Di keadaan pandemi kayak sekarang ini, begini cara muslim menghadapi virus corona, yap! Ada “cara bumi dan cara langit”
1. Yang pertama, tawakkal
Kita menyakini bahwa gak ada sesuatupun yang bisa memberikan manfaat ataupun bahaya kecuali Allah telah tetapkan atasnya
“Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi)
2. Jaga aturan Allah, sebelum, setelah dan selalu. Dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Jika Allah mengharamkan A maka jauhi, jangan sekali-kali mencoba untuk mendekati
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim)
3. Sabar dan syukur adalah koentji!
Jika kita dihadapkan dengan pandemi ini dan segala keadaan yang muncul karena pandemi ini kita hanya harus bersabar dan bersyukur. Bersabar karena belum bisa keluar rumah dan bersyukur karena bisa #dirumahaja, karena masih banyak yang berharap bisa diam dirumah nyatanya mereka gak bisa. Gak cuma saudara-saudara kita di Indonesia tapi juga pengungsi-pengungsi korban perang di Syam sana, jangankan mau #dirumahaja, punya rumah aja engga...
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
4. Lakukan ikhtiar maksimal dan mencari sebab, diam dirumah demi memutus tali penyebaran covid-19 ini dan mencari sebab supaya bisa dapat obat. Mencari sebabnya tanpa menyingkirkan menjaga aturan Allah tadi pastinya.
(lanjut di kolom komentar)
#StaySafe
1. Yang pertama, tawakkal
Kita menyakini bahwa gak ada sesuatupun yang bisa memberikan manfaat ataupun bahaya kecuali Allah telah tetapkan atasnya
“Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi)
2. Jaga aturan Allah, sebelum, setelah dan selalu. Dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Jika Allah mengharamkan A maka jauhi, jangan sekali-kali mencoba untuk mendekati
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim)
3. Sabar dan syukur adalah koentji!
Jika kita dihadapkan dengan pandemi ini dan segala keadaan yang muncul karena pandemi ini kita hanya harus bersabar dan bersyukur. Bersabar karena belum bisa keluar rumah dan bersyukur karena bisa #dirumahaja, karena masih banyak yang berharap bisa diam dirumah nyatanya mereka gak bisa. Gak cuma saudara-saudara kita di Indonesia tapi juga pengungsi-pengungsi korban perang di Syam sana, jangankan mau #dirumahaja, punya rumah aja engga...
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
4. Lakukan ikhtiar maksimal dan mencari sebab, diam dirumah demi memutus tali penyebaran covid-19 ini dan mencari sebab supaya bisa dapat obat. Mencari sebabnya tanpa menyingkirkan menjaga aturan Allah tadi pastinya.
(lanjut di kolom komentar)
#StaySafe
(lanjutan)
Dalilnya pasti sudah sering teman-teman baca, apalagi dalam keadaan saat ini, “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi) dan dulu Rasulullah menyuruh siapapun untuk memakan 7 butir kurma ajwa di pagi hari supaya terhindar dari sihir, ini adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengobati suatu penyakit, “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)
5. Berharap penuh atas pertolongan Allah
Yap, kepada siapa lagi selain kepada Allah kan? Selain ikhtiar melakukan test, diam #dirumahaja, jaga kebersihan, jaga makanan dll jangan lupa untuk dzikir pagi dan petang tanpa putus dan dzikir dan doa lainnya
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
#StaySafe
Dalilnya pasti sudah sering teman-teman baca, apalagi dalam keadaan saat ini, “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi) dan dulu Rasulullah menyuruh siapapun untuk memakan 7 butir kurma ajwa di pagi hari supaya terhindar dari sihir, ini adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengobati suatu penyakit, “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)
5. Berharap penuh atas pertolongan Allah
Yap, kepada siapa lagi selain kepada Allah kan? Selain ikhtiar melakukan test, diam #dirumahaja, jaga kebersihan, jaga makanan dll jangan lupa untuk dzikir pagi dan petang tanpa putus dan dzikir dan doa lainnya
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
#StaySafe
DAN...
Ingatlah, musibah yang paling besar bukan musibah dunia melainkan musibah yang menimpa agama. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam ‘Syuabul-Iman’, dari Syuraih Al-Qadhi rahimahullah ia berkata, “Sesungguhnya aku ditimpa musibah dan aku memuji kepada Allah karena empat hal:
1. Aku memuji Allah atas ujian yang tidak lebih besar dari yang menimpa ini
2. Aku memuji Allah tatkala aku diberikan kesabaran atasnya
3. Aku memuji Allah karena diberikan taufik mengucapkan kalimat Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un) hingga mengapai pahalanya
4. Aku memuji Allah karena musibah yang menimpaku bukan musibah dalam agamaku.”
Semoga Allah segera mengangkat wabah ini, Allah sembuhkan siapapun yang terjangkit, Allah berikan tempat tertinggi bagi saudara-saudara kita yang telah meninggal karena #covid19 ini dan Allah izinkan kita untuk sampai kepada bulan Ramadhan, beribadah dengan nikmat didalamnya meskipun dalam keadaan ini
#StaySafe!
Ingatlah, musibah yang paling besar bukan musibah dunia melainkan musibah yang menimpa agama. Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam ‘Syuabul-Iman’, dari Syuraih Al-Qadhi rahimahullah ia berkata, “Sesungguhnya aku ditimpa musibah dan aku memuji kepada Allah karena empat hal:
1. Aku memuji Allah atas ujian yang tidak lebih besar dari yang menimpa ini
2. Aku memuji Allah tatkala aku diberikan kesabaran atasnya
3. Aku memuji Allah karena diberikan taufik mengucapkan kalimat Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un) hingga mengapai pahalanya
4. Aku memuji Allah karena musibah yang menimpaku bukan musibah dalam agamaku.”
Semoga Allah segera mengangkat wabah ini, Allah sembuhkan siapapun yang terjangkit, Allah berikan tempat tertinggi bagi saudara-saudara kita yang telah meninggal karena #covid19 ini dan Allah izinkan kita untuk sampai kepada bulan Ramadhan, beribadah dengan nikmat didalamnya meskipun dalam keadaan ini
#StaySafe!
“Kenapa sih Gamau Pakai Masker?” — Social Experiment • Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu, Allah beri kami kesempatan buat social experiment ditengah-tengah pandemi ini. Tapi, insyaaAllah kita tetep jaga aturan-aturan yang ada kok...
Waktu kami tanya ke beberapa orang yang kami temui di jalan, “Kenapa masih keluar rumah disaat kondisi seperti ini?”
Jawaban mereka, “Ya... kalau nggak gini kan nggak bisa makan saya”
Merekapun ada rasa kesal, oya tentu, keadaan yang membuatnya begitu, “yang saya kesalkan itu himbauan-himbauan aja yang ada tapi antisipasinya nggak ada.“
Sama dengan ketika ditanya, “pendapatannya gimana pak/bu?”, jawabannya adalah, “menurun drastis.”
Dengan adanya pandemi ini, banyak orang yang dirugikan: penghasilan dan ekonomi kita menurun. Tapi percayalah, akan ada cahaya terang menunggu kita, kita yang mampu menghadapi semua ini dengan sabar ikhlas dan ikhtiar sekuat tenaga, serta dibarengi dengan tauhid, menyerahkan semuanya kepada Allah
Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus beribadah kepada Allah, berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi hingga pandemi ini berakhir. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya
Dari orang-orang yang kita temui dijalan kita belajar, untuk berbagi dan lebih bersyukur. Rugilah bagi siapa yang tak belajar, semoga kita semua adalah hamba-hamba yang mampu memetik hikmah dari segala ketetapan yang telah ditetapkan-Nya
Drop your comments below!
#StaySafe!
Waktu kami tanya ke beberapa orang yang kami temui di jalan, “Kenapa masih keluar rumah disaat kondisi seperti ini?”
Jawaban mereka, “Ya... kalau nggak gini kan nggak bisa makan saya”
Merekapun ada rasa kesal, oya tentu, keadaan yang membuatnya begitu, “yang saya kesalkan itu himbauan-himbauan aja yang ada tapi antisipasinya nggak ada.“
Sama dengan ketika ditanya, “pendapatannya gimana pak/bu?”, jawabannya adalah, “menurun drastis.”
Dengan adanya pandemi ini, banyak orang yang dirugikan: penghasilan dan ekonomi kita menurun. Tapi percayalah, akan ada cahaya terang menunggu kita, kita yang mampu menghadapi semua ini dengan sabar ikhlas dan ikhtiar sekuat tenaga, serta dibarengi dengan tauhid, menyerahkan semuanya kepada Allah
Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus beribadah kepada Allah, berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi hingga pandemi ini berakhir. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya
Dari orang-orang yang kita temui dijalan kita belajar, untuk berbagi dan lebih bersyukur. Rugilah bagi siapa yang tak belajar, semoga kita semua adalah hamba-hamba yang mampu memetik hikmah dari segala ketetapan yang telah ditetapkan-Nya
Drop your comments below!
#StaySafe!
Last but not least, pasti pertanyaan ini selalu berputar-putar dipikiran temen-temen kan? Apalagi yang udah mulai gak betah #dirumahaja xixixi
“Kapan pandemi ini berakhir?”
Yap. Banyak orang yang “menghitung-hitung”, dengan segala macam cara. Tapi yang pasti pandemi ini akan berakhir hanya dengan 2 faktor yaitu IKHTIAR dan ridho Allah
Ha, yakan? Sebab Allah mau kita usaha juga selain bertawakkal kepada-Nya. Inget kan? Doa tanpa usaha itu bohong, usaha tanpa doa itu sombong
So, maksimalkan ikhtiar kita, apapun yang kita bisa perbuat: perbuatlah. Supaya pandemi ini cepat-cepat berakhir
Daaaan doa! Doa selalu, dzikir, minta ampun kepada Allah dan memuhasabahi diri sendirilah, gak akan lah kita mengulangi lagi: baru rindu pergi ke masjid untuk sholat/kajian ketika pandemi?😭
Semoga Allah ridho, Allah ampuni dosa kita, dan Allah izinkan pandemi ini segera diangkat dari muka bumi. Aamiin
#StaySafe!
“Kapan pandemi ini berakhir?”
Yap. Banyak orang yang “menghitung-hitung”, dengan segala macam cara. Tapi yang pasti pandemi ini akan berakhir hanya dengan 2 faktor yaitu IKHTIAR dan ridho Allah
Ha, yakan? Sebab Allah mau kita usaha juga selain bertawakkal kepada-Nya. Inget kan? Doa tanpa usaha itu bohong, usaha tanpa doa itu sombong
So, maksimalkan ikhtiar kita, apapun yang kita bisa perbuat: perbuatlah. Supaya pandemi ini cepat-cepat berakhir
Daaaan doa! Doa selalu, dzikir, minta ampun kepada Allah dan memuhasabahi diri sendirilah, gak akan lah kita mengulangi lagi: baru rindu pergi ke masjid untuk sholat/kajian ketika pandemi?😭
Semoga Allah ridho, Allah ampuni dosa kita, dan Allah izinkan pandemi ini segera diangkat dari muka bumi. Aamiin
#StaySafe!
Gimana sih cara menghindari anxiety disorder disaat kayak gini?
Dear... di masa pandemi seperti ini, memang menyedihkan rasanya melihat fakta terkini bahwa corona semakin merebak, korban yang berjatuhan pun semakin banyak. Gak pandang bulu, baik rakyat biasa ataupun pahlawan di garda terdepan, orang dewasa ataupun anak-anak.
Timbulnya rasa khawatir itu pasti, wajar dan normal agar kita tetap berhati-hati. Namun ada ketidak wajaran jika kekhawatiran ini jadi tak terkendali. Jadi gak bisa tidur, seolah kayak dikejar bahaya, bahkan sampai takut mati. Inilah yang dinamakan anxiety dosorder. Tapi kurasa jarang sih yang sampai seperti ini. Jadi jangan asal mendiagnos ya gais. Hehe.
Maka dari itu selain kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental juga penting. Untuk menjaga kewarasan selama #dirumahaja pastikan kamu tetap keep contact with Allah. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menanamkan mindset: percaya bahwa Allah yang mendatangkan penyakit, musibah, bahaya, maka Allah juga yang akan menjauhkannya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah ikhtiar sesuai porsinya, ibadah sebanyak-banyaknya, wujud taat sebagai seorang hamba. Pun jika terkena, itu diluar kuasa kita, percaya sepenuh iman, bahwa takdir-Nya selalu baik.
- Sering-sering interaksi sama Quran. Masa quarantine waktu yang tepat kan buat Quran Time?
- Rutin baca dzikir pagi dan petang
- Tetap bersosialisasi dengan teman via telepon/video call
- Tidur yang cukup
- Berpikir positif, kegiatan positif, hindari stress
- Update berita terkini yang kredibel. Kalau memang overwhelmed dengan berita, alihkan dengan hal-hal yang membahagiakan kamu
Sama satu lagi yang nggak kalah penting, rajin-rajin olahraga fisik dan makan makanan sehat. Agar iman dan imun tetap terjaga. Jangan males-males untuk mencoba jadi chef di rumah. Kesempatan nihh buat kamu melatih hard skill juga hehe. Mudah-mudahan mood mu pun akan stabil sejahtera. Insyaa Allah...
Ketika masalah dirimu sudah selesai, segera ambil peran untuk kontribusi ke masyarakat. Masalah ummat itu banyak, kalo kamu sibuk sama dirimu sendiri, sayaaang...😊
#StaySafe #QnAStaySafe
Dear... di masa pandemi seperti ini, memang menyedihkan rasanya melihat fakta terkini bahwa corona semakin merebak, korban yang berjatuhan pun semakin banyak. Gak pandang bulu, baik rakyat biasa ataupun pahlawan di garda terdepan, orang dewasa ataupun anak-anak.
Timbulnya rasa khawatir itu pasti, wajar dan normal agar kita tetap berhati-hati. Namun ada ketidak wajaran jika kekhawatiran ini jadi tak terkendali. Jadi gak bisa tidur, seolah kayak dikejar bahaya, bahkan sampai takut mati. Inilah yang dinamakan anxiety dosorder. Tapi kurasa jarang sih yang sampai seperti ini. Jadi jangan asal mendiagnos ya gais. Hehe.
Maka dari itu selain kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental juga penting. Untuk menjaga kewarasan selama #dirumahaja pastikan kamu tetap keep contact with Allah. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menanamkan mindset: percaya bahwa Allah yang mendatangkan penyakit, musibah, bahaya, maka Allah juga yang akan menjauhkannya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah ikhtiar sesuai porsinya, ibadah sebanyak-banyaknya, wujud taat sebagai seorang hamba. Pun jika terkena, itu diluar kuasa kita, percaya sepenuh iman, bahwa takdir-Nya selalu baik.
- Sering-sering interaksi sama Quran. Masa quarantine waktu yang tepat kan buat Quran Time?
- Rutin baca dzikir pagi dan petang
- Tetap bersosialisasi dengan teman via telepon/video call
- Tidur yang cukup
- Berpikir positif, kegiatan positif, hindari stress
- Update berita terkini yang kredibel. Kalau memang overwhelmed dengan berita, alihkan dengan hal-hal yang membahagiakan kamu
Sama satu lagi yang nggak kalah penting, rajin-rajin olahraga fisik dan makan makanan sehat. Agar iman dan imun tetap terjaga. Jangan males-males untuk mencoba jadi chef di rumah. Kesempatan nihh buat kamu melatih hard skill juga hehe. Mudah-mudahan mood mu pun akan stabil sejahtera. Insyaa Allah...
Ketika masalah dirimu sudah selesai, segera ambil peran untuk kontribusi ke masyarakat. Masalah ummat itu banyak, kalo kamu sibuk sama dirimu sendiri, sayaaang...😊
#StaySafe #QnAStaySafe
Ramadhan tinggal menghitung hari!
Lupain berita-berita soal corona sejenak yuk:’)
Kita buat keadaan jauh lebih gembira karena menyambutnya Ramadhan. Persiapkan diri, persiapkan iman
Sambut kedatangannya dengan hati gembira dan hiasan dirumah
InsyaaAllah, tema kali ini kita senang-senang lagi ya untuk menyambut Ramadhan! Di #SaveImanMenujuRamadhan, iya, kalau sebelumnya kita lebih disibukkan perkara corona, kali ini yuk sama-sama kita sibukkan diri kita untuk menyambut kedatangan Ramadahan, diawali dengan booster iman!
Stay tune yaaaa✨🤍
Lupain berita-berita soal corona sejenak yuk:’)
Kita buat keadaan jauh lebih gembira karena menyambutnya Ramadhan. Persiapkan diri, persiapkan iman
Sambut kedatangannya dengan hati gembira dan hiasan dirumah
InsyaaAllah, tema kali ini kita senang-senang lagi ya untuk menyambut Ramadhan! Di #SaveImanMenujuRamadhan, iya, kalau sebelumnya kita lebih disibukkan perkara corona, kali ini yuk sama-sama kita sibukkan diri kita untuk menyambut kedatangan Ramadahan, diawali dengan booster iman!
Stay tune yaaaa✨🤍
Hampir satu tahun Ramadhan yang kita rindukan, yang kita nanti-nantikan akan datang kembali. Seorang muslim pasti perasaannya akan gembira saat Ramadhan akan datang
Kalau mau diibaratkan, layaknya seorang istri yang tak bertemu lama dengan suami yang dicintainya, kemudian mendapat kabar bahwa suaminya akan segera pulang, bentuk dari kegembiraannya; dia akan menjadikan rumahnya sedemikian bersih, rapi, indah dan wangi. Tidak hanya rumah, tetapi juga halaman, bunga-bunga atau tanaman yang mengitari rumahnya. Dan tentu dirinya
Begitulah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan yang telah dinanti-nantikan... sebab, ia akan segera datang maka sekarang kita juga harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk bisa survive di medan juang ini, yaitu Ramadhan
Tak hanya fisik dan mental yang harus dipersiapkan tapi juga keimanan
Jangan pernah merasa terlambat, ya... mungkin iya... sebab mungkin 11 bukan belakangan ini banyak disibukkan dengan perkara-perkara dunia juga corona, tapi jangan hanya menyesali kemudian berhenti tapi segera upgrade diri!
Belum terlambat, ayo segara persiapkan “kebutuhan”. Semangat!
Semoga Allah ridho, mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini🤲🏻
#SaveImanMenujuRamadhan
Kalau mau diibaratkan, layaknya seorang istri yang tak bertemu lama dengan suami yang dicintainya, kemudian mendapat kabar bahwa suaminya akan segera pulang, bentuk dari kegembiraannya; dia akan menjadikan rumahnya sedemikian bersih, rapi, indah dan wangi. Tidak hanya rumah, tetapi juga halaman, bunga-bunga atau tanaman yang mengitari rumahnya. Dan tentu dirinya
Begitulah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan yang telah dinanti-nantikan... sebab, ia akan segera datang maka sekarang kita juga harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk bisa survive di medan juang ini, yaitu Ramadhan
Tak hanya fisik dan mental yang harus dipersiapkan tapi juga keimanan
Jangan pernah merasa terlambat, ya... mungkin iya... sebab mungkin 11 bukan belakangan ini banyak disibukkan dengan perkara-perkara dunia juga corona, tapi jangan hanya menyesali kemudian berhenti tapi segera upgrade diri!
Belum terlambat, ayo segara persiapkan “kebutuhan”. Semangat!
Semoga Allah ridho, mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini🤲🏻
#SaveImanMenujuRamadhan
وَالْعَصْرِۙ wal-'aṣr Demi masa,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ innal-insāna lafī khusr sungguh, manusia berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Allah bersumpah dengan al ‘aṣr, yaitu waktu atau umur. Yang mana yang inilah nikmat besar yang sering dilalaikan oleh manusia
Mungkin Allah memberikan sedikit waktu luang di antara hiruk pikuk dunia luar selama kurang lebih sebulan ini untuk kita lebih banyak beribadah kepada-Nya tapi nyatanya kita malah dilalaikan oleh hal-hal yang kurang menguntungkan akhirat kita
Kadang akupun begitu, mencederai berharganya waktu
Manfaatkan waktu yang tersisa, buat ia lebih bermakna. Tak ada yang tau apakah kita akan sampai pada Ramadhan atau malah kita “berpulang” duluan
#SaveImanMenujuRamadhan
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ innal-insāna lafī khusr sungguh, manusia berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Allah bersumpah dengan al ‘aṣr, yaitu waktu atau umur. Yang mana yang inilah nikmat besar yang sering dilalaikan oleh manusia
Mungkin Allah memberikan sedikit waktu luang di antara hiruk pikuk dunia luar selama kurang lebih sebulan ini untuk kita lebih banyak beribadah kepada-Nya tapi nyatanya kita malah dilalaikan oleh hal-hal yang kurang menguntungkan akhirat kita
Kadang akupun begitu, mencederai berharganya waktu
Manfaatkan waktu yang tersisa, buat ia lebih bermakna. Tak ada yang tau apakah kita akan sampai pada Ramadhan atau malah kita “berpulang” duluan
#SaveImanMenujuRamadhan
Harapan vs Kenyataan • Harapannya selama quarantine bisa produktif, kamar tetap rapi, olahrga, banyak baca Quran
Iya, sayangnya cuma harapan
Kenyatannya? Bangun siang, jam tidur berantakan, tugas terbengkalai, kamar udah kayak kapal pecah🤯
Rugi? Pasti rugi:(
Nyesel? Tapi percuma, waktu gak bisa diulang
Terus? Ya, tentu harus berubah, dari sekarang! Iya sekarang juga! Paksa!
Emang kadang manusia itu untuk ngelakuin suatu yang baik harus dipaksa dulu. Kalo gak dipaksa, yah... yaudah lewat gitu aja☹️
Inilah nikmat yang masih manusia sia-siakan, hingga ia mengalami kerugian, rugi yang lebih besar dari kehartabendaan, yap; waktu yang tersia-siakan
#SaveImanMenujuRamadhan
• wardrobe: @kataloghijabalila
Iya, sayangnya cuma harapan
Kenyatannya? Bangun siang, jam tidur berantakan, tugas terbengkalai, kamar udah kayak kapal pecah🤯
Rugi? Pasti rugi:(
Nyesel? Tapi percuma, waktu gak bisa diulang
Terus? Ya, tentu harus berubah, dari sekarang! Iya sekarang juga! Paksa!
Emang kadang manusia itu untuk ngelakuin suatu yang baik harus dipaksa dulu. Kalo gak dipaksa, yah... yaudah lewat gitu aja☹️
Inilah nikmat yang masih manusia sia-siakan, hingga ia mengalami kerugian, rugi yang lebih besar dari kehartabendaan, yap; waktu yang tersia-siakan
#SaveImanMenujuRamadhan
• wardrobe: @kataloghijabalila