es tidak ada yang sadar bahwa agama sedang dihabisi seorang humanis sekuler. Dalam sebuah acara Nightline TV ABC pada 13 Februari 1989 terus terang dia nyatakan “…saya tidak percaya pada mereka yang mengklaim tahu seluruh kebenaran dan mencoba memaksa dunia ini agar ikut kebenaran itu.” Lebih jelas lagi dalam pernyataannya di New York Review tanggal 2 Maret.
Jadi dia sebenarnya telah berada di luar agama dan menjadi sebagai humanis sekuler. Dan melalui karyanya Satanic Verses “Saya mencoba memberi visi sekuler dan humanis terhadap agama besar ini (maksudnya Islam)”, katanya dalam New York Review 2 Maret 1989. Di Barat anak yang telah dewasa memang berhak minggat dari rumah. Orang beragama berhak murtad.
Di Amerika humanisme seperti anak nakal. Organisasi pertamanya (berdiri Februari 1877) tidak sudi memakai kata “religious”. Pemrakarsanya F.C.S. Schiller didukung oleh Charles Francis Potter dipengaruhi oleh doktrin pragmatisme William James.
Organisasi yang didirikan Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist jelas-jelas bernama the Council for Secular Humanism. Demikian pula Humanist Society of New York yang didirikan Charles Francis Potter tahun 1929 juga sekuler.
Penasehatnya Julian Huxley, John Dewey, Albert Einstein dan Thomas Mann. Ini disusul oleh kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation dan sebagainya. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Modalnya akal dan sains, alat penyebarannya adalah demokrasi. Dan semua itu demi kepentingan kemanusiaan.
Di era globalisasi dan teknologi modern disaat mana agama kehilangan otoritasnya, humanisme talak tiga dari agama. Fenomenanya terlihat ketika Potter bersama istrinya Clara Cook Potter berani menerbitkan buku aneh (tahun 1930) berjudul Humanism: A New Religion.
Disinilah humanisme tidak hanya pindah rumah dari agama tapi sudah menjadi rival agama. Ini tidak hanya mensekulerkan agama, tapi meng-agamakan paham sekuler. Inilah agama yang tidak lagi berhubungan dengan Tuhan. Tidak aneh jika kemudian “Fatwa” tentang kemanusiaan kini direbut humanisme.
Dari awal humanisme memang sudah berwatak sekuler. Tapi resmi berwajah sekuler ketika berdiri the Council for Secular Humanism oleh Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist. Karena sekularisme inklusif dalam modernisme, humanisme modern dan humanisme sekuler sama saja.
Garda depannya adalah kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Andalannya akal dan sains, demokrasi dan kepentingan kemanusiaan. Paul Kurtz dan Potter mungkin sudah lama berwacana bagaimana menghabisi agama.
Babak-babak marginalisasi agama oleh humanisme modern dan sekuler terus berlangsung. Ketika globalisme dan teknologi modern bangkit kekuasaan agama jatuh. Humanisme religius pun kehilangan watak religiusnya.
Namun watak humanisme yang sejak awal telah menggugat agama itu akhirnya tidak dapat menutupi identitasnya. Humanis adalah ateis. Faktanya semua aktifis humanis tidak sungkan lagi mengklaim dirinya ateis dan agnostik. Robert G. Ingersoll, seorang humanis sekuler terang-terangan berkata: “Kini saya yakin hantu (ghost) dan tuhan (god) adalah mitos. Aku bebas berpikir dan berbuat apa saja… aku bebas! Bagi humanis sekuler tidak perlu lagi teriak "hallelujah!" Jika ia Muslim pasti ia benci dengan yel Allahu Akbar.
Lucunya humanisme religius sama-sama menanda tangani Manifesto Humanist I & II tahun 1933 dan 1973. Tapi kedua manifesto itu dihegemoni humanisme sekuler. Sementara Humanisme Kristen sudah dikuasai oleh Unitarianisme dan Universalisme. Suatu organisasi keagamaan liberal dibawah gereja the Unitarian Universalist (UU) Amerika Utara. Kini kelompok Unitarian yang liberal ini telah dianggap telah keluar dari Kristen.
Puncaknya kemenangan humanisme sekuler terjadi tahun 2008. Pemerintah Inggris pada tanggal 8 Mei 2008 menyetujui Undang-undang Kriminal, Keadilan dan Keimigrasian. Undang-und
Jadi dia sebenarnya telah berada di luar agama dan menjadi sebagai humanis sekuler. Dan melalui karyanya Satanic Verses “Saya mencoba memberi visi sekuler dan humanis terhadap agama besar ini (maksudnya Islam)”, katanya dalam New York Review 2 Maret 1989. Di Barat anak yang telah dewasa memang berhak minggat dari rumah. Orang beragama berhak murtad.
Di Amerika humanisme seperti anak nakal. Organisasi pertamanya (berdiri Februari 1877) tidak sudi memakai kata “religious”. Pemrakarsanya F.C.S. Schiller didukung oleh Charles Francis Potter dipengaruhi oleh doktrin pragmatisme William James.
Organisasi yang didirikan Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist jelas-jelas bernama the Council for Secular Humanism. Demikian pula Humanist Society of New York yang didirikan Charles Francis Potter tahun 1929 juga sekuler.
Penasehatnya Julian Huxley, John Dewey, Albert Einstein dan Thomas Mann. Ini disusul oleh kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation dan sebagainya. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Modalnya akal dan sains, alat penyebarannya adalah demokrasi. Dan semua itu demi kepentingan kemanusiaan.
Di era globalisasi dan teknologi modern disaat mana agama kehilangan otoritasnya, humanisme talak tiga dari agama. Fenomenanya terlihat ketika Potter bersama istrinya Clara Cook Potter berani menerbitkan buku aneh (tahun 1930) berjudul Humanism: A New Religion.
Disinilah humanisme tidak hanya pindah rumah dari agama tapi sudah menjadi rival agama. Ini tidak hanya mensekulerkan agama, tapi meng-agamakan paham sekuler. Inilah agama yang tidak lagi berhubungan dengan Tuhan. Tidak aneh jika kemudian “Fatwa” tentang kemanusiaan kini direbut humanisme.
Dari awal humanisme memang sudah berwatak sekuler. Tapi resmi berwajah sekuler ketika berdiri the Council for Secular Humanism oleh Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist. Karena sekularisme inklusif dalam modernisme, humanisme modern dan humanisme sekuler sama saja.
Garda depannya adalah kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Andalannya akal dan sains, demokrasi dan kepentingan kemanusiaan. Paul Kurtz dan Potter mungkin sudah lama berwacana bagaimana menghabisi agama.
Babak-babak marginalisasi agama oleh humanisme modern dan sekuler terus berlangsung. Ketika globalisme dan teknologi modern bangkit kekuasaan agama jatuh. Humanisme religius pun kehilangan watak religiusnya.
Namun watak humanisme yang sejak awal telah menggugat agama itu akhirnya tidak dapat menutupi identitasnya. Humanis adalah ateis. Faktanya semua aktifis humanis tidak sungkan lagi mengklaim dirinya ateis dan agnostik. Robert G. Ingersoll, seorang humanis sekuler terang-terangan berkata: “Kini saya yakin hantu (ghost) dan tuhan (god) adalah mitos. Aku bebas berpikir dan berbuat apa saja… aku bebas! Bagi humanis sekuler tidak perlu lagi teriak "hallelujah!" Jika ia Muslim pasti ia benci dengan yel Allahu Akbar.
Lucunya humanisme religius sama-sama menanda tangani Manifesto Humanist I & II tahun 1933 dan 1973. Tapi kedua manifesto itu dihegemoni humanisme sekuler. Sementara Humanisme Kristen sudah dikuasai oleh Unitarianisme dan Universalisme. Suatu organisasi keagamaan liberal dibawah gereja the Unitarian Universalist (UU) Amerika Utara. Kini kelompok Unitarian yang liberal ini telah dianggap telah keluar dari Kristen.
Puncaknya kemenangan humanisme sekuler terjadi tahun 2008. Pemerintah Inggris pada tanggal 8 Mei 2008 menyetujui Undang-undang Kriminal, Keadilan dan Keimigrasian. Undang-und
ang itu mengandung amandemen untuk menghapus larangan penistaan agama.
Hak istimewa gereja dan agama tidak sesuai lagi dengan masyarakat Inggris modern. Undang-undang ini benar-benar bertujuan menjaga masyarakat beserta hak-hak mereka, dan tidak melindungi pemikiran dan kepercayaan mereka dari kritik.
Meski demikian, buku Potter berjudul Humanism: New Religion, masih dicibir kalangan gereja di Amerika. Mereka membuat artikel plesetan berjudul Humanisme: The Atheist's Religion! Bibelnya: Manifesto Humanism; Obyek sembahannya: Manusia; Pendeta dan Misionarisnya: Para pendidik; Seminarinya: Guru-guru sekolah; Gerejanya: Universitas. Mungkin “jihad” nya adalah “memerangi” agama.
Akhirnya manusia sudah bukan makhluk Tuhan, tapi hasil evolusi. Tidak ada kehidupan sesudah mati. Prinsip hidup humanis sangat simple: makan, minum dan kawinlah sepuasmu karena mungkin besok akan mati. Lakukan apa saja asal kamu suka. Seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi eutanasia adalah hak asasi dan tidak ada yang berhak mencampuri anda.
Cara perang melawan agama itu mudah. Manifesto Humanisme di Amerika Selatan pada 7 Mei 2005 mendeklarasikan kembali lagu-lagu Yunani “Humans are the measure of all things". Jika pluralisme agama memindah pusat orbit dunia agama (world of religion) kepada satu Tuhan, humanisme memindahkan orbit segala sesuatu dari Tuhan kepada manusia.
Tuhan bukan lagi pusat dan ukuran segala sesuatu. Salah laku dalam hal seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi, eutanasia dan lain-lain kini tidak lagi diukur dari agama. "Baik buruk”, kata Betrand Russell yang ateis itu, “adalah kualitas milik obyek yang terpisah dari opini kita.” Sebab, ukuran moral adalah obyektif bukan subyektif atau normatif.
Pantas! Takbir yang diikuti dengan menjotos hidung sampai berdarah adalah kekerasan. Tapi mutilasi tanpa takbir dianggap tindak kriminal biasa. Merazia tempat maksiat dengan takbir demi nahi munkar melanggar HAM.
Tapi, razia polisi demi keamanan dan tanpa takbir adalah biasa. Artinya jangan bawa-bawa agama untuk kemanusiaan, apalagi berbentuk kekerasan. Pokoknya agama dipasung agar tidak masuk ke ranah publik dan humanisme diusung agar menjadi agama publik. Ukuran moralitas bukan agama tapi publik. Moralis tidak harus religius.
Disini sayup-sayup mulai terdengar Christian Humanism kini diterjemahkan menjadi Muslim Humanis. Dengan bahasa fiqih mereka berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia, maka ukurannya juga bukan Tuhan”, “Tujuan (maqasid) syariat lebih penting dari syariat” artinya “Kemanusiaan lebih penting dari syariat”, “Konteks lebih penting daripada teks”.
Tidak! Memang tidak ada yang salah dalam agama. Tapi agama telah kalah dari Humanisme. Manusia tidak lagi untuk Tuhan, tapi Tuhan untuk manusia. Moralis tidak selalu harus religius. Sila ketuhanan boleh jadi nantinya diganti dengan sila kemanusiaan. Sebab, disini ilmuwannya sudah berani berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia”, kemanusiaan lebih penting dari syariat.
Kini ukurannya bukan syariat tapi insaniyah atau basyariah. Dulu saja Tertulian secara pejoratif mengeluh "What has Jerusalem to do with Athens?" (maksudnya apa gunanya agama bagi akal). Mungkin keluh kesah Tertulian itu akan berubah begini: Apa yang bisa dilakukan agama jika semua demi manusia?.
Kini waktunya kita menyoal diri (muhasabah) apa gunanya agama jika kita hanya ingin surga (dunia). Apa gunanya qalbu jika syahwat sudah menggebu? Saya akhirnya paham mengapa penganut humanisme itu tidak bisa ngopi bersama sambil bicara agama dan Tuhan. Karena mereka telah merasa jadi tuhan.
Hak istimewa gereja dan agama tidak sesuai lagi dengan masyarakat Inggris modern. Undang-undang ini benar-benar bertujuan menjaga masyarakat beserta hak-hak mereka, dan tidak melindungi pemikiran dan kepercayaan mereka dari kritik.
Meski demikian, buku Potter berjudul Humanism: New Religion, masih dicibir kalangan gereja di Amerika. Mereka membuat artikel plesetan berjudul Humanisme: The Atheist's Religion! Bibelnya: Manifesto Humanism; Obyek sembahannya: Manusia; Pendeta dan Misionarisnya: Para pendidik; Seminarinya: Guru-guru sekolah; Gerejanya: Universitas. Mungkin “jihad” nya adalah “memerangi” agama.
Akhirnya manusia sudah bukan makhluk Tuhan, tapi hasil evolusi. Tidak ada kehidupan sesudah mati. Prinsip hidup humanis sangat simple: makan, minum dan kawinlah sepuasmu karena mungkin besok akan mati. Lakukan apa saja asal kamu suka. Seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi eutanasia adalah hak asasi dan tidak ada yang berhak mencampuri anda.
Cara perang melawan agama itu mudah. Manifesto Humanisme di Amerika Selatan pada 7 Mei 2005 mendeklarasikan kembali lagu-lagu Yunani “Humans are the measure of all things". Jika pluralisme agama memindah pusat orbit dunia agama (world of religion) kepada satu Tuhan, humanisme memindahkan orbit segala sesuatu dari Tuhan kepada manusia.
Tuhan bukan lagi pusat dan ukuran segala sesuatu. Salah laku dalam hal seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi, eutanasia dan lain-lain kini tidak lagi diukur dari agama. "Baik buruk”, kata Betrand Russell yang ateis itu, “adalah kualitas milik obyek yang terpisah dari opini kita.” Sebab, ukuran moral adalah obyektif bukan subyektif atau normatif.
Pantas! Takbir yang diikuti dengan menjotos hidung sampai berdarah adalah kekerasan. Tapi mutilasi tanpa takbir dianggap tindak kriminal biasa. Merazia tempat maksiat dengan takbir demi nahi munkar melanggar HAM.
Tapi, razia polisi demi keamanan dan tanpa takbir adalah biasa. Artinya jangan bawa-bawa agama untuk kemanusiaan, apalagi berbentuk kekerasan. Pokoknya agama dipasung agar tidak masuk ke ranah publik dan humanisme diusung agar menjadi agama publik. Ukuran moralitas bukan agama tapi publik. Moralis tidak harus religius.
Disini sayup-sayup mulai terdengar Christian Humanism kini diterjemahkan menjadi Muslim Humanis. Dengan bahasa fiqih mereka berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia, maka ukurannya juga bukan Tuhan”, “Tujuan (maqasid) syariat lebih penting dari syariat” artinya “Kemanusiaan lebih penting dari syariat”, “Konteks lebih penting daripada teks”.
Tidak! Memang tidak ada yang salah dalam agama. Tapi agama telah kalah dari Humanisme. Manusia tidak lagi untuk Tuhan, tapi Tuhan untuk manusia. Moralis tidak selalu harus religius. Sila ketuhanan boleh jadi nantinya diganti dengan sila kemanusiaan. Sebab, disini ilmuwannya sudah berani berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia”, kemanusiaan lebih penting dari syariat.
Kini ukurannya bukan syariat tapi insaniyah atau basyariah. Dulu saja Tertulian secara pejoratif mengeluh "What has Jerusalem to do with Athens?" (maksudnya apa gunanya agama bagi akal). Mungkin keluh kesah Tertulian itu akan berubah begini: Apa yang bisa dilakukan agama jika semua demi manusia?.
Kini waktunya kita menyoal diri (muhasabah) apa gunanya agama jika kita hanya ingin surga (dunia). Apa gunanya qalbu jika syahwat sudah menggebu? Saya akhirnya paham mengapa penganut humanisme itu tidak bisa ngopi bersama sambil bicara agama dan Tuhan. Karena mereka telah merasa jadi tuhan.
#GhazwulFikr
FILM NAURA CONTOH GHAZW AL-FIKR
Mengumpulkan seluruh testimoni para ayah dan bunda yang telah menontonnya dan berharap film ini sekualitas film Sherina terdahulu harus gigit jari plus kebingungan menjelaskan kepada ananda yang dibawanya menonton bersama akan konsep nilai dan karakter yang selama ini ditanamkan di rumah, lingkungan dan sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Film adalah sarana Ghazw al-Fikr yang cukup efektif. Dukungan dana besar berdamai dengan worldview produser dan penulis naskah untuk mencapai cita yang sama, yang jelas jika dilihat dari muatannya, bukan untuk Indonesia Beradab.
Ada apa dengan film itu?
1. Kegiatan di hutan yang mengharuskan anak wanita mengenakan hot pants sepanjang film, logiskah?
2. Tiadanya wali pendamping dan mengesankan area camping bercampur antara putra dan putri, adakah karakter ini yang ingin dikembangkan untuk bangsa?
3. Sosok penjahat culas yang dikesankan ahludzdzikir lengkap dengan janggut, adakah pantas mengesankan Islam sebagai teroris?
4. Karya sains yang tidak dibahas detail dan cenderung pelengkap yang tidak terapresiasi, lalu apa sebenarnya muatan film ini?
Kita berduka bukan saja karena siasat film yang bermuatan negatif untuk tumbuh kembang ananda dan toleransi beragama, namun kita lebih berduka karena para pemeran film ini adalah keluarga-keluarga Muslim juga. Tidakkah mereka sadar adanya dosa jariyah yang mengalir terus menerus dari amal yang terlahir dari ananda yang berhasil terstigma oleh karakter dalam film ini sehingga menjadi berpandangan negatif terhadap Islam dan berperilaku terbaratkan?
Masihkan sahabat membatasi diri hanya pada menjadi penonton pada realitas negatif, sementara Islam adalah ajaran yang mendorong manusia untuk bergerak dan berpadu membuat perubahan atas realitas di masyarakat sekitar.
Masihkah sahabat hanya membatasi diri pada aktif mengaji dan tidak bergerak menerapkan ilmu yang diperoleh dari mengaji dalam lapangan amal yang luas secara berjama'ah?
📡 Join Channel: t.me/supraha
FILM NAURA CONTOH GHAZW AL-FIKR
Mengumpulkan seluruh testimoni para ayah dan bunda yang telah menontonnya dan berharap film ini sekualitas film Sherina terdahulu harus gigit jari plus kebingungan menjelaskan kepada ananda yang dibawanya menonton bersama akan konsep nilai dan karakter yang selama ini ditanamkan di rumah, lingkungan dan sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Film adalah sarana Ghazw al-Fikr yang cukup efektif. Dukungan dana besar berdamai dengan worldview produser dan penulis naskah untuk mencapai cita yang sama, yang jelas jika dilihat dari muatannya, bukan untuk Indonesia Beradab.
Ada apa dengan film itu?
1. Kegiatan di hutan yang mengharuskan anak wanita mengenakan hot pants sepanjang film, logiskah?
2. Tiadanya wali pendamping dan mengesankan area camping bercampur antara putra dan putri, adakah karakter ini yang ingin dikembangkan untuk bangsa?
3. Sosok penjahat culas yang dikesankan ahludzdzikir lengkap dengan janggut, adakah pantas mengesankan Islam sebagai teroris?
4. Karya sains yang tidak dibahas detail dan cenderung pelengkap yang tidak terapresiasi, lalu apa sebenarnya muatan film ini?
Kita berduka bukan saja karena siasat film yang bermuatan negatif untuk tumbuh kembang ananda dan toleransi beragama, namun kita lebih berduka karena para pemeran film ini adalah keluarga-keluarga Muslim juga. Tidakkah mereka sadar adanya dosa jariyah yang mengalir terus menerus dari amal yang terlahir dari ananda yang berhasil terstigma oleh karakter dalam film ini sehingga menjadi berpandangan negatif terhadap Islam dan berperilaku terbaratkan?
Masihkan sahabat membatasi diri hanya pada menjadi penonton pada realitas negatif, sementara Islam adalah ajaran yang mendorong manusia untuk bergerak dan berpadu membuat perubahan atas realitas di masyarakat sekitar.
Masihkah sahabat hanya membatasi diri pada aktif mengaji dan tidak bergerak menerapkan ilmu yang diperoleh dari mengaji dalam lapangan amal yang luas secara berjama'ah?
📡 Join Channel: t.me/supraha
CHANNEL DAKWAH PUI (PERSATUAN UMAT ISLAM)
Assalamu 'alaikum sahabat,
Saat ini saya diminta untuk membantu ormas PUI (Persatuan Umat Islam) untuk mengembangkan sayap dakwahnya agar ruh persatuan umat Islam semakin luas. Ormas ini umurnya lebih tua dari usia negeri ini, dibangun oleh dua ulama bangsa: KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi.
Keduanya sangat mencintai persatuan, dan dalam sejarah, kontribusi beliau tidak saja bersifat lokal namun juga membangun persatuan di tingkat internasional.
Di antara media dakwah yang saya bangun adalah via YouTube. Seperti biasa, sebagaimana sahabat telah bantu untuk Adab TV, mohon bantuannya untuk meluangkan waktu barang 2 menit untuk klik link berikut dan subscribe. Saya perlu minimal 200 orang subscriber untuk menjadikan Channel 'Dakwah PUI' memiliki alamat URL khusus.
Mohon klik link ini dan klik SUBCRIBE ya:
https://www.youtube.com/channel/UC17M6zJLLMTm2zxJ96HxO-Q?view_as=subscriber
Semoga Jum'at ini berkah untuk sahabat semua dan persatuan umat Islam secara umum.
Wassalam,
Wido Supraha
Assalamu 'alaikum sahabat,
Saat ini saya diminta untuk membantu ormas PUI (Persatuan Umat Islam) untuk mengembangkan sayap dakwahnya agar ruh persatuan umat Islam semakin luas. Ormas ini umurnya lebih tua dari usia negeri ini, dibangun oleh dua ulama bangsa: KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi.
Keduanya sangat mencintai persatuan, dan dalam sejarah, kontribusi beliau tidak saja bersifat lokal namun juga membangun persatuan di tingkat internasional.
Di antara media dakwah yang saya bangun adalah via YouTube. Seperti biasa, sebagaimana sahabat telah bantu untuk Adab TV, mohon bantuannya untuk meluangkan waktu barang 2 menit untuk klik link berikut dan subscribe. Saya perlu minimal 200 orang subscriber untuk menjadikan Channel 'Dakwah PUI' memiliki alamat URL khusus.
Mohon klik link ini dan klik SUBCRIBE ya:
https://www.youtube.com/channel/UC17M6zJLLMTm2zxJ96HxO-Q?view_as=subscriber
Semoga Jum'at ini berkah untuk sahabat semua dan persatuan umat Islam secara umum.
Wassalam,
Wido Supraha
YouTube
Dakwah PUI Pusat
Audio
Dr. Wido Supraha - Khutbah - Narasi Awal Tadabbur Ayat Dzikr al-Maut
Wido Supraha
Dr. Wido Supraha - Inspirasi Sultan Muhammad al-Fatih
#IslamIsBeautiful
Dari Sultan Muhammad al-Fatih atau Mehmed II kita belajar banyak hal, seperti:
- tahapan belajar yang membentuk pemimpin yang siap memimpin di umur 20 tahun
- menghormati non-Muslim dalam bernegara
- strategi berbasis penghayatan
- semangat ekspansi di atas ilmu dan hikmah
- dimanapun Islam hadir, lahir institusi pendidikan lengkap untuk setiap jenjang
Join Channel: t.me/supraha
Twitter: @supraha
Dari Sultan Muhammad al-Fatih atau Mehmed II kita belajar banyak hal, seperti:
- tahapan belajar yang membentuk pemimpin yang siap memimpin di umur 20 tahun
- menghormati non-Muslim dalam bernegara
- strategi berbasis penghayatan
- semangat ekspansi di atas ilmu dan hikmah
- dimanapun Islam hadir, lahir institusi pendidikan lengkap untuk setiap jenjang
Join Channel: t.me/supraha
Twitter: @supraha
Wido Supraha
Photo
#IslamIsBeautiful
Malam ini mendapatkan sharing hikmah dari dua Syaikh yang banyak menghabiskan waktunya membangun generasi beradab di Sumatera Utara. Sebelah kanan, Ayahanda Ahmad Husen, Ketua IPHI Sumatera Utara, dan sebelah kiri adalah Buya Adnan Harahap, sosok yang saat menjabat Kakanwil Kemenag selama 11 tahun berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Islam negeri di penjuru daerah Sumut, masjid-masjid di wilayah minoritas, termasuk menara Masjid Agung Medan. Sifat beliau yang bekerja dengan hati, tampak dari usianya di 80 tahun tetap dalam semangat dan kekuatan. Beliau juga sosok yang mampu mendamaikan konflik di antara kelompok non-Muslim di masanya, meski beliau adalah seorang Muslim.
Join Channel: t.me/supraha
Malam ini mendapatkan sharing hikmah dari dua Syaikh yang banyak menghabiskan waktunya membangun generasi beradab di Sumatera Utara. Sebelah kanan, Ayahanda Ahmad Husen, Ketua IPHI Sumatera Utara, dan sebelah kiri adalah Buya Adnan Harahap, sosok yang saat menjabat Kakanwil Kemenag selama 11 tahun berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Islam negeri di penjuru daerah Sumut, masjid-masjid di wilayah minoritas, termasuk menara Masjid Agung Medan. Sifat beliau yang bekerja dengan hati, tampak dari usianya di 80 tahun tetap dalam semangat dan kekuatan. Beliau juga sosok yang mampu mendamaikan konflik di antara kelompok non-Muslim di masanya, meski beliau adalah seorang Muslim.
Join Channel: t.me/supraha
#IslamIsBeautiful
Shalawat Energi Membaharukan
Sahabat, mari sentiasa bershalawat. Tiada batasan dalam redaksi shalawat sepanjang yang kami ketahui, sehingga selain redaksi yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ, kita pun dapat menggunakan teks redaksi selainnya, selama kandungan maknanya tidak mengandung kesyirikan.
Di antara lafazh shalawat yang sering digunakan di tanah air adalah, sbb.:
اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحمَدٍ صَلاَةٌ تُنْجيْنَا بِهَا مِنَ جَمِيْعَ الأهَوْاَلِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بها جَمِيعَ الحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيّئاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَي الدَرَجَاتِ وَتُبَلّغُنَا بِهَا أَقْصَي الغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الخَيرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَاتِ برحمتك يا أرحم الراحمين
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi.Dan dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Dengan rahmatu-Mu, wahai Sang Pemberi Rahmat.
Join Channel: t.me/supraha
Shalawat Energi Membaharukan
Sahabat, mari sentiasa bershalawat. Tiada batasan dalam redaksi shalawat sepanjang yang kami ketahui, sehingga selain redaksi yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ, kita pun dapat menggunakan teks redaksi selainnya, selama kandungan maknanya tidak mengandung kesyirikan.
Di antara lafazh shalawat yang sering digunakan di tanah air adalah, sbb.:
اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحمَدٍ صَلاَةٌ تُنْجيْنَا بِهَا مِنَ جَمِيْعَ الأهَوْاَلِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بها جَمِيعَ الحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيّئاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَي الدَرَجَاتِ وَتُبَلّغُنَا بِهَا أَقْصَي الغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الخَيرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَاتِ برحمتك يا أرحم الراحمين
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Dan dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi.Dan dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati. Dengan rahmatu-Mu, wahai Sang Pemberi Rahmat.
Join Channel: t.me/supraha
📚 *#MewaspadaiAliranEkstrim 02*
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?
Nabi Muhammad ﷺ diketahui belum pernah melakukan shalat Ayat Takhwif, apakah kita boleh mengerjakannya? Mengetahui hakikatnya pun kita belum tahu ya.
Shalat ini dikerjakan saat kondisi ketakutan seperti karena perubahan alam yang ekstrim, sehingga disamakan dengan shalat gerhana.
Berkata asy-Syaikh Muhammad ibn Shālih al-'Utsaimin (w. 1421 H) rahimahullahu ta'ala:
القول الثالث: يصلى لكل آية تخويف... وهذا الأخير هو اختيار شيخ الإسلام ابن تيمية ـ رحمه الله ـ، له قوة عظيمة. وهذا هو الراجح. (الشرح الممتع على زاد المستقنع، محمد بن صالح بن محمد العثيمين (المتوفى: 1421هـ)، 5/ 194)
Pendapat ketiga: shalat setiap ada tanda atau fenomena alam yang menakutkan. Pendapat ini adalah pilihan dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), dalilnya kuat dan inilah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, as-Syarh al-Mumti’, h. 5/ 194)
Mengapa Syaikh Utsaimin membolehkannya? Karena beliau melakukan Istidlal dengan salah satu sumber hukum dalam Islam yang dapat dijadikan pijakan dan landasan berpikir.
Mengerjakannya sama seperti tata cara shalat Gerhana.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?
Nabi Muhammad ﷺ diketahui belum pernah melakukan shalat Ayat Takhwif, apakah kita boleh mengerjakannya? Mengetahui hakikatnya pun kita belum tahu ya.
Shalat ini dikerjakan saat kondisi ketakutan seperti karena perubahan alam yang ekstrim, sehingga disamakan dengan shalat gerhana.
Berkata asy-Syaikh Muhammad ibn Shālih al-'Utsaimin (w. 1421 H) rahimahullahu ta'ala:
القول الثالث: يصلى لكل آية تخويف... وهذا الأخير هو اختيار شيخ الإسلام ابن تيمية ـ رحمه الله ـ، له قوة عظيمة. وهذا هو الراجح. (الشرح الممتع على زاد المستقنع، محمد بن صالح بن محمد العثيمين (المتوفى: 1421هـ)، 5/ 194)
Pendapat ketiga: shalat setiap ada tanda atau fenomena alam yang menakutkan. Pendapat ini adalah pilihan dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), dalilnya kuat dan inilah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, as-Syarh al-Mumti’, h. 5/ 194)
Mengapa Syaikh Utsaimin membolehkannya? Karena beliau melakukan Istidlal dengan salah satu sumber hukum dalam Islam yang dapat dijadikan pijakan dan landasan berpikir.
Mengerjakannya sama seperti tata cara shalat Gerhana.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
Audio
Dr. Wido Supraha - Metodologi Kembali kepada Al-Qur'ān dan As-Sunnah Komprehensif 01
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Wawancara Dr. Wido Supraha bersama Ulama Wanita Indonesia, Prof. Dr. Huzaemah Tauhid Tanggo, Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa