Mau sukses lebih cepat?
Carilah mentor.
Carilah guru.
Pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar.
Carilah mentor.
Carilah guru.
Pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar.
Orang yang dominan otak kiri akan berpikir panjang untuk sedekah. Mikir ini-itu. Setelah sedekah pun, kepikiran. Hehehe.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
GRATIS seminar motivasi #PercepatanRezeki bersama motivator Indonesia, Ippho Santosa
Ahad pagi, siap-siap ya. Seminar motivasi #PercepatanRezeki bareng saya dan kawan-kawan. Tepat jam 8.15 pagi, insya Allah acara kita mulai.
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum! Nah, mumpung gratis, ajak deh keluarga serta teman-temannya. Dan mohon datang awal, karena diprediksi ribuan peserta akan hadir.
Lokasinya di mana? Demi menampung massa dari seluruh penjuru Indonesia, tim saya memilih Masjid Istqlal, Jakarta. Walaupun demikian, acara ini terbuka untuk umum, dengan latar belakang apapun.
Saya ini motivator, bukan ustadz. Jadi santri aja nggak pantes, apalagi jadi ustadz. Hehehe. Format acara insya Allah tetap seminar, bukan ceramah, bukan kajian.
Pastikan keluarga kita serta teman-teman kita tahu tentang acara ini. Sukses dan menyukseskan. Begitu spirit-nya. Sampai jumpa!
Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum! Nah, mumpung gratis, ajak deh keluarga serta teman-temannya. Dan mohon datang awal, karena diprediksi ribuan peserta akan hadir.
Lokasinya di mana? Demi menampung massa dari seluruh penjuru Indonesia, tim saya memilih Masjid Istqlal, Jakarta. Walaupun demikian, acara ini terbuka untuk umum, dengan latar belakang apapun.
Saya ini motivator, bukan ustadz. Jadi santri aja nggak pantes, apalagi jadi ustadz. Hehehe. Format acara insya Allah tetap seminar, bukan ceramah, bukan kajian.
Pastikan keluarga kita serta teman-teman kita tahu tentang acara ini. Sukses dan menyukseskan. Begitu spirit-nya. Sampai jumpa!
Sekitar 2 jam, itulah waktu yang dihabiskan oleh rata-rata orang Indonesia untuk ber-online-ria. Orang perkotaan bahkan bisa memegang ponsel selama 5 jam sehari. Ya, sehari. Di antaranya untuk online. Hm, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.
Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.
Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.
Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.
Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Inilah Kandidat Pemenang Artikel
1. Urif Hidayat :
www.urifhidayat.com/2016/08/ippho-santosa-sang-motivator-indonesia.html
2. Mochamad Firdaus :
http://dinarafi.com/ippho-santosa-motivator-terfavorit-di-indonesia/
3. Fikri Islami :
http://www.fikriislami.com/2016/08/sang-motivator-indonesia-terfavorit.html
4. Zailani BQ :
http://www.saatnyakemilau.com/2016/08/motivator-dunia-ippho-santosa-itu-hanya.html
5. Ida Tahmidah :
http://www.idatahmidah.com/2016/08/ippho-santosa-motivator-yang-sangat.html
6. Surya Putra :
http://motivasihidupsukses.com/2016/08/18/motivator-terbaik/
7. Dwi Andika Pratama :
http://dwiandikapratama.com/ippho-santosa-telah-menyadarkan-ku-melalui-arti-sepasang-bidadari/
8. Ahmad Saifussulum :
http://www.asuransibarokah.com/2016/08/ketika-dia-lahir-bukankah-janji-anda.html?m=1
9. Soleh Lutiana :
http://solehlutiana.com/2016/08/kenapa-manusia-butuh-motivasi/
10. Bambang Priyono :
http://www.bambangpriyono.com/2016/08/ippho-santosa-ya-beliau-adalah-salah.html
11. Agus Kurnia S :
http://mengajimakna.com/2016/08/20/7-keajaiban-rezeki-buku-maut-pengundang-rezeki/
Teman-teman semua bisa turut berpartisipasi, yaitu dengan cara memberikan usulan siapa yang layak menjadi juara 1 dan juara 2. Berikan usulan itu via WA ke 0821-1159-6161.
1. Urif Hidayat :
www.urifhidayat.com/2016/08/ippho-santosa-sang-motivator-indonesia.html
2. Mochamad Firdaus :
http://dinarafi.com/ippho-santosa-motivator-terfavorit-di-indonesia/
3. Fikri Islami :
http://www.fikriislami.com/2016/08/sang-motivator-indonesia-terfavorit.html
4. Zailani BQ :
http://www.saatnyakemilau.com/2016/08/motivator-dunia-ippho-santosa-itu-hanya.html
5. Ida Tahmidah :
http://www.idatahmidah.com/2016/08/ippho-santosa-motivator-yang-sangat.html
6. Surya Putra :
http://motivasihidupsukses.com/2016/08/18/motivator-terbaik/
7. Dwi Andika Pratama :
http://dwiandikapratama.com/ippho-santosa-telah-menyadarkan-ku-melalui-arti-sepasang-bidadari/
8. Ahmad Saifussulum :
http://www.asuransibarokah.com/2016/08/ketika-dia-lahir-bukankah-janji-anda.html?m=1
9. Soleh Lutiana :
http://solehlutiana.com/2016/08/kenapa-manusia-butuh-motivasi/
10. Bambang Priyono :
http://www.bambangpriyono.com/2016/08/ippho-santosa-ya-beliau-adalah-salah.html
11. Agus Kurnia S :
http://mengajimakna.com/2016/08/20/7-keajaiban-rezeki-buku-maut-pengundang-rezeki/
Teman-teman semua bisa turut berpartisipasi, yaitu dengan cara memberikan usulan siapa yang layak menjadi juara 1 dan juara 2. Berikan usulan itu via WA ke 0821-1159-6161.
Ippho-Santosa-dan-Istri_n.jpg
27.3 KB
Banyak yang penasaran sama istri saya. Seperti apa sih wajahnya. Kok jarang di-upload? Hehehe, kalau teman-teman penasaran juga, silakan lihat foto yang satu ini :D
Kemarin, alhamdulillah saya memberikan coaching untuk sejumlah pengusaha. Salah satunya bahkan datang dari Malang. Melihat ini, seorang netizen nyeletuk, "Wah, enak banget ya! Bisa makan dan minum bareng Mas Ippho. Semeja."
Hehehe, sebenarnya sih biasa saja. Yang diminum air biasa, bukan air sakti, hehehe. Tapi kalau teman-teman mau juga, saya akan kasih kesempatan. Ahad siang, teman-teman bisa makan siang bareng saya.
Caranya?
Pertama, klik >> http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7682/seminar-motivasi-bersama-motivator-indonesia
Kedua, jawablah pertanyaan ini:
Di seminar motivasi Percepatan Rezeki Ahad di Jakarta, saya akan membahas lima hal. Sebutkan salah satunya. Lalu, kirimkan jawaban Anda via WA ke 0821-1159-6161 (Anda hanya bisa tahu jawabannya kalau membuka link di atas).
Saya dan tim akan memilih tiga pemenang. Insya Allah tiga pemenang ini bisa makan siang bareng saya, Ahad siang, 4 September di Jakarta.
Minat?
Hehehe, sebenarnya sih biasa saja. Yang diminum air biasa, bukan air sakti, hehehe. Tapi kalau teman-teman mau juga, saya akan kasih kesempatan. Ahad siang, teman-teman bisa makan siang bareng saya.
Caranya?
Pertama, klik >> http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7682/seminar-motivasi-bersama-motivator-indonesia
Kedua, jawablah pertanyaan ini:
Di seminar motivasi Percepatan Rezeki Ahad di Jakarta, saya akan membahas lima hal. Sebutkan salah satunya. Lalu, kirimkan jawaban Anda via WA ke 0821-1159-6161 (Anda hanya bisa tahu jawabannya kalau membuka link di atas).
Saya dan tim akan memilih tiga pemenang. Insya Allah tiga pemenang ini bisa makan siang bareng saya, Ahad siang, 4 September di Jakarta.
Minat?
Masalah kadang tidak bisa kita prediksi. Dan itu sering membuat mental kita down juga drop. Kalau sudah begitu, hidup terasa kurang bermakna.
Saat itu mungkin kita butuh seseorang yang dapat mengerti kondisi kita, juga membangkitkan semangat kita. Ya, untuk bangkit kembali. Simak tulisan netizen ini » http://bit.ly/2bWQJUg
Saat itu mungkin kita butuh seseorang yang dapat mengerti kondisi kita, juga membangkitkan semangat kita. Ya, untuk bangkit kembali. Simak tulisan netizen ini » http://bit.ly/2bWQJUg
Kemarin saya diundang oleh CNN, diminta bicara soal TK Khalifah. Kok sejak kecil, anak-anak di TK dan SD Khalifah diarahkan dan dilatih untuk menjadi entrepreneur? Apa urgensi-nya? Saya pun menjelaskan soal ini panjang-lebar.
Dalam bukunya “The Next Trillion” penulis Paul Pilzer mengemukakan bahwa orang-orang yang akan survive dan sustain di masa mendatang adalah mereka yang bergerak di bidang pendidikan. Sungguh, saya senang mendengar kabar ini.
Melihat potensi tersebut, tidak ada salahnya kalau saya mencernanya sebagai peluang. Lagi pula, berbisnis di bidang pendidikan sebenarnya mampu dilakukan oleh siapa saja, karena pada dasarnya setiap orang adalah pendidik. Ya, pendidik.
Kalau anda sudah menjadi ayah dan ibu, berarti anda mempunyai hak untuk mendidik anak, secara penuh. Konsep yang baik dan tujuan yang baik tentu akan menghasilkan generasi yang lebih baik. Ini pemikiran sederhana yang melatarbelakangi berdirinya TK Khalifah.
Semakin ke sini, industri pendidikan semakin diminati. Berbeda dengan bisnis lain (bidang lain) yang seringkali mempunyai nilai dan manfaat yang terbatas waktu, bisnis pendidikan mempunyai nilai dan manfaat yang lebih bertahan lama.
Saya menyadari, pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang memberikan pemahaman akademis dan teknis semata, melainkan pendidikan yang mampu merangsang nilai-nilai luhur tak kasat mata serta membentuk pribadi mulia. Apalagi ini adalah masa keemasan anak dan masa pertumbuhan anak.
Inilah poin pentingnya. Bisnis pendidikan bukan semata-mata mencari keuntungan materi, tetapi dari sini diharapkan hadirlah generasi yang soleh dan tangguh. Semoga ridhai Allah. Semoga menjadi amal jariyah. Semoga postur Indonesia di panggung dunia semakin tegap dan gagah.
Kembali ke pertanyaan di awal. Kok sejak kecil, anak-anak di TK dan SD Khalifah diarahkan dan dilatih untuk menjadi entrepreneur? Karena negeri ini memang memerlukan lebih banyak pengusaha. Negara-negara yang maju adalah negara yang banyak pengusahanya. Indonesia menyusul, insya Allah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dalam bukunya “The Next Trillion” penulis Paul Pilzer mengemukakan bahwa orang-orang yang akan survive dan sustain di masa mendatang adalah mereka yang bergerak di bidang pendidikan. Sungguh, saya senang mendengar kabar ini.
Melihat potensi tersebut, tidak ada salahnya kalau saya mencernanya sebagai peluang. Lagi pula, berbisnis di bidang pendidikan sebenarnya mampu dilakukan oleh siapa saja, karena pada dasarnya setiap orang adalah pendidik. Ya, pendidik.
Kalau anda sudah menjadi ayah dan ibu, berarti anda mempunyai hak untuk mendidik anak, secara penuh. Konsep yang baik dan tujuan yang baik tentu akan menghasilkan generasi yang lebih baik. Ini pemikiran sederhana yang melatarbelakangi berdirinya TK Khalifah.
Semakin ke sini, industri pendidikan semakin diminati. Berbeda dengan bisnis lain (bidang lain) yang seringkali mempunyai nilai dan manfaat yang terbatas waktu, bisnis pendidikan mempunyai nilai dan manfaat yang lebih bertahan lama.
Saya menyadari, pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang memberikan pemahaman akademis dan teknis semata, melainkan pendidikan yang mampu merangsang nilai-nilai luhur tak kasat mata serta membentuk pribadi mulia. Apalagi ini adalah masa keemasan anak dan masa pertumbuhan anak.
Inilah poin pentingnya. Bisnis pendidikan bukan semata-mata mencari keuntungan materi, tetapi dari sini diharapkan hadirlah generasi yang soleh dan tangguh. Semoga ridhai Allah. Semoga menjadi amal jariyah. Semoga postur Indonesia di panggung dunia semakin tegap dan gagah.
Kembali ke pertanyaan di awal. Kok sejak kecil, anak-anak di TK dan SD Khalifah diarahkan dan dilatih untuk menjadi entrepreneur? Karena negeri ini memang memerlukan lebih banyak pengusaha. Negara-negara yang maju adalah negara yang banyak pengusahanya. Indonesia menyusul, insya Allah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mana yang lebih besar? Semangatmu? Atau alasanmu? Kalau alasan yang dipilih, tentulah sudah ketebak gimana nasibmu. Gitu-gitu melulu.
Beralasan dan bermalasan itu dekat sekali dengan sikap 'menyerah'. Ujung-ujungnya, gagal dan terjungkal.
Menyerah, itu BUKAN menunjukkan besarnya HAMBATAN, tapi itu cuma menunjukkan besarnya alasan dan kemalasan.
Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.
Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.
Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?
Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.
Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal.
Share tulisan ini kalau Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Beralasan dan bermalasan itu dekat sekali dengan sikap 'menyerah'. Ujung-ujungnya, gagal dan terjungkal.
Menyerah, itu BUKAN menunjukkan besarnya HAMBATAN, tapi itu cuma menunjukkan besarnya alasan dan kemalasan.
Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.
Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.
Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?
Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.
Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal.
Share tulisan ini kalau Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi, menjadi faktor dominan yang menyebabkan karyawan stress. Belum lagi kalau ternyata atasan tidak bisa diteladani dan bawahan tidak bisa diandalkan. Akhirnya motivasi kerja menurun. Ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di bidang tertentu saja.
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Ya, dari orang-orang dekat yang mengenal kita. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap permasalahan kita. Juga lebih jujur. Posisi mereka bagaikan cermin dan begitulah, kadang kita perlu cermin untuk melihat diri kita dan permasalahan kita.
Simak lanjutannya » http://bit.ly/KetikaStress
Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.
Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Ya, dari orang-orang dekat yang mengenal kita. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap permasalahan kita. Juga lebih jujur. Posisi mereka bagaikan cermin dan begitulah, kadang kita perlu cermin untuk melihat diri kita dan permasalahan kita.
Simak lanjutannya » http://bit.ly/KetikaStress
Banyak cara untuk belajar. Yang ini GRATIS, teman-teman bisa menyimak tulisan-tulisan dan video-video saya. Tinggal pilih. GRATIS.
Klik saja » http://bfy.tw/7XEX
Klik saja » http://bfy.tw/7XEX
SENIN PAGI, tepatnya jam 4 pagi, saya hadir di Metro TV. Inspirasi baru yang segar-segar. Nantikan ya. Sekian jam dari sekarang.