Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Hari yang mengharukan, 30 Desember kemarin
Hampir 800 peserta di Ayana Mid Plaza
Mungkin ini perasaan saya saja. Tapi begitulah adanya, saya senang sekali melihat foto ini
Bersama 3 orang hebat. Teddy Snada, Akhmad Musyaffa, dan David Chalik
Ingat wajah mereka satu per satu. Silakan belajar ilmu bisnis dan penjualan sama mereka. Dahsyat orangnya!
Ada yang nanya, mau umrah nggak? Jawabnya, "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo kita masing-masing, saya harap kita semua setuju.

Seorang muslim, kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja, "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya makin susah dan umrahnya makin susah! Bertambah-tambah! Kata-kata itu kan doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.

Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.

Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya! Sekali lagi, omong kosong! Apa perlu saya ulang untuk ketiga kalinya?

Jadi, baiknya gimana? Lha, masih nanya! Yah pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin?
Pengen umrah? Simak video di atas...
Anda pernah mengalami rasa takut? Tentu saja pernah, terutama untuk mencoba hal-hal baru. Betul apa betul?

Ketika memulai, kadang muncul #RasaTakut. Nyali sampai menciut. Kening sampai berkerut. Tapi, tetaplah melangkah, jangan pernah surut. Selagi legal dan halal, tak perlu takut.

Hei, ingat! Rasa takut harus ditaklukkan dengan sadar dan sengaja. Bukan untuk dimanja-manja. Sering kali apa-apa yang kita takutkan itu tak pernah terjadi. Right?

Dan sebenarnya, keberanian itu menular. Benar-benar menular. Maka, ada baiknya kita bergaul dengan orang-orang yang berani.  Sedikit-banyak kita akan terpengaruh. Hm, apa penjelasannya?

Begini. #Manusia itu semacam transmitter, semacam pemancar. Orang-orang hebat akan memancarkan energi dan gelombang yang hebat. Hendaknya kita bertemu dan belajar sama mereka. Bukan saja karena ilmunya. Tapi juga karena energinya.

Demikian pula kalau kita bertemu dengan orang-orang yang berani. Ya, keberanian itu akan memancar dan menular. Sedikit-banyak kita akan merasakannya dan terpengaruh. Ini logis sekali.

Bagaimana dengan doa? Sama, ini juga energi dan gelombang. Akan memancar. Berdoa, minta doa, dan saling mendoakan, ini adalah kebiasaan yang sangat baik. Masya Allah, akan nikmat dan dahsyat rasanya kalau ini terus-menerus dibiasakan.

Saya pribadi berterima kasih banyak kepada Eyang Habibie (Presiden ke-3), Pak Zul (Ketua MPR), Pak Tung, Ustadz Amir, dan Ustadz Yusuf yang telah mendoakan saya berbagai kebaikan pada milad saya, 30 Desember yang lalu. Doa yang sama untuk beliau-beliau sekeluarga, insya Allah. Semoga Allah ijabah, aamiin.

Sampai di sini, ada dua poin. Apa itu? Pertama, bertemu dengan orang-orang hebat. Kedua, saling mendoakan. Terus, poin yang ketiga? Niat yang lurus. Percayalah, ketiga hal ini akan menjadi 'suatu penguat' dan akan memancar dengan sendirinya.

Kalau kita perhatikan baik-baik, ketiga poin tadi tidaklah sulit. Yang penting, kita mau dan sungguh-sungguh mencobanya. Gimana dengan Anda? Siap mencoba? Saya harap begitu. Pada akhirnya, semoga berkah berlimpah.
Energi itu memancar. Ini logis
Setiap energi menyimpan vibrasi tersendiri
Bergaullah dengan orang-orang hebat. Energi itu memancar
Manusia itu semacam transmitter, semacam pemancar.
Salah satu band yang saya suka dan pernah saya tonton konsernya adalah Weezer. Di lagu 'In The Garage' ada sepenggal lirik menarik yang berbunyi:

In the garage, I feel safe
No one cares about my ways

Garasi itu kecil dan sering diremehkan, namun ternyata dahsyat. Di sinilah berawalnya ide-ide dan inovasi-inovasi. Setidaknya ini terjadi pada sejumlah inovator. Mau contoh?

Larry Page dan Sergey Brin menyewa garasi milik temannya pada September 1998. Di sanalah mereka bekerja siang dan malam untuk mengembangkan Google.

Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne mengembangkan komputer Apple pertama pada 1976 di garasi milik orang tua Steve Jobs.

Siapa sangka, dalam mengembangkan sejumlah software, Bill Gates dan Paul Allen melakukannya di sebuah garasi kecil di daerah Albuquerque.

Jeff Bezos membuat website Amazon dari garasinya di Washington. Menutup tahun 2017, Jeff Bezos berhasil menjadi orang terkaya, melampaui Bill Gates.

Bill Hewlett dan Dave Packard mendirikan Hewlett-Packard alias HP di garasi milik Bill Packard pada 1939 dengan investasi awal hanya USD 538.

Michael Dell memulai bisnisnya dari garasi miliknya. Dia coba membuat PC Dell Computer dan menjualnya pada 1985.

Selain perusahan teknologi, ada juga perusahaan-perusahaan besar yang lahir dari garasi. Salah satunya Walt Disney. Ya, Walt Disney dan Roy Disney membuat film pertamanya dari garasi pamannya pada 1923.

Pada 1901-1903, William Harley dan Arthur Davidson mengembangkan motor pertamanya di garasi yang berlokasi di Milwaukee. Kemudian bisnis mereka terkenal dengan nama Harley-Davidson.

Mattel saat ini menjadi salah satu perusahan mainan anak terbesar. Tapi siapa sangka, perusahan pembuat boneka Barbie ini mulanya hanya di garasi di California.

Garasi, kamar kos, atau kantin kampus, jangan dianggap enteng. Bukan mustahil dari sinilah berawal ide-ide hebat dan inovasi-inovasi dahsyat. Sepakat?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Manusia sering terjatuh karena kerikil-kerikil kecil. Bukan karena batu-batu besar...

Hampir-hampir tidak ada hal yang sepele. Hati-hati...
Ayat-Ayat Cinta 2, teman-teman sudah nonton?

Saya, Mas Mono (Entrepreneur), Reza Syarief (Trainer), dan artis-artis ada jadwal nobar pada 5 Januari di CGV, BTC, Bekasi Timur, jam 13.00-16.00 insya Allah.

Teman-teman ikutan?
Bosan, pernah?

Tentu pernah. Saya pun pernah.

Terus, gimana cara mengatasinya?

Salah satu kuncinya ialah engagement. Kita harus merasa melekat dan terikat pada suatu hal, entah itu hobi, passion, bakat, atau apapun itu, yang bisa menjadi adiktif bagi diri kita.

Sudah sewajarnya manusia memiliki keterikatan pada sesuatu. Dengan kata lain, kita harus menemukan adiksi tertentu. Nah, sayangnya sebagian orang memiliki kecanduan yang kurang baik (seperti merokok dan ngemil berlebihan).

Karena itulah cara yang relevan dan masuk akal untuk melawan rasa bosan, termasuk kecanduan yang kurang baik, adalah dengan menemukan adiksi yang baru yang lebih positif, yang lebih memberdayakan.

Perlu contoh?

Begini. Ngobrol bareng teman-teman yang positif. Fitness atau olahraga. Menggambar atau ngeblog. Mengikuti majelis zikir atau majelis ilmu. Apa sajalah selagi positif.

Serunya lagi kalau kita bisa mengawinkan antara bakat dan kepantasan kita untuk dibayar terkait hal tersebut. Contohnya, kita suka ngeblog terus kita dibayar untuk ngeblog. Ini kan seru.

Silakan praktek. Semoga ngefek. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar saya:

Cirebon, 0816-887-542
Sorong, 0811-486-818
Karawang, 0816-887-542

Silakan SMS panitia setempat untuk detailnya.
Ayat-Ayat Cinta 2, katanya seru. Sudah tembus 2 juta penonton. Teman-teman sudah nonton?

Saya, Mas Mono, Reza Syarief, Valentino Dinsi, Derry Sulaiman, dan artis-artisnya ada jadwal nobar pada 5 Januari di CGV, BTC, Bekasi Timur, jam 13.00-16.00 insya Allah.

Teman-teman yang di Jabodetabek, yuk ikutan!