Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Berapa anak Anda?
Rencananya punya berapa anak?

Pemerintah Indonesia pernah mencanangkan program Keluarga Berencana alias 'dua anak cukup'. Baguskah itu? Ternyata, berdasarkan sebuah laporan, kunci kebahagiaan adalah memiliki tiga anak atau lebih. Nah lho!

Dilansir dari CNN dan Independent, sebuah laporan tahunan kebahagiaan yang diterbitkan oleh Eurostat, Badan Statistik Eropa yang melihat tingkat kepuasaan hidup di negara-negara anggota Uni Eropa, menemukan bahwa keluarga besar dengan jumlah anak banyak, cenderung jauh lebih bahagia dibanding keluarga yang beranak satu, dua, atau tidak memiliki sama sekali.

Tapi, bukankah beranak banyak itu memicu dan memacu stress?

Hehehe, itu sih tergantung. Salah satu faktor penentu adalah usia anak.

Sebuah studi terhadap 2000 responden ibu-ibu dari Arizona State University menemukan bahwa kaum ibu di Amerika Serikat mengalami peningkatan stress ketika anak-anak mereka memasuki usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Para peneliti mempelajari tingkat stress para responden berdasarkan jumlah dan usia anak. Hasilnya? Ternyata, ibu-ibu yang memiliki anak usia SMP menunjukkan tingkat stress yang tinggi dan level kebahagiaan yang minim. Sementara itu, ibu-ibu dengan anak usia balita dan usia sekolah dasar (SD) memiliki tingkat stress yang rendah.

Apapun itu, hendaknya kita bersyukur ketika dikaruniai anak. Orangtua yang bersyukur dan bahagia akan lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya. Sebaliknya, orangtua yang mengeluh dan stress akan semakin sulit dalam mendidik anak-anaknya.

Satu hal yang perlu diingat-ingat, anak akan menjadi amal jariyah yang utama. Kalau mengingat ini, mungkin kita akan lebih bersabar dalam mendidik anak. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Penjualan lagi seret? Pengen produknya terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang? Berarti Anda perlu memahami lebih lanjut isi dan esensi di balik marketing.

Apa sih beda ilmu marketing dengan ilmu ekonomi? Yah beda. Ilmu marketing mempelajari bagaimana orang membuat keputusan. Ini penting. Dan ini hanya ada pada ilmu marketing, bukan pada ilmu ekonomi.

Marketing juga menciptakan want dan demand. Dan tahukah anda, kapitalisme bakal collapse! Kok bisa? Karena kapitalisme menciptakan excessive inequality of income dan dampak-dampak negatif lainnya.

Btw, ini semua kata siapa sih?

Bukan kata saya, melainkan kata Philip Kotler, Bapak Marketing Dunia. Alhamdulillah saya sempat bertemu beliau beberapa bulan yang lalu. Fyi, hampir semua kampus bisnis di dunia memakai buku teks karya beliau selama 30 tahun terakhir! Untuk urusan marketing, beliau adalah biangnya biang!

Apakah marketing semata-semata soal penjualan? Nggak juga. Marketing itu bicara soal solusi serta kepuasan. Itulah isi dan esensi di balik marketing, menurut Philip Kotler juga menurut saya. Ingat, penjualan cuma salah satu fungsi saja.

Pendiri Zara menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa yang dilakukan oleh Zara? Mereka menawarkan desain baru setiap dua minggu. Terkini, karena memang itulah yang diharapkan oleh pelanggan-pelanggannya. Jelas kan? Mereka berusaha memberi solusi. Mereka berusaha memberi kepuasan.

Perlu contoh yang lain?

Ria Miranda bukan sekadar busana muslimah. Melainkan suatu gaya, suatu keunikan, dan warna pastel. Gudeg Yu Djum bukan sekadar kuliner Jogja. Melainkan sebuah cita rasa, sebuah kebanggaan, dan sebuah tradisi.

