Ippho Santosa - ipphoright
24.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Satu hari sebelum saya milad (Jumat, 29 Desember), pagi-pagi Ustadz #YusufMansur sudah menelepon saya. Beliau mengucapkan selamat milad, masya Allah. Saya sampai speechless.

Terus-terang, selama ini, saya bukan jenis orang yang merayakan milad. Biasa saja.

Terus, saya Jumatan di At-Tin. Di sana Ustadz YM kasih kado dobel-dobel ke saya. Pertama, uang tunai Rp5juta (uangnya untuk sedekah). Kedua, dua kue tar (satu untuk saya, satu lagi untuk anak saya). Ketiga, ribuan jamaah diminta doain saya.

Masya Allah. Saya nggak tahu harus ngomong apa. Beneran. Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan-kebaikan Ustadz YM. Semoga beliau selalu sehat dan dijaga Allah. Aamiin. Kita doakan ya.

Terus, pada 29 Desember itu juga, ada ucapan milad dari Ustadz Amir Faishol dari Tanah Suci. Alhamdulillah. Beliau kita kenal sebagai Juri Hafiz Indonesia di RCTI. Saya pribadi sudah lama berguru sama beliau.

30 Desember 2017, tepat saya berusia 40 tahun (hitungan Masehi). Medina, 2 tahun. Alhamdulillah, saya dikirim kue sama #EyangHabibie, Hotel Ayana, dkk. Sekali lagi, terima kasih atas doa dan ucapan dari teman-teman semua. Semoga berkah sisa umur kita. Aamiin.

Seperti yang saya singgung di awal, saya bukan jenis orang yang merayakan milad. Kalaupun saya bikin event akbar di hotel sekelas Ayana (Raisa dan Hamish resepsi di sini), itu karena grand seminar bersama mitra-mitra BP.

Saya #bersyukur sekali. Tak pernah saya minta, tapi Allah takdirkan saya dan anak ketiga saya lahir pada tanggal yang sama, 30 Desember. Normal lahirnya, alhamdulillah. Sekarang anak ketiga saya ini, Medina, sudah 2 tahun umurnya.

Satu lagi. Ibu saya yang sempat cidera bahunya karena terjatuh beberapa hari yang lalu, alhamdulillah kemarin sudah jauh lebih baik. Keadaan yang membaik ini pun patut kita syukuri. Bukankah begitu?

Dan izinkan saya memberikan apresiasi demi apresiasi. Terima kasih buat Uda David Chalik, Pak Jamil Azzaini, dan Kang Teddy Snada yang telah hadir di acara saya tadi di Ayana. Saya menyaksikan sebuah great performance dari tiga tokoh ini!

Terima kasih juga buat panitia (tim BSD dan tim TK), Kak Diaz dkk, Mas Jimmy dkk, dan mitra-mitra BP yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Saya sampai terharu! It's so great! Semoga segala kesibukan kita ini, semuanya terhitung berkah! Aamiin!
Eyang Habibie, siapa sih yang nggak terinspirasi sama beliau?

Sekian kali jumpa #EyangHabibie, saya selalu terkesan. Sangat terkesan.

Suatu ketika saya diizinkan bertamu ke rumah beliau, masya Allah. Nggak cukup sampai di situ. Kemudian saya pun dipercaya sama beliau untuk memboyong teman-teman saya (yang berprestasi tentunya) untuk bertamu ke rumah beliau, berkali-kali.

Dari beliau, saya tahu bahwa ayah beliau ternyata membaca 2 juz sehari. Dari beliau, saya tahu bahwa belakangan ini beliau menghabiskan setengah waktunya bersama Al-Quran. Ini bukan kata orang. Saya dengar sendiri penuturan beliau.

Sedemikian besar jasa dan inspirasi beliau untuk Indonesia, bahkan untuk dunia. Bukan soal pesawat terbang saja. Sangat banyak. Masya Allah. Kita berharap dan berdoa itu semua jadi amal jariyah bagi beliau.

Contoh kecil saja. Pada 1990, Eyang Habibie membidani ICMI. Dari ICMI, lahirlah Republika. Dari Republika, lahirlah Dompet Dhuafa. Tidak cukup sampai di situ, kemudian saya bersama Dompet Dhuafa menginisiasi Kampus Umar Usman pada 2011.

Saya pun coba membayangkan, betapa besar amal jariyah yang ditanam oleh Eyang Habibie. Masya Allah.

Belum lagi Habibie Factor dan Crack Progression Theory yang ia temukan pada usia 32 tahun yang turut membuat pesawat-pesawat di dunia bisa terbang dengan lebih aman hingga hari ini, masya Allah. Pesawat N-250 dan R-80 adalah karya-karya beliau selanjutnya.

Insya Allah semuanya jadi amal jariyah. Termasuk kebaikan-kebaikan beliau saat menjabat di negeri ini, baik sebagai menteri, wakil presiden, maupun presiden. Sampai sekarang, boleh dibilang beliau adalah Presiden RI yang paling sedikit hater-nya.

Ya, banyak yang menyayangi dan mengasihi beliau.

Satu hal yang sangat berkesan bagi saya, ketika milad ke-40, beliau dan tim menghadiahkan kue ulangtahun untuk saya, masya Allah. Kalau soal sambutan beliau saat saya berkali-kali bertamu ke rumah beliau, wah nggak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.

Bukan saja pribadi yang cerdas dan berprestasi, beliau juga pribadi yang hangat dan tulus. Pada akhirnya, itulah kesimpulan saya. https://www.instagram.com/p/B2SZOVilXm2/?igshid=1o5fmbsr27aq1

Eyang, kami selalu mendoakan Eyang. Diterima amal-amalnya, diampuni dosa-dosanya. Aamiin. Satu hal Eyang, kami sayang sekali dan bangga sekali sama Eyang. Semoga kami bisa mengikuti jejak dan keteladanan dari Eyang. Aamiin.