https://www.instagram.com/p/BjMWGT0B8Jd/
#SaveIndonesia
NKRI BERAWAL DARI SPIRIT RAMADHAN
HARI INI AWAL KEMERDEKAAN, ALLĀHU AKBAR!
Bersama spirit Ramadhan mari kita jaga NKRI dari tangan-tangan yang akan merusaknya. Negeri ini berawal dari Ramadhan, dan Ramadhan semoga kembali mengevaluasi dan menambah semangat para pejuang keadilan.
Lokasi Proklamasi adalah di sebuah rumah milik orang Arab, Faradj bin Said Awad Martak, Jl.Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
twitter.com/supraha
#SaveIndonesia
NKRI BERAWAL DARI SPIRIT RAMADHAN
HARI INI AWAL KEMERDEKAAN, ALLĀHU AKBAR!
Bersama spirit Ramadhan mari kita jaga NKRI dari tangan-tangan yang akan merusaknya. Negeri ini berawal dari Ramadhan, dan Ramadhan semoga kembali mengevaluasi dan menambah semangat para pejuang keadilan.
Lokasi Proklamasi adalah di sebuah rumah milik orang Arab, Faradj bin Said Awad Martak, Jl.Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
twitter.com/supraha
Instagram
Wido Supraha | د. ويدو سوبراها
#SaveIndonesia NKRI BERAWAL DARI SPIRIT RAMADHAN HARI INI KITA AWAL MERDEKA, ALLĀHU AKBAR! Bersama spirit Ramadhan mari kita jaga NKRI dari tangan-tangan yang akan merusaknya. Negeri ini berawal dari Ramadhan, dan Ramadhan semoga kembali mengevaluasi dan…
Wido Supraha
Photo
Malam ini saya kembali melakukan dialog agama dengan beberapa pemimpin agama di dunia, untuk menyamakan persepsi di antara agama.
#IslamIsBeautiful
PENGHORMATAN IBN TAIMIYAH ATAS ULAMA ASY'ARIYYAH SEBAGAI PENEGAK PONDASI AGAMA
وَأَمَّا لَعْنُ الْعُلَمَاءِ لِأَئِمَّةِ الأَشْعَرِيَّةِ، فَمَنْ لَعَنَهُمْ عُزِرَ، وَعَادَتِ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ، فَمَنْ لَعَنَ مَنْ لَيْسَ أَهْلاً لِلَّعْنَةِ وَقَعَتِ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ. وَالْعُلَمَاءُ أَنْصَارُ فُرُوْعِ الدِّيْنِ، وَالأَشْعَرِيَّةُ أَنْصَارُ أُصُوْلِ الدِّيْنِ
“Dan adapun yang melaknat ulama-ulama Asy’ariah maka pelaknat itu hendaknya dihukum ta’zir dan dikembalikan laknat itu kepada mereka yang melaknat mereka (Asy’ariah), maka siapa pun yang melaknat orang yang tidak berhak untuk dilaknat maka jatuhlah laknat pada sang pelaknat, ulama (Fiqh) adalah penolong dalam persoalan cabang agama (fiqh), sementara ulama-ulama Asy’ariah adalah penolong dalam persoalan pondasi agama (ushuluddīn).”
[Ibn Taimiyah, Majmu' Fatawa, Bab
“مفصل الاعتقاد”]
Pantau terus My Official Channel: https://telegram.me/supraha
PENGHORMATAN IBN TAIMIYAH ATAS ULAMA ASY'ARIYYAH SEBAGAI PENEGAK PONDASI AGAMA
وَأَمَّا لَعْنُ الْعُلَمَاءِ لِأَئِمَّةِ الأَشْعَرِيَّةِ، فَمَنْ لَعَنَهُمْ عُزِرَ، وَعَادَتِ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ، فَمَنْ لَعَنَ مَنْ لَيْسَ أَهْلاً لِلَّعْنَةِ وَقَعَتِ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ. وَالْعُلَمَاءُ أَنْصَارُ فُرُوْعِ الدِّيْنِ، وَالأَشْعَرِيَّةُ أَنْصَارُ أُصُوْلِ الدِّيْنِ
“Dan adapun yang melaknat ulama-ulama Asy’ariah maka pelaknat itu hendaknya dihukum ta’zir dan dikembalikan laknat itu kepada mereka yang melaknat mereka (Asy’ariah), maka siapa pun yang melaknat orang yang tidak berhak untuk dilaknat maka jatuhlah laknat pada sang pelaknat, ulama (Fiqh) adalah penolong dalam persoalan cabang agama (fiqh), sementara ulama-ulama Asy’ariah adalah penolong dalam persoalan pondasi agama (ushuluddīn).”
[Ibn Taimiyah, Majmu' Fatawa, Bab
“مفصل الاعتقاد”]
Pantau terus My Official Channel: https://telegram.me/supraha
#DialogRamadhan
📚 *UKURAN BAYARAN FIDYAH*
📨 PERTANYAAN
Assalamu'alaikum, ustadz mohon info bagaimana cara membayar fidyah untuk ibu saya yang tidak melaksanakan puasa romadlon, _jazakallahu khairan._
✒ JAWABAN
و عليكم السلام و رحمة الله،
Dalam madzhab Imam Syafi'i, Kitab Matan Abu Syuja' al-Imam al-Ashfahani, kita dibimbing untuk dapat membayarkan fidyah kepada orang yang sakit dan tidak diharapkan lagi kesembuhannya dengan membayarkan setiap hari yang ditinggalkannya sebanyak 1 (satu) mud.
Takaran se-mud sama dengan 3/4 liter beras.
Baik sekali jika ditambahkan dengan lauk pauk untuk menyempurnakan amalan pelengkapnya.
_Wallāhu a'lam_,
@supraha
Channel: http://t.me/supraha
📚 *UKURAN BAYARAN FIDYAH*
📨 PERTANYAAN
Assalamu'alaikum, ustadz mohon info bagaimana cara membayar fidyah untuk ibu saya yang tidak melaksanakan puasa romadlon, _jazakallahu khairan._
✒ JAWABAN
و عليكم السلام و رحمة الله،
Dalam madzhab Imam Syafi'i, Kitab Matan Abu Syuja' al-Imam al-Ashfahani, kita dibimbing untuk dapat membayarkan fidyah kepada orang yang sakit dan tidak diharapkan lagi kesembuhannya dengan membayarkan setiap hari yang ditinggalkannya sebanyak 1 (satu) mud.
Takaran se-mud sama dengan 3/4 liter beras.
Baik sekali jika ditambahkan dengan lauk pauk untuk menyempurnakan amalan pelengkapnya.
_Wallāhu a'lam_,
@supraha
Channel: http://t.me/supraha
#DialogRamadhan
📚 *HUKUM MEMBACA IFTITAH*
📨 PERTANYAAN
_Mau bertanya, kalau do'a iftitah itu bacaan sunnah,selain dibaca di shalat wajib apa boleh dibaca di shalat sunnah?_
_Karena waktu saya kecil dulu, diajarkan kalau pada saat shalat sunnah tidak dibaca do'a iftitah._
✒ JAWABAN
Membaca do'a iftitah adalah Sunnah, baik dalam shalat wajib maupun sunnah, sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ. Redaksinya variatif ada yang panjang ada yang pendek.
Menyempurnakan shalat tentu pilihan terbaik. Menikmati shalat dengan thuma'nīnah pun menjadikan shalat lebih bagus di sisi Allāh ﷻ.
Memang ditemukan pendapat yang mencukupkan dibaca sekali saja di awal shalat malam, seperti tarawih atau tahajjud, seperti pendapat Ibn Abidin dari madzhab Hanafi. Namun sekali lagi, membacanya setiap kali setelah Takbiratul Ihram adalah pendapat mayoritas ulama besar.
Dikutipkan dari Kitab Maushu'ah al-Fiqhiyyah, Ensiklopedi Fiqih Kementerian Agama Kuwait:
يرى الحنابلة: أن صلاة النافلة إذا كانت بأكثر من سلام واحد كما في التراويح، والضحى، وصلاة السنة الراتبة، إذا كانت أربعا وصلاها بسلامين، فإنه يستفتح في كل ركعتين على الأصل، لأن كل ركعتين صلاة مستقلة. وفي قول آخر عندهم: يكتفي باستفتاح واحد في أول صلاته
_Ulama Madzhab Hanbali berpendapat bahwa shalat sunnah yang dikerjakan lebih dari satu salam, seperti shalat tarawih, dhuha, rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan doa iftitahnya dilakukan setiap kali takbiratul ihram untuk 2 rakaat. Karena masing-masing shalat 2 rakaat, berdiri sendiri.
Namun diantara mereka ada pendapat lain, bahwa cukup membaca doa iftitah sekali di awal shalat.
قال الشّافعيّة : يسنّ للمأموم أن يستفتح ، ولو كان الإمام يجهر والمأموم يسمع قراءته.
“Ulama Syafi’iyah menyatakan bahwa disunnahkan bagi makmum untuk membaca doa iftitah walau imam sudah mengeraskan bacaan suratnya dan makmum mendengarkannya.”
Cilacap, 22 Ramadhan 1439H
Channel: http://t.me/supraha
📚 *HUKUM MEMBACA IFTITAH*
📨 PERTANYAAN
_Mau bertanya, kalau do'a iftitah itu bacaan sunnah,selain dibaca di shalat wajib apa boleh dibaca di shalat sunnah?_
_Karena waktu saya kecil dulu, diajarkan kalau pada saat shalat sunnah tidak dibaca do'a iftitah._
✒ JAWABAN
Membaca do'a iftitah adalah Sunnah, baik dalam shalat wajib maupun sunnah, sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ. Redaksinya variatif ada yang panjang ada yang pendek.
Menyempurnakan shalat tentu pilihan terbaik. Menikmati shalat dengan thuma'nīnah pun menjadikan shalat lebih bagus di sisi Allāh ﷻ.
Memang ditemukan pendapat yang mencukupkan dibaca sekali saja di awal shalat malam, seperti tarawih atau tahajjud, seperti pendapat Ibn Abidin dari madzhab Hanafi. Namun sekali lagi, membacanya setiap kali setelah Takbiratul Ihram adalah pendapat mayoritas ulama besar.
Dikutipkan dari Kitab Maushu'ah al-Fiqhiyyah, Ensiklopedi Fiqih Kementerian Agama Kuwait:
يرى الحنابلة: أن صلاة النافلة إذا كانت بأكثر من سلام واحد كما في التراويح، والضحى، وصلاة السنة الراتبة، إذا كانت أربعا وصلاها بسلامين، فإنه يستفتح في كل ركعتين على الأصل، لأن كل ركعتين صلاة مستقلة. وفي قول آخر عندهم: يكتفي باستفتاح واحد في أول صلاته
_Ulama Madzhab Hanbali berpendapat bahwa shalat sunnah yang dikerjakan lebih dari satu salam, seperti shalat tarawih, dhuha, rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan doa iftitahnya dilakukan setiap kali takbiratul ihram untuk 2 rakaat. Karena masing-masing shalat 2 rakaat, berdiri sendiri.
Namun diantara mereka ada pendapat lain, bahwa cukup membaca doa iftitah sekali di awal shalat.
قال الشّافعيّة : يسنّ للمأموم أن يستفتح ، ولو كان الإمام يجهر والمأموم يسمع قراءته.
“Ulama Syafi’iyah menyatakan bahwa disunnahkan bagi makmum untuk membaca doa iftitah walau imam sudah mengeraskan bacaan suratnya dan makmum mendengarkannya.”
Cilacap, 22 Ramadhan 1439H
Channel: http://t.me/supraha
#DialogIslam
📚 *HUKUM SHALAT DI AULA*
📂 PERTANYAAN
Assalamualaikum
Ustadz mhn pencerahan, adakah dalil yg menjelaskan bhw adanya larangan penggunaan sharing fasilitas ibadah (untuk kasus sekolah yg punya 1 aula, digunakan bergantian untuk sholat jumat dan kebaktian). Jazakallahu Khoyran.
Wassalamualikum
✒ JAWABAN
و عليكم السلام و رحمة الله،
Tidak ada larangan. Shalat jum'at bisa dikerjakan dimana saja di bumi Allah. Shalat Jum'at pertama kali pun dilaksanakan di lembah.
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاًّ لْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ
_“Tanah semuanya adalah masjid melainkan kuburan dan tempat kamar mandi (WC).”_
_Wallāhu a'lam,_
Cilacap, 23 Ramadhān 1439 H
Channel: http://t.me/supraha
📚 *HUKUM SHALAT DI AULA*
📂 PERTANYAAN
Assalamualaikum
Ustadz mhn pencerahan, adakah dalil yg menjelaskan bhw adanya larangan penggunaan sharing fasilitas ibadah (untuk kasus sekolah yg punya 1 aula, digunakan bergantian untuk sholat jumat dan kebaktian). Jazakallahu Khoyran.
Wassalamualikum
✒ JAWABAN
و عليكم السلام و رحمة الله،
Tidak ada larangan. Shalat jum'at bisa dikerjakan dimana saja di bumi Allah. Shalat Jum'at pertama kali pun dilaksanakan di lembah.
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاًّ لْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ
_“Tanah semuanya adalah masjid melainkan kuburan dan tempat kamar mandi (WC).”_
_Wallāhu a'lam,_
Cilacap, 23 Ramadhān 1439 H
Channel: http://t.me/supraha
KURIKULUM TAQWA
1. Metode penyembahan yang spesifik dan unik (Q.S. 2:21)
2. Sumber referensi kebenaran berupa kitab suci (Q.S. 2:63; 6:153; 7:63)
3. Penegakan hukum (Q.S. 2:179, 7:171)
4. Metode berpuasa (Q.S. 2:183)
5. Metode penjelasan ilmu (Q.S. 2:187)
6. Tradisi saling menasihati dalam kebenaran (Q.S. 7:164).
1. Metode penyembahan yang spesifik dan unik (Q.S. 2:21)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
2. Sumber referensi kebenaran berupa kitab suci (Q.S. 2:63; 6:153; 7:63)
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
63. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
153. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡ وَلِتَتَّقُواْ وَلَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
63. Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?
3. Penegakan hukum (Q.S. 2:179, 7:171)
وَلَكُمۡ فِي ٱلۡقِصَاصِ حَيَوٰةٞ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
179. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
۞وَإِذۡ نَتَقۡنَا ٱلۡجَبَلَ فَوۡقَهُمۡ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٞ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُۥ وَاقِعُۢ بِهِمۡ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
171. Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
4. Metode berpuasa (Q.S. 2:183)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
5. Metode penjelasan ilmu (Q.S. 2:187)
أُحِلَّ لَكُمۡ لَيۡلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمۡۚ هُنَّ لِبَاسٞ لَّكُمۡ وَأَنتُمۡ لِبَاسٞ لَّهُنَّۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَخۡتَانُونَ أَنفُسَكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَعَفَا عَنكُمۡۖ فَٱلۡـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبۡتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِۖ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمۡ عَٰكِفُونَ فِي ٱلۡمَسَٰجِدِۗ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقۡرَبُوهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ
187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kem
1. Metode penyembahan yang spesifik dan unik (Q.S. 2:21)
2. Sumber referensi kebenaran berupa kitab suci (Q.S. 2:63; 6:153; 7:63)
3. Penegakan hukum (Q.S. 2:179, 7:171)
4. Metode berpuasa (Q.S. 2:183)
5. Metode penjelasan ilmu (Q.S. 2:187)
6. Tradisi saling menasihati dalam kebenaran (Q.S. 7:164).
1. Metode penyembahan yang spesifik dan unik (Q.S. 2:21)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
2. Sumber referensi kebenaran berupa kitab suci (Q.S. 2:63; 6:153; 7:63)
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
63. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa".
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
153. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرٞ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡ وَلِتَتَّقُواْ وَلَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
63. Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?
3. Penegakan hukum (Q.S. 2:179, 7:171)
وَلَكُمۡ فِي ٱلۡقِصَاصِ حَيَوٰةٞ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
179. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
۞وَإِذۡ نَتَقۡنَا ٱلۡجَبَلَ فَوۡقَهُمۡ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٞ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُۥ وَاقِعُۢ بِهِمۡ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
171. Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
4. Metode berpuasa (Q.S. 2:183)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
5. Metode penjelasan ilmu (Q.S. 2:187)
أُحِلَّ لَكُمۡ لَيۡلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمۡۚ هُنَّ لِبَاسٞ لَّكُمۡ وَأَنتُمۡ لِبَاسٞ لَّهُنَّۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَخۡتَانُونَ أَنفُسَكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَعَفَا عَنكُمۡۖ فَٱلۡـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبۡتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡۚ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِۖ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمۡ عَٰكِفُونَ فِي ٱلۡمَسَٰجِدِۗ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقۡرَبُوهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ
187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kem
udian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
6. Tradisi saling menasihati dalam kebenaran (Q.S. 7:164)
وَإِذۡ قَالَتۡ أُمَّةٞ مِّنۡهُمۡ لِمَ تَعِظُونَ قَوۡمًا ٱللَّهُ مُهۡلِكُهُمۡ أَوۡ مُعَذِّبُهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدٗاۖ قَالُواْ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ
164. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.
6. Tradisi saling menasihati dalam kebenaran (Q.S. 7:164)
وَإِذۡ قَالَتۡ أُمَّةٞ مِّنۡهُمۡ لِمَ تَعِظُونَ قَوۡمًا ٱللَّهُ مُهۡلِكُهُمۡ أَوۡ مُعَذِّبُهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدٗاۖ قَالُواْ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ
164. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.