Kesempatan langka, tak berulang!
Apa itu?
Bikin pesawat bareng BJ Habibie.
Wuih!
Emang bisa? Bisa!
Saya, Ippho Santosa, termasuk orang-orang yang ikut urunan bikin pesawat bareng beliau. Ya, saya tidak sendiri. Ada juga Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine Chandrawinata, Andien Aisyah, Rosiana Silalahi, Danang The Comment, dan lain-lain.
Nama pesawatnya R80. Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai. Keren ya? Banget! Dan konsep ini pertama di dunia!
Kita sama-sama tahu, BJ Habibie adalah sosok yang langka. Bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia. Usia beliau sudah 80-an. Mau kapan lagi kita bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara-cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan berbeda. Urunan bareng se-Indonesia. Agar kita benar-benar merasa memiliki. Agar anak-cucu kita membanggakan karya ini.
Yuk kita urunan di sini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sekiranya belum bisa, lakukan saja apa yang bisa. Bantu doa dan share. Jangan sampai pesan ini berhenti di hadapan Anda. Teruskan!
Apa itu?
Bikin pesawat bareng BJ Habibie.
Wuih!
Emang bisa? Bisa!
Saya, Ippho Santosa, termasuk orang-orang yang ikut urunan bikin pesawat bareng beliau. Ya, saya tidak sendiri. Ada juga Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine Chandrawinata, Andien Aisyah, Rosiana Silalahi, Danang The Comment, dan lain-lain.
Nama pesawatnya R80. Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai. Keren ya? Banget! Dan konsep ini pertama di dunia!
Kita sama-sama tahu, BJ Habibie adalah sosok yang langka. Bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia. Usia beliau sudah 80-an. Mau kapan lagi kita bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara-cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan berbeda. Urunan bareng se-Indonesia. Agar kita benar-benar merasa memiliki. Agar anak-cucu kita membanggakan karya ini.
Yuk kita urunan di sini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sekiranya belum bisa, lakukan saja apa yang bisa. Bantu doa dan share. Jangan sampai pesan ini berhenti di hadapan Anda. Teruskan!
Kitabisa
Klik untuk donasi - Motivator Indonesia untuk R80
Bila kita bergerak bersama, sebuah pesawat pun bisa kita hadirkan dan ini akan jadi contoh bagi dunia!
Nggak nyangka...
Bener-bener nggak nyangka...
Jumat (kemarin), saya mengajak teman-teman urunan bikin pesawat. Bareng saya, BJ Habibie, Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine, Andien dll.
Anda tahu berapa donasi terkumpul sekarang?
Alhamdulillah, sudah lebih dari Rp 1/2 miliar!
Bersama-sama, ternyata kita bisa. Insya Allah. Yang tertarik, boleh dibaca-baca dulu >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Bener-bener nggak nyangka...
Jumat (kemarin), saya mengajak teman-teman urunan bikin pesawat. Bareng saya, BJ Habibie, Ust Yusuf Mansur, Wirda Mansur, Nadine, Andien dll.
Anda tahu berapa donasi terkumpul sekarang?
Alhamdulillah, sudah lebih dari Rp 1/2 miliar!
Bersama-sama, ternyata kita bisa. Insya Allah. Yang tertarik, boleh dibaca-baca dulu >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Kitabisa
Klik untuk donasi - Motivator Indonesia untuk R80
Bila kita bergerak bersama, sebuah pesawat pun bisa kita hadirkan dan ini akan jadi contoh bagi dunia!
Ketika weekend, terjadi shifting pusat keramaian. Tim kita mesti diajarkan soal ini. Mereka harus melek.
Keramaian = Prospek
Keramaian = Prospek
Stress di hari Senin?
Dilansir dari Lifehack.org, orang sukses jarang mengalami stress di awal pekan meskipun dirinya super sibuk. Kenapa? Orang sukses lazimnya terlatih mengendalikan diri dan pikirannya.
Inilah cara-cara orang sukses mengatasi stress di hari Senin.
Orang sukses sebenarnya lebih mempersiapkan diri. Tepatnya mempersiapkan segala kebutuhan sebelum memulai sederet aktivitas dan ini merupakan salah satu kunci pembuka keberhasilan.
Ya, persiapan yang matang dapat mengurangi stress, terutama menyambut pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas.
Doa, sholat, atau meditasi juga diperlukan. Ini salah satu cara ampuh mencegah diri dari berbagai stress saat menyambut pekerjaan di awal pekan. Dengan ini, banyak orang sukses yang merasa dirinya lebih tenang dan lebih ceria.
Terus, apa lagi? Orang sukses mengelilingi dirinya dengan mereka yang optimis. Begini. Pikiran positif bisa menular. Ini seringkali menimbulkan kegembiraan dan mengusir rasa stress.
Silakan dicoba. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Dilansir dari Lifehack.org, orang sukses jarang mengalami stress di awal pekan meskipun dirinya super sibuk. Kenapa? Orang sukses lazimnya terlatih mengendalikan diri dan pikirannya.
Inilah cara-cara orang sukses mengatasi stress di hari Senin.
Orang sukses sebenarnya lebih mempersiapkan diri. Tepatnya mempersiapkan segala kebutuhan sebelum memulai sederet aktivitas dan ini merupakan salah satu kunci pembuka keberhasilan.
Ya, persiapan yang matang dapat mengurangi stress, terutama menyambut pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas.
Doa, sholat, atau meditasi juga diperlukan. Ini salah satu cara ampuh mencegah diri dari berbagai stress saat menyambut pekerjaan di awal pekan. Dengan ini, banyak orang sukses yang merasa dirinya lebih tenang dan lebih ceria.
Terus, apa lagi? Orang sukses mengelilingi dirinya dengan mereka yang optimis. Begini. Pikiran positif bisa menular. Ini seringkali menimbulkan kegembiraan dan mengusir rasa stress.
Silakan dicoba. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kebayang kalau Anda harus membuka pabrik batik? Pabrik mukena? Pabrik sepatu?
Relatif besar modalnya.
Relatif lama waktunya.
Karena itu saya menyarankan, tidak harus menguasai bidang produksi untuk memulai usaha. Agar hemat dan cepat, mulailah dari bidang penjualan. Sekali lagi, bidang penjualan.
Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agen. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi reseller, menjualkan produk orang lain.
Jangan risih. Bukankah Nabi Muhammad awalnya seorang reseller?
Sebenarnya ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost dan jam terbang yang lumayan.
Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin 50% atau lebih. Kalau margin-nya cuma 10% atau 25%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan ‘merampok’ profit Anda secara keseluruhan.
Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 10% atau 25% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak menjualnya. Pastikan Anda bisa menjualnya secara massal. Ya, massal. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko gagal Anda mengecil.
Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang tinggi repeat order-nya. Ingat, bisnis dibangun dengan repeat order, bukan terus-terusan menguber konsumen baru yang cost-nya jelas-jelas 6X lebih besar.
Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang mudah dan murah dalam delivery. Saya sudah mencoba berbagai macam produk. Dan harus saya akui, memang ada produk tertentu yang sulit dan mahal di-delivery secara nasional.
Dengan kata lain, ini akan mengurangi potensi penjualan. Padahal dengan social media, kita bisa mencetak penjualan secara nasional. Ya, nasional. Sayang sekali kalau produk kita hanya bermain secara lokal hanya karena sulit dan mahal di-delivery.
Pada akhirnya, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Relatif besar modalnya.
Relatif lama waktunya.
Karena itu saya menyarankan, tidak harus menguasai bidang produksi untuk memulai usaha. Agar hemat dan cepat, mulailah dari bidang penjualan. Sekali lagi, bidang penjualan.
Salah satu pintu rezeki yang sudah dibuka dan dibuktikan oleh jutaan orang, adalah menjadi reseller. Atau agen. Atau distributor. Atau sejenisnya. Ya, Anda bisa menjadi reseller, menjualkan produk orang lain.
Jangan risih. Bukankah Nabi Muhammad awalnya seorang reseller?
Sebenarnya ini sangat bagus. Kenapa? Karena sebagai orang muda yang nggak sabaran, Anda tidak perlu pusing sama produksi yang identik dengan mutu dan kepuasan. Apalagi produksi itu memerlukan cost dan jam terbang yang lumayan.
Saran saya, sebagai reseller, carilah produk yang bisa menghasilkan margin 50% atau lebih. Kalau margin-nya cuma 10% atau 25%, begitu segelintir barang tidak terjual, otomatis itu akan ‘merampok’ profit Anda secara keseluruhan.
