Hindari sedekah yang bisa membawa kehampaan. Sebaliknya, carilah sedekah yang bisa membawa kesehatan.
Nanti malam, kemungkinan tulisan ini akan saya hapus. Baiknya baca hari ini saja.
Simak » http://bit.ly/SedekahYangMenyehatkan
Nanti malam, kemungkinan tulisan ini akan saya hapus. Baiknya baca hari ini saja.
Simak » http://bit.ly/SedekahYangMenyehatkan
Mau menjual lebih cepat?
Menjual lebih banyak?
Menjual lebih mahal?
Ternyata ada tips-tipsnya.
Semuanya saya rangkum dalam e-book "Tips Laris Jualan" (untuk pemula). Isinya tak sampai 100 halaman, tapi isinya serba praktis dan bisa diterapkan keesokan harinya. Nggak pake lama. Saya dan Mr. Joss yang menyusunnya.
Kalau Anda berharap buku yang berisi kalimat-kalimat motivasi atau kata-kata bijak, maka abaikan saja e-book ini. Ya, abaikan. Tapi kalau Anda mau buku yang berisi tips-tips penjualan dan studi kasus penjualan (untuk pemula), maka ini adalah e-book yang tepat.
Harganya hanya Rp100ribu. Anda pun tahu bahwa harga ini tak seberapa jika dibandingkan dengan hasilnya kelak.
Mau dapat harga launching? Bisa! Cuma setengahnya alias Rp50ribu saja.
Harga launching ini berlaku hari ini sampai Senin 31 Oktober.
Minat? Transfer Rp50ribu (plus 3 nomor terakhir handphone Anda) ke BCA 4978-666-777 a/n Ippho Dewata Santosa.
Khusus pembeli ebook hari ini (Jumat), akan kami beri ebook tambahan. Ya, bonus. Isinya masih soal penjualan. Anda boleh mentransfer sekarang atau sore nanti. Tapi baiknya hari ini juga agar dapat bonus.
Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 berisi nama, kota, dan alamat email Anda. Ebook dikirim mulai 10 November.
Mari menjemput perubahan!
Menjual lebih banyak?
Menjual lebih mahal?
Ternyata ada tips-tipsnya.
Semuanya saya rangkum dalam e-book "Tips Laris Jualan" (untuk pemula). Isinya tak sampai 100 halaman, tapi isinya serba praktis dan bisa diterapkan keesokan harinya. Nggak pake lama. Saya dan Mr. Joss yang menyusunnya.
Kalau Anda berharap buku yang berisi kalimat-kalimat motivasi atau kata-kata bijak, maka abaikan saja e-book ini. Ya, abaikan. Tapi kalau Anda mau buku yang berisi tips-tips penjualan dan studi kasus penjualan (untuk pemula), maka ini adalah e-book yang tepat.
Harganya hanya Rp100ribu. Anda pun tahu bahwa harga ini tak seberapa jika dibandingkan dengan hasilnya kelak.
Mau dapat harga launching? Bisa! Cuma setengahnya alias Rp50ribu saja.
Harga launching ini berlaku hari ini sampai Senin 31 Oktober.
Minat? Transfer Rp50ribu (plus 3 nomor terakhir handphone Anda) ke BCA 4978-666-777 a/n Ippho Dewata Santosa.
Khusus pembeli ebook hari ini (Jumat), akan kami beri ebook tambahan. Ya, bonus. Isinya masih soal penjualan. Anda boleh mentransfer sekarang atau sore nanti. Tapi baiknya hari ini juga agar dapat bonus.
Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 berisi nama, kota, dan alamat email Anda. Ebook dikirim mulai 10 November.
Mari menjemput perubahan!
Besok pagi teman-teman di Jakarta dan sekitarnya, insya Allah akan mengikuti seminar saya #SuccessProtocol: #MenggandakanRezeki. Gratis. Silakan ajak keluarga dan kerabat-kerabatnya.
Terlepas dari itu, baru saja saya selesai menulis artikel tentang sehat dan bahagia. Nggak main-main, ini berdasarkan penelitian lebih dari 70 tahun. Boleh dibilang, salah satu tulisan terpenting dari saya tahun ini.
Sehat dan bahagia, adakah yang lebih mahal daripada itu? Hm, sulit dicari tandingnya. Terus, gimana cara praktisnya?
Simak » http://bit.ly/BahagiaSehat
Saking pentingnya, tulisan ini saya hadirkan di web pribadi saya, bukan di blogspot. Baca deh...
Terlepas dari itu, baru saja saya selesai menulis artikel tentang sehat dan bahagia. Nggak main-main, ini berdasarkan penelitian lebih dari 70 tahun. Boleh dibilang, salah satu tulisan terpenting dari saya tahun ini.
Sehat dan bahagia, adakah yang lebih mahal daripada itu? Hm, sulit dicari tandingnya. Terus, gimana cara praktisnya?
Simak » http://bit.ly/BahagiaSehat
Saking pentingnya, tulisan ini saya hadirkan di web pribadi saya, bukan di blogspot. Baca deh...
“Boleh jadi engkau tidur, tapi puluhan doa naik untukmu."
Dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari si lapar yang pernah engkau beri makan, dari si sedih yang pernah engkau hibur, atau dari si miskin yang pernah engkau bantu.
Maka jangan pernah engkau remehkan setiap perbuatan baik...
Sampai jumpa di seminar 'Success Protocol' pagi ini. Gratis. Acara kita mulai jam 8.15. Mohon tiba di lokasi jam 8 atau kurang. Ajak juga keluarganya. Sukses bareng-bareng.
Dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari si lapar yang pernah engkau beri makan, dari si sedih yang pernah engkau hibur, atau dari si miskin yang pernah engkau bantu.
Maka jangan pernah engkau remehkan setiap perbuatan baik...
Sampai jumpa di seminar 'Success Protocol' pagi ini. Gratis. Acara kita mulai jam 8.15. Mohon tiba di lokasi jam 8 atau kurang. Ajak juga keluarganya. Sukses bareng-bareng.
Acara spesial...
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi.
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi.
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Acara spesial...
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi. Saya ulang, Senin (31 Okt).
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi. Saya ulang, Senin (31 Okt).
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Lagi ada masalah?
Inilah sikap orang-orang terhadap masalah:
- Si jahat membuat masalah.
- Si picik memperbesar masalah.
- Si awam membicarakan masalah.
- Si hebat menuntaskan masalah.
- Si bijak mensyukuri adanya masalah.
- Si jeli melihat peluang dari masalah.
- Si soleh naik derajat karena masalah.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir dengan indah. Ya, indah. Tepatnya, jadikan MASALAH itu sebagai ‘masa-masa untuk lebih mengenal Allah’. Toh, kita semua tahu, sebesar-besarnya masalah, jauh lebih besar rahmat dari Allah.
Setujukah?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Inilah sikap orang-orang terhadap masalah:
- Si jahat membuat masalah.
- Si picik memperbesar masalah.
- Si awam membicarakan masalah.
- Si hebat menuntaskan masalah.
- Si bijak mensyukuri adanya masalah.
- Si jeli melihat peluang dari masalah.
- Si soleh naik derajat karena masalah.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir dengan indah. Ya, indah. Tepatnya, jadikan MASALAH itu sebagai ‘masa-masa untuk lebih mengenal Allah’. Toh, kita semua tahu, sebesar-besarnya masalah, jauh lebih besar rahmat dari Allah.
Setujukah?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya dan Shamsi Ali, imam dari New York...
Akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan rahasia dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Pagi ini (31 Okt) jam 10. Saya ulang, pagi ini.
Di mana?
Di Gramedia Matraman.
Berbayar?
Gratis.
Baiknya datang awal ya, agar kebagian seat.
Akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan rahasia dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Pagi ini (31 Okt) jam 10. Saya ulang, pagi ini.
Di mana?
Di Gramedia Matraman.
Berbayar?
Gratis.
Baiknya datang awal ya, agar kebagian seat.
Menjual tidak sesulit yang kita bayangkan...
Kalau Anda mau jualan makanan, maka carilah lokasi yang di sebelahnya sudah jualan makanan sejak lama dan enak tenan rasanya. Biasanya ramai tuh. Dompleng aja di situ atau di sebelahnya. Insya Allah akan ketularan ramainya. Supaya nggak saingan banget, ya bikinlah sesuatu yang beda atau sesuatu yang baru.
Makanya tak heran, banyak orang jualan di sekitar mesin ATM terutama BCA atau di halaman retail-retail modern. Karena apa? Karena perusahaan-perusahaan besar itu sudah survey duluan dan nggak asal milih tempat. Jadi, kita nggak perlu survey lagi, toh mereka sudah teruji dan sudah terbukti. Kita tinggal ngikuti aja.
Ada ribuan tips penjualan. Kalau kita tahu dan menerapkan sebagian saja, niscaya produk kita akan laris-manis. Kapan-kapan kita bahas lagi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau Anda mau jualan makanan, maka carilah lokasi yang di sebelahnya sudah jualan makanan sejak lama dan enak tenan rasanya. Biasanya ramai tuh. Dompleng aja di situ atau di sebelahnya. Insya Allah akan ketularan ramainya. Supaya nggak saingan banget, ya bikinlah sesuatu yang beda atau sesuatu yang baru.
Makanya tak heran, banyak orang jualan di sekitar mesin ATM terutama BCA atau di halaman retail-retail modern. Karena apa? Karena perusahaan-perusahaan besar itu sudah survey duluan dan nggak asal milih tempat. Jadi, kita nggak perlu survey lagi, toh mereka sudah teruji dan sudah terbukti. Kita tinggal ngikuti aja.
Ada ribuan tips penjualan. Kalau kita tahu dan menerapkan sebagian saja, niscaya produk kita akan laris-manis. Kapan-kapan kita bahas lagi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bisnisnya masih kecil?
Bagaimana menyikapinya?
Hati-hati, kalau salah menyikapi dan salah memaknai, bisnis kita nggak bakal besar.
Saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu. Dan tulisan ini besok akan saya hapus. Kok dihapus? Sengaja, untuk menyaring orang-orang yang serius.
Simak » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Bagaimana menyikapinya?
Hati-hati, kalau salah menyikapi dan salah memaknai, bisnis kita nggak bakal besar.
Saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu. Dan tulisan ini besok akan saya hapus. Kok dihapus? Sengaja, untuk menyaring orang-orang yang serius.
Simak » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Tak perlu berkecil hati kalau bisnis kita masih kecil.
Sikapi dan maknai dengan tepat, niscaya bisnis kita bakal besar.
Sekali lagi, saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu.
Simak ya » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Sikapi dan maknai dengan tepat, niscaya bisnis kita bakal besar.
Sekali lagi, saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu.
Simak ya » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Bayangkan seorang manajer dengan kata-katanya membuat gaduh satu perusahaan. Bukan sembarang kata-kata, melainkan penghinaan nyata terhadap prinsip yang dipegang oleh mayoritas karyawan di perusahaan tersebut.
Walhasil, seluruh karyawan jadi ribut. Sebagian besar bahkan terbelah dan terpaksa demo. Perselisihan sesama karyawan pun merebak. Tak cukup sampai di situ, sampai-sampai perusahaan luar dan vendor turut mengecam manajer tersebut.
Jelas, ini tidak produktif bagi perusahaan. Padahal ini adalah perusahaan berpengalaman puluhan tahun dan terkenal sangat solid selama ini. Semua karyawan tahu, untuk menghadirkan sebuah perusahaan yang solid dan tetap solid selama puluhan tahun, bukanlah perkara yang gampang.
Sang direktur sempat risau. Lalu bertemulah ia dengan beberapa GM dan sejumlah tokoh masyarakat. Ceritanya, sang direktur meminta pendapat mereka sekaligus menunjukkan bahwa hubungan sang direktur dengan mereka semua baik-baik saja.
Menurut sang direktur, sepertinya diperlukan solusi yang berputar-putar untuk masalah ini. Padahal tidak juga. Seandainya si manajer yang membuat gaduh itu langsung dihukum atau dipecat, maka bereslah akar masalahnya. Tidak perlu perselisihan dan imbas masalah yang berlarut-larut.
Toh, sebelumnya sudah ada manajer juga karyawan-karyawan lain yang memiliki masalah serupa dan langsung dihukum. Entah kenapa, manajer yang satu ini tidak langsung dihukum. Cuma dipanggil dan pembicaraan basa-basi saja.
Ini pelajaran berharga bagi kita. Sekiranya ada masalah, apalagi masalah itu sangat besar, perlu disikapi dengan cepat dan tegas oleh sang pemimpin. Penundaan hanya membuat masalah membesar dan wibawa pemimpin berkurang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan tulisan ini di-share di mana saja. Namun saya tidak mengizinkan tulisan ini dan seluruh tulisan saya muncul di portal-portal berita atau sejenisnya. Kalaupun mau dimunculkan, harus ada izin tertulis dari saya, Ippho Santosa.)
Walhasil, seluruh karyawan jadi ribut. Sebagian besar bahkan terbelah dan terpaksa demo. Perselisihan sesama karyawan pun merebak. Tak cukup sampai di situ, sampai-sampai perusahaan luar dan vendor turut mengecam manajer tersebut.
Jelas, ini tidak produktif bagi perusahaan. Padahal ini adalah perusahaan berpengalaman puluhan tahun dan terkenal sangat solid selama ini. Semua karyawan tahu, untuk menghadirkan sebuah perusahaan yang solid dan tetap solid selama puluhan tahun, bukanlah perkara yang gampang.
Sang direktur sempat risau. Lalu bertemulah ia dengan beberapa GM dan sejumlah tokoh masyarakat. Ceritanya, sang direktur meminta pendapat mereka sekaligus menunjukkan bahwa hubungan sang direktur dengan mereka semua baik-baik saja.
Menurut sang direktur, sepertinya diperlukan solusi yang berputar-putar untuk masalah ini. Padahal tidak juga. Seandainya si manajer yang membuat gaduh itu langsung dihukum atau dipecat, maka bereslah akar masalahnya. Tidak perlu perselisihan dan imbas masalah yang berlarut-larut.
Toh, sebelumnya sudah ada manajer juga karyawan-karyawan lain yang memiliki masalah serupa dan langsung dihukum. Entah kenapa, manajer yang satu ini tidak langsung dihukum. Cuma dipanggil dan pembicaraan basa-basi saja.
Ini pelajaran berharga bagi kita. Sekiranya ada masalah, apalagi masalah itu sangat besar, perlu disikapi dengan cepat dan tegas oleh sang pemimpin. Penundaan hanya membuat masalah membesar dan wibawa pemimpin berkurang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan tulisan ini di-share di mana saja. Namun saya tidak mengizinkan tulisan ini dan seluruh tulisan saya muncul di portal-portal berita atau sejenisnya. Kalaupun mau dimunculkan, harus ada izin tertulis dari saya, Ippho Santosa.)
Ahad kemarin, hampir 7.000 peserta di seminar Jakarta. Alhamdulillah. Ahad ini giliran Jogjakarta...
Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat...
Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja
Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat...
Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja
Moment langka...
Ahad saya seminar di Jogja insya Allah...
Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat. Atau punya kerabat-kerabat di sana, mohon diinfokan...
Gratis! Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja
Selain ilmu-ilmu rezeki, juga saya sampaikan di seminar nanti update dari Aksi Damai 411...
Ahad saya seminar di Jogja insya Allah...
Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat. Atau punya kerabat-kerabat di sana, mohon diinfokan...
Gratis! Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja
Selain ilmu-ilmu rezeki, juga saya sampaikan di seminar nanti update dari Aksi Damai 411...
Wanita itu tiangnya negara. Nggak main-main. Kalau baik mereka, baik pula negara. Dan demikian pula sebaliknya.
Ketika ia menjadi ibu, berarti surga di bawah telapak kakinya.
Ketika ia menjadi anak apalagi bertiga, ia menjadi penjamin surga bagi orangtuanya.
Ketika ia menjadi istri, ia menentukan apakah rumah menjadi surga dunia atau neraka dunia.
Maka, sikap kita terhadap wanita tak boleh sembarangan. Sama sekali tak boleh.
