Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Sedekah kok bisa menola bala? Yah, bisa. Karena dari satu kebaikan terus tumbuh hingga 700 kebaikan. Nah, 700 kebaikan inilah yang kemudian ‘menahan’ bala, sehingga tidak jadi menimpa kita.

Sedekah juga bermakna tumbuh bersama. Pesan saya kepada karyawan-karyawan saya, "Perusahaan hanya bisa maju jika seluruh karyawan mau tumbuh bersama. Bukan jalan sendiri-sendiri."

Bicara soal tumbuh bersama, maka ingatlah:
- Ingin maju? Majukan orang lain.
- Ingin kaya? Kayakan orang lain.
- Ingin cerdas? Cerdaskan orang lain.
- Ingin mulia? Muliakan orang lain.
- Ingin doa dikabulkan oleh-Nya? Doakan orang lain.
- Ingin diberi uang oleh-Nya? Berikan uang kepada orang lain.

Melalui berbagai dalil, hati kita berkali-kali digedor dan diingatkan bahwa:
- Sebenarnya, seluruh manusia adalah satu umat.
- Membunuh satu manusia berarti membunuh seluruh manusia.
- Menyelamatkan satu manusia berarti menyelamatkan seluruh manusia.
- Menghina ayah orang lain, berarti menghina ayah kita sendiri.
- Menyantuni ibu orang lain, maka fadilahnya akan sampai kepada ibu kita.
- Mendoakan seseorang, berarti mendoakan diri kita sendiri.

Kadang, kita suka bicara yang muluk-muluk. Sebut saja, ingin memakmurkan Indonesia atau ingin memajukan umat. Yah, boleh-boleh saja. Namun hendaknya kita mulai dari yang terkeciiiiil. Dari mana? Dari rumah kita, dari kantor kita. Maksudnya, dari orang-orang bekerja dengan kita. Misal, asisten rumah (PRT), babysitter, office boy, dan supir. Dream boleh besar. Action mulai dari yang terkecil. Dan dari situlah kasih-sayang hendaknya diulurkan. Right?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Benarkah orang kaya itu identik dengan masalah, seperti pemberitaan selama ini? Simak » http://bit.ly/2aK5R6I
Hanya sedikit orang yang menyukai hari Senin.
Terutama karyawan. Hehehe.

Maka, inilah seruan saya pagi ini:
“Ayo kerja! Jangan manja!”
“Ayo kerja keras! Jangan malas!”

Ular dan burung saja dijamin rezekinya, apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras.

Kemarin di seminar ‘Rezeki Tak Disangka-Sangka’ saya bersama Nasrullah (pelopor property syariah), Shamsi Ali (imam dari New York), dan Peggy Melati (inspirator hijrah) berbagi ilmu serta pengalaman. Sayang sekali mereka yang tidak ikutan seminar ini. Di tengah acara, hadir juga Sandiaga Uno (orang terkaya urutan ke-47) dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar).

Kami bicara soal banyak hal, mulai dari positive energy, attitude ketika dipecat, attitude ketika krisis, merintis bisnis, sampai dakwah di 20-an negara. Satu poin yang kami sadari bersama, tak mudah mengelola bisnis dan mengelola orang. Sandiaga Uno kemudian berkisah tentang pengalamannya mengelola 50.000 karyawan di bisnisnya sendiri.

Saat pemerintah menyerukan, “Kerja, kerja, kerja,” saya tambahkan dengan seruan, “Positif, positif, positif.” Kenapa? Begini. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?

Dan masih banyak lagi tips-tips lain terkait rezeki yang tidak disangka-sangka. Kapan-kapan kita bahas. Shamsi Ali juga berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibukota dunia’ yakni New York. Itu juga rezeki yang tidak disangka-sangka.

Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.

Yakinlah, rezeki tak pernah bergerak linier alias lurus-lurus saja. Akan selalu ada pertolongan dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Bagi siapa? Bagi mereka yang sudah pantas dan selalu memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mau berumrah?
Mau mengumrahkan?

Kalau Anda mau berumrah atau mengumrahkan, berarti tulisan ini untuk Anda. Ya, untuk Anda. Sempatkan membaca...

Ditanya, mau umrah nggak? Jawabnya, "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo kita masing-masing, saya harap kita semua setuju.

Seorang muslim, kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja, "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya makin susah dan umrahnya makin payah! Bertambah-tambah! Kata-kata itu kan doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.

Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.

Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya! Sekali lagi, omong kosong!

Jadi, baiknya? Pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah. Anda yakin? Seberapa yakin?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda karyawan?
Atau punya karyawan?
Coba baca ini…

Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
- Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
- Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya.
- Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
- Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

Ya, kerja itu ibadah. Demikian pula bisnis dan kuliah, itu semua ibadah. Asalkan niatnya dan caranya benar. Lantas, bagaimana dengan falsafah ‘kerja kerja kerja’? Simak kelanjutannya » bit.ly/2aQgt6V
Dr Syafii Antonio adalah salah satu guru saya (Ippho Santosa). Silakan ikut kajiannya. Gratis
Kelebihan kita...
Kekurangan kita...
Siapa yang dapat melihatnya?

Tidak lain, orang itu adalah pasangan kita. Tentunya, pasangan sah. Apa bedanya dengan orang lain? Tentu saja beda. Pertama, dia orang yang paling dekat dan paling memahami Anda. Kedua, telah terbukti, dia mendukung Anda dengan tulus dan telaten. Itu yang mahal. Pasangan yang setia, ketika Anda gagal saja, ia tetap berdiri di samping Anda, apalagi ketika Anda berhasil.

By the way, dianugerahi pasangan yang setia itu menyehatkan dan memberdayakan:
- Menurut penelitian Penn State College of Medicine dan Brigham Young University, orang yang menikah berkurang 14% risiko kematiannya karena kanker.
- Menurut HappyWorker.com, pria yang setiap pagi mencium istrinya, memiliki harapan hidup lima tahun lebih lama ketimbang yang tidak melakukan.
- Menurut Boldsky, ciuman dapat mengurangi migrain serta membuat awet.

Pantaslah orang yang belum menikah, ada semacam tabir yang membatasi kesuksesan dan rezekinya. Ya, membatasi. Yang belum menikah, semoga disegerakan ya. Aamiin.
Tulisan bagus buat teman-teman yang mengejar target. Tak sampai 1 menit, baca deh » http://bit.ly/2aDQS2f
Jodoh itu nasib atau takdir? Bisakah diupayakan? Gimana caranya? Simak deh » http://bit.ly/istrimu
Istri suka shopping? Gimana menyikapinya? Seru nih, simak » http://bit.ly/istribelanja
Saya nggak tahu kenapa banyak orang yang menangis setelah nonton video ini. Sudah disimak 8.900 kali. Tak sampai 10 menit, ikuti sampai selesai ya » https://www.youtube.com/watch?v=sRO3TRZvmpE
Lahirnya atau meninggalnya seseorang, semua sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa. Tak dapat dimajukan, tak dapat dimundurkan, walau hanya sehari.

Mohon doa ya, telah wafat kemarin ayah dari Mas Opick. Tepatnya, Jumat Ashar. Nama beliau Abdul Ghofur. Semoga diampuni dosa-dosa beliau, diterima amal-amal beliau. Aamiin.

Hari ini juga milad pertama anak ke-5 dari Mas Opick dan Mbak Dian, bertepatan dengan milad ke-6 anak pertama saya. Sama-sama lahir 13 Agustus. Sama-sama bernama Khadija.

Semoga anak-anak kita bertambah soleh, bertambah sehat, selamat dunia-akhirat. Aamiin. Saling mendoakan ya. Apalagi kita tahu, mendoakan orang lain akan memudahkan doa-doa dan impian kita.



Berikut saya sertakan puisi tentang ayah dari Mas Opick yang ia WA kemarin ke saya.

Tak pernah lelah engkau ayah
Menjadi pelindung anak-anakmu
Ada jutaan cium kasih sayang
Yang kau beri dalam hari-hariku
Peluk dan kehangatan
Dari lubuk hati yang terdalam

Tak pernah lelah engkau ayah
Membimbingku dalam berjuta harapan
Indah yang baru terasa ketika kau pergi
Ketika kau menghilang dariku ini

Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan aku tak banyak bisa
membalas semua indahmu
Senyum terakhir yang kau beri
ajarkan aku tentang hidup

Selamat jalan ayah tersayang
Maafkan anakmu yang tak bisa
menyayangimu sebesar cintamu
Senyum terakhirmu ajarkan aku
tentang surga, negeri asalmu

Luka kaubawa sembunyi
Kasih kau tabur pada kami
Segala duka kau telan sendiri
Gagah dirimu di mata kami

Selamat jalan ayah tersayang
Doa ku panjatkan untukmu
Segala lelah mu ajarkan kami
Tentang hidup harus berarti
Untuk keluarga yang dicintai

Selamat jalan ayah tercinta
Di nafasmu ada cerita
Tentang hari-hari penuh doa
Tentang hidup yang gagah
Hanya bergantung pada Sang Maha Kaya



Jika kau masih memiliki ayah, muliakan dia. Hormati dia. Sayangi dia. Bila sudah tiada, betapa terasa kehilangannya.
Penafkahan, tanggung-jawab siapa? Laki-laki apa perempuan? Bolehkah perempuan mencari nafkah? Benarkah susu formula itu baik? Mohon jangan tersinggung, simak baik-baik » http://bit.ly/LakiLaki
Ada channel bagus, namanya: rahasiamagnetrezki. Baiknya teman-teman ikut. Diasuh oleh Nasrullah, seorang developer yang berkali-kali mengantarkan member-member-nya menjadi magnet rezeki. Buktikan saja.
Kita sama-sama tahu bahwa berbakti itu mengundang rezeki. Kita pun sama-sama tahu bahwa berbakti itu menuai keberkahan. Namun, cukupkah bakti kita selama ini? Lantas, gimana baiknya? Simak deh » http://bit.ly/Berbakti
Karyawan Juga Bisa Kaya! Coming Soon!
Kerja dan keluarga seolah-olah dua hal yang terpisah. Benarkah demikian? Lantas, gimana solusinya? Tetap bersemangat dalam kerja, bagaimana caranya? Simak » http://bit.ly/KeluargaKerja