Selasa, saya sudah membagikan e-book "Meraih Rp 3 Miliar Dalam 3 Menit" di channel Telegram ini. Gratis. Silakan download sebelum saya remove. E-book tersebut tersedia sampai Jumat. Happy learning!
Anda punya bisnis? Bergerak di bidang apa?
Memulai bisnis saat ini jauh lebih mudah daripada masa-masa sebelumnya. Tidak harus memulai bisnis dari angka nol, di mana kita harus mengurusi produksi, perizinan, desain, merek, harga dll.
Kita cukup memulai bisnis dari 'angka 5' atau 'angka 6'. Maksudnya? Kita cukup menjualkan saja. Serahkan produksi, perizinan, desain, merek dll kepada pihak lain yang lebih ahli dan lebih berpengalaman.
Kita-kita yang berusia 20-30 tahun, tidak terlalu dianjurkan untuk mengurusi produksi. Kenapa? Karena, untuk menghadirkan produksi yang efisien (baca: murah) diperlukan modal yang banyak, waktu yang banyak, juga output produksi yang banyak.
Jujur saja, orang-orang muda biasanya nggak bakal sanggup untuk itu. Yang lebih saya anjurkan adalah menjualkan. Di mana kita bersentuhan langsung dengan pasar (baca: konsumen).
Nah, kalau begini, kita semua juga bisa. Istilahnya macam-macam, mulai dari reseller, agen, distributor, mitra franchise, mitra license, sampai internet marketer. Saya yakin Anda juga bisa.
Modalnya nggak harus besar-besaran tho? Sementara, potensi margin per produk yang bakal dipetik malah lebih besar. Akan beda ceritanya kalau Anda mengurusi produksi. Sebagai produsen, begitu Anda menaikkan harga jual 5% saja, klien bisa kabur.
Ingat, tak perlu tabu jadi reseller. Bukankah Nabi Muhammad seorang reseller? Beliau tidak produksi sendiri. Alih-alih produksi sendiri, beliau memilih untuk menjualkan barang-barang dari saudagar-saudagar di Mekkah.
Reseller itu menebar manfaat dan memberi nilai tambah. Bukankah itu mulia? Sangat mulia, insya Allah. Jangan tabu, jangan ragu, jangan malu. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Apapun bisnis Anda, semoga berkah berlimpah.
Note: E-book tentang meraih Rp 3 miliar dalam waktu 3 menit, masih tersedia di channel Telegram ini. Gratis. Download sekarang karena Sabtu akan saya remove. Silakan scroll ke atas.
Memulai bisnis saat ini jauh lebih mudah daripada masa-masa sebelumnya. Tidak harus memulai bisnis dari angka nol, di mana kita harus mengurusi produksi, perizinan, desain, merek, harga dll.
Kita cukup memulai bisnis dari 'angka 5' atau 'angka 6'. Maksudnya? Kita cukup menjualkan saja. Serahkan produksi, perizinan, desain, merek dll kepada pihak lain yang lebih ahli dan lebih berpengalaman.
Kita-kita yang berusia 20-30 tahun, tidak terlalu dianjurkan untuk mengurusi produksi. Kenapa? Karena, untuk menghadirkan produksi yang efisien (baca: murah) diperlukan modal yang banyak, waktu yang banyak, juga output produksi yang banyak.
Jujur saja, orang-orang muda biasanya nggak bakal sanggup untuk itu. Yang lebih saya anjurkan adalah menjualkan. Di mana kita bersentuhan langsung dengan pasar (baca: konsumen).
Nah, kalau begini, kita semua juga bisa. Istilahnya macam-macam, mulai dari reseller, agen, distributor, mitra franchise, mitra license, sampai internet marketer. Saya yakin Anda juga bisa.
Modalnya nggak harus besar-besaran tho? Sementara, potensi margin per produk yang bakal dipetik malah lebih besar. Akan beda ceritanya kalau Anda mengurusi produksi. Sebagai produsen, begitu Anda menaikkan harga jual 5% saja, klien bisa kabur.
Ingat, tak perlu tabu jadi reseller. Bukankah Nabi Muhammad seorang reseller? Beliau tidak produksi sendiri. Alih-alih produksi sendiri, beliau memilih untuk menjualkan barang-barang dari saudagar-saudagar di Mekkah.
Reseller itu menebar manfaat dan memberi nilai tambah. Bukankah itu mulia? Sangat mulia, insya Allah. Jangan tabu, jangan ragu, jangan malu. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Apapun bisnis Anda, semoga berkah berlimpah.
Note: E-book tentang meraih Rp 3 miliar dalam waktu 3 menit, masih tersedia di channel Telegram ini. Gratis. Download sekarang karena Sabtu akan saya remove. Silakan scroll ke atas.
Capek, hidup gitu-gitu aja?
Kalau nasib gitu-gitu aja, biasanya karena 3 hal:
Ilmunya gitu-gitu aja
Action-nya gitu-gitu aja
Sedekahnya gitu-gitu aja
Kalau nasib gitu-gitu aja, biasanya karena 3 hal:
Ilmunya gitu-gitu aja
Action-nya gitu-gitu aja
Sedekahnya gitu-gitu aja
Sekiranya serius pengen mengubah nasib, nah ubah 3 hal itu...
Ilmu itu dijemput, BUKAN ditunggu... Tidak ada perintah untuk menunggu ilmu. Yang ada, perintah untuk menjemput ilmu dan mencari ilmu...
Jarang orang ngeh... Uang yang dihabiskan untuk sedekah, berbalas. Uang yang dihabiskan untuk menuntut ilmu, LEBIH berbalas...
Kok gitu? Mencari ilmu itu wajib. Sedekah, secara umum, sunnah...
Pada akhirnya, jangan pelit dalam menuntut ilmu...
Jarang orang ngeh... Uang yang dihabiskan untuk sedekah, berbalas. Uang yang dihabiskan untuk menuntut ilmu, LEBIH berbalas...
Kok gitu? Mencari ilmu itu wajib. Sedekah, secara umum, sunnah...
Pada akhirnya, jangan pelit dalam menuntut ilmu...
Sejak Selasa, saya sudah membagikan e-book "Meraih Rp 3 Miliar Dalam 3 Menit" di channel Telegram ini. Gratis. Scroll ke atas. Dan silakan download sekarang. Malam ini atau besok pagi akan saya remove.
Happy learning!
Happy learning!
Dunia telah berubah.
Laporan dari Price Waterhouse Coopers (PwC) mengungkapkan bahwa sebagian besar harta dari keluarga terkaya di dunia selama 20 tahun terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.
Lebih dari setengah atau sebesar 56 persen orang dengan kekayaan lebih dari US$ 1 miliar pada tahun 1995 tidak lagi memiliki kekayaan yang sama pada 2014. Demikian pula pada 2017. Ya, menurun.
Dilansir dari Bloomberg, dari 289 milarder pada 1995, hanya 126 dari mereka yang berhasil mempertahankan tahtanya di grup miliarder. Perhatikan ini baik-baik. Yang kaya-raya saja bisa jatuh, apalagi kita yang belum kaya-kaya banget.
Betul sekali. Dunia telah berubah. Salah satunya, dominasi internet, termasuklah di dalamnya media sosial. Tercatat 87,4 persen netizen mengakses internet untuk menggunakan jejaring sosial. Kemudian disusul 68,7 persen untuk mencari informasi.
Selain internet, apa lagi? Cara pandang masyarakat terhadap uang. Orang zaman sekarang sudah tidak percaya lagi pada kekuatan menabung. Alih-alih menabung, mereka lebih percaya pada kekuatan berinvestasi.
Terus? Entrepreneur barrier. Hambatan (barrier) untuk menjadi pengusaha semakin hari semakin kecil. Tanpa harus produksi sendiri, tetap saja orang-orang bisa berbisnis. Modal besar? Tidak harus. Toko fisik? Tidak harus. Demikianlah, hambatannya semakin hari semakin kecil.
Dampaknya mulai terasa. Ramayana dan Matahari mulai menutup sebagian gerainya. Koran tua seperti Sinar Harapan sudah tutup usia. Nah, sekiranya kita tidak peka terhadap perubahan, bukan mustahil kalau akhirnya kita ditelan zaman. Hati-hati.
Seorang entrepreneur sejati harus peka terhadap perubahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Laporan dari Price Waterhouse Coopers (PwC) mengungkapkan bahwa sebagian besar harta dari keluarga terkaya di dunia selama 20 tahun terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.
Lebih dari setengah atau sebesar 56 persen orang dengan kekayaan lebih dari US$ 1 miliar pada tahun 1995 tidak lagi memiliki kekayaan yang sama pada 2014. Demikian pula pada 2017. Ya, menurun.
Dilansir dari Bloomberg, dari 289 milarder pada 1995, hanya 126 dari mereka yang berhasil mempertahankan tahtanya di grup miliarder. Perhatikan ini baik-baik. Yang kaya-raya saja bisa jatuh, apalagi kita yang belum kaya-kaya banget.
