Anda aktif di Facebook, Instagram, atau socmed lainnya? Masyarakat Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 sebagai pengguna Facebook teraktif di dunia pada tahun ini.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai, bukan sekadar tahu.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Secara umum yah begitu.
Instagram bukan sekadar media sosial yang berbagi konten visual, tetapi juga menjadi wadah kekinian bagi pebisnis untuk menjajakan produk dan jasa. Suka atau tidak suka, demikianlah faktanya.
Director of Community Instagram, Amanda Kelso, mengungkapkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) alias small medium businesses (SMB) menjadi salah satu faktor penting di platform tersebut. Ini diberitakan di Kompas.
“80% user Instagram mengikuti akun bisnis. Artinya kehadiran akun bisnis di Instagram adalah sesuatu yang dibutuhkan orang-orang secara umum,” papar Amanda Kelso.
Ini tidak main-main. Indonesia sendiri masuk lima besar alias “Top 5” negara dunia yang paling banyak memiliki akun bisnis di Instagram. Di Instagram, saya aktif dengan nama akun @ipphoright.
Kita bukan artis atau celebgram. Kita adalah entrepreneur dan calon entrepreneur. Tak ada salahnya kalau kita mempelajari ilmu Facebook dan Instagram lebih dalam lagi, terutama buat bisnis.
Apalagi orang perkotaan memegang handphone-nya 3 sampai 5 jam sehari. Itu semua potential buyer. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai, bukan sekadar tahu.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Secara umum yah begitu.
Instagram bukan sekadar media sosial yang berbagi konten visual, tetapi juga menjadi wadah kekinian bagi pebisnis untuk menjajakan produk dan jasa. Suka atau tidak suka, demikianlah faktanya.
Director of Community Instagram, Amanda Kelso, mengungkapkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) alias small medium businesses (SMB) menjadi salah satu faktor penting di platform tersebut. Ini diberitakan di Kompas.
“80% user Instagram mengikuti akun bisnis. Artinya kehadiran akun bisnis di Instagram adalah sesuatu yang dibutuhkan orang-orang secara umum,” papar Amanda Kelso.
Ini tidak main-main. Indonesia sendiri masuk lima besar alias “Top 5” negara dunia yang paling banyak memiliki akun bisnis di Instagram. Di Instagram, saya aktif dengan nama akun @ipphoright.
Kita bukan artis atau celebgram. Kita adalah entrepreneur dan calon entrepreneur. Tak ada salahnya kalau kita mempelajari ilmu Facebook dan Instagram lebih dalam lagi, terutama buat bisnis.
Apalagi orang perkotaan memegang handphone-nya 3 sampai 5 jam sehari. Itu semua potential buyer. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Rp600juta dalam 6 hari, alhamdulillah. Itulah total donasi yang saya kumpulkan untuk pengembangan pesawat R80 karya BJ Habibie. Ya, kita urunan bikin pesawat. Ini pertama di dunia!
Yang nyumbang, bahkan bisa jaket bomber seperti saya. Mau? Gampang. Cukup nyumbang minimal Rp700ribu. Boleh baca-baca dulu di sini >> www.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sebenarnya, nyumbang berapapun boleh. Pesawat R80 sengaja diawali dengan konsep urunan agar kita semua merasa memiliki. Dan #PesawatR80 ini akan menjadi kebanggaan kita juga anak-cucu kita.
Percayalah, ini kesempatan langka, tak berulang. Dan dunia akan mencontoh kita. Yuk kita urunan. Berapa saja. Bukan jumlah yang utama. Melainkan kebersamaan. Setidaknya bantu doa dan share.
Yang nyumbang, bahkan bisa jaket bomber seperti saya. Mau? Gampang. Cukup nyumbang minimal Rp700ribu. Boleh baca-baca dulu di sini >> www.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sebenarnya, nyumbang berapapun boleh. Pesawat R80 sengaja diawali dengan konsep urunan agar kita semua merasa memiliki. Dan #PesawatR80 ini akan menjadi kebanggaan kita juga anak-cucu kita.
Percayalah, ini kesempatan langka, tak berulang. Dan dunia akan mencontoh kita. Yuk kita urunan. Berapa saja. Bukan jumlah yang utama. Melainkan kebersamaan. Setidaknya bantu doa dan share.
Kitabisa
Klik untuk donasi - Motivator Indonesia untuk R80
Ippho Santosa dan motivator-motivator Indonesia mendukung pesawat R80 yang digagas BJ Habibie. Kita yang urunan, kita yang bikin, kita yang pakai. Dulu, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari sumbangan rakyat Aceh dan menjadi pesawat angkut pertama milik RI.…
Sebagai entrepreneur, kita harus mengoptimasi akun Instagram (IG) dan Facebook (FB) kita. Tak cukup sekadar punya akun. Tapi, mesti teroptimasi. Muncul dalam setiap pencarian.
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar seorang pakar. Dan ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Menurut Google, orang Indonesia menghabiskan waktu selama 5,5 jam di luar jam kerja untuk online. Terus, melakukan pengecekan ke smartphone hingga 150 kali setiap harinya. Bahkan, jumlah transaksi melalui e-commerce sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 22 triliun!
Sekali lagi, teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Itu pendapat saya. Apa pendapat Anda?
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar seorang pakar. Dan ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Menurut Google, orang Indonesia menghabiskan waktu selama 5,5 jam di luar jam kerja untuk online. Terus, melakukan pengecekan ke smartphone hingga 150 kali setiap harinya. Bahkan, jumlah transaksi melalui e-commerce sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 22 triliun!
Sekali lagi, teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Itu pendapat saya. Apa pendapat Anda?
Pakar sosiologi dan antropologi mungkin bingung dengan situasi Indonesia. Ketika berada di dalam kelas, diskusi antara pengajar dan murid biasanya minim interaksi. Tapi begitu masuk ke media sosial, wah mereka mendadak cerewet.
Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial.
"Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 40 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 penetrasi ini akan meningkat lebih pesat," ujar Tony Lin. Bahkan menurut berbagai survei, penetrasi internet di Indonesia mencapai 46 persen.
Serunya, tercatat 97,4 persen orang Indonesia mengakses akun-akun media sosial saat menggunakan internet. Itu artinya, sangat mudah bagi kita untuk promosi atau setidaknya menawarkan sesuatu via internet, terutama media sosial.
Sayangnya, sebagian besar UKM kita kurang melek internet. Padahal internet adalah now market dan next market. Maksudnya? Saat ini, sangat besar. Ke depannya, jauh lebih besar. Terus, sampai kapan kita cuma diam jadi penonton? Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Dengan internet, kita tidak perlu lagi menyewa ruko atau buka stand. Tidak perlu lagi memasang spanduk, flyer, dan iklan koran. Hemat tho? Sangat hemat. Cukuplah kita mengoptimasi Facebook, Instagram, dan Blogspot, sehingga otomatis bisnis kita muncul di mana-mana ketika konsumen mencari.
Saya harap kita semua siap. Anda siap?
Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial.
"Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 40 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 penetrasi ini akan meningkat lebih pesat," ujar Tony Lin. Bahkan menurut berbagai survei, penetrasi internet di Indonesia mencapai 46 persen.
Serunya, tercatat 97,4 persen orang Indonesia mengakses akun-akun media sosial saat menggunakan internet. Itu artinya, sangat mudah bagi kita untuk promosi atau setidaknya menawarkan sesuatu via internet, terutama media sosial.
Sayangnya, sebagian besar UKM kita kurang melek internet. Padahal internet adalah now market dan next market. Maksudnya? Saat ini, sangat besar. Ke depannya, jauh lebih besar. Terus, sampai kapan kita cuma diam jadi penonton? Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Dengan internet, kita tidak perlu lagi menyewa ruko atau buka stand. Tidak perlu lagi memasang spanduk, flyer, dan iklan koran. Hemat tho? Sangat hemat. Cukuplah kita mengoptimasi Facebook, Instagram, dan Blogspot, sehingga otomatis bisnis kita muncul di mana-mana ketika konsumen mencari.
Saya harap kita semua siap. Anda siap?
Pintu-pintu rezeki biasanya semakin terbuka saat seseorang menikah. Yang penting, niatnya dan caranya benar.
Heran juga sama orang-orang yang suka menunda-nunda menikah. Itu sama saja dengan menunda rezeki.
Heran juga sama orang-orang yang suka menunda-nunda menikah. Itu sama saja dengan menunda rezeki.
Sejauh ini saya sudah membagikan dua e-book gratis di channel Telegram ini. Dan saya sudah menyiapkan dua e-book baru untuk dibagikan. Ya, hanya di channel Telegram ini. Insya Allah.
Semua e-book gratis ini karya dari teman-teman saya. Isinya bagus-bagus. Sengaja kita bagikan di Telegram karena kita menganggap member-member di Telegram lebih serius daripada member-member di WA.
Semua e-book gratis ini karya dari teman-teman saya. Isinya bagus-bagus. Sengaja kita bagikan di Telegram karena kita menganggap member-member di Telegram lebih serius daripada member-member di WA.
So, ajak teman-teman kita untuk bergabung di channel ini.
Egois sekali kalau cuma kita sendiri yang menikmati sesuatu dan sukses, sementara teman-teman kita tidak diajak.
Egois sekali kalau cuma kita sendiri yang menikmati sesuatu dan sukses, sementara teman-teman kita tidak diajak.
Anda suka drama Korea atau band Korea? Hehe, saya pribadi nggak ngikutin itu semua. 😃😃😃
Ketika artikel ini ditulis, saya berada di Korea Selatan untuk ketiga kalinya. Kalau sebelumnya saya ditemani oleh ibu dan mertua, maka kali ini saya ditemani oleh istri tercinta.
Di Korea, ada konsep Hahn yang berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan rela melakukan pengorbanan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga juga negara. Menurut saya, ini konsep yang sangat bagus.
Korea dengan etos kerja Hahn akhirnya menjadi kelebihan dan keunikan tersendiri. Semangat dan etos kerja itu menjadi suatu kekuatan psikologis (psychic force).
Boye De Mente (peneliti masyarakat Asia Timur tahun 1990-an yang telah menulis lebih dari 100 buku) menyebut Hahn sebagai energi untuk belajar dengan penuh hasrat, bekerja dengan penuh tekad, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan disiplin tingkat tinggi. Keren ya?
Belum lagi Jeong Do Management (mirip-mirip Kaizen dari Jepang). Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG dan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Mereka berusaha memberikan karya yang terbaik dan adanya perbaikan terus-menerus.
Dalam Islam, ini semua disebut dengan Itqan. Teliti, hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi.
Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar dan terinspirasi dari hal ini. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif.
Badan Program Pembangunan di bawah PBB (UNDP) dalam laporan Human Development Report 2016 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, turun dari posisi 110 di 2014.
Dan UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp 20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.
Tak perlu menyalahkan si A atau si B. Mari memulai perbaikan itu dari diri kita, keluarga kita, dan tim kita. Kalau masing-masing kita berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah IPM kita akan meningkat bahkan melesat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ketika artikel ini ditulis, saya berada di Korea Selatan untuk ketiga kalinya. Kalau sebelumnya saya ditemani oleh ibu dan mertua, maka kali ini saya ditemani oleh istri tercinta.
Di Korea, ada konsep Hahn yang berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan rela melakukan pengorbanan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga juga negara. Menurut saya, ini konsep yang sangat bagus.
Korea dengan etos kerja Hahn akhirnya menjadi kelebihan dan keunikan tersendiri. Semangat dan etos kerja itu menjadi suatu kekuatan psikologis (psychic force).
Boye De Mente (peneliti masyarakat Asia Timur tahun 1990-an yang telah menulis lebih dari 100 buku) menyebut Hahn sebagai energi untuk belajar dengan penuh hasrat, bekerja dengan penuh tekad, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan disiplin tingkat tinggi. Keren ya?
Belum lagi Jeong Do Management (mirip-mirip Kaizen dari Jepang). Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG dan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Mereka berusaha memberikan karya yang terbaik dan adanya perbaikan terus-menerus.
Dalam Islam, ini semua disebut dengan Itqan. Teliti, hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi.
Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar dan terinspirasi dari hal ini. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif.
Badan Program Pembangunan di bawah PBB (UNDP) dalam laporan Human Development Report 2016 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, turun dari posisi 110 di 2014.
Dan UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp 20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.
Tak perlu menyalahkan si A atau si B. Mari memulai perbaikan itu dari diri kita, keluarga kita, dan tim kita. Kalau masing-masing kita berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah IPM kita akan meningkat bahkan melesat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ternyata ribuan orang yang tidak bisa melihat status Facebook saya, padahal mereka jelas-jelas follow (like) halaman saya sejak lama.
Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya dan tim merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?
Rupanya, selama dua tahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama TIDAK BISA melihat page itu lagi.
Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.
Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.
Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
- Video Aa Gym push-up sampai 100 kali.
- Cuplikan seminar akbar saya di Korea.
- Motor-motor yang terjebak di jalur Busway.
- Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.
Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/
Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari.
Siap?
Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya dan tim merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?
Rupanya, selama dua tahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama TIDAK BISA melihat page itu lagi.
Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.
Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.
Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
- Video Aa Gym push-up sampai 100 kali.
- Cuplikan seminar akbar saya di Korea.
- Motor-motor yang terjebak di jalur Busway.
- Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.
Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/
Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari.
Siap?
Di Indonesia, ada tokoh yang kesannya 'nggak tua-tua' alias awet muda. Siapa itu? Kak Seto dan Aa Gym. Walaupun sudah punya cucu, namun mereka berdua tetap disapa 'Kak' dan 'Aa'.
Bener-bener awet muda. 😁
Bukan kebetulan, saya kenal dua-duanya. Dan, ada satu persamaan ternyata. Apa itu? Mereka berdua sama-sama jago push-up. Ya, jago push-up. Bisa puluhan kali bahkan seratusan kali dalam sehari! Wuih!
Saya dengar sendiri dari mereka berdua, di forum berbeda. Yang penasaran, silakan lihat video Aa Gym push-up di Instagram saya @ipphoright. Sepertinya jadi viral.
Sebenarnya agama menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dan merawat tubuh. Ini kan nikmat Allah. Wajib disyukuri dengan cara dijaga dan dirawat. Dengan kata lain, menjaga kesehatan BUKAN sekedar trend.
Lihatlah Nabi Muhammad yang terampil berkuda, memanah, dan bergulat sejak muda.
Lihatlah Nabi Muhammad yang masih sanggup menyembelih puluhan hewan kurban di usia 62 tahun.
Lihatlah Nabi Muhammad yang perutnya kotak-kotak seperti susunan batu dan gulungan kertas.
Sementara itu, di Indonesia sejumlah pria yang perutnya rada ndut, bertanya-tanya dalam hati, "Adakah sabun cuci yang mampu melawan lemak membandel?" 🤣🤣🤣
Hehehe, daripada tersinggung lebih baik berubah!
Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW dada dan perut beliau rata.” (HR Ibn Sa’ad)
Dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun.” (HR Thabrani)
Contoh lain. Mana mungkin Umar menang perang berkali-kali kalau beliau kegendutan? Mana mungkin Ali menang perang berkali-kali kalau beliau kekurusan? Think!
Mari jaga kesehatan kita. Benar-benar dijaga. Dengan rutin berolahraga. Dengan makan dan tidur yang teratur. Dengan madu dan propolis. Dengan pikiran yang positif. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah.
Bener-bener awet muda. 😁
Bukan kebetulan, saya kenal dua-duanya. Dan, ada satu persamaan ternyata. Apa itu? Mereka berdua sama-sama jago push-up. Ya, jago push-up. Bisa puluhan kali bahkan seratusan kali dalam sehari! Wuih!
Saya dengar sendiri dari mereka berdua, di forum berbeda. Yang penasaran, silakan lihat video Aa Gym push-up di Instagram saya @ipphoright. Sepertinya jadi viral.
Sebenarnya agama menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dan merawat tubuh. Ini kan nikmat Allah. Wajib disyukuri dengan cara dijaga dan dirawat. Dengan kata lain, menjaga kesehatan BUKAN sekedar trend.
Lihatlah Nabi Muhammad yang terampil berkuda, memanah, dan bergulat sejak muda.
Lihatlah Nabi Muhammad yang masih sanggup menyembelih puluhan hewan kurban di usia 62 tahun.
Lihatlah Nabi Muhammad yang perutnya kotak-kotak seperti susunan batu dan gulungan kertas.
Sementara itu, di Indonesia sejumlah pria yang perutnya rada ndut, bertanya-tanya dalam hati, "Adakah sabun cuci yang mampu melawan lemak membandel?" 🤣🤣🤣
Hehehe, daripada tersinggung lebih baik berubah!
Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW dada dan perut beliau rata.” (HR Ibn Sa’ad)
Dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun.” (HR Thabrani)
Contoh lain. Mana mungkin Umar menang perang berkali-kali kalau beliau kegendutan? Mana mungkin Ali menang perang berkali-kali kalau beliau kekurusan? Think!
Mari jaga kesehatan kita. Benar-benar dijaga. Dengan rutin berolahraga. Dengan makan dan tidur yang teratur. Dengan madu dan propolis. Dengan pikiran yang positif. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah.
Apa motivasi terbesar Anda saat bergabung di sebuah bisnis?
Ini adalah pertanyaan mendasar yang kalau jawabannya benar, insya Allah omset dan profitnya akan besar. Yuk jawab dengan jujur, apa motivasi terbesar Anda?
Pengalaman kami membina reseller British Propolis (BP) selama ini, macam-macam alasan (reason) yang muncul. Nah, alasan yang kuatlah (the strongest reason) yang membuat reseller mampu bertahan.
Ada yang mau lunas utang, ada yang mau income tambahan, ada yang mau pindah kuadran, ada yang mau berangkat umrah, dll. Macam-macam.
Dan ini menentukan spirit Anda ketika jualan…
Mana yang terbaik? Hendaknya motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Misalnya, ingin mengumrahkan orang tua, ingin melunasi utang orang tua, ingin menyekolahkan anak di sekolah terbaik, ingin mengantarkan anak dengan mobil, dst. Bukan sekadar ingin dapat uang!
Ada juga ibu-ibu yang bergabung di BP. Jangan salah sangka. Malah dahsyat jualannya. Sehari bisa jualan 5 botol, 11 botol, bahkan puluhan botol. Kebayang kalau profit BP per botol Rp100ribu. Kalau terjual 20 botol, gimana? Sehari, sudah Rp 2 juta. Sedap...
Apakah mereka pernah ikut kuliah penjualan atau pelatihan penjualan? Nggak juga. Ternyata, mereka memiliki motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Demi anak. Demi keluarga.
Di sini, kita belum ada materi khusus. Tapi hanya ingin mengetahui kejujuran hati. Apa yang Anda cari ketika bergabung dalam sebuah bisnis? Jawab dengan jujur ya.
Nah, selain melibatkan emosi, hendaknya ada motivasi spiritual juga. Maka batinkan dalam hati, “Bisnis ini aku niatkan untuk ibadah.” Insya Allah hasilnya akan berkah berlimpah.
Ini adalah pertanyaan mendasar yang kalau jawabannya benar, insya Allah omset dan profitnya akan besar. Yuk jawab dengan jujur, apa motivasi terbesar Anda?
Pengalaman kami membina reseller British Propolis (BP) selama ini, macam-macam alasan (reason) yang muncul. Nah, alasan yang kuatlah (the strongest reason) yang membuat reseller mampu bertahan.
Ada yang mau lunas utang, ada yang mau income tambahan, ada yang mau pindah kuadran, ada yang mau berangkat umrah, dll. Macam-macam.
Dan ini menentukan spirit Anda ketika jualan…
Mana yang terbaik? Hendaknya motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Misalnya, ingin mengumrahkan orang tua, ingin melunasi utang orang tua, ingin menyekolahkan anak di sekolah terbaik, ingin mengantarkan anak dengan mobil, dst. Bukan sekadar ingin dapat uang!
Ada juga ibu-ibu yang bergabung di BP. Jangan salah sangka. Malah dahsyat jualannya. Sehari bisa jualan 5 botol, 11 botol, bahkan puluhan botol. Kebayang kalau profit BP per botol Rp100ribu. Kalau terjual 20 botol, gimana? Sehari, sudah Rp 2 juta. Sedap...
Apakah mereka pernah ikut kuliah penjualan atau pelatihan penjualan? Nggak juga. Ternyata, mereka memiliki motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Demi anak. Demi keluarga.
Di sini, kita belum ada materi khusus. Tapi hanya ingin mengetahui kejujuran hati. Apa yang Anda cari ketika bergabung dalam sebuah bisnis? Jawab dengan jujur ya.
Nah, selain melibatkan emosi, hendaknya ada motivasi spiritual juga. Maka batinkan dalam hati, “Bisnis ini aku niatkan untuk ibadah.” Insya Allah hasilnya akan berkah berlimpah.
Marah, jelas ini tidak baik.
Namun sesekali tetap diperlukan.
Bukankah Nabi Muhammad pernah marah?
Bukankah orang-orang hebat pernah marah?
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan proporsional.
"Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward.
Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Namun sesekali tetap diperlukan.
Bukankah Nabi Muhammad pernah marah?
Bukankah orang-orang hebat pernah marah?
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan proporsional.
"Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward.
Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau kita tenang, solusi akan terhadirkan. Kalau kita panik? Solusi di depan mata pun bisa terabaikan.
Anda bahagia? Seberapa bahagia?
Pertanyaan berikutnya, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses? Kebanyakan orang memilih yang pertama, sukses dulu baru bahagia. Baiknya sih, bahagia dulu maka mudahlah menuju sukses.
Pakai otak kanan, dibalik caranya.
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Ternyata, tak perlu syarat untuk bahagia. Bahagia bukan karena punya ini-itu. Melainkan karena keputusan, "Aku yang memutuskan untuk bahagia."
Kalau kita merasa bahagia hanya setelah punya ini dan itu, maka semakin besar ketergantungan kita sama faktor luar. Ini menyulitkan. Benar-benar menyulitkan.
Be happy! Ready?
Pertanyaan berikutnya, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses? Kebanyakan orang memilih yang pertama, sukses dulu baru bahagia. Baiknya sih, bahagia dulu maka mudahlah menuju sukses.
Pakai otak kanan, dibalik caranya.
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Ternyata, tak perlu syarat untuk bahagia. Bahagia bukan karena punya ini-itu. Melainkan karena keputusan, "Aku yang memutuskan untuk bahagia."
Kalau kita merasa bahagia hanya setelah punya ini dan itu, maka semakin besar ketergantungan kita sama faktor luar. Ini menyulitkan. Benar-benar menyulitkan.
Be happy! Ready?
Anda tahu Tony Stark alias Iron Man? Sebenarnya Indonesia punya tokoh seperti itu. Beneran, punya.
Terlepas dari itu, coba bayangkan Tony Stark bikin baju robot, terus foto Anda dan foto teman-teman Anda terpampang di baju robot itu. Keren nggak? Banget!
"Ah, Mas Ippho lagi ngayal." Sama sekali nggak, justru ini sangat mungkin terjadi.
Begini ceritanya. Siang itu saya kembali bertamu ke rumah Eyang Habibie, salah satu tokoh kebanggaan Indonesia. Kali ini saya mengajak teman-teman saya untuk turut hadir.
Mulai dari Pak Andrie Wongso, Mas Fadly (Padi), Mas Saptuari, Mas Mono, Pak Nasrullah (Magnet Rezeki), Mas David Chalik, Mas Dwiki Dharmawan, Mbak Ita Purnamasari, Mas Barra (TDA), sampai Pak Jafrial.
Selain mereka, tak lupa, saya mengajak ibu saya untuk menemani.
Teman-teman pernah dengar Pesawat R80? Adalah Prof BJ Habibie yang menggagas dan merancangnya. Nah, kami pun mendapat penjelasan tentang pesawat ini langsung dari beliau, di rumah beliau. Kalau Iron Man itu cuma fiktif, maka R80 BUKAN fiktif.
Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai." Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Usia beliau sudah 80-an. Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong. Coba baca ini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!
Dan ketika pesawat ini mengudara kelak, kita bisa bercerita dengan bangga ke anak-anak kita, "Nak, dulu Papa pernah bikin pesawat bareng Presiden ke-3 RI. Indonesia bisa, Nak."
Apalagi kemudian si anak melihat foto ayahnya terpampang di pesawat tersebut. Dengan pemahaman seperti ini, anak mana yang tidak bangga pada ayahnya dan bangsanya?
Ya, Indonesia bisa! Di hari yang mulia, mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Jangan biarkan pesan ini berhenti di ponsel Anda. Teruskan!
Terlepas dari itu, coba bayangkan Tony Stark bikin baju robot, terus foto Anda dan foto teman-teman Anda terpampang di baju robot itu. Keren nggak? Banget!
"Ah, Mas Ippho lagi ngayal." Sama sekali nggak, justru ini sangat mungkin terjadi.
Begini ceritanya. Siang itu saya kembali bertamu ke rumah Eyang Habibie, salah satu tokoh kebanggaan Indonesia. Kali ini saya mengajak teman-teman saya untuk turut hadir.
Mulai dari Pak Andrie Wongso, Mas Fadly (Padi), Mas Saptuari, Mas Mono, Pak Nasrullah (Magnet Rezeki), Mas David Chalik, Mas Dwiki Dharmawan, Mbak Ita Purnamasari, Mas Barra (TDA), sampai Pak Jafrial.
Selain mereka, tak lupa, saya mengajak ibu saya untuk menemani.
Teman-teman pernah dengar Pesawat R80? Adalah Prof BJ Habibie yang menggagas dan merancangnya. Nah, kami pun mendapat penjelasan tentang pesawat ini langsung dari beliau, di rumah beliau. Kalau Iron Man itu cuma fiktif, maka R80 BUKAN fiktif.
Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai." Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Usia beliau sudah 80-an. Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong. Coba baca ini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!
Dan ketika pesawat ini mengudara kelak, kita bisa bercerita dengan bangga ke anak-anak kita, "Nak, dulu Papa pernah bikin pesawat bareng Presiden ke-3 RI. Indonesia bisa, Nak."
Apalagi kemudian si anak melihat foto ayahnya terpampang di pesawat tersebut. Dengan pemahaman seperti ini, anak mana yang tidak bangga pada ayahnya dan bangsanya?
Ya, Indonesia bisa! Di hari yang mulia, mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Jangan biarkan pesan ini berhenti di ponsel Anda. Teruskan!