MISI MENCARI DEGEM β€’ π—§π—›π—˜ 𝗠𝗒π—₯π—šπ—”π—‘π—©π—’π—¦ π—˜π—«π—˜π—₯π—–π—œπ—§π—¨π—¦
13.6K subscribers
705 photos
51 videos
168 files
40 links
CHAPT XVII ━╋ ᛨ OFFICIALLY SINCE, 28 OCTOBER 2024 βš”οΈ β€£ .. β€œJustice focuses on a consideration of time” #SOLIDARITY expose. recorded by identify agent 20:14 β“˜

➣ ⎈ AGENT OFC BOT : @Thegansrobot
➣ ⎈ MEDIA PARTNER AGENT : @PSTHEGANSROBOT ( Open )
Download Telegram
───┼ Korban 3: Elizabeth Stride


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pada 30 September 1888, jenazah Elizabeth Stride ditemukan oleh Louis Diemschutz dengan tenggorokan tercabik, sekitar pukul 01.00 di Dutfield’s Yard, dekat Berner Street (sekarang Henriques Street), kawasan Whitechapel. Penyebab kematiannya adalah satu sayatan bersih sepanjang sekitar enam inci di leher, yang memutus arteri karotis kiri dan trakea hingga mencapai bawah rahang.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Berbeda dari korban sebelumnya, tidak ditemukan mutilasi lebih lanjut pada tubuhnya. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pelaku mungkin tidak sempat melanjutkan aksinya, kemungkinan karena terganggu. Dari sini, banyak masyarakat berspekulasi bahwa mungkin yang kali ini tidak dilakukan oleh Jack the Ripper.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Saat diidentifikasi, sekali lagi dinyatakan bahwa Elizabeth baru saja meninggal 30 menit yang lalu. Mungkin ketika Louis Diemschutz datang, pembunuh tersebut merasa ada orang disekitarnya. Sehingga dia melakukan pekerjaannya dengan tergesa-gesa, yaitu hanya membunuh korban lalu setelah itu pergi.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Sejumlah saksi melaporkan melihat Stride bersama seorang pria pada malam sebelum kematiannya. Namun deskripsi yang diberikan tidak konsistenβ€”mulai dari warna rambut hingga cara berpakaianβ€”sehingga sulit untuk mengidentifikasi satu sosok yang pasti.

β“˜. Tidak adanya mutilasi membuat kasus Stride menjadi salah satu yang paling diperdebatkan dalam lima kanonis.
πŸ”₯1
───┼ Double Event: Terjadi Secara Bersamaan


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Sekitar 45 menit setelah penemuan jenazah Elizabeth Stride, tubuh Catherine Eddowes ditemukan di sudut Mitre Square, wilayah London. Hanya sekitar 15 menit dari lokasi pembunuhan Elizabeth Stride.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Jenazah Catherine Eddowes terlihat mengenaskan dengan kondisi tenggorokannya digorok dari telinga ke telinga. Selain itu, perutnya dibuka dengan luka yang panjang dan dalam, dengan usus yang dikeluarkan dan diletakkan di atas bahu kanannya, sementara sebagian lainnya terpisah dan berada di antara tubuh dan lengannya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Beberapa organ dalam diambil, termasuk ginjal kiri dan sebagian besar rahim. Kondisi ini menunjukkan pola mutilasi yang semakin kompleks dibandingkan korban sebelumnya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Wajahnya juga mengalami kerusakan serius, dengan hidung terpotong, pipi disayat, serta luka sayat kecil yang menembus kedua kelopak matanya. Terdapat pula sayatan berbentuk segitiga di kedua pipinya, serta potongan telinga yang kemudian ditemukan di pakaiannya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Berdasarkan pemeriksaan dokter bedah kepolisian, seluruh tindakan mutilasi ini diperkirakan memakan waktu setidaknya lima menit.

β“˜. Kasus ini memperlihatkan tingkat mutilasi paling detail di ruang terbuka dalam rangkaian pembunuhan.
🀯1
───┼ Barang Bukti yang Tertinggal


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Anehnya, Vosian, setelah melakukan pembunuhan di area meninggalnya Catherine Eddowes, sang pembunuh berjalan kembali ke arah lokasi pembunuhan pertama. Ini menunjukkan bahwa dia β€œberani” dan sengaja melewati kerumunan polisi dan investigator. Atau mungkin dia tinggal di area sana.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pada pembunuhan keempat ini, sang genius killer tak sengaja meninggalkan satu-satunya bukti dari semua kejahatannya. Sepotong celemek Eddowes yang berlumuran darah ditemukan di pintu masuk sebuah rumah susun di Goulston Street, Whitechapel, pada pukul 02.55. Sebuah tulisan kapur di dinding tepat di atas potongan celemek ini bertuliskan: "The Juwes are The men That Will not be Blamed for nothing." Grafiti ini kemudian dikenal sebagai Grafiti Goulston Street.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pesan tersebut tampaknya menyiratkan bahwa seorang Yahudi atau orang Yahudi pada umumnya bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan ini, tetapi tidak jelas apakah grafiti tersebut ditulis oleh sang pembunuh saat menjatuhkan potongan celemek itu, atau hanya kebetulan semata dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus tersebut. Grafiti semacam itu merupakan hal yang lazim di Whitechapel. Sir Charles Warren, sang Komisaris Polisi, khawatir grafiti tersebut dapat memicu kerusuhan antisemit dan memerintahkan agar tulisan itu dihapus dengan air sebelum fajar.
───┼ β€œSaucy Jacky” β€” Pesan Setelah Double Event


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Sehari setelah rangkaian pembunuhan pada 30 September 1888, tepatnya 1 Oktober, sebuah kartu pos diterima oleh Central News Agency di London dan kemudian diteruskan ke kepolisian. Kartu pos ini kemudian dikenal sebagai β€œSaucy Jacky”. Isinya merujuk langsung pada dua pembunuhan yang terjadi dalam satu malam sebelumnya, dengan menyebutnya sebagai β€œdouble event”.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Gaya penulisannya mirip dengan surat sebelumnya (β€œDear Boss”), menggunakan nada santai dan cenderung mengejek, seolah-olah pelaku mengikuti perkembangan kasusnya sendiri di media. Hal yang menarik, kartu pos ini dikirimtidak lama setelah kejadian, ketika detail kasus mulai menyebar di masyarakat, sehingga memunculkan pertanyaan, β€œapakah ini benar dari pelaku, atau hanya seseorang yang memanfaatkan situasi?”

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Meski begitu, isi pesannya tetap memperkuat satu hal, bahwa pelakuβ€”siapa pun diaβ€”tahu bagaimana membuat kehadirannya terasa, bahkan tanpa pernah terlihat.
πŸ”₯1
───┼ Mary Jane Kelly β€” Puncak dari Segalanya


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pada 9 November 1888 sekitar pukul 10.45 pagi, jenazah Mary Jane Kelly ditemukan di dalam kamar tempat tinggalnya di 13 Miller’s Court, dekat Dorset Street, Spitalfields.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Berbeda dari korban sebelumnya, pembunuhan ini terjadi di dalam ruangan. Kondisi tubuh Kelly ditemukan dalam keadaan termutilasi sangat parah, dengan tenggorokan digorok hingga ke tulang belakang, wajah yang sudah tidak dapat dikenali, dan tubuh yang sudah dikuliti.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Bagian perutnya hampir kosong dari organ dalam. Beberapa organ seperti rahim, ginjal, dan salah satu payudara ditemukan diletakkan di bawah kepalanya, sementara bagian tubuh lainnya tersebar di sekitar tempat tidur dan meja di dalam kamar.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Jantungnya tidak ditemukan di lokasi kejadian. Susunan bagian tubuh yang dipindahkan menunjukkan bahwa pelaku memiliki waktu lebih lama dibandingkan kasus sebelumnya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Abu yang ditemukan di dalam perapian mengindikasikan bahwa pelaku kemungkinan menyalakan api untuk penerangan saat melakukan mutilasi, bahkan hingga panasnya cukup untuk melelehkan bagian logam pada ketel di dalam ruangan tersebut.

β“˜. Kasus Mary Jane Kelly dianggap sebagai pembunuhan paling brutal dalam rangkaian β€œlima kanonis”.
🀯1
───┼ Gambaran Pelaku dari Para Saksi


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Dari berbagai keterangan saksi yang sempat melihat pria bersama para korban sebelum kejadian, muncul gambaran umum mengenai sosok pelaku yang diduga sebagai Jack the Ripper.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Sebagian besar saksi menyebutkan bahwa pria tersebut berusia sekitar 25 hingga 35 tahun, dengan tinggi antara 165 hingga 175 cm, bertubuh cukup kekar, berkulit terang, dan memiliki kumis. Dalam beberapa kesaksian, ia terlihat mengenakan coat berwarna gelap serta topi dengan warna serupa, yang membuat penampilannya tampak biasa dan tidak mencolok di tengah kondisi Whitechapel saat itu.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Menariknya, beberapa saksi juga menggambarkan bahwa pria tersebut terlihat sehat, rapi, dan tidak menunjukkan perilaku mencurigakan. Ia tampak seperti orang pada umumnyaβ€”tidak berbeda dari pria lain yang berjalan di jalanan pada malam hari.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Justru hal inilah yang membuat kasus ini semakin sulit. Karena sosok yang terlihat normal, diduga mampu melakukan tindakan yang sangat kejam.
πŸ‘1
───┼ Suspects Utama β€” Antara Fakta & Dugaan


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Montague John Druitt. Ia diduga pernah tinggal dekat lokasi pembunuhan, bersama dengan sepupunya yang sedang melakukan praktek kedokteran. Satu bulan sebelum kasus pertama, ibunya mengalami gangguan mental, dan Druitt sendiri menulis bahwa ia takut mengalami hal yang sama. Ia kemudian menghilang setelah pembunuhan pertama, dan jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Thames beberapa minggu setelah pembunuhan terakhirβ€”membuat banyak pihak mencurigainya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Michael Ostrog juga masuk dalam daftar. Ia memiliki riwayat kriminal dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa karena kecenderungan kekerasan. Namun meskipun tidak memiliki alibi kuat, tidak ada bukti langsung yang benar-benar mengaitkannya dengan kasus ini.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Nama Aaron Kosminski menjadi salah satu yang paling sering dibahas. Ia adalah warga Whitechapel dengan gangguan mental dan dikenal memiliki kebencian terhadap perempuan, khususnya pekerja seks. Pada tahun 2014, sebuah penelitian DNA mengaitkannya dengan barang bukti berupa kain (celemek) milik korban keempat Jack the Ripper yang tidak sengaja ditinggalkan. Namun, hasil ini masih diperdebatkan karena jenis DNA tersebut tergolong umum di populasi Eropa saat itu.

β“˜. Beberapa tersangka memiliki latar belakang yang mencurigakan, tetapi tidak ada bukti yang benar-benar memastikan keterlibatan mereka.
🀯1
───┼ Suspects Lain β€” Motif, Obsesi, Misteri


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Walter Sickert, seorang pelukis, juga masuk dalam daftar karena terkenal terobsesi dengan Jack the Ripper. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Jack the Ripper's Bedroom. Karyanya yang satu ini mengarah pada detail yang tidak diketahui publik pada saat itu, sehingga memunculkan dugaan bahwa ia mungkin mengetahui lebih dari yang seharusnya. Mungkinkah jika hanya dia yang tahu siapa sosok dibalik Jack the Ripper?

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Joseph Barnettβ€”yang memiliki hubungan dekat dengan Mary Jane Kellyβ€”juga dicurigai. Barnett tinggal bersama Mary Kelly dan dia bekerja sebagai portir ikan. Ia diketahui tidak menyukai pekerjaan Kelly sebagai pekerja seks.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  James Maybrick menjadi tersangka setelah kematiannya, karena sebuah diary ditemukan dengan isi di dalamnya banyak pesan yang diakhiri dengan tanda tangan dia sebagai Jack the Ripper.

β“˜. Banyak tersangka muncul bukan karena bukti langsung, tetapi karena motif, perilaku, atau temuan yang masih diperdebatkan.
🀯1
───┼ Teori Konspirasi β€” Kemungkinan yang Tidak Pernah Terbukti


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Salah satu teori yang cukup sering dibahas kembali adalah dugaan terhadap Joseph Barnett. Ia memiliki hubungan dekat dengan Mary Jane Kelly dan diketahui tidak menyukai pekerjaannya sebagai pekerja seks. Beberapa orang beranggapan bahwa ia mungkin membunuh para perempuan di Whitechapel untuk menakut-nakuti Kelly agar berhenti. Namun hubungan mereka memburuk hingga terjadi pertengkaran besar yang membuat Barnett pergi meninggalkan Kelly. 10 hari kemudian, Kelly ditemukan tewas di kamarnya. Jadi, apakah kalian sudah melihat benangnya, Vosian? Semua korban dibunuh di jalanan, kecuali Mary Kelly. Itu tandanya, Jack the Ripper mengetahui cara memasuki apartemen Kelly atau dia tahu di mana psk yang satunya tinggal? Mungkinkah Barnett membunuh cinta sejatinya?

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Ada juga teori bahwa pelaku sebenarnya bukan laki-laki, melainkan seorang wanita yang dijuluki β€œJill the Ripper”. Dugaan ini muncul karena pelaku bisa bergerak tanpa terlalu dicurigai, dia lolos selama itu karena polisi-polisi, investigator, dan juga warga hanya fokus dalam mencari laki-laki. Teori ini juga didukung dengan gaya tulisan dalam surat yang dianggap cukup rapi dan terstruktur. Mungkinkah jika tidak ada Jack the Ripper melainkan Jill the Ripper?

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Nama Prince Albert Victorβ€”cucu dari ratu Inggrisβ€”juga pernah dikaitkan dalam teori konspirasi. Ia disebut-sebut sering berada di area sekitar lokasi kejadian, dan beberapa orang percaya bahwa dia memiliki penyakit sifilis yang membuatnya gila sehingga bisa melakukan hal-hal kejam seperti pembunuhan. Namun, teori ini tidak memiliki bukti kuat dan lebih banyak dianggap sebagai spekulasi.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Selain itu, ada kemungkinan bahwa Jack the Ripper bukan satu orang, melainkan beberapa pelaku berbeda yang kebetulan memiliki pola serupa. Hal ini muncul karena adanya perbedaan detail dalam beberapa kasus pembunuhan.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Bahkan, ada teori yang mengarah pada keterlibatan pihak tertentu, seperti pemerintah, yang diduga menciptakan sosok ini untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat, khususnya terhadap imigran yang saat itu memenuhi kawasan seperti Whitechapel.

β“˜. Hingga kini, semua teori tersebut belum dapat dibuktikan secara pasti.
🀯1
──  [  πŸŽ™ ] Dari semua yang sudah kita bahas, satu hal yang tetap sama, tidak ada satu pun nama yang benar-benar bisa dipastikan sebagai Jack the Ripper.

──  [  πŸŽ™ ] Bukti yang ada masih terbatas, banyak yang hanya berupa dugaan, dan sebagian lainnya justru semakin membuka kemungkinan baru, bukan jawaban pasti. Itulah yang membuat kasus ini tetap dibahas sampai sekarang. Bukan hanya karena kejadiannya, tapi karena misterinya yang belum selesai.

──  [  πŸŽ™ ] Jadi menurut kalian, dari semua tersangka dan teori tadi, siapa yang paling masuk akal? Atau justru kalian punya pendapat sendiri?

──  [  πŸŽ™ ] Sampai di sini dulu sesi #𝗔π—₯π—§π—˜π—«π—œπ—¨π—¦ malam ini, dan kita bakal ketemu lagi di pembahasan berikutnya. Terima kasih sudah menemani sampai akhir. Selamat malam dan selamat beristirahat, Vosian! []
πŸ‘€1