Ramadhan tinggal menghitung hari!
Lupain berita-berita soal corona sejenak yuk:’)
Kita buat keadaan jauh lebih gembira karena menyambutnya Ramadhan. Persiapkan diri, persiapkan iman
Sambut kedatangannya dengan hati gembira dan hiasan dirumah
InsyaaAllah, tema kali ini kita senang-senang lagi ya untuk menyambut Ramadhan! Di #SaveImanMenujuRamadhan, iya, kalau sebelumnya kita lebih disibukkan perkara corona, kali ini yuk sama-sama kita sibukkan diri kita untuk menyambut kedatangan Ramadahan, diawali dengan booster iman!
Stay tune yaaaa✨🤍
Lupain berita-berita soal corona sejenak yuk:’)
Kita buat keadaan jauh lebih gembira karena menyambutnya Ramadhan. Persiapkan diri, persiapkan iman
Sambut kedatangannya dengan hati gembira dan hiasan dirumah
InsyaaAllah, tema kali ini kita senang-senang lagi ya untuk menyambut Ramadhan! Di #SaveImanMenujuRamadhan, iya, kalau sebelumnya kita lebih disibukkan perkara corona, kali ini yuk sama-sama kita sibukkan diri kita untuk menyambut kedatangan Ramadahan, diawali dengan booster iman!
Stay tune yaaaa✨🤍
Hampir satu tahun Ramadhan yang kita rindukan, yang kita nanti-nantikan akan datang kembali. Seorang muslim pasti perasaannya akan gembira saat Ramadhan akan datang
Kalau mau diibaratkan, layaknya seorang istri yang tak bertemu lama dengan suami yang dicintainya, kemudian mendapat kabar bahwa suaminya akan segera pulang, bentuk dari kegembiraannya; dia akan menjadikan rumahnya sedemikian bersih, rapi, indah dan wangi. Tidak hanya rumah, tetapi juga halaman, bunga-bunga atau tanaman yang mengitari rumahnya. Dan tentu dirinya
Begitulah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan yang telah dinanti-nantikan... sebab, ia akan segera datang maka sekarang kita juga harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk bisa survive di medan juang ini, yaitu Ramadhan
Tak hanya fisik dan mental yang harus dipersiapkan tapi juga keimanan
Jangan pernah merasa terlambat, ya... mungkin iya... sebab mungkin 11 bukan belakangan ini banyak disibukkan dengan perkara-perkara dunia juga corona, tapi jangan hanya menyesali kemudian berhenti tapi segera upgrade diri!
Belum terlambat, ayo segara persiapkan “kebutuhan”. Semangat!
Semoga Allah ridho, mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini🤲🏻
#SaveImanMenujuRamadhan
Kalau mau diibaratkan, layaknya seorang istri yang tak bertemu lama dengan suami yang dicintainya, kemudian mendapat kabar bahwa suaminya akan segera pulang, bentuk dari kegembiraannya; dia akan menjadikan rumahnya sedemikian bersih, rapi, indah dan wangi. Tidak hanya rumah, tetapi juga halaman, bunga-bunga atau tanaman yang mengitari rumahnya. Dan tentu dirinya
Begitulah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan yang telah dinanti-nantikan... sebab, ia akan segera datang maka sekarang kita juga harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk bisa survive di medan juang ini, yaitu Ramadhan
Tak hanya fisik dan mental yang harus dipersiapkan tapi juga keimanan
Jangan pernah merasa terlambat, ya... mungkin iya... sebab mungkin 11 bukan belakangan ini banyak disibukkan dengan perkara-perkara dunia juga corona, tapi jangan hanya menyesali kemudian berhenti tapi segera upgrade diri!
Belum terlambat, ayo segara persiapkan “kebutuhan”. Semangat!
Semoga Allah ridho, mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini🤲🏻
#SaveImanMenujuRamadhan
وَالْعَصْرِۙ wal-'aṣr Demi masa,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ innal-insāna lafī khusr sungguh, manusia berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Allah bersumpah dengan al ‘aṣr, yaitu waktu atau umur. Yang mana yang inilah nikmat besar yang sering dilalaikan oleh manusia
Mungkin Allah memberikan sedikit waktu luang di antara hiruk pikuk dunia luar selama kurang lebih sebulan ini untuk kita lebih banyak beribadah kepada-Nya tapi nyatanya kita malah dilalaikan oleh hal-hal yang kurang menguntungkan akhirat kita
Kadang akupun begitu, mencederai berharganya waktu
Manfaatkan waktu yang tersisa, buat ia lebih bermakna. Tak ada yang tau apakah kita akan sampai pada Ramadhan atau malah kita “berpulang” duluan
#SaveImanMenujuRamadhan
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ innal-insāna lafī khusr sungguh, manusia berada dalam kerugian,
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Allah bersumpah dengan al ‘aṣr, yaitu waktu atau umur. Yang mana yang inilah nikmat besar yang sering dilalaikan oleh manusia
Mungkin Allah memberikan sedikit waktu luang di antara hiruk pikuk dunia luar selama kurang lebih sebulan ini untuk kita lebih banyak beribadah kepada-Nya tapi nyatanya kita malah dilalaikan oleh hal-hal yang kurang menguntungkan akhirat kita
Kadang akupun begitu, mencederai berharganya waktu
Manfaatkan waktu yang tersisa, buat ia lebih bermakna. Tak ada yang tau apakah kita akan sampai pada Ramadhan atau malah kita “berpulang” duluan
#SaveImanMenujuRamadhan
Harapan vs Kenyataan • Harapannya selama quarantine bisa produktif, kamar tetap rapi, olahrga, banyak baca Quran
Iya, sayangnya cuma harapan
Kenyatannya? Bangun siang, jam tidur berantakan, tugas terbengkalai, kamar udah kayak kapal pecah🤯
Rugi? Pasti rugi:(
Nyesel? Tapi percuma, waktu gak bisa diulang
Terus? Ya, tentu harus berubah, dari sekarang! Iya sekarang juga! Paksa!
Emang kadang manusia itu untuk ngelakuin suatu yang baik harus dipaksa dulu. Kalo gak dipaksa, yah... yaudah lewat gitu aja☹️
Inilah nikmat yang masih manusia sia-siakan, hingga ia mengalami kerugian, rugi yang lebih besar dari kehartabendaan, yap; waktu yang tersia-siakan
#SaveImanMenujuRamadhan
• wardrobe: @kataloghijabalila
Iya, sayangnya cuma harapan
Kenyatannya? Bangun siang, jam tidur berantakan, tugas terbengkalai, kamar udah kayak kapal pecah🤯
Rugi? Pasti rugi:(
Nyesel? Tapi percuma, waktu gak bisa diulang
Terus? Ya, tentu harus berubah, dari sekarang! Iya sekarang juga! Paksa!
Emang kadang manusia itu untuk ngelakuin suatu yang baik harus dipaksa dulu. Kalo gak dipaksa, yah... yaudah lewat gitu aja☹️
Inilah nikmat yang masih manusia sia-siakan, hingga ia mengalami kerugian, rugi yang lebih besar dari kehartabendaan, yap; waktu yang tersia-siakan
#SaveImanMenujuRamadhan
• wardrobe: @kataloghijabalila
Dear, ngerasa gak ketika kita “vakum” ngerjain kebaikan yang selama ini kita istiqomah menjalankannya, lalu setelahnya ada rasa malas untuk ngerjain kebaikan itu lagi. Awalnya sih “nanti dulu deh”, terus “mulai besok aja deh”, terus “ah masih bisa besok” begitu sampai seterusnya: besok, besok, besok
Tapi tak kunjung kita mengerjakannya kembali. Yang ada malah kita terus jauh, jauh, jauh, terjerumus dalam satu lubang yang kita kenal: FUTUR
Keadaan dimana seseorang malas, enggan, lamban mengerjakan kebaikan. Keadaan ini menyerang mereka yang tadinya taat, rajin beribadah, para pendakwah juga penuntut ilmu
Pernah denger gak? Kalau orang shalih itu bukan berarti dia gak digoda oleh syaitan? Malah mereka-merekalah yang mana syaitan semakin gencar menggodanya. Mereka mungkin meninggalkan kesalahan-kesalahan yanh dulu dilakukan, tapi syaitan membisikkan mereka kesalahan-kesalahan yang baru dan membuatnya terlihat gak salah, ok ok aja kalau orang itu mengerjakannya. Salah satunya adalah futur ini
Adakah kita saat ini sedang terjerumus dalam lubang ini? Hanya diri kita dan Allah-lah yang tau
Ramadhan tinggal menghitung hari, maka paksakan diri untuk kembali pada ketaatan. Ketika futur jangan malah mundur, menjauhi sahabat taat dan segala sesuatu yang dulu mendekatkan kita pada ketaatan. Mungkin perasaan “tak pantas” sempat hinggap ketika kita membersamai orang-orang shalih/ah ini saat keadaan futur, tapi inilah trik syaitan agar kita semakin jauh, semakin jauh dan terus jauh dari ketaatan
Untukmu yang mungkin sedang bingung untuk “kembali” dan mulai dari mana, mulailah dulu dari memperbaiki niat, ingat dulu ketika kamu baru memulai semuanya? Bukankah hanya ada “aku melakukannya karena Dia”?
Semangat!✨🤍
#SaveImanMenujuRamadhan
Tapi tak kunjung kita mengerjakannya kembali. Yang ada malah kita terus jauh, jauh, jauh, terjerumus dalam satu lubang yang kita kenal: FUTUR
Keadaan dimana seseorang malas, enggan, lamban mengerjakan kebaikan. Keadaan ini menyerang mereka yang tadinya taat, rajin beribadah, para pendakwah juga penuntut ilmu
Pernah denger gak? Kalau orang shalih itu bukan berarti dia gak digoda oleh syaitan? Malah mereka-merekalah yang mana syaitan semakin gencar menggodanya. Mereka mungkin meninggalkan kesalahan-kesalahan yanh dulu dilakukan, tapi syaitan membisikkan mereka kesalahan-kesalahan yang baru dan membuatnya terlihat gak salah, ok ok aja kalau orang itu mengerjakannya. Salah satunya adalah futur ini
Adakah kita saat ini sedang terjerumus dalam lubang ini? Hanya diri kita dan Allah-lah yang tau
Ramadhan tinggal menghitung hari, maka paksakan diri untuk kembali pada ketaatan. Ketika futur jangan malah mundur, menjauhi sahabat taat dan segala sesuatu yang dulu mendekatkan kita pada ketaatan. Mungkin perasaan “tak pantas” sempat hinggap ketika kita membersamai orang-orang shalih/ah ini saat keadaan futur, tapi inilah trik syaitan agar kita semakin jauh, semakin jauh dan terus jauh dari ketaatan
Untukmu yang mungkin sedang bingung untuk “kembali” dan mulai dari mana, mulailah dulu dari memperbaiki niat, ingat dulu ketika kamu baru memulai semuanya? Bukankah hanya ada “aku melakukannya karena Dia”?
Semangat!✨🤍
#SaveImanMenujuRamadhan
Di masa-masa ini yang tumbang itu bukan hanya fisik tapi juga iman, gak sedikit yang mengaku selama masa karantina ini malah jadi futur, imannya kendor, ibadah sunnahnya perlahan-lahan berkurang. Padahal anak ngaji. Ngerasa bersalah? O ya tentu! Tapi jangan berhenti sampai di merasa bersalah tanpa berusaha keluar dari masalah
Allah nyuruh kita untuk bertakwa semampu kita, kalau belum bisa 100%, maka coba 90 %, kalau belum bisa 90% maka coba 80%, teruuus begitu hingga sampai titik yang kita mampu
Saat ini memang keadaan gak memungkinkan kita untuk mendatangi kajian ataupun ketemu langsung dengan teman-teman shalih/ah —yang mana kedua hal inilah yang paling efketif mengobati penyakit yang bernama ‘futur’ itu—, tapi sekaranglah saatnya untuk meng-implementasi-kan ilmu-ilmu yang telah kita dapat sebelumnya dari kajian-kajian yang sudah kita hadiri sebelum hadirnya pandemi. Atau paling minimal kalau belum sanggup juga, ikuti kajian online, atau kalau gak punya kuota/wifi coba baca-baca lagi catatan kajian yang kemarin-kemarin, mungkin ada ilmu-ilmu yang kita lupa atau yang bisa membangun semangat beribadah kita lagi, *eh tapi kalau bisa liat postingan ini saat ini pasti ada kuota/wifi buat streaming kajian online lah ya xixixi*
Intinya tempuh jalan apapun supaya kita gak “mundur” karena dihinggapi futur
#SaveImanMenujuRamadhan
Allah nyuruh kita untuk bertakwa semampu kita, kalau belum bisa 100%, maka coba 90 %, kalau belum bisa 90% maka coba 80%, teruuus begitu hingga sampai titik yang kita mampu
Saat ini memang keadaan gak memungkinkan kita untuk mendatangi kajian ataupun ketemu langsung dengan teman-teman shalih/ah —yang mana kedua hal inilah yang paling efketif mengobati penyakit yang bernama ‘futur’ itu—, tapi sekaranglah saatnya untuk meng-implementasi-kan ilmu-ilmu yang telah kita dapat sebelumnya dari kajian-kajian yang sudah kita hadiri sebelum hadirnya pandemi. Atau paling minimal kalau belum sanggup juga, ikuti kajian online, atau kalau gak punya kuota/wifi coba baca-baca lagi catatan kajian yang kemarin-kemarin, mungkin ada ilmu-ilmu yang kita lupa atau yang bisa membangun semangat beribadah kita lagi, *eh tapi kalau bisa liat postingan ini saat ini pasti ada kuota/wifi buat streaming kajian online lah ya xixixi*
Intinya tempuh jalan apapun supaya kita gak “mundur” karena dihinggapi futur
#SaveImanMenujuRamadhan
Angin seghaaar!
InsyaaAllah, BESOK Hijab Alila akan nge-live bareng Kakak Guru @bellamaghfoor dan @annisam3 sebagai hostnya
Judul live kali ini adalah “Ramadhan yang Berbeda?”
Bener gak sih Ramadhan kali ini berbeda? Ya... semoga yang berbeda adalah tingkat ketaqwaan kita yang semakin meningkat ya temen-temen
Jangan lupa ya! Set alarm dari sekarang
BESOK, Minggu, 19 April 2020
Jam 19:30 WIB
#SaveImanMenujuRamadhan #IGLive #RamadhanYangBerbeda #Ramadhan2020
InsyaaAllah, BESOK Hijab Alila akan nge-live bareng Kakak Guru @bellamaghfoor dan @annisam3 sebagai hostnya
Judul live kali ini adalah “Ramadhan yang Berbeda?”
Bener gak sih Ramadhan kali ini berbeda? Ya... semoga yang berbeda adalah tingkat ketaqwaan kita yang semakin meningkat ya temen-temen
Jangan lupa ya! Set alarm dari sekarang
BESOK, Minggu, 19 April 2020
Jam 19:30 WIB
#SaveImanMenujuRamadhan #IGLive #RamadhanYangBerbeda #Ramadhan2020
Dengan mengingat kematian, manusia akan memperbaiki sholatnya
Dengan mengingat kematian, manusia akan memperbagus amalannya
Dan hanya dengan mengingat kematian, seseorang telah mendapat ganjaran karena inilah yang diperintahkan suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)
#SaveImanMenujuRamadhan
Dengan mengingat kematian, manusia akan memperbagus amalannya
Dan hanya dengan mengingat kematian, seseorang telah mendapat ganjaran karena inilah yang diperintahkan suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)
#SaveImanMenujuRamadhan
Dibalik Pandemi • Selama masa karantina, ada yang melalap puluhan bahkan ratusan kajian online, buku catatan yang tadinya kosong jadi penuh dengan ilmu
Selama masa karantina, ada juga yang jadi mahir dalam urusan dapur, kalaupun belum, setidaknya kini bisa membedakan mana jahe dan mana kencur hihihi
Selama masa karantina, ada yang mencapai goal “body goals”nya, karna jadi rajin work out tiap pagi
Selama masa marantina juga ada yang jadi malah perlahan menjauh dari sebelumnya
Yah... banyak perubahan yang terjadi. Apalagi, saat masih dalam keadaan seperti ini Ramadhan akan tiba sebentar lagi
Tapi lagi, dari semua ini tentu juga ada pelajaran yang bisa diambil, selalu ada hikmah yang bisa kita petik
Kita: sebagai hamba, mutlak hanya bisa bergantung pada Rabb semesta
Kita memang harus terus mengkondisikan iman kita agar hanya bergantung kepada Allah ta’ala, agar hanya menyandarkan segala kepada-Nya, setelah batas ikhtiar kita
#SaveImanMenujuRamadhan
Selama masa karantina, ada juga yang jadi mahir dalam urusan dapur, kalaupun belum, setidaknya kini bisa membedakan mana jahe dan mana kencur hihihi
Selama masa karantina, ada yang mencapai goal “body goals”nya, karna jadi rajin work out tiap pagi
Selama masa marantina juga ada yang jadi malah perlahan menjauh dari sebelumnya
Yah... banyak perubahan yang terjadi. Apalagi, saat masih dalam keadaan seperti ini Ramadhan akan tiba sebentar lagi
Tapi lagi, dari semua ini tentu juga ada pelajaran yang bisa diambil, selalu ada hikmah yang bisa kita petik
Kita: sebagai hamba, mutlak hanya bisa bergantung pada Rabb semesta
Kita memang harus terus mengkondisikan iman kita agar hanya bergantung kepada Allah ta’ala, agar hanya menyandarkan segala kepada-Nya, setelah batas ikhtiar kita
#SaveImanMenujuRamadhan
“Masa Ramadhan tahun ini gabisa ngabuburit bareng temen si?”
“Masa Ramadhan tahun ini gabisa SOTR si?”
“Yah... inimah wacana bukber tetep jadi wacana~”
“Corona... udahan dong, mau perang sarung ni...”
Sekilas, iya juga, betul, kangen ya sama kebiasaan-kebiasaan diatas yang mungkin hanya kita temui di bulan Ramadhan
Adanya rasa khawatir kalau kita gak berjumpa sama kabiasaan-kebiasaan yang kita lakuin di Ramadhan-Ramadhan sebelumnya itu wajar, mungkin mulai dari yang gak bisa pulang, kumpul bareng keluarga waktu buka bersama karena harus diam di kost-an demi menjaga orang tua masa pandemi ini (karena ini jalan satu-satunya saat ini) sampaaaai hal-hal retjeh yang udah disebutin tadi di awal-awal
Tapi... temen-temen, jangan lupa bahwa ada yang harus lebih kita khawatirkan melebihi rasa khawatir kita dari hal-hal tadi
“Apakah kita masih akan sampai pada Ramadhan?”
#SaveImanMenujuRamadhan
“Masa Ramadhan tahun ini gabisa SOTR si?”
“Yah... inimah wacana bukber tetep jadi wacana~”
“Corona... udahan dong, mau perang sarung ni...”
Sekilas, iya juga, betul, kangen ya sama kebiasaan-kebiasaan diatas yang mungkin hanya kita temui di bulan Ramadhan
Adanya rasa khawatir kalau kita gak berjumpa sama kabiasaan-kebiasaan yang kita lakuin di Ramadhan-Ramadhan sebelumnya itu wajar, mungkin mulai dari yang gak bisa pulang, kumpul bareng keluarga waktu buka bersama karena harus diam di kost-an demi menjaga orang tua masa pandemi ini (karena ini jalan satu-satunya saat ini) sampaaaai hal-hal retjeh yang udah disebutin tadi di awal-awal
Tapi... temen-temen, jangan lupa bahwa ada yang harus lebih kita khawatirkan melebihi rasa khawatir kita dari hal-hal tadi
“Apakah kita masih akan sampai pada Ramadhan?”
#SaveImanMenujuRamadhan
H-5 RAMADHAN
Udahan ah sendu-sendunya~
Yuk rubah mood kita! Ramadhan loooh yang sebentar lagi dataaang
⠀
Yah... walaupun pada akhirnya wacana buka bersama tahun ini tetap akan jadi wacana
⠀
Tapi yang penting ni ya, kamu gak lupa kan kalau buka puasa itu pas adzan Maghrib?😆
#5HariMenujuRamadhan #CountdownRamadhan
#SaveImanMenujuRamadhan #Ramadhan2020
Udahan ah sendu-sendunya~
Yuk rubah mood kita! Ramadhan loooh yang sebentar lagi dataaang
⠀
Yah... walaupun pada akhirnya wacana buka bersama tahun ini tetap akan jadi wacana
⠀
Tapi yang penting ni ya, kamu gak lupa kan kalau buka puasa itu pas adzan Maghrib?😆
#5HariMenujuRamadhan #CountdownRamadhan
#SaveImanMenujuRamadhan #Ramadhan2020