Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Siap- siap ya. E-book ini akan saya bagikan di channel ini beberapa hari lagi. Hanya di Telegram.
Beberapa hari yang lalu saya keliling Jatim. Mulai dari Batu, Malang, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya, sampai Pasuruan.

Menariknya, di Batu saya liburan bareng keluarga dan tim. Belasan orang. Di Kediri, bertemu Mas Andy Noya, seorang presenter yang kondang dengan acara Kick Andy. Di Mojokerto, bertemu Pak Bibit, seorang difabel yang keliling Indonesia dengan sepeda motor. Alhamdulillah, menyenangkan.

Keliling Indonesia, bahkan keliling dunia, insya Allah semua orang bisa.

Sebenarnya, ini nggak ada urusan sama uang. Cuma sayangnya, kebanyakan orang, ada uang dulu, baru yakin. Nggak ada uang, yah nggak yakin. Ini kan kebalik. Justru dengan yakin, suatu hari nanti, uang akan teradakan. Kanan!

Bayangkan, dulu dari Pekanbaru ke Batam saja, saya naik kapal. Ya, naik kapal. Seharian. Berangkat pagi, sampai maghrib. Keluarga saya tak punya cukup uang untuk naik pesawat.

Yang menyedihkan, pas ayah saya meninggal, saya tak sempat melihat. Pulang-pulang, saya cuma melihat kuburnya saja. Saat itu, saya kelamaan di jalan, berhubung cuma naik bis dan kapal. Tak mampu untuk naik pesawat. Meski begitu, saya punya impian: pengen keliling dunia.

Jujur saja, sewaktu remaja cita-cita saya berubah-ubah. Namanya juga remaja. Pengen jadi pelukis, arsitek, dan duta besar. Kok pengen jadi duta besar? Kenapa? Saat itu saya mikir, bisa jalan-jalan ke luar negeri, hehehe.

Kendati keadaan lagi sulit, jangan sampai itu menciutkan impian kita.

Apa yang ingin sampaikan di sini? Yakinlah. Bisa keliling Indonesia atau apapun itu. Setelah yakin, pantaskan diri. Insya Allah apa saja bisa jadi kenyataan ketika kita sudah pantas dan ketika sudah tiba waktunya. Sekali lagi, yakinlah.

Bukankah Allah itu Maha Besar?
Amat penting untuk memahami margin. Terutama bagi entrepreneur.
Untuk mengurangi risiko rugi dan gagal, carilah produk yang tinggi marginnya.
Terlalu banyak berpikir dan menimbang-nimbang, tak akan membuat Anda maju. Yang ada malah jalan di tempat... Saatnya take action!
Mungkin Senin atau Selasa, saya akan membagikan e-book ini di Telegram. Hanya di channel ini. Beruntung sekali teman-teman yang sudah join di sini... Ke depan, saya akan membagikan beragam e-book
Bukan barang yang kurang laku.

Mungkin kita yang kurang gigih dan kurang ilmu.

Ingat itu!
Kampus yang kita dirikan sama-sama, Kampus Umar Usman, hari ini mewisuda mahasiswa-mahasiswanya. Angkatan ke-4.

Saya senang sekali. Kebanyakan mereka mungkin belum kaya-raya. Tapi alhamdulillah, mereka sudah mandiri. Selain itu, amal dan akhlak mereka juga terjaga.

Itulah yang kami didik di kampus. Bisnis, yah bisnis. Tapi amal dan akhlak harus tetap terjaga. Mohon doa dari teman-teman, semoga mereka semua istiqomah dalam kebaikan dan keberlimpahan. Aamiin.
Pernah mendorong gerobak? Insya Allah semua orang bisa, asalkan punya niat dan tenaga. Langsung action!

Kalau membawa helikopter? Nggak semua orang bisa. Niat dan tenaga saja tidaklah memadai.

Begitulah. Sekiranya ingin menangani sesuatu yang besar atau berpotensi besar, harus ada ilmunya. Action saja, nggak cukup.

Dalam bisnis, ringkasnya begini:
- Memulai, perlu keberanian.
- Membesarkan, perlu ilmu.

Perlu penjelasan?
- Ilmu membawa helikopter, jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu mendorong gerobak. Betul?
- Ilmu mengoperasi manusia, jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu memotong sayur. Betul?
- Ilmu mengelola Hypermart, jelas-jelas jauh lebih mendalam dan lebih kompleks ketimbang ilmu mengelola warung. Betul?

Demikianlah dalam bisnis. Perlu ilmu supaya benar-benar besar dan kuat.

Guru saya pernah wanti-wanti, "Memulai usaha? Pake nekad saja, yah bisa. Membesarkan usaha? Nggak bisa. Perlu ilmu."

Lalu ada alumni seminar yang bertanya ke saya, "Banyak orang yang bermodalkan nekad dalam memulai usaha. Bolehkah?

