"Saya bersyukur sekali bisa ikut magang sama Mas Ippho dan tim. Saya termasuk orang yang nggak begitu melek internet, tapi saya ingin memasarkan produk saya secara online agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Tanpa batas."
"Ternyata, setelah belajar 3 hari tentang internet marketing terutama tentang SEO, blog saya bisa masuk halaman 2 dan hal 3 Google. Beneran masuk!"
"Rupanya internet marketing tidak sesulit yang saya bayangkan selama ini. Asal mau mengikuti step by step yang sudah diajarkan Mas Ippho dan tim."
"Terima kasih Mas Ippho, berkat magang ini saya menemukan jalan yg lebih mudah untuk membuat orang dari seluruh Indonesia bahkan dunia mengenal produk saya. Salam berkelimpahan!"
Ini testimoni dari Yuliani, salah satu peserta Magang Internet Marketing.
Yang mau ikut Magang Batch-2, maaf, sudah full. Kalau Batch-3? Masih ada, itu pun tinggal 7 seat lagi. Akhir November, insya Allah.
Biaya normal Rp 6 juta. Promo hanya Rp 3 juta. Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp).
"Ternyata, setelah belajar 3 hari tentang internet marketing terutama tentang SEO, blog saya bisa masuk halaman 2 dan hal 3 Google. Beneran masuk!"
"Rupanya internet marketing tidak sesulit yang saya bayangkan selama ini. Asal mau mengikuti step by step yang sudah diajarkan Mas Ippho dan tim."
"Terima kasih Mas Ippho, berkat magang ini saya menemukan jalan yg lebih mudah untuk membuat orang dari seluruh Indonesia bahkan dunia mengenal produk saya. Salam berkelimpahan!"
Ini testimoni dari Yuliani, salah satu peserta Magang Internet Marketing.
Yang mau ikut Magang Batch-2, maaf, sudah full. Kalau Batch-3? Masih ada, itu pun tinggal 7 seat lagi. Akhir November, insya Allah.
Biaya normal Rp 6 juta. Promo hanya Rp 3 juta. Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp).
"Saya ibu rumahtangga dari Bali, bersyukur sekali bisa mengikuti Training dan Magang Internet Marketing Mas Ippho yang bertempat di kantornya, BSD. Secara tidak langsung, kami bisa berkonsultasi dengan beliau dan tim."
"Tidak saja ilmu Internet Marketing yang kami dapatkan, tapi juga inspirasi-inspirasi bisnis. Komplit. Yang beginian jarang saya dapatkan di kelas-kelas lainnya."
"Dan saya tak pernah menyangka, bisa secepat itu menghasilkan Rp 8 juta. Hanya dalam waktu beberapa hari. Jadi, magang belum selesai, closing-an sudah berhasil. Ini semata-mata dengan mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya peroleh pada hari pertama magang."
"Dan alhamdulillah sekarang hampir setiap hari ada saja closing-an demi closing-an, baik secara online maupun secara offline. Sekarang pun saya masih ingin mengikuti magang ini sekali lagi. Ilmunya luar biasa! Keren abis! Masih saat belajar saja, bisa banjir closing-an!"
"Terima kasih untuk Mas Ippho dan tim yang sudah membuka kesempatan magang ini. Semoga semakin banyak teman-teman yang bisa mengikutinya dan mengalami perubahan seperti saya. Ditunggu jadwal berikutnya."
Ini testimoni dari salah satu peserta magang, Siti Fatimah, Bali.
Yang mau ikut Magang Batch-2, maaf, sudah full. Kalau Batch-3? Masih ada, itu pun tinggal beberapa seat lagi. Kapan? Akhir November, selama 8 hari, insya Allah.
Biaya normal Rp 6 juta. Promo hanya Rp 3 juta. Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Kalau minat, baiknya bersegera sebelum kehabisan seat lagi.
Selamat menjemput perubahan!
"Tidak saja ilmu Internet Marketing yang kami dapatkan, tapi juga inspirasi-inspirasi bisnis. Komplit. Yang beginian jarang saya dapatkan di kelas-kelas lainnya."
"Dan saya tak pernah menyangka, bisa secepat itu menghasilkan Rp 8 juta. Hanya dalam waktu beberapa hari. Jadi, magang belum selesai, closing-an sudah berhasil. Ini semata-mata dengan mempraktekkan ilmu-ilmu yang saya peroleh pada hari pertama magang."
"Dan alhamdulillah sekarang hampir setiap hari ada saja closing-an demi closing-an, baik secara online maupun secara offline. Sekarang pun saya masih ingin mengikuti magang ini sekali lagi. Ilmunya luar biasa! Keren abis! Masih saat belajar saja, bisa banjir closing-an!"
"Terima kasih untuk Mas Ippho dan tim yang sudah membuka kesempatan magang ini. Semoga semakin banyak teman-teman yang bisa mengikutinya dan mengalami perubahan seperti saya. Ditunggu jadwal berikutnya."
Ini testimoni dari salah satu peserta magang, Siti Fatimah, Bali.
Yang mau ikut Magang Batch-2, maaf, sudah full. Kalau Batch-3? Masih ada, itu pun tinggal beberapa seat lagi. Kapan? Akhir November, selama 8 hari, insya Allah.
Biaya normal Rp 6 juta. Promo hanya Rp 3 juta. Yang serius, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS juga 0815-4333-3600 (SMS, bukan WA, bukan telp). Kalau minat, baiknya bersegera sebelum kehabisan seat lagi.
Selamat menjemput perubahan!
Teman saya, bapaknya seorang menteri. Tepatnya, mantan menteri. Begitu ia melakukan sesuatu yang hebat, orang-orang langsung berseru, "Pantas saja dia hebat, bapaknya menteri." Hehehe. Begitulah kurang-lebih.
Padahal menurut pengakuan teman saya ini, yang lebih berkontribusi dalam mendidik adalah ibunya. Tapi, berhubung bapaknya lebih terkenal, yah orang-orang cenderung membicarakan dan memuji bapaknya ketimbang ibunya.
Demikian pula dengan saya, walaupun saya nggak ngetop-ngetop banget, hehehe. Kalau anak saya melakukan sesuatu yang bagus, orang-orang langsung memuji saya. 'Risiko' orang terkenal. Hehehe. Padahal, istri sayalah yang lebih berperan. Jarang orang tahu, soal parenting, sebenarnya saya belajar banyak dari istri saya.
Menjelang menikah dan ketika menikah, dia tidak pernah minta macam-macam. Dan menurut saya, wanita yang tidak minta apa-apa justru harus diberikan apa-apa. Pernikahan kami sangat sederhana. Beberapa hari setelah menikah, saya hijrahkan dia ke kota saya, meninggalkan keluarganya. Dia nurut.
Lalu, saat saya bepergian ke mana-mana, jalan-jalan, ia sering mengalah dan merelakan ibu saya juga mertua saya yang ikut jalan-jalan bareng saya. Dia memilih tetap di rumah, mengurusi anak-anak yang masih kecil-kecil. Sekarang kami dianugerahi 3 anak, semoga kelak diizinkan punya 5 anak, aamiin.
Mbak-mbak asisten di rumah juga sayang sama dia. Sering di rumah bukan berarti dia nggak bisa apa-apa. Sekiranya saya izinkan, dia juga jago cari uang. Investasi dan internet, dia sangat melek. Bahkan lebih melek daripada saya.
Satu lagi, dia aktif di Instagram, @AstridSuhaimi. Suhaimi itu nama ayahnya. Dia sengaja mempopulerkan nama itu dan saya juga menyuruhnya begitu. Karena itulah yang benar. Nama ayah, bukan nama suami. Memperjelas dan mempertegas sanad.
Alhamdulillah, istri saya milad hari ini. Doain ya. Semoga dia selalu sehat dan bertambah solehah. Aamiin. Walaupun usianya jauh lebih muda daripada saya, tapi dia lebih soleh, lebih sabar, lebih dewasa, dan paham ilmu parenting. Cantik pula. That's My Love! Alhamdulillah, Allah takdirkan jadi istri saya!
Mohon doa juga. Semoga kami selalu langgeng dan selalu bahagia sampai jannah. Aamiin. Doa yang sama saya haturkan buat teman-teman semua. Sekiranya kita semua saling mendoakan, maka ini akan menjadi pusaran doa yang mengantarkan doa-doa kita dengan lebih kuat juga lebih massive. Insya Allah.
"Mas Ippho ini niat bikin tulisan apa nggak sih? Kok tulisannya malah minta-minta sama pembacanya?"
"Emangnya saya minta apa?"
"Lha itu, minta doa. Banyak lagi!"
"Hehehe, ya sudah. Kalau males ngedoain, minimal bantu aminkan ya."
"Hm, baiklah. Saya aminkan."
"Makasih ya."
Boleh di-share. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Padahal menurut pengakuan teman saya ini, yang lebih berkontribusi dalam mendidik adalah ibunya. Tapi, berhubung bapaknya lebih terkenal, yah orang-orang cenderung membicarakan dan memuji bapaknya ketimbang ibunya.
Demikian pula dengan saya, walaupun saya nggak ngetop-ngetop banget, hehehe. Kalau anak saya melakukan sesuatu yang bagus, orang-orang langsung memuji saya. 'Risiko' orang terkenal. Hehehe. Padahal, istri sayalah yang lebih berperan. Jarang orang tahu, soal parenting, sebenarnya saya belajar banyak dari istri saya.
Menjelang menikah dan ketika menikah, dia tidak pernah minta macam-macam. Dan menurut saya, wanita yang tidak minta apa-apa justru harus diberikan apa-apa. Pernikahan kami sangat sederhana. Beberapa hari setelah menikah, saya hijrahkan dia ke kota saya, meninggalkan keluarganya. Dia nurut.
Lalu, saat saya bepergian ke mana-mana, jalan-jalan, ia sering mengalah dan merelakan ibu saya juga mertua saya yang ikut jalan-jalan bareng saya. Dia memilih tetap di rumah, mengurusi anak-anak yang masih kecil-kecil. Sekarang kami dianugerahi 3 anak, semoga kelak diizinkan punya 5 anak, aamiin.
Mbak-mbak asisten di rumah juga sayang sama dia. Sering di rumah bukan berarti dia nggak bisa apa-apa. Sekiranya saya izinkan, dia juga jago cari uang. Investasi dan internet, dia sangat melek. Bahkan lebih melek daripada saya.
Satu lagi, dia aktif di Instagram, @AstridSuhaimi. Suhaimi itu nama ayahnya. Dia sengaja mempopulerkan nama itu dan saya juga menyuruhnya begitu. Karena itulah yang benar. Nama ayah, bukan nama suami. Memperjelas dan mempertegas sanad.
Alhamdulillah, istri saya milad hari ini. Doain ya. Semoga dia selalu sehat dan bertambah solehah. Aamiin. Walaupun usianya jauh lebih muda daripada saya, tapi dia lebih soleh, lebih sabar, lebih dewasa, dan paham ilmu parenting. Cantik pula. That's My Love! Alhamdulillah, Allah takdirkan jadi istri saya!
Mohon doa juga. Semoga kami selalu langgeng dan selalu bahagia sampai jannah. Aamiin. Doa yang sama saya haturkan buat teman-teman semua. Sekiranya kita semua saling mendoakan, maka ini akan menjadi pusaran doa yang mengantarkan doa-doa kita dengan lebih kuat juga lebih massive. Insya Allah.
"Mas Ippho ini niat bikin tulisan apa nggak sih? Kok tulisannya malah minta-minta sama pembacanya?"
"Emangnya saya minta apa?"
"Lha itu, minta doa. Banyak lagi!"
"Hehehe, ya sudah. Kalau males ngedoain, minimal bantu aminkan ya."
"Hm, baiklah. Saya aminkan."
"Makasih ya."
Boleh di-share. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hidup bagai permainan monopoli. Kadang Anda berjalan cepat. Kadang Anda berjalan lambat. Keberuntungan pun datang. Lalu Anda punya rumah bahkan hotel. Wah!
Terus, apa lagi?
Ternyata kita harus berhati-hati. Kenapa?
Lantas, ending-nya seperti apa?
Tulisan berikut ini penting banget. Saya berharap Anda membacanya sampai selesai. Saking pentingnya, saya akan bagi-bagi hadiah untuk pembaca yang beruntung, berupa 2 DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama.
Caranya? Pertama, klik link di bawah. Kedua, baca artikel di blog tersebut. Ketiga, komen di bagian akhir blog. Dua komen terakhir insya Allah akan kami kirimi hadiah (asalkan di Indonesia). Mau?
Simak ya » http://bit.ly/MainMonopoli
Terus, apa lagi?
Ternyata kita harus berhati-hati. Kenapa?
Lantas, ending-nya seperti apa?
Tulisan berikut ini penting banget. Saya berharap Anda membacanya sampai selesai. Saking pentingnya, saya akan bagi-bagi hadiah untuk pembaca yang beruntung, berupa 2 DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama.
Caranya? Pertama, klik link di bawah. Kedua, baca artikel di blog tersebut. Ketiga, komen di bagian akhir blog. Dua komen terakhir insya Allah akan kami kirimi hadiah (asalkan di Indonesia). Mau?
Simak ya » http://bit.ly/MainMonopoli
Seperti yang teman-teman tahu, saya bersama Dompet Dhuafa rutin menggelar seminar gratis untuk semua kalangan. Sekali lagi, gratis untuk semua kalangan.
Namun ada satu tantangan. Begini...
Kita ingin publikasi yang meluas agar masyarakat awam tahu dan datang ke seminar ini. Sebenarnya untuk itu, bisa saja saya dan Dompet Dhuafa jor-joran promosi. Cetak spanduk outdoor banyak-banyak. Pasang iklan koran sering-sering.
Cuma, ini kan dana sosial. Harus dihemat dan dipakai dengan penuh tanggung-jawab. Nggak boleh asal jebret. Maka, saya pun memutar akal. Bagaimana caranya publikasi tetap meluas tapi biaya promosinya hampir-hampir nol.
Akhirnya saya dapat ide. Cuma, keberhasilan ide ini perlu dukungan teman-teman. Berkenankah teman-teman membantu saya?
Begini caranya. Bagi teman-teman yang punya web atau blog, saya mohon bantuannya untuk memasang link di bawah ini:
https://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7722/motivator-indonesia-ippho-santosa-ungkap-rahasia-rahasia-sukses
Pastikan link-nya hidup alias bisa di-klik. Silakan dilihat dulu isi dari link tersebut. Ya, ini adalah publikasi untuk acara tersebut. Seminar gratis. Setelah link tersebut terpasang di web atau blog-nya, kalau boleh, silakan share di social media masing-masing.
Dengan berbuat demikian, berarti teman-teman sudah turut beramal dan menyukseskan acara ini. Sedekah tenaga. Belum lagi kalau kemudian peserta turut berubah, membaik nasibnya. Itu berarti, wasilah perubahannya melalui kita semua. Semoga berkahnya bertaburan untuk kita semua. Aamiin.
Sebagai kenang-kenangan, mereka yang terlibat dalan pemasangan link ini akan diajak foto bareng dengan saya ketika acara. Ingat ya, foto bareng bukan hal yang utama. Berbuat sesuatu untuk sesama, walaupun kayaknya kecil, itulah yang utama. Setuju?
Sekali lagi, niatkan untuk membantu orang lain. Niatkan bantunya karena Allah. Kami tunggu sampai 24 Oktober. Kalau link sudah terpasang di blog-nya, segera beritahu kami via SMS 0811-212-9955 dan 0815-4333-3600.
Namun ada satu tantangan. Begini...
Kita ingin publikasi yang meluas agar masyarakat awam tahu dan datang ke seminar ini. Sebenarnya untuk itu, bisa saja saya dan Dompet Dhuafa jor-joran promosi. Cetak spanduk outdoor banyak-banyak. Pasang iklan koran sering-sering.
Cuma, ini kan dana sosial. Harus dihemat dan dipakai dengan penuh tanggung-jawab. Nggak boleh asal jebret. Maka, saya pun memutar akal. Bagaimana caranya publikasi tetap meluas tapi biaya promosinya hampir-hampir nol.
Akhirnya saya dapat ide. Cuma, keberhasilan ide ini perlu dukungan teman-teman. Berkenankah teman-teman membantu saya?
Begini caranya. Bagi teman-teman yang punya web atau blog, saya mohon bantuannya untuk memasang link di bawah ini:
https://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7722/motivator-indonesia-ippho-santosa-ungkap-rahasia-rahasia-sukses
Pastikan link-nya hidup alias bisa di-klik. Silakan dilihat dulu isi dari link tersebut. Ya, ini adalah publikasi untuk acara tersebut. Seminar gratis. Setelah link tersebut terpasang di web atau blog-nya, kalau boleh, silakan share di social media masing-masing.
Dengan berbuat demikian, berarti teman-teman sudah turut beramal dan menyukseskan acara ini. Sedekah tenaga. Belum lagi kalau kemudian peserta turut berubah, membaik nasibnya. Itu berarti, wasilah perubahannya melalui kita semua. Semoga berkahnya bertaburan untuk kita semua. Aamiin.
Sebagai kenang-kenangan, mereka yang terlibat dalan pemasangan link ini akan diajak foto bareng dengan saya ketika acara. Ingat ya, foto bareng bukan hal yang utama. Berbuat sesuatu untuk sesama, walaupun kayaknya kecil, itulah yang utama. Setuju?
Sekali lagi, niatkan untuk membantu orang lain. Niatkan bantunya karena Allah. Kami tunggu sampai 24 Oktober. Kalau link sudah terpasang di blog-nya, segera beritahu kami via SMS 0811-212-9955 dan 0815-4333-3600.
Tak sedikit yang bertanya kepada saya soal rahasia kesehatan saya. Sebenarnya, nggak ada yang rahasia. Toh, segala hal baik yang saya alami selalu saya sampaikan ke masyarakat luas.
Tahu sendiri kan, aktivitas saya lumayan padat. Mengurusi kampus, SD, dan TK. Aktif di seminar, training, dan menulis. Aktif di Dompet Dhuafa dan ACT. Syuting untuk TV swasta. Ini berlangsung setiap harinya, hampir-hampir tanpa libur.
Rahasianya? Begini. Sejak lama, saya rutin tidur awal dan bangun awal. Makan on time. Minum air ionisasi. Nyeruput jeruk hangat setiap pagi. 3-4 tetes propolis setiap hari. Satu sendok madu setiap malam.
Propolis? Yang saya pelajari, propolis sangat bagus untuk dikonsumsi setiap hari. Stamina. Bukan dikonsumsi ketika sakit saja.
Beberapa tahun yang lalu, peneliti dari Amerika menemukan bahwa bee venom bisa digunakan untuk menyembuhkan HIV. Tak ketinggalan, peneliti dari Lembaga Penyakit Tropis, Universitas Airlangga pun menggunakan propolis sebagai obat HIV.
Karena banyaknya penelitian propolis dan testimoni propolis terkait kesembuhan, maka masyarakat luas cenderung menganggap propolis sebagai obat. Padahal propolis sangat bagus untuk konsumsi harian. Buat stamina.
Satu hal yang saya masih lalai adalah olahraga. Paling cuma berenang sekali sebulan saja. Hehehe. Kalau Anda menganggap uang, bisnis, dan karier sangat penting, yang sebenarnya kesehatan jauh lebih penting. Mari kita saling mengingatkan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tahu sendiri kan, aktivitas saya lumayan padat. Mengurusi kampus, SD, dan TK. Aktif di seminar, training, dan menulis. Aktif di Dompet Dhuafa dan ACT. Syuting untuk TV swasta. Ini berlangsung setiap harinya, hampir-hampir tanpa libur.
Rahasianya? Begini. Sejak lama, saya rutin tidur awal dan bangun awal. Makan on time. Minum air ionisasi. Nyeruput jeruk hangat setiap pagi. 3-4 tetes propolis setiap hari. Satu sendok madu setiap malam.
Propolis? Yang saya pelajari, propolis sangat bagus untuk dikonsumsi setiap hari. Stamina. Bukan dikonsumsi ketika sakit saja.
Beberapa tahun yang lalu, peneliti dari Amerika menemukan bahwa bee venom bisa digunakan untuk menyembuhkan HIV. Tak ketinggalan, peneliti dari Lembaga Penyakit Tropis, Universitas Airlangga pun menggunakan propolis sebagai obat HIV.
Karena banyaknya penelitian propolis dan testimoni propolis terkait kesembuhan, maka masyarakat luas cenderung menganggap propolis sebagai obat. Padahal propolis sangat bagus untuk konsumsi harian. Buat stamina.
Satu hal yang saya masih lalai adalah olahraga. Paling cuma berenang sekali sebulan saja. Hehehe. Kalau Anda menganggap uang, bisnis, dan karier sangat penting, yang sebenarnya kesehatan jauh lebih penting. Mari kita saling mengingatkan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Inilah tips mapan finansial untuk karyawan. Ringkas saja, yaitu 3i. Maksudnya?
Salah satu i yang saya maksud adalah investasi.
Terus, dua i lagi apa?
Simak ya » http://bit.ly/inilah3i
Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 2 atau 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Nyata.
Praktek » » http://bit.ly/inilah3i
Salah satu i yang saya maksud adalah investasi.
Terus, dua i lagi apa?
Simak ya » http://bit.ly/inilah3i
Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 2 atau 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Nyata.
Praktek » » http://bit.ly/inilah3i
Orang rata-rata nggak suka jualan.
Lalu, apa pendapat saya?
Jualan? Jangan merasa malu dan tabu.
Nggak harus tatap muka.
Masih bisa online.
Nggak harus produksi sendiri.
Masih bisa reseller.
Nggak harus modal besar.
Masih bisa kecil-kecilan.
Yang penting cashflow masuk, halal dan legal.
Ketika menjual, niatkan untuk membantu. Alias mensolusikan. Penjual terkenal yang juga motivator terkenal, Joe Girard, selalu optimis dan antusias dalam menjual. Kenapa? Karena ia merasa dirinya membantu orang lain. Ya, mensolusikan. Bukankah itu pekerjaan mulia?
Yang setuju, share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Lalu, apa pendapat saya?
Jualan? Jangan merasa malu dan tabu.
Nggak harus tatap muka.
Masih bisa online.
Nggak harus produksi sendiri.
Masih bisa reseller.
Nggak harus modal besar.
Masih bisa kecil-kecilan.
Yang penting cashflow masuk, halal dan legal.
Ketika menjual, niatkan untuk membantu. Alias mensolusikan. Penjual terkenal yang juga motivator terkenal, Joe Girard, selalu optimis dan antusias dalam menjual. Kenapa? Karena ia merasa dirinya membantu orang lain. Ya, mensolusikan. Bukankah itu pekerjaan mulia?
Yang setuju, share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Suatu hari Donald Trump mengundang Richard Branson. Kita sama-sama tahu, kedua-duanya termasuk dalam 500 orang terkaya di dunia. Singkat cerita, Trump dan Branson pun berjumpa empat mata. Ya, ini kisah nyata.
Salah satu ucapan Trump yang diingat oleh Branson adalah, "Saya akan menghabiskan sisa umur saya untuk menghancurkan lima orang." Duh, ini soal dendam. Sama sekali nggak baik. Branson pun berusaha menasehati Trump, tapi sepertinya nasehat itu tidak digubris oleh Trump.
Ya, Trump mendendam terhadap lima orang. Dan ketika debat capres Amerika dengan Hillary, terlihat juga wajah dan ucapan mendendam dari Trump.
Adalah 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan juga bisa merusak kesehatan. Ya, merusak kesehatan. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam.
Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Benarkah sampai seperti itu? Ya, benar.
Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.
Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus amal-amal alias membuat hangus amal-amal. Ngeri.
Kesimpulannya, kalau lapang hati, akan lapang rezeki. Kalau sempit hati, akan sempit rezeki. Pilih mana? Saya yakin Anda akan menjatuhkan pilihan pada sikap yang memberdayakan masa depan Anda.
Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam?
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Salah satu ucapan Trump yang diingat oleh Branson adalah, "Saya akan menghabiskan sisa umur saya untuk menghancurkan lima orang." Duh, ini soal dendam. Sama sekali nggak baik. Branson pun berusaha menasehati Trump, tapi sepertinya nasehat itu tidak digubris oleh Trump.
Ya, Trump mendendam terhadap lima orang. Dan ketika debat capres Amerika dengan Hillary, terlihat juga wajah dan ucapan mendendam dari Trump.
Adalah 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan juga bisa merusak kesehatan. Ya, merusak kesehatan. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam.
Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Benarkah sampai seperti itu? Ya, benar.
Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.
Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus amal-amal alias membuat hangus amal-amal. Ngeri.
Kesimpulannya, kalau lapang hati, akan lapang rezeki. Kalau sempit hati, akan sempit rezeki. Pilih mana? Saya yakin Anda akan menjatuhkan pilihan pada sikap yang memberdayakan masa depan Anda.
Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam?
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Saya sering menganjurkan tidur awal dan bangun awal.
Yang sebenarnya...
Jam berapa saya tidur?
Jam berapa saya bangun?
Apa motivasinya?
Apa rahasia kesehatan ibu saya yang kini sudah berusia 70-an tahun?
Apa saja yang saya konsumsi?
Benarkah tidur siang itu perlu?
Tulisan berikut penting banget. Saking pentingnya, saya tulis di web saya, bukan di blogspot...
Cuma 2 menit, baca deh » http://bit.ly/SehatAlaIppho
Yang sebenarnya...
Jam berapa saya tidur?
Jam berapa saya bangun?
Apa motivasinya?
Apa rahasia kesehatan ibu saya yang kini sudah berusia 70-an tahun?
Apa saja yang saya konsumsi?
Benarkah tidur siang itu perlu?
Tulisan berikut penting banget. Saking pentingnya, saya tulis di web saya, bukan di blogspot...
Cuma 2 menit, baca deh » http://bit.ly/SehatAlaIppho
Saya kembali di TV.
Ahad jam 19.30 (nanti malam), saya di Metro TV. Durasi 1 jam insya Allah, tentang #MenggandakanRezeki.
Senin jam 4 pagi (besok pagi), saya juga di Metro TV, rutin. Durasi 30 menit insya Allah, tentang #SepasangBidadari.
Bantu share ya...
Ahad jam 19.30 (nanti malam), saya di Metro TV. Durasi 1 jam insya Allah, tentang #MenggandakanRezeki.
Senin jam 4 pagi (besok pagi), saya juga di Metro TV, rutin. Durasi 30 menit insya Allah, tentang #SepasangBidadari.
Bantu share ya...
Suatu ketika, dua orang Amerika tengah berdiskusi:
A. "Begini. Saya ingin menulis buku tentang rahasia-rahasia Barat dalam menguasai dunia."
B. "Maaf, saya kurang setuju. Jangan pernah you tuliskan rahasia-rahasia keberhasilan kita, apalagi you jadikan sebuah buku. Jika orang Indonesia dan orang Islam membacanya, bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita."
A. "Jangan khawatir! Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia-rahasia keberhasilan kita. Kalaupun dicetak, orang Islam tidak akan membacanya. Toh, mereka tidak suka membaca."
B. "Kalau mereka membacanya?"
A. "Jangan khawatir! Kalaupun mereka membacanya, mereka tidak akan berpikir. Lihatlah penemuan-penemuan sekarang. Adakah dari mereka?"
B. "Tapi, gimana kalau di antara mereka ada yang mau membaca dan mau berpikir?"
A. "Tenang saja!"
Kenapa tenang saja? Apa alasannya?
Seperti apa kelanjutan cerita ini? Terus, apa solusinya? Baca deh » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Setelah membaca tulisan ini, mohon maaf kalau tersinggung. Tolong dimaknai secara positif ya.
A. "Begini. Saya ingin menulis buku tentang rahasia-rahasia Barat dalam menguasai dunia."
B. "Maaf, saya kurang setuju. Jangan pernah you tuliskan rahasia-rahasia keberhasilan kita, apalagi you jadikan sebuah buku. Jika orang Indonesia dan orang Islam membacanya, bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita."
A. "Jangan khawatir! Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia-rahasia keberhasilan kita. Kalaupun dicetak, orang Islam tidak akan membacanya. Toh, mereka tidak suka membaca."
B. "Kalau mereka membacanya?"
A. "Jangan khawatir! Kalaupun mereka membacanya, mereka tidak akan berpikir. Lihatlah penemuan-penemuan sekarang. Adakah dari mereka?"
B. "Tapi, gimana kalau di antara mereka ada yang mau membaca dan mau berpikir?"
A. "Tenang saja!"
Kenapa tenang saja? Apa alasannya?
Seperti apa kelanjutan cerita ini? Terus, apa solusinya? Baca deh » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Setelah membaca tulisan ini, mohon maaf kalau tersinggung. Tolong dimaknai secara positif ya.
Saya tidak bermaksud menyinggung si A atau si B dalam tulisan barusan » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Sekiranya mau komen di blog, pastikan tetap santun ya. Dan mohon maaf, komen-komen negatif terpaksa kami hapus.
Sekiranya mau komen di blog, pastikan tetap santun ya. Dan mohon maaf, komen-komen negatif terpaksa kami hapus.
Nggak nyangka, ribuan orang pada baca tulisan tadi » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Alhamdulillah, komen-komennya juga mulai tertib. Nggak ada lagi yang marah-marah nggak karuan. Mungkin karena sudah dimaknai secara positif.
Alhamdulillah, komen-komennya juga mulai tertib. Nggak ada lagi yang marah-marah nggak karuan. Mungkin karena sudah dimaknai secara positif.
Kalau Anda ingin menjual lebih banyak, sepertinya Anda harus membaca tulisan ini.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya.
Saya tadi pagi bikin artikel tentang penyubur kekayaan alias penyubur harta.
Kalau Anda terapkan, yakin deh, akan terkaget-kaget melihat hasilnya. Nggak pake lama.
Post ini sempat problem tadi karena diakses ribuan orang dalam waktu serentak. Insya Allah sekarang sudah bisa lagi.
Yang serius, baca ya. Terus praktek » http://bit.ly/PenyuburKekayaan
Kalau Anda terapkan, yakin deh, akan terkaget-kaget melihat hasilnya. Nggak pake lama.
Post ini sempat problem tadi karena diakses ribuan orang dalam waktu serentak. Insya Allah sekarang sudah bisa lagi.
Yang serius, baca ya. Terus praktek » http://bit.ly/PenyuburKekayaan
Kemarin saya berseminar untuk sebuah BUMN.
Terus, ada yang nyeletuk, "Mas Ippho seminar terus, kapan ngurus bisnisnya, kapan ngurus keluarganya?" Hehehe, kepo ya? Alhamdulillah setiap hari saya ngurus bisnis. Apalagi sudah ada timnya...
Kalau ngurus keluarga? Yah selalu. Bahkan saya sering mengantar anak ke sekolah. Kelonan sama mereka, yah setiap hari. Sama istri, sering pula saya ke bioskop, pacaran. Hehehe. Saya pun rutin tidur siang, walau cuma 15 menit. Me-time, hehehe.
Meskipun publikasi seminar berjalan setiap hari, bukan berarti seminar saya berlangsung setiap hari. Bukan. Coba deh perhatikan baik-baik. Yang setiap hari itu cuma publikasinya.
Misal, seminar Ahad pagi dan seminar Senin siang di Jakarta. Gratis nih. Kedua-duanya dipublikasikan setiap hari. Ya, setiap hari. Mungkin ini yang terlihat oleh teman-teman di FB dan Twitter.
Yah, kondisi sekarang jauh berbeda dibanding kondisi saya merintis bisnis dulu. Awal-awal berdirinya TK Khalifah, hampir-hampir semua saya handle. Sibuk. Padat. Mulai dari meyakinkan orangtua siswa, sampai mengasuh siswa. Pelan-pelan, barulah saya menyusun tim dan mendelegasikan.
Sesibuk apapun diri kita, sepenting apapun urusan kita, harus punya waktu untuk keluarga. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Terus, ada yang nyeletuk, "Mas Ippho seminar terus, kapan ngurus bisnisnya, kapan ngurus keluarganya?" Hehehe, kepo ya? Alhamdulillah setiap hari saya ngurus bisnis. Apalagi sudah ada timnya...
Kalau ngurus keluarga? Yah selalu. Bahkan saya sering mengantar anak ke sekolah. Kelonan sama mereka, yah setiap hari. Sama istri, sering pula saya ke bioskop, pacaran. Hehehe. Saya pun rutin tidur siang, walau cuma 15 menit. Me-time, hehehe.
Meskipun publikasi seminar berjalan setiap hari, bukan berarti seminar saya berlangsung setiap hari. Bukan. Coba deh perhatikan baik-baik. Yang setiap hari itu cuma publikasinya.
Misal, seminar Ahad pagi dan seminar Senin siang di Jakarta. Gratis nih. Kedua-duanya dipublikasikan setiap hari. Ya, setiap hari. Mungkin ini yang terlihat oleh teman-teman di FB dan Twitter.
Yah, kondisi sekarang jauh berbeda dibanding kondisi saya merintis bisnis dulu. Awal-awal berdirinya TK Khalifah, hampir-hampir semua saya handle. Sibuk. Padat. Mulai dari meyakinkan orangtua siswa, sampai mengasuh siswa. Pelan-pelan, barulah saya menyusun tim dan mendelegasikan.
Sesibuk apapun diri kita, sepenting apapun urusan kita, harus punya waktu untuk keluarga. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Mau kaya? Makmur? Mapan?
Mesti siap tiga hal:
- jualan
- hidup hemat
- investasi
Soal jualan, kita ambil sebuah contoh. Ia mulai jualan sejak tahun 1985. "Awalnya sulit. Saya disangka jualan agama karena ada label halal. Tapi yang jelas, ide label halal itu berasal dari pesantren," cerita entrepreneur yang juga tamatan pesantren ini.
Mulanya, cuma bisnis rumahan biasa, yang dijual door to door dan salon ke salon. Kesulitan terbesar baginya saat itu adalah mendapatkan trust dari konsumen terhadap produk berlabel halal itu.
Namun ia pantang menyerah. Mental baja. Termasuk ketika tempat usahanya terbakar. Musibah ini sempat membuat entrepreneur berdarah minang tersebut terguncang dan ingin berhenti saja jadi pengusaha.
Akan tetapi ia menyadari, jika berhenti maka karyawan-karyawannya akan kehilangan mata pencaharian untuk keluarga mereka. Atas dasar tanggung jawab itulah, dia putuskan untuk kembali berbisnis, mulai dari nol. Ia buang jauh-jauh pikiran negatif. Jualan, bisa! Sukses juga bisa!
Saat ini, ia memiliki dua pabrik dengan 4.500 karyawan. Bahkan saat ini produk-produknya sudah menembus berbagai negara di Asia Tenggara. Namanya Nurhayati, produknya Wardah, omsetnya triliunan. Kalau ngomong merek yang populer, inilah kosmetik berlabel halal pertama di Indonesia...
Nah, itu tadi soal jualan. Kapan-kapan kita akan bahas hidup hemat dan investasi. Inilah tiga resep untuk makmur.
Mesti siap tiga hal:
- jualan
- hidup hemat
- investasi
Soal jualan, kita ambil sebuah contoh. Ia mulai jualan sejak tahun 1985. "Awalnya sulit. Saya disangka jualan agama karena ada label halal. Tapi yang jelas, ide label halal itu berasal dari pesantren," cerita entrepreneur yang juga tamatan pesantren ini.
Mulanya, cuma bisnis rumahan biasa, yang dijual door to door dan salon ke salon. Kesulitan terbesar baginya saat itu adalah mendapatkan trust dari konsumen terhadap produk berlabel halal itu.
Namun ia pantang menyerah. Mental baja. Termasuk ketika tempat usahanya terbakar. Musibah ini sempat membuat entrepreneur berdarah minang tersebut terguncang dan ingin berhenti saja jadi pengusaha.
Akan tetapi ia menyadari, jika berhenti maka karyawan-karyawannya akan kehilangan mata pencaharian untuk keluarga mereka. Atas dasar tanggung jawab itulah, dia putuskan untuk kembali berbisnis, mulai dari nol. Ia buang jauh-jauh pikiran negatif. Jualan, bisa! Sukses juga bisa!
Saat ini, ia memiliki dua pabrik dengan 4.500 karyawan. Bahkan saat ini produk-produknya sudah menembus berbagai negara di Asia Tenggara. Namanya Nurhayati, produknya Wardah, omsetnya triliunan. Kalau ngomong merek yang populer, inilah kosmetik berlabel halal pertama di Indonesia...
Nah, itu tadi soal jualan. Kapan-kapan kita akan bahas hidup hemat dan investasi. Inilah tiga resep untuk makmur.