Betul sekali. Dunia telah berubah. Salah satunya, dominasi internet, termasuklah di dalamnya media sosial. Tercatat 87,4 persen netizen mengakses internet untuk menggunakan jejaring sosial. Kemudian disusul 68,7 persen untuk mencari informasi.
Selain internet, apa lagi? Cara pandang masyarakat terhadap uang. Orang zaman sekarang sudah tidak percaya lagi pada kekuatan menabung. Alih-alih menabung, mereka lebih percaya pada kekuatan berinvestasi.
Terus? Entrepreneur barrier. Hambatan (barrier) untuk menjadi pengusaha semakin hari semakin kecil. Tanpa harus produksi sendiri, tetap saja orang-orang bisa berbisnis. Modal besar? Tidak harus. Toko fisik? Tidak harus. Demikianlah, hambatannya semakin hari semakin kecil.
Dampaknya mulai terasa. Ramayana dan Matahari mulai menutup sebagian gerainya. Koran tua seperti Sinar Harapan sudah tutup usia. Nah, sekiranya kita tidak peka terhadap perubahan, bukan mustahil kalau akhirnya kita ditelan zaman. Hati-hati.
Seorang entrepreneur sejati harus peka terhadap perubahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hidup di dunia tidaklah lama, jangan habiskan waktu untuk coba-coba. Baiknya amati dan cermati pengalaman orang-orang sukses, banyak-banyaklah bertanya pada ahlinya, juga gabung dengan komunitasnya.
Kemarin saya memberikan training kepada mitra-mitra British Propolis di Karawang. Terus, saya bersama istri pergi ke resepsi anaknya Pak Zul (Ketua MPR). Alhamdulillah di sana bertemu dengan berbagai tokoh, mulai dari Chairul Tanjung sampai Prabowo Subianto.
Sekiranya leluasa dari segi waktu, saya ingin sekali ngobrol-ngobrol dengan berbagai tokoh di sana. Belajar. Termasuk dengan Harsya Joesoef, pemilik Fedex Indonesia. Sering saya sampaikan, bukan sekadar belajar, tapi cobalah berguru. Dalam bidang apa saja.
Urusan ibadah kepada Allah, baiknya kita punya guru untuk bertanya. Agar ibadah kita sempurna dan diterima. Lagi pula, berkumpul dengan ahli-ahli ibadah, insya Allah membuat keimanan kita serta ibadah kita terjaga.
Urusan bisnis dan kerja, baiknya kita juga punya guru untuk bertanya. Dengan begini, mudah-mudahan kita bisa belajar dari pengalaman suksesnya. Ujung-ujungnya kita efesien waktu, efisien biaya, dan mengurangi risiko gagal.
Gimana dengan ngumpul-ngumpul dengan komunitas? Sesama dokter, ngumpul. Sesama pengusaha, ngumpul. Sesama blogger, ngumpul. Bagus itu. Ya agar dapat saling mengingatkan, berbagi updates, dan semangat tetap terjaga.
Urusan pendidikan dan keluarga, baiknya kita juga punya guru untuk bertanya. Jangan salah, keluarga itu amat berharga. Sepertinya kita perlu banyak-banyak bertanya. Terus, ikuti komunitasnya, agar mendidik anak tidak salah dan tetap terarah.
Miliki mentor. Miliki komunitas. Jika belum ada, jangan heran kalau hidup kita terasa stuck. Hati-hati. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kemarin saya memberikan training kepada mitra-mitra British Propolis di Karawang. Terus, saya bersama istri pergi ke resepsi anaknya Pak Zul (Ketua MPR). Alhamdulillah di sana bertemu dengan berbagai tokoh, mulai dari Chairul Tanjung sampai Prabowo Subianto.
Sekiranya leluasa dari segi waktu, saya ingin sekali ngobrol-ngobrol dengan berbagai tokoh di sana. Belajar. Termasuk dengan Harsya Joesoef, pemilik Fedex Indonesia. Sering saya sampaikan, bukan sekadar belajar, tapi cobalah berguru. Dalam bidang apa saja.
Urusan ibadah kepada Allah, baiknya kita punya guru untuk bertanya. Agar ibadah kita sempurna dan diterima. Lagi pula, berkumpul dengan ahli-ahli ibadah, insya Allah membuat keimanan kita serta ibadah kita terjaga.
Urusan bisnis dan kerja, baiknya kita juga punya guru untuk bertanya. Dengan begini, mudah-mudahan kita bisa belajar dari pengalaman suksesnya. Ujung-ujungnya kita efesien waktu, efisien biaya, dan mengurangi risiko gagal.
Gimana dengan ngumpul-ngumpul dengan komunitas? Sesama dokter, ngumpul. Sesama pengusaha, ngumpul. Sesama blogger, ngumpul. Bagus itu. Ya agar dapat saling mengingatkan, berbagi updates, dan semangat tetap terjaga.
Urusan pendidikan dan keluarga, baiknya kita juga punya guru untuk bertanya. Jangan salah, keluarga itu amat berharga. Sepertinya kita perlu banyak-banyak bertanya. Terus, ikuti komunitasnya, agar mendidik anak tidak salah dan tetap terarah.
Miliki mentor. Miliki komunitas. Jika belum ada, jangan heran kalau hidup kita terasa stuck. Hati-hati. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Berapa jumlah kegagalan yang wajar?
Billi Lim, Guru of Failure, pernah menyampaikan bahwa jumlah kegagalan yang wajar adalah 4X.
Kalau lebih? Yah boleh. Tapi bukan mustahil itu karena kita kurang belajar dan kurang berilmu sehingga melakukan kesalahan yang tak perlu.
Saya sempat bertemu Billi Lim di Batam beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, kegagalan melatih kita untuk lebih cerdas dan lebih tangguh. Juga memperkecil risiko gagal pada kesempatan berikutnya.
Saya harap Anda setuju dengan ini. Sekian, Ippho Santosa.
Billi Lim, Guru of Failure, pernah menyampaikan bahwa jumlah kegagalan yang wajar adalah 4X.
Kalau lebih? Yah boleh. Tapi bukan mustahil itu karena kita kurang belajar dan kurang berilmu sehingga melakukan kesalahan yang tak perlu.
Saya sempat bertemu Billi Lim di Batam beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, kegagalan melatih kita untuk lebih cerdas dan lebih tangguh. Juga memperkecil risiko gagal pada kesempatan berikutnya.
Saya harap Anda setuju dengan ini. Sekian, Ippho Santosa.
Saat kita bepergian menuju suatu tempat, akan lebih baik kalau diarahkan oleh orang yang sudah pernah bahkan sering sampai di tempat tersebut. Demikian pula peran coach dalam mengarahkan seseorang menuju sukses dan lebih sukses.
Mau memulai bisnis?
Mau membesarkan bisnis?
Mau menjadi penulis?
Mau mengembangkan potensi?
Izinkan saya, Ippho Santosa, membantu Anda secara personal dan detail. Boleh? Insya Allah dalam bentuk coaching jarak jauh. Melalui grup WA.
Kalau Anda mengikuti personal coaching dari yang lain, nilainya bisa puluhan juta rupiah. Ya, puluhan juta rupiah. Terutama kalau si coach sudah 'punya nama' dan benar-benar praktisi. Dulu pun saya dibayar belasan juta rupiah bahkan sampai Rp 20-an juta untuk jasa ini.
Cuma, hati saya terasa kurang nyaman. Istri saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi sebagian peserta adalah entrepreneur pemula dan pengusaha mikro. Akhirnya saya memilih untuk menyesuaikan biaya (harga), agar lebih terjangkau dan tidak membebani peserta.
Namun, jujur saja, coaching yang solutif itu menguras waktu dan energi. Makanya jarang-jarang saya mengadakannya. Setelah sekian lama vakum, saya akan mengadakannya lagi pada awal Oktober. Itu pun untuk jumlah peserta yang sangat terbatas.
Di grup WA ini, peserta boleh mengajukan 3 pertanyaan (konsultasi) terkait bisnis atau pengembangan diri. Saya bersama tim akan menjawabnya dalam bentuk text dan voice secara bertahap selama 7-10 hari. Setelah selesai, saya masih berbagi insight di grup WA tersebut secara berkala selama 3 bulan.
Coaching dimulai pada 2 Oktober.
Biaya coaching bersama saya:
- Normal: Rp 1,2 juta (29 Sept )
- Promo III: Rp 600 ribu (28 Sept)
- Promo II: Rp 500 ribu (mulai 27 Sept)
- Promo I: Rp 395 ribu (khusus 26 Sept)
Jelas, semakin awal Anda mendaftar, semakin hemat. Orang yang cerdas finansial tentu mendaftar hari ini karena hanya membayar 1/3 saja.
Sebenarnya ini sangat murah, apalagi Anda akan tetap mendapatkan insight dari selama 3 bulan.
Minat? Transfer saja ke:
BNI Syariah 7777-0909-00
a.n. Ippho D. Santosa
Atau BCA 4972-013-777
a.n. Ippho D. Santosa
Mohon tambahkan nomor handphone Anda (3 digit terakhir) pada jumlah transaksi. Misalnya nomor handphone Anda 0812-704-1234, maka jumlah yang harus Anda transfer adalah Rp395.234. Ini untuk membedakan saja dan anggaplah sebagai biaya administrasi.
Setelah transfer, silakan kirim pesan WA ke 0813-8333-5503 (berisi nama, profesi, kota domisili, dan bukti transfer). Nomor 0813-8333-5503 berlaku buat teman-teman di Jakarta, Jabar, dan Banten.
Bagi teman-teman di Jateng, Jatim, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dll silakan WA ke 0821-1278-1199. Sengaja disiapkan dua nomor WA berbeda untuk mengurangi pesan bertumpuk.
Agar cepat diproses, baiknya transfer dulu, baru WA. Setelah transfer, silakan kirim bukti transfer. Boleh? Mohon sabar menunggu reply dari kami.
Mau memulai bisnis?
Mau membesarkan bisnis?
Mau menjadi penulis?
Mau mengembangkan potensi?
Izinkan saya, Ippho Santosa, membantu Anda secara personal dan detail. Boleh? Insya Allah dalam bentuk coaching jarak jauh. Melalui grup WA.
Kalau Anda mengikuti personal coaching dari yang lain, nilainya bisa puluhan juta rupiah. Ya, puluhan juta rupiah. Terutama kalau si coach sudah 'punya nama' dan benar-benar praktisi. Dulu pun saya dibayar belasan juta rupiah bahkan sampai Rp 20-an juta untuk jasa ini.
Cuma, hati saya terasa kurang nyaman. Istri saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi sebagian peserta adalah entrepreneur pemula dan pengusaha mikro. Akhirnya saya memilih untuk menyesuaikan biaya (harga), agar lebih terjangkau dan tidak membebani peserta.
Namun, jujur saja, coaching yang solutif itu menguras waktu dan energi. Makanya jarang-jarang saya mengadakannya. Setelah sekian lama vakum, saya akan mengadakannya lagi pada awal Oktober. Itu pun untuk jumlah peserta yang sangat terbatas.
Di grup WA ini, peserta boleh mengajukan 3 pertanyaan (konsultasi) terkait bisnis atau pengembangan diri. Saya bersama tim akan menjawabnya dalam bentuk text dan voice secara bertahap selama 7-10 hari. Setelah selesai, saya masih berbagi insight di grup WA tersebut secara berkala selama 3 bulan.
Coaching dimulai pada 2 Oktober.
Biaya coaching bersama saya:
- Normal: Rp 1,2 juta (29 Sept )
- Promo III: Rp 600 ribu (28 Sept)
- Promo II: Rp 500 ribu (mulai 27 Sept)
- Promo I: Rp 395 ribu (khusus 26 Sept)
Jelas, semakin awal Anda mendaftar, semakin hemat. Orang yang cerdas finansial tentu mendaftar hari ini karena hanya membayar 1/3 saja.
Sebenarnya ini sangat murah, apalagi Anda akan tetap mendapatkan insight dari selama 3 bulan.
Minat? Transfer saja ke:
BNI Syariah 7777-0909-00
a.n. Ippho D. Santosa
Atau BCA 4972-013-777
a.n. Ippho D. Santosa
Mohon tambahkan nomor handphone Anda (3 digit terakhir) pada jumlah transaksi. Misalnya nomor handphone Anda 0812-704-1234, maka jumlah yang harus Anda transfer adalah Rp395.234. Ini untuk membedakan saja dan anggaplah sebagai biaya administrasi.
Setelah transfer, silakan kirim pesan WA ke 0813-8333-5503 (berisi nama, profesi, kota domisili, dan bukti transfer). Nomor 0813-8333-5503 berlaku buat teman-teman di Jakarta, Jabar, dan Banten.
Bagi teman-teman di Jateng, Jatim, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dll silakan WA ke 0821-1278-1199. Sengaja disiapkan dua nomor WA berbeda untuk mengurangi pesan bertumpuk.
Agar cepat diproses, baiknya transfer dulu, baru WA. Setelah transfer, silakan kirim bukti transfer. Boleh? Mohon sabar menunggu reply dari kami.
Di tempat Anda lagi hujan? Sebenarnya, hujan itu baik. Kalaupun sampai meluap dan banjir, itu karena manusianya, bukan karena hujannya. Tulisan ini sudah pernah saya posting sebelumnya dan kali ini saya posting ulang.
Sesungguhnya, jumlah air hujan adalah konstan, tak berubah. Dan menariknya, ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad jauh-jauh hari. “Curah hujan pada suatu tahun kadarnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya,” HR Baihaqi.
“Curah hujan pada satu tahun tertentu kadar airnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya. Hanya saja, Allah mengatur pembagian air hujan tersebut di seluruh muka bumi,” HR Al-Hakim.
Ya, hujan itu baik. Boleh dibilang, hujan itu rezeki sekaligus nikmat. Selain menyuburkan bumi, siapa sangka ternyata air hujan itu membantu kesuburan manusia. Belum lagi soal petrichor. Apa itu?
Petrichor adalah salah satu aroma alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Ampo. Istilah petrichor terinspirasi dari kosakata Yunani oleh dua ilmuwan Australia, Bear dan Thomas, pada tahun 1964 dalam jurnal ilmiahnya.
Menariknya, petrichor ini benar-benar dapat menghilangkan stress dan meningkatkan mood hingga lebih dari 60 persen. Ya, lebih dari 60 persen.
Dikutip dari Water Rhapsody, orang-orang Barat zaman dahulu meyakini bahwa membasuh rambut dengan air hujan dapat membuat rambut jauh lebih sehat dan bersinar. Rupanya sains mampu menjelaskan ini.
Dikutip dari Rainwater Connection, air yang turun dari langit ini memiliki kadar kenetralan PH yang mendekati sempurna, bebas garam, dan bebas mineral yang buruk bagi rambut. Apabila difilter dengan seksama, air hujan menjadi materi paling netral yang dapat digunakan untuk membasuh rambut.
Sekali lagi, hujan itu baik. Jangan lagi kita berprasangka buruk terhadap hujan. Nabi Muhammad pun menganjurkan kita untuk berdoa ketika hujan turun. Lebih makbul. Di samping mengharapkan manfaat yang baik-baik dari hujan tersebut. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sesungguhnya, jumlah air hujan adalah konstan, tak berubah. Dan menariknya, ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad jauh-jauh hari. “Curah hujan pada suatu tahun kadarnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya,” HR Baihaqi.
“Curah hujan pada satu tahun tertentu kadar airnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya. Hanya saja, Allah mengatur pembagian air hujan tersebut di seluruh muka bumi,” HR Al-Hakim.
Ya, hujan itu baik. Boleh dibilang, hujan itu rezeki sekaligus nikmat. Selain menyuburkan bumi, siapa sangka ternyata air hujan itu membantu kesuburan manusia. Belum lagi soal petrichor. Apa itu?
Petrichor adalah salah satu aroma alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Ampo. Istilah petrichor terinspirasi dari kosakata Yunani oleh dua ilmuwan Australia, Bear dan Thomas, pada tahun 1964 dalam jurnal ilmiahnya.
Menariknya, petrichor ini benar-benar dapat menghilangkan stress dan meningkatkan mood hingga lebih dari 60 persen. Ya, lebih dari 60 persen.
Dikutip dari Water Rhapsody, orang-orang Barat zaman dahulu meyakini bahwa membasuh rambut dengan air hujan dapat membuat rambut jauh lebih sehat dan bersinar. Rupanya sains mampu menjelaskan ini.
Dikutip dari Rainwater Connection, air yang turun dari langit ini memiliki kadar kenetralan PH yang mendekati sempurna, bebas garam, dan bebas mineral yang buruk bagi rambut. Apabila difilter dengan seksama, air hujan menjadi materi paling netral yang dapat digunakan untuk membasuh rambut.
Sekali lagi, hujan itu baik. Jangan lagi kita berprasangka buruk terhadap hujan. Nabi Muhammad pun menganjurkan kita untuk berdoa ketika hujan turun. Lebih makbul. Di samping mengharapkan manfaat yang baik-baik dari hujan tersebut. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kita mesti berani 'men-DP impian'. Berkorban uang atau tenaga sebagai upaya nyata untuk mendekatkan diri kita pada impian kita.
Perlu contoh?
Berani beli tiket seminar
Berani masang iklan
Berani ngambil karyawan
Berani nyetok barang
Berani sedekah (saat susah)
Tidak semua orang berani seperti ini. Biasanya ketika sudah untung dan lumayan untungnya, barulah mereka berani untuk ngambil karyawan, nyetok barang dll.
Anda termasuk yang mana?
Perlu contoh?
Berani beli tiket seminar
Berani masang iklan
Berani ngambil karyawan
Berani nyetok barang
Berani sedekah (saat susah)
Tidak semua orang berani seperti ini. Biasanya ketika sudah untung dan lumayan untungnya, barulah mereka berani untuk ngambil karyawan, nyetok barang dll.
Anda termasuk yang mana?
Terlalu banyak analisa dan kalkulasi, tidak akan membawa Anda ke mana-mana.
Baiknya, segerakan action. Sambil jalan, dihitung pelan-pelan. Diperbaiki pelan-pelan.
Baiknya, segerakan action. Sambil jalan, dihitung pelan-pelan. Diperbaiki pelan-pelan.
Baiksangka terhadap pencapaian orang lain itu akan memudahkan pencapaian kita. Kalau buruk sangka? Yah sebaliknya, menyulitkan pencapaian kita.
Sayangnya, si picik sering berprasangka buruk saat melihat posting-an orang lain. Foto jalan-jalan, foto rumah, foto mobil dll, dia anggap itu semua pamer.
Padahal ini soal niat. Kita tidak bisa menakar niat seseorang. Lebih baik terinspirasi dan termotivasi, terus berusaha dan berdoa agar dimampukan hal serupa.
"Lapang hati, lapang rezeki," ini pesan guru saya.
Soal prasangka, perlu contoh?
Orang lain posting soal mobilnya yang baru. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Orang lain posting soal omsetnya yang besar. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sayangnya, si picik sering berprasangka buruk saat melihat posting-an orang lain. Foto jalan-jalan, foto rumah, foto mobil dll, dia anggap itu semua pamer.
Padahal ini soal niat. Kita tidak bisa menakar niat seseorang. Lebih baik terinspirasi dan termotivasi, terus berusaha dan berdoa agar dimampukan hal serupa.
"Lapang hati, lapang rezeki," ini pesan guru saya.
Soal prasangka, perlu contoh?
Orang lain posting soal mobilnya yang baru. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Orang lain posting soal omsetnya yang besar. Buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset serupa. Ini jadi doa, ini jadi sugesti.
Apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi!
Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Coba tebak, barusan saya bertemu siapa? Salah satu orang yang pernah memimpin negeri ini.
Betapa senangnya saya, diberi jaket bomber oleh Prof #Habibie, Presiden RI ke-3, di rumahnya. Langsung saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Hampir 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Alhamdulillah.
Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda!
Beliau tengah mengajak masyarakat untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat.
Semoga Allah meridhai. Doakan juga semoga beliau tetap sehat. Aamiin.
Betapa senangnya saya, diberi jaket bomber oleh Prof #Habibie, Presiden RI ke-3, di rumahnya. Langsung saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Hampir 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Alhamdulillah.
Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda!
Beliau tengah mengajak masyarakat untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat.
Semoga Allah meridhai. Doakan juga semoga beliau tetap sehat. Aamiin.
Bikin pesawat sendiri, mungkinkah?
Dulu, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari sumbangan rakyat Aceh dan menjadi pesawat angkut pertama milik RI. Kalau dulu kita bisa patungan BELI pesawat dari luar negeri, saat ini kita bisa patungan untuk BIKIN pesawat karya anak negeri.
Kemarin saya bertamu dan bertemu dengan salah satu orang yang pernah memimpin negeri ini. Ya, beliau adalah Prof BJ #Habibie, Presiden RI ke-3. Sekitar 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Mulai dari lunch sampai press conference.
Selain saya, hadir juga Nadine, Andien, Rosiana Silalahi, Wirda Mansur, Danang The Comment, dan lain-lain. Baca selengkapnya >> https://www.google.co.id/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/655255/habibie-ajak-publik-urun-dana-untuk-purwarupa-pesawat-r80
Betapa senangnya saya ketika diberi jaket bomber oleh beliau. Langsung saja saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Alhamdulillah. Sebelumnya saya pernah dinner semeja bareng beliau dan anaknya, Ilham Habibie, di sebuah event.
Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda, tetap membara!
Belakangan ini, beliau tengah mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Namanya R80. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat. Dan ini bukannya mustahil. Bukan pula muluk-muluk.
Setelah puluhan tahun menunggu, akhirnya Juni 2017 program R80 mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan dinyatakan sebagai Program Strategis Nasional. Semoga Allah meridhai dan memudahkan program mulia ini. Doakan juga semoga beliau senantiasa sehat. Aamiin.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Dulu, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari sumbangan rakyat Aceh dan menjadi pesawat angkut pertama milik RI. Kalau dulu kita bisa patungan BELI pesawat dari luar negeri, saat ini kita bisa patungan untuk BIKIN pesawat karya anak negeri.
Kemarin saya bertamu dan bertemu dengan salah satu orang yang pernah memimpin negeri ini. Ya, beliau adalah Prof BJ #Habibie, Presiden RI ke-3. Sekitar 4 jam saya dan istri berada di rumah beliau. Mulai dari lunch sampai press conference.
