Ayah, sesibuk apapun, harus menyempatkan diri bercengkrama dengan keluarga. Silakan bekerja. Silakan berjuang. Silakan sibuk. Tapi ingat, anak dan keluarga memiliki hak atas diri kita.
Penelitian University of Guelph, Kanada, pada tahun 2007 yang bertajuk The Effects of Father Involvement, menunjukkan bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini, mempunyai kemampuan kognitif lebih prima saat memasuki usia 6 bulan hingga 12 bulan.
Selain itu, mereka juga memiliki IQ yang lebih cemerlang saat menginjak usia 3 tahun dan berkembang menjadi sosok yang mampu memecahkan persoalan dengan lebih bijak. Jelas, ini bukan perkara sepele.
Sentuhan fisik seperti pijat, pelukan, dan berpegangan tangan dapat mengurangi stress dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini menurut HealthCom. Bukan saja kepada pasangan, ini juga bisa dilakukan kepada anak.
Guru saya #UstadzAdiHidayat giat mengajar, giat pula belajar. Tapi masya Allah, beliau masih sempat juga berolahraga dan bercengkrama dengan keluarga. Ini pelajaran buat kita semua... Foto berikut ini di Dago Dream Park...
https://www.instagram.com/p/BqlHTyDFwT_/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=qc3t2grq0kgi
Sesibuk apapun, keluarga memiliki hak atas diri kita. Sempatkan, prioritaskan.
Penelitian University of Guelph, Kanada, pada tahun 2007 yang bertajuk The Effects of Father Involvement, menunjukkan bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini, mempunyai kemampuan kognitif lebih prima saat memasuki usia 6 bulan hingga 12 bulan.
Selain itu, mereka juga memiliki IQ yang lebih cemerlang saat menginjak usia 3 tahun dan berkembang menjadi sosok yang mampu memecahkan persoalan dengan lebih bijak. Jelas, ini bukan perkara sepele.
Sentuhan fisik seperti pijat, pelukan, dan berpegangan tangan dapat mengurangi stress dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini menurut HealthCom. Bukan saja kepada pasangan, ini juga bisa dilakukan kepada anak.
Guru saya #UstadzAdiHidayat giat mengajar, giat pula belajar. Tapi masya Allah, beliau masih sempat juga berolahraga dan bercengkrama dengan keluarga. Ini pelajaran buat kita semua... Foto berikut ini di Dago Dream Park...
https://www.instagram.com/p/BqlHTyDFwT_/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=qc3t2grq0kgi
Sesibuk apapun, keluarga memiliki hak atas diri kita. Sempatkan, prioritaskan.
Instagram
IPPHO SANTOSA - Motivator
Guru saya @UstadzAdiHidayat giat mengajar, giat pula belajar. Tapi masya Allah, beliau masih sempat juga berolahraga dan bercengkrama dengan keluarga. Ini pelajaran buat kita semua... Foto ini di Dago Dream Park... Sesibuk apapun, keluarga memiliki hak atas…
Ulama itu pembawa cahaya. Sekiranya kita sungguh-sungguh memuliakan ulama dan berusaha dekat dengan ulama, bukan mustahil kelak salah satu keturunan kita akan jadi ulama. Insya Allah.
Sabtu kemarin, untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan Ustadz Adi Hidayat. Tepatnya, di acara Nussa Rara, ICE-BSD. Banyak selebriti yang hadir di sana dalam rangka menuntut ilmu seperti Nagita Slavina, Chacha Frederica, Ferdy Hasan dll.
Alhamdulillah, Sandiaga Uno turut hadir. Dengan rendah hati, beliau duduk sebagai jamaah, mendengar ceramah Ustadz Adi sampai selesai. Namanya belajar kan harus. Nggak pandang status.
Setelah ceramah, di belakang panggung Ustadz Adi juga mengetes hafalan anak-anak. Menjelang pulang, #UstadzAdiHidayat sempat bertemu Annisa Posan (istri AHY) dan memberinya nasehat.
Tak terasa air mata saya menetes ketika mendengar ceramah dan nasehat beliau.
Orang-orang seperti saya ini, disebut santri aja nggak pantes, apalagi disebut ustadz. Tapi saya berusaha mengenal ustadz-ustadz lebih dekat. Berharap ilmu. Berharap nasehat. Berharap didoakan.
Sampai detik ini saya rutin ikut kajian minimal dua kali seminggu, di berbagai tempat. Sudah sekian tahun. Saran saya, apapun profesi kita dan posisi kita, sempatkan hadir di kajian. Setidaknya sekali seminggu. Insya Allah dampaknya bagus sekali buat kehidupan kita.
Keep on learning. Kata guru saya, "Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir." Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu kedua-duanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Dan lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu. Maka, sudah semestinya kita mengalokasikan waktu dan menjadwalkan diri untuk mengikuti forum-forum ilmu seperti seminar, training, dan kajian.
Saya harap teman-teman setuju dengan saya.
Sabtu kemarin, untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan Ustadz Adi Hidayat. Tepatnya, di acara Nussa Rara, ICE-BSD. Banyak selebriti yang hadir di sana dalam rangka menuntut ilmu seperti Nagita Slavina, Chacha Frederica, Ferdy Hasan dll.
Alhamdulillah, Sandiaga Uno turut hadir. Dengan rendah hati, beliau duduk sebagai jamaah, mendengar ceramah Ustadz Adi sampai selesai. Namanya belajar kan harus. Nggak pandang status.
Setelah ceramah, di belakang panggung Ustadz Adi juga mengetes hafalan anak-anak. Menjelang pulang, #UstadzAdiHidayat sempat bertemu Annisa Posan (istri AHY) dan memberinya nasehat.
Tak terasa air mata saya menetes ketika mendengar ceramah dan nasehat beliau.
Orang-orang seperti saya ini, disebut santri aja nggak pantes, apalagi disebut ustadz. Tapi saya berusaha mengenal ustadz-ustadz lebih dekat. Berharap ilmu. Berharap nasehat. Berharap didoakan.
Sampai detik ini saya rutin ikut kajian minimal dua kali seminggu, di berbagai tempat. Sudah sekian tahun. Saran saya, apapun profesi kita dan posisi kita, sempatkan hadir di kajian. Setidaknya sekali seminggu. Insya Allah dampaknya bagus sekali buat kehidupan kita.
Keep on learning. Kata guru saya, "Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir." Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu kedua-duanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Dan lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu. Maka, sudah semestinya kita mengalokasikan waktu dan menjadwalkan diri untuk mengikuti forum-forum ilmu seperti seminar, training, dan kajian.
Saya harap teman-teman setuju dengan saya.