WarisanSalaf.Com
9.11K subscribers
432 photos
14 videos
43 files
1.91K links
Warisan Salaf
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Download Telegram
🍃📕 SETIAP PENYAKIT PASTI ADA OBATNYA 📒🍃



▶️ Namun terkadang belum diketahui atau belum ditemukan

📝 Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya, Jika obat tersebut sesuai dengan penyakitnya; maka akan sembuh dengan izin Allah Azza waJalla ” (HR. Muslim no. 2204-69)

💯 Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menambahkan;

عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

”Orang yang tahu dialah yang mengetahui obat itu, sedangkan orang yang tidak tahu, dia tidak mengetahuinya.” (HR. Al-Hakim no.7424 & Shohih Al-Jami’ no. 1809)

⛔️ NAMUN JANGAN PAKAI YANG HARAM
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا، وَلَا تَتَدَاووا بِحَرَامٍ

“Sesungguhnya, Allah menciptakan penyakit beserta obatnya; Oleh karena itu berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram (atau dilarang, pent).” (HR. Ath-Thobaroni di dalam Al-Mu’jamul Kabir no.649, Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.1762)

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📕 TERNYATA BERDZIKIR ITU MUDAH 📒🍃

▶️ Berikut ini di antara contoh dzikir yang mudah kita kerjakan namun pahalanya besar di sisi Allah Ta’ala.

📝 Dari Shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي المِيزَانِ: سُبْحَانَ الله: وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ

“Dua kalimat yang dicintai Ar-Rahman (Yakni; Allah Yang Maha Pengasih, pent), ringan diucapkan, (namun) berat ketika ditimbang (pada hari akhir nanti, pent);

سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللهِ العَظِيمِ

“Maha suci Allah dengan segala Pujiannya, Maha suci Allah Yang Maha Agung.”


(HR. Al-Bukhori no. 7563 & Muslim no. 2694-31)

—------—
📝 Ya Allah, Tolonglah kami agar senantiasa ingat kepada-Mu. _Aamiin

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum #dzikir

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️🕋 MEMBERSIHKAN MASJID DAN MEMBERINYA WEWANGIAN



🍃 Membersihkan masjid begitu pula memberinya wewangian adalah perbuatan mulia. Sebagai umat Islam, kita diperintah untuk membersihkan dan menjaga kelestariannya. Hal ini dikarenakan dua sebab:

1⃣ Sebab pertama: masjid adalah tempat yang paling mulia di muka bumi. Maka tentu saja membersihkan tempat mulia merupakan kemuliaan. Allah berfirman,

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang” (QS. An-Nuur: 36)

🔘 Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji hamba-Nya yang memuliakan rumah-Nya yaitu masjid. Dan di antara bentuk memuliakan rumah-Nya adalah dengan menyapu dan membersihkannya dari benda najis dan kotoran.” (Lihat Tafsir As-Sa’di hal.569)

👉🏻 Di ayat yang lain Allah berfirman,

وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar kebesaran Allah maka hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj:32)

🔴 Bagaimana mungkin seseorang disebut memuliakan dan mengagungkan masjid ketika dia membiarkan kotoran dan sampah berserakan di masjid? Atau dengan sengaja dia melempar atau meletakkannya di masjid?

2⃣ Sebab kedua: masjid merupakan pusat pelaksanaan ibadah shalat, yang membutuhkan ketenangan dan kekhusyu’an.

🔵 Tentunya dua hal itu akan didapat dengan suasana yang tenang, aroma yang wangi, dan tempat yang bersih.

☑️ Lalu bagaimana kiranya bila masjid dalam keadaan kotor, sampah berserakan, tembok dan lantai penuh bercak noda, ditambah lagi aroma yang tidak sedap. Mungkinkah akan tercapai kekhusyu’an dan ketenangan? Tentu saja tidak.

