Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Amerika telah memilih...

Selama kampanye, Donald Trump jarang diunggulkan dan sarat kontroversi. Trump didera berbagai tuduhan pelecehan seksual. Trump gagal membuat partai Republik bersatu mendukungnya. Trump ketahuan tidak bayar pajak selama bertahun-tahun.

Trump mengancam akan melarang warga muslim masuk ke Amerika. Trump berjanji akan mengusir para imigran ilegal dan membangun tembok besar di perbatasan Amerika-Meksiko. Dan masih banyak lagi.

Namun ternyata dia berhasil memenangkan Pilpres Amerika. Bagi banyak orang, ini ujian bagi Amerika dan dunia.

Fyi, menuai kontoversi adalah pekerjaannya sejak dulu. Trump ketika sekolah dulu pernah memukul gurunya. Uniknya, Trump sama sekali tidak minum alkohol, namun pada 2006 Trump mengeluarkan Trump Vodka.

Berlanjut, rupa-rupanya Trump anti LGBT. Selain itu, Trump menunjukkan sinyal rukun dengan Putin dan sepertinya enggan merecoki urusan negara lain. Kita sama-sama tahu, tiga hal terakhir bukanlah tradisi Amerika selama ini.

Pesan Shamsi Ali, imam di New York, "Jangan khawatir berlebihan. Kami di sini aman dan nyaman-nyaman saja. Mungkin ini sekadar geliat perjuangan untuk lompatan besar. Toh kami telah diuji dengan Peristiwa 9/11 dan kami berhasil menaiki tangga-tangga kesuksesan. Jangan-jangan ini tangga baru untuk meraih keberhasilan lebih besar."

Bukan kebetulan, saya dan Shamsi Ali pernah bertemu Trump. Saat ini kami telah merilis buku '7 Tokoh Dunia & Rahasia-Rahasia Mereka Yang Jarang Diketahui'. Buku ini telah tersedia di Gramedia.

Sewaktu bertemu dulu, Trump sempat menunjukkan buku saya, 7 Keajaiban Rezeki, kepada audiens. Jujur saja, tindakan itu membuat saya senang. Terus, kenapa sekarang saya malah mengkritiknya? Simak >> Bit.ly/TentangTrump
Kemarin saya menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit di Bandung. Beberapa bulan sebelumnya, menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit di Jakarta. Bertepatan, kedua-duanya sama-sama trainer. Yang satu di bidang penjualan, satunya lagi di bidang NLP.

Seperti yang sudah-sudah, saya datang bersama istri. Kebiasaan saya, kalau menjenguk orang sakit selalu setel wajah cerah dan ceria. Menyebarkan optimisme. Kalau kita setel wajah suram dan muram, itu pesan yang melemahkan bagi si sakit dan kemungkinan besar terekam oleh otak bawah sadarnya. Pesimis, efeknya.

Kepada istri si sakit, saya berusaha memberikan pesan singkat. Di mana pesan ini saya kutip dari kata-kata guru saya, "Acapkali Allah bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Allah itu maha baik, satu kali pun tak pernah zalim."

Sakit. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa.

Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."

Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama pasangan kita, ternyata Allah lebih sayang sama dia. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."

Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah sakit, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.

Mohon doanya untuk saya dan keluarga saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya bertemu dengan calon istri saya cuma sekali. Terus, kami memutuskan untuk menikah.

Sebelum menikah, dia juga nggak minta macam-macam. Mas kawin, sederhana. Resepsi, sederhana. Kartu undangan, nggak ada.

Menurut saya, wanita yang nggak minta macam-macam, justru layak diperjuangkan dan diberikan macam-macam.

Simak lanjutannya » http://bit.ly/JemputlahJodoh

Ternyata menjemput jodoh tidak sesulit yang kita bayangkan, asalkan tahu ilmunya.
Ekonomi syariah mengundang perdebatan dan kontroversi. Sampai seperti apa?

Terus, gimana solusinya?

Ini lebih seru daripada ILC, simak >>

http://simak.id/audio/listen/3563/kontroversi-ekonomi-syariah-dan-solusinya
Nanti malam jam 8, saya #MerryRiana #JamesGwee hadir di Metro TV dengan tema #SiapaPahlawanmu.

Jarang-jarang saya meneteskan air mata ketika tampil di TV. Ini adalah salah satunya.

Insya Allah inspiring dan touching. Bagi yang luang waktunya, nonton ya. Ajak juga keluarga dan sahabatnya nonton.
Siapa sangka, ternyata 10 orang terdekat Anda mempengaruhi saldo Anda dan amal Anda.

Ini sepertinya bergurau, padahal tidak. Sama sekali tidak.

Maka, bergaullah dengan orang-orang yang tepat. Silaturahim. Networking.

Inilah istilahnya:
- Tanpa network, artinya not work (tidak berhasil).
- Network artinya net worth (kekayaan bersih).
- Network memang nice word (kata yang indah).

Sekiranya berdampak negatif terhadap diri Anda, maka jadikan ia teman biasa saja. Bukan sahabat dekat.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bayangkan kalau anak kita atau ponakan kita yang terkena lemparan bom itu? Pasti tak terkira sedihnya.

Sekarang, mari kita tunjukkan kepedulian kita. Bantu keluarga korban. Kita ringankan beban mereka sebisanya.

Setidaknya, bantu doa dan sebar gambar di atas. Berbuat. Buktikan bahwa diri kita adalah rahmat bagi semua.
Ayo berbuat!

Kita bantu keluarga korban yang terkena bom di Samarinda. Kita ringankan beban mereka, sebisanya. Dengan doa dan donasi.

Berapapun jumlahnya, kecil atau besar, transfer saja ke BCA 676-025-4434 a/n Aksi Cepat Tanggap (Ini rekening khusus, tak perlu konfirmasi).

Paling tidak, bantu sebar informasi ini...
Tidak sedikit orang yang meramalkan, jika kita menawarkan produk dan layanan yang lebih baik, maka otomatis kita akan memenangkan percaturan bisnis. Betul begitu?

Maaf, kami kurang setuju! Untuk mencicipi kesuksesan dalam bisnis, karir, politik, dan percintaan, menjadi lebih baik (being better) terkadang tidak cukup.

Ribuan malam telah Anda lalui bersama pasangan hidup Anda. Namun satu hal yang pasti, Anda akan selalu mengenang malam pertama Anda. Ternyata, fenomena ini dapat dijadikan satu strategi pemasaran. Being first.

Manusia pertama yang mendarat di bulan, manusia pertama yang menemukan Amerika, manusia pertama yang memimpin Indonesia, dan manusia pertama yang menciptakan telepon, tidak akan mungkin diabaikan oleh sejarah.

Umat manusia akan senantiasa mengenang Neil Armstrong, Christopher Columbus, Sukarno, dan Alexander Graham Bell, walaupun kini muncul tokoh-tokoh yang lebih berprestasi daripada mereka. They are the first.

Maka dalam bisnis, jadilah yang pertama (being first). Mungkin menjadi yang pertama di dunia, mungkin di Indonesia, mungkin di kota Anda, atau setidak-tidaknya di kompleks rumah Anda. Hasilnya? Wow, barangkali tak ubahnya bagai malam pertama! Tak terlupakan!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Yang dinanti-nanti...

Inspirasi bisnis dari saya bersama Ketua HIPMI dan Desi Anwar di CNN » https://www.youtube.com/watch?v=YgyHsxE6bdY

Cuma 10 menit, tapi mungkin mengubah jalan hidup Anda. Sempatkan nonton.

Dan baiknya lihat sekarang saja, sebelum saya berubah pikiran lalu menghapusnya.

Simak » https://www.youtube.com/watch?v=YgyHsxE6bdY
Kita sama-sama tahu, bom telah meledak di Samarinda dan anak-anak kecil yang tak berdosa telah menjadi korbannya. Biadab, itulah predikat yang kita stempel-kan pada pelaku dan otaknya.

Siapakah otaknya? Entahlah. Mungkin beragama A, mungkin beragama B. Mungkin beretnis X, mungkin beretnis Y. Yang jelas, baik pelaku maupun otaknya sama-sama tak ingin kita semua hidup rukun dan damai. Menurut saya, para biadab itu dihukum mati saja.

Belasan tahun yang lalu, MUI telah mengeluarkan fatwa haram untuk segala bentuk terorisme. Dan satu hal lagi. Sekiranya kita ingin mengecam si pengebom, yah kecamlah si pengebom itu, tak perlu mengolok-olok agamanya dan pemuka agamanya.

Toh sebelumnya kita juga mengecam si penista agama, tanpa mengolok-olok agamanya dan pemuka agamanya. Saat demo pun, di antara 1 juta pengunjuk rasa, tak ada spanduk yang mengecam etnis dan agama tertentu. Ya, proporsional.

"Muslim sejati tak mungkin berbuat terorisme," seru seorang netizen. Saya setuju. 100% saya setuju. Tapi tolong ditambahkan juga, "Muslim sejati tentulah tergerak hatinya untuk membantu para korban." Demikian pula penganut yang lain. Karena ini soal kemanusiaan.

Senin kemarin saya mulai menggalang dana untuk para korban. Alhamdulillah dalam 24 jam terkumpul Rp50juta. Tentu saja ini belum cukup untuk menyantuni keluarga korban.

Yang ingin berpartisipasi, silakan transfer (berapa saja) ke BCA 676-025-4434 a/n Aksi Cepat Tanggap (ACT). Saya mendesak ACT untuk menyalurkan donasi tersebut hari ini atau besok.

Anak-anak yang menjadi korban, bayangkan itu adalah anak kita atau ponakan kita. Kebayang? Pastilah perih rasanya. Memang, donasi yang diberikan tidak bisa mengembalikan apa-apa yang telah direnggut.

Namun setidaknya donasi ini adalah bukti bahwa kita benar-benar peduli dan kita berusaha menjadi rahmat bagi semua, tanpa memandang apa latar belakangnya. Ungkapan lawasnya, "Kita semua bersaudara."

Setidaknya, kita doakan sungguh-sungguh dan share tulisan ini. Dan sekiranya mau bikin tulisan sejenis, juga boleh. Silakan. Intinya, berbuat sebisanya, jangan diam.
Kemarin saya dan istri nonton film #FantasticBeasts. Berharap seseru Harry Potter. Atau setidaknya seperti Miss Peregrine dan Goosebumps. Namun akhirnya kami kecewa. Bukan saya dan istri saja yang tertidur, ternyata penonton di belakang kami juga tertidur.

Seumur hidup, baru dua kali saya tertidur di bioskop. Begitulah Fantastic Beasts. Terlepas dari itu, anehnya ada netizen yang menganggap film ini versi lain dari film Beauty and The Beast. Ada pula yang menganggap ini versi lain dari Fantastic Four. Mungkin karena judulnya mirip. Hehehe, ada-ada saja.

Btw, ini soal selera. Maaf ya, kalau ternyata Anda dan saya beda selera. Kalau Anda mau nonton juga, yah silakan.

Sebenarnya, ada satu jenis film yang saya 'larang'. Apa itu? Film horor. Kenapa? Karena dapat mengurangi serotonin di otak. Terus, dampaknya? Anda mudah bad mood dan pesimis. Dampak lainnya? Anda merasa diri Anda inferior.

Film action, humor, dan drama, boleh-boleh saja Anda tonton. Asalkan positif tentunya. Fantastic Beasts juga boleh karena bukan film horor. Kalau film horor, saya tidak pernah merekomendasikan walaupun cuma sekali.

Setelah menonton film horor, coba perhatikan baik-baik, ada semacam perasaan waswas menyelinap di hati Anda. Bahkan setiba di rumah, masih saja ada perasaan waswas itu, bahkan bad mood. Inilah akibat dari berkurangnya serotonin di otak.

Sekali lagi, hindari film horor. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya tidak suka terus-menerus berspekulasi soal kasus bom di Samarinda. Saya lebih senang kalau kita semua berkontribusi. Sekali lagi, berkontribusi.

Seperti yang kita tahu, ledakan bom di tepi Samarinda telah menewaskan seorang anak dan menciderai anak-anak lainnya. Bukan itu saja dampaknya. Kerukunan dan persatuan kita pun diuji.

Maka, tak ada salahnya kalau kita semua diingatkan kembali soal ukhuwah wathoniyah (persaudaraan setanah air) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Bukan persaudaraan seiman dan seagama saja.

Ingatlah, yang menjadi korban itu adik-adik kita. Saudara-saudara kita. Mari kita ringankan beban mereka. Yang ingin berkontribusi, silakan transfer (berapa saja) ke BCA 676-025-4434 a/n Aksi Cepat Tanggap.

Sejauh ini banyak yang mengaku:
- agamaku rahmat bagi semua
- agamaku cinta-kasih
- agamaku kasih-sayang
- agamaku semua berbahagia

Baiklah, baiklah. Sekarang saatnya membuktikan itu semua. Mari berkontribusi.

Saya pun mendesak ACT untuk menyalurkan donasi tersebut hari ini kepada keluarga korban. Akhirnya, daripada terus berspekulasi, lebih baik mulai berkontribusi.