Yah, boleh-boleh saja Anda menjual produk yang margin-nya 10% atau 25% tapi Anda harus tahu dulu ke mana menjualnya dan seberapa banyak menjualnya. Pastikan Anda bisa menjualnya secara massal. Ya, massal. Antisipasi ini sejak awal. Sehingga resiko gagal Anda mengecil.
Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang tinggi repeat order-nya. Ingat, bisnis dibangun dengan repeat order, bukan terus-terusan menguber konsumen baru yang cost-nya jelas-jelas 6X lebih besar.
Terus, apa lagi? Kalau mungkin, cari produk yang mudah dan murah dalam delivery. Saya sudah mencoba berbagai macam produk. Dan harus saya akui, memang ada produk tertentu yang sulit dan mahal di-delivery secara nasional.
Dengan kata lain, ini akan mengurangi potensi penjualan. Padahal dengan social media, kita bisa mencetak penjualan secara nasional. Ya, nasional. Sayang sekali kalau produk kita hanya bermain secara lokal hanya karena sulit dan mahal di-delivery.
Pada akhirnya, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Benarkah cinta itu BUTA? Benar, kata pujangga.
Tapi kok SI CINTA tahu persis, mana yang roda empat, mana yang roda dua.
Mana yang Alphard, mana yang Avanza.
Mana yang Gucci, mana yang Guess.
Mana yang berlian, mana yang belingan.
🤣
Menurut riset dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi.
Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Dan riset ini tidak main-main, karena melibatkan 1.659 responden.
Lantas, apa pendapat saya?
- Kaya, nikah.
- Belum kaya, tetap nikah.
- Jangan kekayaan yang dijadikan pertimbangan utama dalam menikah.
Terus, apa yang dijadikan pertimbangan utama? Ada dua hal. Amalnya. Akhlaknya.
Kalau amal dan akhlaknya bener, terus ikhtiarnya juga bener, maka kekayaan akan nyusul dengan sendirinya.
Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tapi kok SI CINTA tahu persis, mana yang roda empat, mana yang roda dua.
Mana yang Alphard, mana yang Avanza.
Mana yang Gucci, mana yang Guess.
Mana yang berlian, mana yang belingan.
🤣
Menurut riset dari perusahaan biro jodoh asal Singapura, Lunch Actually, ternyata wanita Indonesia cenderung lebih matre. Dalam artian, menilai pria dari sisi materi.
Masih menurut riset tersebut, kebanyakan wanita di Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan yang mapan. Dan riset ini tidak main-main, karena melibatkan 1.659 responden.
Lantas, apa pendapat saya?
- Kaya, nikah.
- Belum kaya, tetap nikah.
- Jangan kekayaan yang dijadikan pertimbangan utama dalam menikah.
Terus, apa yang dijadikan pertimbangan utama? Ada dua hal. Amalnya. Akhlaknya.
Kalau amal dan akhlaknya bener, terus ikhtiarnya juga bener, maka kekayaan akan nyusul dengan sendirinya.
Saya harap Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Rezeki dan jodoh sengaja dirahasiakan Allah, serba tidak pasti, agar kita bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa.
Ya, ketidakpastian itu baik.
Ya, ketidakpastian itu baik.
Risiko = ketidakpastian.
Bisnis sering disebut-sebut penuh risiko.
Maka tak heran, orang akan lebih bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa ketika ia mulai berbisnis.
Ya, ketidakpastian itu baik.
Bisnis sering disebut-sebut penuh risiko.
Maka tak heran, orang akan lebih bersungguh-sungguh dalam ikhtiar dan doa ketika ia mulai berbisnis.
Ya, ketidakpastian itu baik.
Anda aktif di Facebook, Instagram, atau socmed lainnya? Masyarakat Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 sebagai pengguna Facebook teraktif di dunia pada tahun ini.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai, bukan sekadar tahu.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Secara umum yah begitu.
Instagram bukan sekadar media sosial yang berbagi konten visual, tetapi juga menjadi wadah kekinian bagi pebisnis untuk menjajakan produk dan jasa. Suka atau tidak suka, demikianlah faktanya.
Director of Community Instagram, Amanda Kelso, mengungkapkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) alias small medium businesses (SMB) menjadi salah satu faktor penting di platform tersebut. Ini diberitakan di Kompas.
