✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 1⃣
➖➖➖➖
📝 Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bulan ini berada pada urutan pertama penanggalan hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu.
📝 Pada mulanya, terjadi silang pendapat di antara para shahabat dalam menentukan awal masuknya kalender Islam, dengan bulan apa dimulai?
🔹 Sebagian mereka mengusulkan dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal,
🔹 sebagian lagi mengusulkan dengan bulan Ramadhan.
✔️ Namun, Khalifah Umar dan sejumlah shahabat lainnya lebih memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, dengan alasan bahwa di bulan inilah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membulatkan tekadnya untuk berhijrah ke negeri Madinah. Oleh karena itu, penanggalan Umar ini disebut penanggalan hijriyyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bulan ini berada pada urutan pertama penanggalan hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu.
📝 Pada mulanya, terjadi silang pendapat di antara para shahabat dalam menentukan awal masuknya kalender Islam, dengan bulan apa dimulai?
🔹 Sebagian mereka mengusulkan dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal,
🔹 sebagian lagi mengusulkan dengan bulan Ramadhan.
✔️ Namun, Khalifah Umar dan sejumlah shahabat lainnya lebih memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, dengan alasan bahwa di bulan inilah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membulatkan tekadnya untuk berhijrah ke negeri Madinah. Oleh karena itu, penanggalan Umar ini disebut penanggalan hijriyyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
开云链接官网_开云(中国)
开云链接官网_开云(中国)
-石业
-石业
开云链接官网_开云(中国)
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 2⃣
➖➖➖➖
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang tersebut dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
📖 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan itu adalah:
1⃣ Muharram,
2⃣ Rajab,
3⃣ Dzulqo’dah,
4⃣ dan Dzulhijjah,
sebagaimana yang dideklarasikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat haji perpisahan (hajjatul wada').
✔️ Disebut bulan haram karena ia mengandung kemuliaan lebih (dari bulan-bulan lainnya) dan karena pada bulan-bulan ini diharamkan untuk berperang. (Tafsir As-Sa'di, hlm.192)
🌻 Cukuplah menunjukkan kemuliaan bulan Muharram ini ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjulukinya sebagai bulan Allah, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982)
Para ulama' menjelaskan, "Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah itu memiliki kemuliaan lebih dari yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti baitullah (rumah Allah), rasulullah (utusan Allah), dll."
🕋 Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa; pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
📝 Di bulan ini juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan, beliau bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
👉🏻 "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: "Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu)
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang tersebut dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
📖 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan itu adalah:
1⃣ Muharram,
2⃣ Rajab,
3⃣ Dzulqo’dah,
4⃣ dan Dzulhijjah,
sebagaimana yang dideklarasikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat haji perpisahan (hajjatul wada').
✔️ Disebut bulan haram karena ia mengandung kemuliaan lebih (dari bulan-bulan lainnya) dan karena pada bulan-bulan ini diharamkan untuk berperang. (Tafsir As-Sa'di, hlm.192)
🌻 Cukuplah menunjukkan kemuliaan bulan Muharram ini ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjulukinya sebagai bulan Allah, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982)
Para ulama' menjelaskan, "Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah itu memiliki kemuliaan lebih dari yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti baitullah (rumah Allah), rasulullah (utusan Allah), dll."
🕋 Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa; pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
📝 Di bulan ini juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan, beliau bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
👉🏻 "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya: "Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu)
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
开云链接官网_开云(中国)
开云链接官网_开云(中国)
-石业
-石业
开云链接官网_开云(中国)
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
👍1
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 3⃣
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan suro memiliki nilai religi yang tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat pesta dan bersenang-senang sehingga banyak aktivitas yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
‼️ Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka. Sebagai contoh adalah pernikahan, masyarakat Jawa pada umumnya, enggan menikahkan putra atau putri mereka di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada Jawaban berarti dari mereka selain, 'Beginilah tradisi kami' atau 'Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami'.
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala. Allah di dalam Al-Qur'an menyebutkan Jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ` untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
📖 “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
🔥 Demikian pula Fir'aun, ketika diajak oleh Nabi Musa 'Alaihis Salam agar beriman kepada Allah, ia malah berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." (QS. Yunus: 78)
❌ Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa saat ini dalam ajaran Islam disebut Tathoyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian tertentu, atau tempat tertentu.
📌 Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan kedalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan. Allah berfirman: "Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
🔗 Dalil yang menunjukkan bahwa Thatoyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
👉🏻 "Thiyaroh adalah kesyirikan", beliau mengulangnya sebanyak tiga kali." (HR. Ahmad dan Abu Daud, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu)
🌸 Apabila kita telah tahu bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kobangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan suro memiliki nilai religi yang tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat pesta dan bersenang-senang sehingga banyak aktivitas yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
‼️ Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka. Sebagai contoh adalah pernikahan, masyarakat Jawa pada umumnya, enggan menikahkan putra atau putri mereka di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada Jawaban berarti dari mereka selain, 'Beginilah tradisi kami' atau 'Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami'.
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala. Allah di dalam Al-Qur'an menyebutkan Jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ` untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
📖 “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
🔥 Demikian pula Fir'aun, ketika diajak oleh Nabi Musa 'Alaihis Salam agar beriman kepada Allah, ia malah berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." (QS. Yunus: 78)
❌ Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa saat ini dalam ajaran Islam disebut Tathoyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian tertentu, atau tempat tertentu.
📌 Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan kedalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan. Allah berfirman: "Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
🔗 Dalil yang menunjukkan bahwa Thatoyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
👉🏻 "Thiyaroh adalah kesyirikan", beliau mengulangnya sebanyak tiga kali." (HR. Ahmad dan Abu Daud, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu)
🌸 Apabila kita telah tahu bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kobangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
开云链接官网_开云(中国)
开云链接官网_开云(中国)
-石业
-石业
开云链接官网_开云(中国)
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 4⃣
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
📌 Berbeda halnya dengan orang-orang syi’ah, apabila keumuman masyarakat Jawa menjadikan bulan Muharram sebagai bulan 'istirahat' dari melakukan aktivitas, justru orang-orang syi’ah menjadikannya sebagai hari belasungkawa. Pada setiap tanggal 10 Muharram, orang-orang syi'ah di Iran mengadakan pawai akbar untuk memperingati hari terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Husein bin Ali Radhiallahu 'anhuma di padang Karbala.
📝 Acara rutin mereka tersebut dimulai sejak tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram. Pada tanggal 1 Muharram sampai tanggal 9 Muharram mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Huseiniyah. Al-Huseiniyah adalah tempat ibadah syi'ah, kalau kaum muslimin menyebutnya masjid, tetapi biasanya Al-Huseiniyyah digunakan untuk makam Imam, bukan untuk shalat, sedang shalat dilakukan di luar bangunan. Penamaan ini diambil dari nama Imam syi'ah ke 3, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
‼️ Peserta pawai hanya mengenakan celana atau sarung saja sedangkan badannya terbuka. Selama pawai, mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan rantai besi sehingga meninggalkan luka memar yang mencolok.
Kemudian, pada acara puncak, mereka mengenakan kain berwarna putih dan ikat kepala berwarna putih pula. Setelah itu, mereka menghantamkan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya ke kepala dan dahi mereka sehingga darah pun bercucuran. Darah yang mengalir ke kain putih membuat suasana semakin haru dan duka, bahkan tak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
🔥 Lebih parah lagi, di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, orang-orang syi'ah menutup acara mereka itu dengan 'malam gembira' berupa mut'ah (baca; zina) masal. Na'audzu billahi min dzalik.
🌏 Demikianlah gambaran ringkas tentang aktivitas syi'ah di bulan Muharram. Seperti yang telah kami sebutkan, tujuan utama mereka adalah untuk mengenang terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
bersambung 👇🏻👇🏻
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
📌 Berbeda halnya dengan orang-orang syi’ah, apabila keumuman masyarakat Jawa menjadikan bulan Muharram sebagai bulan 'istirahat' dari melakukan aktivitas, justru orang-orang syi’ah menjadikannya sebagai hari belasungkawa. Pada setiap tanggal 10 Muharram, orang-orang syi'ah di Iran mengadakan pawai akbar untuk memperingati hari terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Husein bin Ali Radhiallahu 'anhuma di padang Karbala.
📝 Acara rutin mereka tersebut dimulai sejak tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram. Pada tanggal 1 Muharram sampai tanggal 9 Muharram mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Huseiniyah. Al-Huseiniyah adalah tempat ibadah syi'ah, kalau kaum muslimin menyebutnya masjid, tetapi biasanya Al-Huseiniyyah digunakan untuk makam Imam, bukan untuk shalat, sedang shalat dilakukan di luar bangunan. Penamaan ini diambil dari nama Imam syi'ah ke 3, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
‼️ Peserta pawai hanya mengenakan celana atau sarung saja sedangkan badannya terbuka. Selama pawai, mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan rantai besi sehingga meninggalkan luka memar yang mencolok.
Kemudian, pada acara puncak, mereka mengenakan kain berwarna putih dan ikat kepala berwarna putih pula. Setelah itu, mereka menghantamkan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya ke kepala dan dahi mereka sehingga darah pun bercucuran. Darah yang mengalir ke kain putih membuat suasana semakin haru dan duka, bahkan tak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
🔥 Lebih parah lagi, di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, orang-orang syi'ah menutup acara mereka itu dengan 'malam gembira' berupa mut'ah (baca; zina) masal. Na'audzu billahi min dzalik.
🌏 Demikianlah gambaran ringkas tentang aktivitas syi'ah di bulan Muharram. Seperti yang telah kami sebutkan, tujuan utama mereka adalah untuk mengenang terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
bersambung 👇🏻👇🏻
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 5⃣
➖➖➖➖
📡 Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu.
🕋 Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah, seperti, merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan orang-orang syi'ah tersebut.
🔸🔹 Bandingkanlah kelakuan mereka itu dengan perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga) beliau.
🔗 Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putranya bernama Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain berucap, ”Sesungguhnya air mata terus mengalir dan hati ikut bersedih, tetapi kami tidak akan berucap kecuali yang diridhai Allah. Dan sesungguhnya kami, wahai Ibrahim, merasakan kesedihan dengan kepergianmu” (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan seorang paman yang sangat beliau cintai, yaitu Hamzah bin Abdul Muttalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau dan ahlul baitnya memukul punggung-punggung mereka dengan rantai apalagi menghantamkan benda tajam ke kepala dan dahi mereka.
✅ Tidak pula cara berkabung ’ala’ syi’ah tersebut dipraktekan oleh Imam Husein radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang juga mati syahid secara zhalim. Tidak pula dipraktekan oleh Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudara kandungnya, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhu .
🍏 Perbuatan nyeleneh seperti itu sengaja mereka (kaum muslimin) hindari karena tidak ingin mendapatkan ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan dalam haditsnya:
"Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
🍏 Dalam hadits lain, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengancam para wanita peratap yang mati dan belum bertaubat, yaitu akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga meleleh yang berbau busuk.
📝 Penutup
🌻 Para pembaca rahimakumullah, itulah fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat seputar perbedaan menyikapi bulan Muharram.
✔️ Sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa membedakan antara syari'at dan adat. Syari'at harus dikedepankan, walaupun menyelisih adat. Sebaliknya, adat harus disingkirkan ketika menyelisihi syari'at, demikianlah Islam. Karena dengan sikap inilah Islam akan jaya. Adapun jika umat masih mengedepankan adat dan tradisi, walaupun bertentangan dengan syari'at, maka pada saat itulah mereka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan, inilah makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kerendahan dan kehinaan bagi siapa saja yang menentang syari'atku." (HR. Al-Bukhari, dari shahabat Abdullah bin 'Umar radhiallahu 'anhuma)
🕋 Semoga tulisan ringkas ini bisa memberikan tambahan ilmu bagi saudara-saudaraku seiman dan semoga Allah selalu mencurahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal 'alamin...
selesai ...
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
👉🏻 Tulisan ini pernah diterbitkan oleh Buletin Al Ilmu
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📡 Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu.
🕋 Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah, seperti, merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan orang-orang syi'ah tersebut.
🔸🔹 Bandingkanlah kelakuan mereka itu dengan perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga) beliau.
🔗 Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putranya bernama Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain berucap, ”Sesungguhnya air mata terus mengalir dan hati ikut bersedih, tetapi kami tidak akan berucap kecuali yang diridhai Allah. Dan sesungguhnya kami, wahai Ibrahim, merasakan kesedihan dengan kepergianmu” (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan seorang paman yang sangat beliau cintai, yaitu Hamzah bin Abdul Muttalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau dan ahlul baitnya memukul punggung-punggung mereka dengan rantai apalagi menghantamkan benda tajam ke kepala dan dahi mereka.
