Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Banyak orang salah paham soal konsep sederhana.

Bagi saya, "Hidup nggak boleh sederhana."

Hidup mesti hebat, dahsyat, dan luar biasa!

Prestasi, banyak. Bisnis, banyak. Harta, banyak. Manfaat, banyak. Amal, banyak. Yang sederhana itu sikapnya. Sekali lagi, sikapnya. Right?

Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.

"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.

Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya perlu #harta. Betul apa betul?

Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Aamiin.

Niatkan, ikhtiarkan. Siap? Pesan Nabi, "Sebaik-baiknya harta berada di tangan orang beriman." Menurut Nabi, orang beriman dianjurkan untuk memiliki harta. Agar bisa mengendalikan kebaikan dan peradaban. Jika tidak? Akan dikendalikan!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Orang beriman yang kuat lebih disukai Allah. Ini pesan Nabi.

Kuat apanya? Semuanya. Fisik, finansial, iman, ilmu, amal dll.

Kalau lemah? Maaf, akan dikendalikan oleh yang lain.
Gigihlah, jangan malas.
Inilah dua sikap ideal suami terhadap istri:
- Kasih sayang
- Kasih uang

Hehehe.

Kalau kasih bunga, kasih coklat, boleh nggak? Silakan. Boleh-boleh saja.

Tapi, akan jauh lebih baik kalau kasih bunga, sekalian dengan taman dan rumahnya. Kasih coklat, sekalian dengan pabrik dan tokonya. Hehehe, nggak usah tersinggung. Bilang 'amin' aja.

Begini. Menjadikan harta sebagai komponen utama dalam memanjakan keluarga, jelas itu pilihan dan keputusan yang keliru. Ya, ke-li-ru. Tapi kita mesti paham, kadang harta memang dilibatkan. Sebagai pendukung.

Kalau kita belajar ilmu penafkahan (di mana ini sepenuhnya tanggung-jawab suami), maka kita akan dipahamkan bahwa memang ada komponen harta di sana. Nggak bisa nggak. Jadi, jangan risih kalau bicara soal harta.

Sudah sepantasnya para pria (para suami) itu bekerja keras dalam mencari nafkah. Pertama, itu memang tanggung-jawabnya. Kedua, ini bagian dari ibadah. Ketiga, niatkan untuk membahagiakan keluarga.

Yang kerja, serius kerjanya.
Yang bisnis, serius bisnisnya.

Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Semoga berkah berlimpah!
27 Januari (setelah maghrib), saya ada acara di Jakarta bareng Ust Shamsi, Dude Harlino, Opick dll...

Teman-teman pengen ikutan? Ntar dikabari lagi ya...
Jatuh cinta, berjuta rasanya.

Jatuh cinta, berjuta rupiahnya.

Hehehe.

Pria dilarang jatuh cinta kalau nggak punya rupiah. Apa iya? Iya, kurang-lebih begitu. Bukankah mahar dan walimah memang tanggung-jawab pria?

🤣🤣🤣
Apa aktivitas teman-teman hari ini?
Saya senang sekali pagi ini. Kenapa? Bertemu dengan peserta training 'Internet Marketing'. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Wajah mereka antusias-antusias.

Di sana saya beserta tim berusaha mengajarkan ilmu #InternetMarketing atau #DigitalMarketing. Ini benar-benar solusi, menurut saya.

Kita tidak harus punya ruko. Kita tidak harus paham produksi. Bisa dari rumah. Bisa terukur hasilnya. Sesuatu yang terukur itu penting. Hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.

Bagi saya, kalaupun seminggu kita capek-capek belajar Internet Marketing, yah nggak masalah. Toh, langsung kelihatan hasilnya. Betul apa betul?

Begini. Soal Internet Marketing, teman-teman boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Yang penting, ilmunya terbukti dan pengajarnya terpercaya.

Sektor industri kecil dan menengah (IKM) harusnya merespons sungguh-sungguh atas jumlah pengguna internet di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 93,4 juta orang. Ya, hampir 100 juta orang. It's a big market.

Istilah saya, internet adalah 'now market' dan 'next market'. Sekarang, besar. Ke depan, lebih besar lagi. Akankah kita diam saja? Maka, berhentilah jadi penonton. Saatnya jadi pemain.

Pada akhirnya, belajarlah ilmu Internet Marketing. Boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Semoga berkah berlimpah.
Photo from Ippho dan Tim
Photo from Ippho dan Tim
Meski uang terbatas, meski waktu terbatas, sempatkan untuk belajar.
Tadi pagi barusan saya posting artikel soal penafkahan di FB. Penting banget.

Saya berharap para pria membacanya, karena itu memang tanggung-jawab pria.

Sayangnya, banyak pria yang belum sadar soal itu dan kita perlu menyadarkan mereka.

Caranya? Simple saja. Silakan share artikel di FB ini seluas-luasnya. Biar mereka baca >> https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1849247005117493&id=144175158958028
Internet dengan segala potensinya tidak bisa dianggap enteng. Setiap harinya bertambah orang-orang yang mencoba bahkan aktif di internet. Mungkin Anda juga melihat fenomena ini terjadi di sekitar Anda.

Maraknya bisnis berbasis internet ini bisa dilihat dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menyebut, sepanjang tahun 2017 terdapat 1.600 perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air.

Data lain yang dirilis StartUpRanking juga menyebut Indonesia berada di urutan ke-4 negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, dan Inggris.    

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santoso Sungkari mengungkapkan, dengan jumlah sebanyak itu, seharusnya keberadaan startup bisa memberikan sumbangan signifikan bagi ekonomi nasional.

Sayangnya, menurut Hari Santoso, dari sekitar 1.600 startup tersebut, hanya beberapa saja yang terlihat eksistensinya, sedangkan sebagian besar masih berskala kecil. Tulisan ini dikutip dari Sindo.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup Indonesia, Jefri R Sirait menambahkan, nilai transaksi di bidang e-commerce pada tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp160 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding 2016 di mana transaksi e-commerce-nya hanya di kisaran Rp70 triliun.

Data-data di atas menunjukkan bahwa kian bertambah orang-orang yang aktif dan bertransaksi di internet. Ini peluang bagi kita semua. Bukan saja bagi market place. Maka, sudah saatnya kita semua jadi pemain, melek internet, bukan sekadar jadi penonton.
Ini Taif. Nabi pernah diusir dan dilempar di sini
Ini Kairo, Mesir. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, kenapa hampir semua nabi pernah tinggal atau singgah di Mesir
Adanya piramid menjadi gambaran dan pelajaran bagi kita. Betapa beratnya perjuangan Nabi Musa dan Nabi Harun menghadapi Firaun
Inilah masjid pertama di Afrika (menurut sejumlah sumber)
Inilah salah satu masjid tertua di Tiongkok