🌺 DUA PRINSIP DASAR DALAM AGAMA ISLAM
#aqidah
🌷 al-Imam Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :
🌱 "Prinsip dan kaidah dasar Agama Islam ada dua hal:
Pertama: Perintah agar beribadah kepada Allah satu-satu-Nya tiada sekutu bagiNya; senantiasa menghasung (berdakwah) kepadanya, saling mencinta dan loyal di atas, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang meninggalkannya.
Kedua: Peringatan keras dari kesyirikan (menyekutukan) dalam peribadatan kepada Allah, bersikap keras terhadapnya, saling memusuhi karenanya, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang melakukannya (kesyirikan)."
📚 (Dikutip dari kitab Ad-Durar as-Saniyyah 2/22)
قال الامام شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله:
أصل دين الإسلام، وقاعدته: أمران؛
الأول: الأمر بعبادة الله وحده لا شريك له؛ والتحريض على ذلك، والموالاة فيه، وتكفير من تركه
الثاني: الإنذار عن الشرك في عبادة الله، والتغليظ في ذلك، والمعاداة فيه، وتكفير من فعله
الدرر السنية (٢/٢٢)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
#aqidah
🌷 al-Imam Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :
🌱 "Prinsip dan kaidah dasar Agama Islam ada dua hal:
Pertama: Perintah agar beribadah kepada Allah satu-satu-Nya tiada sekutu bagiNya; senantiasa menghasung (berdakwah) kepadanya, saling mencinta dan loyal di atas, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang meninggalkannya.
Kedua: Peringatan keras dari kesyirikan (menyekutukan) dalam peribadatan kepada Allah, bersikap keras terhadapnya, saling memusuhi karenanya, dan menghukumi kekufuran terhadap orang yang melakukannya (kesyirikan)."
📚 (Dikutip dari kitab Ad-Durar as-Saniyyah 2/22)
قال الامام شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله:
أصل دين الإسلام، وقاعدته: أمران؛
الأول: الأمر بعبادة الله وحده لا شريك له؛ والتحريض على ذلك، والموالاة فيه، وتكفير من تركه
الثاني: الإنذار عن الشرك في عبادة الله، والتغليظ في ذلك، والمعاداة فيه، وتكفير من فعله
الدرر السنية (٢/٢٢)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶️ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍16
⭕ DI ANTARA TANDA-TANDA HARI KIAMAT
قال ﷺ: « لاتقوم الساعةحتى يكون أسعدالناس بالدنيا لُكَع ابن لُكَع ».
[رواه الترمذي (٢٢٠٩)]
Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :
"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi manusia yang paling berbahagia dengan dunia adalah luka' bin luka'"
HR. At-Tirmidzi 2209
Luka' : orang jahat, atau budak yang hina, atau orang rendah nasab dan kedudukannya.
🍁 Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah berkata, "Makna hadits-hadits ini bahwa harta kelak di akhir zaman akan berada di tangan orang-orang jahat anak para penjahat, dan mereka tergolong orang-orang yang paling berbahagia dengan dunia dan kelezatannya serta unggul dalam urusan dunia."
📚 [ Ithaf al-Jama'ah 2/62 ]
قال حمود التويجري: «والمعنى في هذه الأحاديث أن المال في آخر الزمان يتحول في أيدي اللئام بني اللئام، وأنهم يكونون أسعد الناس بنعيم الدنيا وملاذها والوجاهة فيها».
إتحاف الجماعة (٦٢/٢)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
قال ﷺ: « لاتقوم الساعةحتى يكون أسعدالناس بالدنيا لُكَع ابن لُكَع ».
[رواه الترمذي (٢٢٠٩)]
Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :
"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi manusia yang paling berbahagia dengan dunia adalah luka' bin luka'"
HR. At-Tirmidzi 2209
Luka' : orang jahat, atau budak yang hina, atau orang rendah nasab dan kedudukannya.
🍁 Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah berkata, "Makna hadits-hadits ini bahwa harta kelak di akhir zaman akan berada di tangan orang-orang jahat anak para penjahat, dan mereka tergolong orang-orang yang paling berbahagia dengan dunia dan kelezatannya serta unggul dalam urusan dunia."
📚 [ Ithaf al-Jama'ah 2/62 ]
قال حمود التويجري: «والمعنى في هذه الأحاديث أن المال في آخر الزمان يتحول في أيدي اللئام بني اللئام، وأنهم يكونون أسعد الناس بنعيم الدنيا وملاذها والوجاهة فيها».
إتحاف الجماعة (٦٢/٢)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍16
🌷📎 KESALAHAN YANG DIMAAFKAN SAAT MEMBACA AL FATIHAH
🧾 Pada pembahasan akhir tafsir surat Al-Fatihah dalam tafsirnya, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan pelafazhan ولا الضالين (waladh dhaalliin) sebagai berikut:
والصحيح من مذاهب العلماء : أنه يغتفر الإخلال بتحرير ما بين الضاد والظاء لقرب مخرجيهما ؛ وذلك أن الضاد مخرجها من أول حافة اللسان وما يليها من الأضراس ، ومخرج الظاء من طرف اللسان وأطراف الثنايا العليا ، ولأن كلا من الحرفين من الحروف المجهورة ومن الحروف الرخوة ومن الحروف المطبقة، فلهذا كله اغتفر استعمال أحدهما مكان الآخر لمن لا يميز ذلك والله أعلم. (تفسير ابن كثير ج ١ ص ٤٥ ط مؤسسة الرسالة)
"Pendapat yang benar dari sekian pendapat ulama: bahwasannya kekeliruan ketika tidak bisa membedakan antara huruf ض (adh-dhaad) dengan huruf ظ (azh-zhaa’) merupakan sesuatu yang dimaafkan. Karena makhraj (tempat keluar) kedua huruf tersebut berdekatan; makhraj huruf ض adalah dari permulaan tepi lidah dengan yang setelahnya (ke arah) gigi geraham, sedangkan makhraj huruf ظ adalah dari ujung lidah dengan ujung gigi seri atas. Juga karena kedua huruf tersebut sama-sama merupakan huruf yang memiliki sifat jahr, rikhwah, dan ithbaq.
Maka atas dasar ini semua, menjadi termaafkan perbuatan seseorang yang tidak mampu membedakan (pelafazhannya,pen) antara satu dengan yang lainnya dari kedua huruf ini, Wallahu a’lam."
📕 (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/45, cetakan ar-Risalah)
🔅 Pendapat ini pula yang dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarh al-Mumti’(4/246) dan Al-Lajnah Ad-Daimah (4/24). Sebelumnya, juga merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa(23/350).
📝 Catatan: Pembahasan diatas hanya berlaku pada kedua huruf tersebut. Sehingga jika ada seseorang yang keliru melafazhkan selain kedua huruf tersebut ketika membaca surat Al-Fatihah, maka bisa berakibat pada batalnya shalat orang tersebut. Karena bacaan Al-Fatihahnya yang tidak benar.
والله أعلم بالصواب
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🧾 Pada pembahasan akhir tafsir surat Al-Fatihah dalam tafsirnya, Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan pelafazhan ولا الضالين (waladh dhaalliin) sebagai berikut:
والصحيح من مذاهب العلماء : أنه يغتفر الإخلال بتحرير ما بين الضاد والظاء لقرب مخرجيهما ؛ وذلك أن الضاد مخرجها من أول حافة اللسان وما يليها من الأضراس ، ومخرج الظاء من طرف اللسان وأطراف الثنايا العليا ، ولأن كلا من الحرفين من الحروف المجهورة ومن الحروف الرخوة ومن الحروف المطبقة، فلهذا كله اغتفر استعمال أحدهما مكان الآخر لمن لا يميز ذلك والله أعلم. (تفسير ابن كثير ج ١ ص ٤٥ ط مؤسسة الرسالة)
"Pendapat yang benar dari sekian pendapat ulama: bahwasannya kekeliruan ketika tidak bisa membedakan antara huruf ض (adh-dhaad) dengan huruf ظ (azh-zhaa’) merupakan sesuatu yang dimaafkan. Karena makhraj (tempat keluar) kedua huruf tersebut berdekatan; makhraj huruf ض adalah dari permulaan tepi lidah dengan yang setelahnya (ke arah) gigi geraham, sedangkan makhraj huruf ظ adalah dari ujung lidah dengan ujung gigi seri atas. Juga karena kedua huruf tersebut sama-sama merupakan huruf yang memiliki sifat jahr, rikhwah, dan ithbaq.
Maka atas dasar ini semua, menjadi termaafkan perbuatan seseorang yang tidak mampu membedakan (pelafazhannya,pen) antara satu dengan yang lainnya dari kedua huruf ini, Wallahu a’lam."
📕 (lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/45, cetakan ar-Risalah)
🔅 Pendapat ini pula yang dipilih oleh Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarh al-Mumti’(4/246) dan Al-Lajnah Ad-Daimah (4/24). Sebelumnya, juga merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa(23/350).
📝 Catatan: Pembahasan diatas hanya berlaku pada kedua huruf tersebut. Sehingga jika ada seseorang yang keliru melafazhkan selain kedua huruf tersebut ketika membaca surat Al-Fatihah, maka bisa berakibat pada batalnya shalat orang tersebut. Karena bacaan Al-Fatihahnya yang tidak benar.
والله أعلم بالصواب
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍11
🌺🌴 Sudah Benarkah Keimanan Kita Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
( bagian kedua)
📄 Pada bagian pertama kita telah mengetahui bahwa iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak cukup dengan mengimani bahwa Allah itu ada, akan tetapi wajib mengimani pula tiga hal lainnya yaitu beriman terhadap Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, Nama-Nama Nya dan Sifat-Sifat-Nya. Satu per satu dari empat perkara tersebut akan dijelaskan mulai pada bagian kedua ini.
🏷️ Beriman Bahwa Allah Ada
Para ulama menyebutkan ada empat macam dalil yang menunjukan bahwa Allah itu ada.
1. Dalil Fitrah
2. Dalil Akal
3. Dalil Syariat
4. Dalil Indra
📘 Dalil Fitrah
Seluruh makhluk telah diciptakan dalam keadaan mengimani bahwa Allah ada, tanpa melalui proses berpikir dan proses belajar. Itulah yang dimaksud dengan Fitrah. Tidak akan berubah dari konsekuensi fitrah ini kecuali ketika mengalami gangguan atau kerusakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّه
"Hadapkanlah wajahmu kepada Agama Allah dengan lurus, Itulah Fitrah Allah yang mana Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah tersebut, tidak ada perubahan terhadap agama Allah."
(QS. Ar-Rum: 30)
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
ما مِن مَوْلُودٍ إلَّا يُولَدُ علَى الفِطْرَةِ، فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أوْ يُنَصِّرَانِهِ، أوْ يُمَجِّسَانِهِ
__"Tidaklah seorang bayi dilahirkan melainkan dalam keadaan Fitrah (Islam), kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi yahudi, atau nashroni, atau majusi."_ (Hadits Riwayat Al-Bukhari)
Fitrah ini akan tampak pada manusia ketika dia tertimpa musibah yang akan membinasakannya, maka dengan spontan dia ingat kepada Allah, memanggil-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya. Hal itu akan dialami semua manusia apakah dia seorang muslim, ataukah seorang musyrik atau bahkan seorang yang mengaku tidak ber-Tuhan sekalipun.
Hal ini telah Allah __Subhanahu wa Ta'ala__ sebutkan dalam firman-Nya :
وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ
"Ketika musibah dan bencana menimpa manusia maka ia pun memanggil Rabbnya (Allah Ta'ala) dan kembali kepada-Nya "
(QS. Az-Zumar: 8)
📚 (Sumber rujukan : Al Quranul Karim dan Tafsirnya; Kitab Syarh Tsalatatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
( bagian kedua)
📄 Pada bagian pertama kita telah mengetahui bahwa iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak cukup dengan mengimani bahwa Allah itu ada, akan tetapi wajib mengimani pula tiga hal lainnya yaitu beriman terhadap Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, Nama-Nama Nya dan Sifat-Sifat-Nya. Satu per satu dari empat perkara tersebut akan dijelaskan mulai pada bagian kedua ini.
🏷️ Beriman Bahwa Allah Ada
Para ulama menyebutkan ada empat macam dalil yang menunjukan bahwa Allah itu ada.
1. Dalil Fitrah
2. Dalil Akal
3. Dalil Syariat
4. Dalil Indra
📘 Dalil Fitrah
Seluruh makhluk telah diciptakan dalam keadaan mengimani bahwa Allah ada, tanpa melalui proses berpikir dan proses belajar. Itulah yang dimaksud dengan Fitrah. Tidak akan berubah dari konsekuensi fitrah ini kecuali ketika mengalami gangguan atau kerusakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّه
"Hadapkanlah wajahmu kepada Agama Allah dengan lurus, Itulah Fitrah Allah yang mana Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah tersebut, tidak ada perubahan terhadap agama Allah."
(QS. Ar-Rum: 30)
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
ما مِن مَوْلُودٍ إلَّا يُولَدُ علَى الفِطْرَةِ، فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أوْ يُنَصِّرَانِهِ، أوْ يُمَجِّسَانِهِ
__"Tidaklah seorang bayi dilahirkan melainkan dalam keadaan Fitrah (Islam), kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi yahudi, atau nashroni, atau majusi."_ (Hadits Riwayat Al-Bukhari)
Fitrah ini akan tampak pada manusia ketika dia tertimpa musibah yang akan membinasakannya, maka dengan spontan dia ingat kepada Allah, memanggil-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya. Hal itu akan dialami semua manusia apakah dia seorang muslim, ataukah seorang musyrik atau bahkan seorang yang mengaku tidak ber-Tuhan sekalipun.
Hal ini telah Allah __Subhanahu wa Ta'ala__ sebutkan dalam firman-Nya :
وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ
"Ketika musibah dan bencana menimpa manusia maka ia pun memanggil Rabbnya (Allah Ta'ala) dan kembali kepada-Nya "
(QS. Az-Zumar: 8)
📚 (Sumber rujukan : Al Quranul Karim dan Tafsirnya; Kitab Syarh Tsalatatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍15
🌱 Kenapa Mengecup Hajar Aswad?
وعن عباس بن ربيعة قال : رأيت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقبل الحجر - يعني الأسود - ويقول : (( إني أعلم انك حجر ما تنفع ولا تضر، ولولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )). متفق عليه
Dari 'Abbas bin Rabi'ah beliau berkata: aku melihat Umar bin al Khattab radhiyallahu anhu mengecup al Hajar -yakni Hajar Aswad- dan beliau berkata: "Aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi manfaat dan mudharat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengecupmu maka aku tidak akan mengecupmu". Muttafaq alaih.
✒️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ berkata,
🌾"Allah mensyariatkan kepada hamba-Nya untuk mengecup Hajar Aswad, untuk menunjukkan kesempurnaan perendahan dan penghambaan diri (kepada Allah), oleh karena itu Umar berkata ketika mengecupnya: "aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi mudharat dan manfaat"
Yakni, aku mengecupmu karena mengikuti sunnah, bukan karena mengharap manfaat atau takut mudharat (darimu), akan tetapi karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan hal tersebut.
Oleh karena itu tidak disyariatkan untuk mencium apapun dari (bangunan) Ka'bah al-Musyarrafah kecuali Hajar Aswad saja, adapun Rukun Yamani maka (hanya) di usap bukan dikecup.".
📕 Syarah Riyadhus Shalihin 1/510-511.
----------------------------------------
وشرع الله سبحانه وتعالى لعباده أن يقبلوه، لكمال الذل والعبودية، ولهذا قال عمر حين قبله : (( إني لأعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع )). وصدق - رضي الله عنه - فإن الأحجار لا تضر ولا تنفع. الضرر والنفع بيد الله عز وجل كما قال تعالى { قُلۡ مَنۢ بِیَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَیۡءࣲ وَهُوَ یُجِیرُ وَلَا یُجَارُ عَلَیۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ.
سَیَقُولُونَ لِلَّهِۚ }.
ولكن بين -رضي الله عنه- أن تقبيله إياه لمجرد اتباع النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: (( لولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )) يعني فأنا أقبلك اتباعا للسنة، لا رجاء للنفع، أو خوف الضرر، ولكن لأن النبي صلى الله عليه وسلم فعل ذلك. ولهذا لا يشرع أن يقبل شيئ من الكعبة المشرفة إلا الحجر الأسود فقط، أما الركن اليماني فيستلم يعني يمسح ولا يقبل.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
وعن عباس بن ربيعة قال : رأيت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقبل الحجر - يعني الأسود - ويقول : (( إني أعلم انك حجر ما تنفع ولا تضر، ولولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )). متفق عليه
Dari 'Abbas bin Rabi'ah beliau berkata: aku melihat Umar bin al Khattab radhiyallahu anhu mengecup al Hajar -yakni Hajar Aswad- dan beliau berkata: "Aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi manfaat dan mudharat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengecupmu maka aku tidak akan mengecupmu". Muttafaq alaih.
✒️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ berkata,
🌾"Allah mensyariatkan kepada hamba-Nya untuk mengecup Hajar Aswad, untuk menunjukkan kesempurnaan perendahan dan penghambaan diri (kepada Allah), oleh karena itu Umar berkata ketika mengecupnya: "aku tahu engkau hanyalah sebuah batu, engkau tidak bisa memberi mudharat dan manfaat"
Yakni, aku mengecupmu karena mengikuti sunnah, bukan karena mengharap manfaat atau takut mudharat (darimu), akan tetapi karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan hal tersebut.
Oleh karena itu tidak disyariatkan untuk mencium apapun dari (bangunan) Ka'bah al-Musyarrafah kecuali Hajar Aswad saja, adapun Rukun Yamani maka (hanya) di usap bukan dikecup.".
📕 Syarah Riyadhus Shalihin 1/510-511.
----------------------------------------
وشرع الله سبحانه وتعالى لعباده أن يقبلوه، لكمال الذل والعبودية، ولهذا قال عمر حين قبله : (( إني لأعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع )). وصدق - رضي الله عنه - فإن الأحجار لا تضر ولا تنفع. الضرر والنفع بيد الله عز وجل كما قال تعالى { قُلۡ مَنۢ بِیَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَیۡءࣲ وَهُوَ یُجِیرُ وَلَا یُجَارُ عَلَیۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ.
سَیَقُولُونَ لِلَّهِۚ }.
ولكن بين -رضي الله عنه- أن تقبيله إياه لمجرد اتباع النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: (( لولا أني رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك )) يعني فأنا أقبلك اتباعا للسنة، لا رجاء للنفع، أو خوف الضرر، ولكن لأن النبي صلى الله عليه وسلم فعل ذلك. ولهذا لا يشرع أن يقبل شيئ من الكعبة المشرفة إلا الحجر الأسود فقط، أما الركن اليماني فيستلم يعني يمسح ولا يقبل.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍11
📝 [Teks] Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia
🌴• Teks Asli Bahasa Arab :
وَصَايَا العُلَمَاء الكِبَار للسّلَفِيّين فِي بِلَاد إندونيسيا
👉🏽 top4top.io/downloadf-2008ge33o0-pdf.html
🖼️ • Terjemahan Bahasa Indonesia :
Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia
👉🏽 top4top.io/downloadf-200884mhe0-pdf.html
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🌴• Teks Asli Bahasa Arab :
وَصَايَا العُلَمَاء الكِبَار للسّلَفِيّين فِي بِلَاد إندونيسيا
👉🏽 top4top.io/downloadf-2008ge33o0-pdf.html
🖼️ • Terjemahan Bahasa Indonesia :
Wasiat 'Ulama Kibar Untuk Salafiyyin Di Negeri Indonesia
👉🏽 top4top.io/downloadf-200884mhe0-pdf.html
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
top4top.io
وَصَايَا العُلَمَاء الكِبَار | تحميل
مركز رفع و تحميل صور وملفات صوتية ومرئية بروابط مباشرة وأحجام ضخمة للأبد مع إمكانية إدارة ملفاتك، من الأشهر على مستوى الخليج والعالم العربي
👍8
🚊 Pengingkaran al-Imam al-Albani rahimahullah terhadap Kelompok Teroris Juhaiman
🌾 Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata,
"Ketahuilah wahai saudara mukmin!
Sesungguhnya banyak dari manusia ketika sebagian fitnah terjadi hatinya menjadi liar dan tidak memiliki bashirah (ilmu yang meyakinkan) dalam menghadapinya, yang bashirah itu sungguh akan menampakkan kepada mereka jalan pertengahan (kebenaran) yang wajib atas mereka untuk menempuhnya dalam menghadapi fitnah tersebut.
Maka karenanya, mereka tersesat dari jalan kebenaran dengan kesesatan yang jauh.
❌ Di antara mereka misalnya, ada yang mengikuti seseorang yang mengklaim/mengaku bahwa dirinya adalah al-Mahdi atau Nabi Isa. Seperti kelompok Al-Qadiyaniyyah (Ahmadiyyah) pengikut Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani, yang awalnya dia mengaku sebagai al-Mahdi, kemudian mengaku sebagai Nabi Isa, lalu mengklaim kenabian (mengaku sebagai nabi)!
♨️ Seperti pula kelompok Juhaiman as-Sa’udi (seorang warga Saudi), yang telah mengobarkan fitnah (baca: melakukan operasi teror) di Masjidil Haram Makkah, pada permulaan tahun 1400 H! Dia mengklaim bahwa bersama komplotannya ada Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu! Dia meminta (dengan paksa) dari kaum muslimin yang hadir di Masjidil Haram (kala itu) untuk membaiatnya! Saat (melakukan operasi terornya) itu dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang yang kurang akalnya, dan orang-orang jahat dari kalangan pengikutnya.
📄 Kemudian Allah padamkan fitnah (operasi teror) mereka setelah mereka menumpahkan banyak darah kaum muslimin, dan Allah Ta’ala tenangkan hamba-hamba-Nya dari kejahatan mereka.
📚 Ash-Shahihah 5/278
قال الإمام الألباني:
واعلم أيها الأخ المؤمن! أن كثيراً من الناس تطيش قلوبهم عند حدوث بعض الفتن، ولا بصيرة عندهم تجاهها، بحيث إنها توضح لهم السبيل الوسط الذي يجب عليهم أن يسلكوه إبانها، فيضلون عنه ضلالاً بعيداً، فمنهم مثلاً من يتبع من ادعى أنه المهدي أو عيسى، كالقاديانيين الذين اتبعوا ميرزا غلام أحمد القادياني الذي ادعى المهدوية أولا، ثم العيسوية، ثم النبوة، ومثل جماعة (جهيمان) السعودي الذي قام بفتنة الحرم المكي على رأس سنة (1400) هجرية، وزعم أن معه المهدي المنتظر، وطلب من الحاضرين في الحرم أن يبايعوه، وكان قد اتبعه بعض البسطاء والمغفلين والأشرار من أتباعه، ثم قضى الله على فتنتهم بعد أن سفكوا كثيراً من دماء المسلمين، وأراح الله تعالى العباد من شرهم.
"الصحيحة" (5/ 278).
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🌾 Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata,
"Ketahuilah wahai saudara mukmin!
Sesungguhnya banyak dari manusia ketika sebagian fitnah terjadi hatinya menjadi liar dan tidak memiliki bashirah (ilmu yang meyakinkan) dalam menghadapinya, yang bashirah itu sungguh akan menampakkan kepada mereka jalan pertengahan (kebenaran) yang wajib atas mereka untuk menempuhnya dalam menghadapi fitnah tersebut.
Maka karenanya, mereka tersesat dari jalan kebenaran dengan kesesatan yang jauh.
❌ Di antara mereka misalnya, ada yang mengikuti seseorang yang mengklaim/mengaku bahwa dirinya adalah al-Mahdi atau Nabi Isa. Seperti kelompok Al-Qadiyaniyyah (Ahmadiyyah) pengikut Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani, yang awalnya dia mengaku sebagai al-Mahdi, kemudian mengaku sebagai Nabi Isa, lalu mengklaim kenabian (mengaku sebagai nabi)!
♨️ Seperti pula kelompok Juhaiman as-Sa’udi (seorang warga Saudi), yang telah mengobarkan fitnah (baca: melakukan operasi teror) di Masjidil Haram Makkah, pada permulaan tahun 1400 H! Dia mengklaim bahwa bersama komplotannya ada Al-Mahdi yang ditunggu-tunggu! Dia meminta (dengan paksa) dari kaum muslimin yang hadir di Masjidil Haram (kala itu) untuk membaiatnya! Saat (melakukan operasi terornya) itu dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang yang kurang akalnya, dan orang-orang jahat dari kalangan pengikutnya.
📄 Kemudian Allah padamkan fitnah (operasi teror) mereka setelah mereka menumpahkan banyak darah kaum muslimin, dan Allah Ta’ala tenangkan hamba-hamba-Nya dari kejahatan mereka.
📚 Ash-Shahihah 5/278
قال الإمام الألباني:
واعلم أيها الأخ المؤمن! أن كثيراً من الناس تطيش قلوبهم عند حدوث بعض الفتن، ولا بصيرة عندهم تجاهها، بحيث إنها توضح لهم السبيل الوسط الذي يجب عليهم أن يسلكوه إبانها، فيضلون عنه ضلالاً بعيداً، فمنهم مثلاً من يتبع من ادعى أنه المهدي أو عيسى، كالقاديانيين الذين اتبعوا ميرزا غلام أحمد القادياني الذي ادعى المهدوية أولا، ثم العيسوية، ثم النبوة، ومثل جماعة (جهيمان) السعودي الذي قام بفتنة الحرم المكي على رأس سنة (1400) هجرية، وزعم أن معه المهدي المنتظر، وطلب من الحاضرين في الحرم أن يبايعوه، وكان قد اتبعه بعض البسطاء والمغفلين والأشرار من أتباعه، ثم قضى الله على فتنتهم بعد أن سفكوا كثيراً من دماء المسلمين، وأراح الله تعالى العباد من شرهم.
"الصحيحة" (5/ 278).
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍5
⚠️AL-IMAM AL-ALBANI DI ANTARA ULAMA YANG PERTAMA KALI MENYINGKAP KOMPLOTAN JUHAIMAN
✏️Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim hafizhahullah berkata,
📺 "Dalam laporan Stasiun TV Al-Ikhbariyyah disebutkan bahwa si teroris khawarij Juhaiman dan komplotannya adalah termasuk dari unsur Dakwah Salafiyyah, dan Al-Imam al-Albani bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka lakukan!
❗Ini adalah kebohongan yang nyata! Karena justru beliau (al-Imam al-Albani) adalah di antara ulama yang pertama kali dalam menyingkap penyimpangan dan kesesatan mereka (Juhaiman dan komplotannya), yaitu ketika beliau membantah mereka dalam diskusi di musim haji tahun 1399 Hijriyah.
🌴Peristiwa ini (diskusi musim haji) diriwayatkan oleh al-Imam al-Albani sendiri dalam audionya, yang itu terekam dan tersebar.
⛔Belum lagi (bantahan dan pengingkaran) yang beliau tulis dalam kitab-kitab beliau.
✒️Perlu diketahui juga, bahwa Haiah Kibaril Ulama (Dewan Ulama Senior) Arab Saudi telah menerbitkan dan mempublikasikan fatwa tentang mereka (Juhaiman dan komplotannya).
‼️Guru kami al-'Allamah Muhammad Aman al-Jami juga telah mendustakan klaim mereka dalam menisbahkan diri kepada Salafiyyah.
🕋 Beliau menulis artikel yang sangat bagus tentang pensucian Masjidil Haram dari mereka (Juhaiman dan komplotannya). Di situ beliau mengatakan, "Sesungguhnya mereka anak-anak kecil dungu itu (yakni Juhaiman dan komplotannya) menamakan diri mereka – sebagaimana berita yang sampai kepadaku – sebagai Salafiyyun!
⚠️ "Sungguh besar kata-kata yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah mereka mengatakan kecuali kedustaan
👉🏽Para pembaca yang budiman perlu mengetahui bahwa komplotan Juhaiman bukan Salafiyyin dan tidak pantas berdakwah.
Mereka orang-orang yang sok mengaku salafy dan mengklaim Salafiyyah, serta mengaku berdakwah kepada Islam. Padahal mereka jauh dari Islam itu sendiri, apalagi dari dakwah Islam."
🧾 [ Majalah Al-Jami'ah al-Islamiyyah, edisi 45 tahun 12/1400 H ]
Sumber: @dr_albukhary
[كذبة صلعاء]
في تقرير الإخبارية أنّ الخارجي جهيمان ومن معه من مفردات الدّعوة السّلفية،وحمّلوا الإمام الألبانيّ بليتهم!
وهذه كذبة صلعاء؛لأنه من أوائل من كشف زيغهم وضلالهم لما ناظرهم في حج عام ١٣٩٩هجري.
وهذا الحادثة يرويها الألبانيّ بصوته،وهي مسجلة منشورة، سوى ما سطّره في كتبه.
علماً بأنّ هيئة كبار العلماء بالمملكة أصدرت فتوى فيهم حينها،ونشرت.
وكذّب شيخنا العلامة محمد أمان الجامي رحمه الله دعواهم الانتساب للسلفية،وكتبَ مقالاً ماتعاً عن تطهير المسجد الحرام منهم، وفيه قوله:"...إنّ أولئك الصّبية السُّفهاء كانوا يُطلقون على أنفسهم فيما بلغني أنّهم(سلفيون)!
كبُرت كلمة تخرُج من أفواههم إن يقولون إلا كذباً...ليعلم القارئ الكريم أن الجهيمانيين ليسوا بسلفيين،وليسوا أهلاً للدعوة، ولكنهم مُتسلفون،ومدعون السّلفية،وزاعمون الدعوة إلى الإسلام،وهم بعيدون عن الإسلام ذاته فضلا عن الدعوة إليه"
(مجلة الجامعة الإسلاميّة/العدد ٤٥/السنة ١٢/ ١٤٠٠هجري)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
✏️Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim hafizhahullah berkata,
📺 "Dalam laporan Stasiun TV Al-Ikhbariyyah disebutkan bahwa si teroris khawarij Juhaiman dan komplotannya adalah termasuk dari unsur Dakwah Salafiyyah, dan Al-Imam al-Albani bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka lakukan!
❗Ini adalah kebohongan yang nyata! Karena justru beliau (al-Imam al-Albani) adalah di antara ulama yang pertama kali dalam menyingkap penyimpangan dan kesesatan mereka (Juhaiman dan komplotannya), yaitu ketika beliau membantah mereka dalam diskusi di musim haji tahun 1399 Hijriyah.
🌴Peristiwa ini (diskusi musim haji) diriwayatkan oleh al-Imam al-Albani sendiri dalam audionya, yang itu terekam dan tersebar.
⛔Belum lagi (bantahan dan pengingkaran) yang beliau tulis dalam kitab-kitab beliau.
✒️Perlu diketahui juga, bahwa Haiah Kibaril Ulama (Dewan Ulama Senior) Arab Saudi telah menerbitkan dan mempublikasikan fatwa tentang mereka (Juhaiman dan komplotannya).
‼️Guru kami al-'Allamah Muhammad Aman al-Jami juga telah mendustakan klaim mereka dalam menisbahkan diri kepada Salafiyyah.
🕋 Beliau menulis artikel yang sangat bagus tentang pensucian Masjidil Haram dari mereka (Juhaiman dan komplotannya). Di situ beliau mengatakan, "Sesungguhnya mereka anak-anak kecil dungu itu (yakni Juhaiman dan komplotannya) menamakan diri mereka – sebagaimana berita yang sampai kepadaku – sebagai Salafiyyun!
⚠️ "Sungguh besar kata-kata yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah mereka mengatakan kecuali kedustaan
👉🏽Para pembaca yang budiman perlu mengetahui bahwa komplotan Juhaiman bukan Salafiyyin dan tidak pantas berdakwah.
Mereka orang-orang yang sok mengaku salafy dan mengklaim Salafiyyah, serta mengaku berdakwah kepada Islam. Padahal mereka jauh dari Islam itu sendiri, apalagi dari dakwah Islam."
🧾 [ Majalah Al-Jami'ah al-Islamiyyah, edisi 45 tahun 12/1400 H ]
Sumber: @dr_albukhary
[كذبة صلعاء]
في تقرير الإخبارية أنّ الخارجي جهيمان ومن معه من مفردات الدّعوة السّلفية،وحمّلوا الإمام الألبانيّ بليتهم!
وهذه كذبة صلعاء؛لأنه من أوائل من كشف زيغهم وضلالهم لما ناظرهم في حج عام ١٣٩٩هجري.
وهذا الحادثة يرويها الألبانيّ بصوته،وهي مسجلة منشورة، سوى ما سطّره في كتبه.
علماً بأنّ هيئة كبار العلماء بالمملكة أصدرت فتوى فيهم حينها،ونشرت.
وكذّب شيخنا العلامة محمد أمان الجامي رحمه الله دعواهم الانتساب للسلفية،وكتبَ مقالاً ماتعاً عن تطهير المسجد الحرام منهم، وفيه قوله:"...إنّ أولئك الصّبية السُّفهاء كانوا يُطلقون على أنفسهم فيما بلغني أنّهم(سلفيون)!
كبُرت كلمة تخرُج من أفواههم إن يقولون إلا كذباً...ليعلم القارئ الكريم أن الجهيمانيين ليسوا بسلفيين،وليسوا أهلاً للدعوة، ولكنهم مُتسلفون،ومدعون السّلفية،وزاعمون الدعوة إلى الإسلام،وهم بعيدون عن الإسلام ذاته فضلا عن الدعوة إليه"
(مجلة الجامعة الإسلاميّة/العدد ٤٥/السنة ١٢/ ١٤٠٠هجري)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍8
🌴🌾 PENGARUH MAKANAN PADA DOA DAN IBADAH
💠 Allah Ta'ala berfirman,
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya beribadah kepada-Nya." (QS. al-Baqarah : 172)
📖 Al-Imam Ibnu Katsir asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan,
يقول تعالى آمـراً عباده المؤمنين بالأكل من طيبات ما رزقهم تعالى، وأن يشكروه على ذلك، إن كانوا عبيده،
"Allah Ta'ala berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk makan dari rezeki yang baik yang Dia berikan kepada mereka, dan bersyukur kepada-Nya atas hal itu jika memang mereka benar-benar hamba yang hanya beribadah kepada-Nya.
والأكل من الحلال سبب لتقبل الدعاء والعبادة، كما أن الأكل من الحرام يمنع قبول الدعاء والعبادة. اه
Makan dari yang halal adalah sebab dikabulkannya doa dan diterimanya amalan ibadah, sebagaimana makan dari yang haram menghalangi terkabulkannya doa dan diterimanya amalan ibadah."
📚 (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
💠 Allah Ta'ala berfirman,
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya beribadah kepada-Nya." (QS. al-Baqarah : 172)
📖 Al-Imam Ibnu Katsir asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan,
يقول تعالى آمـراً عباده المؤمنين بالأكل من طيبات ما رزقهم تعالى، وأن يشكروه على ذلك، إن كانوا عبيده،
"Allah Ta'ala berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk makan dari rezeki yang baik yang Dia berikan kepada mereka, dan bersyukur kepada-Nya atas hal itu jika memang mereka benar-benar hamba yang hanya beribadah kepada-Nya.
والأكل من الحلال سبب لتقبل الدعاء والعبادة، كما أن الأكل من الحرام يمنع قبول الدعاء والعبادة. اه
Makan dari yang halal adalah sebab dikabulkannya doa dan diterimanya amalan ibadah, sebagaimana makan dari yang haram menghalangi terkabulkannya doa dan diterimanya amalan ibadah."
📚 (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍6
🍇🥒 Nilai Penting Pengetahuan tentang Sirah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
🥦 Al-Hafizh Abul Fida' Isma'il ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻤﻞ ﺑﺄﻭﻟﻲ اﻟﻌﻠﻢ ﺇﻫﻤﺎﻝ ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻷﻳﺎﻡ اﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ﻭاﻟﺘﻮاﺭﻳﺦ اﻹﺳﻼﻣﻴﺔ، ﻭﻫﻲ ﻣﺸﺘﻤﻠﺔ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻮﻡ ﺟﻤﺔ ﻭﻓﻮاﺋﺪ ﻣﻬﻤﺔ، ﻻ ﻳﺴﺘﻐﻨﻲ ﻋﺎﻟﻢ ﻋﻨﻬﺎ، ﻭﻻ ﻳﻌﺬﺭ ﻓﻲ اﻟﻌﺮﻭ ﻣﻨﻬﺎ.
"Sesungguhnya tidak elok bagi seorang yang berilmu mengesampingkan pengetahuan tentang perjalanan sejarah nabi dan catatan sejarah (dakwah) Islam, yang mencakup banyak ilmu dan manfaat penting. Mesti dibutuhkan oleh seorang ulama, juga tidak ada alasan bagi mereka mengabaikannya."
📘 (Al-Fushul Fi as-Sirah 1/79)
🥬 Demikian pula Al-'Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah menegaskan:
ﻭﺇﺫا ﻛﺎﻧﺖ ﺳﻌﺎﺩﺓ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ اﻟﺪاﺭﻳﻦ ﻣﻌﻠﻘﺔ ﺑﻬﺪﻱ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻧﺼﺢ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺃﺣﺐ ﻧﺠﺎﺗﻬﺎ ﻭﺳﻌﺎﺩﺗﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻫﺪﻳﻪ ﻭﺳﻴﺮﺗﻪ ﻭﺷﺄﻧﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﺑﻪ ﻋﻦ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﻦ ﺑﻪ، ﻭﻳﺪﺧﻞ ﺑﻪ ﻓﻲ ﻋﺪاﺩ ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻭﺷﻴﻌﺘﻪ ﻭﺣﺰﺑﻪ، ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﻫﺬا ﺑﻴﻦ ﻣﺴﺘﻘﻞ ﻭﻣﺴﺘﻜﺜﺮ ﻭﻣﺤﺮﻭﻡ، ﻭاﻟﻔﻀﻞ ﺑﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎء ﻭاﻟﻠﻪ ﺫﻭ اﻟﻔﻀﻞ اﻟﻌﻈﻴﻢ.
⛵ "Apabila kebahagiaan seorang hamba di dua negeri (dunia dan akhirat-pen) berkaitan erat dengan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka merupakan kewajiban bagi semua pihak yang ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya dan menginginkan keselamatan serta kebahagiaan bagi dirinya, untuk mempelajari:
- petunjuk beliau,
- sejarah perjalanan hidup (Sirah) beliau,
- juga segala urusan beliau
yang dengan itu semua dapat membebaskan dirinya dari peluang dikategorikan sebagai orang yang tidak tahu perihal beliau -alaihish shalatu wa as-ssalam-, dan masuk dalam jajaran pengikut, pembela, dan golongan beliau.
Sedangkan keadaan manusia dalam hal ini (mempelajari petunjuk dan Sirah Nabi) berkisar antara kalangan:
- yang kurang
- yang cukup banyak
- dan yang terhalangi dari (keutamaan)nya.
Sementara keutamaan itu hanyalah di tangan Allah semata, Dialah yang akan mengaruniakan keutamaan itu bagi hamba yang dikehendaki-Nya. Allah memiliki keutamaan yang besar."
📕 (Zaad al- Ma'ad 1/69)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🥦 Al-Hafizh Abul Fida' Isma'il ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻤﻞ ﺑﺄﻭﻟﻲ اﻟﻌﻠﻢ ﺇﻫﻤﺎﻝ ﻣﻌﺮﻓﺔ اﻷﻳﺎﻡ اﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ﻭاﻟﺘﻮاﺭﻳﺦ اﻹﺳﻼﻣﻴﺔ، ﻭﻫﻲ ﻣﺸﺘﻤﻠﺔ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻮﻡ ﺟﻤﺔ ﻭﻓﻮاﺋﺪ ﻣﻬﻤﺔ، ﻻ ﻳﺴﺘﻐﻨﻲ ﻋﺎﻟﻢ ﻋﻨﻬﺎ، ﻭﻻ ﻳﻌﺬﺭ ﻓﻲ اﻟﻌﺮﻭ ﻣﻨﻬﺎ.
"Sesungguhnya tidak elok bagi seorang yang berilmu mengesampingkan pengetahuan tentang perjalanan sejarah nabi dan catatan sejarah (dakwah) Islam, yang mencakup banyak ilmu dan manfaat penting. Mesti dibutuhkan oleh seorang ulama, juga tidak ada alasan bagi mereka mengabaikannya."
📘 (Al-Fushul Fi as-Sirah 1/79)
🥬 Demikian pula Al-'Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah menegaskan:
ﻭﺇﺫا ﻛﺎﻧﺖ ﺳﻌﺎﺩﺓ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ اﻟﺪاﺭﻳﻦ ﻣﻌﻠﻘﺔ ﺑﻬﺪﻱ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻧﺼﺢ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺃﺣﺐ ﻧﺠﺎﺗﻬﺎ ﻭﺳﻌﺎﺩﺗﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻦ ﻫﺪﻳﻪ ﻭﺳﻴﺮﺗﻪ ﻭﺷﺄﻧﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﺑﻪ ﻋﻦ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﻦ ﺑﻪ، ﻭﻳﺪﺧﻞ ﺑﻪ ﻓﻲ ﻋﺪاﺩ ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﻭﺷﻴﻌﺘﻪ ﻭﺣﺰﺑﻪ، ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﻫﺬا ﺑﻴﻦ ﻣﺴﺘﻘﻞ ﻭﻣﺴﺘﻜﺜﺮ ﻭﻣﺤﺮﻭﻡ، ﻭاﻟﻔﻀﻞ ﺑﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎء ﻭاﻟﻠﻪ ﺫﻭ اﻟﻔﻀﻞ اﻟﻌﻈﻴﻢ.
⛵ "Apabila kebahagiaan seorang hamba di dua negeri (dunia dan akhirat-pen) berkaitan erat dengan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka merupakan kewajiban bagi semua pihak yang ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya dan menginginkan keselamatan serta kebahagiaan bagi dirinya, untuk mempelajari:
- petunjuk beliau,
- sejarah perjalanan hidup (Sirah) beliau,
- juga segala urusan beliau
yang dengan itu semua dapat membebaskan dirinya dari peluang dikategorikan sebagai orang yang tidak tahu perihal beliau -alaihish shalatu wa as-ssalam-, dan masuk dalam jajaran pengikut, pembela, dan golongan beliau.
Sedangkan keadaan manusia dalam hal ini (mempelajari petunjuk dan Sirah Nabi) berkisar antara kalangan:
- yang kurang
- yang cukup banyak
- dan yang terhalangi dari (keutamaan)nya.
Sementara keutamaan itu hanyalah di tangan Allah semata, Dialah yang akan mengaruniakan keutamaan itu bagi hamba yang dikehendaki-Nya. Allah memiliki keutamaan yang besar."
📕 (Zaad al- Ma'ad 1/69)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍5
⛵🥬 SELEKTIF DALAM BERILMU DAN BERAGAMA
🥦Al-Imam Al-Auza'i rahimahullah berkata,
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah apa yang kalian lakukan, dari siapa kalian mengambil ilmu, dan kepada siapa kalian berteladan. Perhatikan pula kepada siapa kalian mengamanahkan agama kalian. Karena pengusung kebid'ahan mereka semuanya adalah pembela kebatilan, para pendusta, dan pendosa."
📄 [ Tarikh Dimasyq 6/362 ]
❏ قال الإمام الأوزاعي ـ رحمه الله ـ :
«واعلموا أن هذا العلم دين، فانظروا ما تصنعون، وعمن تأخذون، وبمن تقتدون، ومن على دينكم تأمنون، فإن أهل البدع كلهم: مبطلون، أفّاكون، آثمون».
📚[ تاريخ دمشق (٦/٣٦٢) ]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🥦Al-Imam Al-Auza'i rahimahullah berkata,
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah apa yang kalian lakukan, dari siapa kalian mengambil ilmu, dan kepada siapa kalian berteladan. Perhatikan pula kepada siapa kalian mengamanahkan agama kalian. Karena pengusung kebid'ahan mereka semuanya adalah pembela kebatilan, para pendusta, dan pendosa."
📄 [ Tarikh Dimasyq 6/362 ]
❏ قال الإمام الأوزاعي ـ رحمه الله ـ :
«واعلموا أن هذا العلم دين، فانظروا ما تصنعون، وعمن تأخذون، وبمن تقتدون، ومن على دينكم تأمنون، فإن أهل البدع كلهم: مبطلون، أفّاكون، آثمون».
📚[ تاريخ دمشق (٦/٣٦٢) ]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍4
💐📚 SEMUA RASUL MENDAKWAHKAN TAUHID dan MEMPERINGATKAN DARI KESYIRIKAN
📖 Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
{ وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ}
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), 'Beribadahlah kepada Allah (semata) dan jauhilah thaghut'." [An-Nahl :36]
______________
🌷 Penjelasan :
- Rasul adalah seorang yang diberi wahyu berupa syariat kemudian diperintahkan untuk menyampaikannya.
- Thaghut adalah semua yang diibadahi selain Allah dalam keadaan ridha mendapatkan ibadah tersebut.
🍃 Makna ayat secara global :
Bahwasannya Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah mengutus pada setiap kelompok dan generasi manusia seorang rasul yang menyeru (berdakwah kepada) mereka kepada peribadatan kepada Allah semata dan meninggalkan peribadatan kepada selain-Nya.
Maka Allah terus menerus mengutus para rasul kepada manusia dengan misi tersebut, sejak awal mula munculnya kesyirikan di tengah manusia pada masa Nabi Nuh sampai Allah menutup para rasul dengan Nabi Muhammad ﷺ.
🥬 Faedah yang bisa diambil dari ayat :
1. Hikmah diutusnya para rasul adalah berdakwah kepada tauhid dan melarang dari berbuat syirik.
2. Bahwa agama para nabi satu, yaitu mengikhlaskan (memurnikan) ibadah hanya untuk Allah dan meninggalkan syirik, meskipun syariat mereka berbeda - beda.
3. Bahwasannya ar-risalah (pengutusan rasul) mencakup seluruh umat, dan hujjah telah tegak atas semua hamba.
4. Agungnya perkara tauhid dan wajib bagi seluruh umat manusia (untuk bertauhid).
5. Pada ayat terkandung di dalamnya Laa ilaaha illaaAllah yaitu peniadaan dan penetapan.
[ Yaitu meniadakan peribadatan dari selain Allah, dan menetapkan ibadah hanya untuk Allah satu-satu-Nya ]
Sehingga ayat ini menunjukkan tauhid tidak akan tegak melainkan dengan merealisasikan keduanya. Bahwa penafian saja tidak dikatakan tauhid, demikian juga penetapan semata tidak dianggap sebagai tauhid.
📝 Silsilah Durus Tauhid
📚 Sumber: Al-Mulakhash fi Syarhi Kitab at-Tauhid (hlm: 11-12)
✍🏻 Penulis : Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
📖 Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
{ وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ}
"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), 'Beribadahlah kepada Allah (semata) dan jauhilah thaghut'." [An-Nahl :36]
______________
🌷 Penjelasan :
- Rasul adalah seorang yang diberi wahyu berupa syariat kemudian diperintahkan untuk menyampaikannya.
- Thaghut adalah semua yang diibadahi selain Allah dalam keadaan ridha mendapatkan ibadah tersebut.
🍃 Makna ayat secara global :
Bahwasannya Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah mengutus pada setiap kelompok dan generasi manusia seorang rasul yang menyeru (berdakwah kepada) mereka kepada peribadatan kepada Allah semata dan meninggalkan peribadatan kepada selain-Nya.
Maka Allah terus menerus mengutus para rasul kepada manusia dengan misi tersebut, sejak awal mula munculnya kesyirikan di tengah manusia pada masa Nabi Nuh sampai Allah menutup para rasul dengan Nabi Muhammad ﷺ.
🥬 Faedah yang bisa diambil dari ayat :
1. Hikmah diutusnya para rasul adalah berdakwah kepada tauhid dan melarang dari berbuat syirik.
2. Bahwa agama para nabi satu, yaitu mengikhlaskan (memurnikan) ibadah hanya untuk Allah dan meninggalkan syirik, meskipun syariat mereka berbeda - beda.
3. Bahwasannya ar-risalah (pengutusan rasul) mencakup seluruh umat, dan hujjah telah tegak atas semua hamba.
4. Agungnya perkara tauhid dan wajib bagi seluruh umat manusia (untuk bertauhid).
5. Pada ayat terkandung di dalamnya Laa ilaaha illaaAllah yaitu peniadaan dan penetapan.
[ Yaitu meniadakan peribadatan dari selain Allah, dan menetapkan ibadah hanya untuk Allah satu-satu-Nya ]
Sehingga ayat ini menunjukkan tauhid tidak akan tegak melainkan dengan merealisasikan keduanya. Bahwa penafian saja tidak dikatakan tauhid, demikian juga penetapan semata tidak dianggap sebagai tauhid.
📝 Silsilah Durus Tauhid
📚 Sumber: Al-Mulakhash fi Syarhi Kitab at-Tauhid (hlm: 11-12)
✍🏻 Penulis : Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️▪️
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍9
🔍📝 TELADAN SALAF DALAM MENGUTAMAKAN ILMU
🔅Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata,
"وقد كان السلف يؤثرون العلم على كل شىء، فروي عن الإمام أحمد رحمه الله أنه لم يتزوج إلا بعد الأربعين. وأهديت إلى أبي بكر الأنباري جارية، فلما دخلت عليه تفكر فى استخراج مسألة فعزبت عنه، فقال: أخرجوها إلى النخاس، فقالت: هل من ذنب؟ قال: لا، إلا أن قلبي اشتغل بك، وما قدر مثلك أن يمنعني علمي."
“Dahulu para salaf mengutamakan ilmu atas segala sesuatu.
Diriwayatkan dari al-Imam Ahmad rahimahullah bahwasanya beliau tidaklah menikah kecuali setelah berusia 40 tahun.
Al-Imam Abu Bakr al-Anbari diberi hadiah seorang budak wanita. Maka ketika budak tersebut masuk menemui beliau, saat itu beliau sedang memikirkan sebuah hukum satu masalah dan ternyata masih tersembunyi darinya, lalu beliau berkata: bawalah budak wanita ini pada pedagang budak! Budak wanita itu berkata: apa dosaku? Beliau menjawab: tidak ada, kecuali hatiku tersibukkan dengan keberadaanmu, dan orang semisalmu dapat menghalangiku dari ilmu .”
📘 [Mukhtashar Minhaj al-Qashidin hal. 21]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🔅Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata,
"وقد كان السلف يؤثرون العلم على كل شىء، فروي عن الإمام أحمد رحمه الله أنه لم يتزوج إلا بعد الأربعين. وأهديت إلى أبي بكر الأنباري جارية، فلما دخلت عليه تفكر فى استخراج مسألة فعزبت عنه، فقال: أخرجوها إلى النخاس، فقالت: هل من ذنب؟ قال: لا، إلا أن قلبي اشتغل بك، وما قدر مثلك أن يمنعني علمي."
“Dahulu para salaf mengutamakan ilmu atas segala sesuatu.
Diriwayatkan dari al-Imam Ahmad rahimahullah bahwasanya beliau tidaklah menikah kecuali setelah berusia 40 tahun.
Al-Imam Abu Bakr al-Anbari diberi hadiah seorang budak wanita. Maka ketika budak tersebut masuk menemui beliau, saat itu beliau sedang memikirkan sebuah hukum satu masalah dan ternyata masih tersembunyi darinya, lalu beliau berkata: bawalah budak wanita ini pada pedagang budak! Budak wanita itu berkata: apa dosaku? Beliau menjawab: tidak ada, kecuali hatiku tersibukkan dengan keberadaanmu, dan orang semisalmu dapat menghalangiku dari ilmu .”
📘 [Mukhtashar Minhaj al-Qashidin hal. 21]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍3
🍃 Hukum Berkurban atas Nama Orang yang Telah Meninggal
🎙️ Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah al-Faqih Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
📬 Pertanyaan:
Ayah saya meninggal dan tidak memberi wasiat apa-apa sementara beliau mempunyai anak-anak yang masih kecil. Apakah saya bisa berkurban atas nama anak-anak tersebut atau atas nama ayah saya (yang telah meninggal, pen) secara terpisah?
📮 Jawab:
🍒 "Pertama, harus kita pahami bahwa berkurban tidaklah wajib atas orang-orang yang telah meninggal. Hukum asal perintah berkurban adalah untuk orang-orang yang masih hidup. Demikian hukum asalnya.
🍓 Maka apabila orang yang telah meninggal tidak pernah berwasiat untuk menyembelih kurban maka yang utama adalah tidak menyembelihkan kurban atas namanya, kecuali dalam keadaan sebagai penyerta orang-orang yang masih hidup.
🫑 Contohnya seorang berkurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya, dia meniatkan keluarga yang masih hidup dan yang sudah meninggal.
🌳 Dalil yang menunjukkan bahwa bukan termasuk sunnah seorang berkurban atas nama orang yang telah meninggal kecuali dengan wasiat ialah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ditinggal wafat oleh putri-putri beliau. Paman beliau, Hamzah bin Abdul Muththalib, telah wafat, begitu pula istri beliau, Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha. Namun bersamaan dengan itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berkurban atas nama seorang pun dari mereka. Sekiranya hal itu (berkurban atas nama orang yang telah meninggal) merupakan kebaikan, niscaya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengerjakannya. Akan tetapi beliau hanya berkurban atas nama beliau dan ahli bait beliau, yaitu orang-orang yang masih hidup.
📌 Kami berpendapat, apabila seseorang berkurban atas nama dirinya dan keluarganya, lalu meniatkan dalam keluarganya orang yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, yang demikian ini tidak mengapa insya Allah. Adapun jika hal tersebut berupa wasiat-wasiat, maka wasiat harus ditunaikan sebagaimana isinya.
حكم الأضحية عن الأموات
السؤال:
توفي والدي ولم يوص بشيء، وله أولاد قُصَّر، هل أضحي للأولاد القصر أم أضحي للوالد على حدة؟
الجواب:
أولاً يجب أن نعلم أن الأضحية ليست واجبة للأموات، وأصل الأضحية للأحياء، هذا هو الأصل، فإذا كان الميت لم يوص بها فالأفضل ألا يضحى عنه إلا تبعاً للأحياء.
فيضحي الإنسان بالشاة عنه وعن أهل بيته وينوي بذلك الحي والميت.
والدليل على أنه ليس من السنة أن يضحي عن الأموات إلا بوصية، أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم توفي له بنات، وتوفي عمه حمزة بن عبد المطلب، وتوفيت زوجته خديجة رضي الله عنه، وزينب بنت خزيمة، ومع ذلك لم يضح عن أحد منهم صلوات الله وسلامه عليه، ولو كان هذا خيراً لفعله النبي عليه الصلاة والسلام، وإنما كان يضحي عنه وعن أهل بيته، يعني الأحياء.
ولكننا نقول: إذا ضحى الإنسان عن نفسه وأهل بيته، ونوى بذلك الأحياء والأموات فليس في ذلك بأس إن شاء الله، أما الوصايا فيجب أن تنفذ على ما هي عليه.
📖 Sumber: binothaimeen.net/content/491
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🎙️ Fadhilatu asy-Syaikh al-‘Allamah al-Faqih Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
📬 Pertanyaan:
Ayah saya meninggal dan tidak memberi wasiat apa-apa sementara beliau mempunyai anak-anak yang masih kecil. Apakah saya bisa berkurban atas nama anak-anak tersebut atau atas nama ayah saya (yang telah meninggal, pen) secara terpisah?
📮 Jawab:
🍒 "Pertama, harus kita pahami bahwa berkurban tidaklah wajib atas orang-orang yang telah meninggal. Hukum asal perintah berkurban adalah untuk orang-orang yang masih hidup. Demikian hukum asalnya.
🍓 Maka apabila orang yang telah meninggal tidak pernah berwasiat untuk menyembelih kurban maka yang utama adalah tidak menyembelihkan kurban atas namanya, kecuali dalam keadaan sebagai penyerta orang-orang yang masih hidup.
🫑 Contohnya seorang berkurban dengan seekor kambing atas nama dirinya dan keluarganya, dia meniatkan keluarga yang masih hidup dan yang sudah meninggal.
🌳 Dalil yang menunjukkan bahwa bukan termasuk sunnah seorang berkurban atas nama orang yang telah meninggal kecuali dengan wasiat ialah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ditinggal wafat oleh putri-putri beliau. Paman beliau, Hamzah bin Abdul Muththalib, telah wafat, begitu pula istri beliau, Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Zainab bintu Khuzaimah radhiyallahu ‘anha. Namun bersamaan dengan itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berkurban atas nama seorang pun dari mereka. Sekiranya hal itu (berkurban atas nama orang yang telah meninggal) merupakan kebaikan, niscaya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengerjakannya. Akan tetapi beliau hanya berkurban atas nama beliau dan ahli bait beliau, yaitu orang-orang yang masih hidup.
📌 Kami berpendapat, apabila seseorang berkurban atas nama dirinya dan keluarganya, lalu meniatkan dalam keluarganya orang yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, yang demikian ini tidak mengapa insya Allah. Adapun jika hal tersebut berupa wasiat-wasiat, maka wasiat harus ditunaikan sebagaimana isinya.
حكم الأضحية عن الأموات
السؤال:
توفي والدي ولم يوص بشيء، وله أولاد قُصَّر، هل أضحي للأولاد القصر أم أضحي للوالد على حدة؟
الجواب:
أولاً يجب أن نعلم أن الأضحية ليست واجبة للأموات، وأصل الأضحية للأحياء، هذا هو الأصل، فإذا كان الميت لم يوص بها فالأفضل ألا يضحى عنه إلا تبعاً للأحياء.
فيضحي الإنسان بالشاة عنه وعن أهل بيته وينوي بذلك الحي والميت.
والدليل على أنه ليس من السنة أن يضحي عن الأموات إلا بوصية، أن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم توفي له بنات، وتوفي عمه حمزة بن عبد المطلب، وتوفيت زوجته خديجة رضي الله عنه، وزينب بنت خزيمة، ومع ذلك لم يضح عن أحد منهم صلوات الله وسلامه عليه، ولو كان هذا خيراً لفعله النبي عليه الصلاة والسلام، وإنما كان يضحي عنه وعن أهل بيته، يعني الأحياء.
ولكننا نقول: إذا ضحى الإنسان عن نفسه وأهل بيته، ونوى بذلك الأحياء والأموات فليس في ذلك بأس إن شاء الله، أما الوصايا فيجب أن تنفذ على ما هي عليه.
📖 Sumber: binothaimeen.net/content/491
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍4
🌳 AHLI ILMU MENJADI HINA KARENA TENDENSI DUNIA
📖 Dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu bahwasannya beliau berkata,
🥬 "Apabila ahlul ilmi menjaga ilmu, meletakkannya (mengajarkan) kepada ahlinya (yang berhak), niscaya mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang di masanya dengan ilmu itu.
🚧 Tetapi ternyata mereka mencurahkan ilmu untuk ahli dunia, agar mereka bisa mencapai bagian dunia mereka dengan ilmu itu. Maka ahli ilmu menjadi hina di hadapan ahli dunia."
📚 [ 'Awaiq ath-Thalab hal.9 ]
وعن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال: لو أن أهل العلم صانوا العلم، ووضعوه عند أهله لسادوا به أهل زمانهم. لكنهم بذلوه لأهل الدنيا لينالوا به من دنياهم، فهانوا عليهم.
📚 [عوائق الطلب ص.9]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
📖 Dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu bahwasannya beliau berkata,
🥬 "Apabila ahlul ilmi menjaga ilmu, meletakkannya (mengajarkan) kepada ahlinya (yang berhak), niscaya mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang di masanya dengan ilmu itu.
🚧 Tetapi ternyata mereka mencurahkan ilmu untuk ahli dunia, agar mereka bisa mencapai bagian dunia mereka dengan ilmu itu. Maka ahli ilmu menjadi hina di hadapan ahli dunia."
📚 [ 'Awaiq ath-Thalab hal.9 ]
وعن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال: لو أن أهل العلم صانوا العلم، ووضعوه عند أهله لسادوا به أهل زمانهم. لكنهم بذلوه لأهل الدنيا لينالوا به من دنياهم، فهانوا عليهم.
📚 [عوائق الطلب ص.9]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
🥬 Memahami Makna Syahadat
📑 Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:
"Ketahuilah, bahwa (kalimat) laa Ilaha illah tiada memberikan manfaat kepada sang pengucapnya melainkan dengan mengetahui maknanya dan beramal dengan konsekuensinya. Sesungguhnya ia (kalimat tersebut) tidak bermanfaat melainkan dengan kejujuran (keyakinan hatinya sama dengan ucapan lisannya), serta ikhlas dan yakin.
Karena kebanyakan pihak yang mengucapkan (justru) berada di kerak neraka yang paling bawah.
🍃 Maka dalam persaksian (syahadat) 'laa ilaha illallah' harus ada:
- keyakinan dalam hati,
- ucapan dengan lisan, dan
- amal dengan anggota badan.
Jika gugur salah satu dari tiga kewajiban ini, maka seseorang bukan termasuk seorang muslim.
🌱 Jika seorang sebagai muslim dan beramal dengan anggota badan, kemudian terjadi dari dirinya ucapan, perbuatan, atau keyakinan yang bertentangan dengan itu, maka tidaklah bermanfaat baginya ucapan 'laa ilaha illallah'; dan dalil permasalahan ini dari Al-Qur'an dan as-Sunnah maupun pernyataan dari para imam madzhab terlalu banyak untuk bisa dihitung."
📚 (Dikutip dari kitab _ad-Durar as-Saniyah_ jilid 2 halaman 350)
قال شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله :
فاعلم أن لا إِله إلا الله لا تنفع قائلها إلا بعد معرفة معناها و العمل بمقتضاها و أنها لا تنفع إلا بعد الصدق، و الإخلاص و اليقين، لإن أكثر قائلها في الدرك الأسفل من النار.
فلابد في : شهادة أن لا إله إلا الله، من ٱعتقاد بالجنان، و نطق باللسان و عمل بالأركان. فإن اختل نوع من هذه الأنواع، لم نكن الرجل مسلما.
فإذا كان الرجل مسلما، عاملا بالأركان ثم حدث منه قول أو فعل أو اعتقاد يناقض ذلك، لم ينفعه قول لا إله إلا الله؛ و أدلة ذلك في الكتاب و السنة و كلام الأئمة أكثر من أن تحصر.
(الدرر السنية ٢/٣٥٠)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
📑 Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:
"Ketahuilah, bahwa (kalimat) laa Ilaha illah tiada memberikan manfaat kepada sang pengucapnya melainkan dengan mengetahui maknanya dan beramal dengan konsekuensinya. Sesungguhnya ia (kalimat tersebut) tidak bermanfaat melainkan dengan kejujuran (keyakinan hatinya sama dengan ucapan lisannya), serta ikhlas dan yakin.
Karena kebanyakan pihak yang mengucapkan (justru) berada di kerak neraka yang paling bawah.
🍃 Maka dalam persaksian (syahadat) 'laa ilaha illallah' harus ada:
- keyakinan dalam hati,
- ucapan dengan lisan, dan
- amal dengan anggota badan.
Jika gugur salah satu dari tiga kewajiban ini, maka seseorang bukan termasuk seorang muslim.
🌱 Jika seorang sebagai muslim dan beramal dengan anggota badan, kemudian terjadi dari dirinya ucapan, perbuatan, atau keyakinan yang bertentangan dengan itu, maka tidaklah bermanfaat baginya ucapan 'laa ilaha illallah'; dan dalil permasalahan ini dari Al-Qur'an dan as-Sunnah maupun pernyataan dari para imam madzhab terlalu banyak untuk bisa dihitung."
📚 (Dikutip dari kitab _ad-Durar as-Saniyah_ jilid 2 halaman 350)
قال شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله :
فاعلم أن لا إِله إلا الله لا تنفع قائلها إلا بعد معرفة معناها و العمل بمقتضاها و أنها لا تنفع إلا بعد الصدق، و الإخلاص و اليقين، لإن أكثر قائلها في الدرك الأسفل من النار.
فلابد في : شهادة أن لا إله إلا الله، من ٱعتقاد بالجنان، و نطق باللسان و عمل بالأركان. فإن اختل نوع من هذه الأنواع، لم نكن الرجل مسلما.
فإذا كان الرجل مسلما، عاملا بالأركان ثم حدث منه قول أو فعل أو اعتقاد يناقض ذلك، لم ينفعه قول لا إله إلا الله؛ و أدلة ذلك في الكتاب و السنة و كلام الأئمة أكثر من أن تحصر.
(الدرر السنية ٢/٣٥٠)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍3
📛 SEBAB KESOMBONGAN DAN KEMAKSIATAN IBLIS Laknatullah alaihi
عن عائشة -رضي الله عنه- قالت: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «خُلقت الملائكة من نور، وخُلق الجَانُّ من مَارِجٍ من نار، وخُلق آدم مما وُصِفَ لكم».
[ رواه مسلم ٢٩٩٦ ]
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari jilatan api, dan Nabi Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada kalian."
[ HR. Muslim 2996 ]
قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله، وكان إبليس قد استكبر على آدم وأبى أن يسجد له وعصى أمر الله، وقال كما ذكر الله عنه سبحانه { قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طين } فبزعمه أن النار أحسن من الطين، وهذا قياس فاسد، فإن الطين أحسن من النار، لأن النار محرقة متلفة ولا تنتج شيئاً، أما الطين فإنه مبارك وتنتج النباتات والأشجار الطيبة، وفيه منافع كثيرة.
[ شرح أصول الإيمان ٢٤٧ ]
📖 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"Dahulu Iblis benar-benar berlaku sombong kepada Nabi Adam dan enggan untuk sujud penghormatan kepadanya serta bermaksiat terhadap perintah Allah.
Iblis berkata sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan tentangnya :
{ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طين }
"Iblis berkata : "Aku lebih baik darinya (Nabi Adam), Engkau ciptakan aku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari_ tanah."
⚠️ Menurut sangkaan Iblis bahwa api lebih baik daripada tanah. Tentu ini adalah kias (perbandingan/analogi) yang rusak.
Karena hakekatnya tanah itu lebih baik daripada api. Hal itu karena api bersifat membakar dan menghancurkan yang akhirnya tidak menghasilkan sesuatu apapun. Sementara tanah justeru dia diberi keberkahan, menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang baik, serta padanya banyak kemanfaatan bagi manusia."
📗 [ Syarh Ushul al-Iman 247 ]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
عن عائشة -رضي الله عنه- قالت: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «خُلقت الملائكة من نور، وخُلق الجَانُّ من مَارِجٍ من نار، وخُلق آدم مما وُصِفَ لكم».
[ رواه مسلم ٢٩٩٦ ]
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari jilatan api, dan Nabi Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada kalian."
[ HR. Muslim 2996 ]
قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله، وكان إبليس قد استكبر على آدم وأبى أن يسجد له وعصى أمر الله، وقال كما ذكر الله عنه سبحانه { قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طين } فبزعمه أن النار أحسن من الطين، وهذا قياس فاسد، فإن الطين أحسن من النار، لأن النار محرقة متلفة ولا تنتج شيئاً، أما الطين فإنه مبارك وتنتج النباتات والأشجار الطيبة، وفيه منافع كثيرة.
[ شرح أصول الإيمان ٢٤٧ ]
📖 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,
"Dahulu Iblis benar-benar berlaku sombong kepada Nabi Adam dan enggan untuk sujud penghormatan kepadanya serta bermaksiat terhadap perintah Allah.
Iblis berkata sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan tentangnya :
{ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طين }
"Iblis berkata : "Aku lebih baik darinya (Nabi Adam), Engkau ciptakan aku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari_ tanah."
⚠️ Menurut sangkaan Iblis bahwa api lebih baik daripada tanah. Tentu ini adalah kias (perbandingan/analogi) yang rusak.
Karena hakekatnya tanah itu lebih baik daripada api. Hal itu karena api bersifat membakar dan menghancurkan yang akhirnya tidak menghasilkan sesuatu apapun. Sementara tanah justeru dia diberi keberkahan, menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang baik, serta padanya banyak kemanfaatan bagi manusia."
📗 [ Syarh Ushul al-Iman 247 ]
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍2
🌅🏡 Sudah Benarkah Keimanan Kita Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
( Bagian ketiga )
📗 Dalil Akal
Adapun dalil akal yang menunjukan bahwa Allah Ta'ala ada, maka hal ini akan kita pahami ketika kita merenungi dan berpikir bahwa semua makhluk baik yang terdahulu ataupun yang datang setelahnya hingga sekarang mesti ada yang menciptakannya, karena tidak mungkin makhluk tersebut menciptakan dirinya sendiri dan tidak mungkin pula makhluk tersebut tiba-tiba ada tanpa ada yang menciptakannya.
🍃 Allah 'Azza wa Jalla telah menyebutkan dalil akal dan bukti yang nyata ini di dalam Surat Ath-Thur ketika berfirman :
أَمْ خُلِقُواْ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَٰلِقُونَ
"Apakah mereka tercipta tanpa ada yang menciptakan, ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri?" (Ath-Thur : 35)
📑 Para Ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut hujjah yang tak terbantahkan bagi orang-orang yang mendustakan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Hal itu karena akal manusia memikirkan bahwa wujudnya manusia di dunia ini tidak akan keluar dari tiga keadaan : Yang pertama, manusia tercipta tanpa ada yang menciptakan. Hal ini sangat mustahil.
Yang kedua, manusia menciptakan dirinya sendiri. Hal ini juga mustahil.
Jika dua perkara ini tampak jelas kemustahilannya, maka yang tersisa adalah keadaan
Yang ketiga – dan inilah hal yang pasti – yaitu: bahwa manusia itu ada yang menciptakannya, yaitu Allah 'Azza wa Jalla, Rabbul 'Alamin.
🖋️ Untuk lebih menjelaskan hal ini para ulama memberikan sebuah permisalan sebagai berikut: Jika ada seseorang menceritakan kepadamu bahwa ia melihat sebuah istana yang megah, dikelilingi oleh kebun-kebun, mengalir di tengah kebun-kebun tersebut sebuah sungai. Istana tersebut juga dihiasi oleh perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Kemudian orang tersebut berkata kepadamu bahwa Istana tersebut dan segala yang ada padanya menciptakan dirinya sendiri atau tiba-tiba langsung ada tanpa ada yang membuatnya. Niscaya engkau akan segera mengingkari dan mendustakannya bahkan engkau akan menganggap bahwa ucapan orang tersebut ucapan dungu.
🟢 Lalu bagaimana lagi dengan alam semesta yang demikian luas, kompleks dan teratur, tentunya lebih pantas lagi untuk kita katakan dengan pasti bahwa semua ini ada yang menciptakannya yaitu Allah Ta'ala Rabbul 'Alamin.
Alhamdulillah....
📚 (Sumber rujukan : Kitab Syarh Tsalatsatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al -Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59 - 60)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
( Bagian ketiga )
📗 Dalil Akal
Adapun dalil akal yang menunjukan bahwa Allah Ta'ala ada, maka hal ini akan kita pahami ketika kita merenungi dan berpikir bahwa semua makhluk baik yang terdahulu ataupun yang datang setelahnya hingga sekarang mesti ada yang menciptakannya, karena tidak mungkin makhluk tersebut menciptakan dirinya sendiri dan tidak mungkin pula makhluk tersebut tiba-tiba ada tanpa ada yang menciptakannya.
🍃 Allah 'Azza wa Jalla telah menyebutkan dalil akal dan bukti yang nyata ini di dalam Surat Ath-Thur ketika berfirman :
أَمْ خُلِقُواْ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَٰلِقُونَ
"Apakah mereka tercipta tanpa ada yang menciptakan, ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri?" (Ath-Thur : 35)
📑 Para Ulama menjelaskan bahwa ayat tersebut hujjah yang tak terbantahkan bagi orang-orang yang mendustakan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Hal itu karena akal manusia memikirkan bahwa wujudnya manusia di dunia ini tidak akan keluar dari tiga keadaan : Yang pertama, manusia tercipta tanpa ada yang menciptakan. Hal ini sangat mustahil.
Yang kedua, manusia menciptakan dirinya sendiri. Hal ini juga mustahil.
Jika dua perkara ini tampak jelas kemustahilannya, maka yang tersisa adalah keadaan
Yang ketiga – dan inilah hal yang pasti – yaitu: bahwa manusia itu ada yang menciptakannya, yaitu Allah 'Azza wa Jalla, Rabbul 'Alamin.
🖋️ Untuk lebih menjelaskan hal ini para ulama memberikan sebuah permisalan sebagai berikut: Jika ada seseorang menceritakan kepadamu bahwa ia melihat sebuah istana yang megah, dikelilingi oleh kebun-kebun, mengalir di tengah kebun-kebun tersebut sebuah sungai. Istana tersebut juga dihiasi oleh perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Kemudian orang tersebut berkata kepadamu bahwa Istana tersebut dan segala yang ada padanya menciptakan dirinya sendiri atau tiba-tiba langsung ada tanpa ada yang membuatnya. Niscaya engkau akan segera mengingkari dan mendustakannya bahkan engkau akan menganggap bahwa ucapan orang tersebut ucapan dungu.
🟢 Lalu bagaimana lagi dengan alam semesta yang demikian luas, kompleks dan teratur, tentunya lebih pantas lagi untuk kita katakan dengan pasti bahwa semua ini ada yang menciptakannya yaitu Allah Ta'ala Rabbul 'Alamin.
Alhamdulillah....
📚 (Sumber rujukan : Kitab Syarh Tsalatsatil Ushul, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al -Utsaimin rahimahullah, cet. Daarul Adhwau Sunnah, hal 59 - 60)
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍3
🥦💽 Audio Nasehat asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari Dipublikasikan Berdasarkan Permintaan Beliau hafizhahullah
قال الشيخ عرفات حفظه الله :
"إذا سُئِلتُم عن الصَّوْتِيَّةِ، لماذا تُنْشَرُ؟"
فَقُولُوا لَهُمْ :
"حَدَّثَنا الشيخُ عرفات قال: 'إِنَّ الشيخَ العلامة عبد الله البخاري حفظه الله هو الذي طَلَبَ مِنِّي نَشْرَ الصَّوْتِيَّةِ'."
ثُمَّ أَكَّدَ ذلك الشيخُ عرفات بِقَولِه: "فَهِيَ نُشِرَتْ بِطَلَبِ الشيخ البخاري حفظه الله."
Asy-Syaikh Arafat - hafizhahullah - berkata,
"Jika kalian ditanya tentang audio (nasehat asy-Syaikh al-Bukhari, pen.), mengapa dipublikasikan/disebarkan?"
Maka jawablah kepada mereka (para penanya, pen.):
"Asy-Syaikh Arafat telah menyampaikan kepada kami, bahwa beliau berkata: 'Asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah , beliaulah yang meminta kepadaku (Arafat, pen.) penyebaran audio tersebut'."
Kemudian asy-Syaikh Arafat - hafizhahullah - menegaskan dengan perkataannya, "Jadi audio tersebut disebarkan berdasarkan permintaan asy-Syaikh al-Bukhari hafizhahullah."
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
قال الشيخ عرفات حفظه الله :
"إذا سُئِلتُم عن الصَّوْتِيَّةِ، لماذا تُنْشَرُ؟"
فَقُولُوا لَهُمْ :
"حَدَّثَنا الشيخُ عرفات قال: 'إِنَّ الشيخَ العلامة عبد الله البخاري حفظه الله هو الذي طَلَبَ مِنِّي نَشْرَ الصَّوْتِيَّةِ'."
ثُمَّ أَكَّدَ ذلك الشيخُ عرفات بِقَولِه: "فَهِيَ نُشِرَتْ بِطَلَبِ الشيخ البخاري حفظه الله."
Asy-Syaikh Arafat - hafizhahullah - berkata,
"Jika kalian ditanya tentang audio (nasehat asy-Syaikh al-Bukhari, pen.), mengapa dipublikasikan/disebarkan?"
Maka jawablah kepada mereka (para penanya, pen.):
"Asy-Syaikh Arafat telah menyampaikan kepada kami, bahwa beliau berkata: 'Asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah al-Bukhari hafizhahullah , beliaulah yang meminta kepadaku (Arafat, pen.) penyebaran audio tersebut'."
Kemudian asy-Syaikh Arafat - hafizhahullah - menegaskan dengan perkataannya, "Jadi audio tersebut disebarkan berdasarkan permintaan asy-Syaikh al-Bukhari hafizhahullah."
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
👍3
📑 Pesan Terbaru al-'Allamah al-Muhaddits al-Walid Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullah- : Agar mencurahkan Perhatian Terhadap Dakwah dengan Penuh Hikmah dan Pengajaran Yang Baik
🚉 Asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari - hafizhahullah - berkata,
🌾 "Dengan karunia dari Allah Ta'ala semata, saya mendapat kehormatan pada malam hari ini, dapat mengunjungi Samahatu Syaikhina al-'Allamah al-Muhaddits al-Walid Rabi' bin Hadi al-Madkhali - semoga Allah menjadikan keberadaan beliau sebagai keberkahan -.
🌅 Alhamdulillah, beliau dalam keadaan baik dan sehat.
🥦 Saya menyampaikan kepada beliau salam orang-orang yang telah menanyakan (kepada saya, pen.) tentang kondisi beliau; maka beliau pun berwasiat kepada saya agar menyampaikan salam beliau kepada semuanya dan beliau berharap dari mereka agar mencurahkan perhatian terhadap dakwah kepada jalan Allah, dengan penuh hikmah dan pengajaran yang baik."
قال الشيخ العلامة عبد الله بن عبد الرحيم البخاري حفظه الله:
بفضلٍ من الله تعالى تشرّفتُ هذه الليلة بزيارة سماحة شيخنا العلّامة المُحدّث الوالد ربيع بن هادي المدخلي متّع الله به،وهو في خير وصحّةٍ بحمد الله، وبلغتُه سلامَ مَن سأل عنه؛ فأوصاني بتبليغ سلامه على الجميع،ورغب منهم العناية بالدّعوة إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة.
📟 Sumber: @dr_albukhary (12 Juli 2021 jam 3:51) - bertepatan dengan 2 Dzulhijjah 1442 H, ed
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🚉 Asy-Syaikh al-'Allamah Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari - hafizhahullah - berkata,
🌾 "Dengan karunia dari Allah Ta'ala semata, saya mendapat kehormatan pada malam hari ini, dapat mengunjungi Samahatu Syaikhina al-'Allamah al-Muhaddits al-Walid Rabi' bin Hadi al-Madkhali - semoga Allah menjadikan keberadaan beliau sebagai keberkahan -.
🌅 Alhamdulillah, beliau dalam keadaan baik dan sehat.
🥦 Saya menyampaikan kepada beliau salam orang-orang yang telah menanyakan (kepada saya, pen.) tentang kondisi beliau; maka beliau pun berwasiat kepada saya agar menyampaikan salam beliau kepada semuanya dan beliau berharap dari mereka agar mencurahkan perhatian terhadap dakwah kepada jalan Allah, dengan penuh hikmah dan pengajaran yang baik."
قال الشيخ العلامة عبد الله بن عبد الرحيم البخاري حفظه الله:
بفضلٍ من الله تعالى تشرّفتُ هذه الليلة بزيارة سماحة شيخنا العلّامة المُحدّث الوالد ربيع بن هادي المدخلي متّع الله به،وهو في خير وصحّةٍ بحمد الله، وبلغتُه سلامَ مَن سأل عنه؛ فأوصاني بتبليغ سلامه على الجميع،ورغب منهم العناية بالدّعوة إلى الله بالحكمة والموعظة الحسنة.
📟 Sumber: @dr_albukhary (12 Juli 2021 jam 3:51) - bertepatan dengan 2 Dzulhijjah 1442 H, ed
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
Telegram
Manhajul Anbiya
الدعوة إلى الله على بصيرة
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian
Dakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah
Admin:
Ustadz Muhammad Baraja,
Abu Sumayyah Firman
Pembina:
Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc,
Ustadz Ahmad Alfian