✅ Tidak pula cara berkabung ’ala’ syi’ah tersebut dipraktekan oleh Imam Husein radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang juga mati syahid secara zhalim. Tidak pula dipraktekan oleh Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudara kandungnya, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhu .
🍏 Perbuatan nyeleneh seperti itu sengaja mereka (kaum muslimin) hindari karena tidak ingin mendapatkan ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan dalam haditsnya:
"Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
🍏 Dalam hadits lain, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengancam para wanita peratap yang mati dan belum bertaubat, yaitu akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga meleleh yang berbau busuk.
📝 Penutup
🌻 Para pembaca rahimakumullah, itulah fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat seputar perbedaan menyikapi bulan Muharram.
✔️ Sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa membedakan antara syari'at dan adat. Syari'at harus dikedepankan, walaupun menyelisih adat. Sebaliknya, adat harus disingkirkan ketika menyelisihi syari'at, demikianlah Islam. Karena dengan sikap inilah Islam akan jaya. Adapun jika umat masih mengedepankan adat dan tradisi, walaupun bertentangan dengan syari'at, maka pada saat itulah mereka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan, inilah makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kerendahan dan kehinaan bagi siapa saja yang menentang syari'atku." (HR. Al-Bukhari, dari shahabat Abdullah bin 'Umar radhiallahu 'anhuma)
🕋 Semoga tulisan ringkas ini bisa memberikan tambahan ilmu bagi saudara-saudaraku seiman dan semoga Allah selalu mencurahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal 'alamin...
selesai ...
📝 Ditulis oleh: Abu Rufaidah (Admin Warisan Salaf)
👉🏻 Tulisan ini pernah diterbitkan oleh Buletin Al Ilmu
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
开云链接官网_开云(中国)
开云链接官网_开云(中国)
-石业
-石业
开云链接官网_开云(中国)
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
石业位于“世界石都”——福建省南安市,公司创立于2005年,秉承“以人为本,客户至上”的理念,专注于各类天然石材生产、加工、销售、安装,具备规模化、标准化的各类大理石大板、外墙花岗岩、异形、雕刻、圆柱及各类内装、精装、豪装、拼花等深加工能力;从采购储备、生产加工、销售安装上形成了完整的石材产业供应链。
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 1️⃣
➖➖➖➖
📝 Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bulan ini berada pada urutan pertama penanggalan hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu.
📝 Pada mulanya, terjadi silang pendapat di antara para shahabat dalam menentukan awal masuknya kalender Islam, dengan bulan apa dimulai?
🔹 Sebagian mereka mengusulkan dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal,
🔹 sebagian lagi mengusulkan dengan bulan Ramadhan.
✔️ Namun, Khalifah Umar dan sejumlah shahabat lainnya lebih memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, dengan alasan bahwa di bulan inilah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membulatkan tekadnya untuk berhijrah ke negeri Madinah. Oleh karena itu, penanggalan Umar ini disebut penanggalan hijriyyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bulan ini berada pada urutan pertama penanggalan hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu.
📝 Pada mulanya, terjadi silang pendapat di antara para shahabat dalam menentukan awal masuknya kalender Islam, dengan bulan apa dimulai?
🔹 Sebagian mereka mengusulkan dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal,
🔹 sebagian lagi mengusulkan dengan bulan Ramadhan.
✔️ Namun, Khalifah Umar dan sejumlah shahabat lainnya lebih memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, dengan alasan bahwa di bulan inilah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membulatkan tekadnya untuk berhijrah ke negeri Madinah. Oleh karena itu, penanggalan Umar ini disebut penanggalan hijriyyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 2️⃣
➖➖➖➖
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang tersebut dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
📖 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan itu adalah:
1️⃣ Muharram,
2️⃣ Rajab,
3️⃣ Dzulqo’dah,
4️⃣ dan Dzulhijjah,
sebagaimana yang dideklarasikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat haji perpisahan (hajjatul wada').
✔️ Disebut bulan haram karena ia mengandung kemuliaan lebih (dari bulan-bulan lainnya) dan karena pada bulan-bulan ini diharamkan untuk berperang. (Tafsir As-Sa'di, hlm.192)
🌻 Cukuplah menunjukkan kemuliaan bulan Muharram ini ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjulukinya sebagai bulan Allah, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982)
Para ulama' menjelaskan, "Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah itu memiliki kemuliaan lebih dari yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti baitullah (rumah Allah), rasulullah (utusan Allah), dll."
🕋 Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa; pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
📝 Di bulan ini juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan, beliau bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
👉🏻 "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya:
"Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu."
(HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu)
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam yang tersebut dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
📖 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan itu adalah:
1️⃣ Muharram,
2️⃣ Rajab,
3️⃣ Dzulqo’dah,
4️⃣ dan Dzulhijjah,
sebagaimana yang dideklarasikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat haji perpisahan (hajjatul wada').
✔️ Disebut bulan haram karena ia mengandung kemuliaan lebih (dari bulan-bulan lainnya) dan karena pada bulan-bulan ini diharamkan untuk berperang. (Tafsir As-Sa'di, hlm.192)
🌻 Cukuplah menunjukkan kemuliaan bulan Muharram ini ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjulukinya sebagai bulan Allah, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982)
Para ulama' menjelaskan, "Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah itu memiliki kemuliaan lebih dari yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti baitullah (rumah Allah), rasulullah (utusan Allah), dll."
🕋 Dalam Islam, bulan Muharram memiliki nilai historis (sejarah) yang luar biasa; pada bulan ini, tepatnya pada tanggal sepuluh, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya serta menenggelamkan mereka di laut merah.
📝 Di bulan ini juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertekad kuat untuk berhijrah ke negeri Madinah, setelah mendengar bahwa penduduknya siap berjanji setia membela dakwah beliau. Walaupun tekad kuat beliau ini baru bisa terealisasi pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan ini terdapat ibadah puasa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai puasa terbaik setelah Ramadhan, beliau bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
👉🏻 "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim, no.1982 dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaannya:
"Menghapuskan dosa-dosa tahun yang lalu."
