MISI MENCARI DEGEM β€’ π—§π—›π—˜ 𝗠𝗒π—₯π—šπ—”π—‘π—©π—’π—¦ π—˜π—«π—˜π—₯π—–π—œπ—§π—¨π—¦
13.6K subscribers
705 photos
51 videos
168 files
40 links
CHAPT XVII ━╋ ᛨ OFFICIALLY SINCE, 28 OCTOBER 2024 βš”οΈ β€£ .. β€œJustice focuses on a consideration of time” #SOLIDARITY expose. recorded by identify agent 20:14 β“˜

➣ ⎈ AGENT OFC BOT : @Thegansrobot
➣ ⎈ MEDIA PARTNER AGENT : @PSTHEGANSROBOT ( Open )
Download Telegram
Forwarded from WINATA EVENT ORGANIZER.
γ…€     ─━━━━━━ β˜† ━━━━━─ㅀㅀ

Big thanks to @OFFICIALTHEGANS for joining us as a VVIP GUEST and make #WNTAMOMENT with us.

γ…€     ─━━━━━━ β˜† ━━━━━─ㅀㅀ
──  [  πŸŽ™ ]  [] Selamat malam, Vosian! Gimana kabarnya hari ini? Semoga kalian dalam keadaan baik, dan semangat terus ya dalam menghadapi hari.

──  [  πŸŽ™ ]  Malam ini agak beda dari biasanya, karena aku, Faye RosΓ©e, bakal nemenin kalian sendiri di sesi #𝗔π—₯π—§π—˜π—«π—œπ—¨π—¦ untuk ngobrolin sesuatu yang mungkin jarang kalian dengar, tapi bakal bikin kalian mikir ulang soal diri sendiri: Loop, Grip of Inferior, dan Shadow dalam MBTI.

──  [  πŸŽ™ ]  Sebelum masuk ke inti, ada baiknya kita pahami dulu dasar-dasarnya. MBTI itu bukan cuma soal empat huruf, tapi cara kita melihat dunia, memproses informasi, dan bereaksi terhadap berbagai situasi. Setiap tipe punya urutan fungsi kognitif yang unik, dan dari sinilah rahasia pola perilaku kita bisa terbaca.

──  [  πŸŽ™ ]  Malam ini kita bakal telusuri bagaimana tekanan, stres, atau kebiasaan pikiran bisa membuat kita terjebak dalam loop, terperangkap di grip, atau bahkan menggunakan shadow function tanpa sadar. Jadi siap-siap ya, kita bakal sedikit mengupas diri sendiri bersama Faye RosΓ©e!
πŸ”₯2❀1πŸ’˜1
───┼  Fungsi Kognitif Jung


           βŠ‚βŠƒΛ‘  MBTI bukan hanya label empat huruf yang kaku, tapi sebuah sistem yang hidup dan dinamis, yang disebut Fungsi Kognitif Jung. Setiap tipe punya 8 fungsi yang mengatur bagaimana kita menerima informasi (perceiving) dan mengambil keputusan (judging) dalam menghadapi dunia.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Empat huruf dalam MBTI sebenarnya adalah kode dari urutan fungsi ini. Contohnya, INTJ yang digerakkan oleh Intuisi Introvert (Ni) sebagai fungsi utamanya. Karena itu, cara setiap orang berpikir, menganalisa, dan bertindak bisa sangat berbeda. Semua tergantung dari urutan fungsi dalam dirinya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Empat fungsi pertama adalah bagian yang paling sering kita pakai sehari-hari, bisa dibilang β€œzona nyaman” kita. Sementara empat fungsi sisanya berada di bawah sadar (shadow), dan biasanya baru muncul saat kita sedang berada dalam tekanan besar.
πŸ”₯2❀1
───┼  Keseimbangan Dominan & Auxiliary


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Dalam kondisi mental yang sehat, kita tidak hanya mengandalkan fungsi utama (dominant), tapi juga menggunakan fungsi kedua (auxiliary) sebagai penyeimbang. Fungsi dominan adalah β€œinti diri” kita, cara utama kita melihat dan memahami dunia. Sedangkan fungsi auxiliary berperan seperti penuntun atau penyeimbang, yang membantu kita melihat dari sudut pandang lain agar tidak terlalu sempit atau bias.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Ada satu hal penting: kalau fungsi utama kita introvert, maka fungsi kedua harus ekstrovert (dan sebaliknya). Ini penting supaya kita tetap seimbang, tidak terlalu tenggelam dalam dunia sendiri, tapi juga tidak kehilangan arah dalam dunia luar.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Banyak masalah kepribadian sebenarnya muncul ketika fungsi kedua ini tidak digunakan. Tanpa penyeimbang, fungsi utama jadi terlalu kuat, dan kita bisa terjebak dalam cara pikir yang sempit.

β“˜. Singkatnya, kesehatan mental dalam MBTI bisa dilihat dari seberapa baik kita memakai fungsi kedua untuk menyeimbangkan fungsi utama kita.
πŸ”₯2❀1
───┼  Terjebak Dalam Lingkaran Loop


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Loop terjadi ketika seseorang terus-menerus menggunakan fungsi ke-1 (dominant) dan fungsi ke-3, tanpa melibatkan fungsi ke-2 (auxiliary) sebagai penyeimbang.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Hal ini menjadi masalah karena fungsi ke-1 dan ke-3 memiliki arah yang sama (sama-sama introvert atau sama-sama ekstrovert). Akibatnya, tidak ada sudut pandang lain yang masuk untuk menyeimbangkan cara berpikir, sehingga individu cenderung terjebak dalam pola yang itu-itu saja.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Kondisi ini umumnya muncul akibat stres ringan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang mengalami loop akan tetap aktif secara mental, namun tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Jika berlangsung dalam waktu lama, loop dapat menyebabkan:
β€’ hilangnya objektivitas,
β€’ cara berpikir yang semakin sempit,
β€’ ketidakseimbangan dalam kepribadian,
β€’ penurunan produktivitas.

Yang perlu diperhatikan, kondisi ini sering terasa nyaman, sehingga individu tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjebak.

β“˜. Pada dasarnya, loop merupakan mekanisme pertahanan diri yang alami. Namun, jika tidak disadari dan diatasi, kondisi ini dapat menghambat perkembangan diri dan menjauhkan seseorang dari potensi terbaiknya.
πŸ”₯2❀1
───┼  Ketika Logika dan Intuisi Terabaikan


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pada tipe ESTP, loop Se-Fe dapat membuat mereka menjadi sosok yang terlalu berusaha menyenangkan orang lain (people pleaser) dan cenderung impulsif. Mereka terlalu fokus pada momen saat ini (Se) serta mencari apresiasi dari lingkungan sekitar (Fe), sehingga sering mengabaikan tanggung jawab utama. Dalam kondisi ini, pertimbangan logis (Ti) yang seharusnya menjadi penyeimbang justru tidak digunakan.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Di sisi lain, INTP yang terjebak dalam loop Ti-Si akan menunjukkan pola yang berbeda. Mereka cenderung menjadi lebih kaku, tertutup, dan sulit menerima perspektif baru. Hal ini terjadi karena mereka hanya mengandalkan logika internal (Ti) yang dipadukan dengan pengalaman masa lalu (Si), tanpa membuka diri terhadap kemungkinan baru (Ne).

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Cara untuk memutus rantai ini adalah dengan memaksa fungsi kedua bekerja. ESTP harus mulai bertanya "Apakah ini logis?" (Ti), sementara INTP harus mulai bertanya "Apa kemungkinan baru yang belum aku coba?" (Ne) untuk kembali ke jalur yang sehat.

β“˜. Dengan melibatkan fungsi auxiliary, individu dapat kembali ke pola berpikir yang lebih seimbang. Kesadaran ini menjadi kunci utama untuk keluar dari loop dan kembali pada kondisi yang lebih sehat dan produktif.
πŸ”₯2
───┼  Saat Fungsi Terlemah Mengambil Alih


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Grip of Inferior terjadi ketika seseorang mengalami tekanan stres yang sangat berat, hingga fungsi utamanya (dominan) tidak lagi mampu bekerja dengan baik. Dalam kondisi ini, individu secara otomatis beralih menggunakan fungsi ke-4 (inferior), yaitu fungsi yang paling lemah dan paling sulit dikendalikan.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Berbeda dengan loop yang sering terasa nyaman meskipun tidak produktif, kondisi grip justru terasa tidak nyaman. Seseorang akan merasa tertekan, cemas, dan asing terhadap dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun kesulitan untuk berpikir jernih atau kembali ke kondisi normal.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Fungsi inferior yang muncul dalam kondisi ini biasanya bersifat tidak stabil dan cenderung berlebihan. Respons yang muncul bisa terasa tidak seperti diri sendiri, karena fungsi ini bekerja tanpa kontrol yang matang.

