ini karena khawatir akan datang petaka atau kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya alasan mengapa bulan Muharram dianggap sebagai bulan keramat yang penuh pantangan, umumnya tidak ditemukan jawaban yang jelas selain ungkapan, "Beginilah tradisi kami," atau, "Beginilah yang diajarkan oleh orang tua dan leluhur kami."
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau ajaran leluhur tanpa bimbingan syariat Islam adalah sesuatu yang tercela. Bahkan, sikap semacam ini merupakan ciri kaum jahiliyah dan para penyembah berhala. Allah Ta'ala mengabadikan ucapan kaum musyrikin Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meninggalkan kesyirikan:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
☑️ Demikian pula Fir'aun. Ketika Nabi Musa 'alaihis salam mengajaknya beriman kepada Allah, ia justru berkata:
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya?” (QS. Yunus: 78)
☑️ Adapun keyakinan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang membawa kesialan untuk melakukan aktivitas tertentu, maka dalam Islam hal tersebut termasuk tathayyur atau thiyarah, yaitu keyakinan adanya kesialan atau keberuntungan yang dikaitkan dengan waktu, tempat, atau kejadian tertentu.
☑️ Keyakinan seperti ini telah dikenal sejak masa jahiliyah. Ketika Islam datang, keyakinan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang wajib ditinggalkan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A'raf: 131)
☑️ Di antara dalil yang menunjukkan bahwa tathayyur atau thiyarah termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
"Thiyarah adalah kesyirikan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
📌 Apabila kita telah mengetahui bahwa keyakinan tentang kesialan atau keberuntungan semacam itu termasuk perbuatan syirik, maka kewajiban kita adalah menjauhinya dan menjauhkan keluarga kita darinya. Dengan demikian, kita dan keluarga dapat terhindar dari dosa yang paling besar, yaitu dosa syirik kepada Allah Ta'ala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 4️⃣
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
Berbeda dengan sebagian masyarakat Jawa yang menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk menghindari berbagai aktivitas tertentu, orang-orang Syi'ah justru menjadikannya sebagai bulan duka dan belasungkawa.
Setiap tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan peringatan besar-besaran untuk mengenang terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma, di Padang Karbala.
Rangkaian acara tersebut berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram. Sejak awal Muharram sampai menjelang hari ke-10, mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Husainiyah.
Al-Husainiyah adalah tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang Syi'ah untuk berbagai kegiatan keagamaan dan peringatan. Penamaannya diambil dari nama Imam Syi'ah yang ketiga, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Dalam sebagian pawai tersebut, para peserta hanya mengenakan celana atau sarung sementara bagian atas tubuh mereka terbuka. Mereka memukul-mukul dada dan punggung dengan rantai besi hingga meninggalkan bekas luka dan memar yang tampak jelas.
Kemudian, pada acara puncaknya, sebagian dari mereka mengenakan pakaian putih dan ikat kepala putih. Setelah itu mereka melukai kepala atau dahi dengan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya sehingga darah mengalir dari tubuh mereka. Darah yang membasahi pakaian putih tersebut semakin menambah suasana duka, dan tidak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
Bahkan di beberapa tempat, terdapat berbagai praktik lain yang dikaitkan dengan peringatan tersebut. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam sebagian laporan tentang praktik mut'ah masal setelah melakukan kegiatan tersebut oleh kelompok Syi'ah di Lahore, Pakistan. Na'udzu billahi min dzalik.
☑️ Demikian gambaran ringkas sebagian aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang Syi'ah pada bulan Muharram. Sebagaimana telah disebutkan, tujuan utama dari rangkaian acara tersebut adalah untuk mengenang peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma di Karbala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
Berbeda dengan sebagian masyarakat Jawa yang menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk menghindari berbagai aktivitas tertentu, orang-orang Syi'ah justru menjadikannya sebagai bulan duka dan belasungkawa.
Setiap tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan peringatan besar-besaran untuk mengenang terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma, di Padang Karbala.
Rangkaian acara tersebut berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram. Sejak awal Muharram sampai menjelang hari ke-10, mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Husainiyah.
Al-Husainiyah adalah tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang Syi'ah untuk berbagai kegiatan keagamaan dan peringatan. Penamaannya diambil dari nama Imam Syi'ah yang ketiga, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Dalam sebagian pawai tersebut, para peserta hanya mengenakan celana atau sarung sementara bagian atas tubuh mereka terbuka. Mereka memukul-mukul dada dan punggung dengan rantai besi hingga meninggalkan bekas luka dan memar yang tampak jelas.
Kemudian, pada acara puncaknya, sebagian dari mereka mengenakan pakaian putih dan ikat kepala putih. Setelah itu mereka melukai kepala atau dahi dengan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya sehingga darah mengalir dari tubuh mereka. Darah yang membasahi pakaian putih tersebut semakin menambah suasana duka, dan tidak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
Bahkan di beberapa tempat, terdapat berbagai praktik lain yang dikaitkan dengan peringatan tersebut. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam sebagian laporan tentang praktik mut'ah masal setelah melakukan kegiatan tersebut oleh kelompok Syi'ah di Lahore, Pakistan. Na'udzu billahi min dzalik.
☑️ Demikian gambaran ringkas sebagian aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang Syi'ah pada bulan Muharram. Sebagaimana telah disebutkan, tujuan utama dari rangkaian acara tersebut adalah untuk mengenang peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma di Karbala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 5️⃣
Para pembaca rahimakumullah, sebagai kaum muslimin tentu kita turut bersedih atas peristiwa tragis dan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Akan tetapi, Islam mengajarkan agar seseorang yang tertimpa musibah tetap bersikap ridha dan bersabar terhadap takdir Allah. Karena itu, Islam melarang segala bentuk ucapan maupun perbuatan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap ketetapan-Nya, seperti merobek pakaian, menampar pipi, menjambak rambut, meratap secara berlebihan, apalagi melukai diri sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syi'ah.
Bandingkanlah perbuatan tersebut dengan sikap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ahlul Bait beliau ketika menghadapi musibah.
Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putra beliau, Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain bersabar dan mengucapkan:
"Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih. Namun kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami. Sungguh kami bersedih atas perpisahan denganmu, wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau kehilangan paman yang sangat dicintainya, yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maupun Ahlul Bait beliau memukul tubuh mereka dengan rantai atau melukai kepala dan tubuh mereka sebagai bentuk ungkapan duka.
✅ Cara berkabung seperti itu juga tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang wafat terbunuh secara zalim.
☑️ Demikian pula tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudaranya, Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu.
Perbuatan-perbuatan semacam itu mereka jauhi karena tidak ingin terjatuh ke dalam perkara yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan ancaman keras kepada para wanita yang meratap apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan tersebut.
📝 PENUTUP
Para pembaca rahimakumullah, demikianlah sebagian fenomena yang terjadi di tengah umat dalam menyikapi bulan Muharram.
Sebagai seorang muslim, kita harus mampu membedakan antara syariat dan adat.
Syariat wajib didahulukan meskipun bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku. Sebaliknya, adat dan tradisi harus ditinggalkan apabila menyelisihi syariat. Demikianlah prinsip Islam yang benar.
Dengan berpegang teguh kepada syariat, umat akan memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, ketika adat dan tradisi lebih diutamakan daripada petunjuk agama, maka kehinaan dan kerendahan akan menimpa mereka. Inilah yang ditunjukkan dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku." (HR. Al-Bukhari, dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma)
Semoga tulisan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi saudara-saudara kita seiman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, taufik, dan keistiqamahan kepada kita semua.
🤲 Amin ya Rabbal 'alamin.
✍🏻 Selesai.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
Para pembaca rahimakumullah, sebagai kaum muslimin tentu kita turut bersedih atas peristiwa tragis dan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Akan tetapi, Islam mengajarkan agar seseorang yang tertimpa musibah tetap bersikap ridha dan bersabar terhadap takdir Allah. Karena itu, Islam melarang segala bentuk ucapan maupun perbuatan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap ketetapan-Nya, seperti merobek pakaian, menampar pipi, menjambak rambut, meratap secara berlebihan, apalagi melukai diri sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syi'ah.
Bandingkanlah perbuatan tersebut dengan sikap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ahlul Bait beliau ketika menghadapi musibah.
Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putra beliau, Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain bersabar dan mengucapkan:
"Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih. Namun kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami. Sungguh kami bersedih atas perpisahan denganmu, wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau kehilangan paman yang sangat dicintainya, yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maupun Ahlul Bait beliau memukul tubuh mereka dengan rantai atau melukai kepala dan tubuh mereka sebagai bentuk ungkapan duka.
✅ Cara berkabung seperti itu juga tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang wafat terbunuh secara zalim.
☑️ Demikian pula tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudaranya, Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu.
Perbuatan-perbuatan semacam itu mereka jauhi karena tidak ingin terjatuh ke dalam perkara yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan ancaman keras kepada para wanita yang meratap apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan tersebut.
📝 PENUTUP
Para pembaca rahimakumullah, demikianlah sebagian fenomena yang terjadi di tengah umat dalam menyikapi bulan Muharram.
Sebagai seorang muslim, kita harus mampu membedakan antara syariat dan adat.
Syariat wajib didahulukan meskipun bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku. Sebaliknya, adat dan tradisi harus ditinggalkan apabila menyelisihi syariat. Demikianlah prinsip Islam yang benar.
Dengan berpegang teguh kepada syariat, umat akan memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, ketika adat dan tradisi lebih diutamakan daripada petunjuk agama, maka kehinaan dan kerendahan akan menimpa mereka. Inilah yang ditunjukkan dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku." (HR. Al-Bukhari, dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma)
Semoga tulisan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi saudara-saudara kita seiman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, taufik, dan keistiqamahan kepada kita semua.
🤲 Amin ya Rabbal 'alamin.
✍🏻 Selesai.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
MENGENAL BULAN MUHARRAM.pdf
1.1 MB
🌻🌷 UKHTI.... TAHUKAH KAMU? 1️⃣4️⃣
➖➖➖➖
🌸 Wanita Dilarang Bertato, Mencabut Bulu Alis, dan Merenggangkan Gigi Demi Kecantikan
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,
«لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ، وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ»
"Allah melaknat para wanita yang membuat tato dan yang minta ditato, para wanita yang mencabut bulu alis atau minta dicabut bulu alisnya, para wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan, mereka mengubah-ubah ciptaan Allah." (HR. Al-Bukhari. 4604)
🔥 Setiap perbuatan yang diancam dengan laknat oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan tanda bahwa perbuatan itu termasuk dosa besar.
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
➖➖➖➖
🌸 Wanita Dilarang Bertato, Mencabut Bulu Alis, dan Merenggangkan Gigi Demi Kecantikan
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,
«لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ، وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ»
"Allah melaknat para wanita yang membuat tato dan yang minta ditato, para wanita yang mencabut bulu alis atau minta dicabut bulu alisnya, para wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan, mereka mengubah-ubah ciptaan Allah." (HR. Al-Bukhari. 4604)
🔥 Setiap perbuatan yang diancam dengan laknat oleh Allah dan Rasul-Nya merupakan tanda bahwa perbuatan itu termasuk dosa besar.
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
📌⚡️ PERSIS SEPERTI DI MASA KITA SAAT INI!
📋 Ibnu Muflih Al-Hanbali rahimahullah berkata,
"Termasuk hal yang mengherankan yang aku saksikan dan aku cermati (kritisi) dari keadaan manusia adalah betapa sering mereka meratapi:
▫️ Rusaknya rumah-rumah
▫️ Wafatnya kerabat dan para pendahulu,
▫️ Menyesali sempitnya rezeki
▫️ Mencela zaman dan orang-orangnya,
▫️ Mengeluhkan sulitnya kehidupan,
▫️ Membicarakan mahalnya harga-harga,
▫️ Serta kezhaliman para penguasa.
Padahal mereka menyaksikan:
▪️ Runtuhnya ajaran Islam,
▪️ Jauhnya manusia dari masjid-masjid,
▪️ Matinya sunnah-sunnah,
▪️ Tersebarnya berbagai bid'ah,
▪️Dan maraknya kemaksiatan.
🔥 Namun aku hampir tidak menemukan orang yang meratapi agamanya, menangisi kelalaiannya, atau bersedih atas waktu yang telah berlalu tanpa dimanfaatkan untuk kebaikan.
Aku tidak melihat sebab dari semua itu selain karena kecilnya perhatian mereka terhadap agama Islam dan besarnya kecintaan mereka kepada dunia."
📚 Al-Adab Asy-Syar'iyyah (3/240)
وقد رأوا من انهدام الإسلام، والبعد عن المساجد، وموت السنن، وتفشي البدع، وارتكاب المعاصي، فلا أجد منهم من ناح على دينه، ولا بكى على تقصيره، ولا آسى على فائت دهره، وما أرى لذلك سببا إلا قلة مبالاتهم بدين اﻹسلام، وعظم الدنيا في عيونهم».
#Fawaidumum #manhaj #aqidah
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
📋 Ibnu Muflih Al-Hanbali rahimahullah berkata,
"Termasuk hal yang mengherankan yang aku saksikan dan aku cermati (kritisi) dari keadaan manusia adalah betapa sering mereka meratapi:
▫️ Rusaknya rumah-rumah
▫️ Wafatnya kerabat dan para pendahulu,
▫️ Menyesali sempitnya rezeki
▫️ Mencela zaman dan orang-orangnya,
▫️ Mengeluhkan sulitnya kehidupan,
▫️ Membicarakan mahalnya harga-harga,
▫️ Serta kezhaliman para penguasa.
Padahal mereka menyaksikan:
▪️ Runtuhnya ajaran Islam,
▪️ Jauhnya manusia dari masjid-masjid,
▪️ Matinya sunnah-sunnah,
▪️ Tersebarnya berbagai bid'ah,
▪️Dan maraknya kemaksiatan.
🔥 Namun aku hampir tidak menemukan orang yang meratapi agamanya, menangisi kelalaiannya, atau bersedih atas waktu yang telah berlalu tanpa dimanfaatkan untuk kebaikan.
Aku tidak melihat sebab dari semua itu selain karena kecilnya perhatian mereka terhadap agama Islam dan besarnya kecintaan mereka kepada dunia."
📚 Al-Adab Asy-Syar'iyyah (3/240)
«من عجيب ما رأيت ونقدت من أحوال الناس: كثرة ما ناحوا على خراب الديار، وموت الأقارب والأسلاف، والتحسر على قلة الأرزاق، وذم الزمان وأهله، وذكر نكد العيش فيه، والحديث عن غلاء اﻷسعار، وجور الحكام.وقد رأوا من انهدام الإسلام، والبعد عن المساجد، وموت السنن، وتفشي البدع، وارتكاب المعاصي، فلا أجد منهم من ناح على دينه، ولا بكى على تقصيره، ولا آسى على فائت دهره، وما أرى لذلك سببا إلا قلة مبالاتهم بدين اﻹسلام، وعظم الدنيا في عيونهم».
#Fawaidumum #manhaj #aqidah
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
🌻🌷 UKHTI.... TAHUKAH KAMU? 1️⃣5️⃣
➖➖➖➖
🌸 Bahwa Wanita Yang Meratapi Mayit Mendapat Ancaman yang Sangat Keras
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,
«النِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، فَإِن النَّائِحَةُ إِنْ لَمْ تَتُبْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتَ فَإِنَّهَا تُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهَا سَرَابِيلُ مِنْ قَطِرَانٍ، ثُمَّ يُعْلَى عَلَيْهَا بِدِرْعٍ مِنْ لَهَبِ النَّارِ»
"Meratapi mayit termasuk kebiasaan Jahiliah. Sesungguhnya wanita yang meratapi mayit dan tidak bertaubat sebelum ia meninggal dunia, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan memakai baju yang terbuat dari cairan ter, lalu di atasnya dipakaikan baju besi dari nyala api neraka." (HR. Ibnu Majah no. 1582, Hasan Lighairi)
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
➖➖➖➖
🌸 Bahwa Wanita Yang Meratapi Mayit Mendapat Ancaman yang Sangat Keras
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,
«النِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، فَإِن النَّائِحَةُ إِنْ لَمْ تَتُبْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتَ فَإِنَّهَا تُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهَا سَرَابِيلُ مِنْ قَطِرَانٍ، ثُمَّ يُعْلَى عَلَيْهَا بِدِرْعٍ مِنْ لَهَبِ النَّارِ»
"Meratapi mayit termasuk kebiasaan Jahiliah. Sesungguhnya wanita yang meratapi mayit dan tidak bertaubat sebelum ia meninggal dunia, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan memakai baju yang terbuat dari cairan ter, lalu di atasnya dipakaikan baju besi dari nyala api neraka." (HR. Ibnu Majah no. 1582, Hasan Lighairi)
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
PERISTIWA PENTING DALAM SEJARAH NABI MUHAMMAD.pdf
2.8 MB
👆🏻🕋 Download PDF
Judul Asli:
أهم أحداث السيرة النبوية
Karya:
Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Mubarak bin Qazlan al-Mazru'i hafizhahullah
Judul Indonesia: Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam
Alih Bahasa: Tim Warisan Salaf
🌷 Silakan didownload dan disebarkan kepada kaum muslimin
Judul Asli:
أهم أحداث السيرة النبوية
Karya:
Asy-Syaikh Dr. Ahmad bin Mubarak bin Qazlan al-Mazru'i hafizhahullah
Judul Indonesia: Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam
Alih Bahasa: Tim Warisan Salaf
🌷 Silakan didownload dan disebarkan kepada kaum muslimin
🌻🌷 UKHTI.... TAHUKAH KAMU? 1️⃣6️⃣
➖➖➖➖
🌸 Wanita Dilarang Berpuasa Sunnah Tanpa Izin Suaminya
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ، وَلَا تَأْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ»
"Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sementara suaminya sedang berada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak halal baginya mengizinkan (seseorang) masuk ke rumah suaminya kecuali dengan izinnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📋 Keterangan:
▫️ Yang dimaksud "puasa" adalah puasa sunnah.
▫️ "Suami berada di rumah" Tidak sedang safar.
▫️ "Mengizinkan seseorang" Seorang istri tidak boleh mengizinkan siapapun yang tidak disukai oleh suaminya untuk masuk ke rumahnya, baik wanita maupun laki-laki yang mahram.
Adapun laki-laki yang bukan mahram maka haram secara mutlak walaupun suami ridha.
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
➖➖➖➖
🌸 Wanita Dilarang Berpuasa Sunnah Tanpa Izin Suaminya
📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ، وَلَا تَأْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ»
"Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sementara suaminya sedang berada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak halal baginya mengizinkan (seseorang) masuk ke rumah suaminya kecuali dengan izinnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📋 Keterangan:
▫️ Yang dimaksud "puasa" adalah puasa sunnah.
▫️ "Suami berada di rumah" Tidak sedang safar.
▫️ "Mengizinkan seseorang" Seorang istri tidak boleh mengizinkan siapapun yang tidak disukai oleh suaminya untuk masuk ke rumahnya, baik wanita maupun laki-laki yang mahram.
Adapun laki-laki yang bukan mahram maka haram secara mutlak walaupun suami ridha.
#Fawaidumum #akhlak #muslimah #ukhti
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
▫️ Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
▪️ Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
👍1