Kali kedua saya datang ke sini, #RajaAmpat.
Lautnya biru kehijauan. Sepiiiii, serasa private island, hehehe...
Berhubung dulu saya dan istri nggak pacaran, yah sekarang-lah pacarannya...
Yang belum menikah, semoga segera menikah ya. Syukur-syukur tanpa pacaran...
Saya turut mendoakan...
Lautnya biru kehijauan. Sepiiiii, serasa private island, hehehe...
Berhubung dulu saya dan istri nggak pacaran, yah sekarang-lah pacarannya...
Yang belum menikah, semoga segera menikah ya. Syukur-syukur tanpa pacaran...
Saya turut mendoakan...
Sebelum berangkat dan berlibur ke Raja Ampat bersama mitra-mitra British Propolis, saya bersama kawan-kawan sempat meng-organize sebuah konser sosial di Jakarta. Satu Hati namanya. Mungkin Anda sudah pernah dengar sebelumnya.
Begini. Imam Shamsi Ali (Imam di New York) berencana membangun sebuah pesantren khas Indonesia di Amerika Serikat. Ini proyek strategis dan unik, menurut saya. Dan perlu tambahan dana US$ 400,000 lagi untuk pelunasan tanah.
Mendesakkah? Ya. Merebaknya Islamphobia sejak naiknya Donald Trump membuat pendirian pesantren ini semakin urgent. Ke depan, insya Allah siapa saja boleh nyantri di sana, termasuk artis-artis boleh nyantri di sana.
Alhamdulillah, sejauh ini ada beberapa tokoh yang sudah berdonasi dengan jumlah signifikan. Di antaranya Pak JK (Wapres), Pak Zul (Ketua MPR), Pak Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015–2017), dan Pak Tamsil Limrung (ICM). Di sini mereka berdonasi dalam kapasitas pribadi.
Ada pun selebriti-selebriti yang terlibat dalam konser ini adalah Opick, Fadly (Padi), Dude Harlino, Dwiki Dharmawan, Snada, Derry Sulaiman, Oki Setiana Dewi, Peggy Melati Sukma, IDP, dan saya meskipun saya bukan artis. Setelah Jakarta, event yang terdekat adalah Bandung, 4 Februari.
Awalnya saya tidak ingin terlibat di konser ini. Sama sekali tidak ingin. Karena ini konser, bukan seminar seperti kompetensi saya selama ini. Tapi Imam Shamsi, Opick, Snada dkk ingin sekali saya terlibat di sini. Imam Shamsi sampai tiga kali meminta saya.
Akhirnya, saya pun terlibat. Ini amanah, menurut saya.
Suka atau tidak suka, Amerika Serikat dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga seringkali berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika Serikat dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Saya menyebutnya, pesantren pertama di Bumi Amerika. Mohon doa dari teman-teman semua. Semoga proses penggalangan dana dan proses pembangunan pesantren berjalan lancar. Aamiin. Doa bukanlah hal sepele. Saya sangat menyakini kekuatan doa, dari siapa saja. Terutama doa dari teman-teman semua.
Begini. Imam Shamsi Ali (Imam di New York) berencana membangun sebuah pesantren khas Indonesia di Amerika Serikat. Ini proyek strategis dan unik, menurut saya. Dan perlu tambahan dana US$ 400,000 lagi untuk pelunasan tanah.
Mendesakkah? Ya. Merebaknya Islamphobia sejak naiknya Donald Trump membuat pendirian pesantren ini semakin urgent. Ke depan, insya Allah siapa saja boleh nyantri di sana, termasuk artis-artis boleh nyantri di sana.
Alhamdulillah, sejauh ini ada beberapa tokoh yang sudah berdonasi dengan jumlah signifikan. Di antaranya Pak JK (Wapres), Pak Zul (Ketua MPR), Pak Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015–2017), dan Pak Tamsil Limrung (ICM). Di sini mereka berdonasi dalam kapasitas pribadi.
Ada pun selebriti-selebriti yang terlibat dalam konser ini adalah Opick, Fadly (Padi), Dude Harlino, Dwiki Dharmawan, Snada, Derry Sulaiman, Oki Setiana Dewi, Peggy Melati Sukma, IDP, dan saya meskipun saya bukan artis. Setelah Jakarta, event yang terdekat adalah Bandung, 4 Februari.
Awalnya saya tidak ingin terlibat di konser ini. Sama sekali tidak ingin. Karena ini konser, bukan seminar seperti kompetensi saya selama ini. Tapi Imam Shamsi, Opick, Snada dkk ingin sekali saya terlibat di sini. Imam Shamsi sampai tiga kali meminta saya.
Akhirnya, saya pun terlibat. Ini amanah, menurut saya.
Suka atau tidak suka, Amerika Serikat dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga seringkali berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika Serikat dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Saya menyebutnya, pesantren pertama di Bumi Amerika. Mohon doa dari teman-teman semua. Semoga proses penggalangan dana dan proses pembangunan pesantren berjalan lancar. Aamiin. Doa bukanlah hal sepele. Saya sangat menyakini kekuatan doa, dari siapa saja. Terutama doa dari teman-teman semua.
Masalah membuat kita bertambah cerdas, kreatif, tangguh, dewasa, dan tawakal. Jangan anti dengan masalah. Anggaplah sebagai ujian untuk naik kelas.
Anda suka travelling?
Travelling, tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat, menurut saya. Minimal sekali setahun, menurut Dalai Lama. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah itu akhirnya membuat kita refresh?
Btw, jangan mudah terlena, terpana, dan terpesona dengan iklan pariwisata negeri-negeri tetangga. Mereka itu pinter marketing. Percaya saya deh, Indonesia jauuuuuh lebih indah. Wong dunia saja sudah mengakui.
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Snorkling adalah salah satu agenda saya ketika travelling. Selagi masih mungkin.
Mungkin Anda tahu, saya ini penggemar snorkling. Menikmati ciptaan Allah, mulai dari ikan-ikan sampai ke karang-karang. Bukan main indahnya. Pernah snorkling di Sabang (Aceh), Bunaken, Lombok, Bali, dan #RajaAmpat. Di Australia juga pernah. Alhamdulillah.
Menurut saya, masing-masing menyimpan pesona tersendiri.
Nah, snorkling minggu ini rada beda. Apa bedanya? Rame-rame, bareng mitra-mitra. Ya, kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Akhirnya, sempatkan jalan-jalan. Happy travelling. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Travelling, tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat, menurut saya. Minimal sekali setahun, menurut Dalai Lama. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah itu akhirnya membuat kita refresh?
Btw, jangan mudah terlena, terpana, dan terpesona dengan iklan pariwisata negeri-negeri tetangga. Mereka itu pinter marketing. Percaya saya deh, Indonesia jauuuuuh lebih indah. Wong dunia saja sudah mengakui.
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Snorkling adalah salah satu agenda saya ketika travelling. Selagi masih mungkin.
Mungkin Anda tahu, saya ini penggemar snorkling. Menikmati ciptaan Allah, mulai dari ikan-ikan sampai ke karang-karang. Bukan main indahnya. Pernah snorkling di Sabang (Aceh), Bunaken, Lombok, Bali, dan #RajaAmpat. Di Australia juga pernah. Alhamdulillah.
Menurut saya, masing-masing menyimpan pesona tersendiri.
Nah, snorkling minggu ini rada beda. Apa bedanya? Rame-rame, bareng mitra-mitra. Ya, kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Akhirnya, sempatkan jalan-jalan. Happy travelling. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kembali kita bertemu dengan hari Jumat, alhamdulillah. Saya, Ippho Santosa, mau bagi-bagi hadiah buat teman-teman semua. Mau?
Saya akan memberikan e-book '7 Rahasia Mengubah Nasib' untuk 5 pemenang. Sebelumnya e-book ini saya jual Rp199ribu, sekarang saya berikan GRATIS.
Selain itu, saya juga akan memberikan 5 tiket #KonserSatuHati yang dimeriahkan oleh Fadly (Padi), Opick, Snada, dkk. Saya hadir juga, berbagi inspirasi. Tepatnya 4 Februari, Trans Luxury Hotel, Bandung (Open Gate 17.30 WIB).
Satu lagi, para pemenang juga dapat kesempatan untuk foto bareng saya menjelang acara. Siapkan kamera dan smartphone yang terbaik. Bakalan seru nih.
Kalau mood saya lagi bagus, mungkin saya memberikan e-book dan tiket lebih banyak lagi. Hehehe. Yang berminat, silakan WA ke 0812-8777-8336.
Nanti kami akan memberikan kuiz melalui WA 0812-8777-8336.
Saya akan memberikan e-book '7 Rahasia Mengubah Nasib' untuk 5 pemenang. Sebelumnya e-book ini saya jual Rp199ribu, sekarang saya berikan GRATIS.
Selain itu, saya juga akan memberikan 5 tiket #KonserSatuHati yang dimeriahkan oleh Fadly (Padi), Opick, Snada, dkk. Saya hadir juga, berbagi inspirasi. Tepatnya 4 Februari, Trans Luxury Hotel, Bandung (Open Gate 17.30 WIB).
Satu lagi, para pemenang juga dapat kesempatan untuk foto bareng saya menjelang acara. Siapkan kamera dan smartphone yang terbaik. Bakalan seru nih.
Kalau mood saya lagi bagus, mungkin saya memberikan e-book dan tiket lebih banyak lagi. Hehehe. Yang berminat, silakan WA ke 0812-8777-8336.
Nanti kami akan memberikan kuiz melalui WA 0812-8777-8336.
Sudah fitrahnya, manusia itu suka bertemu dengan manusia lainnya. Ingat, dalam setiap pertemuan tersimpan keberkahan, kesehatan, juga peluang-peluang.
Itulah yang saya alami.
Senang sekali, selama ini saya ditakdirkan bertemu dan #bermitra dengan banyak orang. Di keseharian, saya berusaha membimbing mereka, terutama dalam memulai dan membesarkan bisnis.
Alhamdulillah, walaupun ilmu yang saya berikan cuma sedikit, tapi mereka menerapkannya dengan sungguh-sungguh. Berhasil juga jadinya. Saya menyebutnya, mitra-mitra istimewa. Berprestasi.
Terus, mereka yang berprestasi ini saya traktir ke #RajaAmpat. Saya temani mereka 2 malam 3 hari. Alhamdulillah. Mereka senang, saya lebih senang. Mereka bangga, saya lebih bangga.
Terima kasih ya Allah atas segala karunia ini. Semoga membuat kami tambah bersyukur dan tambah tawadhu. Aamiin. Amat merugi kalau diberi nikmat, kita malah lalai dan kufur.
Kembali soal mitra-mitra. Kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, snorkling bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Saya harap teman-teman juga begitu dengan mitra-mitranya.
Itulah yang saya alami.
Senang sekali, selama ini saya ditakdirkan bertemu dan #bermitra dengan banyak orang. Di keseharian, saya berusaha membimbing mereka, terutama dalam memulai dan membesarkan bisnis.
Alhamdulillah, walaupun ilmu yang saya berikan cuma sedikit, tapi mereka menerapkannya dengan sungguh-sungguh. Berhasil juga jadinya. Saya menyebutnya, mitra-mitra istimewa. Berprestasi.
Terus, mereka yang berprestasi ini saya traktir ke #RajaAmpat. Saya temani mereka 2 malam 3 hari. Alhamdulillah. Mereka senang, saya lebih senang. Mereka bangga, saya lebih bangga.
Terima kasih ya Allah atas segala karunia ini. Semoga membuat kami tambah bersyukur dan tambah tawadhu. Aamiin. Amat merugi kalau diberi nikmat, kita malah lalai dan kufur.
Kembali soal mitra-mitra. Kami belajar bareng, jualan bareng, berjuang bareng, liburan bareng, snorkling bareng, mudah-mudahan nanti masuk surga juga bareng. Aamiin.
Saya harap teman-teman juga begitu dengan mitra-mitranya.
Dalam setiap action harus diisi dengan yakin. Ini saya sampaikan pas seminar kemarin di Bogor dan Karawang.
Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.
Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat.
Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu. Sekali lagi, mereka yang ragu-ragu.
Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Y-a-k-i-n. Itulah ciri seorang pemenang. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal.
Wong sudah yakin saja masih gagal, apalagi kalau ragu-ragu? Bukankah begitu? Ragu-ragu berarti yakin untuk gagal. Ini berlaku dalam kerja, bisnis, sport dll.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.
Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat.
Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu. Sekali lagi, mereka yang ragu-ragu.
Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Y-a-k-i-n. Itulah ciri seorang pemenang. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal.
Wong sudah yakin saja masih gagal, apalagi kalau ragu-ragu? Bukankah begitu? Ragu-ragu berarti yakin untuk gagal. Ini berlaku dalam kerja, bisnis, sport dll.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Trend e-commerce di tahun 2018 ini akan mengarah ke User Generated Content (UGC) yang sedikit-banyak berkaitan dengan kebiasaan konsumen Indonesia yang senang membanding-bandingkan produk.
Contohnya, membaca ulasan (review) atau testimoni dari pengguna nyata yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk jadi membeli atau tidak. Saya yakin, kita semua pernah terpengaruh dengan adanya review dan testimoni.
Dari data yang sama, dijelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan fesyen adalah kategori yang paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2017, dengan jumlah hampir sepertiga dari total klik yang masuk.
Jumlah ini diikuti oleh kategori otomotif dan smartphone. Bagaimana dengan suplemen? Ini pun tak bisa dianggap enteng. Peluangnya besar sekali dan konsumen cenderung untuk repeat order. Bahkan konsumen tidak sensitif terhadap harga apabila dirasa cocok.
Pesan saya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku. Jangan sekedar jadi penonton.
Menjadi pengusaha saat ini begitu mudah. Right? Karena mudahnya akses terhadap produk dan produsen, juga mudahnya akses terhadap konsumen. Kalau produsen diakses melalui Google, sementara konsumen diakses melalui socmed.
Pada akhirnya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku! Jangan sekedar jadi penonton!
Contohnya, membaca ulasan (review) atau testimoni dari pengguna nyata yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk jadi membeli atau tidak. Saya yakin, kita semua pernah terpengaruh dengan adanya review dan testimoni.
Dari data yang sama, dijelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan fesyen adalah kategori yang paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2017, dengan jumlah hampir sepertiga dari total klik yang masuk.
Jumlah ini diikuti oleh kategori otomotif dan smartphone. Bagaimana dengan suplemen? Ini pun tak bisa dianggap enteng. Peluangnya besar sekali dan konsumen cenderung untuk repeat order. Bahkan konsumen tidak sensitif terhadap harga apabila dirasa cocok.
Pesan saya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku. Jangan sekedar jadi penonton.
Menjadi pengusaha saat ini begitu mudah. Right? Karena mudahnya akses terhadap produk dan produsen, juga mudahnya akses terhadap konsumen. Kalau produsen diakses melalui Google, sementara konsumen diakses melalui socmed.
Pada akhirnya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku! Jangan sekedar jadi penonton!
Crowd is cash.
Misal, Anda jualan pakaian.
Maka:
- kaos kaki mungkin dimurahin
- syal atau scarf mungkin dimurahin
- agar orang-orang datang (crowd)
- kemeja dll dijual dengan harga normal
Dapat disimpulkan, ada 1 atau 2 produk yang digunakan untuk memancing crowd. Ada juga produk-produk yang dirancang untuk mencetak keuntungan.
Cash sangat ditentukan oleh crowd (keramaian). So? Mesti ada produk-produk yang mengundang crowd. Mesti ada event berkala yang mengundang crowd. Mesti ada promosi khusus yang mengundang crowd.
Kalau ini benar-benar dilakukan, niscaya akan berdampak langsung ke cash. Ya, berdampak langsung.
Contoh lain?
Misal, Anda jualan bakso.
Maka:
- baskonya mungkin dimurahin
- terus, murahnya ini dipromosiin
- agar orang-orang datang (crowd)
- teh botol dll dijual dengan harga normal
Crowd is cash. Paham sampai di sini?
Semoga bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Misal, Anda jualan pakaian.
Maka:
- kaos kaki mungkin dimurahin
- syal atau scarf mungkin dimurahin
- agar orang-orang datang (crowd)
- kemeja dll dijual dengan harga normal
Dapat disimpulkan, ada 1 atau 2 produk yang digunakan untuk memancing crowd. Ada juga produk-produk yang dirancang untuk mencetak keuntungan.
Cash sangat ditentukan oleh crowd (keramaian). So? Mesti ada produk-produk yang mengundang crowd. Mesti ada event berkala yang mengundang crowd. Mesti ada promosi khusus yang mengundang crowd.
Kalau ini benar-benar dilakukan, niscaya akan berdampak langsung ke cash. Ya, berdampak langsung.
Contoh lain?
Misal, Anda jualan bakso.
Maka:
- baskonya mungkin dimurahin
- terus, murahnya ini dipromosiin
- agar orang-orang datang (crowd)
- teh botol dll dijual dengan harga normal
Crowd is cash. Paham sampai di sini?
Semoga bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ketika saya seminar di Bogor dan Karawang, beberapa peserta sempat bertanya, "Sedekah kok ngarep?"
Begini. Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud... Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehe...
Selagi berharap sama Allah, itu ikhlas namanya.
Ingat:
- Berharap pada-Nya = berdoa
- Berharap pada-Nya = bukti iman
- Berharap pada-Nya = enggan berharap ke makhluk
- Berharap pada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.
Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri, insya Allah. Salahnya di mana?
Allah yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah' dan 'Obati penyakitmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Allah bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehe… Sekiranya anda beda pendapat sama saya, yah silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang utama... Jangan sampai kita berdebat berjam-jam terus jadinya nggak sedekah. Ngawur tuh...
Yuk sedekah. Mulai dari yang terdekat. Semoga berkah berlimpah.
Begini. Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud... Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehe...
Selagi berharap sama Allah, itu ikhlas namanya.
Ingat:
- Berharap pada-Nya = berdoa
- Berharap pada-Nya = bukti iman
- Berharap pada-Nya = enggan berharap ke makhluk
- Berharap pada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.
Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri, insya Allah. Salahnya di mana?
Allah yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah' dan 'Obati penyakitmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Allah bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehe… Sekiranya anda beda pendapat sama saya, yah silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang utama... Jangan sampai kita berdebat berjam-jam terus jadinya nggak sedekah. Ngawur tuh...
Yuk sedekah. Mulai dari yang terdekat. Semoga berkah berlimpah.
Dua hari terakhir saya berseminar untuk OJK dan PLN. Salah satu pesan saya kepada mereka, "Jangan mudah menyerah. Dari waktu ke waktu, perubahan dan tantangan tidak pernah menjadi lebih mudah. Maka, bersiaplah."
Ambil contoh soal kejujuran. Ini adalah barang langka. Ya, orang #jujur memang langka. Tapi kalau kita berusaha jujur, maka kita akan menjadi orang yang dicari-cari dan dinanti-nanti. Betul apa betul?
Lihat. Kerugian karena kasus e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun, dengan tersangka Setya Novanto. Sementara, kerugian karena kasus kondensat mencapai Rp 35 triliun, dengan tersangka Honggo Wendratno alias Hong Go Wie. Betapa besar mudharat yang dirasakan oleh orang banyak akibat dari ketidakjujuran.
Rezeki atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Apalah artinya harta berlimpah kalau hati selalu gundah?
"Jujur, mujur. Nggak jujur? Bakal tersungkur," itu nasihat guru saya.
Sambung beliau, "Nggak jujur? Resah. Gelisah. Jauh dari berkah."
Menjadi jujur dan selalu jujur memang tidak mudah. Tapi bisa, insya Allah. Perubahan besar baiknya dimulai dari perubahan kecil, yaitu diri kita dan keluarga kita. Hei, apa salahnya kalau kita mulai dari sana? Jadilah contoh. Jadilah inspirasi.
Semoga nanti banyak yang mengikuti. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ambil contoh soal kejujuran. Ini adalah barang langka. Ya, orang #jujur memang langka. Tapi kalau kita berusaha jujur, maka kita akan menjadi orang yang dicari-cari dan dinanti-nanti. Betul apa betul?
Lihat. Kerugian karena kasus e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun, dengan tersangka Setya Novanto. Sementara, kerugian karena kasus kondensat mencapai Rp 35 triliun, dengan tersangka Honggo Wendratno alias Hong Go Wie. Betapa besar mudharat yang dirasakan oleh orang banyak akibat dari ketidakjujuran.
Rezeki atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Apalah artinya harta berlimpah kalau hati selalu gundah?
"Jujur, mujur. Nggak jujur? Bakal tersungkur," itu nasihat guru saya.
Sambung beliau, "Nggak jujur? Resah. Gelisah. Jauh dari berkah."
Menjadi jujur dan selalu jujur memang tidak mudah. Tapi bisa, insya Allah. Perubahan besar baiknya dimulai dari perubahan kecil, yaitu diri kita dan keluarga kita. Hei, apa salahnya kalau kita mulai dari sana? Jadilah contoh. Jadilah inspirasi.
Semoga nanti banyak yang mengikuti. Sekian dari saya, Ippho Santosa.