β“˜. Mengenali tanda-tanda grip of inferior sangat penting, karena kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial. Dengan menyadarinya lebih awal, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk kembali menenangkan diri dan mengaktifkan kembali fungsi utamanya secara perlahan.
πŸ”₯2❀1
───┼  Adiksi dan Impulsivitas Se-Inferior


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Pada tipe INTJ yang umumnya terencana, terarah, dan berorientasi pada masa depan (Ni), kondisi stres berat dapat memicu munculnya fungsi inferior mereka, yaitu Sensing Ekstrovert (Se).

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Dalam kondisi ini, INTJ bisa menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti menjadi lebih impulsif dan mencari pelarian melalui hal-hal yang bersifat sensorik. Contohnya, terlibat dalam aktivitas berlebihan seperti pesta, bermain game secara berlebihan, atau melakukan pengeluaran tanpa pertimbangan yang matang. Semua ini dilakukan sebagai bentuk pelarian dari tekanan mental yang sedang dialami.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Selain itu, INTJ juga dapat mengalami kecemasan berlebihan terhadap hal-hal kecil yang sebenarnya tidak signifikan. Misalnya, kekhawatiran terhadap kejadian sehari-hari seperti kerusakan kecil atau kekurangan barang. Hal ini terasa sangat nyata bagi mereka, meskipun tidak sesuai dengan pola pikir rasional mereka biasanya.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Menariknya, fungsi inferior sering kali memiliki sifat yang kontradiktif, yaitu β€œtidak disukai namun tetap menarik”. INTJ mungkin merasa tidak nyaman dengan sisi impulsif ini, tetapi di saat yang sama bisa merasa tertarik pada individu yang memiliki Se sebagai fungsi dominan, karena mereka mencerminkan sisi yang tidak mampu mereka kendalikan.
πŸ”₯2❀1
───┼  Lapisan Bawah Sadar yang Kompleks


           βŠ‚βŠƒΛ‘  Shadow Function adalah kumpulan fungsi ke-5 sampai ke-8 dalam MBTI yang berada di bawah sadar. Fungsi-fungsi ini biasanya tidak kita gunakan dalam kondisi normal, dan baru muncul ketika kita menghadapi tekanan yang sangat berat, terutama saat fungsi utama sudah tidak mampu lagi mengatasi situasi.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Karena posisinya yang jauh di bawah sadar, shadow function sering muncul dalam bentuk yang tidak stabil dan cenderung merugikan. Respons yang dihasilkan bisa terasa berlebihan, tidak terkendali, atau bahkan bertentangan dengan kepribadian asli kita.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Setiap fungsi dalam shadow memiliki peran yang berbeda, mulai dari fungsi Opposite (ke-5) yang muncul untuk melawan cara berpikir kita sendiri, hingga fungsi Demon (ke-8) yang muncul sebagai upaya terakhir untuk menghancurkan ego demi menyelamatkan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan.

           βŠ‚βŠƒΛ‘  Menggunakan shadow function secara tidak sadar sering kali membuat seseorang terlihat seperti pribadi yang berbeda total. Ini adalah zona krisis identitas di mana tindakan kita biasanya didorong oleh rasa takut, kemarahan, atau ketidakamanan yang sangat mendalam.

β“˜. Penting untuk dipahami bahwa tujuan dari mengenal shadow function bukan untuk menguasainya, melainkan untuk menyadari keberadaannya. Dengan kesadaran tersebut, kita dapat lebih waspada terhadap reaksi diri sendiri, sehingga tidak mudah disabotase oleh dorongan bawah sadar yang tidak kita sadari.
πŸ”₯2