Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Males kerja? Males ngantor?

Di mana-mana saya sering mengingatkan bahwa #KerjaItuIbadah (Work with Worship).

- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya.
- Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
- Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

Ya, kerja itu ibadah. Demikian pula bisnis dan kuliah, itu semua ibadah. Asalkan niatnya dan caranya benar. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau kita punya dua bawahan, yang satu rajin, yang satu pemalas.

Kira-kira hati kita lebih sreg dengan yang mana? Kira-kira, bonus dan uang tambahan, kita berikan kepada siapa? Sekalipun Anda seorang pemalas, pastilah Anda tidak suka punya karyawan yang pemalas. Betul apa betul?

Kurang-lebih Tuhan pun begitu, lebih sreg dengan hamba-Nya yang rajin. Soal rezeki tambahan? Jangan ditanya, pastilah juga diberikan kepada hamba-Nya rajin.

Maka ingatlah:
Semangatmu, potensi rezekimu.
Semangatmu, bekal suksesmu.
Semangatmu, nasib baikmu.
Semangatmu, pengantar doamu.

Ingatlah itu! Selalu!
Seorang Muhammad muda bisa sukses berbisnis, wasilahnya dari mana? Salah satunya dari magang. Sejarah mencatat, ia magang dan dibimbing oleh pamannya tercinta.

Donald Trump (walaupun sebagian besar orang tidak menyukainya, namun ia terbukti sukses berbisnis) juga menganjurkan dan mengajarkan magang. Apprentice, namanya.

Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok, lagi-lagi menganjurkan dan mengajarkan magang. Selain beroleh ilmu yang detail, kita juga bisa merasakan spirit, dream, dan passion si pengusaha.

Tentu saja, magang lebih menyita waktu namun itu sangat setimpal jika dibanding dengan hasil dan dampak yang akan diperoleh. Apalagi kalau kita magang bersama the best one, yang terbaik, bukan pengusaha biasa.

Anda siap?
Profesi dan posisi guru itu menyenangkan. Setidaknya, membuat Anda awet muda (karena selalu berinteraksi dengan manusia), senantiasa dikenang, dan sarat amal jariyah.

Saya pribadi berusaha menghubungi bahkan menemui guru-guru yang pernah mengajar saya. Karena teramat besar jasa mereka kepada saya. Begitulah, jasa mereka selalu dikenang.

Sebenarnya saya pun seorang guru. Itulah takdir saya. Hanya saja, predikatnya sedikit berbeda. Namanya motivator. Kedengaran lebih keren ya? Hehehe, sama saja.

Dengan izin Allah, saya pernah berseminar di Tokyo Institute of Technology, Osaka University, KAIST (Korea), Australian National University, Melbourne University, Curtin University, Queensland University, dan Al-Azhar University (Mesir). Mengajar.

Kenapa saya mengajar? Pertama, berinteraksi dengan manusia. Jangan salah, tidak semua profesi berinteraksi intens dengan manusia. Kedua, sarat dengan amal jariyah. Dan masih banyak alasan lainnya.

Sekiranya kita bukan guru, yah nggak apa-apa. Namun tetaplah melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan. Misalnya, sebagai donatur di sekolah, donatur di pesantren, peneliti, dan lain-lain. Buat apa? Yah itu tadi, meraih amal jariyah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
40 Hari Menuju Kaya.
Tips Melunasi Utang.
Amalan-Amalan Rezeki

Itulah beberapa artikel di blog ini.
Ada juga tulisan tentang saya.

Teman-teman sudah baca?
Simak » http://bit.ly/MenujuKaya
Anda kolokan?
Suami Anda kolokan?
Benarkah itu masalah?
Perlukah diatasi?

Simak » http://bit.ly/Kolokan
Berikut ini adalah cara-cara agar kita bisa lebih termotivasi di tempat kerja atau di kantor, di samping mengikuti seminar dan training motivasi:

1. Warming-Up
Sekiranya Anda ingin bekerja dengan penuh energi, ada baiknya Anda melakukan olah raga kecil di pagi hari. Ya, pemanasan sebelum bekerja. Anda bisa jogging, yoga, atau sekadar menggerak-gerakkan badan. Menurut mayo clinic, menggerakkan badan membuat sistem kardiovaskular lebih efisien sehingga memicu energi sepanjang hari.

2. Friendship
Ahli-ahli karier meyakini, bila berteman baik dengan sesama rekan kerja adalah cara terbaik untuk meningkatkan motivasi kerja. Di kantor, jelas, banyak rekan kerja. Saat Anda menyisihkan waktu untuk makan siang bersama sembari bertukar pikiran, akhirnya Anda beroleh teman baik. Anda pun bisa mengira-ngira latar belakang, masa depan, dan impian mereka. Hal ini dapat menjadi inspirasi, motivasi, dan dasar dalam membuat keputusan.

3. Long-Term Target
Membuat rencana jangka pendek memang penting, namun membuat rencana jangka panjang jauh lebih penting agar Anda tetap dan kian termotivasi. Manusia rata-rata akan lebih termotivasi bila tugas-tugasnya dapat mengantarkan dirinya pada rencana jangka panjang. Perlu juga dicatat, jangan lupa membuat tujuan-tujuan kecil untuk mengukur tingkat keberhasilan.

4. Weekly Meeting
Bila Anda ingin lebih berkembang, maka Anda membutuhkan masukan dari pengawas alias atasan. Sisihkan waktu 15 menit untuk rapat pribadi dengan atasan Anda, lalu minta input dan kritik darinya. Setelah rapat tersebut sangat mungkin Anda lebih termotivasi. Jadwalkanlah kegiatan penting tersebut satu kali minggu.

5. Celebrating
Menurut Simon Reynold penulis Why People Fail, orang sering fokus terhadap hal-hal yang tidak beres. Padahal, tahukah Anda, fokus pada hal-hal negatif dapat mengurangi motivasi? Anda dan tim Anda harus beralih pada area positif. Rayakanlah keberhasilan-keberhasilan kecil, karena ini akan membawa Anda ke zona positif, sehingga menjaga Anda tetap dan kian termotivasi.

Siap mencoba? Ada baiknya tulisan yang dikutip dari berbagai sumber ini Anda sampaikan kepada tim Anda.
Ketika saya disebut omong-kosong sama netizen » http://bit.ly/2caezy5
Kisah seorang muallaf dan keajaiban rezeki.

Simak » http://bit.ly/2cueKm2
"Tidak harus menguasai everything untuk memulai something," itu pesan saya di berbagai seminar. Ini beneran, bukan sekadar retorika.

Fyi, pengusaha kecil seringkali usahanya tetap kecil. Kenapa? Salah satu penyebabnya, dia berusaha menguasai semuanya.

Padahal, seorang Superman sekalipun tidak bisa menguasai semuanya. Mampukah seorang Superman menulis buku? Memasak sayur kangkung? Memperbaiki mesin cuci? Hehehe.

Sekali lagi, tidak harus menguasai everything untuk memulai something. Terus, solusinya? Tulisan berikut penting untuk para atasan dan para pengusaha » http://bit.ly/Semuanya
Saya akan berbagi rahasia-rahasia keajaiban dalam seminar GRATIS untuk teman-teman di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Ini detailnya » http://act.id/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-rahasia-keajaiban/

Btw, seperti yang teman-teman tahu, selama ini saya sering menggelar seminar bersama ACT dan Dompet Dhuafa (DD). Kadang, saya mengajak teman-teman untuk terlibat dalam pembangunan sekolah. Sosial, tentunya.

Fyi, seluruh uang sedekah itu masuk ke ACT dan DD. Satu sen pun tidak masuk ke saya atau tim saya. Sejak dulu, yah begitu. Walaupun sebenarnya sah-sah saja kalau saya menerima uang lelah atau upah sebagai narasumber.

Hal ini saya beritahukan untuk mencegah fitnah. Juga agar teman-teman tahu bahwa saya sungguh-sungguh dalam program sosial ini. Saya bersedekah ilmu, tenaga, dan juga uang. Sekiranya Anda ragu dan ingin bertanya, boleh mendatangi kantor ACT dan DD.

Bagi yang mau ikut seminar bareng saya, sampai jumpa di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Silakan daftar di sini, mumpung GRATIS » http://act.id/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-rahasia-keajaiban/
Ketika beredar kabar soal Mario Teguh dan menjadi headline di mana-mana, apa respons saya? Simak ya, penting banget » http://bit.ly/Mario2016
Kadang kita perlu ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw). Ini disampaikan oleh Stephen Covey, Sang Legenda.

Sekadar mengingatkan, Stephen Covey adalah salah satu motivator dunia yang sangat disegani dan berpengaruh.

Ketika berseminar di Indonesia, Presiden RI pun duduk sebagai peserta. Mendengarkan. Dan dosen saya dulu mewajibkan saya untuk membaca bukunya, 7 Habits.

Tulisan berikut penting banget buat leader dan calon leader. Rada berat sih, tapi perlu. Simak deh » http://bit.ly/Mario2016
Dua hari ini beredar kabar miring soal Mario Teguh dan menjadi headline di mana-mana. Lantas, apa respons saya sebagai sesama motivator? Simak ya, penting nih » http://bit.ly/Mario2016
Menjadi motivator, ada tantangan tersendiri. Dan celetukan-celetukan dari publik kadang 'menghangatkan suasana'. Misalnya? Simak saja:

Motivator kehidupan, kok bercerai?

Motivator bisnis, kok bangkrut?

Hehehe, itu celetukan mereka. Ada-ada saja.

Bercerainya motivator Anthony Robbins dan bangkrutnya motivator Robert Kiyosaki adalah kisah-kisah yang sudah menyebar luas di media bahkan menjadi viral.

Mungkin Anda pernah membacanya. Apalagi mereka adalah motivator dunia yang terkenal dan terbaik di bidangnya masing-masing. Alhamdulillah, saya pernah belajar sama mereka bahkan makan siang bareng.

Suka atau tidak suka, ternyata kegagalan-kegagalan ini juga terjadi di Indonesia. Lantas, apa tanggapan saya? Baca deh, penting banget » http://bit.ly/MotivatorIndonesia
Jatuh-bangun itu biasa, terutama dalam bisnis. Dalam lagu dangdut aja jatuh-bangun, apalagi dalam bisnis, hehehe.

Banyak yang bertanya soal perjalanan bisnis saya. Dari orang awam sampai wartawan media. Apa bisnis yang pertama? Berapa kali gagalnya? Berapa modal awalnya?

Dan inilah kisahnya » http://bit.ly/JatuhBangun
"Wahai Motivator, mana lebih baik, orang beriman yang banyak ibadahnya, tapi buruk akhlaknya. Ataukah orang beriman yang kurang ibadahnya, tapi baik akhlaknya?" tanya seorang peserta.

"Insya Allah, kedua-duanya BAIK," ujar sang motivator sambil tersenyum.

"Kenapa bisa begitu?"

"Karena orang yang tekun ibadahnya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk berakhlak mulia, bersebab ibadahnya. Dan orang yang baik akhlaknya, boleh jadi kelak akan dibimbing Tuhan untuk lebih tekun ibadahnya."

"Jadi, siapa yang lebih buruk?" desak si peserta penasaran.

Sang motivator sambil berkaca-kaca matanya akhirnya menjawab, "KITA, SAUDARAKU."

"Hm? Kita???"

"Iya. Kitalah Yang Layak Disebut Buruk, Sebab Kita Gemar Sekali Menghabiskan Waktu Untuk Menilai Orang Lain Dan Melupakan Diri Kita Sendiri."

Gemar mengkoreksi, jarang introspeksi.

PADAHAL KELAK KITA DI HADAPAN ALLAH, AKAN DITANYAI TENTANG DIRI KITA, BUKAN TENTANG ORANG LAIN.

Mari kita sama-sama introspeksi. Berbenah, berubah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kata #KapanLagi saya ini motivator indonesia terkenal. Apa iya? Yah, minimal di kompleks rumah saya. Terbukti satpam-satpam pada kenal, hehehe.

Btw, ada yang keliru nih. Pertama, saya teramat jarang upload foto istri. Kedua, soal jumlah anak. Ketiga, di foto ini anak-anak saya lagi ngambek, hehehe. Mbok ya dicari foto yang lagi senyum.

Soal harmonis? Yah, doakan saja. Semoga keluarga kita semua selalu harmonis. Aamiin » http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/50917keluarga_motivator-20160909-001-rita.html
Kesombongan pertama dalam sejarah, kapankah itu terjadi?

Apa saja bahaya kesombongan terhadap karier dan bisnis?

Simak ya » http://bit.ly/Sombong