🌱 Atas dasar inilah Islam memerintahkan setiap pemeluknya untuk turut andil dalam menjaga kelestarian masjid.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam banyak haditsnya juga mengimbau dalam hal ini. ‘Aisyah menuturkan,

أمر رسول الله  ببناء المساجد في الدور وأن تنظف وأن تطيب

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar membangun masjid-masjid di perkampungan, dan agar dibersihkan dan juga diberi wewangian.”

🔷 Wewangian yang dimaksud adalah yang memiliki aroma semerbak dan tidak meninggalkan bercak noda. Karena wewangian yang meninggalkan noda bisa mencemari keindahan masjid, dan memalingkan pandangan orang yang shalat, sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan kekhusyu’annya.

📝 Al-Imam Asy-Syaukani berkata,

قَالَ ابْنُ رَسْلَانَ: بِطِيبِ الرِّجَالِ: وَهُوَ مَا خَفِيَ لَوْنُهُ وَظَهَرَ رِيحُهُ، فَإِنَّ اللَّوْنَ رُبَّمَا شَغَلَ بَصَرَ الْمُصَلِّي. وَالْأَوْلَى فِي تَطْيِيبِ الْمَسْجِدِ مَوَاضِعُ الْمُصَلِّينَ وَمَوَاضِعُ سُجُودِهِمْ أَوْلَى

“Ibnu Ruslan berkata, dengan wewangiannya para lelaki yaitu wewangian yang samar warnanya dan semerbak harumnya. Karena keberadaan warna seringkali menyibukkan pandangan orang yang shalat. Dan yang utama dalam mewangikan masjid adalah tempat-tempat orang shalat, dan tempat sujud mereka lebih utama lagi.” (Nailul Authar 2/179)


📝 Oleh: Tim Warisan Salaf

#fawaidumum #hukummasjid

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣3⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَإِذَا قِيلَ لَكَ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَقُلْ: رَبِّيَ اللهُ الَّذِي رَبَّانِي وَرَبَّى جَمِيعَ الْعَالَمِينَ بِنِعَمِهِ وَهُوَ مَعْبُودِي لَيْسَ لِي مَعْبُودٌ سِوَاهُ
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الفاتحة: 1] .
وَكُلُّ مَا سِوَى اللهِ عَالَمٌ وَأَنَا وَاحِدٌ مِنْ ذَلِكَ العَالَمِ


Dan apabila engkau ditanya:
“Siapa Tuhanmu?”
Jawablah:
“Tuhanku Allah -Ta’ala- ; Yang telah memeliharaku dan memelihara alam semesta seluruhnya dengan (memberikan) nikmat-nikmat Nya.”

Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala;

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” [ Al-Fatihah;1 ]

Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.

💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada paragraf ini. Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- mulai menjelaskan pertanyaan pertama dari tiga pertanyaan kubur beserta jawabannya.

Dengan harapan; Kita bisa menjawabnya dengan penuh keyakinan yang dibangun di atas dalil ; dari Al-Qur`an maupun hadits.


🔻🔰 Pertanyaan Pertama:

مَنْ رَبُّكَ؟
“Siapa Tuhanmu?”

🌻 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan maksud pertanyaan itu adalah;
“Siapakah yang menciptakanmu, menolongmu, menyediakan segala kebutuhanmu, dan memberikan rizki kepadamu? “


🔻 Adapun jawaban dari pertanyaan itu adalah;
“Tuhanku adalah Allah, Yang telah memeliharaku beserta alam semesta seluruhnya dengan nikmat-nikmat Nya.”

Kata “memelihara” adalah arti dari “Tarbiyyah”.
Sedangkan “Tarbiyyah” adalah ungkapan lain dari penjagaan, pengawasan, dan perlindungan.
Pada jawaban ini Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- seolah-olah mengisyaratkan bahwa kata “Robb” diambil dari kata “Tarbiyyah”.


Kata “Alam Semesta” merupakan arti dari “Al-‘Aalamiin”.
Sedangkan “Al-‘Aalamiin” adalah bentuk jamak (1) dari “Al-‘Aalam” (dibaca: alam).