(HR. Muslim, no.1977 dari shahabat Abu Qotadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu)
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 3️⃣
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan suro memiliki nilai religi yang tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat pesta dan bersenang-senang sehingga banyak aktivitas yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
‼️ Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka. Sebagai contoh adalah pernikahan, masyarakat Jawa pada umumnya, enggan menikahkan putra atau putri mereka di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada Jawaban berarti dari mereka selain, 'Beginilah tradisi kami' atau 'Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami'.
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala. Allah di dalam Al-Qur'an menyebutkan Jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ` untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
📖 “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
🔥 Demikian pula Fir'aun, ketika diajak oleh Nabi Musa 'Alaihis Salam agar beriman kepada Allah, ia malah berkata:
"Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." (QS. Yunus: 78)
❌ Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa saat ini dalam ajaran Islam disebut Tathoyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian tertentu, atau tempat tertentu.
📌 Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan kedalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan.
Allah berfirman:
"Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
🔗 Dalil yang menunjukkan bahwa Thatoyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
👉🏻 "Thiyaroh adalah kesyirikan", beliau mengulangnya sebanyak tiga kali." (HR. Ahmad dan Abu Daud, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu)
🌸 Apabila kita telah tahu bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kobangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan suro memiliki nilai religi yang tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang tidak boleh dibuat pesta dan bersenang-senang sehingga banyak aktivitas yang ditunda atau bahkan dibatalkan.
‼️ Lebih dari itu, mereka meyakini siapa yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan ditimpa musibah dan malapetaka. Sebagai contoh adalah pernikahan, masyarakat Jawa pada umumnya, enggan menikahkan putra atau putri mereka di bulan ini karena khawatir ditimpa petaka dan kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya mengenai alasan mereka menilai bulan Muharram sebagai bulan keramat nan penuh pantangan, tidak ada Jawaban berarti dari mereka selain, 'Beginilah tradisi kami' atau 'Beginilah yang diajarkan bapak-bapak kami'.
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau leluhur tanpa bimbingan Islam adalah terlarang, bahkan sikap seperti ini termasuk sifat orang-orang jahiliyah dan penyembah berhala. Allah di dalam Al-Qur'an menyebutkan Jawaban orang-orang Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah ` untuk meninggalkan kesyirikan, kata mereka:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
📖 “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama (bukan agama yang engkau bawa –pent), dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
🔥 Demikian pula Fir'aun, ketika diajak oleh Nabi Musa 'Alaihis Salam agar beriman kepada Allah, ia malah berkata:
"Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." (QS. Yunus: 78)
❌ Kemudian, anggapan sial untuk melakukan aktivitas di bulan Muharram yang diyakini oleh keumuman masyarakat Jawa saat ini dalam ajaran Islam disebut Tathoyur atau Thiyaroh, yaitu meyakini suatu keburuntungan atau kesialan didasarkan pada kejadian tertentu, atau tempat tertentu.
📌 Anggapan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman jahiliyah. Setelah Islam datang, maka ia dikategorikan kedalam perbuatan syirik yang harus ditinggalkan.
Allah berfirman:
"Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 131)
🔗 Dalil yang menunjukkan bahwa Thatoyur atau Thiyaroh termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
👉🏻 "Thiyaroh adalah kesyirikan", beliau mengulangnya sebanyak tiga kali." (HR. Ahmad dan Abu Daud, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu)
🌸 Apabila kita telah tahu bahwa anggapan sial atau keberuntungan seperti itu termasuk kesyirikan, kewajiban kita selanjutnya adalah menjauhinya dan menjauhkannya dari anak dan istri kita. Sehingga kita beserta keluarga kita tidak terjerembab kedalam kobangan dosa besar yang paling besar, yaitu dosa syirik.
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 4️⃣
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
📌 Berbeda halnya dengan orang-orang syi’ah, apabila keumuman masyarakat Jawa menjadikan bulan Muharram sebagai bulan 'istirahat' dari melakukan aktivitas, justru orang-orang syi’ah menjadikannya sebagai hari belasungkawa. Pada setiap tanggal 10 Muharram, orang-orang syi'ah di Iran mengadakan pawai akbar untuk memperingati hari terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Husein bin Ali Radhiallahu 'anhuma di padang Karbala.
📝 Acara rutin mereka tersebut dimulai sejak tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram. Pada tanggal 1 Muharram sampai tanggal 9 Muharram mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Huseiniyah. Al-Huseiniyah adalah tempat ibadah syi'ah, kalau kaum muslimin menyebutnya masjid, tetapi biasanya Al-Huseiniyyah digunakan untuk makam Imam, bukan untuk shalat, sedang shalat dilakukan di luar bangunan. Penamaan ini diambil dari nama Imam syi'ah ke 3, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
‼️ Peserta pawai hanya mengenakan celana atau sarung saja sedangkan badannya terbuka. Selama pawai, mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan rantai besi sehingga meninggalkan luka memar yang mencolok.
Kemudian, pada acara puncak, mereka mengenakan kain berwarna putih dan ikat kepala berwarna putih pula. Setelah itu, mereka menghantamkan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya ke kepala dan dahi mereka sehingga darah pun bercucuran. Darah yang mengalir ke kain putih membuat suasana semakin haru dan duka, bahkan tak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
🔥 Lebih parah lagi, di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, orang-orang syi'ah menutup acara mereka itu dengan 'malam gembira' berupa mut'ah (baca; zina) masal. Na'audzu billahi min dzalik.
🌏 Demikianlah gambaran ringkas tentang aktivitas syi'ah di bulan Muharram. Seperti yang telah kami sebutkan, tujuan utama mereka adalah untuk mengenang terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
bersambung, insyaallah
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔴 BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
📌 Berbeda halnya dengan orang-orang syi’ah, apabila keumuman masyarakat Jawa menjadikan bulan Muharram sebagai bulan 'istirahat' dari melakukan aktivitas, justru orang-orang syi’ah menjadikannya sebagai hari belasungkawa. Pada setiap tanggal 10 Muharram, orang-orang syi'ah di Iran mengadakan pawai akbar untuk memperingati hari terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Husein bin Ali Radhiallahu 'anhuma di padang Karbala.
📝 Acara rutin mereka tersebut dimulai sejak tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram. Pada tanggal 1 Muharram sampai tanggal 9 Muharram mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Huseiniyah. Al-Huseiniyah adalah tempat ibadah syi'ah, kalau kaum muslimin menyebutnya masjid, tetapi biasanya Al-Huseiniyyah digunakan untuk makam Imam, bukan untuk shalat, sedang shalat dilakukan di luar bangunan. Penamaan ini diambil dari nama Imam syi'ah ke 3, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
‼️ Peserta pawai hanya mengenakan celana atau sarung saja sedangkan badannya terbuka. Selama pawai, mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan rantai besi sehingga meninggalkan luka memar yang mencolok.
Kemudian, pada acara puncak, mereka mengenakan kain berwarna putih dan ikat kepala berwarna putih pula. Setelah itu, mereka menghantamkan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya ke kepala dan dahi mereka sehingga darah pun bercucuran. Darah yang mengalir ke kain putih membuat suasana semakin haru dan duka, bahkan tak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
🔥 Lebih parah lagi, di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, orang-orang syi'ah menutup acara mereka itu dengan 'malam gembira' berupa mut'ah (baca; zina) masal. Na'audzu billahi min dzalik.
🌏 Demikianlah gambaran ringkas tentang aktivitas syi'ah di bulan Muharram. Seperti yang telah kami sebutkan, tujuan utama mereka adalah untuk mengenang terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
bersambung, insyaallah
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 5️⃣
➖➖➖➖
📡 Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu.
🕋 Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah, seperti, merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan orang-orang syi'ah tersebut.
🔸🔹 Bandingkanlah kelakuan mereka itu dengan perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga) beliau.
🔗 Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putranya bernama Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain berucap,
”Sesungguhnya air mata terus mengalir dan hati ikut bersedih, tetapi kami tidak akan berucap kecuali yang diridhai Allah. Dan sesungguhnya kami, wahai Ibrahim, merasakan kesedihan dengan kepergianmu” (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan seorang paman yang sangat beliau cintai, yaitu Hamzah bin Abdul Muttalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau dan ahlul baitnya memukul punggung-punggung mereka dengan rantai apalagi menghantamkan benda tajam ke kepala dan dahi mereka.
✅ Tidak pula cara berkabung ’ala’ syi’ah tersebut dipraktekan oleh Imam Husein radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang juga mati syahid secara zhalim. Tidak pula dipraktekan oleh Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudara kandungnya, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhu .
🍏 Perbuatan nyeleneh seperti itu sengaja mereka (kaum muslimin) hindari karena tidak ingin mendapatkan ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan dalam haditsnya:
"Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
🍏 Dalam hadits lain, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengancam para wanita peratap yang mati dan belum bertaubat, yaitu akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga meleleh yang berbau busuk.
📝 Penutup
🌻 Para pembaca rahimakumullah, itulah fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat seputar perbedaan menyikapi bulan Muharram.
✔️ Sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa membedakan antara syari'at dan adat. Syari'at harus dikedepankan, walaupun menyelisih adat. Sebaliknya, adat harus disingkirkan ketika menyelisihi syari'at, demikianlah Islam. Karena dengan sikap inilah Islam akan jaya. Adapun jika umat masih mengedepankan adat dan tradisi, walaupun bertentangan dengan syari'at, maka pada saat itulah mereka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan, inilah makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kerendahan dan kehinaan bagi siapa saja yang menentang syari'atku." (HR. Al-Bukhari, dari shahabat Abdullah bin 'Umar radhiallahu 'anhuma)
🕋 Semoga tulisan ringkas ini bisa memberikan tambahan ilmu bagi saudara-saudaraku seiman dan semoga Allah selalu mencurahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal 'alamin...
selesai ...
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📡 Para pembaca rahimakumullah, sebagai seorang muslim tentu kita juga sangat bersedih dengan peristiwa tragis nan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu.
🕋 Namun, Islam melarang pemeluknya yang tertimpa musibah untuk berucap atau berbuat sesuatu yang menunjukkan ketidak-ridhaan kepada keputusan Allah, seperti, merobek baju, menampar pipi, menjambak rambut, menangis histeris, apalagi menyayat kepala dan dahi seperti yang dilakukan orang-orang syi'ah tersebut.
🔸🔹 Bandingkanlah kelakuan mereka itu dengan perbuatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ahlul bait (keluarga) beliau.
🔗 Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putranya bernama Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain berucap,
”Sesungguhnya air mata terus mengalir dan hati ikut bersedih, tetapi kami tidak akan berucap kecuali yang diridhai Allah. Dan sesungguhnya kami, wahai Ibrahim, merasakan kesedihan dengan kepergianmu” (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan seorang paman yang sangat beliau cintai, yaitu Hamzah bin Abdul Muttalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa beliau dan ahlul baitnya memukul punggung-punggung mereka dengan rantai apalagi menghantamkan benda tajam ke kepala dan dahi mereka.
✅ Tidak pula cara berkabung ’ala’ syi’ah tersebut dipraktekan oleh Imam Husein radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang juga mati syahid secara zhalim. Tidak pula dipraktekan oleh Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudara kandungnya, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhu .
🍏 Perbuatan nyeleneh seperti itu sengaja mereka (kaum muslimin) hindari karena tidak ingin mendapatkan ancaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan dalam haditsnya:
"Bukan dari golongan kami barang siapa yang menampar pipi, merobek baju, atau meratap dengan ratapan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
🍏 Dalam hadits lain, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengancam para wanita peratap yang mati dan belum bertaubat, yaitu akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan pakaian dari tembaga meleleh yang berbau busuk.
📝 Penutup
🌻 Para pembaca rahimakumullah, itulah fenomena yang terjadi di tengah-tengah umat seputar perbedaan menyikapi bulan Muharram.
✔️ Sebagai seorang muslim seharusnya kita bisa membedakan antara syari'at dan adat. Syari'at harus dikedepankan, walaupun menyelisih adat. Sebaliknya, adat harus disingkirkan ketika menyelisihi syari'at, demikianlah Islam. Karena dengan sikap inilah Islam akan jaya. Adapun jika umat masih mengedepankan adat dan tradisi, walaupun bertentangan dengan syari'at, maka pada saat itulah mereka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan, inilah makna hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kerendahan dan kehinaan bagi siapa saja yang menentang syari'atku." (HR. Al-Bukhari, dari shahabat Abdullah bin 'Umar radhiallahu 'anhuma)
🕋 Semoga tulisan ringkas ini bisa memberikan tambahan ilmu bagi saudara-saudaraku seiman dan semoga Allah selalu mencurahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin ya Rabbal 'alamin...
selesai ...
📝 Buletin al-Ilmu Jember
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 1️⃣
📝 Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan ini juga ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu.
📝 Pada awal penyusunan kalender Islam, para shahabat sempat berbeda pendapat mengenai bulan yang layak dijadikan sebagai awal penanggalan hijriyah.
🔹 Sebagian mengusulkan agar kalender dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal.
🔹 Sebagian lainnya mengusulkan bulan Ramadhan sebagai awal tahun.
✔️ Namun, Khalifah Umar radhiallahu 'anhu bersama sejumlah shahabat lainnya memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Alasannya, pada bulan inilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membulatkan tekad untuk berhijrah ke Madinah.
Karena penanggalan tersebut dikaitkan dengan peristiwa hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka kalender itu dikenal dengan nama penanggalan Hijriyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
📝 Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan ini juga ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah sejak diresmikan oleh Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu.
📝 Pada awal penyusunan kalender Islam, para shahabat sempat berbeda pendapat mengenai bulan yang layak dijadikan sebagai awal penanggalan hijriyah.
🔹 Sebagian mengusulkan agar kalender dimulai dengan bulan Rabi'ul Awwal.
🔹 Sebagian lainnya mengusulkan bulan Ramadhan sebagai awal tahun.
✔️ Namun, Khalifah Umar radhiallahu 'anhu bersama sejumlah shahabat lainnya memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Alasannya, pada bulan inilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membulatkan tekad untuk berhijrah ke Madinah.
Karena penanggalan tersebut dikaitkan dengan peristiwa hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka kalender itu dikenal dengan nama penanggalan Hijriyah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 2️⃣
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci (bulan haram) dalam Islam yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan tersebut adalah:
1️⃣ Muharram
2️⃣ Rajab
3️⃣ Dzulqa'dah
4️⃣ Dzulhijjah
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam khutbah beliau pada Haji Wada' (haji perpisahan).
✔️ Bulan-bulan itu disebut sebagai bulan haram karena memiliki kemuliaan yang lebih dibandingkan bulan-bulan lainnya. Selain itu, pada bulan-bulan tersebut diharamkan peperangan. (Tafsir As-Sa'di, hlm. 192)
🌻 Salah satu bukti kemuliaan bulan Muharram adalah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyandarkannya kepada Allah Ta'ala. Beliau bersabda:
"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim no. 1982)
Para ulama menjelaskan bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah memiliki keutamaan dan kemuliaan khusus dibandingkan yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti Baitullah (Rumah Allah), Rasulullah (Utusan Allah), dan yang lainnya.
🕋 Bulan Muharram juga memiliki nilai sejarah yang sangat besar. Pada tanggal sepuluh Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Musa 'alaihis salam beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, lalu menenggelamkan mereka di Laut Merah.
📝 Pada bulan ini pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membulatkan tekad untuk berhijrah ke Madinah setelah mengetahui kesiapan penduduknya untuk berjanji setia dan membela dakwah beliau. Meskipun demikian, hijrah tersebut baru terlaksana pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan Muharram terdapat ibadah puasa yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim no. 1982 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaan puasa 'Asyura:
"Puasa itu menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lalu."
(HR. Muslim no. 1977 dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu 'anhu)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
🕋 BULAN MUHARRAM MENURUT ISLAM
📝 Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci (bulan haram) dalam Islam yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
✅ Keempat bulan tersebut adalah:
1️⃣ Muharram
2️⃣ Rajab
3️⃣ Dzulqa'dah
4️⃣ Dzulhijjah
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam khutbah beliau pada Haji Wada' (haji perpisahan).
✔️ Bulan-bulan itu disebut sebagai bulan haram karena memiliki kemuliaan yang lebih dibandingkan bulan-bulan lainnya. Selain itu, pada bulan-bulan tersebut diharamkan peperangan. (Tafsir As-Sa'di, hlm. 192)
🌻 Salah satu bukti kemuliaan bulan Muharram adalah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyandarkannya kepada Allah Ta'ala. Beliau bersabda:
"... yaitu bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim no. 1982)
Para ulama menjelaskan bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah memiliki keutamaan dan kemuliaan khusus dibandingkan yang tidak disandarkan kepada-Nya, seperti Baitullah (Rumah Allah), Rasulullah (Utusan Allah), dan yang lainnya.
🕋 Bulan Muharram juga memiliki nilai sejarah yang sangat besar. Pada tanggal sepuluh Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Musa 'alaihis salam beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya, lalu menenggelamkan mereka di Laut Merah.
📝 Pada bulan ini pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membulatkan tekad untuk berhijrah ke Madinah setelah mengetahui kesiapan penduduknya untuk berjanji setia dan membela dakwah beliau. Meskipun demikian, hijrah tersebut baru terlaksana pada bulan Shafar.
📝 Selain itu, di bulan Muharram terdapat ibadah puasa yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim no. 1982 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu)
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda ketika ditanya tentang keutamaan puasa 'Asyura:
"Puasa itu menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lalu."
(HR. Muslim no. 1977 dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu 'anhu)
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 3️⃣
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi sebagian masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan Suro memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat sehingga tidak layak dijadikan waktu untuk pesta atau berbagai bentuk kesenangan. Karena itu, banyak kegiatan dan rencana penting yang ditunda, bahkan dibatalkan.
📌 Lebih dari itu, sebagian mereka meyakini bahwa orang yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan tertimpa musibah atau malapetaka. Di antara contohnya adalah pernikahan. Masyarakat Jawa pada umumnya enggan menikahkan putra-putri mereka pada bulan ini karena khawatir akan datang petaka atau kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya alasan mengapa bulan Muharram dianggap sebagai bulan keramat yang penuh pantangan, umumnya tidak ditemukan jawaban yang jelas selain ungkapan, "Beginilah tradisi kami," atau, "Beginilah yang diajarkan oleh orang tua dan leluhur kami."
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau ajaran leluhur tanpa bimbingan syariat Islam adalah sesuatu yang tercela. Bahkan, sikap semacam ini merupakan ciri kaum jahiliyah dan para penyembah berhala. Allah Ta'ala mengabadikan ucapan kaum musyrikin Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meninggalkan kesyirikan:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
☑️ Demikian pula Fir'aun. Ketika Nabi Musa 'alaihis salam mengajaknya beriman kepada Allah, ia justru berkata:
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya?” (QS. Yunus: 78)
☑️ Adapun keyakinan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang membawa kesialan untuk melakukan aktivitas tertentu, maka dalam Islam hal tersebut termasuk tathayyur atau thiyarah, yaitu keyakinan adanya kesialan atau keberuntungan yang dikaitkan dengan waktu, tempat, atau kejadian tertentu.
☑️ Keyakinan seperti ini telah dikenal sejak masa jahiliyah. Ketika Islam datang, keyakinan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang wajib ditinggalkan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A'raf: 131)
☑️ Di antara dalil yang menunjukkan bahwa tathayyur atau thiyarah termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
"Thiyarah adalah kesyirikan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
📌 Apabila kita telah mengetahui bahwa keyakinan tentang kesialan atau keberuntungan semacam itu termasuk perbuatan syirik, maka kewajiban kita adalah menjauhinya dan menjauhkan keluarga kita darinya. Dengan demikian, kita dan keluarga dapat terhindar dari dosa yang paling besar, yaitu dosa syirik kepada Allah Ta'ala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT MASYARAKAT JAWA
📝 Bagi sebagian masyarakat Jawa, bulan Muharram atau yang lebih dikenal dengan bulan Suro memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat sehingga tidak layak dijadikan waktu untuk pesta atau berbagai bentuk kesenangan. Karena itu, banyak kegiatan dan rencana penting yang ditunda, bahkan dibatalkan.
📌 Lebih dari itu, sebagian mereka meyakini bahwa orang yang mengadakan hajatan pada bulan ini akan tertimpa musibah atau malapetaka. Di antara contohnya adalah pernikahan. Masyarakat Jawa pada umumnya enggan menikahkan putra-putri mereka pada bulan ini karena khawatir akan datang petaka atau kesengsaraan bagi kedua mempelai.
📌 Ketika ditanya alasan mengapa bulan Muharram dianggap sebagai bulan keramat yang penuh pantangan, umumnya tidak ditemukan jawaban yang jelas selain ungkapan, "Beginilah tradisi kami," atau, "Beginilah yang diajarkan oleh orang tua dan leluhur kami."
📝 Para pembaca rahimakumullah, sikap mengikuti tradisi atau ajaran leluhur tanpa bimbingan syariat Islam adalah sesuatu yang tercela. Bahkan, sikap semacam ini merupakan ciri kaum jahiliyah dan para penyembah berhala. Allah Ta'ala mengabadikan ucapan kaum musyrikin Quraisy ketika diajak oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meninggalkan kesyirikan:
إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak (nenek moyang) kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 22)
☑️ Demikian pula Fir'aun. Ketika Nabi Musa 'alaihis salam mengajaknya beriman kepada Allah, ia justru berkata:
“Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya?” (QS. Yunus: 78)
☑️ Adapun keyakinan bahwa bulan Muharram merupakan waktu yang membawa kesialan untuk melakukan aktivitas tertentu, maka dalam Islam hal tersebut termasuk tathayyur atau thiyarah, yaitu keyakinan adanya kesialan atau keberuntungan yang dikaitkan dengan waktu, tempat, atau kejadian tertentu.
☑️ Keyakinan seperti ini telah dikenal sejak masa jahiliyah. Ketika Islam datang, keyakinan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang wajib ditinggalkan.
Allah Ta'ala berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-A'raf: 131)
☑️ Di antara dalil yang menunjukkan bahwa tathayyur atau thiyarah termasuk kesyirikan adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاثًا
"Thiyarah adalah kesyirikan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
📌 Apabila kita telah mengetahui bahwa keyakinan tentang kesialan atau keberuntungan semacam itu termasuk perbuatan syirik, maka kewajiban kita adalah menjauhinya dan menjauhkan keluarga kita darinya. Dengan demikian, kita dan keluarga dapat terhindar dari dosa yang paling besar, yaitu dosa syirik kepada Allah Ta'ala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 4️⃣
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
Berbeda dengan sebagian masyarakat Jawa yang menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk menghindari berbagai aktivitas tertentu, orang-orang Syi'ah justru menjadikannya sebagai bulan duka dan belasungkawa.
Setiap tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan peringatan besar-besaran untuk mengenang terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma, di Padang Karbala.
Rangkaian acara tersebut berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram. Sejak awal Muharram sampai menjelang hari ke-10, mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Husainiyah.
Al-Husainiyah adalah tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang Syi'ah untuk berbagai kegiatan keagamaan dan peringatan. Penamaannya diambil dari nama Imam Syi'ah yang ketiga, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Dalam sebagian pawai tersebut, para peserta hanya mengenakan celana atau sarung sementara bagian atas tubuh mereka terbuka. Mereka memukul-mukul dada dan punggung dengan rantai besi hingga meninggalkan bekas luka dan memar yang tampak jelas.
Kemudian, pada acara puncaknya, sebagian dari mereka mengenakan pakaian putih dan ikat kepala putih. Setelah itu mereka melukai kepala atau dahi dengan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya sehingga darah mengalir dari tubuh mereka. Darah yang membasahi pakaian putih tersebut semakin menambah suasana duka, dan tidak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
Bahkan di beberapa tempat, terdapat berbagai praktik lain yang dikaitkan dengan peringatan tersebut. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam sebagian laporan tentang praktik mut'ah masal setelah melakukan kegiatan tersebut oleh kelompok Syi'ah di Lahore, Pakistan. Na'udzu billahi min dzalik.
☑️ Demikian gambaran ringkas sebagian aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang Syi'ah pada bulan Muharram. Sebagaimana telah disebutkan, tujuan utama dari rangkaian acara tersebut adalah untuk mengenang peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma di Karbala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
☑️ BULAN MUHARRAM MENURUT SYI'AH
Berbeda dengan sebagian masyarakat Jawa yang menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk menghindari berbagai aktivitas tertentu, orang-orang Syi'ah justru menjadikannya sebagai bulan duka dan belasungkawa.
Setiap tanggal 10 Muharram, mereka mengadakan peringatan besar-besaran untuk mengenang terbunuhnya cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma, di Padang Karbala.
Rangkaian acara tersebut berlangsung sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram. Sejak awal Muharram sampai menjelang hari ke-10, mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Husainiyah.
Al-Husainiyah adalah tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang Syi'ah untuk berbagai kegiatan keagamaan dan peringatan. Penamaannya diambil dari nama Imam Syi'ah yang ketiga, yaitu Al-Imam Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Dalam sebagian pawai tersebut, para peserta hanya mengenakan celana atau sarung sementara bagian atas tubuh mereka terbuka. Mereka memukul-mukul dada dan punggung dengan rantai besi hingga meninggalkan bekas luka dan memar yang tampak jelas.
Kemudian, pada acara puncaknya, sebagian dari mereka mengenakan pakaian putih dan ikat kepala putih. Setelah itu mereka melukai kepala atau dahi dengan pedang, pisau, atau benda tajam lainnya sehingga darah mengalir dari tubuh mereka. Darah yang membasahi pakaian putih tersebut semakin menambah suasana duka, dan tidak sedikit di antara mereka yang menangis histeris.
Bahkan di beberapa tempat, terdapat berbagai praktik lain yang dikaitkan dengan peringatan tersebut. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam sebagian laporan tentang praktik mut'ah masal setelah melakukan kegiatan tersebut oleh kelompok Syi'ah di Lahore, Pakistan. Na'udzu billahi min dzalik.
☑️ Demikian gambaran ringkas sebagian aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang Syi'ah pada bulan Muharram. Sebagaimana telah disebutkan, tujuan utama dari rangkaian acara tersebut adalah untuk mengenang peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali radhiallahu 'anhuma di Karbala.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
✅🔗 MENGENAL BULAN MUHARRAM 5️⃣
Para pembaca rahimakumullah, sebagai kaum muslimin tentu kita turut bersedih atas peristiwa tragis dan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Akan tetapi, Islam mengajarkan agar seseorang yang tertimpa musibah tetap bersikap ridha dan bersabar terhadap takdir Allah. Karena itu, Islam melarang segala bentuk ucapan maupun perbuatan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap ketetapan-Nya, seperti merobek pakaian, menampar pipi, menjambak rambut, meratap secara berlebihan, apalagi melukai diri sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syi'ah.
Bandingkanlah perbuatan tersebut dengan sikap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ahlul Bait beliau ketika menghadapi musibah.
Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putra beliau, Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain bersabar dan mengucapkan:
"Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih. Namun kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami. Sungguh kami bersedih atas perpisahan denganmu, wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau kehilangan paman yang sangat dicintainya, yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maupun Ahlul Bait beliau memukul tubuh mereka dengan rantai atau melukai kepala dan tubuh mereka sebagai bentuk ungkapan duka.
✅ Cara berkabung seperti itu juga tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang wafat terbunuh secara zalim.
☑️ Demikian pula tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudaranya, Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu.
Perbuatan-perbuatan semacam itu mereka jauhi karena tidak ingin terjatuh ke dalam perkara yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan ancaman keras kepada para wanita yang meratap apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan tersebut.
📝 PENUTUP
Para pembaca rahimakumullah, demikianlah sebagian fenomena yang terjadi di tengah umat dalam menyikapi bulan Muharram.
Sebagai seorang muslim, kita harus mampu membedakan antara syariat dan adat.
Syariat wajib didahulukan meskipun bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku. Sebaliknya, adat dan tradisi harus ditinggalkan apabila menyelisihi syariat. Demikianlah prinsip Islam yang benar.
Dengan berpegang teguh kepada syariat, umat akan memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, ketika adat dan tradisi lebih diutamakan daripada petunjuk agama, maka kehinaan dan kerendahan akan menimpa mereka. Inilah yang ditunjukkan dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku." (HR. Al-Bukhari, dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma)
Semoga tulisan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi saudara-saudara kita seiman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, taufik, dan keistiqamahan kepada kita semua.
🤲 Amin ya Rabbal 'alamin.
✍🏻 Selesai.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f
Para pembaca rahimakumullah, sebagai kaum muslimin tentu kita turut bersedih atas peristiwa tragis dan menyayat hati yang menimpa cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhuma.
Akan tetapi, Islam mengajarkan agar seseorang yang tertimpa musibah tetap bersikap ridha dan bersabar terhadap takdir Allah. Karena itu, Islam melarang segala bentuk ucapan maupun perbuatan yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap ketetapan-Nya, seperti merobek pakaian, menampar pipi, menjambak rambut, meratap secara berlebihan, apalagi melukai diri sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Syi'ah.
Bandingkanlah perbuatan tersebut dengan sikap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ahlul Bait beliau ketika menghadapi musibah.
Ingatlah ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan putra beliau, Ibrahim. Tidak ada yang beliau lakukan selain bersabar dan mengucapkan:
"Sesungguhnya mata ini menangis dan hati ini bersedih. Namun kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami. Sungguh kami bersedih atas perpisahan denganmu, wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari)
✔️ Demikian pula ketika beliau kehilangan paman yang sangat dicintainya, yaitu Hamzah bin Abdul Muththalib radhiallahu 'anhu. Tidak pernah diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maupun Ahlul Bait beliau memukul tubuh mereka dengan rantai atau melukai kepala dan tubuh mereka sebagai bentuk ungkapan duka.
✅ Cara berkabung seperti itu juga tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan ayahnya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, yang wafat terbunuh secara zalim.
☑️ Demikian pula tidak pernah dipraktikkan oleh Al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhu ketika kehilangan saudaranya, Al-Husain bin Ali radhiallahu 'anhu.
Perbuatan-perbuatan semacam itu mereka jauhi karena tidak ingin terjatuh ke dalam perkara yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan ancaman keras kepada para wanita yang meratap apabila mereka meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan tersebut.
📝 PENUTUP
Para pembaca rahimakumullah, demikianlah sebagian fenomena yang terjadi di tengah umat dalam menyikapi bulan Muharram.
Sebagai seorang muslim, kita harus mampu membedakan antara syariat dan adat.
Syariat wajib didahulukan meskipun bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku. Sebaliknya, adat dan tradisi harus ditinggalkan apabila menyelisihi syariat. Demikianlah prinsip Islam yang benar.
Dengan berpegang teguh kepada syariat, umat akan memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, ketika adat dan tradisi lebih diutamakan daripada petunjuk agama, maka kehinaan dan kerendahan akan menimpa mereka. Inilah yang ditunjukkan dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyelisihi perintahku." (HR. Al-Bukhari, dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma)
Semoga tulisan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi saudara-saudara kita seiman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, taufik, dan keistiqamahan kepada kita semua.
🤲 Amin ya Rabbal 'alamin.
✍🏻 Selesai.
#fawaidumum #bulanmuharram #bulanislam
〰️〰️➰〰️〰️
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
📋 Telegram: https://t.me/warisansalaf
📋 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
📋 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f