Ippho Santosa - ipphoright
26K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Eyang Habibie, siapa sih yang nggak terinspirasi sama beliau?

Sekian kali jumpa #EyangHabibie, saya selalu terkesan. Sangat terkesan.

Suatu ketika saya diizinkan bertamu ke rumah beliau, masya Allah. Nggak cukup sampai di situ. Kemudian saya pun dipercaya sama beliau untuk memboyong teman-teman saya (yang berprestasi tentunya) untuk bertamu ke rumah beliau, berkali-kali.

Dari beliau, saya tahu bahwa ayah beliau ternyata membaca 2 juz sehari. Dari beliau, saya tahu bahwa belakangan ini beliau menghabiskan setengah waktunya bersama Al-Quran. Ini bukan kata orang. Saya dengar sendiri penuturan beliau.

Sedemikian besar jasa dan inspirasi beliau untuk Indonesia, bahkan untuk dunia. Bukan soal pesawat terbang saja. Sangat banyak. Masya Allah. Kita berharap dan berdoa itu semua jadi amal jariyah bagi beliau.

Contoh kecil saja. Pada 1990, Eyang Habibie membidani ICMI. Dari ICMI, lahirlah Republika. Dari Republika, lahirlah Dompet Dhuafa. Tidak cukup sampai di situ, kemudian saya bersama Dompet Dhuafa menginisiasi Kampus Umar Usman pada 2011.

Saya pun coba membayangkan, betapa besar amal jariyah yang ditanam oleh Eyang Habibie. Masya Allah.

Belum lagi Habibie Factor dan Crack Progression Theory yang ia temukan pada usia 32 tahun yang turut membuat pesawat-pesawat di dunia bisa terbang dengan lebih aman hingga hari ini, masya Allah. Pesawat N-250 dan R-80 adalah karya-karya beliau selanjutnya.

Insya Allah semuanya jadi amal jariyah. Termasuk kebaikan-kebaikan beliau saat menjabat di negeri ini, baik sebagai menteri, wakil presiden, maupun presiden. Sampai sekarang, boleh dibilang beliau adalah Presiden RI yang paling sedikit hater-nya.

Ya, banyak yang menyayangi dan mengasihi beliau.

Satu hal yang sangat berkesan bagi saya, ketika milad ke-40, beliau dan tim menghadiahkan kue ulangtahun untuk saya, masya Allah. Kalau soal sambutan beliau saat saya berkali-kali bertamu ke rumah beliau, wah nggak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.

Bukan saja pribadi yang cerdas dan berprestasi, beliau juga pribadi yang hangat dan tulus. Pada akhirnya, itulah kesimpulan saya. https://www.instagram.com/p/B2SZOVilXm2/?igshid=1o5fmbsr27aq1

Eyang, kami selalu mendoakan Eyang. Diterima amal-amalnya, diampuni dosa-dosanya. Aamiin. Satu hal Eyang, kami sayang sekali dan bangga sekali sama Eyang. Semoga kami bisa mengikuti jejak dan keteladanan dari Eyang. Aamiin.
Bayangkan...
- saya dan Anda bermitra.
- saya membimbing Anda.

Ya, kesempatan bermitra atau ber-partner ini sekarang lagi dibuka. Tapi sebentar saja, sampai 14 September.

Dan, tersedia bonus khusus bagi mereka yang serius. Sekiranya Anda join pada 12 atau 13 September, maka ada bonus khusus.

Serius? WA segera 0812-8777-7100.
Musuh nomor satu untuk sukses adalah penundaan. Satu kali penundaan biasanya mengundang penundaan-penundaan lainnya dan ujung-ujungnya NO ACTION. Yang tersisa cuma rencana dan wacana.

Saya yakin sebagian dari kita sudah membayangkan...
- punya bisnis yang menguntungkan.
- bermitra dengan Ippho Santosa.
- dapat bimbingan rutin dari Ippho Santosa.

Tapi beberapa dari kita terlalu banyak berpikir (over-thinking). Padahal kesempatan bermitra ini dibuka sampai 14 September saja.

Satu lagi, tersedia bonus khusus bagi mereka yang serius dan take action hari ini. Anda serius? WA sekarang 0812-8777-7100.
Seminar 'Muhammad Sebagai Pedagang' bersama Ippho Santosa segera hadir:

Semarang : 0857-4207-7083
Surabaya : 0811-6361-777
Bojonegoro : 0816-1777-4995
Madiun : 0823-3433-7272
Saya entrepreneur. Tapi saya sangat menghormati mereka yang memilih untuk bekerja, jadi karyawan. Di buku Success Protocol, saya pernah menyerukan, "Bekerjalah dengan itqan."

Artinya:
- teliti
- hati-hati
- sepenuh hati
- bermutu tinggi
- sulit disaingi

Apalagi kita sama-sama tahu, kerja adalah ibadah. Berkah insya Allah. Dengan memaknai kerja adalah ibadah, semoga kita tidak termasuk golongan orang yang gemar mengeluh dan bergunjing di kantor.

Ada yang bekerja, niatnya sekedar untuk mendapatkan upah. Ada pula sekedar untuk mengisi waktu. Tentu, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi soal keberkahan, saya pikir nggak akan optimal.

Terlepas dari itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya, Indonesia sedikit-banyak mengenal konsep #KerjaItuIbadah.

Kembali soal menjalankan pekerjaan dengan itqan. Sekiranya ini benar-benar terjadi, maka insya Allah kita akan lebih puas, lebih bahagia, lebih bermakna, lebih dihormati, dan dibayar lebih tinggi. Jadi, sangat menguntungkan dari berbagai sisi.

Pada akhirnya, saya serukan lagi, "Bekerjalah dengan itqan." Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Nah, e-book ini ditulis oleh partner saya, Diaz Adriani, seorang mantan SPG yang kemudian jadi pengusaha bahkan mencetak 1000-an orang jadi pengusaha!

Di e-book sederhana ini akan dibahas bagaimana cara membina team dan partner. Sangat inspiring dan mengharukan. Saya rekomen!

Yang minat, silakan WA ke:
- Mas Rama 0856-9377-0888
- Kak Ndah 0858-8018-8357 (Jabar)
- Mbak Wulan 0851-0756-5006 (Jateng)
Memonopoli dan mengakumulasi harta adalah fenomena yang sering terjadi, dengan sadar juga tanpa sadar.

Dalam arti, bisa jadi si pelaku dalam kehidupan sehari-hari tidak suka alias kritis terhadap kapitalis-kapitalis negatif dari Barat yang menumpuk harta. Tapi di waktu yang sama, saat ia punya kesempatan, ia pun melakukan hal yang sama. Memonopoli harta.

Sering saya sampaikan di mana-mana, "Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu, amalmu, dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakan-mu."

Niatan untuk memonopoli harta ini bisa terlihat saat orang mulai bagi-bagi profit dalam sebuah bisnis. Di antara mitra. Hendaknya profit dibagi sesuai jerih-payah alias kontribusi masing-masing. Lumrahnya begitu.

Nah, dari pembagian ini, sedikit-banyak kita bisa menilai karakter dan kecenderungan masing-masing. Siapa yang mendominasi dan memonopoli. Siapa yang menerima apa adanya. Siapa yang nggak paham sama sekali.

Saat ini, dunia sudah sesak dengan kapitalis-kapitalis negatif yang orientasinya menumpuk harta. Sebagian kita, sadar atau tanpa sadar, meniru mereka. Saran saya, ini jangan ditiru. Kalaupun ada hasrat untuk itu, yah dikikis.

Gimana caranya? Pertama, etis dan proporsional dalam mengambil profit. Kedua, gemar berbagi entah itu sifatnya internal (tim) maupun eksternal (sesama). Ketiga, tidak latah dalam membuka bisnis baru.

Belasan tahun saya berbisnis dan berinteraksi dengan pengusaha-pengusaha, jarang sekali saya melihat pengusaha yang memenuhi tiga ketentuan itu. Paling banter yah gemar berbagi doang. Tapi sangat berlebihan untuk urusan profit dan ekspansi bisnis baru.

Jujur saja, dulu pun saya pernah keliru dalam ekspansi bisnis baru. Kemudian ini saya perbaiki.

Di satu sisi, Islam memberi kelonggaran pada kita untuk urusan profit. Namun di sini lain, Islam juga mengingatkan kita soal adab (etis) dan keadilan (proporsional). Berimbang. Semoga pemaparan sederhana ini menjadi bahan renungan buat kita semua, terutama buat saya.
Harta itu netral.

Kalau di tangan orang baik, jadinya baik.

Kalau di tangan orang yang kurang baik, jadinya yah begitulah.

So, jangan tabu dengan harta.

Maknai harta dengan tepat dan berdimensi akhirat.

Untuk menafkahi keluarga. Membantu sesama. Umrah dan mengumrahkan. Haji dan menghajikan. Membangun sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah.

Termasuk 3W. Apa itu 3W?

Simak ini >> https://www.instagram.com/p/B3IfsQhF_cG/?igshid=1dl495s3rr1gf
Dulu saya pernah tidak fokus dalam berbisnis. Macam-macam bisnis yang saya jalankan. Kemudian, 5 tahun terakhir saya memilih untuk fokus. Why?

Ketika saya tidak fokus, alhamdulillah saya tetap untung dan hampir-hampir bebas risiko. Tapi kemudian saya perhatikan mitra-mitra saya. Kasihan mereka.

Mereka meniru (men-duplikasi) saya. Kan saya leader-nya. Kalau saya tidak fokus, yah otomatis mereka juga melakukan hal yang sama. Tidak fokus.

Bayangkan, seorang pemula berbisnis dan tidak fokus, seperti apa jadinya? Pasti alakadar hasilnya. Kemungkinan besar, itulah yang terjadi. Dan itulah yang saya lihat.

Tentu beda dengan mereka yang sudah jago. Pasti punya tim dan sistem. Jalanin usaha macam-macam, yah nggak terlalu masalah. Kalau pemula? Ya masalah.

Maka, 5 tahun terakhir saya memilih untuk fokus. Kepentingan mitra yang menjadi pertimbangan saya. Dan benar, mereka meniru saya. Alhamdulillah.

Yang mengejutkan terjadi perubahan dan kenaikan income yang luar biasa pada mitra-mitra saya, masya Allah. Fadilah dari fokus. Dan itu dimulai dari founder-nya, saya.

Sekiranya teman-teman punya pemahaman berbeda dengan saya, yah nggak apa-apa. Silakan. Saya hanya bercermin dari pengalaman saya berbisnis selama belasan tahun dan itulah yang saya sampaikan di sini.

Semoga bermanfaat.
Marah, jelas ini tidak baik. "Jangan marah, bagimu surga," ini pesan Nabi Muhammad. Namun sesekali marah tetap diperlukan. Bukankah Nabi Muhammad pernah marah? Bukankah orang-orang hebat pernah marah?

Yang penting, jelas penyebabnya dan tidak berlarut-larut. "Tunjukkan kemarahan Anda pada masalah, bukan pada orang," petuah William Ward. Nah, setelah itu, iringi dengan action yang mensolusikan.

Saat kezaliman dibiarkan, saat agama dilecehkan, dan saat keluarga dipermalukan, sepertinya kita perlu marah. Ya, perlu. Tentunya dengan tetap rasional dan proporsional.

Menurut Charles Duhigg, marah membuat kita bicara lebih jujur sekaligus mampu bernegosiasi. Selain itu, marah juga memicu motivasi dan lebih melegakan.

Menurut situs Heathway, marah bisa bermanfaat untuk melindungi diri dan mendorong perilaku baru. Yang diharapkan adalah perilaku baru yang mengarah pada *solusi*.

_Begitulah, tak selamanya marah itu jelek. Ada manfaatnya juga. Mudah-mudahan tulisan ini menginspirasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah._
Kaget saya pas tahu fakta ini...

Kijang tertentu ternyata bisa berlari lebih cepat dan lebih gesit daripada harimau. Tapi kok bisa ketangkap?

Baca deh setiap kalimatnya. Pelan-pelan...

https://www.instagram.com/p/B3QQlWelFr2/?igshid=jj22jz1s6pmc

Sepertinya kijang perlu mentor dan tutorial berlari hehe 😂😂😂
Saya punya banyak mitra (partner), alhamdulillah. Namun memilih dan menyusun tim inti, ini adalah perkara yang menantang. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dan seringkali intuisi turut bermain di sini.

Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.

Lantas, apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.

Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.

Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu. Perlu kesabaran.

Tips terakhir? Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.

Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.

Selamat mencoba ya. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar saya segera hadir:

Yogyakarta : 0811-2637-710
Pekalongan : 0858-2168-8348
Tegal : 0812-2711-5617
Kediri : 0813-3177-1830

Acara ini sifatnya non-profit dan pembicara tidak dapat untung. Kalaupun ada tiket masuk, itu semata-mata untuk menutupi biaya gedung dsj.

Silakan hubungi panitia setempat ya.
#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah Nabi). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu makan sambil berdiri (katanya ini standing party, padahal kurang sesuai dengan sunnah Nabi).

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengap, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip dan sangat menentukan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.

Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Inspirasi kecil dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.

Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga semakin banyak pembaca yang mengamini.
"Ini tips enteng rezeki," menurut saya. Teman-teman coba deh. Insya Allah tiap hari dikejar duit.

Video pertama menunjukkan cara-caranya. Video kedua dan ketiga, bukti-buktinya. Praktek ya.

https://www.instagram.com/p/B3a1KDMFSsc/?igshid=rxyt4gp2z8ds

🙂🙂🙂