(1) Bentuk Jamak maksudnya; bentuk kata yang menunjukkan jumlah lebih dari dua.

🌷 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan bahwa alam itu tidak hanya satu; di sana ada alam malaikat, alam benda-benda mati, alam burung, alam binatang buas, alam hewan-hewan yang lain, alam serangga, alam semut, serta alam-alam lain di darat dan lautan yang hanya diketahui dan bisa dihitung oleh Allah –Azza waJalla-.

🔘 Intinya; pengertian alam adalah seperti yang dijelaskan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- di dalam matan;
“Segala sesuatu selain Allah dinamakan Alam. Dan aku termasuk bagian dari alam itu.”

‼️ Dia-lah “Robbul ‘Aalamien” – Tuhan alam semesta. Dimana sebutan ini tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah –Ta’ala-.


📌 Kemudian, Diantara keyakinan yang harus kita yakini adalah penjelasan;
"Dialah sesembahanku. Bagiku, tidak ada sesembahan lain (yang berhak disembah) kecuali Dia." . Kalimat ini merupakan penerapan dari kalimat syahadat yang pertama.


👍 Semoga kita bisa semakin mengenal Robb kita; yaitu Allah –Ta’ala- dan mendekatkan diri kepada-Nya. Aamiin

Bersambung, insya Allah

📚 [Referensi: Syarah Tsalatsatul Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan]


🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📕 4 Sebab Kebahagiaan Hati di Dunia 📒🍃

📝 Dari Nafi’ ibnul Harits rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِي الدُّنْيَا الْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمُنْزِلُ الْوَاسِعُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ

“Di antara sebab kebahagiaan seorang muslim di dunia (adalah):
1⃣ Tetangga yang baik,
2⃣ Rumah yang luas,
3⃣ Tunggangan (Kendaraan) yang menyenangkan.”_
(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok no.7306, Al-Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod no.116 dan 457. Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.3029)

4⃣ Ditambahkan yang keempat dalam riwayat lain;
الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Wanita Sholihah”
(HR. Al-Hakim no.2640 dari shahabat Sa’ad bin Malik rodhiyallahu ‘anhu. Lihat Shohih Al-Jami’ no. 887 & 3629)

Wallahul Muyassir

📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
☑️🔴 BAGAIMANA SEBENARNYA KIAMAT ITU TERJADI?



📝 Abdullah Umar radhiallahu 'anhuma berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ» فَلْيَقْرَأْ: إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

"Barangsiapa ingin melihat bagaimana kiamat itu terjadi seperti (melihat) dengan mata kepala, hendaknya ia membaca:
1⃣ (surat at-takwir) 'Apabila matahari digulung,'
2⃣ (surat al-insyiqoq) 'Apabila langit terbelah,'
3⃣ (surat al-infithor) 'Apabila langit terbelah,'."


🌍 HR. At Tirmidzi no.3333, lihat Ash-Shahihah no.1082
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan salaf

#fawaidumum #harikiamat

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📙 AMALAN YANG BANYAK MANFAATNYA 📕🍃

▶️ Memberi makan orang lain dan mengucapkan salam.



📝 Dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengabarkan, "Dahulu pernah ada seorang shahabat yang bertanya kepada Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam,

أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟
'Manakah amalan Islam yang paling baik 1⃣?'

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
'Engkau Memberikan makanan 2⃣, serta mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak 3⃣.'
(HR. Al-Bukhori no.12 dan Muslim no.39-63)

💢 Penjelasan:
1⃣ “Yang paling baik” maksudnya manfaatnya

👉🏻 (Sebagaimana dinukil oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah dari Al-Kirmany dalam Fathul Bari: 1/56, Lihat pula "Al-Kawakibud Darory" 1/92 ; Al-Kirmany (ada yang membaca Al-Karmany; Dan yang benar dengan fathah, namun lebih masyhur dibaca dengan kasroh; Al-Kirmany; Lihat "Al-Ansab" 11/85; As-Sam'any))

🍃 Para shahabat tatkala menanyakan pertanyaan seperti ini; Tidak dimaksudkan hanya sekedar menambah wawasan saja. Namun, tujuan mereka adalah untuk dilaksanakan. (Lihat Syarah Riyadhis Sholihin 4/388; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)

2⃣ Memberikan makanan yang dimaksud adalah kepada yang membutuhkan.
🔻 Adapun daftar orang-orang yang seharusnya engkau beri makan pertama kali adalah familimu (keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara). Karena memberikan makanan kepada mereka mengandung dua hal; Shodaqoh dan Silaturahmi. (Disadur dari kitab Syarah Riyadhis Sholihin 4/388; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)

3⃣ Dalam permasalahan salam ada tiga jenis manusia yang berbeda-beda perlakuan kita dalam menyalaminya;
🔻 Yang Pertama: Orang Islam Fasiq (pelaku dosa) yang menampakkan kefasikannya; yang seperti ini tetap disalami.
Kecuali apabila tidak disalaminya mereka justru mendatangkan kebaikan.

🔻 Yang Kedua: Orang kafir; Mereka tidak usah disalami. Namun, jika mereka menyalami kita; Cukup kita jawab dengan kalimat: “Wa’alaikum”.

🔻 Yang Ketiga: Orang Islam yang tidak dikenal dengan kefasikannya, yang seperti ini kita harus bersemangat untuk memulai salam kepadanya. (Disadur dari kitab Syarah Riyadhis Sholihin 4/390 ; Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin)


📌 Diantara manfaat kedua perkara itu adalah bisa melembutkan hati seseorang ketika menyampaikan kebenaran kepadanya, dengan izin Allah Ta'ala

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
☑️▶️ HAMBA YANG TIDAK BISA MENYAYANGI ORANG LAIN



📝 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

خاب عبد وخسر لم يجعل الله تعالى في قلبه رحمة للبشر

🌱 "Celaka dan merugi seorang hamba yang tidak Allah jadikan pada hatinya rasa kasih sayang terhadap orang lain."


🌍 HR. Ad-Dulabi dalam Al-Kuna (1/173), Lihat Ash-Shahihah (no.456)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan salaf

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃 PERINTAH UNTUK BERLAKU ADIL DAN BERBUAT BAIK



📝 Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إذا حكمتم فاعدلوا وإذا قتلتم فأحسنوا، فإن الله محسن يحب المحسنين

'Apabila kalian memutuskan suatu hukum, maka berlaku adil-lah, dan bila kalian membunuh maka (bunuhlah) dengan cara yang baik. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang banyak berbuat baik dan mencintai pelaku kebaikan."



🌍 HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam Ad-Diyat (hal.56), lihat Ash-Shahihah (no.469)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan salaf

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣4⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَإِذَا قِيلَ لَكَ بِمَ عَرَفْتَ رَبَّكَ (2) ؟ فَقُلْ بِآيَاتِهِ وَمَخْلُوقَاتِهِ (3) وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ، وَمِنْ مَخْلُوقَاتِهِ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرَضُونَ السَّبْعُ ومن فيهنّ وما بينهما (4) .

Dan apabila engkau ditanya:
“Dengan apa engkau mengenal Tuhanmu?”
Jawablah:
“Dengan tanda-tanda dan makhluk-makhluk-Nya;

Di antara tanda-tanda Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan.
Adapun makhluk-makhluk-Nya seperti langit-langit yang (berjumlah) tujuh, bumi-bumi yang (berjumlah) tujuh, semua yang di dalamnya dan di antara keduanya.”


💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –yang dirahmati Allah-, Pada pembahasan kali ini. Penulis –yakni; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- menjelaskan kepada kita cara menjawab pertanyaan ; “Dengan apa kita mengenal Allah?”

Yaitu; Dengan tanda-tanda dan makhluk-makhluk Nya.
🔻 Dan di antara tanda-tanda tersebut adalah malam, siang, matahari, dan bulan.
🔻 Dan di antara makhluk-makhluk-Nya adalah langit-langit yang (berjumlah) tujuh, bumi-bumi yang (berjumlah) tujuh, semua yang di dalam dan di antara keduanya.

🌷 Pada penjelasan di atas; Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –rohimahullah- memasukkan langit-langit dan bumi sebagai makhluk Allah –Ta’ala-.
Padahal disebutkan dalam Al-Qur`an, bahwa langit dan bumi termasuk tanda-tanda kekuasaan Nya.
👉 Misalnya, firman Allah –Ta’ala-;

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi.” [ Ar-Ruum:22 ]

📌 Alasannya; Karena langit-langit dan bumi adalah tanda-tanda kekuasaan Allah –Ta’ala- yang tetap; tidak terlihat perubahannya.
👉 Berbeda halnya dengan malam, siang, matahari dan bulan yang silih berganti setiap hari, berpindah tempat, datang dan pergi secara teratur. Mereka tidak mungkin bergerak sendiri tanpa ada yang mengatur. Tanda-tanda yang seperti ini lah , yang jelas lebih tampak menunjukkan keberadaan pengaturnya; Yaitu Allah –Subhanahu wa Ta’ala-.

🔰 Tanda-tanda dan makhluk-makhluk Allah –Ta’ala- tersebut semuanya menunjukkan kekuasaan Allah –Ta’ala- yang maha sempurna, serta menunjukkan hikmah dan kasih sayang Nya yang juga maha sempurna. Sehingga, dengan itu kita bisa mengenal Allah –Subhanahu waTa’ala- yang Maha Agung lagi Maha Tinggi.

Bersambung, insya Allah

📚 [ Referensi: Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah; Asy-Syaikh Al-Fauzan, Syarah Tsalatsatul Ushul – Asy-Syaikh Sholih Alusy- Syaikh ]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃💢 PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DAN SHOLEH 💢🍃

▶️ Karena agama dan akhlak seseorang bisa dipengaruhi oleh temannya.



🔰 Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu; Bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

« الْرَّجُل عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ »

”Seorang manusia itu di atas agama teman dekatnya. Oleh karena itu, perhatikanlah oleh kalian, siapa yang akan dijadikan teman dekat!”

(HR. Abu Dawud no.4833, dan At-Tirmidzi no.2378. At-Tirmidzi mengatakan: “Hadits ini hasan ghorib.”, Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.3545, Derajatnya: Hasan )

💢 Penjelasan:

🔰 Agama dan akhlak seseorang itu dipengaruhi teman dekatnya (atau sahabat karibnya).
👉 Oleh karena itu, hendaknya kalian memperhatikan siapa yang akan dijadikan teman dekat.

🔵 Jikalau dia bersahabat dengan ahlul-khoir (orang-orang yang baik, pent), dia akan menjadi bagian dari mereka.

🔴 Jika dia bersahabat dengan selain mereka, maka dia pun akan menjadi seperti mereka (orang-orang yang dijadikan sahabatnya, pent.).


Pelajaran dari hadits ini dan yang semakna;

👉🏻 Hendaknya seorang manusia memilih teman dekat dari kalangan orang-orang baik (nan sholeh).
Kemudian, saling mengunjungi di antara mereka, karena pada kegiatan itu terdapat kebaikan.

(Lihat Syarah Riyadhis Sholihin 3/246; Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah)

Wallahul Muwaffiq


👍 Semoga Allah Ta'ala senantiasa memudahkan kita untuk berteman dengan alim ulama dan orang-orang sholeh yang berjalan di atas kebenaran. Aamiin


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🕋📡 HUKUM TIDAK MENGHADIRI SHOLAT JUM'AT KARENA TIDAK MENDENGAR ADZAN JUM'AT


▶️ Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

📝 Pertanyaan: Apabila muadzdzin mengumandangkan adzan untuk sholat jumat. Ketika aku tidak mendengar suara adzan, apakah boleh bagiku untuk tidak pergi menuju sholat jumat?

🔵 Beliau rahimahullah menjawab,

سماع النداء ليس شرطاً لوجوب الجمعة. بل يجب على كل من في البلد أن يأتوا إلى الجمعة سواء سمعوا النداء أم لم يسمعوا.

🌱 "Mendengar adzan bukanlah syarat wajibnya shalat Jumat. Bahkan wajib atas setiap orang yg ada di negeri tersebut untuk mendatangi sholat jumat; baik mereka mendengar panggilan adzan ataukah tidak."


🌍 Sumber: Liqo' Al Baabil Maftuh (Pertemuan 111)
📝 Diterjemahkan oleh: Al Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah

#fawaidumum #ahkamjumat

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📒 HUKUM MENGANGKAT TANGAN KETIKA DOA KHUTHBAH JUM’AT 📕🍃



🔰 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya:

📝 “Apa hukum mengangkat kedua tangan bagi para makmum ketika imam (khotib) berdoa saat khuthbah Jum’at? Kemudian, apa hukum mengucapkan ‘Aamiin’ secara serentak (bersama-sama)?”

📡 Beliau menjawab:
“Mengangkat tangan ketika berdoa saat khuthbah disyariatkan hanya pada doa Istisqo (minta hujan).

👉Berdasarkan hadits Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu. Jika Imam berdoa dengan doa Istisqo (minta hujan) , lalu mengucapkan: ‘Allahumma isqina..., Allahumma Aghitsna’…, saat itu khotib dan makmum yang mendengar seluruhnya boleh mengangkat kedua tangan mereka.

🔻Adapun pada selain keadaan itu, tidak ada yang namanya pengangkatan tangan bagi imam (khotib) maupun para makmum.

⛔️ Oleh karena itu, pernah terjadi pengingkaran di zaman shahabat atas perbuatan Bisyr bin Marwan ketika mengangkat kedua tangannya saat berdoa di dalam khuthbah Jum’at.

Yang boleh dilakukan imam hanya memberikan isyarat ke atas para makmum, yaitu isyarat kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala.

📌 Terkait dengan ucapan ‘Aamiin’ yang diucapkan dengan suara keras, perbuatan itu mengurangi konsentrasi jama’ah untuk mendengarkan khuthbah.

🔻Jika para makmum hendak mengucapkan ‘Aamiin’ hendaknya mengucapkannya dengan suara pelan, karena yang demikian tidak mengapa.

📚 [ Lihat selengkapnya di kitab Majmu’ Fatawa wa Rosail Al-‘Utsaimin 16/106; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ]

Wallahu A’lamu bisshowaab

وسئل فضيلة الشيخ - رحمه الله تعالى -: ما حكم رفع اليدين للمأموم حينما يدعو الإمام أثناء خطبة الجمعة؟ وما حكم التأمين بصوت جماعي؟
فأجاب فضيلته بقوله: رفع اليدين عند الدعاء في الخطبة إنما يشرع في دعاء الاستسقاء فقط، لما جاء في حديث أنس بن مالك رضي الله عنه، فإذا دعا الإمام بالاستسقاء أي قال: اللهم اسقنا، اللهم أغثنا، فهنا ترفع الأيدي يرفعها الخطيب والمستمعون كلهم، وفي غير ذلك لا رفع لا للإمام ولا للمأمومين، ولهذا أنكر الصحابة رضي الله عنهم على بشر بن مروان حين رفع يديه بالدعاء في خطبة الجمعة، وإنما يشير الإمام إشارة فقط عند الدعاء إشارة إلى علو المدعو وهو الله تبارك وتعالى.
أما التأمين جهراً فإن ذلك ينافي كمال الاستماع إلى الخطبة، لكن إذا أراد أن يؤمن المأموم فليؤمن سرًّا ولا حرج عليه في ذلك.


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum #ahkamjumat

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️☑️ MANUSIA LEBIH PERHATIAN TERHADAP URUSAN MAKAN DARIPADA DOSA



📝 Berkata Ibnu Syubrumah rahimahullah,

عجبت للناس يحتمون من الطعام مخافة الداء، ولا يحتمون من الذنوب مخافة النار

🔴 "Aku sangat heran dengan manusia, yang mana mereka sangat berhati-hati dalam urusan makan supaya terhindar dari penyakit, tapi mereka tidak berhati-hati dalam urusan dosa agar terhindar dari api neraka"


Ibnu Syubrumah adalah seorang ulama tabi'in. Beliau meriyawatkan dari Anas bin Malik (shahabat Nabi), Abu Wail, Amir Asy-Sya'bi, dan selain mereka. dan beliau meninggal tahun 144 H.

🌍 Sumber: Siyar A'lam An-Nubala (6/349)
📝 Atsar diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Ali Nurdin hafizhahullah

#fawaidumum #aqwalulama

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📒 ANDA INGIN MERASAKAN MANISNYA IMAN? 📕🍃

▶️ Cobalah tempuh sebab-sebab berikut ini.



🔰 Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhuma; Bahwasaya Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

”Tiga kriteria; barangsiapa bersifat dengannya dia akan merasakan manisnya keimanan:

1⃣ Lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dibandingkan selain keduanya.
2⃣ Tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah.
3⃣ Benci untuk kembali kepada kekafiran, setelah Allah entaskan dia dari api Neraka.”

📚 (HR. Al-Bukhori no.16 dan Musilm no.(43)-67)

👉 Ucapan Nabi, "Benci untuk kembali kepada kekafiran" Namun apabila dia terlahir sebagai seorang mukmin, maka maknanya Dia membenci kekafiran tersebut setelah Allah Ta’ala anugerahkan kepadanya keislaman, Sebagaimana dia benci untuk dilempar ke dalam api Neraka." (Lihat kitab Syarah Riyadhis Sholihin 3/260 ; Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah)

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃🍃 JANGAN LUPA BACA DOA INI SESUDAH BERWUDHU



📝 Seseorang yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu berdoa

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

▶️ maka akan dibukakan untuknya delapan pintu al-Jannah, ia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.


🌍 HR. Muslim (no. 345)
📝 http://mahad-assalafy.com/

#fawaidumum #do'a

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from WarisanSalaf.Com
🌸📡 BAHKAN KITA SELAMAT DAN MEREKA SELAMAT ITU LEBIH BAIK DARIPADA KITA MENDAPAT PAHALA SEMENTARA MEREKA BERDOSA

✳️ Dahulu Ibrahim An-nakha'i -rahimahullah- adalah seorang yang sebelah matanya tidak dapat melihat, dan muridnya yaitu Sulaiman bin Mihran seorang yang rabun matanya (pengelihatannya lemah)

▶️ Ibnul Jauzy meriwayatkan dari mereka berdua dalam kitabnya Al-Muntazhom,

🔷 "Bahwasanya keduanya berjalan (bersama) di salah satu jalan di Kota Kufah menuju Masjid Jami.

🌴 Ketika keduanya sedang berlajan, al Imam an Nakha'i berkata, "Wahai sulaiman, tidakkah engkau mengambil suatu jalan dan aku mengambil jalan yang lain? Karena sesungguhnya aku khawatir apabila kita berjalan bersama, lalu bertemu dengan orang yang bodoh. niscaya mereka akan mengatakan, 'orang yang buta sebelah sedang menuntun orang yang rabun matanya.' Mereka pun akan MENGGIBAHI kita dan mereka berdosa.

📡 Al A'mas berkata, "Wahai Abu Imron, bukankah itu tdk masalah, kita mendapat pahala dan mereka berdosa."

💯 Maka Ibrahim an Nakha'i mengatakan, "Ya Subhanallah! Bahkan kita selamat dan mereka selamat itu lebih baik daripada kita mendapat pahala sementara mereka berdosa."

🌏 Sumber: al-Muntazham fii Tarikhil Muluki wal Umam (7/22 dengan redaksi sedikit berbeda)
📝 Oleh: Tim Warisan Salaf (UR)

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from WarisanSalaf.Com
📡 ALLAH MENYERU PADA HARI KIAMAT, "DIMANAKAH TETANGGAKU" ?

☑️ Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

إن الله لينادي يوم القيامة: أين جيراني، أين جيراني؟ قال: فتقول الملائكة: ربنا! ومن ينبغي أن يجاورك؟ فيقول: أين عمار المساجد؟

📡 "Sesungguhnya Allah akan menyeru pada hari kiamat: "Dimana tetanggaku? Dimana tetanggaku?"

👉​ Para malaikat menyatakan: "wahai Rabb kami, siapakah yang pantas menjadi tetangga-Mu?"

🕋 Maka Allah menyatakan: "Dimana orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid?."


🔗 Syaikh al-Albani rahimahullah berkata, "Sanad (hadits)nya bagus"

🌏 Sumber: Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no.2728)
📝 Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Ja'far hafizhahullah

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📒 TERNYATA BEGINI CARA MENASEHATI PENGUASA 📕🍃

▶️ Tarik tangannya dan bicara empat mata



🔰 Dari shahabat ’Iyadh bin Ghonm rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ، فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ

▶️ “Barangsiapa ingin menasehati penguasa tentang suatu perkara, maka janganlah ia menampakkannya (dihadapan khalayak ramai) secara terang-terangan. Namun hendaknya dia mengambil tangannya, bicara empat mata dengannya.

🔵 Jikalau dia menerima maka itulah (yang diharapakan). Jika tidak, maka sungguh dia telah menunaikan kewajibannya.”

📚 (HR. Ahmad no.15333, Ath-Thobaroni dalam kitab Musnad Asy-Syamiyyin no.977, Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab As-Sunnah no.1096, 1097)

📌 Derajat Hadits;
Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah menjelaskan bahwa hadits ini shohih karena ada yang menguatkan jalan (sanad)nya. (Lihat selengkapnya kitab Zhilalul Jannah 2/521-522 )


📮 Jika nasehat model seperti itu diterapkan, niscaya situasi dan kondisi suatu bangsa atau negara akan menjadi lebih tenang dan kondusif.

Wallahul Muwaffiq

📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🏖🛤 BERDO'A MOHON PERLINDUNGAN DARI KEJELEKAN FITNAH, YANG TAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI.
BERDO'A MOHON KESELAMATAN AGAMA dan NEGERI INI

عن عن زيد بن ثابت رضي الله عنه –ضمن حديث طويل-أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
«تعوذوا بالله من الفتن، ما ظهر منها وما بطن»
قالوا: «نعوذ بالله من الفتن ما ظهر منها وما بطن».

رواه مسلم في صحيحه ٢٨٦٧

Dari Zaid bin Tsabit — radhiyallahu 'anhu — dalam sebuah hadits yang panjang, bahwa Nabi - shallallahu 'alaihi wa sallam - bersabda :
« Berlindunglah kepada Allah dari berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi. »

Para shahabat pun berdo'a : « Kami berlindung kepada Allah dari berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi. »

🛍 HR. Muslim 2869

➡️ Mengingatkan Ahlus Sunnah Salafiyyin, untuk banyak-banyak berdo'a demi keselamatan agama dan negeri ini dari fitnah dan petaka. Terutama pada hari-hari yang berat ini.

وقال صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ»
(رواه النسائي، وصححه الألباني).

🌧🌨 Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Hanyalah Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka."
📚 HR. an-Nasa'i, dishahihkan oleh al-Albani

•••••••••••••••••••••
@manhajulanbiya