Lihat juga cake pisang Villa dan keripik pedas Maicih. Omset mereka miliaran rupiah setiap bulannya. Mereka menawarkan solusi serta kepuasan kepada pelanggan-pelanggannya. Bukan sekedar menawarkan produk. Sekilas, ini sepertinya sama, padahal nggak sama. Villa itu oleh-oleh khas Batam. Maicih itu sensasi pedas. Bukan sekedar produk.

Nah, agar produk kita terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang, berusahalah menawarkan solusi serta kepuasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat.
Pengusaha dan calon pengusaha mesti baca tulisan ini, cuma 1 menit.

Apakah Anda:
- pengusaha yang ingin menambah varian produk?
- calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
- ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
- entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
- karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?

Hari Jumat (17 Feb) kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.

Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.

Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.

Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, izinkan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari Jumat sampai hari Senin.

Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita. Sampai jumpa Jumat ini (17 Feb).
Bersedekah dengan ikhlas membawa berkah dan menyuburkan harta. Ajaib! Boleh bersedekah kepada anak yatim atau masjid. Boleh sedekah online atau offline. Boleh bersedekah di hari Jumat atau hari lainnya. Asalkan di jalan Allah.

Berikut ini adalah keingintahuan publik seputar sedekah (pertanyaan yang paling sering muncul), termasuk pahala sedekah serta cara bersedekah.

Bolehkah bersedekah dengan uang haram? Secara umum, tidak boleh.

Bolehkah bersedekah tanpa sepengetahuan suami?  Secara umum, tidak boleh.

Dalam Islam, bolehkah bersedekah untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal? Boleh, walaupun ada sedikit perbedaan pendapat.

Bayar utang atau sedekah dulu? Jelas, bayar utang itu lebih utama, tapi baiknya sembari bersedekah.

Yang baik bersedekah kepada siapa? Mulai dari yang terdekat.

Pada akhirnya, tebarlah kebaikan. Kalau perlu, tebarlah amal jariyah. Di mana-mana saya sering sekali membahas amal jariah. Kenapa? Karena teramat penting, tiada duanya.

Dan terkait pahala sedekah serta balasan sedekah, ingatlah:
– Matahari terbit di Timur, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Hukum Gravitasi, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Kok bisa? Soalnya dijanjikan berkali-kali di kitab suci. Pasti, pasti, pasti!

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa bersedekah lebih banyak dan lebih rutin? Jawaban saya, “Paksa! Bisa! Terbiasa!” Dalam bersedekah, kita perlu begitu agar jadi kebiasaan.

Sekian dari saya, Ippho Santosa ( silakan ajak teman-teman kita bergabung di channel Telegram @ipphoright ini atau minta mereka ketik telegram.me/ipphoright )
Kemarin, sore saya bertemu Gus Sholah (adiknya Gus Dur) di rumahnya dan malam saya bertemu Prof Din (tokoh Muhammadiyah) di rumahnya. Salah satu yang kami bahas adalah soal minat membaca dan pendidikan di kalangan muslim.

Kendati perintah untuk membaca sudah tercantum dengan jelas dan tegas dalam Kitab Suci, rupa-rupanya minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Nggak percaya? Kita simak data-data berikut.

Pada Maret 2016, dikabarkan Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara terkait tingkat literasi (minat baca). Penelitian ini digelar oleh Central Connecticut State University.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pernah mengungkapkan, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan dalam hal literasi. Duh!

Data UNESCO tahun 2012 menerangkan, indeks minat baca masyarakat Indonesia cuma 0,001 persen. Itu artinya, hanya satu dari seribu penduduk Indonesia yang gemar membaca. Di negara-negara maju, angka ini bisa mencapai 0,45 persen.  

Sementara itu, data IKAPI tahun 2010 menunjukkan, ada sekitar 12.000 judul buku baru yang diterbitkan per tahun. Berdasarkan jenisnya, ada lima kelompok, antara lain, buku agama (17,95 persen), buku perguruan tinggi (13,96 persen), buku anak dan remaja (10,36 persen), buku umum (8,67 persen), dan buku pelajaran (4,45 persen).

Tak termasuk buku nikah dan buku tabungan, hehehe.

Itulah kebiasaan orang rata-rata. Malas membaca. Kita, kalau mau nasibnya berbeda, yah mesti memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya, miliki kebiasaan membaca, terutama membaca buku. Bukan membaca socmed.

Tidak harus beli, yang penting baca. Menariknya, menurut penelitian, #membaca membuat kita lebih panjang umur. Penelitian oleh Yale University ini melibatkan 3.600 orang yang kemudian dikutip oleh World Economic Forum. Nggak main-main.

Terakhir, ingatlah, ilmu itu cahaya dan fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh sama ilmu dijamin tidak fakir. Sedekah itu sunnah, menuntut ilmu itu wajib. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apakah Anda pengusaha yang ingin menambah varian produk?

Apakah Anda calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?

Apakah Anda ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?

Apakah Anda entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?

Apakah Anda karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?

Hari ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.

Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.

Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.

Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.

Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai hari Senin.

Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.

Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Inilah salah satu tips sehat finansial. Ringkas saja, yaitu 3i. Maksudnya?

i yang pertama adalah insyaf.
Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu hendaknya dihentikan. Bertobatlah. Insyaflah.

i yang kedua adalah irit.
Biasakan hidup hemat alias hidup irit. Ini tentu saja 100% berbeda dengan pelit.

i yang ketiga adalah investasi.
Perketat konsumsi, perbanyak investasi. Tidak mudah, tapi bisa.

Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Kalau 10 tahun? Jangan ditanya. Anda akan terkaget-kaget melihatnya. Hukum Compound telah bekerja dengan sempurna.

Anda tahu apa persamaan loser dan winner? Mereka sama-sama tahu soal aturan-aturan menuju kesuksesan. Bedanya, si loser melanggarnya. Kalau si winner? Mentaatinya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Keep on learning. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir. Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu keduanya!

Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu!

Sehebat-hebatnya sedekah, lebih hebat lagi menuntut ilmu. Belajar. Terbukti belajar itu diwajibkan. Bukan sekedar anjuran.

"Kalau Mas Ippho gimana?" Seminggu saya 2X sampai 3X ikut seminar atau kajian orang lain. Ini kebiasaan saya sejak lama. Belajar. Dan hari ini insya Allah saya belajar di #Istiqlal.

Mari ringankan langkah kita untuk belajar. Istilahnya, menjemput ilmu. Percayalah, ini bagian dari perubahan nasib.
Kalau Anda melangkah, pasti mikir. Tapi kalau Anda mikir terus, yah nggak jadi melangkah.

Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.

Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.

Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma belasan juta rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja.

Untuk itu, saya menganjurkan Anda sebuah buku yang berbeda. Buku yang satu ini bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.

Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki. Alhamdulillah kedua-duanya adalah karya saya.

10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Kenapa? Karena mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan. Btw, royalty for charity.

Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Tak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya suka sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.

Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko.

Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seberapa yakin Anda untuk menunda-nunda memulai bisnis besok atau nanti-nanti, sementara waktu terus berganti tak terhenti? Padahal, semakin segera Anda memulai, semakin segera pula Anda meraih sukses finansial.

"Mas Ippho, bisnis apa yang bagus?" celetuk mereka.

"Bisnis yang dimulai," sindir saya. Yang penting, legal dan halal.

Sekiranya Anda punya jatah gagal 4X atau 5X, maka jatah itu harus Anda habiskan. Kalau ditunda-tunda, yah dapat apa? Nggak ada. Mirisnya lagi, begitu Anda menunda, maka mood bisnis pun akan berkurang dan mereda.

Terutama buat Anda yang muda-muda, segeralah mulai usaha, jangan ditunda-tunda. Lantas, apakah setelah memulai usaha, ada jaminan sukses? Yah mana ada! Tapi potensi itu, sekian persen, ada. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau Anda sudah mapan dan tidak perlu mentor lagi dalam kehidupan Anda, yah abaikan saja tulisan ini.

Karena tulisan ini khusus untuk:

Pengusaha yang ingin menambah varian produk. Calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi.

Ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan. Entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa.

Karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini.

Kali ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%. Jarang-jarang ada produk dengan margin setinggi ini.

Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.

Syarat-syaratnya? Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim. Di-mentoring.

Sekadar informasi, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan. Dan sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung juga bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas.

Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai jam 24.00.

Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.  

Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Anda bahagia?

Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.

Btw, negara mana yang paling berbahagia? Survei World Happiness Report merilis, ternyata Denmark berada di peringkat pertama sebagai negara paling berbahagia di dunia. Sementara, Burundi, berada di posisi paling buncit.

Laporan itu juga memuat negara-negara yang memiliki kesenjangan sosial yang lebih sedikit ternyata warganya hidup jauh lebih bahagia. Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia, layaknya Denmark, adalah negara-negara yang paling baik dalam jaminan keamanan sosial. Dan mereka adalah lima besar sebagai negara paling berbahagia.

Posisi Amerika Serikat berada di peringkat ke-13. Nomor paling buncit dari 156 adalah Burundi, bukan Suriah. Burundi mengalami banyak kekerasan serta gonjang-ganjing politik. Bahkan negara itu dianggap paling tak bahagia dibanding Suriah.

Indonesia berada dalam tingkat kebahagiaan di posisi 79. Rusia di peringkat 56 dan Jepang di peringkat 53. Laporan itu dirilis UN's Sustainable Development Solutions Network, dari Gallup World Poll yang mensurvei 1.000 orang dari setiap negara. Proses tersebut dihelat selama 3 tahun berturut turut.

Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.

Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.

"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.

Kuncinya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.

Be happy! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bayangkan yang baik-baik. Dan ajak orang-orang untuk membayangkan yang baik-baik.

Kemarin dengan izin Allah saya mengunjungi dua titik banjir di Jakarta. Ditemani tim ACT lengkap dengan perahu karetnya, saya pun turun ke lokasi. Di sana, saya coba berempati. Terasa kesedihan dan kegusaran di wajah para pengungsi.

Kebanyakan mereka bukanlah orang yang berada. Tidak mampu mengungsi ke hotel atau sejenisnya. Terpaksalah mereka mengungsi ke masjid-masjid terdekat. Alhamdulillah, lembaga-lembaga sosial dan pemerintah tidak tinggal diam. Mereka turut hadir dan berbuat di sana.

Sebenarnya, kalaupun Jakarta banjir, orang-orang Jakarta masih bisa memaklumi. Toh ini sudah terjadi sejak lama dan rutin. Terus kenapa sekarang sebagian netizen memilih untuk nyinyir? Sepertinya karena adanya sesumbar takabur dari tokoh-tokoh.

Guru saya pernah berpesan, "Kepada siapa saja tak boleh takabur. Apalagi kepada Allah dan alam, sekalipun jangan." Perhatikan baik-baik. Kalau kita takabur, alam tak pernah nyinyir. Tapi balasannya teramat nyata dan seketika.

Sudahlah. Mari sama-sama kita doakan agar banjir segera reda dan keadaan degera pulih. Normal seperti sedia kala. Aamiin. Ya, bayangkan saja yang baik-baik, persis seperti keadaan yang kita inginkan. Reda. Pulih. Normal.

Masih soal membayangkan. Sekarang kita bahas secara ilmiah. 1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif, relaks, dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda.

Tak cukup sampai di situ. Pikiran dan niat dari sekelompok orang yang diselaraskan bahkan bisa membuat daun glowing dan mempengaruhi gerakan ikan. Hm, apa iya? Di sini saya tidak mendongeng.

Ini adalah temuan Maharishi dan McTaggart. Menyimak temuan ini, maka kita pun semakin paham mengapa doa yang diselaraskan (kolektif) dalam sholat istisqa berjamaah dapat mengundang hujan di suatu kota. Termasuklah memohon hajat dan menolak bala.

Tak heran, mereka yang belum selaras dengan orang-orang di sekitarnya, teramat sulit untuk sukses dan bahagia. Penyelarasan pikiran, ini juga hal mutlak bagi siapa saja yang mengidam-idamkan mapan finansial alias kuat finansial.

Sekali lagi, bayangkan yang baik-baik. Dan ajak orang-orang untuk membayangkan yang baik-baik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Selama bertahun-tahun, alhamdulillah, bangsa Indonesia termasuk dalam 10 negara paling dermawan sedunia. Dan prestasi membanggakan ini semakin terlihat ketika terjadi bencana. Contoh yang terdekat adalah ketika banjir yang melanda Jakarta juga kota-kota lainnya.

Ketika bencana, biasanya kita rame-rame bersedekah. Itu sih sudah bagus. Bagian dari empati dan solidaritas. Tapi, sekarang coba dibalik. Kita rame-rame bersedekah, maka mudah-mudahan kita terhindar dari #bencana. Bukankah sedekah itu menolak bala?

Kalau secara pribadi kita rajin bersedekah, mudah-mudahan kita terhindar dari tabrakan, kerugian, atau sakit. Nah, kalau secara kolektif kita rajin bersedekah, tentunya manfaatnya akan lebih besar lagi. Bukan pada pribadi A atau B saja.

Banjir. Jelas, ini teguran keras buat seluruh rakyat Indonesia. Bukan kota tertentu saja. Seringkali kita yang mengundang bencana. Ya, mengundang bencana. Kok bisa? Yah, bisa. Karena perilaku harian kita, misalnya merusak alam, nyampah sembarangan, menyepelekan selokan, takabur, maksiat, dan lain-lain.

Kita sama-sama tahu #JakartaBanjir. Demikian juga daerah-daerah lainnya. Mari kita bantu para pengungsi (untuk pembelian makanan, selimut, obat, dll). Transfer berapa saja kd BNI Syariah 66-0000-1000 an Aksi Cepat Tanggap. Ini rekening khusus, tidak perlu SMS konfirmasi.

Setidaknya bantu doa dan share tulisan ini ke teman-teman kita. Saatnya aksi nyata. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Setan Mau Pensiun :)

Suatu hari, setan curhat sama temannya.

"Aku mau pensiun saja jadi setan. Kesal juga godain manusia. Dia yang enak-enak, eh aku yang disalahin."

"KORUPSI, dia yang menikmati, eh aku yang disalahin. Katanya dipengaruhi setan."

"SELINGKUH, dia yang keenakan, eh aku disalahin. Katanya digoda setan."

"MABOK, dia yang keenakan, eh aku disalahin. Katanya diajak setan."

Hehehe. Humor adalah salah satu keunggulan dari otak kanan. Nabi Muhammad pun kadang melontarkan humor. Yang penting, tidak berlebihan.

Ternyata inilah manfaat humor (yang cerdas tentunya) di lingkungan kerja, seperti dikutip oleh Forbes:
- Ciptakan kebersamaan
- Tingkatkan loyalitas keeja
- Tingkatkan peluang promosi

Studi dari Robert Half International menyatakan 91 persen eksekutif percaya bahwa guyon nan cerdas dapat membuat karier mereka lebih melejit. Dan 84 persen lainnya percaya bahwa guyon mampu meningkatkan kinerja mereka secara periodik.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh UC Browser terhadap 9.136 pengguna internet, mengungkapkan bahwa ciri-ciri pasangan idaman bagi pengguna mobile internet di Indonesia adalah sosok yang lucu alias humoris.

Hasil survei ini kurang-lebih mirip dengan riset yang dilakukan Jeffrey Hall dari University of Kansas yang menyebutkan bahwa semakin pria berusaha melucu dan semakin ia beroleh respons bagus, maka semakin tinggi kemungkinan hubungan itu berjalan baik-baik saja.

Penemuan ini juga selaras dengan preferensi orang Indonesia terhadap iklan-iklan jenaka seperti laporan Google baru-baru ini. Yang penting, humor yang dilontarkan tidak berlebihan. Right? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu lagi makan sambil berdiri (katanya, ini standing party, padahal melanggar perintah Nabi).

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengab, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.

#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip, misalnya saat Al-Maidah dinistakan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.

Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Gugahan dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.

Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga banyak pembaca yang mengamini.
Apa jadinya kalau diri Anda dibanding-bandingkan dengan orang lain? Jujur saja, orang dewasa sangat tidak suka jika dirinya dibanding-bandingkan dengan orang lain, gitu kan?

Sejatinya, anak-anak pun demikian, di mana mereka merasa direndahkan saat dibanding-bandingkan. Orangtua entah sadar atau tidak sadar, sering membandingkan si anak dengan kakaknya atau adiknya atau anak lainnya.

Berharap si anak dapat mencontohnya tapi ternyata itu malah menyakitkan hatinya. Dan bukan sekedar itu saja, anak yang sering dibanding-bandingkan akan merasa tidak memiliki kemampuan yang memadai, sehingga runtuhlah rasa percaya dirinya untuk tumbuh dan berkembang.

Nah, jika orangtua tidak segera memperbaiki hal ini, rasa inferior akan tertanam secara mendalam pada si anak hingga dewasa nanti. Minder, dendam, atau tidak merasa damai adalah sejumlah dampaknya.

Sebagaimana sistem otak bekerja, saat anak tidur ringan dalam kondisi otak alpha, pengalaman anak apapun di hari itu akan masuk ke otak bawah sadar anak dan pengalaman itu baru bisa hilang 10-14 tahun kemudian.

Perhatikan baik-baik, inilah yang menyebabkan kenapa sebuah pengalaman kecil akan tetap teringat hingga dewasa dan mempengaruhi sikap orang-orang dewasa.

Tanpa perlu membanding-bandingkan, berilah anak pengajaran dan kasih-sayang. Ketika anak-anak riang dan dicurahi kasih-sayang, maka keluarlah segala potensi yang terpendam. Ketika mereka murung? Sebaliknya, potensi mereka akan terkurung.



Ditulis oleh Ippho Santosa & Tim Khalifah
Tak perlu jadi superhero untuk mendapatkan wanita. Justru, seorang wanita yang tepat dapat mengubah seorang pria jadi superhero. Itu menurut Deadpool dan menurut saya ada benarnya.

Menurut riset yang dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi. Ya, ada semacam kecenderungan.

Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Dan riset ini tidak main-main, karena berdasarkan pengamatan terhadap 1.659 responden.

Lantas, apa pendapat saya?
-  Mapan, nikah.
-  Belum mapan, tetap nikah.
-  Itulah saran saya.

Apa dasarnya? Justru setelah menikah, biasanya rezeki membaik. Lebih mudah menuju mapan. Dan perihal ini sudah terbukti di mana-mana. Ya, menikah itu mengundang rezeki.

Pada akhirnya, wanita yang tepat juga pria yang tepat, jika ditakdirkan bertemu satu sama lain, ternyata membaikkan rezeki kedua-duanya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



Note: Ayo ajak dan sarankan teman-teman kita untuk bergabung ke channel Telegram @ipphoright atau minta mereka klik telegram.me/ipphoright