Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Senang sekali tadi diundang Ketua MPR Bapak Zulkifli Hasan. Alhamdulillah kali ini saya diizinkan mengajak motivator-motivator lainnya.

Sekitar 3 jam kami di sana. Memberi masukan untuk MPR, sekaligus menerima masukan dari MPR. Sebagai Ketua MPR, Pak Zul sangat rendah hati, menurut kami.

Semoga segala kebaikan yang kami bahas tadi, bisa membawa perubahan positif untuk negeri ini. Aamiin. Kami datang dengan hati 'zero'. Benar-benar 'zero'.

Maksudnya, kami datang tidak membawa kepentingan apapun, melainkan hanya kebaikan untuk negeri ini. Doakan niat kami tetap tulus dan lurus.

Btw, siapa saja tadi yang hadir?

#IpphoSantosa
#HermawanKartajaya
#AndrieWongso
#TungDesemWaringin
#EllyRisman
#JayaSetiabudi
#DwikiDharmawan
#Asmanadia
#PonijanLiaw
#BongChandra
#TeddySnada
#AhmadGozali
#AwamPrakoso
#PutuPutrayasa
#WendiAbdillah
#DedyHartono
 
Ya, #IndonesiaBersatu.

Teman-teman punya masukan untuk MPR? Silakan komen di IG saya. Nanti saya teruskan kepada pihak yang terkait. Ini link-nya >> https://www.instagram.com/p/Bc80D9_hPhX/
"Mas Ippho, ngajak para motivator gitu ketemu Ketua MPR, ketemu Eyang Habibie, dll. Apa nggak merasa kesaing?" Alhamdulillah, sama sekali nggak. Semuanya teman, semuanya saudara.
Kebaikan jangan dimonopoli sendirian. Jangan. Hendaknya di-sinergi-kan dan di-distribusi-kan.
Seminggu ini saya diundang oleh Zoya, Mane Indonesia, dan BPD Jogja. Semacam in-house. Besok pagi (Ahad pagi) insya Allah saya seminar publik di Madiun. Mohon doa dari teman-teman ya. Semoga lancar dan berkah.
Tepat Desember tahun ini, saya berusia 40 tahun. Dan seumur hidup, saya tidak terlalu suka dengan yang namanya unjuk rasa. Bagi saya, kata 'unjuk rasa' memiliki konotasi yang negatif. Namun 17 Desember yang lalu adalah sebuah pengecualian.

Massa, yang dipimpin oleh MUI, berunjuk rasa menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ingat, Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Boleh dibilang, kita berutang budi pada Palestina.

Namun muncul beberapa kendala teknis. Pertama, di hari yang sama anak saya ingin saya hadir di sekolahnya, ada event khusus yang melibatkan anak dan orangtuanya. Kedua, di hari yang sama, saya ada seminar di Semarang dan ratusan peserta telah menanti.

Lantas, apa pilihan saya? Bagi saya, semuanya adalah penting. Maka dari itu, pada akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri ketiga-tiganya. Ya, ketiga-tiganya. Lha, gimana cara bagi-bagi waktunya?

Saya subuhan di Monas, tepatnya jam 3.30 pagi (sekitar 45 menit dari rumah saya). Lalu jam 7-an saya bergegas ke sekolah anak. Perjalanan dari Monas ke sekolah anak memerlukan waktu sekitar 1 jam. Ya, saya berusaha memenuhi harapan anak saya. Dan di sekolahnya, saya sempat main 3 game bersama dia, dari total 5 game.

Terus jam 10 saya pamit sama dia. Cuuus ke bandara. Sekitar 1 jam dari sekolah itu. Ya, saya bergegas menuju Semarang. Bukan apa-apa. Ratusan peserta telah membeli tiket seminar saya dan tidak boleh saya kecewakan begitu saja. Btw, mohon doa dari teman-teman ya. Semoga niat saya tetap terjaga.

Sekarang, apa yang terjadi?

Segala puji hanya untuk Allah. Sebanyak 128 negara di PBB akhirnya menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hanya 9 negara yang setuju dengan klaim sepihak dan tidak adil itu. Ini terjadi kemarin.

Ternyata doa kita dijawab dan unjuk rasa kita didengar. Berpengaruh. Nggak main-main. Setidaknya, mereka kuatir kalau muslim-muslim sedunia memboikot produk-produk mereka. Bagi mereka, keuntungan ekonomi adalah segala-galanya.

Begini. Keberpihakan kita kepada Palestina bukan semata-mata karena alasan agama, melainkan juga karena alasan kemanusiaan dan keadilan. UUD 45 yang mengamanahkan itu. Saya yakin insya Allah Palestina akan merdeka dalam arti yang sebenarnya. Aamiin. Doakan ya.

Gegara saya ikut unjuk rasa, bisa jadi sebagian follower tidak lagi menyukai saya. Bukan mustahil saya dicap radikal atau apalah. Satu lagi. Bisa jadi Amerika tidak mengizinkan saya masuk ke sana dalam waktu dekat. Maafkan saya. Bagi saya, itu risiko yang harus saya ambil.

Bayangkan, tanah milik ibumu diserobot orang. Karena penyerobotan itu akhirnya ibumu hidup susah dan teraniaya. Akankah engkau berkata, "Bu, aku netral." Tentu tidak. Pastinya engkau akan bersuara dan bergerak, sebisanya! Saya harap Anda setuju dengan saya!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

(Note: Anda tidak perlu meminta izin kepada saya sekiranya ingin menyebarkan tulisan ini)
Kadang, kita perlu bersikap untuk hal-hal yang bersifat prinsip. Saran saya, jangan pasif. Sebaik-baiknya, proaktif.
Lapang hati, lapang rezeki
Sempit hati, sempit rezeki
Ridha terhadap pencapaian orang lain akan memudahkan pencapaian kita
Dengki? Tertutup rezeki
Buku gratis. Mau?

Ada hadiah dari saya untuk teman-teman semua. Terutama untuk #bumil alias ibu-ibu hamil... Di Kitab Suci, kata 'hamil' hampir-hampir selalu diiringi dengan kata 'kabar gembira'. Salah satu maknanya, ibu hamil harus dibuat gembira. Kalau hatinya gembira, proses persalinannya akan lebih lancar dan anaknya akan lebih cerdas. Ini menurut penelitian... So, silakan komen di sini. Sebanyak-banyaknya. Nanti akan saya pilih 20 pemenang. Dapat hadiah buku plus tanda tangan. Mau?

Yang mau, silakan komen di IG saya >> https://www.instagram.com/p/BdMZgUHh2D8/
Jelas, kita perlu positive thinking.

Namun di waktu yang sama, kita juga perlu proportional thinking.
Tetap bekerja di tengah suasana liburan kadang membuat kita malas. Betul apa betul? Nah, berikut ini tips-tips agar kita bersemangat kembali saat bekerja.

Pertama, bawa oleh-oleh ke kantor. Kita tentu sepakat bahwa makanan atau oleh-oleh bisa menyenangkan hati semua orang di kantor, termasuk diri kita sendiri.

Kedua, dengarkan musik. Mendengarkan musik-musik ceria bisa membangkitkan semangat. Terutama kalau beat-nya cepat. Dengar murottal juga boleh.

Ketiga, manfaatkan waktu makan lebih lama dari biasanya, dengan syarat masih dalam waktu istirahat. Misal, kita lazimnya makan siang sekitar 30 menit. Nah, sesekali boleh kita tambah jadi 45 menit.

Keempat, pergi bertemu teman setelah jam kerja. Boleh-boleh saja setelah jam kerja kita mampir dulu ke restoran bersama teman untuk sekadar menikmati makan malam. Ngobrol santai bisa meningkatkan semangat.

Kelima, tuliskan dan susun ulang rencana kegiatan yang akan dilakukan di kantor. Ini akan membantu kita untuk lebih fokus saat muncul rasa malas dan bingung.

Keenam, konsumsi alpukat, green tea, cokelat, tomat, bayam, madu, dan propolis. Di berbagai riset, ini semua dipercaya dapat memperbaiki mood. Dan tentunya, meningkatkan semangat.

Ketujuh, hindari mereka yang suka mengeluh. Sekali lagi, hindari mereka yang suka mengeluh. Bahaya. Kecuali kita ingin ikut-ikutan negatif seperti mereka.

Nggak sulit tho? Silakan praktek. Semoga sedikit-banyak membawa perubahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.