"Cita-citanya apa, Nak?"
"Mau jadi dokter."
"Wah hebat. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi dokter atau jadi yang punya rumah sakit?"
"Hm, jadi yang punya."
"Nah, yang punya itu namanya pengusaha."
"Oo..."
"Siapa yang mau jadi pengusaha?
"Saya! Saya!"
"Cita-citanya apa, Dik?"
"Mau jadi pilot."
"Wow keren. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi pilot atau jadi yang punya pesawat?"
"Hm, jadi yang punya."
"Nah, yang punya itu namanya pengusaha."
"Oo..."
"Siapa yang mau jadi pengusaha?
"Saya! Saya!"
πππ
Itulah cuplikan dialog saya saat berjumpa anak-anak dan guru-guru di TK Khalifah. Ya, weekend kemarin saya berada di Makassar dan Manado untuk kesekian kalinya. Dan perjalanan kemarin terasa istimewa.
Apa istimewanya? Saya berada di Makassar dalam rangka visit 4 outlet TK Khalifah dan saya berada di Manado dalam rangka peresmian TK Khalifah yang baru beroperasi tahun ini. Alhamdulillah.
Jujur, saya nggak nyangka TK Khalifah bisa hadir di Manado.
Berawal dari satu cabang di Batam pada tahun 2007, sekarang TK Khalifah sudah puluhan cabang di seluruh Indonesia, alhamdulillah. Dari Aceh sampai Papua. Dinamai Khalifah yang artinya pemimpin dan pemakmur, karena saya ingin sekali menyebarkan jiwa entrepreneurship.
Saya bercita-cita, melalui TK dan SD Khalifah, hadir lebih banyak lagi pengusaha (entrepreneur) di Indonesia. Sebab itulah, sejak dulu sampai sekarang, slogan kami tetap tauhid dan entrepreneurship. Bukankah entrepreneur itu pemimpin? Bukankah entrepreneur itu pemakmur?
Sekali lagi, khalifah itu pemimpin, khalifah itu pemakmur.
Saya ingin membangkitkan dunia entrepreneurship di Indonesia. Ya, ingin sekali. Berhubung saya bukan pembuat keputusan di negeri ini dan belum bisa berbuat sesuatu yang besar, ya sudah, saya mulai saja sebisanya. Saya mulai dari sekolah, tepatnya dari TK.
"If you can't fly, then run."
"If you can't run, then walk."
"If you can't walk, then crawl."
"Whatever you do, you have to keep moving forward," pesan Martin Luther King Jr. Intinya, lakukan sebisanya dan pelan-pelan diperbesar. Jangan cuma diam. Jangan cuma menunggu. Harus ada proses dan kemajuan.
TK dan SD Khalifah, itulah salah satu kesibukan saya. Seperti yang teman-teman tahu, selain dunia pendidikan, saya juga aktif di dunia kesehatan, tepatnya pendistribusian produk kesehatan. Mudah-mudahan Allah meridhai. Aamiin.
"Mau jadi dokter."
"Wah hebat. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi dokter atau jadi yang punya rumah sakit?"
"Hm, jadi yang punya."
"Nah, yang punya itu namanya pengusaha."
"Oo..."
"Siapa yang mau jadi pengusaha?
"Saya! Saya!"
"Cita-citanya apa, Dik?"
"Mau jadi pilot."
"Wow keren. Tapi, kira-kira enakan mana, jadi pilot atau jadi yang punya pesawat?"
"Hm, jadi yang punya."
"Nah, yang punya itu namanya pengusaha."
"Oo..."
"Siapa yang mau jadi pengusaha?
"Saya! Saya!"
πππ
Itulah cuplikan dialog saya saat berjumpa anak-anak dan guru-guru di TK Khalifah. Ya, weekend kemarin saya berada di Makassar dan Manado untuk kesekian kalinya. Dan perjalanan kemarin terasa istimewa.
Apa istimewanya? Saya berada di Makassar dalam rangka visit 4 outlet TK Khalifah dan saya berada di Manado dalam rangka peresmian TK Khalifah yang baru beroperasi tahun ini. Alhamdulillah.
Jujur, saya nggak nyangka TK Khalifah bisa hadir di Manado.
Berawal dari satu cabang di Batam pada tahun 2007, sekarang TK Khalifah sudah puluhan cabang di seluruh Indonesia, alhamdulillah. Dari Aceh sampai Papua. Dinamai Khalifah yang artinya pemimpin dan pemakmur, karena saya ingin sekali menyebarkan jiwa entrepreneurship.
Saya bercita-cita, melalui TK dan SD Khalifah, hadir lebih banyak lagi pengusaha (entrepreneur) di Indonesia. Sebab itulah, sejak dulu sampai sekarang, slogan kami tetap tauhid dan entrepreneurship. Bukankah entrepreneur itu pemimpin? Bukankah entrepreneur itu pemakmur?
Sekali lagi, khalifah itu pemimpin, khalifah itu pemakmur.
Saya ingin membangkitkan dunia entrepreneurship di Indonesia. Ya, ingin sekali. Berhubung saya bukan pembuat keputusan di negeri ini dan belum bisa berbuat sesuatu yang besar, ya sudah, saya mulai saja sebisanya. Saya mulai dari sekolah, tepatnya dari TK.
"If you can't fly, then run."
"If you can't run, then walk."
"If you can't walk, then crawl."
"Whatever you do, you have to keep moving forward," pesan Martin Luther King Jr. Intinya, lakukan sebisanya dan pelan-pelan diperbesar. Jangan cuma diam. Jangan cuma menunggu. Harus ada proses dan kemajuan.
TK dan SD Khalifah, itulah salah satu kesibukan saya. Seperti yang teman-teman tahu, selain dunia pendidikan, saya juga aktif di dunia kesehatan, tepatnya pendistribusian produk kesehatan. Mudah-mudahan Allah meridhai. Aamiin.
Karena banyak yang minta, tulisan ini kembali saya hadirkan.
Sejak lama, saya memberikan tips-tips berbisnis buat pemula (beginner). Sebut saja 'Business Tips For Beginner'. Ini biasanya saya sampaikan di training-training.
- No Production. Tidak harus produksi sendiri. Fokus saja pada penjualan. Karena, untuk menjalankan proses produksi yang efisien dan menguntungkan perlu modal dan pengalaman yang lumayan. Kalau pemula? Biasanya belum sanggup.
- No Operational. Jangan sampai waktu kita tersita di operasional. Fokus saja pada penjualan. Ini akan berdampak langsung pada penghasilan. Jangan pula setiap bulan kita harus membayar gaji karyawan, sewa tempat, dan listrik-air. Iya kalau laris. Kalau nggak laris, gimana cara membayar itu semua?
- Unperishable. Pilih produk yang tidak mudah rusak dan tidak mudah basi. Ingat, 80% teman kita di socmed, tempat tinggalnya beda kota dengan kita. Sebab itulah, produk harus bisa dikirim dengan mudah dan cepat, tanpa harus buka cabang.
- Delivery-able. Ringan di ongkir, tidak terkendala di berat dan size. Jangan pula mudah pecah. Sebaiknya pilih produk yang kecil ukurannya tapi nilai jualnya tinggi.
- High Quality. Pastikan kualitasnya nilai 8 atau 9, sehingga manfaat dan khasiatnya berbicara dengan sendiri. Konsumen pun, tanpa diminta, akan memberikan testimoni. Bisa viral dengan sendirinya. Lebih baik lagi kalau international standard.
- High Repetition. Cari produk yang harus dibeli ulang oleh konsumen dalam mingguan atau bulanan. Ini akan membantu kita dalam hal cahsflow. Ingat, mencari konsumen baru mengharuskan cost 6 kali lebih tinggi. Adalah menyenangkan kalau konsumen yang ada repeat order dengan sendirinya, mingguan atau bulanan.
- High Margin. Minimal marginnya 25%. Bukan karena kita serakah. Justru kita ingin bagi-bagi keuntungan kepada reseller, dropship, dsj. Kalau margin hanya 10%, gimana bagi-baginya?
- Sell to Seller. Produk harus bisa dijual pada penjual. Ini untuk mempercepat volume penjualan dan pertumbuhan bisnis. Satu lagi. Dengan cara ini, kita bisa membantu orang lain untuk jadi pengusaha.
Ya, sejak lama, saya memberikan tips-tips ini buat pemula. Silakan tanya alumni-alumni training saya. Nah sekarang, teman-teman, tinggal praktek saja. Siap? Semoga berkah berlimpah. Aamiin.
Sejak lama, saya memberikan tips-tips berbisnis buat pemula (beginner). Sebut saja 'Business Tips For Beginner'. Ini biasanya saya sampaikan di training-training.
- No Production. Tidak harus produksi sendiri. Fokus saja pada penjualan. Karena, untuk menjalankan proses produksi yang efisien dan menguntungkan perlu modal dan pengalaman yang lumayan. Kalau pemula? Biasanya belum sanggup.
- No Operational. Jangan sampai waktu kita tersita di operasional. Fokus saja pada penjualan. Ini akan berdampak langsung pada penghasilan. Jangan pula setiap bulan kita harus membayar gaji karyawan, sewa tempat, dan listrik-air. Iya kalau laris. Kalau nggak laris, gimana cara membayar itu semua?
- Unperishable. Pilih produk yang tidak mudah rusak dan tidak mudah basi. Ingat, 80% teman kita di socmed, tempat tinggalnya beda kota dengan kita. Sebab itulah, produk harus bisa dikirim dengan mudah dan cepat, tanpa harus buka cabang.
- Delivery-able. Ringan di ongkir, tidak terkendala di berat dan size. Jangan pula mudah pecah. Sebaiknya pilih produk yang kecil ukurannya tapi nilai jualnya tinggi.
- High Quality. Pastikan kualitasnya nilai 8 atau 9, sehingga manfaat dan khasiatnya berbicara dengan sendiri. Konsumen pun, tanpa diminta, akan memberikan testimoni. Bisa viral dengan sendirinya. Lebih baik lagi kalau international standard.
- High Repetition. Cari produk yang harus dibeli ulang oleh konsumen dalam mingguan atau bulanan. Ini akan membantu kita dalam hal cahsflow. Ingat, mencari konsumen baru mengharuskan cost 6 kali lebih tinggi. Adalah menyenangkan kalau konsumen yang ada repeat order dengan sendirinya, mingguan atau bulanan.
- High Margin. Minimal marginnya 25%. Bukan karena kita serakah. Justru kita ingin bagi-bagi keuntungan kepada reseller, dropship, dsj. Kalau margin hanya 10%, gimana bagi-baginya?
- Sell to Seller. Produk harus bisa dijual pada penjual. Ini untuk mempercepat volume penjualan dan pertumbuhan bisnis. Satu lagi. Dengan cara ini, kita bisa membantu orang lain untuk jadi pengusaha.
Ya, sejak lama, saya memberikan tips-tips ini buat pemula. Silakan tanya alumni-alumni training saya. Nah sekarang, teman-teman, tinggal praktek saja. Siap? Semoga berkah berlimpah. Aamiin.
Ulama itu pembawa cahaya. Sekiranya kita sungguh-sungguh memuliakan ulama dan berusaha dekat dengan ulama, bukan mustahil kelak salah satu keturunan kita akan jadi ulama. Insya Allah.
Sabtu kemarin, untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan Ustadz Adi Hidayat. Tepatnya, di acara Nussa Rara, ICE-BSD. Banyak selebriti yang hadir di sana dalam rangka menuntut ilmu seperti Nagita Slavina, Chacha Frederica, Ferdy Hasan dll.
Alhamdulillah, Sandiaga Uno turut hadir. Dengan rendah hati, beliau duduk sebagai jamaah, mendengar ceramah Ustadz Adi sampai selesai. Namanya belajar kan harus. Nggak pandang status.
Setelah ceramah, di belakang panggung Ustadz Adi juga mengetes hafalan anak-anak. Menjelang pulang, #UstadzAdiHidayat sempat bertemu Annisa Posan (istri AHY) dan memberinya nasehat.
Tak terasa air mata saya menetes ketika mendengar ceramah dan nasehat beliau.
Orang-orang seperti saya ini, disebut santri aja nggak pantes, apalagi disebut ustadz. Tapi saya berusaha mengenal ustadz-ustadz lebih dekat. Berharap ilmu. Berharap nasehat. Berharap didoakan.
Sampai detik ini saya rutin ikut kajian minimal dua kali seminggu, di berbagai tempat. Sudah sekian tahun. Saran saya, apapun profesi kita dan posisi kita, sempatkan hadir di kajian. Setidaknya sekali seminggu. Insya Allah dampaknya bagus sekali buat kehidupan kita.
Keep on learning. Kata guru saya, "Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir." Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu kedua-duanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Dan lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu. Maka, sudah semestinya kita mengalokasikan waktu dan menjadwalkan diri untuk mengikuti forum-forum ilmu seperti seminar, training, dan kajian.
Saya harap teman-teman setuju dengan saya.
Sabtu kemarin, untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan Ustadz Adi Hidayat. Tepatnya, di acara Nussa Rara, ICE-BSD. Banyak selebriti yang hadir di sana dalam rangka menuntut ilmu seperti Nagita Slavina, Chacha Frederica, Ferdy Hasan dll.
Alhamdulillah, Sandiaga Uno turut hadir. Dengan rendah hati, beliau duduk sebagai jamaah, mendengar ceramah Ustadz Adi sampai selesai. Namanya belajar kan harus. Nggak pandang status.
Setelah ceramah, di belakang panggung Ustadz Adi juga mengetes hafalan anak-anak. Menjelang pulang, #UstadzAdiHidayat sempat bertemu Annisa Posan (istri AHY) dan memberinya nasehat.
Tak terasa air mata saya menetes ketika mendengar ceramah dan nasehat beliau.
Orang-orang seperti saya ini, disebut santri aja nggak pantes, apalagi disebut ustadz. Tapi saya berusaha mengenal ustadz-ustadz lebih dekat. Berharap ilmu. Berharap nasehat. Berharap didoakan.
Sampai detik ini saya rutin ikut kajian minimal dua kali seminggu, di berbagai tempat. Sudah sekian tahun. Saran saya, apapun profesi kita dan posisi kita, sempatkan hadir di kajian. Setidaknya sekali seminggu. Insya Allah dampaknya bagus sekali buat kehidupan kita.
Keep on learning. Kata guru saya, "Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir." Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu kedua-duanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Dan lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu. Maka, sudah semestinya kita mengalokasikan waktu dan menjadwalkan diri untuk mengikuti forum-forum ilmu seperti seminar, training, dan kajian.
Saya harap teman-teman setuju dengan saya.
Silakan punya bisnis. Silakan sibuk dengan bisnisnya. Tapi jangan cuma bisnis yang ada di kepala kita. Simak deh...
https://www.instagram.com/p/BzRnqg5FYmt/?igshid=kdkx0rkwxlom
https://www.instagram.com/p/BzRnqg5FYmt/?igshid=kdkx0rkwxlom
Instagram
IPPHO SANTOSA
Masing-masing kami alhamdulillah punya bisnis. Tapi kalau ketemuan, jarang-jarang kami bahas bisnis. Yang dibahas biasanya soal keluarga, agama, dan kesehatan... Btw, terimakasih Mbak Dewi, sudah menemani ibu saya tadi malam, alhamdulillah... Perjalanan hidupβ¦
Ada orang yang berutang sama Anda?
Betapa sering hati kita sesak hanya karena orang lain menyakiti hati kita atau berutang pada kita. Anda pernah mengalami?
Padahal, kalau hati lapang, rezeki juga turut lapang. Maka, miliki hati yang memaafkan.
Orang yang berutang pada kita, orang yang menahan hak kita, jangan dipikirkan berlarut-larut. Ini hanya membuat hati kita sesak.
Terus, baiknya? Ingatkan dia. Tagih tiga kali. Kalau tidak berhasil juga? Mulailah melupakan dan memaafkan.
"Ah, nggak semudah itu!"
Mungkin itu jawaban Anda. Memang nggak mudah. Siapa bilang mudah? Tapi, percayalah, ini dahsyat dampaknya. Keajaiban demi keajaiban menanti di ujung sana. Coba saja.
Cara pikir saya begini. Kalau memang hak kita, pasti akan kembali ke kita. Gimanapun caranya. Kalau nggak nyampe-nyampe ke kita, mungkin itu memang bukan hak kita. Think!
Memutihkan utang, itu lebih utama daripada bersedekah.
Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah!
Betapa sering hati kita sesak hanya karena orang lain menyakiti hati kita atau berutang pada kita. Anda pernah mengalami?
Padahal, kalau hati lapang, rezeki juga turut lapang. Maka, miliki hati yang memaafkan.
Orang yang berutang pada kita, orang yang menahan hak kita, jangan dipikirkan berlarut-larut. Ini hanya membuat hati kita sesak.
Terus, baiknya? Ingatkan dia. Tagih tiga kali. Kalau tidak berhasil juga? Mulailah melupakan dan memaafkan.
"Ah, nggak semudah itu!"
Mungkin itu jawaban Anda. Memang nggak mudah. Siapa bilang mudah? Tapi, percayalah, ini dahsyat dampaknya. Keajaiban demi keajaiban menanti di ujung sana. Coba saja.
Cara pikir saya begini. Kalau memang hak kita, pasti akan kembali ke kita. Gimanapun caranya. Kalau nggak nyampe-nyampe ke kita, mungkin itu memang bukan hak kita. Think!
Memutihkan utang, itu lebih utama daripada bersedekah.
Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah!
Donasi kami tak seberapa. Tapi kami berusaha berbuat. Ya, berbuat.
London School bersama British Propolis menggelar bakti sosial di Bekasi, alhamdulillah.
https://www.instagram.com/p/BzhmLP8lmKK/?igshid=r8thm5b4kb6j
Mohon doa dari teman-teman semua, semoga kegiatan positif seperti ini semakin membudaya di Indonesia. Dan keikhlasan si pemberi tetap terjaga...
London School bersama British Propolis menggelar bakti sosial di Bekasi, alhamdulillah.
https://www.instagram.com/p/BzhmLP8lmKK/?igshid=r8thm5b4kb6j
Mohon doa dari teman-teman semua, semoga kegiatan positif seperti ini semakin membudaya di Indonesia. Dan keikhlasan si pemberi tetap terjaga...
Instagram
IPPHO SANTOSA
London School bersama British Propolis mengadakan bakti sosial di Bekasi, alhamdulillah... Hidup bukan urusan profit belaka. Tapi ada hal-hal yang lebih berharga daripada itu. Kebermanfaatan, salah satunya... Doakan ya, semoga niat kami tetap terjaga...
Kisah nyata. Very inspiring. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
https://www.instagram.com/p/BzjTi9fF9kj/?igshid=1ile93ogxuyt6
Baca caption sampai selesai ya.
https://www.instagram.com/p/BzjTi9fF9kj/?igshid=1ile93ogxuyt6
Baca caption sampai selesai ya.
Instagram
IPPHO SANTOSA
Suatu hari sekelompok orang miskin mendatangi Nabi dan curhat kepada Nabi, "Orang-orang kaya, dengan harta-benda mereka, mendapatkan kedudukan yang tinggi. Kami shalat, mereka juga shalat. Kami puasa, mereka juga puasa. Namun disebabkan harta mereka, merekaβ¦
Melangkah maju sepertinya mudah. Tapi bagi sebagian orang, tidak mudah juga.
Saat sholat berjamaah, ada beberapa orang yang enggan maju ke shaf di depannya walaupun itu kosong. Padahal pahala di depan lebih besar. Kok enggan? Mungkin karena sudah nyaman dengan sajadahnya, tempatnya, dan apa-apa yang ada di dekatnya.
Diam dan tetap di sana, dipikirnya itu lebih baik.
Dalam sehari-hari, ini juga sering terjadi. Acap kali kita gagal melangkah maju karena merasa terlalu nyaman. Padahal, kalau kita mau melangkah dan mau berpindah, mungkin kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Betul apa betul?
Keberanian memang sulit dipelajari. Lazimnya didapatkan dari pergaulan dan pengalaman. Keberanian, inilah yang membuat orang mau melangkah dan mau berpindah. Termasuk dalam dunia usaha.
Pada akhirnya, sampaikan tulisan ini kepada mereka yang belum berani memulai usaha. Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, mereka berani maju ke depan, satu shaf sama Anda, berjamaah sama Anda. Bermitra, istilahnya.
Semoga berkah berlimpah!
Saat sholat berjamaah, ada beberapa orang yang enggan maju ke shaf di depannya walaupun itu kosong. Padahal pahala di depan lebih besar. Kok enggan? Mungkin karena sudah nyaman dengan sajadahnya, tempatnya, dan apa-apa yang ada di dekatnya.
Diam dan tetap di sana, dipikirnya itu lebih baik.
Dalam sehari-hari, ini juga sering terjadi. Acap kali kita gagal melangkah maju karena merasa terlalu nyaman. Padahal, kalau kita mau melangkah dan mau berpindah, mungkin kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Betul apa betul?
Keberanian memang sulit dipelajari. Lazimnya didapatkan dari pergaulan dan pengalaman. Keberanian, inilah yang membuat orang mau melangkah dan mau berpindah. Termasuk dalam dunia usaha.
Pada akhirnya, sampaikan tulisan ini kepada mereka yang belum berani memulai usaha. Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, mereka berani maju ke depan, satu shaf sama Anda, berjamaah sama Anda. Bermitra, istilahnya.
Semoga berkah berlimpah!
25-27 Juli insya Allah saya (Ippho Santosa) membuka kesempatan bermitra buat teman-teman semua.
Bagi yang berminat, catat tanggalnya ya. Mudah-mudahan jadi wasilah untuk sumber rezeki yang berkah dan berlimpah.
Aamiin.
Bagi yang berminat, catat tanggalnya ya. Mudah-mudahan jadi wasilah untuk sumber rezeki yang berkah dan berlimpah.
Aamiin.
Semalam saya seminar di Cirebon. Sebelumnya di Bandung.
Dengan tema 'Muhammad Sebagai Pedagang' saya dan kawan-kawan menyelenggarakan seminar ini. Non-profit. Non-sponsor. Yah, nggak masalah. Yang penting, pesan-pesan Rasulullah tentang entrepreneurship bisa kami sampaikan ke khalayak.
Dan inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.
Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, ketika muda, Anda punya banyak waktu untuk menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele, padahal nggak.
Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, smartphone adalah aset strategis yang bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS bepergian, TANPA HARUS punya ruko.
Ibu-ibu walaupun dasteran, bapak-bapak walaupun sarungan, bisa menjalankan bisnisnya sendiri. Cukup dari rumah saja. Right? Ini benar-benar kemudahan di Era Digital yang belum pernah kita rasakan belasan tahun yang lalu.
Bagaimana dengan kehadiran mentor yang membimbing kita dalam berbisnis? Ini pun sangat bagus. Setidaknya, ada dua manfaat. Pertama, mengurangi risiko kegagalan. Kedua, mempercepat pertumbuhan bisnis.
Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Semoga hidup Anda semakin berkah dan semakin berlimpah dengan menjadi entrepreneur, dengan memanfaatkan masa muda, dengan memanfaatkan teknologi. Aamiin.
Dengan tema 'Muhammad Sebagai Pedagang' saya dan kawan-kawan menyelenggarakan seminar ini. Non-profit. Non-sponsor. Yah, nggak masalah. Yang penting, pesan-pesan Rasulullah tentang entrepreneurship bisa kami sampaikan ke khalayak.
Dan inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.
Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, ketika muda, Anda punya banyak waktu untuk menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele, padahal nggak.
Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, smartphone adalah aset strategis yang bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS bepergian, TANPA HARUS punya ruko.
Ibu-ibu walaupun dasteran, bapak-bapak walaupun sarungan, bisa menjalankan bisnisnya sendiri. Cukup dari rumah saja. Right? Ini benar-benar kemudahan di Era Digital yang belum pernah kita rasakan belasan tahun yang lalu.
Bagaimana dengan kehadiran mentor yang membimbing kita dalam berbisnis? Ini pun sangat bagus. Setidaknya, ada dua manfaat. Pertama, mengurangi risiko kegagalan. Kedua, mempercepat pertumbuhan bisnis.
Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Semoga hidup Anda semakin berkah dan semakin berlimpah dengan menjadi entrepreneur, dengan memanfaatkan masa muda, dengan memanfaatkan teknologi. Aamiin.
Profesi reseller kadang dianggap rendah. Nggak keren, nggak prestise. Itu menurut sebagian orang. Kenapa? Karena reseller tidak memproduksi sesuatu. Cuma menjual doang.
Lantas, apa pendapat saya? Begini. Coba Anda perhatikan showroom mobil atau dealer motor. Mereka juga tidak memproduksi sesuatu. Tetap keren kok.
Terus, coba Anda ke konter resmi yang menjual laptop Mac dan ponsel Apple. Tertulis di depannya 'Authorized Reseller' atau 'Premium Reseller'. Kurang keren apanya? Kurang prestise apanya?
Namanya bisnis, tidak harus produksi sendiri.
Tidak harus punya karyawan.
Tidak harus punya toko.
Bukannya dilarang. Boleh-boleh saja. Tapi ini rada memberatkan bagi seorang pemula (beginner) yang jelas-jelas modalnya dan ilmunya sangat terbatas.
Karena itulah, buat pemula saya anjurkan:
- jangan buru-buru rekrut karyawan
- jangan dulu garap produksi
- jangan dulu sewa toko
Terus, baiknya?
- cari vendor dan produk yang bagus
- Anda jualkan, Anda distribusikan
Dengan cara ini, Anda bisa menghemat Rp5juta sampai Rp10juta sebulan. Soalnya Anda tidak perlu membayar gaji karyawan, sewa toko, listrik-air, dan proses produksi.
Seiring usaha semakin berkembang dan Anda semakin sibuk, barulah pelan-pelan Anda merekrut karyawan dan menyewa toko. Anda pun tidak keberatan melakukan ini karena sudah punya uangnya dan sudah paham ilmunya.
Zaman sekarang, untuk menjadi pengusaha jauh lebih mudah. Socmed bisa menjangkau ke mana-mana. Apalagi kalau ada mentornya. Dengan sedikit keberanian dan sedikit mentoring, Anda atau siapapun bisa jadi pengusaha. Insya Allah.
Siap? βΊ
Lantas, apa pendapat saya? Begini. Coba Anda perhatikan showroom mobil atau dealer motor. Mereka juga tidak memproduksi sesuatu. Tetap keren kok.
Terus, coba Anda ke konter resmi yang menjual laptop Mac dan ponsel Apple. Tertulis di depannya 'Authorized Reseller' atau 'Premium Reseller'. Kurang keren apanya? Kurang prestise apanya?
Namanya bisnis, tidak harus produksi sendiri.
Tidak harus punya karyawan.
Tidak harus punya toko.
Bukannya dilarang. Boleh-boleh saja. Tapi ini rada memberatkan bagi seorang pemula (beginner) yang jelas-jelas modalnya dan ilmunya sangat terbatas.
Karena itulah, buat pemula saya anjurkan:
- jangan buru-buru rekrut karyawan
- jangan dulu garap produksi
- jangan dulu sewa toko
Terus, baiknya?
- cari vendor dan produk yang bagus
- Anda jualkan, Anda distribusikan
Dengan cara ini, Anda bisa menghemat Rp5juta sampai Rp10juta sebulan. Soalnya Anda tidak perlu membayar gaji karyawan, sewa toko, listrik-air, dan proses produksi.
Seiring usaha semakin berkembang dan Anda semakin sibuk, barulah pelan-pelan Anda merekrut karyawan dan menyewa toko. Anda pun tidak keberatan melakukan ini karena sudah punya uangnya dan sudah paham ilmunya.
Zaman sekarang, untuk menjadi pengusaha jauh lebih mudah. Socmed bisa menjangkau ke mana-mana. Apalagi kalau ada mentornya. Dengan sedikit keberanian dan sedikit mentoring, Anda atau siapapun bisa jadi pengusaha. Insya Allah.
Siap? βΊ
Mereka membatik sambil shalawatan. Sebelumnya, mereka dhuha dulu. Masya Allah. Simak deh...
https://www.instagram.com/p/BzxEcVAFUpX/?igshid=1613ak4p6a8wi
Pendirinya termasuk orang yang gigih melawan Belanda. Sampai-sampai ia dibuang oleh penjajah ke Sulawesi...
https://www.instagram.com/p/BzxEcVAFUpX/?igshid=1613ak4p6a8wi
Pendirinya termasuk orang yang gigih melawan Belanda. Sampai-sampai ia dibuang oleh penjajah ke Sulawesi...
Instagram
IPPHO SANTOSA
Senang sekali bisa singgah di sini. Namanya #BatikRifaiyah, Batang, Jawa Tengah. Mereka membatik sambil shalawatan. Sebelumnya, mereka dhuha dulu. Masya Allah. Motifnya tiga negeri dan tidak ada gambar hewan. Batik Rifaiyah disebut-sebut salah satu batikβ¦
Benarkah hidup itu rumit?
Sebenarnya hidup ini simple. Dari dulu yah gitu-gitu aja. Betul apa betul? Seringkali kita membuatnya rumit karena banyak keinginan, banyak ulah, dan banyak tingkah...
Alhamdulillah saya memboyong partner-partners saya, dari Sukabumi, Bandung, Cirebon, Pekalongan, Semarang, sampai Solo. Mereka nempel terus dan belajar terus sama saya. Jujur, saya bangga sekali sama mereka.
Kenapa? Karena mereka memilih untuk tetap sederhana dan nggak neko-neko, walaupun mereka dititipi rezeki yang lapang dan lumayan. Mereka nggak kepikir sama sekali untuk beli barang-barang branded.
Itulah yang tepat. Kalaupun kita dititipi kelapangan rezeki, jangan sampai itu dialokasinya untuk memuaskan keinginan pribadi. Hendaknya untuk meringankan beban sesama.
Yang seru, partner-partners saya memilih untuk membeli apa-apa serba cash. Dari HP sampai rumah dan mobil. Alhamdulillah mereka mampu untuk itu. Gimana saya nggak bangga?
https://www.instagram.com/p/Bz4H7LJFnI0/?igshid=11bowv6ask23p
Simak deh...
Sebenarnya hidup ini simple. Dari dulu yah gitu-gitu aja. Betul apa betul? Seringkali kita membuatnya rumit karena banyak keinginan, banyak ulah, dan banyak tingkah...
Alhamdulillah saya memboyong partner-partners saya, dari Sukabumi, Bandung, Cirebon, Pekalongan, Semarang, sampai Solo. Mereka nempel terus dan belajar terus sama saya. Jujur, saya bangga sekali sama mereka.
Kenapa? Karena mereka memilih untuk tetap sederhana dan nggak neko-neko, walaupun mereka dititipi rezeki yang lapang dan lumayan. Mereka nggak kepikir sama sekali untuk beli barang-barang branded.
Itulah yang tepat. Kalaupun kita dititipi kelapangan rezeki, jangan sampai itu dialokasinya untuk memuaskan keinginan pribadi. Hendaknya untuk meringankan beban sesama.
Yang seru, partner-partners saya memilih untuk membeli apa-apa serba cash. Dari HP sampai rumah dan mobil. Alhamdulillah mereka mampu untuk itu. Gimana saya nggak bangga?
https://www.instagram.com/p/Bz4H7LJFnI0/?igshid=11bowv6ask23p
Simak deh...
Instagram
IPPHO SANTOSA
Beli mobil CASH. Beli rumah CASH. Apa mungkin? Mungkin aja... Mereka ini mengaku belajar sama saya. Mengaku jadi muridnya saya. Sekitar 2 tahun ber-partner sama saya. Alhamdulillah... Menariknya, mereka menerapkan ilmu-ilmu bisnis lebih baik daripada saya.β¦
Pernah diusilin? Sama, saya juga pernah, hehehe. Kadang-kadang muncul orang usil yang meledek kita dan kita harus cerdas menanggapinya. Tanpa baper, tentunya.
Pas kita membeli hape baru dan mahal, dia menuduh kita OKB alias Orang Kaya Baru. Yah sebenarnya nggak apa-apa disebut orang kaya baru. Daripada dia, nggak kaya-kaya. Hahaha!
πππ
Mitra-mitra tertentu, sering saya 'paksa' beli hape yang bagus. Bukan apa-apa. Tujuannya untuk jualan, untuk bisnis. Saat ini, setiap postingan sama fungsinya seperti brosur dan flyer. Harus bagus. Betul apa betul?
Serunya lagi, tidak jarang hape mitra-mitra saya lebih bagus daripada hape saya. Di antara mereka ada yang pakai S10 Plus bahkan S10 Plus 1 Tera. Apa nggak boros? Nggak juga. Karena hasil fotonya juga lebih bagus. Ini akan jadi brosur digital. Tersebar di socmed.
Di sini, hape berfungsi sebagai barang produktif. Nggak konsumtif.
Apakah ini soal hape saja? Nggak juga. Alhamdulillah bukan sekali dua kali mitra-mitra saya berhasil membeli rumah dan mobil, dengan cash keras. Paling banter cash bertahap. Padahal mereka baru 2 tahun bermitra dengan saya.
Ini menyenangkan sekali. Karena itulah, 25-27 Juli saya kembali membuka kesempatan bermitra. Bagi teman-teman yang sudah punya bisnis dan sudah punya mentor, abaikan saja peluang ini. Tapi, sekiranya belum, mungkin ini bisa jadi solusi.
Yang saya mau, teman-teman punya usaha dan punya mentor. Boleh dengan saya. Boleh tanpa saya. Yang penting punya. Cuma itu. Sip ya? Semoga usaha kita semakin berkembang. Berkah berlimpah. Aamiin.
Pas kita membeli hape baru dan mahal, dia menuduh kita OKB alias Orang Kaya Baru. Yah sebenarnya nggak apa-apa disebut orang kaya baru. Daripada dia, nggak kaya-kaya. Hahaha!
πππ
Mitra-mitra tertentu, sering saya 'paksa' beli hape yang bagus. Bukan apa-apa. Tujuannya untuk jualan, untuk bisnis. Saat ini, setiap postingan sama fungsinya seperti brosur dan flyer. Harus bagus. Betul apa betul?
Serunya lagi, tidak jarang hape mitra-mitra saya lebih bagus daripada hape saya. Di antara mereka ada yang pakai S10 Plus bahkan S10 Plus 1 Tera. Apa nggak boros? Nggak juga. Karena hasil fotonya juga lebih bagus. Ini akan jadi brosur digital. Tersebar di socmed.
Di sini, hape berfungsi sebagai barang produktif. Nggak konsumtif.
Apakah ini soal hape saja? Nggak juga. Alhamdulillah bukan sekali dua kali mitra-mitra saya berhasil membeli rumah dan mobil, dengan cash keras. Paling banter cash bertahap. Padahal mereka baru 2 tahun bermitra dengan saya.
Ini menyenangkan sekali. Karena itulah, 25-27 Juli saya kembali membuka kesempatan bermitra. Bagi teman-teman yang sudah punya bisnis dan sudah punya mentor, abaikan saja peluang ini. Tapi, sekiranya belum, mungkin ini bisa jadi solusi.
Yang saya mau, teman-teman punya usaha dan punya mentor. Boleh dengan saya. Boleh tanpa saya. Yang penting punya. Cuma itu. Sip ya? Semoga usaha kita semakin berkembang. Berkah berlimpah. Aamiin.
Tadi malam saya hadir di rumah Pak Din. Ada kajian bersama Ustadz Adi Hidayat (UAH).
Salah satu pesan UAH tadi malam, "Kalau ada masalah, iringi segera dengan amal soleh. Tidak ada masalah saja, kita beramal. Apalagi kalau ada masalah."
Saat kita beramal, mungkin solusi belum hadir seketika. Tapi, ketenangan pasti hadir, insya Allah. Dan jangan salah, ketenangan itu dekat dengan solusi.
Dalam bisnis, kita perlu ketenangan terutama dalam mengambil keputusan-keputusan yang besar di tengah masalah-masalah yang berat. Betul apa betul?
Biasanya kalau ada masalah-masalah yang berat, pikiran kita mudah panik. Saya yakin Anda pernah mengalami. Padahal kalau panik, kita semakin jauh dari solusi yang tepat.
Karena itulah, tenang dan tetap tenang adalah salah satu langkah untuk menghadapi masalah dan mengundang solusi. Saya harap Anda setuju dengan tulisan ini.
Salah satu pesan UAH tadi malam, "Kalau ada masalah, iringi segera dengan amal soleh. Tidak ada masalah saja, kita beramal. Apalagi kalau ada masalah."
Saat kita beramal, mungkin solusi belum hadir seketika. Tapi, ketenangan pasti hadir, insya Allah. Dan jangan salah, ketenangan itu dekat dengan solusi.
Dalam bisnis, kita perlu ketenangan terutama dalam mengambil keputusan-keputusan yang besar di tengah masalah-masalah yang berat. Betul apa betul?
Biasanya kalau ada masalah-masalah yang berat, pikiran kita mudah panik. Saya yakin Anda pernah mengalami. Padahal kalau panik, kita semakin jauh dari solusi yang tepat.
Karena itulah, tenang dan tetap tenang adalah salah satu langkah untuk menghadapi masalah dan mengundang solusi. Saya harap Anda setuju dengan tulisan ini.
Insya Allah 25 Juli nanti saya membuka kesempatan untuk bermitra. Dan ini merupakan jawaban saya untuk WA masuk selama 2 hari terakhir.
Jujur saja, peluang usaha ini TIDAK dianjurkan buat semua orang. Yang sudah punya bisnis dan sudah punya mentor, abaikan saja peluang usaha ini.
Tapi, sekiranya belum, mungkin penawaran ini bisa jadi solusi.
Yang saya mau, Anda punya bisnis dan punya mentor. Dengan saya, boleh. Tanpa saya, juga boleh. With me or without me, you should have a great business.
Yang penting, apapun bisnisnya, kita saling mendoakan agar tumbuh sama-sama, besar sama-sama. Sip?
Jujur saja, peluang usaha ini TIDAK dianjurkan buat semua orang. Yang sudah punya bisnis dan sudah punya mentor, abaikan saja peluang usaha ini.
Tapi, sekiranya belum, mungkin penawaran ini bisa jadi solusi.
Yang saya mau, Anda punya bisnis dan punya mentor. Dengan saya, boleh. Tanpa saya, juga boleh. With me or without me, you should have a great business.
Yang penting, apapun bisnisnya, kita saling mendoakan agar tumbuh sama-sama, besar sama-sama. Sip?