Forwarded from WINATA EVENT ORGANIZER.
FOWN β @NOCTEVOX.png
701.4 KB
π₯. FOWN
ADMIN β @NOCTEVOX.png
688.5 KB
π₯. ADMIN
MEMBER β @NOCTEVOX.png
688.3 KB
π₯. MEMBER
GUEST β @NOCTEVOX.png
687.2 KB
π₯. GUEST
VVIP GUEST β @NOCTEVOX.png
657 KB
π₯. VVIP GUEST
MEDPART β @NOCTEVOX.png
747.2 KB
π₯. MEDIA PARTNER
π’elamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua. Bagi para hadirin yang berkenan untuk ikut meramaikan acara kami malam ini, yaitu FLOCK UNITED: CRIMSON CLASH, dipersilahkan untuk menggunakan twibbon yang sudah kami sediakan
Β© @WINATAORGANIZER
π’elamat menikmati acara yang sudah kami siapkan malam ini
β All crew πinata πvent πrganizer
π’elamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua. Bagi para hadirin yang berkenan untuk ikut meramaikan acara kami malam ini, yaitu FLOCK UNITED: CRIMSON CLASH, dipersilahkan untuk menggunakan twibbon yang sudah kami sediakan
Β© @WINATAORGANIZER
π’elamat menikmati acara yang sudah kami siapkan malam ini
β All crew πinata πvent πrganizer
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββ [ π ] [] Halo, selamat malam, Vosian! Balik lagi di sesi #ππ₯π§ππ«ππ¨π¦ bersama A&W. Kali ini AriΓ©line dan Willferd hadir kembali dengan membawa satu pembahasan yang nggak kalah menarik dari sebelumnya.
ββ [ π ] Kali ini kita nggak cuma bahas fakta biasa, tapi sebuah kasus lama yang sampai sekarang masih belum terpecahkan. Kasus yang pernah bikin satu kota hidup dalam ketakutan dan meninggalkan pertanyaan yang nggak pernah benar-benar terjawab.
ββ [ π ] Kita bakal bawa kalian pelan-pelan, dari awal kondisi Whitechapel, munculnya korban, sampai berbagai teori dan tersangka yang pernah dicurigai. Semua disusun runtut, jadi kalian bisa ngikutin tanpa kehilangan alurnya.
ββ [ π ] Nah, sampai di sini, kira-kira sudah ada yang bisa nebak kita akan bahas siapa malam ini? Atau mungkin kalian sudah pernah dengar namanya sebelumnya?
ββ [ π ] Kali ini kita nggak cuma bahas fakta biasa, tapi sebuah kasus lama yang sampai sekarang masih belum terpecahkan. Kasus yang pernah bikin satu kota hidup dalam ketakutan dan meninggalkan pertanyaan yang nggak pernah benar-benar terjawab.
ββ [ π ] Kita bakal bawa kalian pelan-pelan, dari awal kondisi Whitechapel, munculnya korban, sampai berbagai teori dan tersangka yang pernah dicurigai. Semua disusun runtut, jadi kalian bisa ngikutin tanpa kehilangan alurnya.
ββ [ π ] Nah, sampai di sini, kira-kira sudah ada yang bisa nebak kita akan bahas siapa malam ini? Atau mungkin kalian sudah pernah dengar namanya sebelumnya?
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Whitechapel: Tempat Semuanya Dimulai
ββΛ Pada pertengahan abad ke-19, Inggris mengalami lonjakan imigrasi besar-besaran, terutama dari Irlandia. Gelombang ini kemudian disusul oleh pengungsi Yahudi dari wilayah Kekaisaran Rusia yang melarikan diri dari kekerasan di tanah asal mereka.
ββΛ Mereka berkumpul di satu tempat yang samaβWhitechapel, kawasan padat di East End London. Menjelang tahun 1888, jumlah penduduknya melonjak hingga puluhan ribu, memenuhi gang-gang sempit dengan kehidupan yang saling berhimpitan.
ββΛ Tapi kepadatan itu bukan sekadar angka. Itu berarti kamar sempit yang diisi banyak orang, udara yang pengap, dan tidur yang tidak pernah benar-benar nyenyak. Banyak orang bahkan tidak punya ranjangβhanya tempat untuk bersandar, atau sekadar bertahan sampai pagi.
ββΛ Di tengah kondisi itu, kemiskinan bukan lagi masalahβmelainkan bagian dari kehidupan. Perempuan-perempuan yang kehilangan pilihan akhirnya turun ke jalan, menjadikan malam sebagai satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
β. Whitechapel menjadi titik pertemuan antara kemiskinan ekstrem dan meningkatnya kriminalitas.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Pembunuhan yang Tidak Langsung Disadari
ββΛ Kekerasan di Whitechapel bukan hal baru.
ββΛ Namun seiring waktu, detail-detail kecil mulai terasa berbeda. Waktu kejadian yang berulang di dini hari, lokasi yang tidak jauh satu sama lain, dan kondisi tubuh korban yang menunjukkan pola yang sama.
ββΛ Polisi mulai mencatat. Menghubungkan. Membandingkan. Dan dari situ muncul satu kemungkinan yang tidak bisa diabaikan. Bahwa semua ini bukan kebetulan.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Di Antara Banyak Korban, Mana yang Terhubung?
ββΛ Di tengah banyaknya serangan terhadap perempuan di East End, muncul pertanyaan besar, βapakah semua ini dilakukan oleh satu orang, atau hanya kebetulan yang terlihat mirip?β Pihak Metropolitan Police Service mencatat sebelas pembunuhan dalam rentang 1888β1891 yang kemudian dikenal sebagai βPembunuhan Whitechapelβ.
ββΛ Namun dari semua kasus itu, hanya lima yang dianggap memiliki pola paling kuat, yang dikenal sebagai βlima kanonisβ. Lima korban tersebut adalah Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes, dan Mary Jane Kellyβyang diyakini sebagai korban dari Jack the Ripper.
ββΛ Polanya terlihat jelas.
ββΛ Sementara itu, dua kasus awal seperti Emma Elizabeth Smith dan Martha Tabram tidak dimasukkan, karena luka yang ditemukan tidak sepenuhnya sesuai dengan pola tersebut.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Korban 1: Mary Ann Nichols
ββΛ Dini hari, 31 Agustus 1888, sekitar pukul 03.40, tubuh Mary Ann Nichols ditemukan tergeletak oleh Charles Cross dan Robert Paul di Buckβs Row, Whitechapelβyang sekarang menjadi Durward Street.
ββΛ Saat ditemukan,
ββΛ Setelah diperiksa,
β. Kasus Mary Ann adalah kasuspembunuhan pertama dari lima kanonis yang menarik perhatian warga di Whitechapel.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Korban 2: Annie Chapman
γγγγ ββΛ Satu minggu setelah kasus pertama, pada 8 September 1888 sekitar pukul 06.00 pagi, jenazah Annie Chapman ditemukan oleh seorang lelaki tua bernama John Davis. Ia ditemukan di dekat pintu halaman belakang 29 Hanbury Street, Spitalfields.
γγγγ ββΛ Seperti korban sebelumnya,
ββΛ Dr. George Bagster Phillips yang menangani kasus ini, dia mengatakan bahwa sang pembunuh memiliki pengetahuan anatomi karena
ββΛ Sejak Dr. George Bagster Phillips mengatakan hal tersebut, masyarakat di sana berasumsi bahwa pembunuhnya adalah seorang dokter.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ββββΌ Sebuah Nama yang Muncul
ββΛ Sekitar 19 hari setelah pembunuhan Annie Chapman, tepatnya pada 27 September 1888, sebuah surat diterima oleh Central News Agency di London, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian. Surat ini dikenal sebagai βDear Boss Letterβ. Isinya bukan hanya laporan atau pengakuan, melainkan tulisan bernada mengejek yang menyindir upaya polisi dalam menangkap pelaku.
ββΛ Dalam surat tersebut, penulis mengklaim akan melanjutkan aksinya, bahkan menyebut kemungkinan untuk
ββΛ Di bagian akhir surat, tertulis sebuah nama yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam kasus iniββJack the Ripperβ.
ββΛ Sejak saat itu, nama tersebut mulai digunakan oleh media dan masyarakat untuk menyebut pelaku, dan dengan cepat menjadi identitas yang melekat pada rangkaian pembunuhan ini.
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM