Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Tercatat oleh Wall Street Journal, sang ibu memiliki peran penting dalam mengarahkan anak laki-lakinya menjadi hartawan yang dermawan. Sang ibu adalah mantan guru, yang kemudian fokus menjadi ibu rumah tangga sembari aktif menjadi penggiat sosial, sampai-sampai ia diminta gubernur untuk menjadi Majelis Wali Amanat University of Washington.

Begitu melihat anak laki-lakinya berhasil dalam bisnis dan inovasi, sang ibu memaksa anaknya untuk menyumbangkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang tidak mampu. Si anak pun menuruti nasihat itu. Dan semangat si anak sebagai filantropis semakin menjadi-jadi setelah sang ibu meninggal pada 1994 akibat kanker.

Terlihat jelas di sini, hormat dan taat pada sang ibu membuat posisi si anak semakin terhormat di dunia. Kok bisa? Ya, bisa! Karena kemudian si anak itu menjadi orang terkaya di dunia. Siapa dia? Bill Gates namanya. Semoga kita semua bisa meniru kemurahan hatinya.

Di berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak yang dekat dengan ibunya cenderung lebih mapan dan lebih sehat. Istilahnya, berbakti mengundang rezeki dan durhaka mengundang petaka. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Saya ibu rumahtangga dari Bali, bersyukur sekali bisa mengikuti Training dan Magang Internet Marketing Mas Ippho yang bertempat di kantornya, BSD. Secara tidak langsung, kami bisa berkonsultasi dengan beliau dan tim."

"Tidak saja ilmu Internet Marketing yang kami dapatkan, tapi juga inspirasi-inspirasi bisnis. Komplit. Yang beginian jarang saya dapatkan di kelas-kelas lainnya."

"Dan saya tak pernah menyangka, bisa secepat itu menghasilkan Rp 8 juta. Hanya dalam waktu beberapa hari. Jadi, magang belum selesai, closing-an sudah berhasil. Ini semata-mata dengan mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya peroleh pada hari pertama magang."

"Dan alhamdulillah sekarang hampir setiap hari ada saja closing-an demi closing-an, baik secara online maupun secara offline. Sekarang pun saya masih ingin mengikuti magang ini sekali lagi. Ilmunya luar biasa! Keren abis! Masih saat belajar saja, bisa banjir closing-an!"

"Terima kasih untuk Mas Ippho dan tim yang sudah membuka kesempatan magang ini. Semoga semakin banyak teman-teman yang bisa mengikutinya dan mengalami perubahan seperti saya. Ditunggu jadwal berikutnya."

Ini testimoni dari salah satu peserta magang, Siti Fatimah, Bali.

Yang mau ikut Magang dan Training Internet Marketing Batch-6, masih bisa.  Yah, tinggal beberapa seat lagi. Kapan? Diadakan akhir Februari, selama 8 hari, insya Allah.

Ilmu apa saja yang dipelajari?
- Meriset produk-produk laris.
- Merajai halaman 1 Google.
- Jago closing di Facebook.

Biaya normal Rp 7 juta. Promo hanya Rp 3,5 juta (berlaku sampai jam 5 sore, 2 Februari). Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Kalau minat, baiknya bersegera sebelum kehabisan seat.

Selamat menjemput perubahan!
Anda tahu, mukzizat terbesar sepanjang sejarah? Ternyata bukan laut yang terbelah, bukan hidangan dari langit, bukan pula bahtera dari Nabi Nuh. Rupanya, mukzizat terbesar adalah kitab suci, yang tak lain berisi kata-kata.

Ya, kata-kata itu teramat nyata, bukan sekedar cerita.

Secara iman, Anda bisa masuk atau keluar dari agama tertentu hanya dengan kata-kata. Anda bisa menikah atau bercerai hanya dengan kata-kata. Dua kampung bisa saling serang dan bakar-bakaran hanya gegara kata-kata.

Tak ada salahnya kalau kita lebih peka dalam memilih istilah. Carilah istilah yang lebih menyamankan hati.

Kata 'kafir' misalnya. Kata 'kafir' memang tertera di kitab suci, namun hendaknya disampaikan pada waktu dan tempat yang sesuai. Nggak asal. Kalaupun harus menyebut agama seseorang, toh masih bisa memakai istilah lain yang menyamankan hati, seperti 'non muslim' atau 'berbeda iman'.

Coba saja Anda menyapa seorang teman, "Hai kafir, kamu ke mana aja? Kok nggak kelihatan selama ini?"

Terus, teman Anda membalas, "Domba sesat, aku nggak ke mana-mana kok. Tetap stay di sini aja."

Hehehe, enak nggak dengernya? Nggak enak tho?

Bandingkan dengan kata-kata ini, "Perkenalkan, ini teman saya, Bambang namanya. Walaupun kami beda iman, tapi berteman sejak lama." Di sini, istilah 'beda iman' jelas-jelas lebih nyaman didengar ketimbang istilah 'kafir'.

Demikian pula istilah babu dan sinting. Nggak nyaman dengarnya. Toh masih ada istilah-istilah lain yang lebih nyaman. Di sini, perlu kepekaan.

Istilah 'bebek nungging' untuk Pancasila. Istilah 'sila buntut' untuk sila kelima. Kedua-duanya mungkin tidak nyaman didengar. Namun mana yang paling parah? Jelas, bebek nungging. Namun anehnya si pengucap tidak mendapat hukuman apa-apa, malah diangkat menjadi Duta Pancasila.

Sekian bulan Indonesia hiruk-pikuk hanya gara-gara satu orang yang tidak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya. Frasa 'dibohongi pake Al-Maidah' mencuat dan benar-benar melukai hati muslim Indonesia, bahkan muslim dunia.

Tak cukup sampai di situ, tahu-tahu adiknya keceplosan, tak bisa mengontrol kata-kata dari mulutnya mirip-mirip seperti abangnya, "Al-Quran diturunkan oleh Nabi Muhammad." Coba, Muslim mana yang nggak kesal mendengarnya.

Belum lagi kata-kata kasar seperti 'tai, tai' atau 'nenek lu'. Terus, seorang ibu-ibu di depan umum yang ia tuduh maling tapi kemudian terbukti tidak maling. Sebagian Anda mungkin membela tokoh ini. Guru saya cuma mau mengingatkan, "Apa mau kata-kata seperti itu didengar oleh ponakanmu dan anak-anakmu?"

Menurut saya, sekarang Indonesia tengah darurat kata-kata. Mulai saja dari diri kita. Maka, mari kita jaga kata-kata kita, terutama jika itu untuk konsumsi publik dan beragam. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dulu saya sempat sreg dengan 1-2 program beliau. Sampai-sampai saya retwit di Twitter. Di Facebook sempat juga saya memuji keharmonisan beliau bersama istri. Tapi saya langsung tersadarkan begitu mencuat kasus Sumber Waras, reklamasi, dan Al-Maidah. Ternyata bukan saja korup perangainya tapi juga kotor mulutnya.

Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin seorang terdakwa bisa menghardik dan mengancam seorang petinggi NU, ormas Islam terbesar di negeri ini. Dan satu hal lagi, ulama yang sudah berusia 70-an ini dicecar selama 7 jam. Beradabkah? Manusiawikah?

Sepertinya sudah tabiat, ia gemar sekali menghina. Ia pernah menghina kitab suci orang lain dan kemudian di Al-Jazeera ia mengaku tidak menyesal sama sekali. Ia pernah menyebut agamanya sendiri konyol. Ia pernah berjanji akan melawan Tuhan kalau Tuhan ngaco.

Soal hina-menghina, ia tidak berhenti sampai di situ. Ia juga pernah menghina dosen, dokter, parpol, dan dewan. Bahkan korban penggusuran, dia hina dan dia anggap cuma akting seperti artis sinetron. Di depan umum, ia pun pernah menuduh seorang ibu-ibu sebagai maling yang kemudian terbukti tuduhan itu 100% keliru.

Di media Detik, beliau pernah keceplosan bahwa ayahnya ikut Belanda. Dan anehnya, beliau membanggakan itu. Sampai saat ini, saya berusaha keras mencerna dan berbaiksangka atas statement tersebut. Sementara, teman-teman saya menganggap beliau benar-benar benalu bagi persatuan Indonesia.

"Ah, itu cuma kata-kata. Yang penting kan kerjanya bagus," kilah segelintir orang. Sahabat saya langsung mematahkan alasan ini, "Lha menurut audit BPK, si tokoh ini bermasalah sekian miliar untuk kasus Sumber Waras. Ingat ya, prestasi BPK diakui oleh PBB dan diizinkan berkantor di Austria."

Belum lagi kasus gedung kedubes senilai hampir setengah triliun yang hampir-hampir saja dia beli, padahal tidak perlu dibeli sama sekali. Wong tanah milik sendiri. Terus, soal reklamasi, siapa yang diuntungkan? Jelas sejelas-jelasnya, yang diuntungkan bukanlah para nelayan yang menggantungkan hidupnya di sana.

Kalau saya mau play safe, tak perlulah saya menulis seperti ini. Kebanyakan orang kan begitu. Takut periuk nasinya tumpah. Menurut saya, untuk hal-hal prinsip, kita harus bersuara. Nggak boleh diam. Kalaupun fans unfollow dan unlike, itu biasa. Kalaupun job berkurang, itu resiko. Allah yang menjamin rezeki kita, bukan makhluk.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Hidup ini singkat, kita segera tua. Jangan habiskan usia kita untuk membenci," ungkap almarhum Muhammad Ali. Kalaupun harus membenci, maka bencilah perangainya, bukan orangnya. Sehingga, ketika orang ini memperbaiki perangainya, kita pun bisa menerimanya dengan lapang dada.

Benci atau dongkol adalah energi negatif. Demikian pula dengan dengki. Sebisanya, hindari.

Sekiranya orang lain berprestasi, tak perlu mendengki. Daripada dengki, lebih baik berkompetisi. Daripada dongkol, lebih baik terinspirasi. Iya tho? Sadarlah, dengki bisa menutupi potensi, juga menutupi rezeki. Benar-benar rugi.

Lantas, gimana dengan dendam? Ini pun jangan. Lebih baik memaafkan. Terdapat sederet manfaat di balik sikap yang pemaaf. Salah satunya? Jauh dari stress dan depresi. Sebuah penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memaafkan secara positif dapat mengurangi gejala stress dan depresi.

Inilah 3D penghambat rezeki, yaitu dengki, dendam, dan dongkol. Sebisa-bisanya, kita hindari. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ternyata kita juga bisa memetik hikmah ketika ditanya, bukan saja ketika bertanya. Ini beneran. Setidaknya ini terjadi saat saya berseminar di Indonesia Power, sebuah BUMN besar yang tak terlepas dari PLN.

Kedua kalinya, alhamdulillah, saya berseminar di Indonesia Power. Kali itu seminar saya khusus untuk direksi dan GM mereka. Hebatnya, Bu Dirut yang rendah hati juga kembali mengikuti, persis seperti tahun lalu.

Usai seminar, salah satu peserta bertanya soal pendidikan anak (parenting). Terus-terang, saya tak terlalu berani menjawabnya karena saya pribadi belum teruji dalam mendidik anak. Kan anak saya masih kecil-kecil.

Terkait dengan itu, riset di mana-mana menunjukkan, keterlibatan ayah dalam mengasuh anak berkontribusi positif pada perkembangan anak. Salah satunya? Anak jadi lebih percaya diri.

Saat bermain dengan anak, biasanya si ayah lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas-aktivitas fisik seperti berlari dan melompat. Rada berbeda dengan si ibu.

Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, aktivitas-aktivitas fisik ini bisa membuat anak lebih percaya diri.

Soalnya si ayah tak sungkan-sungkan mendorong sepeda anaknya lebih kencang atau menyemangati anaknya untuk berani menjajal tempat-tempat yang belum pernah dicoba. Right?

Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin percaya diri. Jelas, pengasuhan anak bukanlah urusan ibu belaka. Ayah pun perlu dan harus terlibat. Share dan tag ya kalau sepakat.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Namanya motivator lazimnya tak lepas dari income berupa royalti buku dan tiket seminar. Bolehkah? Sebenarnya, uang royalti dan uang tiket, sah-sah saja kalau dipakai. Legal, halal. Tak perlu dipermasalahkan? Betul apa betul?

"Halah motivator, bisanya cuma jualan buku!" Kalaupun jualan, sebenarnya nggak salah, nggak masalah. Malah mulia. Cuma, kadang-kadang saya jawab juga, "Sebagian besar buku-buku saya royalty for charity." Nah, pas saya jawab begitu, eh mata mereka malah melotot. Saya dianggap pencitraan. Hehe, ya sudah, karepmu.

Semua terserah padamu, aku begini adanya, hehe. Lho, kok malah nyanyi?

Alhamdulillah, saya dikasih jalur rezeki dari bisnis dan program in-house di perusahaan-perusahaan. Lumayan, sekali tampil, dihargai puluhan juta rupiah. Pajak, saya bayar. Zakat pun saya bayar. Pastinya.

Makanya sekarang saya lebih leluasa. Maksudnya, bisa bikin lebih banyak buku yang royaltinya untuk donasi. Charity. Walaupun nggak semua orang sreg dengan cara ini. Yah, ada-ada saja alasan dan cecaran mereka.

Lalu saya diingatkan sama guru saya, "Mereka yang nyinyir sama karya orang lain, biasanya nggak punya karya. Mereka yang nyinyir sama donasi orang lain, biasanya donasinya nggak seberapa." Saya pun manggut-manggut mendengar nasehat yang tajam dan menghujam itu.

Pesan Mother Theresa pun terngiang-ngiang di benak saya, "Saat kita berbuat baik, tak semua orang senang. Namun tetaplah berbuat baik." This is my favorite quote. Karena melatih kita untuk ikhlas dalam berbuat. Pada akhirnya, semoga kita dimampukan untuk itu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tidur siang 30 menit tiga kali dalam seminggu akan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 30 persen. Ini bukan kata orang, tapi ini menurut Genius Beauty.

Meningkatkan kesabaran, ini manfaat lain dari tidur siang. Setidaknya, inilah temuan para peneliti di University of Michigan, yang baru-baru ini menerbitkan sebuah studi di Personality and Individual Differences jurnal.

Akan lebih sadar (alert), satu lagi manfaat tidur siang. Tepatnya, orang akan lebih sadar (alert) setelah sepuluh menit tidur siang. Sebuah studi NASA yang menemukan fakta yang tidak disangka-sangka ini.

Bagaimana dengan Nabi Muhammad? Ternyata beliau pun rutin tidur siang walaupun beberapa menit saja. Selama sekian tahun, saya juga berusaha merutinkan tidur siang. Sebentar saja. Tapi efeknya, begitu bangun, tubuh terasa lebih segar.

Mau coba? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda atau keluarga Anda mengalami sakit-sakit ini?
- masalah maag,
- masalah diabetes,
- masalah asam urat,
- masalah paru-paru.

Cuma 1 menit, lanjutkan membaca. Mudah-mudahan ini adalah solusinya.

Salah satu propolis terbaik dunia kini hadir di Indonesia. Ya, British Propolis adalah premium product dari Bridlington, East Yorkshire, Inggris (Britain).

Selama ini kita mengenal Jaguar, Rolls Royce, Range Rover, Mini Cooper, Burberry, Ted Baker, Mark & Spencer, Virgin, Shell, British Petroleum, dan BBC, sebagai global brand asal Inggris yang identik dengan mutu.

British Propolis pun hadir, menjanjikan mutu dan berbagai khasiat. Sebelum Anda memutuskan untuk konsumsi, ada baiknya tahu dulu manfaat-manfaat British Propolis.

Membantu meningkatkan:
- stamina,
- kekebalan,
- pemulihan.

Membantu mengatasi:
- masalah maag,
- masalah diabetes,
- masalah asam urat,
- masalah paru-paru,
- masalah amandel,
- infeksi saluran kencing 

Anda pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.

Inilah keunggulan British Propolis yang membuat Anda semakin tertarik.

- Manfaatnya terasa dalam 21 hari atau kurang.

- Mengikuti standar Inggris dan sarat dengan flavonoids.

- Sudah bersertifikasi BPOM dan bukan produk MLM.

- Tidak beralkohol dan dijamin halal.

- Tidak memiliki efek samping.

- Kemasan (kotak dan botol) sangat terjaga.

- Produk dan kemasan sulit dipalsukan.

Berminat? Harga Rp250ribu (sudah termasuk ongkir). SMS 0812-8777-7100.

Agen-agen resmi British Propolis telah hadir di Indonesia, Jepang, dan Mesir.
Hari ini saya di Rancamaya. Insya Allah berseminar untuk tim Indomilk. Saya diminta bicara soal pencapaian target. Panjang-lebar penjelasan yang saya berikan, dan salah satunya tentang pergaulan dan lingkungan.

Bergaul dengan siapa saja, boleh. Supel. Namun soal sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Karena akan mempengaruhi akhak, amal, dan pendapatan kita. Nggak percaya? Coba ingat-ingat lagi kalimat hikmah berikut ini, "Bergaul dengan penjual wangi, dapat bau wanginya. Bergaul dengan pembakar besi, dapat bau bakarannya."

Dan menurut ilmu pengembangan diri, siapa Anda tercermin melalui lima orang sampai sepuluh orang yang terdekat dengan Anda. Nabi Muhammad pun wanti-wanti, "Kesolehan seseorang sesuai dengan kesolehan teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya,” yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi.

Menariknya, sebanyak apapun teman Facebook Anda dan follower Twitter Anda, sebenarnya Anda hanya bisa memiliki lima orang teman yang benar-benar dekat dalam satu waktu. Apa iya? Iya! Pernyataan mengejutkan tersebut dibuktikan Robin Dunbar lewat penelitian antropologis.

Pada tahun 1990-an, Robin Dunbar menghelat penelitian akbar terhadap enam juta panggilan telepon dari 35 juta orang. Dia menganalisis hubungan seseorang dengan yang lainnya. Lalu, dia mencermati frekuensi menelepon satu sama lain dan mengkategorikan hubungan tersebut.

Hasilnya? Berdasarkan penelitian ini, ia mengemukakan teori Lapisan Dunbar. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia pada dasarnya hanya mampu membangun hubungan yang berarti dengan maksimal 150 orang dan dibagi menjadi empat lapisan.

- Lapisan pertama adalah 4 sampai 5 orang sahabat terdekat.

- Lapisan kedua yaitu 11 orang terdekat.

- Lapisan ketiga yaitu 30 orang teman.

- Lapisan keempat yaitu 129 orang teman.

Karena bagi Anda tulisan ini sangat penting, Anda boleh men-share tulisan ini. Boleh sekarang, atau nanti saja begitu Anda selesai membacanya.

Uniknya, menurut Washington Post, orang-orang pintar biasanya memiliki teman lebih sedikit. Salah satu sebabnya, seringkali pemikiran orang-orang pintar ini mengembara pada hal-hal yang sangat besar atau terkait masa depan, di mana khayalak awam lazimnya belum sanggup mengimbanginya.

Sekali lagi, terkait sahabat, jangan main-main. Mesti kita pilah dan pilih. Keberadaan mereka hendaknya mengarahkan kita pada impian kita, baik impian jangka pendek (dunia) maupun impian jangka panjang (akhirat). Sekian dari saya, Ippho Santosa. Boleh di-share.
Apa gelar Anda?

Tahun lalu saya 'menganugerahkan' gelar-gelar ini kepada follower-follower saya:

S2 : Sederhana Sugih
S3 : Sukses Sehat Sakinah
MM : Moslem Millionaire
MSi : Melek Semua Ilmu
PhD : Pengusaha Dahsyat

Hehehe, nggak perlu tertawa. Setidaknya ini jadi doa dan sugesti. Bagian dari baiksangka. Lagi pula, ini bukan sesuatu yang musykil dan mustahil.

Di luar sana, para pemula sering bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Sebenarnya, semua bisnis yah bagus. Yang penting, legal dan halal. Iya tho?

Ada yang buka bisnis laundry dan untung. Ada pula yang buka bisnis yang sama dan rugi. Apakah laundry-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Ada yang buka bisnis kuliner dan berkembang. Ada pula yang buka bisnis yang serupa dan bangkrut. Apakah kuliner-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Karena itu, berhentilah bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Karena pada dasarnya, semua bisnis itu bagus potensinya. Tergantung orangnya saja. Toh bagi saya, bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bukan ditanya-tanyakan terus, hehehe.

Besok, kita sambung lagi.
Mau nasib berubah? Mau rezeki  bertambah? Mau impian tercapai?

Menjemput jodoh? Rumah impian? Mobil impian?

Satu hal yang selalu dipesankan oleh para mentor, "Lima tahun lagi, kita akan jadi seperti apa? Kemungkinan besar, sangat dipengaruhi oleh teman-teman kita dan seminar-seminar yang kita ikuti."

Nah, di akhir Februari 2017, insya Allah saya akan berbagi ilmu-ilmu percepatan melalui seminar 7 Keajaiban Rezeki. Bukan kebetulan, seminar ini sudah menjadi viral di mana-mana, sehingga menembus belasan negara, termasuk Amerika, New Zealand, dan Oman.

Keajaiban. Percepatan. Lompatan demi lompatan. Inilah yang akan saya tunjukkan satu per satu. Dan dengan izin Allah, di Indonesia seminar ini telah diikuti para miliarder, para triliuner, dan artis-artis.

Kapan diadakan lagi? Di mana? Silakan catat tanggal dan tempatnya:

Palmerah, Jakarta
26 Feb, jam 8 pagi
HTM Rp125ribu
VIP Rp300ribu 

Transfer ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Setelah transfer, SMS 0812-1983-0777. Fyi, Sabtu (112) harga tiket naik.

(Bukti transfer berlaku sebagai tiket masuk di seminar 7 Keajaiban Rezeki ini)

Temukan rahasia-rahasia sukses dan kunci-kunci percepatan di seminar ini. Semoga teman-teman semua dimudahkan untuk mengikuti. Ajak juga keluarganya. Tidak puas? Tidak dapat manfaat? Uang tiket 100% akan dikembalikan!
Sikap Donald Trump yang anti-imigran sepertinya bertentangan dengan konstitusi dan spirit Amerika. Karena itulah kemudian Executive Order-nya ditolak. Kita sama-sama tahu, Amerika adalah negeri para imigran, tak terkecuali kakek dan istrinya Donald Trump yang aslinya berasal dari Eropa.

Ketika Natal, tulisan Jay Parini di CNN mengingatkan bahwa dulu Isa sempat mengungsi ke berbagai daerah demi menyelamatkan diri. Dengan memahami sejarah Isa sebagai imigran ini, Jay Parini berharap umat Kristiani saat ini mau dan mampu berempati kepada para imigran dari wilayah manapun.

Saya pribadi sempat mengunjungi tempat pengungsian Isa dan ibunya di beberapa titik di Afrika. Saat ini sebagian menjadi situs Islam, sebagian lagi menjadi situs Kristen. Kedua-duanya saya kunjungi demi memetik hikmah dan ibrah (pelajaran).

Anda mau tahu, apa pendapat Paus Fransiskus terhadap pengungsi Rohingya? "Memang mereka bukan umat Kristiani, tapi mereka adalah orang-orang yang damai. Mereka adalah saudara-saudara kita. Selama bertahun-tahun mereka menderita. Disiksa, dibunuh," ujar Paus Fransiskus seperti dilansir CNN.

Lihatlah sejarah. Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim (Abraham), dan Nabi Musa adalah para imigran. Bukankah begitu? Bahkan Nabi Muhammad pun seorang pengungsi. Dan perintah hijrah, kita sama-sama tahu, tertera di Al-Quran. Bagaimana dengan Buddha? Ternyata ia juga seorang pengungsi.

Sekarang, informasi tentang suatu daerah semakin terbuka. Biaya paspor dan biaya perjalanan semakin murah. Tak heran kalau masyarakat dunia saat ini berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dalam hitungan jam. Demi pengembangan bisnis atau peningkatan karier. Dan ke depannya, pergerakan ini akan semakin meluas dan semakin cepat.

Hal pertama yang perlu dicatat, sikap anti-imigran (imigran yang legal, tentunya) adalah sikap yang keliru. Hal kedua, tidak ada salahnya kalau kita mulai belajar bahasa asing. Menurut berbagai penelitian, belajar bahasa asing membuat kita lebih open-minded dan lebih toleran.

Hal ketiga, tingkatkan kapasitas dan kompetensi kita. Karena, sangat jelas, saat ini persaingan semakin terbuka dan bisa datang dari mana saja. Ini akan menjadi ancaman tak disangka-sangka bagi mereka yang tidak siap, sekaligus menjadi rezeki tak disangka-sangka bagi mereka yang siap. Lha, tunggu apa lagi, sudah saatnya kita lebih mempersiapkan diri.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebagai motivator, saya pernah mengaku dalam sebuah seminar, “Tahun-tahun terbaik dalam hidupku, kuhabiskan bersama seorang wanita, yang bukan istriku.” Ini saya ucapkan, sambil menarik nafas panjang.

Dan semua hadirin terkejut, merasa tak percaya.

Kemudian buru-buru saya menambahkan, “Wanita itu adalah ibuku.”

Tawa hadirin pun pecah, diiringi dengan gemuruh tepuk tangan. Sembari tersenyum lebar, kemudian saya menjelaskan ilmu Sepasang Bidadari, yakni peranan ibu dan istri dalam meraih kesuksesan.

Mukidi yang baru saja mengikuti seminar tersebut, ingin mencoba kata-kata itu di rumah untuk menggoda istrinya.

Sebelum maghrib, Mukidi berkata kepada istrinya yang tengah sibuk berkebun di taman.

Ia berusaha mengatakan kalimat demi kalimat dengan penuh kesungguhan, "Sayang, kamu tau nggak... Aku habiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupku... bersama seorang wanita, yang bukan istriku...”

Lalu Mukidi berhenti sejenak, memejamkan matanya. Ternyata, dia lupa kelanjutan kalimat tersebut. Cukup lama dia berusaha mengingat-ingat kelanjutan kalimat itu....

Ketika akhirnya ia membuka mata, Mukidi mendapati dirinya terbaring di UGD di sebuah rumah sakit. Lho?

Kata perawat, dia baru saja dirawat intensif. Kenapa? Akibat dihajar linggis oleh istrinya. 😂😀😝



Catatan: Jangan niru-niru ya, kalau belum hafal dan paham semua...
Broker, bolehkah?

Misal, ada rumah yang mau dijual. Lumayan komisinya. Terus, Anda terpikir untuk menjualkan. Bolehkah?

Yah boleh-boleh saja, dengan sejumlah syarat:
- Anda mendapat wewenang dari pemilik rumah.
- Anda mengaku sebagai broker, bukan pemilik.
- Anda dan pemilik rumah sama-sama tahu dan saling ridha.
- Anda mengetahui mutu dan surat-surat rumah tersebut.

Kejelasan (transparansi) seperti inilah yang disebut islami. Dengan demikian, semua calon pembeli merasa lebih nyaman, walaupun bukan orang Islam.

Dropship, bolehkah?

Sebenarnya boleh-boleh saja kita menjual barang yang bukan milik kita. Asalkan kita mengetahui MUTU barang tersebut dan kita mendapatkan wewenang (IZIN) dari si pemilik barang dalam memasarkan. Sekali lagi, tahu mutu dan dapat wewenang.

Bolehkah barang masih berada di tempat produsen? Boleh. Broker, bukankah ini diizinkan dalam Islam dan semua ulama sudah sepakat? Namun jujurlah. Di mana kita mesti mengaku sebagai AGEN atau wakil atau tenaga pemasaran. Jangan pernah mengaku-ngaku sebagai pemilik.

Benar, Nabi Muhammd pernah melarang kita menjual barang yang bukan milik kita. Artinya, tidak boleh kita menjual barang tanpa beroleh wewenang (izin) dari si pemilik barang. Atau kita mengaku-ngaku sebagai pemilik. Jelas, ini sama sekali tidak boleh.

Kesimpulannya, perhatikan tiga hal ini agar dropship-nya jadi halal:
- ketahui mutu barang
- dapatkan wewenang dari pemilik
- mengakulah sebagai agen

Yang penting bisnisnya legal, halal, dan menguntungkan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau dompet kita hilang, yah kita introspeksi. Mungkin kurang hati-hati. Mungkin kurang sedekah. Mungkin nyerobot hak orang lain... Tapi kalau orang lain dompetnya hilang, jangan buru-buru tuduh dia kurang sedekah. Introspeksi itu ke dalam, bukan ke luar...

Kalau motor kia tabrakan, kita introspeksi. Mungkin kita berbuat kesalahan. Kurang hati-hati. Pernah menyakiti orang lain... Tapi kalau orang lain motornya tabrakan, jangan buru-buru tuduh dia berbuat kesalahan atau menyakiti orang lain...

Kalau bisnis kita rugi, kita introspeksi. Mungkin kurang ikhtiar. Mungkin kurang amal. Mungkin lupa zakat... Tapi kalau orang lain bisnisnya rugi, jangan buru-buru tuduh dia kurang amal atau lupa zakat...

Introspeksi itu ke dalam...
Pernah nyedot madu langsung dari sarangnya? Itulah yang saya lakukan weekend kemarin di #Pelaihari #Kalsel.

Awalnya serem juga. Gimana nggak? Wong lebah-lebah pada ngerubung. Cuma sekian senti di depan wajah saya.

Karena masyarakat setempat mengatakan ini aman, bismillah, saya pun coba nyedot madu langsung dari sarangnya.

Eh, enak ternyata. Teman-teman pengen nyoba? Boleh. Hanya saja, pastikan lebah-lebahnya dari jenis yang aman. Tidak menyerang.

Salah satu ayat di Surah An-Nahl di Al-Quran bercerita tentang lebah. Ini membuat manusia modern semakin tertarik untuk meng-explore lebah lebih intens lagi. Menariknya, kitab suci yang lain juga bercerita tentang lebah.

Selain madu, lebah juga menghasilkan propolis dan bee pollen. Sama seperti madu, rupa-rupanya propolis dan bee pollen juga mengandung khasiat yang teramat banyak. Bahkan bisa lebih banyak.

Pengalaman pribadi nih. Lazimnya, kalau sudah berseminar 3 hari berturut-turut, badan saya langsung drop. Sampailah saya bertemu dengan British Propolis. Saya konsumsi. Alhamdulillah, setelah tampil, nggak drop lagi.

Hampir 40 tahun usia saya, biasanya kalau batuk, hampir-hampir selalu dibarengi demam atau sakit kepala. Alhamdulillah, sekarang tidak lagi, sejak saya rutin minum British Propolis 5 tetes sehari.

Saya dan keluarga pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.

Sebenarnya, setiap propolis itu bagus. Ya, semuanya bagus. Demikian pula madu dan bee pollen. Hanya saja, masing-masing brand punya kelebihan tersendiri. Insya Allah saling melengkapi satu sama lain. Sip?
Musuh utama dalam kesuksesan adalah penundaan dan alasan. Kadang, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Tapi kita terus menunda-nunda.

"Ya saya tahu, berbisnis itu baik. Tapi saya belum bisa memulainya sekarang," alasan mereka.

Kenapa? "Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu," penjelasan mereka.

Padahal hampir semua entrepreneur memulai bisnisnya dengan berbagai keterbatasan. Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu. Bedanya, mereka menyegerakan dengan membuang segala bentuk penundaan dan alasan.

Terus, bagaimana cara mengatasinya? Pertama, harus ada perasaan urgent untuk sukses (urgency for success). Kedua, kelilingi diri Anda dengan sahabat dan guru yang mendukung, sehingga selalu menyemangati dan membimbing Anda.

Ketiga, cari produk bermargin tinggi sehingga sangat memotivasi Anda walaupun baru terjual satu atau dua. Keempat, tulis target-target harian Anda. Kelima, tuntaskan apa yang Anda tuliskan.

Nah, poin satu sampai lima, tolong Anda baca ulang. Ya, baca ulang. Ini sangat penting soalnya. Semoga menjadi solusi yang sedikit-banyak memperbaiki nasib Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Curi-curi waktu di kantor.
Menjelek-jelekkan atasan.
Datang telat, pulang cepat.

Pernahkan Anda melihat fenomena ini di kantor-kantor.

Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh Indonesia Power, sebuah BUMN. Ya, in-house seminar. Pada kesempatan itu, sedikit-banyak saya bicara soal #KerjaItuIbadah. Memang, semua profesional sudah tahu tentang ini, namun bagaimana dengan penerapannya? Contoh:

-       Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?

-       Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Bahkan sering bergunjing tentang kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?

-       Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor.

-       Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan ‘politik kotor’ di kantor.

-       Tidak jarang ia membenarkan dirinya sendiri, menyalah-nyalahkan keadaan, bahkan oportunis dari setiap keadaan di kantor.

-       Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat. Hm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.

Masih pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah? Tak ada salahnya kalau kita sama-sama merenungkan ini. Dan mohon sampaikan tulisan ini kepada rekan kerja Anda. Syukur-syukur kalau kita semua akhirnya tersadarkan.

Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekadar kerja. Demikian pula teman-teman yang masih belajar atau yang sudah berbisnis. Hendaknya semua kesibukan kita terhitung ibadah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ayah saya telah tiada. Istri saya juga ditakdirkan begitu, ayahnya telah tiada.

Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Ya, terburuk. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi. 

Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.

Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses. Harus sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Demikianlah, kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah! 

Masalah itu ujian. Dan ini kesempatan bagi kita untuk naik kelas dan hidup berkelas. Tidaklah mungkin Allah mengizinkan suatu kejadian terjadi tanpa maksud dan hikmah. Pastilah tersimpan maksud dan hikmah.

Kalaupun kita belum bisa menemukan maksud dan hikmah, yah berbaiksangka saja. Insya Allah seiring berjalannya waktu, akan tersingkap maksud dan hikmahnya. Di sisi Allah, percayalah, tidak ada kejadian yang sia-sia.

Semoga teman-teman yang tengah dirundung musibah, kesulitan, kerugian, penghinaan, sakit, atau sejenisnya, diberi kesabaran. Selain itu, juga diberi kemampuan untuk menemukan maksud dan hikmah di balik kejadian. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.