“80% user Instagram mengikuti akun bisnis. Artinya kehadiran akun bisnis di Instagram adalah sesuatu yang dibutuhkan orang-orang secara umum,” papar Amanda Kelso.
Ini tidak main-main. Indonesia sendiri masuk lima besar alias “Top 5” negara dunia yang paling banyak memiliki akun bisnis di Instagram. Di Instagram, saya aktif dengan nama akun @ipphoright.
Kita bukan artis atau celebgram. Kita adalah entrepreneur dan calon entrepreneur. Tak ada salahnya kalau kita mempelajari ilmu Facebook dan Instagram lebih dalam lagi, terutama buat bisnis.
Apalagi orang perkotaan memegang handphone-nya 3 sampai 5 jam sehari. Itu semua potential buyer. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai, bukan sekadar tahu.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Secara umum yah begitu.
Instagram bukan sekadar media sosial yang berbagi konten visual, tetapi juga menjadi wadah kekinian bagi pebisnis untuk menjajakan produk dan jasa. Suka atau tidak suka, demikianlah faktanya.
Director of Community Instagram, Amanda Kelso, mengungkapkan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) alias small medium businesses (SMB) menjadi salah satu faktor penting di platform tersebut. Ini diberitakan di Kompas.
“80% user Instagram mengikuti akun bisnis. Artinya kehadiran akun bisnis di Instagram adalah sesuatu yang dibutuhkan orang-orang secara umum,” papar Amanda Kelso.
Ini tidak main-main. Indonesia sendiri masuk lima besar alias “Top 5” negara dunia yang paling banyak memiliki akun bisnis di Instagram. Di Instagram, saya aktif dengan nama akun @ipphoright.
Kita bukan artis atau celebgram. Kita adalah entrepreneur dan calon entrepreneur. Tak ada salahnya kalau kita mempelajari ilmu Facebook dan Instagram lebih dalam lagi, terutama buat bisnis.
Apalagi orang perkotaan memegang handphone-nya 3 sampai 5 jam sehari. Itu semua potential buyer. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Rp600juta dalam 6 hari, alhamdulillah. Itulah total donasi yang saya kumpulkan untuk pengembangan pesawat R80 karya BJ Habibie. Ya, kita urunan bikin pesawat. Ini pertama di dunia!
Yang nyumbang, bahkan bisa jaket bomber seperti saya. Mau? Gampang. Cukup nyumbang minimal Rp700ribu. Boleh baca-baca dulu di sini >> www.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sebenarnya, nyumbang berapapun boleh. Pesawat R80 sengaja diawali dengan konsep urunan agar kita semua merasa memiliki. Dan #PesawatR80 ini akan menjadi kebanggaan kita juga anak-cucu kita.
Percayalah, ini kesempatan langka, tak berulang. Dan dunia akan mencontoh kita. Yuk kita urunan. Berapa saja. Bukan jumlah yang utama. Melainkan kebersamaan. Setidaknya bantu doa dan share.
Yang nyumbang, bahkan bisa jaket bomber seperti saya. Mau? Gampang. Cukup nyumbang minimal Rp700ribu. Boleh baca-baca dulu di sini >> www.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sebenarnya, nyumbang berapapun boleh. Pesawat R80 sengaja diawali dengan konsep urunan agar kita semua merasa memiliki. Dan #PesawatR80 ini akan menjadi kebanggaan kita juga anak-cucu kita.
Percayalah, ini kesempatan langka, tak berulang. Dan dunia akan mencontoh kita. Yuk kita urunan. Berapa saja. Bukan jumlah yang utama. Melainkan kebersamaan. Setidaknya bantu doa dan share.
Kitabisa
Klik untuk donasi - Motivator Indonesia untuk R80
Ippho Santosa dan motivator-motivator Indonesia mendukung pesawat R80 yang digagas BJ Habibie. Kita yang urunan, kita yang bikin, kita yang pakai. Dulu, Dakota RI-001 Seulawah dibeli dari sumbangan rakyat Aceh dan menjadi pesawat angkut pertama milik RI.…
Sebagai entrepreneur, kita harus mengoptimasi akun Instagram (IG) dan Facebook (FB) kita. Tak cukup sekadar punya akun. Tapi, mesti teroptimasi. Muncul dalam setiap pencarian.
