Banyak orang salah paham soal konsep sederhana.
Bagi saya, "Hidup nggak boleh sederhana."
Hidup mesti hebat, dahsyat, dan luar biasa!
Prestasi, banyak. Bisnis, banyak. Harta, banyak. Manfaat, banyak. Amal, banyak. Yang sederhana itu sikapnya. Sekali lagi, sikapnya. Right?
Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya perlu #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Aamiin.
Niatkan, ikhtiarkan. Siap? Pesan Nabi, "Sebaik-baiknya harta berada di tangan orang beriman." Menurut Nabi, orang beriman dianjurkan untuk memiliki harta. Agar bisa mengendalikan kebaikan dan peradaban. Jika tidak? Akan dikendalikan!
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bagi saya, "Hidup nggak boleh sederhana."
Hidup mesti hebat, dahsyat, dan luar biasa!
Prestasi, banyak. Bisnis, banyak. Harta, banyak. Manfaat, banyak. Amal, banyak. Yang sederhana itu sikapnya. Sekali lagi, sikapnya. Right?
Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya perlu #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Aamiin.
Niatkan, ikhtiarkan. Siap? Pesan Nabi, "Sebaik-baiknya harta berada di tangan orang beriman." Menurut Nabi, orang beriman dianjurkan untuk memiliki harta. Agar bisa mengendalikan kebaikan dan peradaban. Jika tidak? Akan dikendalikan!
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Haruskah kaya? Tidak juga.
Tapi, tidak dapat dipungkiri, dengan kekayaan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya memerlukan #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Amin.
Si kaya yang soleh dan si miskin yang soleh, dua-duanya sama-sama mulia. Tapi, kemungkinan besar, si kaya yang soleh bisa melakukan banyak hal seperti membangun rumah ibadah, menghajikan, mengumrahkan, dll. Ya, kemungkinan besar manfaatnya jauuuh lebih besar.
Pada akhirnya, kuncinya terletak di niat. Kalau kaya, mau ngapain? Jawaban kita sangat menentukan apakah kita akan menjadi si kaya yang benar atau tidak, si kaya yang diridhai Allah atau tidak.
Semoga manfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tapi, tidak dapat dipungkiri, dengan kekayaan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya memerlukan #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Amin.
Si kaya yang soleh dan si miskin yang soleh, dua-duanya sama-sama mulia. Tapi, kemungkinan besar, si kaya yang soleh bisa melakukan banyak hal seperti membangun rumah ibadah, menghajikan, mengumrahkan, dll. Ya, kemungkinan besar manfaatnya jauuuh lebih besar.
Pada akhirnya, kuncinya terletak di niat. Kalau kaya, mau ngapain? Jawaban kita sangat menentukan apakah kita akan menjadi si kaya yang benar atau tidak, si kaya yang diridhai Allah atau tidak.
Semoga manfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Orang kayah mah bebas. 😄
Saat rumah temanmu disita oleh bank, maka kau bisa membantu temanmu dengan membeli bank tersebut. Ini dilakukan oleh Batman di Justice League.
Saat keluargamu dilarang masuk ke sebuah hotel, maka kau bisa membantu keluargamu dengan membeli hotel tersebut. Ini terjadi di film Crazy Rich Asians.
Begitulah, orang kayah mah bebas. 😁
Gimana dengan dunia nyata? Kurang-lebih sama. Kita bisa menerapkannya pada hal-hal yang lebih bermanfaat. Bukan untuk keren-kerenan saja. Contohnya?
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, menghajikan, umrah, mengumrahkan, sedekah, zakat, dan wakaf.
Jangan lagi kita menutup mata. Memang ada amal-amal yang meniscayakan #harta. Dan orang kaya berpotensi bisa melakukan ini dengan lebih baik. Setidaknya, dengan lebih banyak. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap kekayaan. Biasa saja. Karena, boleh-boleh saja kekayaan didapatkan dalam jumlah berapapun. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta dan kekayaan. Primer, bukan sekunder.
Menjadi orang kaya yang soleh, semoga kita semua dimampukan. Aamiin. Simak kelanjutannya >>
https://www.instagram.com/p/Bni3TOZARuf/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=unk1dqtce7xa
Saat rumah temanmu disita oleh bank, maka kau bisa membantu temanmu dengan membeli bank tersebut. Ini dilakukan oleh Batman di Justice League.
Saat keluargamu dilarang masuk ke sebuah hotel, maka kau bisa membantu keluargamu dengan membeli hotel tersebut. Ini terjadi di film Crazy Rich Asians.
Begitulah, orang kayah mah bebas. 😁
Gimana dengan dunia nyata? Kurang-lebih sama. Kita bisa menerapkannya pada hal-hal yang lebih bermanfaat. Bukan untuk keren-kerenan saja. Contohnya?
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, menghajikan, umrah, mengumrahkan, sedekah, zakat, dan wakaf.
Jangan lagi kita menutup mata. Memang ada amal-amal yang meniscayakan #harta. Dan orang kaya berpotensi bisa melakukan ini dengan lebih baik. Setidaknya, dengan lebih banyak. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap kekayaan. Biasa saja. Karena, boleh-boleh saja kekayaan didapatkan dalam jumlah berapapun. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta dan kekayaan. Primer, bukan sekunder.
Menjadi orang kaya yang soleh, semoga kita semua dimampukan. Aamiin. Simak kelanjutannya >>
https://www.instagram.com/p/Bni3TOZARuf/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=unk1dqtce7xa
Instagram
IPPHO SANTOSA - Motivator
Tampan, nggak perlu ikhtiar. Mapan, jelas-jelas perlu ikhtiar. Hehe... Mudah-mudahan kita semua diberi kehidupan yang #mapan dan bebas dari segala macam utang. Aamiin...