Di grup WA khusus owner TK Khalifah, kami sempat membahas ini.
Ada seorang anak yang nyeletuk, "Kenapa ada lady parking?"
Nah lho!
Kalau salah-salah jawab, ntar bisa terkesan wanita itu lemah. Tak berdaya.
Ada yang menjawab, "Karena wanita itu perlu dimudahkan, perlu dibantu."
Cukupkah dijawab begitu? Mungkin baiknya dijawab begini, "Karena wanita itu perlu dimuliakan."
Hehehe. Salah jawab, bisa diomelin ibu-ibu. Istri saya, misalnya. Dia lebih jago bawa mobil daripada saya. Ketika supir nggak ada, sering ia menawarkan diri untuk menyetir. Saya disuruhnya diam saja, agar bisa istirahat atau berpikir. Hehehe. Tahu betul bahwa suaminya penulis, perlu berpikir. Hehehe.
Mari muliakan wanita. Sekiranya Anda menyukai seorang wanita, maka pesan saya, "Nikahilah." Bukan pacarilah. Hehehe. Menikah itu dalam rangka memuliakan wanita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ketika ia menjadi ibu, berarti surga di bawah telapak kakinya.
Ketika ia menjadi anak apalagi bertiga, ia menjadi penjamin surga bagi orangtuanya.
Ketika ia menjadi istri, ia menentukan apakah rumah menjadi surga dunia atau neraka dunia.
Maka, sikap kita terhadap wanita tak boleh sembarangan. Sama sekali tak boleh.
Di grup WA khusus owner TK Khalifah, kami sempat membahas ini.
Ada seorang anak yang nyeletuk, "Kenapa ada lady parking?"
Nah lho!
Kalau salah-salah jawab, ntar bisa terkesan wanita itu lemah. Tak berdaya.
Ada yang menjawab, "Karena wanita itu perlu dimudahkan, perlu dibantu."
Cukupkah dijawab begitu? Mungkin baiknya dijawab begini, "Karena wanita itu perlu dimuliakan."
Hehehe. Salah jawab, bisa diomelin ibu-ibu. Istri saya, misalnya. Dia lebih jago bawa mobil daripada saya. Ketika supir nggak ada, sering ia menawarkan diri untuk menyetir. Saya disuruhnya diam saja, agar bisa istirahat atau berpikir. Hehehe. Tahu betul bahwa suaminya penulis, perlu berpikir. Hehehe.
Mari muliakan wanita. Sekiranya Anda menyukai seorang wanita, maka pesan saya, "Nikahilah." Bukan pacarilah. Hehehe. Menikah itu dalam rangka memuliakan wanita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Namanya Jahal.
Seorang teman mengingatkan Jahal, "Mari berbakti kepada orangtua. Berkah. Dalilnya Al-Isra 23-24." Diingatkan begitu, Jahal malah menyahut, "Ah, dibohongi pake Al-Isra."
Teman lain juga mengingatkan Jahal, "Hindari narkotika. Bahaya. Apalagi ada UU Narkotika Pasal 112." Diingatkan begitu, lagi-lagi Jahal menyahut, "Ah, dibohongi pake UU Narkotika."
Menurut Anda, Jahal ini orangnya ngaco apa ngaco banget?
"Tapi, kan ada kata 'pake' di sana," bela seseorang.
Diguyur air. Diguyur pake air. Diguyur dengan air. Diguyur sama air. Jelas, kalimat-kalimat pasif ini membawa makna yang kurang-lebih sama.
Terus, gimana dengan 'makan sendok' dan 'makan pake sendok'? Hehehe, nggak perlu dijawab. Anak SD tinggal kelas pun tahu, ini kalimat aktif. Menyetarakan kalimat pasif dan aktif adalah tindakan yang lebih lucu daripada stand-up comedy.
Kisah pun berlanjut. Suatu hari, istri si Jahal dilecehkan orang. Anehnya, si Jahal malah menjawab, "Sikap saya netral. Dia tak perlu dibela."
Besoknya, ibu si Jahal dicolek preman. Semakin aneh, si Jahal kembali berkilah, "Bakti sejati kepada ibu, bukan dengan bela-belaan. Cukup dengan perhatian dan kasih-sayang sehari-hari."
Saat saudara-saudaranya datang dari luar kota demi membela sang ibu, si Jahal malah menghardik, "Hei! Kapan terakhir kali kalian mudik mengunjungi ibu? Kok sekarang tiba-tiba mau membela ibu?"
Dengan kisah singkat ini maka kita pun semakin paham kenapa #AksiDamai411 bisa hadir. Apalagi terjadi pembiaran kasus selama sebulan lebih. Padahal kasus-kasus sejenis bisa tuntas dalam 48 jam, karena memang mengoyak kebhinekaan kita.
Ya, Aksi Damai 411 itu bagian dari bela agama juga bela bangsa. Terus, ada yang nyeletuk, "Penghina agama tak akan membuatmu agamamu hina." Itu betul. Namun bersikap diam dan apatis ketika agamamu dihina, itulah sikap yang hina.
Masih ada yang nyeletuk, "Islam kok gitu, siapa yang ngajarin?" Soal bela agama, maaf, ulama yang ngajarin. Ulama yang mampu mengucapkan kata 'Allah SWT' dan kata 'nahimunkar' dengan baik.
Maka dari itu, jangan diam jangan apatis. Setidaknya, tunjukkan sikap melalui social media. Setidaknya, doakan dengan sungguh-sungguh. Paling minim, nggak nyinyir sama mereka yang berani menunjukkan sikap.
Asal tahu saja, bertabur ayat yang menganjurkan 'membela agama Allah'. Tentu saja, ini bukan untuk Allah Yang Maha Perkasa, melainkan untuk kita sendiri. Dengan ini, Allah ingin menguji iman kita.
Dan begitu melihat respons orang-orang, kita pun bisa MEMBEDAKAN seketika mana muslim sejati, mana muslim munafik. Dan itulah satu predikat Al-Quran yakni 'Furqon' alias 'Pembeda'.
"Ah, yang demo kemarin cuma orang-orang bayaran," celetuk si buzzer. Hehehe, sebenarnya itulah sikapnya sehari-hari. Kalau ada bayaran, baru bergerak, baru mau jadi buzzer. Dia tidak paham bagaimana iman menjadi faktor penggerak.
Paling tidak, saya kenal dua orang Indonesia yang ikut Aksi Damai 411 yang datang jauh-jauh dari Amerika dan Australia. Orang bayaran-kah mereka? Hehehe, jangan-jangan upah buzzer-mu dibayar sama dia.
Kalau mau main aman, tak perlu capek-capek saya menulis artikel seperti ini. Risikonya, sebagian perusahaan dan stasiun TV mungkin batal mengundang saya. Tapi, nggak masalah. Ini soal prinsip. Lagi pula, Allah Maha Kaya, Dia yang menjamin rezeki saya.
Udah, itu aja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan di-share. Tapi saya melarang portal-portal media mengutip dan menyalin tulisan saya ini, tanpa izin tertulis dari saya. Kenapa? Karena sebagian besar mereka terafiliasi dengan kelompok-kelompok tertentu. Dan saya tidak mau digolongkan sama dengan mereka)
Seorang teman mengingatkan Jahal, "Mari berbakti kepada orangtua. Berkah. Dalilnya Al-Isra 23-24." Diingatkan begitu, Jahal malah menyahut, "Ah, dibohongi pake Al-Isra."
Teman lain juga mengingatkan Jahal, "Hindari narkotika. Bahaya. Apalagi ada UU Narkotika Pasal 112." Diingatkan begitu, lagi-lagi Jahal menyahut, "Ah, dibohongi pake UU Narkotika."
Menurut Anda, Jahal ini orangnya ngaco apa ngaco banget?
"Tapi, kan ada kata 'pake' di sana," bela seseorang.
Diguyur air. Diguyur pake air. Diguyur dengan air. Diguyur sama air. Jelas, kalimat-kalimat pasif ini membawa makna yang kurang-lebih sama.
Terus, gimana dengan 'makan sendok' dan 'makan pake sendok'? Hehehe, nggak perlu dijawab. Anak SD tinggal kelas pun tahu, ini kalimat aktif. Menyetarakan kalimat pasif dan aktif adalah tindakan yang lebih lucu daripada stand-up comedy.
Kisah pun berlanjut. Suatu hari, istri si Jahal dilecehkan orang. Anehnya, si Jahal malah menjawab, "Sikap saya netral. Dia tak perlu dibela."
Besoknya, ibu si Jahal dicolek preman. Semakin aneh, si Jahal kembali berkilah, "Bakti sejati kepada ibu, bukan dengan bela-belaan. Cukup dengan perhatian dan kasih-sayang sehari-hari."
Saat saudara-saudaranya datang dari luar kota demi membela sang ibu, si Jahal malah menghardik, "Hei! Kapan terakhir kali kalian mudik mengunjungi ibu? Kok sekarang tiba-tiba mau membela ibu?"
Dengan kisah singkat ini maka kita pun semakin paham kenapa #AksiDamai411 bisa hadir. Apalagi terjadi pembiaran kasus selama sebulan lebih. Padahal kasus-kasus sejenis bisa tuntas dalam 48 jam, karena memang mengoyak kebhinekaan kita.
Ya, Aksi Damai 411 itu bagian dari bela agama juga bela bangsa. Terus, ada yang nyeletuk, "Penghina agama tak akan membuatmu agamamu hina." Itu betul. Namun bersikap diam dan apatis ketika agamamu dihina, itulah sikap yang hina.
Masih ada yang nyeletuk, "Islam kok gitu, siapa yang ngajarin?" Soal bela agama, maaf, ulama yang ngajarin. Ulama yang mampu mengucapkan kata 'Allah SWT' dan kata 'nahimunkar' dengan baik.
Maka dari itu, jangan diam jangan apatis. Setidaknya, tunjukkan sikap melalui social media. Setidaknya, doakan dengan sungguh-sungguh. Paling minim, nggak nyinyir sama mereka yang berani menunjukkan sikap.
Asal tahu saja, bertabur ayat yang menganjurkan 'membela agama Allah'. Tentu saja, ini bukan untuk Allah Yang Maha Perkasa, melainkan untuk kita sendiri. Dengan ini, Allah ingin menguji iman kita.
Dan begitu melihat respons orang-orang, kita pun bisa MEMBEDAKAN seketika mana muslim sejati, mana muslim munafik. Dan itulah satu predikat Al-Quran yakni 'Furqon' alias 'Pembeda'.
"Ah, yang demo kemarin cuma orang-orang bayaran," celetuk si buzzer. Hehehe, sebenarnya itulah sikapnya sehari-hari. Kalau ada bayaran, baru bergerak, baru mau jadi buzzer. Dia tidak paham bagaimana iman menjadi faktor penggerak.
Paling tidak, saya kenal dua orang Indonesia yang ikut Aksi Damai 411 yang datang jauh-jauh dari Amerika dan Australia. Orang bayaran-kah mereka? Hehehe, jangan-jangan upah buzzer-mu dibayar sama dia.
Kalau mau main aman, tak perlu capek-capek saya menulis artikel seperti ini. Risikonya, sebagian perusahaan dan stasiun TV mungkin batal mengundang saya. Tapi, nggak masalah. Ini soal prinsip. Lagi pula, Allah Maha Kaya, Dia yang menjamin rezeki saya.
Udah, itu aja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan di-share. Tapi saya melarang portal-portal media mengutip dan menyalin tulisan saya ini, tanpa izin tertulis dari saya. Kenapa? Karena sebagian besar mereka terafiliasi dengan kelompok-kelompok tertentu. Dan saya tidak mau digolongkan sama dengan mereka)
Saya dan TK Khalifah insya Allah hadir malam ini jam 21:00, streaming di CNNindonesia.com atau TransVision... Tentang entrepreneurship. Seru. Ajak keluarga nonton ya...
CNNindonesia
CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia
CNNIndonesia.com menyajikan berita Terbaru, Terkini Indonesia seputar nasional, politik, ekonomi, internasional, olahraga, teknologi, hiburan, gaya hidup.