Saya jawab, "Yah, sah-sah saja. Yang penting, legal dan halal. Tapi mohon maaf, kalau bermodalkan nekad saja, usahanya tidak bakal besar. Untuk besar, lagi-lagi kita perlu ilmu."

Maka, sempatkan belajar. Cari ilmu. Baca buku. Ikut guru. Jangan pernah jemu.

Dalam #bisnis, bagaimana cara paling tepat dalam belajar dan berguru? Temukan mentornya. Terus, ada tiga pilihan. Pertama, jadilah muridnya. Kedua, jadilah stafnya. Atau ketiga, jadilah partnernya.

Kurang-lebih itu yang saya sarankan. Pak Tung Desem Waringin juga menyarankan hal serupa.

Yang setuju, bantu share dan copas tulisan ini.
Punya mentor saja, masih mungkin gagal.

Apalagi nggak punya mentor.
Berilmu membuat kita lebih pede dalam menjalankan bisnis.

Keberanian, ini kunci untuk memulai.

Ilmu, ini kunci untuk membesarkan.

“Risiko datang dari ketidaktahuan.” Quote ini diambil dari Warren Buffet ketika ia berbicara di Forbes. Kita sama-sama tahu, ia adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Kadang saya mengutip quote ini baik di seminar publik maupun seminar in-house. Yah, karena apa yang dibilang Warren Buffet di atas memang benar. Ya, benar.

Saya pribadi jenis orang yang berani terhadap risiko. Hajar saja. Tapi kalau melibatkan banyak pihak, agak beda ceritanya. Saya cenderung untuk ekstra hati-hati. Maksudnya?

Begini. Setiap bisnis yang melibatkan banyak pihak (mitra), saya berusaha untuk memahami detailnya terlebih dahulu. Ya, saya pelajari sisi ini dan itu. Baik dari segi produk maupun dari segi pemasaran.

Sudah nggak zaman membesarkan bisnis bermodal kenekadan. Kalaupun mau nekad, itu baiknya di awal-awal. Saat memulai. Bukan saat menjalankan dan membesarkan.

Sampai sekarang, saya masih menyisihkan waktu 2X seminggu sebagai murid. Belajar. Berguru, menuntut ilmu. Yang saya pahami, untuk menang di dunia, di akhirat, atau kedua-duanya, perlu ilmu. Saya yakin Anda setuju.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Note: Selasa saya akan membagikan e-book gratis di channel Telegram @ipphoright. Ya, gratis. Dan hanya di Telegram. Isinya tentang meraih Rp 3 M dalam waktu sehari atau kurang. Ini kisah nyata. Silakan ajak teman-teman kita bergabung ke Telegram)
Ilmu itu cahaya.

Fakir itu gelap.

Mereka yang sungguh-sungguh menuntut ilmu dijamin tidak fakir.
Bukan persaingan yang kejam. Mungkin kita yang tidak mempersiapkan diri.

Belajarlah. Cari guru. Cari ilmu. Baca buku. Mudah-mudah membaik nasibmu.
Kali ini kita akan menekankan tentang pemilihan sikap Victim dan Victor. Apa itu?

Begini. Sebagian orang, ketika masalah terjadi, ia bersikap sebagai korban (Victim), seolah-olah tidak berdaya, dan teraniaya. Bukan hanya itu, ia juga mengeluh dan menyalah-nyalahkan orang lain. Dengan kata lain, ia tidak bertanggung-jawab atas keputusan yang telah ia ambil.

Namun sebagian orang bersikap sebagai pemenang (Victor/Victory). Dia tenang. Tak menyalahkan siapapun. Sebaliknya, ia bertanggung-jawab penuh atas keputusan yang telah ia ambil.

"Aku yang memutuskan untuk berbisnis. Aku yang ingin sukses. Aku yang memperoleh untungnya. Tentulah, aku yang harus memastikan ini semua berjalan. Andaikata nggak berjalan, akulah yang bertanggung-jawab, sepenuhnya." Sebuah pemikiran yang memberdayakan. Inilah sikap sang pemenang.

Terlihat jelas di sini. Keadaan sama, namun respons berbeda, tentulah hasilnya akan turut berbeda. Pasti. Makanya saya menganjurkan, demi hasil yang lebih baik, sebisa-bisanya kita hindari sikap sebagai Victim. Apalagi kita tahu bahwa mengeluh itu melemahkan otak dan tubuh! Apalagi kita tahu bahwa menyalahkan orang lain bukannya mengurangi masalah, melainkan hanya mengurangi teman!

Sekali lagi, bertanggung-jawablah atas keputusan yang telah kita ambil. Investasi, bisa rugi. Bisnis, bisa rugi. Kalau memang terjadi, berhentilah menyalah-nyalahkan orang lain. Dewasalah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

(Note: Sore atau malam, kami akan membagikan e-book gratis di channel ini. Tentang meraih Rp 3 miliar dalam waktu satu hari atau kurang. Kisah nyata nih, dialami oleh teman saya. Dan saya yakin Anda juga bisa. Semoga member di channel ini per sore nanti sudah mencapai 54.000 orang)
Barusan saya membagikan e-book gratis di channel Telegram @ipphoright ini. Ya, gratis. Dan hanya di Telegram. Isinya tentang meraih Rp 3 M dalam waktu sehari atau kurang. Ini kisah nyata. Silakan download dan baca segera. Karena setelah 3 hari, e-book ini akan saya remove dari Telegram. Happy learning!
Tahu diri itu penting.

Kalau kita merasa diri kita bodoh, maka belajarlah lebih giat. Tahu diri.

Kalau kita merasa diri kita miskin, maka berusahalah lebih giat.

Jangan menyamakan kadar usaha kita dengan orang lain. Sebaliknya, kita mesti lebih.

Ini namanya tahu diri. Manifestasi-kan tahu diri itu dengan ekstra belajar dan ekstra berusaha.

Siap?
Sukses dan gagal itu satu paket. Daripada menyebutnya kegagalan, lebih baik menyebutnya tantangan dan pembelajaran. Sebutan ini lebih memberdayakan. Right?

Sudah menjadi sunatullah, dari waktu ke waktu yang namanya tantangan dan tekanan, tidak pernah menjadi lebih mudah. Entah kita sebagai entrepreneur maupun sebagai profesional.

Nah, daripada berharap tantangan dan tekanan menjadi lebih mudah, mending berusahalah menjadi lebih tangguh dan lebih sabar. Itu lebih masuk akal. Semoga Allah senantiasa memberi kita ketangguhan dan kesabaran. Aamiin...

Nabi-nabi saja pernah gagal. Coba buka sejarah, tidak sedikit nabi yang terusir dari kota asalnya. Dirinya dan dakwahnya tidak diterima. Nabi-nabi saja gagalnya sampai seperti itu, apalagi kita.

Putus asa, bolehkah? Jangan. Nabi Ibrahim menyebut putus asa sebagai sebuah kesesatan. Kalimat dari Nabi Ibrahim ini tertulis di Kitab Suci. Bukan saya yang ngarang-ngarang. Intinya, gagal sih boleh. Putus asa, yah jangan.

Sejatinya, bagi mereka yang bermental pemenang, kegagalan dan tekanan adalah 'ruang belajar'. Siapa sih yang mau gagal? Nggak ada. Tapi kalau sudah terjadi dan tak bisa dihindari, yah lebih baik mempersiapkan diri. Belajar. Alih-alih berkeluh-kesah, ayo belajar dan bangkit!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



( Note: Kemarin saya sudah membagikan e-book "Meraih Rp 3 Miliar Dalam 3 Menit" di channel Telegram saya @ipphoright. Gratis. Silakan download sebelum saya remove. )
Mau meningkatkan penghasilan? Mau mencetak Rp 100 juta pertama? Mau menjual dengan internet marketing? Mau magang di kantor saya?
.
Ya, saya akan membuka kelas magang dan training 'Internet Marketing' di kantor saya, selama 7 hari. Dan ini angkatan ke 11. Dari segi materi, semakin matang dan teruji.
.
Alhamdulillah, angkatan-angkatan sebelumnya, langsung FULL begitu diumumkan.

Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta. 100% beda dengan training biasa.
.
Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Instagram Marketing
.
Mengapa Internet Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget & Tersegmen
- Sangat Terukur & Berdampak
- Sangat Murah & Mudah
- Bertahan Lama
.
Berapa lama belajarnya?
- total 7 hari berbentuk magang dan training
.
Kapan?
- akhir Oktober 2017
- jam 8.00 - 18.00 WIB
.
Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)
.
Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.
.
Minat? WA 0812-8777-7100 atau 0815-4333-3600.

Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB
.
Berapa biayanya?
Hanya Rp 8 juta. Dan diskon 50% lebih alias cuma Rp 3,9 juta untuk mereka yang mendaftar hari ini sampai 30 Sept (harga promo). Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.
.
Adakah bonusnya?
Ada. Bagi teman-teman yang lunas sampai Senin (25 Sept), akan mendapat coaching khusus (secara berkelompok) bersama saya, Ippho Santosa. Aslinya, biaya untuk coaching ini jutaan rupiah juga. Sekarang bisa Anda dapatkan FREE!
.
Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training sejenis yang biayanya 2X sampai 3x lebih tinggi.
.
Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya sebagai praktisi dan pengajar sudah sangat teruji.
.
Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman.
.
Minat? Serius?
-       Transfer ke BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
-       Atau ke BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Yang serius, silakan transfer (amankan seat Anda).
-       Setelah transfer, WA 0812-8777-7100 dan 0815-4333-3600 (WA, bukan telp)
.
Mari sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.
.
Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!
.
Seminggu magang dan training, insya Allah menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib Anda juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja!