Apa motivasi terbesar Anda saat bergabung di sebuah bisnis?
Ini adalah pertanyaan mendasar yang kalau jawabannya benar, insya Allah omset dan profitnya akan besar. Yuk jawab dengan jujur, apa motivasi terbesar Anda?
Pengalaman kami membina reseller British Propolis (BP) selama ini, macam-macam alasan (reason) yang muncul. Nah, alasan yang kuatlah (the strongest reason) yang membuat reseller mampu bertahan.
Ada yang mau lunas utang, ada yang mau income tambahan, ada yang mau pindah kuadran, ada yang mau berangkat umrah, dll. Macam-macam.
Dan ini menentukan spirit Anda ketika jualan…
Mana yang terbaik? Hendaknya motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Misalnya, ingin mengumrahkan orang tua, ingin melunasi utang orang tua, ingin menyekolahkan anak di sekolah terbaik, ingin mengantarkan anak dengan mobil, dst. Bukan sekadar ingin dapat uang!
Ada juga ibu-ibu yang bergabung di BP. Jangan salah sangka. Malah dahsyat jualannya. Sehari bisa jualan 5 botol, 11 botol, bahkan puluhan botol. Kebayang kalau profit BP per botol Rp100ribu. Kalau terjual 20 botol, gimana? Sehari, sudah Rp 2 juta. Sedap...
Apakah mereka pernah ikut kuliah penjualan atau pelatihan penjualan? Nggak juga. Ternyata, mereka memiliki motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Demi anak. Demi keluarga.
Di sini, kita belum ada materi khusus. Tapi hanya ingin mengetahui kejujuran hati. Apa yang Anda cari ketika bergabung dalam sebuah bisnis? Jawab dengan jujur ya.
Nah, selain melibatkan emosi, hendaknya ada motivasi spiritual juga. Maka batinkan dalam hati, “Bisnis ini aku niatkan untuk ibadah.” Insya Allah hasilnya akan berkah berlimpah.
Ini adalah pertanyaan mendasar yang kalau jawabannya benar, insya Allah omset dan profitnya akan besar. Yuk jawab dengan jujur, apa motivasi terbesar Anda?
Pengalaman kami membina reseller British Propolis (BP) selama ini, macam-macam alasan (reason) yang muncul. Nah, alasan yang kuatlah (the strongest reason) yang membuat reseller mampu bertahan.
Ada yang mau lunas utang, ada yang mau income tambahan, ada yang mau pindah kuadran, ada yang mau berangkat umrah, dll. Macam-macam.
Dan ini menentukan spirit Anda ketika jualan…
Mana yang terbaik? Hendaknya motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Misalnya, ingin mengumrahkan orang tua, ingin melunasi utang orang tua, ingin menyekolahkan anak di sekolah terbaik, ingin mengantarkan anak dengan mobil, dst. Bukan sekadar ingin dapat uang!
Ada juga ibu-ibu yang bergabung di BP. Jangan salah sangka. Malah dahsyat jualannya. Sehari bisa jualan 5 botol, 11 botol, bahkan puluhan botol. Kebayang kalau profit BP per botol Rp100ribu. Kalau terjual 20 botol, gimana? Sehari, sudah Rp 2 juta. Sedap...
Apakah mereka pernah ikut kuliah penjualan atau pelatihan penjualan? Nggak juga. Ternyata, mereka memiliki motivasi dan alasan yang melibatkan EMOSI. Demi anak. Demi keluarga.
Di sini, kita belum ada materi khusus. Tapi hanya ingin mengetahui kejujuran hati. Apa yang Anda cari ketika bergabung dalam sebuah bisnis? Jawab dengan jujur ya.
Nah, selain melibatkan emosi, hendaknya ada motivasi spiritual juga. Maka batinkan dalam hati, “Bisnis ini aku niatkan untuk ibadah.” Insya Allah hasilnya akan berkah berlimpah.
Marah, jelas ini tidak baik.
Namun sesekali tetap diperlukan.
Bukankah Nabi Muhammad pernah marah?
Bukankah orang-orang hebat pernah marah?
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan proporsional.
"Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward.
Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Namun sesekali tetap diperlukan.
Bukankah Nabi Muhammad pernah marah?
Bukankah orang-orang hebat pernah marah?
Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut.
Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan proporsional.
"Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward.
Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau kita tenang, solusi akan terhadirkan. Kalau kita panik? Solusi di depan mata pun bisa terabaikan.
Anda bahagia? Seberapa bahagia?
Pertanyaan berikutnya, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses? Kebanyakan orang memilih yang pertama, sukses dulu baru bahagia. Baiknya sih, bahagia dulu maka mudahlah menuju sukses.
Pakai otak kanan, dibalik caranya.
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Ternyata, tak perlu syarat untuk bahagia. Bahagia bukan karena punya ini-itu. Melainkan karena keputusan, "Aku yang memutuskan untuk bahagia."
Kalau kita merasa bahagia hanya setelah punya ini dan itu, maka semakin besar ketergantungan kita sama faktor luar. Ini menyulitkan. Benar-benar menyulitkan.
Be happy! Ready?
Pertanyaan berikutnya, sukses dulu baru bahagia, atau bahagia dulu baru sukses? Kebanyakan orang memilih yang pertama, sukses dulu baru bahagia. Baiknya sih, bahagia dulu maka mudahlah menuju sukses.
Pakai otak kanan, dibalik caranya.
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Ternyata, tak perlu syarat untuk bahagia. Bahagia bukan karena punya ini-itu. Melainkan karena keputusan, "Aku yang memutuskan untuk bahagia."
Kalau kita merasa bahagia hanya setelah punya ini dan itu, maka semakin besar ketergantungan kita sama faktor luar. Ini menyulitkan. Benar-benar menyulitkan.
Be happy! Ready?
Anda tahu Tony Stark alias Iron Man? Sebenarnya Indonesia punya tokoh seperti itu. Beneran, punya.
Terlepas dari itu, coba bayangkan Tony Stark bikin baju robot, terus foto Anda dan foto teman-teman Anda terpampang di baju robot itu. Keren nggak? Banget!
"Ah, Mas Ippho lagi ngayal." Sama sekali nggak, justru ini sangat mungkin terjadi.
Begini ceritanya. Siang itu saya kembali bertamu ke rumah Eyang Habibie, salah satu tokoh kebanggaan Indonesia. Kali ini saya mengajak teman-teman saya untuk turut hadir.
Mulai dari Pak Andrie Wongso, Mas Fadly (Padi), Mas Saptuari, Mas Mono, Pak Nasrullah (Magnet Rezeki), Mas David Chalik, Mas Dwiki Dharmawan, Mbak Ita Purnamasari, Mas Barra (TDA), sampai Pak Jafrial.
Selain mereka, tak lupa, saya mengajak ibu saya untuk menemani.
Teman-teman pernah dengar Pesawat R80? Adalah Prof BJ Habibie yang menggagas dan merancangnya. Nah, kami pun mendapat penjelasan tentang pesawat ini langsung dari beliau, di rumah beliau. Kalau Iron Man itu cuma fiktif, maka R80 BUKAN fiktif.
Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai." Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Usia beliau sudah 80-an. Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong. Coba baca ini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!
Dan ketika pesawat ini mengudara kelak, kita bisa bercerita dengan bangga ke anak-anak kita, "Nak, dulu Papa pernah bikin pesawat bareng Presiden ke-3 RI. Indonesia bisa, Nak."
Apalagi kemudian si anak melihat foto ayahnya terpampang di pesawat tersebut. Dengan pemahaman seperti ini, anak mana yang tidak bangga pada ayahnya dan bangsanya?
Ya, Indonesia bisa! Di hari yang mulia, mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Jangan biarkan pesan ini berhenti di ponsel Anda. Teruskan!
Terlepas dari itu, coba bayangkan Tony Stark bikin baju robot, terus foto Anda dan foto teman-teman Anda terpampang di baju robot itu. Keren nggak? Banget!
"Ah, Mas Ippho lagi ngayal." Sama sekali nggak, justru ini sangat mungkin terjadi.
Begini ceritanya. Siang itu saya kembali bertamu ke rumah Eyang Habibie, salah satu tokoh kebanggaan Indonesia. Kali ini saya mengajak teman-teman saya untuk turut hadir.
Mulai dari Pak Andrie Wongso, Mas Fadly (Padi), Mas Saptuari, Mas Mono, Pak Nasrullah (Magnet Rezeki), Mas David Chalik, Mas Dwiki Dharmawan, Mbak Ita Purnamasari, Mas Barra (TDA), sampai Pak Jafrial.
Selain mereka, tak lupa, saya mengajak ibu saya untuk menemani.
Teman-teman pernah dengar Pesawat R80? Adalah Prof BJ Habibie yang menggagas dan merancangnya. Nah, kami pun mendapat penjelasan tentang pesawat ini langsung dari beliau, di rumah beliau. Kalau Iron Man itu cuma fiktif, maka R80 BUKAN fiktif.
Konsepnya, "Kita yang bikin, kita yang urunan, dan kita juga yang pakai." Keren banget! Dan konsep ini pertama di dunia! Usia beliau sudah 80-an. Kapan lagi kita bisa bikin pesawat bareng beliau?
Bisa-bisa saja beliau mewujudkan R80 melalui tangan investor atau cara lainnya. Tapi beliau sengaja memilih pendekatan gotong-royong. Coba baca ini >> https://m.KitaBisa.com/MotivatorIndonesia
Sepertinya Anda semakin penasaran untuk ikut terlibat. Menariknya, dengan donasi minimal Rp100.000, maka foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80! Wow! Lagi-lagi yang seperti ini pertama di dunia!
Dan ketika pesawat ini mengudara kelak, kita bisa bercerita dengan bangga ke anak-anak kita, "Nak, dulu Papa pernah bikin pesawat bareng Presiden ke-3 RI. Indonesia bisa, Nak."
Apalagi kemudian si anak melihat foto ayahnya terpampang di pesawat tersebut. Dengan pemahaman seperti ini, anak mana yang tidak bangga pada ayahnya dan bangsanya?
Ya, Indonesia bisa! Di hari yang mulia, mari kita sebarkan inspirasi dan kebanggaan ini. Jangan biarkan pesan ini berhenti di ponsel Anda. Teruskan!
Pagi adalah waktu penentuan. Ya, waktu penentuan. Sulit untuk berpikir dan berkata negatif di pagi hari. Secara umum, yah begitu... Maka, gunakan momentum pagi untuk mengerjakan hal-hal yang hebat. Jangan lalai, jangan asal komen di socmed... Siap?
Di film HOS Tjokroaminoto, kita melihat bahwa Soekarno pernah 'magang' di rumah HOS Tjokroaminoto. Anda sudah nonton?
Bukan Soekarno saja. Tan Malaka dan M. Natsir juga pernah magang dan belajar sama HOS Tjokroaminoto. Hebat!
HOS Tjokroaminoto, dialah gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Sejarah kehebatannya telah ditulis berkali-kali.
Semasa kecil, Stephen Spielberg pernah menyelinap ke dalam Universal Studio dan di sana ia berteman dengan seorang editor yang menunjukkan kepadanya sekelumit hal tentang pembuatan film. Boleh dibilang, ia magang kecil-kecilan di sana.
Bukankah Nabi Muhammad juga magang sama pamannya? Bertahun-tahun. Ikut dagang, sampai ke luar negeri. Bener-bener hebat.
Sunnah magang ini jamak terjadi di kalangan etnis Tionghoa. Si anak magang di tempat usaha ayahnya. Kalau ayahnya miskin, ia magang di tempat usaha pamannya. Kalau pamannya miskin juga, ia magang di tempat usaha orang lain. Belajar. Nyemplung beneran.
Selain dapat ilmu, peserta magang juga mendapatkan energi langsung dari sang pemilik usaha. Ilmu masih bisa dipelajari. Tapi energi seperti ini, yah hanya bisa diperoleh kalau ketemu langsung.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Bukan Soekarno saja. Tan Malaka dan M. Natsir juga pernah magang dan belajar sama HOS Tjokroaminoto. Hebat!
HOS Tjokroaminoto, dialah gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Sejarah kehebatannya telah ditulis berkali-kali.
Semasa kecil, Stephen Spielberg pernah menyelinap ke dalam Universal Studio dan di sana ia berteman dengan seorang editor yang menunjukkan kepadanya sekelumit hal tentang pembuatan film. Boleh dibilang, ia magang kecil-kecilan di sana.
Bukankah Nabi Muhammad juga magang sama pamannya? Bertahun-tahun. Ikut dagang, sampai ke luar negeri. Bener-bener hebat.
Sunnah magang ini jamak terjadi di kalangan etnis Tionghoa. Si anak magang di tempat usaha ayahnya. Kalau ayahnya miskin, ia magang di tempat usaha pamannya. Kalau pamannya miskin juga, ia magang di tempat usaha orang lain. Belajar. Nyemplung beneran.
Selain dapat ilmu, peserta magang juga mendapatkan energi langsung dari sang pemilik usaha. Ilmu masih bisa dipelajari. Tapi energi seperti ini, yah hanya bisa diperoleh kalau ketemu langsung.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Seminggu kemarin, saya padat sekali.
Begitu landing dari Korea, besoknya saya langsung berseminar untuk manajer-manajer di sebuah BUMN di Jakarta. Rabu, saya kembali ke rumah Eyang Habibie sembari mengajak teman-teman motivator.
Kamis, saya berseminar untuk manajer-manajer di CJ, korporasi asal Korea, bertempat di Jawa Timur. Sabtu? Paginya pembinaan mitra British Propolis, siangnya pembinaan mitra Armina. Sama-sama di Makassar.
Ahad? Paginya saya berseminar kepenulisan di Taman Ismail Marzuki di Jakarta dengan 700-an peserta. Siangnya ground breaking Pesantren Khadijah. Bareng Pak Imam dan manajemen Dompet Dhuafa. Alhamdulillah, lancar dan semoga Allah meridhai. Aamiin.
Banyak yang bertanya kepada saya, apa sih rahasia stamina-nya? Hehehe, sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa. Hanya saja, saya membiasakan tidur awal dan bangun awal. Rutin.
Terus, saya makan buah-buahan sebelum sarapan atau sebelum makan sesuatu yang berat. Madu dan propolis? Insya Allah tidak pernah lupa. Rutin pula berolahraga (jogging atau swimming) meskipun cuma sekali seminggu.
Ada lagi? Ada. Berusaha untuk selalu berpikir positif. Jangan salah, pikiran sangat mempengaruhi kesehatan. Berpikir positif dan bermimpi besar membantu Anda untuk tetap sehat. Bahkan awet muda. Insya Allah.
Semoga menginspirasi.
Begitu landing dari Korea, besoknya saya langsung berseminar untuk manajer-manajer di sebuah BUMN di Jakarta. Rabu, saya kembali ke rumah Eyang Habibie sembari mengajak teman-teman motivator.
Kamis, saya berseminar untuk manajer-manajer di CJ, korporasi asal Korea, bertempat di Jawa Timur. Sabtu? Paginya pembinaan mitra British Propolis, siangnya pembinaan mitra Armina. Sama-sama di Makassar.
Ahad? Paginya saya berseminar kepenulisan di Taman Ismail Marzuki di Jakarta dengan 700-an peserta. Siangnya ground breaking Pesantren Khadijah. Bareng Pak Imam dan manajemen Dompet Dhuafa. Alhamdulillah, lancar dan semoga Allah meridhai. Aamiin.
Banyak yang bertanya kepada saya, apa sih rahasia stamina-nya? Hehehe, sebenarnya tidak ada sesuatu yang istimewa. Hanya saja, saya membiasakan tidur awal dan bangun awal. Rutin.
Terus, saya makan buah-buahan sebelum sarapan atau sebelum makan sesuatu yang berat. Madu dan propolis? Insya Allah tidak pernah lupa. Rutin pula berolahraga (jogging atau swimming) meskipun cuma sekali seminggu.
Ada lagi? Ada. Berusaha untuk selalu berpikir positif. Jangan salah, pikiran sangat mempengaruhi kesehatan. Berpikir positif dan bermimpi besar membantu Anda untuk tetap sehat. Bahkan awet muda. Insya Allah.
Semoga menginspirasi.
Mohon doa untuk saya, boleh?
Hari ini adalah milad pernikahan saya. Lusa, milad istri saya. Alhamdulillah, saya diamanahi seorang istri yang penyabar. Namanya di IG @AstridSuhaimi.
Awalnya saya bertemu dia cuma sekali. Ya, cuma sekali. Itu pun tak sampai 10 menit. Setelah itu, saya kontak dan saya lamar. Alhamdulillah dia dan keluarganya menerima.
Terus, saya ajak untuk menikah tanpa resepsi macam-macam. Cukup makan-makan buat keluarga dan tetangga saja. Alhamdulillah, dia tetap bilang iya. Bagi saya, ini sebuah keberuntungan besar. Yes, it's a big luck.
Semoga saya dan kita semua dianugerahi pernikahan yang langgeng, bahagia, dan penuh berkah. Mohon doa tulus dari teman-teman ya. Percayalah, setiap doa akan kembali kepada yang mendoakan.
Btw istri saya, sejak dulu, suka sedekah. Kalau masuk ke rumah makan, dia sering mentraktir orang lain yang biasanya nggak dia kenal sama sekali. Tahu-tahu dia bayarin, terus dia keluar begitu saja. Kalau dulu saja begitu, apalagi sekarang, insya Allah.
Ketika menikah dengan saya, alhamdulillah, saya tidak mengalami kerepotan sama sekali setiap kali mengajaknya untuk bersedekah. Bahkan kadang dia lebih jor-joran daripada saya.
Mbak-mbak di rumah juga sayang sama dia. Kalau di seminar, mungkin saya bintangnya. Tapi kalau di rumah, dia bintangnya. Semua nyariin dan nanyain dia. Mulai dari anak-anak, mertua, suami, sampai mbak-mbak.
Hari ini adalah milad pernikahan saya. Semoga saya bisa menjadi imam yang baik buat dia, dunia akhirat.
Hari ini adalah milad pernikahan saya. Lusa, milad istri saya. Alhamdulillah, saya diamanahi seorang istri yang penyabar. Namanya di IG @AstridSuhaimi.
Awalnya saya bertemu dia cuma sekali. Ya, cuma sekali. Itu pun tak sampai 10 menit. Setelah itu, saya kontak dan saya lamar. Alhamdulillah dia dan keluarganya menerima.
Terus, saya ajak untuk menikah tanpa resepsi macam-macam. Cukup makan-makan buat keluarga dan tetangga saja. Alhamdulillah, dia tetap bilang iya. Bagi saya, ini sebuah keberuntungan besar. Yes, it's a big luck.
Semoga saya dan kita semua dianugerahi pernikahan yang langgeng, bahagia, dan penuh berkah. Mohon doa tulus dari teman-teman ya. Percayalah, setiap doa akan kembali kepada yang mendoakan.
Btw istri saya, sejak dulu, suka sedekah. Kalau masuk ke rumah makan, dia sering mentraktir orang lain yang biasanya nggak dia kenal sama sekali. Tahu-tahu dia bayarin, terus dia keluar begitu saja. Kalau dulu saja begitu, apalagi sekarang, insya Allah.
Ketika menikah dengan saya, alhamdulillah, saya tidak mengalami kerepotan sama sekali setiap kali mengajaknya untuk bersedekah. Bahkan kadang dia lebih jor-joran daripada saya.
Mbak-mbak di rumah juga sayang sama dia. Kalau di seminar, mungkin saya bintangnya. Tapi kalau di rumah, dia bintangnya. Semua nyariin dan nanyain dia. Mulai dari anak-anak, mertua, suami, sampai mbak-mbak.
Hari ini adalah milad pernikahan saya. Semoga saya bisa menjadi imam yang baik buat dia, dunia akhirat.
Minggu ini kita akan bagikan e-book baru dan gratis di channel ini. Siap-siap ya.
Indonesia perlu waktu 45 tahun untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, terutama dalam hal membaca. Sementara untuk ilmu pengetahuan, Indonesia perlu waktu 75 tahun.
Ini tidak main-main. Demikianlah laporan terbaru dari Bank Dunia (World Bank) yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington.
Bagi saya, pendidikan adalah:
- mengentaskan masalah kebodohan
- meningkatkan taraf hidup
- memajukan kehidupan bangsa
- menjadi amal jariyah
Lihatlah Muhammadiyah dan NU yang selama puluhan tahun fokus pada dunia pendidikan. Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya dalam mengembangkan 70-an TK dan SD Khalifah dari Aceh sampai Papua.
Kemudian bersama alumni seminar, saya membangun Kampus Bisnis Umar Usman di Pejaten. Lalu bersama alumni seminar, saya juga membangun atau memperbaiki 7 sekolah di pelosok-pelosok Indonesia.
Ahad siang yang lalu, saya bersama manajemen Dompet Dhuafa melakukan ground breaking Pesantren Khadijah. Ini bukan milik saya. Ini adalah milik umat. Dari umat, untuk umat. Di sini akan dibangun tempat fitness, kolam renang, dan pusat bisnis khusus wanita. Insya Allah.
Saya juga punya bisnis propolis (bukan MLM). Cara saya mengelola mitra-mitra persis seperti kampus bisnis. Lagi-lagi pendidikan. Hanya saja, di sini produk dan omsetnya real. Bukan asumsi, bukan pula simulasi. Saya berharap melalui bisnis suplemen ini lahirlah 100.000 entrepreneur yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya.
Jangan anggap enteng dunia pendidikan. Ini bukan saja menentukan nasib seseorang, tapi juga nasib sebuah bangsa. Saya yakin Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Ini tidak main-main. Demikianlah laporan terbaru dari Bank Dunia (World Bank) yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington.
Bagi saya, pendidikan adalah:
- mengentaskan masalah kebodohan
- meningkatkan taraf hidup
- memajukan kehidupan bangsa
- menjadi amal jariyah
Lihatlah Muhammadiyah dan NU yang selama puluhan tahun fokus pada dunia pendidikan. Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya dalam mengembangkan 70-an TK dan SD Khalifah dari Aceh sampai Papua.
Kemudian bersama alumni seminar, saya membangun Kampus Bisnis Umar Usman di Pejaten. Lalu bersama alumni seminar, saya juga membangun atau memperbaiki 7 sekolah di pelosok-pelosok Indonesia.
Ahad siang yang lalu, saya bersama manajemen Dompet Dhuafa melakukan ground breaking Pesantren Khadijah. Ini bukan milik saya. Ini adalah milik umat. Dari umat, untuk umat. Di sini akan dibangun tempat fitness, kolam renang, dan pusat bisnis khusus wanita. Insya Allah.
Saya juga punya bisnis propolis (bukan MLM). Cara saya mengelola mitra-mitra persis seperti kampus bisnis. Lagi-lagi pendidikan. Hanya saja, di sini produk dan omsetnya real. Bukan asumsi, bukan pula simulasi. Saya berharap melalui bisnis suplemen ini lahirlah 100.000 entrepreneur yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya.
Jangan anggap enteng dunia pendidikan. Ini bukan saja menentukan nasib seseorang, tapi juga nasib sebuah bangsa. Saya yakin Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Berjualan di internet tentu berbeda dengan berjualan tatap muka di pasar konvensional.
Kemungkinan besar di internet Anda akan berbicara dengan konsumen tanpa melihat wajahnya secara langsung. Right? Dengan begitu, Anda diwajibkan mengetahui bagaimana cara menarik minat konsumen untuk singgah di blog atau web Anda. Minimal di akun socmed Anda.
Semakin menarik cara-cara yang Anda pakai, maka semakin ramai konsumen yang akan berkunjung. Mereka akan singgah, baca-baca, dan kemudian membeli. Pada akhirnya bisnis online Anda akan semakin menguntungkan.
Memang diperlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajari tips dan trik internet marketing, terutama ilmu SEO secara detail dan teknis. Bisa 1 bulan sampai 2 bulan. Namun jika Anda sering-sering berlatih dan sering-sering menerapkan ilmu tersebut, maka Anda akan semakin ahli.
Itu artinya, Anda akan lebih mudah dan lebih cepat dalam menawarkan apapun. Mengaku gaptek adalah pertanda kemalasan dan keengganan untuk berubah. Kalau Anda masih berusia 40 tahun ke bawah, jangan pakai kata 'gaptek' itu. Memalukan.
Sebenarnya, dari segi modal, internet marketing jauh lebih ringan. Ya, jauh lebih ringan. Beneran.
Siapkan saja kelengkapan dasar seperti laptop atau desktop. Dan, tentunya Anda juga harus memastikan bahwa kuota aman sampai batas waktu tertentu sehingga komunikasi jual-beli juga akan relatif lancar. Setelah itu, siapkan pula chat service berupa SMS atau WA. Nggak rumit tho?
Percayalah, ini jauh lebih murah daripada Anda berjualan di toko atau ruko. Saran saya, "Mumpung masih muda, belajarlah ilmu internet marketing. Coba. Dalami. Praktekkan. Insya Allah akan menghasilkan". Siap?
Kemungkinan besar di internet Anda akan berbicara dengan konsumen tanpa melihat wajahnya secara langsung. Right? Dengan begitu, Anda diwajibkan mengetahui bagaimana cara menarik minat konsumen untuk singgah di blog atau web Anda. Minimal di akun socmed Anda.
Semakin menarik cara-cara yang Anda pakai, maka semakin ramai konsumen yang akan berkunjung. Mereka akan singgah, baca-baca, dan kemudian membeli. Pada akhirnya bisnis online Anda akan semakin menguntungkan.
Memang diperlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajari tips dan trik internet marketing, terutama ilmu SEO secara detail dan teknis. Bisa 1 bulan sampai 2 bulan. Namun jika Anda sering-sering berlatih dan sering-sering menerapkan ilmu tersebut, maka Anda akan semakin ahli.
Itu artinya, Anda akan lebih mudah dan lebih cepat dalam menawarkan apapun. Mengaku gaptek adalah pertanda kemalasan dan keengganan untuk berubah. Kalau Anda masih berusia 40 tahun ke bawah, jangan pakai kata 'gaptek' itu. Memalukan.
Sebenarnya, dari segi modal, internet marketing jauh lebih ringan. Ya, jauh lebih ringan. Beneran.
Siapkan saja kelengkapan dasar seperti laptop atau desktop. Dan, tentunya Anda juga harus memastikan bahwa kuota aman sampai batas waktu tertentu sehingga komunikasi jual-beli juga akan relatif lancar. Setelah itu, siapkan pula chat service berupa SMS atau WA. Nggak rumit tho?
Percayalah, ini jauh lebih murah daripada Anda berjualan di toko atau ruko. Saran saya, "Mumpung masih muda, belajarlah ilmu internet marketing. Coba. Dalami. Praktekkan. Insya Allah akan menghasilkan". Siap?
Hari ini milad istri saya.
Oktober menjadi bulan yang istimewa bagi saya setelah bertemu dengannya. Kami menikah 16 Oktober. Dia milad 18 Oktober. Kami bertemu hanya sekali. Tanpa pacaran, terus lamaran. Nggak ada resepsi macem-macem.
Menjelang menikah dan ketika menikah, dia tidak pernah minta ini-itu. Dan menurut saya, wanita yang tidak minta apa-apa justru harus diberikan apa-apa. Pernikahan kami sangat sederhana. Beberapa hari setelah menikah, saya hijrahkan dia ke kota saya, meninggalkan keluarganya. Dia nurut.
Lalu, saat saya bepergian ke mana-mana, jalan-jalan, ia sering mengalah dan merelakan ibu saya juga mertua saya yang ikut jalan-jalan bareng saya. Dia memilih tetap di rumah, mengurusi anak-anak yang masih kecil-kecil. Sekarang kami dianugerahi 3 anak, semoga kelak diizinkan punya 5 anak, aamiin.
Mbak-mbak asisten di rumah juga sayang sama dia. Sering di rumah bukan berarti dia nggak bisa apa-apa. Sekiranya saya izinkan, dia juga jago cari uang. Investasi dan internet, dia sangat melek. Bahkan lebih melek daripada saya.
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dikaruniai wanita seperti ini. Semoga saya juga kita semua dikaruniai rumah tangga yang sakinah dan dipertemukan kembali dengan keluarganya di jannah. Aamiin.
Oktober menjadi bulan yang istimewa bagi saya setelah bertemu dengannya. Kami menikah 16 Oktober. Dia milad 18 Oktober. Kami bertemu hanya sekali. Tanpa pacaran, terus lamaran. Nggak ada resepsi macem-macem.
Menjelang menikah dan ketika menikah, dia tidak pernah minta ini-itu. Dan menurut saya, wanita yang tidak minta apa-apa justru harus diberikan apa-apa. Pernikahan kami sangat sederhana. Beberapa hari setelah menikah, saya hijrahkan dia ke kota saya, meninggalkan keluarganya. Dia nurut.
Lalu, saat saya bepergian ke mana-mana, jalan-jalan, ia sering mengalah dan merelakan ibu saya juga mertua saya yang ikut jalan-jalan bareng saya. Dia memilih tetap di rumah, mengurusi anak-anak yang masih kecil-kecil. Sekarang kami dianugerahi 3 anak, semoga kelak diizinkan punya 5 anak, aamiin.
Mbak-mbak asisten di rumah juga sayang sama dia. Sering di rumah bukan berarti dia nggak bisa apa-apa. Sekiranya saya izinkan, dia juga jago cari uang. Investasi dan internet, dia sangat melek. Bahkan lebih melek daripada saya.
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dikaruniai wanita seperti ini. Semoga saya juga kita semua dikaruniai rumah tangga yang sakinah dan dipertemukan kembali dengan keluarganya di jannah. Aamiin.
Berapa pengguna internet di Indonesia? Berapa persen pengusaha yang telah menggarapnya?
Sektor industri kecil dan menengah (IKM) harusnya merespons sungguh-sungguh atas jumlah pengguna internet di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 93,4 juta orang. Ya, hampir 100 juta orang. It's a big market.
Entrepreneur sebenarnya bisa memanfaatkan internet untuk memperluas akses pasar dan ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan. Betul apa betul? Hal itu ditegaskan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Menurut BPS, jumlah IKM lokal diperkirakan mencapai 4,4 juta unit usaha dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang pada tahun 2016. Angka ini akan membesar, benar-benar membesar, sekiranya entrepreneur melek internet dan internet marketing.
Serunya lagi, menurut Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, nilai perdagangan elektronik di dalam negeri pada 2016 mencapai Rp 319,8 triliun. Potensi ini bisa membuat Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara!
Sementara itu, kajian yang dilakukan Google dan Temasek juga menunjukkan trend serupa, bahwa pasar online di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 32 persen per tahun selama 10 tahun ke depan. Akankah kita cuma jadi penonton?
Sudah saatnya kita mempelajari dan mengusai ilmu internet marketing. Right? Facebook, Twitter, dan Instagram harus jadi mesin pencetak uang. Blog dan web harus menjadi mesin penghimpun konsumen. Ya, kita harus jadi pemain. Semoga berkah berlimpah!
Sektor industri kecil dan menengah (IKM) harusnya merespons sungguh-sungguh atas jumlah pengguna internet di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 93,4 juta orang. Ya, hampir 100 juta orang. It's a big market.
Entrepreneur sebenarnya bisa memanfaatkan internet untuk memperluas akses pasar dan ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan. Betul apa betul? Hal itu ditegaskan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Menurut BPS, jumlah IKM lokal diperkirakan mencapai 4,4 juta unit usaha dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang pada tahun 2016. Angka ini akan membesar, benar-benar membesar, sekiranya entrepreneur melek internet dan internet marketing.
Serunya lagi, menurut Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, nilai perdagangan elektronik di dalam negeri pada 2016 mencapai Rp 319,8 triliun. Potensi ini bisa membuat Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara!
Sementara itu, kajian yang dilakukan Google dan Temasek juga menunjukkan trend serupa, bahwa pasar online di Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 32 persen per tahun selama 10 tahun ke depan. Akankah kita cuma jadi penonton?
Sudah saatnya kita mempelajari dan mengusai ilmu internet marketing. Right? Facebook, Twitter, dan Instagram harus jadi mesin pencetak uang. Blog dan web harus menjadi mesin penghimpun konsumen. Ya, kita harus jadi pemain. Semoga berkah berlimpah!
Muhammadiyah dan NU selama puluhan tahun sibuk ngurusin pendidikan. Dan sepertinya cuma itu kesibukan utama mereka. Hal-hal lain seperti pelengkap saja bagi mereka. Why? Perlu waktu sekian tahun bagi saya untuk memahaminya.
Suatu hari guru saya pernah berpesan, "Siapakah orang yang sangat beruntung itu? Orang yang sudah mati, jenazahnya sudah membusuk dikerubungi belatung dan diselimuti tanah, tapi amalnya masih bekerja keras untuk dia. Bekerja selama puluhan tahun, ratusan tahun, atau bahkan lebih. Inilah yang namanya amal jariyah."
Ya Allah, kalimat ini membuat saya merenung. Benar sekali, inilah orang yang sangat beruntung. Karena itulah kemudian saya menyukai dan menekuni dunia pendidikan. Terjun beneran. Nyemplung beneran.
Bikin seminar, bikin buku, bikin sekolah, bikin kampus, bikin pesantren. Itulah kesibukan saya. Bagi saya, pendidikan mampu mengentaskan masalah kebodohan, meningkatkan taraf hidup, memajukan kehidupan bangsa, dan menjadi #AmalJariyah. Adakah yang lebih hebat daripada itu?
"Tapi, itu semua perlu dana, Mas Ippho," keluh sebagian orang. Begini. Kalau belum bisa bikin sendiri, yah bikinlah bareng-bareng. Patungan. Urunan. Gotong-royong. Saya yakin, sekiranya kita mau bergerak bareng-bareng, banyak hal yang bisa kita capai. Dengan berjamaah, apa-apa bisa terjamah. Yang setuju, bantu share ya.
Saya rasa, teman-teman semua setuju dengan saya. Betul apa betul? Semoga Yang Maha Kuasa memberikan kita kehidupan yang berkah, berlimpah, dan sarat amal jariyah.
Aamiin.
Suatu hari guru saya pernah berpesan, "Siapakah orang yang sangat beruntung itu? Orang yang sudah mati, jenazahnya sudah membusuk dikerubungi belatung dan diselimuti tanah, tapi amalnya masih bekerja keras untuk dia. Bekerja selama puluhan tahun, ratusan tahun, atau bahkan lebih. Inilah yang namanya amal jariyah."
Ya Allah, kalimat ini membuat saya merenung. Benar sekali, inilah orang yang sangat beruntung. Karena itulah kemudian saya menyukai dan menekuni dunia pendidikan. Terjun beneran. Nyemplung beneran.
Bikin seminar, bikin buku, bikin sekolah, bikin kampus, bikin pesantren. Itulah kesibukan saya. Bagi saya, pendidikan mampu mengentaskan masalah kebodohan, meningkatkan taraf hidup, memajukan kehidupan bangsa, dan menjadi #AmalJariyah. Adakah yang lebih hebat daripada itu?
"Tapi, itu semua perlu dana, Mas Ippho," keluh sebagian orang. Begini. Kalau belum bisa bikin sendiri, yah bikinlah bareng-bareng. Patungan. Urunan. Gotong-royong. Saya yakin, sekiranya kita mau bergerak bareng-bareng, banyak hal yang bisa kita capai. Dengan berjamaah, apa-apa bisa terjamah. Yang setuju, bantu share ya.
Saya rasa, teman-teman semua setuju dengan saya. Betul apa betul? Semoga Yang Maha Kuasa memberikan kita kehidupan yang berkah, berlimpah, dan sarat amal jariyah.
Aamiin.
Berapa umur Anda saat ini?
Kemarin untuk kedua kalinya saya bertemu Uni Ria Miranda, seorang fashion designer yang relatif muda. Umurnya 32 tahun. Anda kenal? Outlet-nya belasan cabang, omsetnya miliaran rupiah.
Istri saya pengagum Uni #RiaMiranda sejak lama. Pencapaiannya bener-bener WOW. Tapi yang bikin kita kagum adalah sikap humble-nya. Apalagi ketika ia memberi kado ulang tahun untuk istri saya.
Guru saya pernah berpesan, "Isilah masa muda dengan kerja keras. Dengan ikhtiar, dengan amal. Capek-capek dikit, nggak masalah. Dan, buang jauh-jauh tuh gengsi. Insya Allah saat sudah berumur nanti, kita tinggal menikmati."
Jack Ma (pendiri Alibaba), Larry Page (pendiri Google), dan Mark Zuckerberg (pendiri FB) adalah orang-orang muda yang memanfaatkan masa mudanya, demi masa depannya. Mereka tidak lalai.
Maka, sekiranya kita lalai dengan masa muda kita, bukan mustahil kita akan kehilangan masa depan kita. Hei, kehilangan masa depan, bukankah itu sesuatu yang menyedihkan?
Kalaupun sekarang tengah susah, optimislah. Nasib masih bisa berubah. Saya dulu pernah jadi tukang burger. Mas Mono dulu pernah jadi pedagang kali lima. Pak Nasrullah dulu pernah jadi TKI ilegal. Sekarang?
Sekarang Mas Mono jadi pemilik restoran, sampai puluhan cabang. Pas Nasrullah jadi developer, membangun ratusan rumah. Sekali lagi, optimislah. Nasib masih bisa berubah. Bener-bener berubah.
Pada akhirnya, isilah masa muda dengan kerja keras. Belajar dengan sungguh-sungguh. Berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Beramal dengan sungguh-sungguh. Soal kesungguhan ini, saya harap Anda setuju.
Kemarin untuk kedua kalinya saya bertemu Uni Ria Miranda, seorang fashion designer yang relatif muda. Umurnya 32 tahun. Anda kenal? Outlet-nya belasan cabang, omsetnya miliaran rupiah.
Istri saya pengagum Uni #RiaMiranda sejak lama. Pencapaiannya bener-bener WOW. Tapi yang bikin kita kagum adalah sikap humble-nya. Apalagi ketika ia memberi kado ulang tahun untuk istri saya.
Guru saya pernah berpesan, "Isilah masa muda dengan kerja keras. Dengan ikhtiar, dengan amal. Capek-capek dikit, nggak masalah. Dan, buang jauh-jauh tuh gengsi. Insya Allah saat sudah berumur nanti, kita tinggal menikmati."
Jack Ma (pendiri Alibaba), Larry Page (pendiri Google), dan Mark Zuckerberg (pendiri FB) adalah orang-orang muda yang memanfaatkan masa mudanya, demi masa depannya. Mereka tidak lalai.
Maka, sekiranya kita lalai dengan masa muda kita, bukan mustahil kita akan kehilangan masa depan kita. Hei, kehilangan masa depan, bukankah itu sesuatu yang menyedihkan?
Kalaupun sekarang tengah susah, optimislah. Nasib masih bisa berubah. Saya dulu pernah jadi tukang burger. Mas Mono dulu pernah jadi pedagang kali lima. Pak Nasrullah dulu pernah jadi TKI ilegal. Sekarang?
Sekarang Mas Mono jadi pemilik restoran, sampai puluhan cabang. Pas Nasrullah jadi developer, membangun ratusan rumah. Sekali lagi, optimislah. Nasib masih bisa berubah. Bener-bener berubah.
Pada akhirnya, isilah masa muda dengan kerja keras. Belajar dengan sungguh-sungguh. Berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Beramal dengan sungguh-sungguh. Soal kesungguhan ini, saya harap Anda setuju.