Selain saya, hadir juga Nadine, Andien, Rosiana Silalahi, Wirda Mansur, Danang The Comment, dan lain-lain. Baca selengkapnya >> https://www.google.co.id/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/655255/habibie-ajak-publik-urun-dana-untuk-purwarupa-pesawat-r80
Betapa senangnya saya ketika diberi jaket bomber oleh beliau. Langsung saja saya pakai di hadapan beliau. Dan sepertinya beliau senang sekali. Alhamdulillah. Sebelumnya saya pernah dinner semeja bareng beliau dan anaknya, Ilham Habibie, di sebuah event.
Usia beliau sudah 80-an. Tapi semangatnya? Jangan ditanya! Tetap muda, tetap membara!
Belakangan ini, beliau tengah mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun pesawat terbang, dari rakyat untuk rakyat. Namanya R80. Saya pikir, orang-orang seperti kita harus turut terlibat. Dan ini bukannya mustahil. Bukan pula muluk-muluk.
Setelah puluhan tahun menunggu, akhirnya Juni 2017 program R80 mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan dinyatakan sebagai Program Strategis Nasional. Semoga Allah meridhai dan memudahkan program mulia ini. Doakan juga semoga beliau senantiasa sehat. Aamiin.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Antara News
Habibie ajak publik urun dana untuk purwarupa pesawat R80
Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengembangkan purwarupa pesawat R80 melalui urun dana. ...
Sanggupkah Anda mencari produk dengan ciri-ciri setaraf ini?
- marginnya 100%
- balik modalnya cepat
- repeat order-nya tinggi
- ongkirnya sangat murah
- standarnya internasional
Sanggup?
Jujur saja, tidak gampang mencari produk dengan margin 100%. Sama sekali tidak gampang. Apalagi dengan modal yang hanya Rp995ribu. Hampir-hampir tidak ada.
Terus, adakah kelebihan lain? Ada. Saya dan tim akan membimbing Anda 5X dalam seminggu secara offline dan online. Asalkan Anda mau dibimbing, insya Allah perubahan finansial benar-benar terjadi.
Berapa modalnya? Hanya Rp995ribu.
Dan ini bukan MLM. Karena Anda mulai berminat, silakan bertanya langsung melalui WA. Dan untuk mencegah WA bertumpuk, kami sudah menyediakan tiga nomor WA berbeda, berdasar wilayah.
WA DKI-Banten-Jabar
0813-9875-6577
WA Jateng-Jatim-Bali
0812-8777-8336
WA daerah-daerah lain
0812-8777-7100
Nomor rekening:
BNI Syariah 7777-0909-00
an Ippho D Santosa
BCA Serpong 497-8666-777
an Ippho D Santosa
Kesempatan ini open sampai 3 Oktober.
Bonus, adakah? Ada. GRATIS ongkir untuk mereka yang membayar pada hari ini, 29 September. Bagi teman-teman yang serius, silakan saja langsung transfer. Biasanya yang lain begitu.
Momentum perubahan jarang terjadi, karena kita suka menunda-nunda. Baiknya segerakan take action!
- marginnya 100%
- balik modalnya cepat
- repeat order-nya tinggi
- ongkirnya sangat murah
- standarnya internasional
Sanggup?
Jujur saja, tidak gampang mencari produk dengan margin 100%. Sama sekali tidak gampang. Apalagi dengan modal yang hanya Rp995ribu. Hampir-hampir tidak ada.
Terus, adakah kelebihan lain? Ada. Saya dan tim akan membimbing Anda 5X dalam seminggu secara offline dan online. Asalkan Anda mau dibimbing, insya Allah perubahan finansial benar-benar terjadi.
Berapa modalnya? Hanya Rp995ribu.
Dan ini bukan MLM. Karena Anda mulai berminat, silakan bertanya langsung melalui WA. Dan untuk mencegah WA bertumpuk, kami sudah menyediakan tiga nomor WA berbeda, berdasar wilayah.
WA DKI-Banten-Jabar
0813-9875-6577
WA Jateng-Jatim-Bali
0812-8777-8336
WA daerah-daerah lain
0812-8777-7100
Nomor rekening:
BNI Syariah 7777-0909-00
an Ippho D Santosa
BCA Serpong 497-8666-777
an Ippho D Santosa
Kesempatan ini open sampai 3 Oktober.
Bonus, adakah? Ada. GRATIS ongkir untuk mereka yang membayar pada hari ini, 29 September. Bagi teman-teman yang serius, silakan saja langsung transfer. Biasanya yang lain begitu.
Momentum perubahan jarang terjadi, karena kita suka menunda-nunda. Baiknya segerakan take action!