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar seorang pakar. Dan ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Menurut Google, orang Indonesia menghabiskan waktu selama 5,5 jam di luar jam kerja untuk online. Terus, melakukan pengecekan ke smartphone hingga 150 kali setiap harinya. Bahkan, jumlah transaksi melalui e-commerce sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 22 triliun!
Sekali lagi, teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Itu pendapat saya. Apa pendapat Anda?
"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar seorang pakar. Dan ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.
Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.
Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Menurut Google, orang Indonesia menghabiskan waktu selama 5,5 jam di luar jam kerja untuk online. Terus, melakukan pengecekan ke smartphone hingga 150 kali setiap harinya. Bahkan, jumlah transaksi melalui e-commerce sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 22 triliun!
Sekali lagi, teramat sayang kalau kita cuma jadi penonton.
Itu pendapat saya. Apa pendapat Anda?
Pakar sosiologi dan antropologi mungkin bingung dengan situasi Indonesia. Ketika berada di dalam kelas, diskusi antara pengajar dan murid biasanya minim interaksi. Tapi begitu masuk ke media sosial, wah mereka mendadak cerewet.
Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial.
"Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 40 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 penetrasi ini akan meningkat lebih pesat," ujar Tony Lin. Bahkan menurut berbagai survei, penetrasi internet di Indonesia mencapai 46 persen.
Serunya, tercatat 97,4 persen orang Indonesia mengakses akun-akun media sosial saat menggunakan internet. Itu artinya, sangat mudah bagi kita untuk promosi atau setidaknya menawarkan sesuatu via internet, terutama media sosial.
Sayangnya, sebagian besar UKM kita kurang melek internet. Padahal internet adalah now market dan next market. Maksudnya? Saat ini, sangat besar. Ke depannya, jauh lebih besar. Terus, sampai kapan kita cuma diam jadi penonton? Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Dengan internet, kita tidak perlu lagi menyewa ruko atau buka stand. Tidak perlu lagi memasang spanduk, flyer, dan iklan koran. Hemat tho? Sangat hemat. Cukuplah kita mengoptimasi Facebook, Instagram, dan Blogspot, sehingga otomatis bisnis kita muncul di mana-mana ketika konsumen mencari.
Saya harap kita semua siap. Anda siap?
Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial.
"Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 40 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 penetrasi ini akan meningkat lebih pesat," ujar Tony Lin. Bahkan menurut berbagai survei, penetrasi internet di Indonesia mencapai 46 persen.
Serunya, tercatat 97,4 persen orang Indonesia mengakses akun-akun media sosial saat menggunakan internet. Itu artinya, sangat mudah bagi kita untuk promosi atau setidaknya menawarkan sesuatu via internet, terutama media sosial.
Sayangnya, sebagian besar UKM kita kurang melek internet. Padahal internet adalah now market dan next market. Maksudnya? Saat ini, sangat besar. Ke depannya, jauh lebih besar. Terus, sampai kapan kita cuma diam jadi penonton? Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Dengan internet, kita tidak perlu lagi menyewa ruko atau buka stand. Tidak perlu lagi memasang spanduk, flyer, dan iklan koran. Hemat tho? Sangat hemat. Cukuplah kita mengoptimasi Facebook, Instagram, dan Blogspot, sehingga otomatis bisnis kita muncul di mana-mana ketika konsumen mencari.
Saya harap kita semua siap. Anda siap?
Pintu-pintu rezeki biasanya semakin terbuka saat seseorang menikah. Yang penting, niatnya dan caranya benar.
Heran juga sama orang-orang yang suka menunda-nunda menikah. Itu sama saja dengan menunda rezeki.
Heran juga sama orang-orang yang suka menunda-nunda menikah. Itu sama saja dengan menunda rezeki.
Sejauh ini saya sudah membagikan dua e-book gratis di channel Telegram ini. Dan saya sudah menyiapkan dua e-book baru untuk dibagikan. Ya, hanya di channel Telegram ini. Insya Allah.
Semua e-book gratis ini karya dari teman-teman saya. Isinya bagus-bagus. Sengaja kita bagikan di Telegram karena kita menganggap member-member di Telegram lebih serius daripada member-member di WA.
Semua e-book gratis ini karya dari teman-teman saya. Isinya bagus-bagus. Sengaja kita bagikan di Telegram karena kita menganggap member-member di Telegram lebih serius daripada member-member di WA.
So, ajak teman-teman kita untuk bergabung di channel ini.
Egois sekali kalau cuma kita sendiri yang menikmati sesuatu dan sukses, sementara teman-teman kita tidak diajak.
Egois sekali kalau cuma kita sendiri yang menikmati sesuatu dan sukses, sementara teman-teman kita tidak diajak.
Anda suka drama Korea atau band Korea? Hehe, saya pribadi nggak ngikutin itu semua. 😃😃😃
Ketika artikel ini ditulis, saya berada di Korea Selatan untuk ketiga kalinya. Kalau sebelumnya saya ditemani oleh ibu dan mertua, maka kali ini saya ditemani oleh istri tercinta.
Di Korea, ada konsep Hahn yang berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan rela melakukan pengorbanan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga juga negara. Menurut saya, ini konsep yang sangat bagus.
Korea dengan etos kerja Hahn akhirnya menjadi kelebihan dan keunikan tersendiri. Semangat dan etos kerja itu menjadi suatu kekuatan psikologis (psychic force).
Boye De Mente (peneliti masyarakat Asia Timur tahun 1990-an yang telah menulis lebih dari 100 buku) menyebut Hahn sebagai energi untuk belajar dengan penuh hasrat, bekerja dengan penuh tekad, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan disiplin tingkat tinggi. Keren ya?
Belum lagi Jeong Do Management (mirip-mirip Kaizen dari Jepang). Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG dan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Mereka berusaha memberikan karya yang terbaik dan adanya perbaikan terus-menerus.
Dalam Islam, ini semua disebut dengan Itqan. Teliti, hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi.
Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar dan terinspirasi dari hal ini. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif.
Badan Program Pembangunan di bawah PBB (UNDP) dalam laporan Human Development Report 2016 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, turun dari posisi 110 di 2014.
Dan UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp 20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.
Tak perlu menyalahkan si A atau si B. Mari memulai perbaikan itu dari diri kita, keluarga kita, dan tim kita. Kalau masing-masing kita berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah IPM kita akan meningkat bahkan melesat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ketika artikel ini ditulis, saya berada di Korea Selatan untuk ketiga kalinya. Kalau sebelumnya saya ditemani oleh ibu dan mertua, maka kali ini saya ditemani oleh istri tercinta.
Di Korea, ada konsep Hahn yang berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan rela melakukan pengorbanan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga juga negara. Menurut saya, ini konsep yang sangat bagus.
Korea dengan etos kerja Hahn akhirnya menjadi kelebihan dan keunikan tersendiri. Semangat dan etos kerja itu menjadi suatu kekuatan psikologis (psychic force).
Boye De Mente (peneliti masyarakat Asia Timur tahun 1990-an yang telah menulis lebih dari 100 buku) menyebut Hahn sebagai energi untuk belajar dengan penuh hasrat, bekerja dengan penuh tekad, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan disiplin tingkat tinggi. Keren ya?
Belum lagi Jeong Do Management (mirip-mirip Kaizen dari Jepang). Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG dan perusahaan-perusahaan besar di Korea. Mereka berusaha memberikan karya yang terbaik dan adanya perbaikan terus-menerus.
Dalam Islam, ini semua disebut dengan Itqan. Teliti, hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi.
Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar dan terinspirasi dari hal ini. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif.
Badan Program Pembangunan di bawah PBB (UNDP) dalam laporan Human Development Report 2016 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2015 berada di peringkat 113, turun dari posisi 110 di 2014.
Dan UNDP mencatat, ada sekitar 140 juta orang Indonesia yang hidup dengan biaya kurang dari Rp 20 ribu per hari dan 19,4 juta orang menderita gizi buruk.
Tak perlu menyalahkan si A atau si B. Mari memulai perbaikan itu dari diri kita, keluarga kita, dan tim kita. Kalau masing-masing kita berusaha dengan sungguh-sungguh, insya Allah IPM kita akan meningkat bahkan melesat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ternyata ribuan orang yang tidak bisa melihat status Facebook saya, padahal mereka jelas-jelas follow (like) halaman saya sejak lama.
Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya dan tim merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?
Rupanya, selama dua tahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama TIDAK BISA melihat page itu lagi.
Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.
Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.
Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
- Video Aa Gym push-up sampai 100 kali.
- Cuplikan seminar akbar saya di Korea.
- Motor-motor yang terjebak di jalur Busway.
- Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.
Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/
Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari.
Siap?
Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya dan tim merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?
Rupanya, selama dua tahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama TIDAK BISA melihat page itu lagi.
Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.
Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.
Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
- Video Aa Gym push-up sampai 100 kali.
- Cuplikan seminar akbar saya di Korea.
- Motor-motor yang terjebak di jalur Busway.
- Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.
Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/
Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari.
Siap?
Di Indonesia, ada tokoh yang kesannya 'nggak tua-tua' alias awet muda. Siapa itu? Kak Seto dan Aa Gym. Walaupun sudah punya cucu, namun mereka berdua tetap disapa 'Kak' dan 'Aa'.
Bener-bener awet muda. 😁
Bukan kebetulan, saya kenal dua-duanya. Dan, ada satu persamaan ternyata. Apa itu? Mereka berdua sama-sama jago push-up. Ya, jago push-up. Bisa puluhan kali bahkan seratusan kali dalam sehari! Wuih!
Saya dengar sendiri dari mereka berdua, di forum berbeda. Yang penasaran, silakan lihat video Aa Gym push-up di Instagram saya @ipphoright. Sepertinya jadi viral.
Sebenarnya agama menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dan merawat tubuh. Ini kan nikmat Allah. Wajib disyukuri dengan cara dijaga dan dirawat. Dengan kata lain, menjaga kesehatan BUKAN sekedar trend.
Lihatlah Nabi Muhammad yang terampil berkuda, memanah, dan bergulat sejak muda.
Lihatlah Nabi Muhammad yang masih sanggup menyembelih puluhan hewan kurban di usia 62 tahun.
Lihatlah Nabi Muhammad yang perutnya kotak-kotak seperti susunan batu dan gulungan kertas.
Sementara itu, di Indonesia sejumlah pria yang perutnya rada ndut, bertanya-tanya dalam hati, "Adakah sabun cuci yang mampu melawan lemak membandel?" 🤣🤣🤣
Hehehe, daripada tersinggung lebih baik berubah!
Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW dada dan perut beliau rata.” (HR Ibn Sa’ad)
Dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun.” (HR Thabrani)
Contoh lain. Mana mungkin Umar menang perang berkali-kali kalau beliau kegendutan? Mana mungkin Ali menang perang berkali-kali kalau beliau kekurusan? Think!
Mari jaga kesehatan kita. Benar-benar dijaga. Dengan rutin berolahraga. Dengan makan dan tidur yang teratur. Dengan madu dan propolis. Dengan pikiran yang positif. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah.
Bener-bener awet muda. 😁
Bukan kebetulan, saya kenal dua-duanya. Dan, ada satu persamaan ternyata. Apa itu? Mereka berdua sama-sama jago push-up. Ya, jago push-up. Bisa puluhan kali bahkan seratusan kali dalam sehari! Wuih!
Saya dengar sendiri dari mereka berdua, di forum berbeda. Yang penasaran, silakan lihat video Aa Gym push-up di Instagram saya @ipphoright. Sepertinya jadi viral.
Sebenarnya agama menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dan merawat tubuh. Ini kan nikmat Allah. Wajib disyukuri dengan cara dijaga dan dirawat. Dengan kata lain, menjaga kesehatan BUKAN sekedar trend.
Lihatlah Nabi Muhammad yang terampil berkuda, memanah, dan bergulat sejak muda.
Lihatlah Nabi Muhammad yang masih sanggup menyembelih puluhan hewan kurban di usia 62 tahun.
Lihatlah Nabi Muhammad yang perutnya kotak-kotak seperti susunan batu dan gulungan kertas.
Sementara itu, di Indonesia sejumlah pria yang perutnya rada ndut, bertanya-tanya dalam hati, "Adakah sabun cuci yang mampu melawan lemak membandel?" 🤣🤣🤣
Hehehe, daripada tersinggung lebih baik berubah!
Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW dada dan perut beliau rata.” (HR Ibn Sa’ad)
Dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun.” (HR Thabrani)
Contoh lain. Mana mungkin Umar menang perang berkali-kali kalau beliau kegendutan? Mana mungkin Ali menang perang berkali-kali kalau beliau kekurusan? Think!
Mari jaga kesehatan kita. Benar-benar dijaga. Dengan rutin berolahraga. Dengan makan dan tidur yang teratur. Dengan madu dan propolis. Dengan pikiran yang positif. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah.