Rupanya terjadi semacam sifat yang kontra.
Maksudnya?
Mereka yang ahli menjual, biasanya tidak pandai berhemat. Mereka terbiasa nge-gas.
Dan mereka yang pandai berhemat, biasanya tidak ahli menjual. Mereka terbiasa nge-rem.
Maksudnya?
Mereka yang ahli menjual, biasanya tidak pandai berhemat. Mereka terbiasa nge-gas.
Dan mereka yang pandai berhemat, biasanya tidak ahli menjual. Mereka terbiasa nge-rem.
Itu artinya, suka atau nggak suka, kita harus menguasal hal tadi. Jualan. Berhemat.
Yang cilaka adalah nggak bisa jualan sekaligus nggak bisa berhemat. Ini namanya kiamat finansial.
Malas beraktivitas di Senin pagi?
Kurang mood?
Saran saya, "Lakukan apa-apa yang membuat Anda bersemangat." Yang penting, itu legal, halal, dan masuk akal.
Contohnya? Gunakan pakaian favorit. Atau kenakan pakaian dengan warna berbeda dibanding yang sudah-sudah.
Apa lagi? Mengganti belah rambut. Biasa belah kiri, ganti jadi belah kanan. Biasa belah kanan, ganti jadi belah kiri.
Apa lagi? Anda juga bisa mengenakan aksesoris lucu atau memasang pajangan lucu di kantor. Ya, apa saja yang membuat Anda lebih bersemangat.
Hal lain? Konsumsi cemilan dan minuman kesukaan. Yang penting, sehat. Intinya apapun yang bisa membangkitkan mood dan semangat Anda.
Satu lagi, jangan lupa berdoa.
Mood dan semangat di Senin pagi sangatlah krusial. Kenapa? Karena bisa mempengaruhi kerja dan kinerja Anda sepanjang hari selama seminggu.
Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah. (Mari ajak teman-teman kita join channel @ipphoright)
Kurang mood?
Saran saya, "Lakukan apa-apa yang membuat Anda bersemangat." Yang penting, itu legal, halal, dan masuk akal.
Contohnya? Gunakan pakaian favorit. Atau kenakan pakaian dengan warna berbeda dibanding yang sudah-sudah.
Apa lagi? Mengganti belah rambut. Biasa belah kiri, ganti jadi belah kanan. Biasa belah kanan, ganti jadi belah kiri.
Apa lagi? Anda juga bisa mengenakan aksesoris lucu atau memasang pajangan lucu di kantor. Ya, apa saja yang membuat Anda lebih bersemangat.
Hal lain? Konsumsi cemilan dan minuman kesukaan. Yang penting, sehat. Intinya apapun yang bisa membangkitkan mood dan semangat Anda.
Satu lagi, jangan lupa berdoa.
Mood dan semangat di Senin pagi sangatlah krusial. Kenapa? Karena bisa mempengaruhi kerja dan kinerja Anda sepanjang hari selama seminggu.
Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah. (Mari ajak teman-teman kita join channel @ipphoright)
Saya tidak pernah menganggap enteng doa orang lain. Malahan saya sering minta doa dari orang lain. Termasuk kali ini.
Dua bulan yang lalu, ibu saya terjatuh. Sempat #cedera bahu dan kakinya. Lumayan cederanya. Sampai sekarang, beliau diterapi setiap harinya. Sholatnya berdiri atau duduk di kursi saja, belum bisa bersimpuh. However, tetap alhamdulillah.
Dua hari ini saya ajak beliau ke luar kota. Liburan ceritanya. Soalnya beliau sudah lama nggak liburan. Mohon doa dari teman-teman, semoga ibu saya kembali sehat dan pulih seperti semula. Demikian pula ibu kita semua. Sehat selalu. Aamiin.
Kadang, doa kita gagal menembus langit. Tapi, doa teman kita, siapa tahu, bisa menembus langit. Apalagi kalau teman kita itu mendokan dengan diam-diam.
Ibu dari Komjen Syafruddin, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Hj. Lulu Iyah, juga tidak pernah meremehkan kekuatan doa. Beliau pun meminta doa dari banyak orang saat meresmikan sekolah. Saya pribadi mengenal Pak Wakapolri saat berada di rumah Pak Din.
Doa, doa, doa. Insya Allah ini sangat baik dan powerful.
Dua bulan yang lalu, ibu saya terjatuh. Sempat #cedera bahu dan kakinya. Lumayan cederanya. Sampai sekarang, beliau diterapi setiap harinya. Sholatnya berdiri atau duduk di kursi saja, belum bisa bersimpuh. However, tetap alhamdulillah.
Dua hari ini saya ajak beliau ke luar kota. Liburan ceritanya. Soalnya beliau sudah lama nggak liburan. Mohon doa dari teman-teman, semoga ibu saya kembali sehat dan pulih seperti semula. Demikian pula ibu kita semua. Sehat selalu. Aamiin.
Kadang, doa kita gagal menembus langit. Tapi, doa teman kita, siapa tahu, bisa menembus langit. Apalagi kalau teman kita itu mendokan dengan diam-diam.
Ibu dari Komjen Syafruddin, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Hj. Lulu Iyah, juga tidak pernah meremehkan kekuatan doa. Beliau pun meminta doa dari banyak orang saat meresmikan sekolah. Saya pribadi mengenal Pak Wakapolri saat berada di rumah Pak Din.
Doa, doa, doa. Insya Allah ini sangat baik dan powerful.
Ditraktir, itu menyenangkan.
Mentraktir, mestinya lebih menyenangkan.
Teman-teman pilih ditraktir atau mentraktir? Gemar mentraktir, inilah yang disebut #MentalKaya. Betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap sebaliknya.
Istri saya kalau makan di luar, sering mentraktir pengunjung-pengunjung di rumah makan itu. Yang biasanya, tidak ia kenal sama sekali. Dan ini ia lakukan sebelum dan sesudah menikah dengan saya.
Ibunya (mertua saya) juga begitu. Ketika dulu-dulu naik angkot dan turun pertama, dia sering mentraktir penumpang-penumpang di angkot itu. Demikian pula ibu saya dalam konteks yang berbeda.
Ditraktir, apakah salah? Tidak juga. Tapi kalau kita sengaja atau minta-minta agar ditraktir, ini tentu saja kurang elok. Dan kalau kita terbiasa dengan perangai ini, itu artinya kita belum memiliki mental kaya.
Nah, apapun posisi dan profesi Anda, ayo miliki mental kaya, salah satunya dengan gemar mentraktir. Mari dibiasakan. Sekecil apapun. Semoga berkah dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mentraktir, mestinya lebih menyenangkan.
Teman-teman pilih ditraktir atau mentraktir? Gemar mentraktir, inilah yang disebut #MentalKaya. Betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap sebaliknya.
Istri saya kalau makan di luar, sering mentraktir pengunjung-pengunjung di rumah makan itu. Yang biasanya, tidak ia kenal sama sekali. Dan ini ia lakukan sebelum dan sesudah menikah dengan saya.
Ibunya (mertua saya) juga begitu. Ketika dulu-dulu naik angkot dan turun pertama, dia sering mentraktir penumpang-penumpang di angkot itu. Demikian pula ibu saya dalam konteks yang berbeda.
Ditraktir, apakah salah? Tidak juga. Tapi kalau kita sengaja atau minta-minta agar ditraktir, ini tentu saja kurang elok. Dan kalau kita terbiasa dengan perangai ini, itu artinya kita belum memiliki mental kaya.
Nah, apapun posisi dan profesi Anda, ayo miliki mental kaya, salah satunya dengan gemar mentraktir. Mari dibiasakan. Sekecil apapun. Semoga berkah dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mental kaya itu perlu dilatih setiap harinya, bukan pekerjaan satu hari dua hari.
Saat ini, yang memimpin peradaban dunia adalah bangsa-bangsa yang berhasil mengelola dan mengedepankan SDM, bukan lagi SDA. Dengan kata lain, kuncinya adalah pendidikan.
Sekali lagi, kuncinya adalah pendidikan... Alhamdulillah, kelar seminar untuk guru-guru bersama Ketua MPR Pak Zul, Pak Tung, dan Kak Seto di Gedung MPR. Doakan kami ya agar tetap sehat dan penuh manfaat. Aamiin...
Terimakasih kepada OJK, PLN, BTN, dll yang telah mengundang saya selama 10 hari terakhir. Semoga materi-materi dari saya bisa membawa perubahan yang diharapkan. Aamiin.
Bayangkan, di halaman rumah Anda berjejer penjual yang tidak Anda kenal. Mereka jualan di sana tanpa seizin Anda.
Anda berusaha menegur.
Tapi si penjual berdalih, "Kami menjual barang-barang yang halal. Toh bukan di rumahmu. Hanya di halaman rumahmu."
Mereka berisik. Mereka mengganggu pandangan. Dan satu hal yang pasti, mereka memakai tempat Anda tanpa izin.
Hm, gimana rasanya?
Di social media dan grup WA hal ini sering terjadi. Muncul spamming di mana-mana. Padahal sudah dilarang beriklan, tapi mereka yang bebal masih saja beriklan di tempat orang lain. Seperti hama, mengganggu.
Semua orang tahu, nyampah atau spamming itu sangat mengganggu orang-orang. Kalau jelas-jelas mengganggu, tentu saja orang-orang nggak ridha dan ini jauh dari keberkahan.
Misal si A spamming di 100 titik. Katakanlah, di setiap titik ada 20 orang. Terus, si A berhasil closing satu item. Apa artinya? Berarti ada 2000 orang yang tergangggu dan tidak ridha dengan jualan si A.
Bukan itu saja. Sepertiga orang mungkin memaki si A dalam hati. Dengan cara murahan seperti ini, mana mungkin closing-an tersebut bisa berkah?
Itu pun kalau closing satu item. Kalau nggak, yah rugi dunia-akhirat. Benar-benar rugi. Belum lagi punya musuh di mana-mana, karena banyaknya orang yang kesal.
Bagi saya, bisnis itu soal membangun nama dan kredibilitas. Alhamdulillah, saya punya banyak mitra. Ternyata 30 mitra saya yang terbaik sales-nya tidak pernah melakukan spamming.
Mereka sama seperti saya, memilih untuk membangun nama dengan cara yang baik-baik. Berusaha agar terpercaya (kredibel). Dan jangan sampai orang lain terganggu dengan jualan kita.
Hidup adalah pilihan.
Saran saya, pilih cara yang baik-baik. Insya Allah sarat dengan berkah. Dan closing atau belum closing, kita punya teman di mana-mana. Kredibilitas pun terbangun. Menyenangkan tho?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda berusaha menegur.
Tapi si penjual berdalih, "Kami menjual barang-barang yang halal. Toh bukan di rumahmu. Hanya di halaman rumahmu."
Mereka berisik. Mereka mengganggu pandangan. Dan satu hal yang pasti, mereka memakai tempat Anda tanpa izin.
Hm, gimana rasanya?
Di social media dan grup WA hal ini sering terjadi. Muncul spamming di mana-mana. Padahal sudah dilarang beriklan, tapi mereka yang bebal masih saja beriklan di tempat orang lain. Seperti hama, mengganggu.
Semua orang tahu, nyampah atau spamming itu sangat mengganggu orang-orang. Kalau jelas-jelas mengganggu, tentu saja orang-orang nggak ridha dan ini jauh dari keberkahan.
Misal si A spamming di 100 titik. Katakanlah, di setiap titik ada 20 orang. Terus, si A berhasil closing satu item. Apa artinya? Berarti ada 2000 orang yang tergangggu dan tidak ridha dengan jualan si A.
Bukan itu saja. Sepertiga orang mungkin memaki si A dalam hati. Dengan cara murahan seperti ini, mana mungkin closing-an tersebut bisa berkah?
Itu pun kalau closing satu item. Kalau nggak, yah rugi dunia-akhirat. Benar-benar rugi. Belum lagi punya musuh di mana-mana, karena banyaknya orang yang kesal.
Bagi saya, bisnis itu soal membangun nama dan kredibilitas. Alhamdulillah, saya punya banyak mitra. Ternyata 30 mitra saya yang terbaik sales-nya tidak pernah melakukan spamming.
Mereka sama seperti saya, memilih untuk membangun nama dengan cara yang baik-baik. Berusaha agar terpercaya (kredibel). Dan jangan sampai orang lain terganggu dengan jualan kita.
Hidup adalah pilihan.
Saran saya, pilih cara yang baik-baik. Insya Allah sarat dengan berkah. Dan closing atau belum closing, kita punya teman di mana-mana. Kredibilitas pun terbangun. Menyenangkan tho?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Keselarasan pikiran itu penting.
1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif (selaras) dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda.
Hebat ya? Sangat hebat.
Satu lagi. Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang sevisi (selaras) bisa bekerjasama. Ya, orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi (selaras).
Saya tahu, menemukan orang-orang yang sefrekuensi memang tidak mudah. Tapi kalau ini berhasil, maka kita akan menuai hasil yang menakjubkan dan mengejutkan. Anda boleh pegang kata-kata saya.
Keselarasan, mari jadikan ini sebagai kriteria utama dalam memilih tim. Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif (selaras) dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda.
Hebat ya? Sangat hebat.
Satu lagi. Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang sevisi (selaras) bisa bekerjasama. Ya, orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi (selaras).
Saya tahu, menemukan orang-orang yang sefrekuensi memang tidak mudah. Tapi kalau ini berhasil, maka kita akan menuai hasil yang menakjubkan dan mengejutkan. Anda boleh pegang kata-kata saya.
Keselarasan, mari jadikan ini sebagai kriteria utama dalam memilih tim. Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.