Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Berapa jumlah kegagalan yang wajar?

Billi Lim, Guru of Failure, pernah menyampaikan bahwa jumlah kegagalan yang wajar adalah 4X.

Kalau lebih? Yah boleh. Tapi bukan mustahil itu karena kita kurang belajar dan kurang berilmu sehingga melakukan kesalahan yang tak perlu.

Saya sempat bertemu Billi Lim di Batam beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, kegagalan melatih kita untuk lebih cerdas dan lebih tangguh. Juga memperkecil risiko gagal pada kesempatan berikutnya.

Saya harap Anda setuju dengan ini. Sekian, Ippho Santosa.
Saat kita bepergian menuju suatu tempat, akan lebih baik kalau diarahkan oleh orang yang sudah pernah bahkan sering sampai di tempat tersebut. Demikian pula peran coach dalam mengarahkan seseorang menuju sukses dan lebih sukses.

Mau memulai bisnis?
Mau membesarkan bisnis?
Mau menjadi penulis?
Mau mengembangkan potensi?

Izinkan saya, Ippho Santosa, membantu Anda secara personal dan detail. Boleh? Insya Allah dalam bentuk coaching jarak jauh. Melalui grup WA.

Kalau Anda mengikuti personal coaching dari yang lain, nilainya bisa puluhan juta rupiah. Ya, puluhan juta rupiah. Terutama kalau si coach sudah 'punya nama' dan benar-benar praktisi. Dulu pun saya dibayar belasan juta rupiah bahkan sampai Rp 20-an juta untuk jasa ini.

Cuma, hati saya terasa kurang nyaman. Istri saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi sebagian peserta adalah entrepreneur pemula dan pengusaha mikro. Akhirnya saya memilih untuk menyesuaikan biaya (harga), agar lebih terjangkau dan tidak membebani peserta.

Namun, jujur saja, coaching yang solutif itu menguras waktu dan energi. Makanya jarang-jarang saya mengadakannya. Setelah sekian lama vakum, saya akan mengadakannya lagi pada awal Oktober. Itu pun untuk jumlah peserta yang sangat terbatas.

Di grup WA ini, peserta boleh mengajukan 3 pertanyaan (konsultasi) terkait bisnis atau pengembangan diri. Saya bersama tim akan menjawabnya dalam bentuk text dan voice secara bertahap selama 7-10 hari. Setelah selesai, saya masih berbagi insight di grup WA tersebut secara berkala selama 3 bulan.

Coaching dimulai pada 2 Oktober.

Biaya coaching bersama saya:
- Normal: Rp 1,2 juta (29 Sept )
- Promo III: Rp 600 ribu (28 Sept)
- Promo II: Rp 500 ribu (mulai 27 Sept)
- Promo I: Rp 395 ribu (khusus 26 Sept)

Jelas, semakin awal Anda mendaftar, semakin hemat. Orang yang cerdas finansial tentu mendaftar hari ini karena hanya membayar 1/3 saja.

Sebenarnya ini sangat murah, apalagi Anda akan tetap mendapatkan insight dari selama 3 bulan.

Minat? Transfer saja ke:

BNI Syariah 7777-0909-00
a.n. Ippho D. Santosa

Atau BCA 4972-013-777
a.n. Ippho D. Santosa

Mohon tambahkan nomor handphone Anda (3 digit terakhir) pada jumlah transaksi. Misalnya nomor handphone Anda 0812-704-1234, maka jumlah yang harus Anda transfer adalah Rp395.234. Ini untuk membedakan saja dan anggaplah sebagai biaya administrasi.

Setelah transfer, silakan kirim pesan WA ke 0813-8333-5503 (berisi nama, profesi, kota domisili, dan bukti transfer). Nomor 0813-8333-5503 berlaku buat teman-teman di Jakarta, Jabar, dan Banten.

Bagi teman-teman di Jateng, Jatim, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dll silakan WA ke 0821-1278-1199. Sengaja disiapkan dua nomor WA berbeda untuk mengurangi pesan bertumpuk.

Agar cepat diproses, baiknya transfer dulu, baru WA. Setelah transfer, silakan kirim bukti transfer. Boleh? Mohon sabar menunggu reply dari kami.
Di tempat Anda lagi hujan? Sebenarnya, hujan itu baik. Kalaupun sampai meluap dan banjir, itu karena manusianya, bukan karena hujannya. Tulisan ini sudah pernah saya posting sebelumnya dan kali ini saya posting ulang.

Sesungguhnya, jumlah air hujan adalah konstan, tak berubah. Dan menariknya, ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad jauh-jauh hari. “Curah hujan pada suatu tahun kadarnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya,” HR Baihaqi.

“Curah hujan pada satu tahun tertentu kadar airnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya. Hanya saja, Allah mengatur pembagian air hujan tersebut di seluruh muka bumi,” HR Al-Hakim.

Ya, hujan itu baik. Boleh dibilang, hujan itu rezeki sekaligus nikmat. Selain menyuburkan bumi, siapa sangka ternyata air hujan itu membantu kesuburan manusia. Belum lagi soal petrichor. Apa itu?

Petrichor adalah salah satu aroma alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Ampo. Istilah petrichor terinspirasi dari kosakata Yunani oleh dua ilmuwan Australia, Bear dan Thomas, pada tahun 1964 dalam jurnal ilmiahnya.

Menariknya, petrichor ini benar-benar dapat menghilangkan stress dan meningkatkan mood hingga lebih dari 60 persen. Ya, lebih dari 60 persen.

Dikutip dari Water Rhapsody, orang-orang Barat zaman dahulu meyakini bahwa membasuh rambut dengan air hujan dapat membuat rambut jauh lebih sehat dan bersinar. Rupanya sains mampu menjelaskan ini.

Dikutip dari Rainwater Connection, air yang turun dari langit ini memiliki kadar kenetralan PH yang mendekati sempurna, bebas garam, dan bebas mineral yang buruk bagi rambut. Apabila difilter dengan seksama, air hujan menjadi materi paling netral yang dapat digunakan untuk membasuh rambut.

Sekali lagi, hujan itu baik. Jangan lagi kita berprasangka buruk terhadap hujan. Nabi Muhammad pun menganjurkan kita untuk berdoa ketika hujan turun. Lebih makbul. Di samping mengharapkan manfaat yang baik-baik dari hujan tersebut. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kita mesti berani 'men-DP impian'. Berkorban uang atau tenaga sebagai upaya nyata untuk mendekatkan diri kita pada impian kita.

Perlu contoh?

Berani beli tiket seminar
Berani masang iklan
Berani ngambil karyawan
Berani nyetok barang
Berani sedekah (saat susah)

Tidak semua orang berani seperti ini. Biasanya ketika sudah untung dan lumayan untungnya, barulah mereka berani untuk ngambil karyawan, nyetok barang dll.

Anda termasuk yang mana?
Terlalu banyak analisa dan kalkulasi, tidak akan membawa Anda ke mana-mana.

Baiknya, segerakan action. Sambil jalan, dihitung pelan-pelan. Diperbaiki pelan-pelan.
Baiksangka terhadap pencapaian orang lain itu akan memudahkan pencapaian kita. Kalau buruk sangka? Yah sebaliknya, menyulitkan pencapaian kita.

Sayangnya, si picik sering berprasangka buruk saat melihat posting-an orang lain. Foto jalan-jalan, foto rumah, foto mobil dll, dia anggap itu semua pamer.

Padahal ini soal niat. Kita tidak bisa menakar niat seseorang. Lebih baik terinspirasi dan termotivasi, terus berusaha dan berdoa agar dimampukan hal serupa.

"Lapang hati, lapang rezeki," ini pesan guru saya.

Soal prasangka, perlu contoh?

Orang lain posting soal mobilnya yang baru. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.

Orang lain posting soal omsetnya yang besar. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.

Apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!

Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.

Beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.

Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!

Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Yang di Jabar, yuk merapat ke Bandung. Ticket for charity... Seminar ini alhamdulillah jadi viral di mana-mana. Teman-teman mesti ikut
Coba tebak, barusan saya bertemu siapa? Salah satu orang yang pernah memimpin negeri ini.

Betapa senangnya saya, diberi jaket bomber oleh Prof #Habibie, Presiden RI ke-3, di rumahnya. Langsung saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Hampir 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Alhamdulillah.

Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda!

Beliau tengah mengajak masyarakat untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat.

Semoga Allah meridhai. Doakan juga semoga beliau tetap sehat. Aamiin.
Lihat, betapa senangnya wajah kami berdua...
Bikin pesawat sendiri, mungkinkah?

Dulu, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari sumbangan rakyat Aceh dan menjadi pesawat angkut pertama milik RI. Kalau dulu kita bisa patungan BELI pesawat dari luar negeri, saat ini kita bisa patungan untuk BIKIN pesawat karya anak negeri.

Kemarin saya bertamu dan bertemu dengan salah satu orang yang pernah memimpin negeri ini. Ya, beliau adalah Prof BJ #Habibie, Presiden RI ke-3. Sekitar 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Mulai dari lunch sampai press conference.

Selain saya, hadir juga Nadine, Andien, Rosiana Silalahi, Wirda Mansur, Danang The Comment, dan lain-lain. Baca selengkapnya >> https://www.google.co.id/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/655255/habibie-ajak-publik-urun-dana-untuk-purwarupa-pesawat-r80

Betapa senangnya saya ketika diberi jaket bomber oleh beliau. Langsung saja saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Alhamdulillah. Sebelumnya saya pernah dinner semeja bareng beliau dan anaknya, Ilham Habibie, di sebuah event.

Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda, tetap membara!

Belakangan ini, beliau tengah mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Namanya R80. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat. Dan ini bukannya mustahil. Bukan pula muluk-muluk.

Setelah puluhan tahun menunggu, akhirnya Juni 2017 program R80 mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan dinyatakan sebagai Program Strategis Nasional. Semoga Allah meridhai dan memudahkan program mulia ini. Doakan juga semoga beliau senantiasa sehat. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bayangkan, kita urunan untuk bikin pesawat. Dan ini pertama di dunia. Insya Allah Indonesia bisa!
Sanggupkah Anda mencari produk dengan ciri-ciri setaraf ini?

- marginnya 100%
- balik modalnya cepat
- repeat order-nya tinggi
- ongkirnya sangat murah
- standarnya internasional

Sanggup?

Jujur saja, tidak gampang mencari produk dengan margin 100%. Sama sekali tidak gampang. Apalagi dengan modal yang hanya Rp995ribu. Hampir-hampir tidak ada.

Terus, adakah kelebihan lain? Ada. Saya dan tim akan membimbing Anda 5X dalam seminggu secara offline dan online. Asalkan Anda mau dibimbing, insya Allah perubahan finansial benar-benar terjadi.

Berapa modalnya? Hanya Rp995ribu.

Dan ini bukan MLM. Karena Anda mulai berminat, silakan bertanya langsung melalui WA. Dan untuk mencegah WA bertumpuk, kami sudah menyediakan tiga nomor WA berbeda, berdasar wilayah.

WA DKI-Banten-Jabar
0813-9875-6577

WA Jateng-Jatim-Bali
0812-8777-8336

WA daerah-daerah lain
0812-8777-7100

Nomor rekening:
BNI Syariah 7777-0909-00
an Ippho D Santosa

BCA Serpong 497-8666-777
an Ippho D Santosa

Kesempatan ini open sampai 3 Oktober.

Bonus, adakah? Ada. GRATIS ongkir untuk mereka yang membayar pada hari ini, 29 September. Bagi teman-teman yang serius, silakan saja langsung transfer. Biasanya yang lain begitu.

Momentum perubahan jarang terjadi, karena kita suka menunda-nunda. Baiknya segerakan take action!
Kesempatan langka, tak berulang!

Apa itu?

Bikin pesawat bareng BJ Habibie.

Wuih!

Emang bisa? Bisa!

Saya, Ippho Santosa, termasuk orang-orang yang ikut urunan bikin pesawat bareng beliau. Ya, saya tidak sendiri. Ada juga Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine Chandrawinata, Andien Aisyah, Rosiana Silalahi, Danang The Comment, dan lain-lain.

Nama pesawatnya R80. Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai. Keren ya? Banget! Dan konsep ini pertama di dunia!

Kita sama-sama tahu, BJ Habibie adalah sosok yang langka. Bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia. Usia beliau sudah 80-an. Mau kapan lagi kita bikin pesawat bareng beliau?

Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara-cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan berbeda. Urunan bareng se-Indonesia. Agar kita benar-benar merasa memiliki. Agar anak-cucu kita membanggakan karya ini.

Yuk kita urunan di sini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia

Sekiranya belum bisa, lakukan saja apa yang bisa. Bantu doa dan share. Jangan sampai pesan ini berhenti di hadapan Anda. Teruskan!
Nggak nyangka...

Bener-bener nggak nyangka...

Jumat (kemarin), saya mengajak teman-teman urunan bikin pesawat. Bareng saya, BJ Habibie, Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine, Andien dll.

Anda tahu berapa donasi terkumpul sekarang?

Alhamdulillah, sudah lebih dari Rp 1/2 miliar!

Bersama-sama, ternyata kita bisa. Insya Allah. Yang tertarik, boleh dibaca-baca dulu >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Ketika weekend, terjadi shifting pusat keramaian. Tim kita mesti diajarkan soal ini. Mereka harus melek.

Keramaian = Prospek
Stress di hari Senin?

Dilansir dari Lifehack.org, orang sukses jarang mengalami stress di awal pekan meskipun dirinya super sibuk. Kenapa? Orang sukses lazimnya terlatih mengendalikan diri dan pikirannya.  

Inilah cara-cara orang sukses mengatasi stress di hari Senin.

Orang sukses sebenarnya lebih mempersiapkan diri. Tepatnya mempersiapkan segala kebutuhan sebelum memulai sederet aktivitas dan ini merupakan salah satu kunci pembuka keberhasilan.

Ya, persiapan yang matang dapat mengurangi stress, terutama menyambut pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas.

Doa, sholat, atau meditasi juga diperlukan. Ini salah satu cara ampuh mencegah diri dari berbagai stress saat menyambut pekerjaan di awal pekan. Dengan ini, banyak orang sukses yang merasa dirinya lebih tenang dan lebih ceria.

Terus, apa lagi? Orang sukses mengelilingi dirinya dengan mereka yang optimis. Begini. Pikiran positif bisa menular. Ini seringkali menimbulkan kegembiraan dan mengusir rasa stress.

Silakan dicoba. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kebayang kalau Anda harus membuka pabrik batik? Pabrik mukena? Pabrik sepatu?

Relatif besar modalnya.
Relatif lama waktunya.

Karena itu saya menyarankan, tidak harus menguasai bidang produksi untuk memulai usaha. Agar hemat dan cepat, mulailah dari bidang penjualan. Sekali lagi, bidang penjualan.

Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agen. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi reseller, menjualkan produk orang lain.

Jangan risih. Bukankah Nabi Muhammad awalnya seorang reseller?

Sebenarnya ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost dan jam terbang yang lumayan.

Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin 50% atau lebih. Kalau margin-nya cuma 10% atau 25%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan ‘merampok’ profit Anda secara keseluruhan.

Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 10% atau 25% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak menjualnya. Pastikan Anda bisa menjualnya secara massal. Ya, massal. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko gagal Anda mengecil.

Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang tinggi repeat order-nya. Ingat, bisnis dibangun dengan repeat order, bukan terus-terusan menguber konsumen baru yang cost-nya jelas-jelas 6X lebih besar.

Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang mudah dan murah dalam delivery. Saya sudah mencoba berbagai macam produk. Dan harus saya akui, memang ada produk tertentu yang sulit dan mahal di-delivery secara nasional.

Dengan kata lain, ini akan mengurangi potensi penjualan. Padahal dengan social media, kita bisa mencetak penjualan secara nasional. Ya, nasional. Sayang sekali kalau produk kita hanya bermain secara lokal hanya karena sulit dan mahal di-delivery.

Pada akhirnya, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Benarkah cinta itu BUTA? Benar, kata pujangga.

Tapi kok SI CINTA tahu persis, mana yang roda empat, mana yang roda dua.

Mana yang Alphard, mana yang Avanza.

Mana yang Gucci, mana yang Guess.

Mana yang berlian, mana yang belingan.

🤣

Menurut riset dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi.

Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Dan riset ini tidak main-main, karena melibatkan 1.659 responden.

Lantas, apa pendapat saya?
-  Kaya, nikah.
-  Belum kaya, tetap nikah.
- Jangan kekayaan yang dijadikan pertimbangan utama dalam menikah.

Terus, apa yang dijadikan pertimbangan utama? Ada dua hal. Amalnya. Akhlaknya.

Kalau amal dan akhlaknya bener, terus ikhtiarnya juga bener, maka kekayaan akan nyusul dengan sendirinya.

Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Rezeki dan jodoh sengaja dirahasiakan Allah, serba tidak pasti, agar kita bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa.

Ya, ketidakpastian itu baik.
Risiko = ketidakpastian.

Bisnis sering disebut-sebut penuh risiko.

Maka tak heran, orang akan lebih bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa ketika ia mulai berbisnis.

Ya, ketidakpastian itu baik.