🇮🇷⛔ KELOMPOK SYIAH "HIZBULLAH" ADALAH ORGANISASI TERORIS YANG SANGAT BERBAHAYA!
📅 "Maret 2016 lalu, negara-negara kawasan Teluk berkumpul di Ibukota Mesir, Kairo. Negara-negara Teluk, yang tergabung dalam kelompok Liga Arab, menyepakati keputusan yang menetapkan bahwa kelompok Syiah yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, merupakan ORGANISASI TERORIS.
⚠❎ Negara-negara Arab sepakat pula untuk MENGUTUK INTERVENSI IRAN terhadap negara-negara Arab. Keputusan Liga Arab ini didasari fakta di lapangan adanya persekongkolan jahat antara Pasukan Pengawal Revolusi Iran dengan Hizbullah. Kedua kelompok tersebut membiayai dan melatih kaum teroris di negara Bahrain."
..........................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syfruddin, hal. 5
#syiah #teroris #hizbullah #ligaarab
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📅 "Maret 2016 lalu, negara-negara kawasan Teluk berkumpul di Ibukota Mesir, Kairo. Negara-negara Teluk, yang tergabung dalam kelompok Liga Arab, menyepakati keputusan yang menetapkan bahwa kelompok Syiah yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, merupakan ORGANISASI TERORIS.
⚠❎ Negara-negara Arab sepakat pula untuk MENGUTUK INTERVENSI IRAN terhadap negara-negara Arab. Keputusan Liga Arab ini didasari fakta di lapangan adanya persekongkolan jahat antara Pasukan Pengawal Revolusi Iran dengan Hizbullah. Kedua kelompok tersebut membiayai dan melatih kaum teroris di negara Bahrain."
..........................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syfruddin, hal. 5
#syiah #teroris #hizbullah #ligaarab
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳🛍 ETIKA-ETIKA PEMBAWA AL-QUR'AN
Karena mulianya al-Qur’an dan tingginya kedudukan orang yang membawanya maka sudah sepantasnya bagi para pembawa al-Qur’an untuk mengetahui adab-adab yang sesuai dengan kedudukannya.
📑 Di antara adab-adab tersebut adalah:
1⃣ Selalu menjaga keikhlasan hati dan hanya mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla ketika ia membaca al-Qur’an atau menghafalnya. Tiada ambisi keduniawian di saat membacanya baik berupa pujian, harta, kepemimpinan, kedudukan di mata manusia, atau merasa tinggi di sisi rekan-rekannya.
2⃣ Hendaknya waspada dari sikap sombong dan bangga diri di saat banyak manusia yang belajar kepadanya. Demikian pula waspada dari sikap iri dan tidak suka jika ada orang belajar al-Qur’an dari selain dia.
⛵ Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan, “Aku ingin bila manusia itu mempelajari ilmu ini—yakni ilmu dan kitab-kitabnya—lalu tidak disandarkan kepadaku satu huruf pun darinya.”
3⃣ Menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan perangai yang diridhai, seperti sifat zuhud (tidak ada ketergantungan) terhadap dunia, dermawan, wajah yang murah senyum, sabar, tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu, menjaga diri dari menggeluti usaha yang tidak mulia, khusyuk dan rendah hati, serta menjauhkan diri dari (banyak) tertawa dan sering bercanda.
4⃣ Menjaga kebersihan badan dengan menghilangkan kotoran yang melekat dan hal-hal yang diperintahkan oleh syariat untuk dibersihkan dari tubuh seperti memangkas kumis, memotong kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak sedap.
5⃣ Waspada dari sifat iri dengki, riya, bangga diri, dan dari sikap merendahkan orang lain meskipun orang tersebut kedudukannya di bawahnya.
6⃣ Mempraktikkan hadits-hadits yang datang tentang (keutamaan) bertasbih, bertahlil, dan yang lainnya dari wirid-wirid dan doa.
7⃣ Selalu merasa diawasi oleh Allah ‘azza wa jalla baik di saat sepi maupun di hadapan orang lain, serta selalu bersandar (bertawakal) kepada Allah ‘azza wa jalla dalam setiap urusannya. (lihat Adab Hamatil Qur’an, al-Imam an-Nawawi hlm. 50—54)
8⃣ Tidak pantas pembawa al-Qur’an untuk memiliki perangai yang kaku, sikap masa bodoh, suka berteriak-teriak, dan gampang marah.
🌼 Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Seyogianya orang yang membawa al-Qur’an dikenal (ketaatannya) di malam hari saat manusia tidur, dan dikenal (puasanya) di siang hari saat manusia tidak berpuasa, dikenal kesedihannya (karena memikirkan dirinya) saat manusia bersuka ria, diketahui sedang menangis saat manusia sedang tertawa-tawa, diketahui bersikap diam (berbicara seperlunya) saat manusia tenggelam dalam pembicaraan, dan dikenal khusyuk saat manusia memiliki sikap angkuh.”
💐 Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Pembawa al-Qur’an adalah pembawa panji-panji Islam. Ia tidak pantas berkata-kata yang sia-sia dan tidak pantas untuk lalai dan bermain-main bersama orang yang lalai dan bermain-main karena mengagungkan Allah ‘azza wa jalla.”
9⃣ Tidak pantas bagi pembawa al-Qur’an untuk meletakkan kebutuhannya kepada orang lain. Semestinya, manusialah yang menaruh kebutuhan mereka kepadanya. (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin 66)
.............................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67 - 68
#adab #etika #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Karena mulianya al-Qur’an dan tingginya kedudukan orang yang membawanya maka sudah sepantasnya bagi para pembawa al-Qur’an untuk mengetahui adab-adab yang sesuai dengan kedudukannya.
📑 Di antara adab-adab tersebut adalah:
1⃣ Selalu menjaga keikhlasan hati dan hanya mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla ketika ia membaca al-Qur’an atau menghafalnya. Tiada ambisi keduniawian di saat membacanya baik berupa pujian, harta, kepemimpinan, kedudukan di mata manusia, atau merasa tinggi di sisi rekan-rekannya.
2⃣ Hendaknya waspada dari sikap sombong dan bangga diri di saat banyak manusia yang belajar kepadanya. Demikian pula waspada dari sikap iri dan tidak suka jika ada orang belajar al-Qur’an dari selain dia.
⛵ Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan, “Aku ingin bila manusia itu mempelajari ilmu ini—yakni ilmu dan kitab-kitabnya—lalu tidak disandarkan kepadaku satu huruf pun darinya.”
3⃣ Menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan perangai yang diridhai, seperti sifat zuhud (tidak ada ketergantungan) terhadap dunia, dermawan, wajah yang murah senyum, sabar, tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu, menjaga diri dari menggeluti usaha yang tidak mulia, khusyuk dan rendah hati, serta menjauhkan diri dari (banyak) tertawa dan sering bercanda.
4⃣ Menjaga kebersihan badan dengan menghilangkan kotoran yang melekat dan hal-hal yang diperintahkan oleh syariat untuk dibersihkan dari tubuh seperti memangkas kumis, memotong kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak sedap.
5⃣ Waspada dari sifat iri dengki, riya, bangga diri, dan dari sikap merendahkan orang lain meskipun orang tersebut kedudukannya di bawahnya.
6⃣ Mempraktikkan hadits-hadits yang datang tentang (keutamaan) bertasbih, bertahlil, dan yang lainnya dari wirid-wirid dan doa.
7⃣ Selalu merasa diawasi oleh Allah ‘azza wa jalla baik di saat sepi maupun di hadapan orang lain, serta selalu bersandar (bertawakal) kepada Allah ‘azza wa jalla dalam setiap urusannya. (lihat Adab Hamatil Qur’an, al-Imam an-Nawawi hlm. 50—54)
8⃣ Tidak pantas pembawa al-Qur’an untuk memiliki perangai yang kaku, sikap masa bodoh, suka berteriak-teriak, dan gampang marah.
🌼 Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Seyogianya orang yang membawa al-Qur’an dikenal (ketaatannya) di malam hari saat manusia tidur, dan dikenal (puasanya) di siang hari saat manusia tidak berpuasa, dikenal kesedihannya (karena memikirkan dirinya) saat manusia bersuka ria, diketahui sedang menangis saat manusia sedang tertawa-tawa, diketahui bersikap diam (berbicara seperlunya) saat manusia tenggelam dalam pembicaraan, dan dikenal khusyuk saat manusia memiliki sikap angkuh.”
💐 Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Pembawa al-Qur’an adalah pembawa panji-panji Islam. Ia tidak pantas berkata-kata yang sia-sia dan tidak pantas untuk lalai dan bermain-main bersama orang yang lalai dan bermain-main karena mengagungkan Allah ‘azza wa jalla.”
9⃣ Tidak pantas bagi pembawa al-Qur’an untuk meletakkan kebutuhannya kepada orang lain. Semestinya, manusialah yang menaruh kebutuhan mereka kepadanya. (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin 66)
.............................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67 - 68
#adab #etika #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🔑🌙📚 MACAM-MACAM PEMBAWA AL-QUR'AN
🌳 Membaca al-Qur’an termasuk sebaik-baik zikir dan para pembawanya tergolong manusia yang terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” ( HR. al-Bukhari dari sahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu)
🚇 Akan tetapi untuk mendapatkan predikat sebaik-baik manusia tidak cukup hanya membaca dan mempelajarinya, tentu di sana ada persyaratan yang lain seperti ikhlas dan mengamalkan isi kandungannya.
📝 Berikut ini macam-macam pembawa al-Qur’an.
1⃣ Orang yang membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah membaca al-Qur’an dengan memahami ayat-ayatnya serta mengamalkannya. Berita-beritanya ia percayai, segala perintahnya ia laksanakan dan semua larangannya ia tinggalkan. Ia lakukan semua ini karena mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla.
✅ Orang seperti ini tergolong manusia terbaik. Ia mulia di hadapan Allah ‘azza wa jalla dan terhormat di tengah-tengah manusia.
2⃣ Orang yang menegakkan huruf-hurufnya, yakni ia membaca al-Qur’an sesuai dengan kaidah bacaannya, namun tidak menegakkan hukum-hukum al-Qur’an.
👎🏻 Ini jenis orang yang merugi, kelak al-Qur’an akan menjadi penghujat atasnya.
3⃣ Orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai jembatan untuk meraih pengakuan di mata manusia dan untuk menggapai posisi duniawi.
Ia tidak memuliakan al-Qur’an sebagaimana mestinya. Yang halal tidak dihalalkan dan yang haram tidak diharamkan.
❎ Orang seperti ini tak ada bedanya dengan orang yang bodoh.
4⃣ 📛 Orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai tangga untuk mendapatkan pekerjaan yang rendah, seperti seorang menghafal al-Qur’an agar kelak disewa pada banyak kesempatan. Tujuannya, ia bisa mendapatkan uang/materi darinya.
💨 Misalnya, ia disewa untuk membaca al-Qur’an pada acara-acara kematian dan di sisi kuburan. Seperti inilah bagiannya dari menghafal al-Qur’an. Apabila kita lihat akhlak kesehariannya, sangat bertolak belakang dari petunjuk al-Qur’an.
#pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌳 Membaca al-Qur’an termasuk sebaik-baik zikir dan para pembawanya tergolong manusia yang terbaik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” ( HR. al-Bukhari dari sahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu)
🚇 Akan tetapi untuk mendapatkan predikat sebaik-baik manusia tidak cukup hanya membaca dan mempelajarinya, tentu di sana ada persyaratan yang lain seperti ikhlas dan mengamalkan isi kandungannya.
📝 Berikut ini macam-macam pembawa al-Qur’an.
1⃣ Orang yang membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah membaca al-Qur’an dengan memahami ayat-ayatnya serta mengamalkannya. Berita-beritanya ia percayai, segala perintahnya ia laksanakan dan semua larangannya ia tinggalkan. Ia lakukan semua ini karena mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla.
✅ Orang seperti ini tergolong manusia terbaik. Ia mulia di hadapan Allah ‘azza wa jalla dan terhormat di tengah-tengah manusia.
2⃣ Orang yang menegakkan huruf-hurufnya, yakni ia membaca al-Qur’an sesuai dengan kaidah bacaannya, namun tidak menegakkan hukum-hukum al-Qur’an.
👎🏻 Ini jenis orang yang merugi, kelak al-Qur’an akan menjadi penghujat atasnya.
3⃣ Orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai jembatan untuk meraih pengakuan di mata manusia dan untuk menggapai posisi duniawi.
Ia tidak memuliakan al-Qur’an sebagaimana mestinya. Yang halal tidak dihalalkan dan yang haram tidak diharamkan.
❎ Orang seperti ini tak ada bedanya dengan orang yang bodoh.
4⃣ 📛 Orang yang menjadikan al-Qur’an sebagai tangga untuk mendapatkan pekerjaan yang rendah, seperti seorang menghafal al-Qur’an agar kelak disewa pada banyak kesempatan. Tujuannya, ia bisa mendapatkan uang/materi darinya.
💨 Misalnya, ia disewa untuk membaca al-Qur’an pada acara-acara kematian dan di sisi kuburan. Seperti inilah bagiannya dari menghafal al-Qur’an. Apabila kita lihat akhlak kesehariannya, sangat bertolak belakang dari petunjuk al-Qur’an.
#pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙🛍 BEBERAPA ADAB SAAT MEMBACA AL-QUR'AN
1⃣ Bila seorang ingin membaca al-Qur’an seyogianya untuk membersihkan mulutnya dengan siwak atau semisalnya.
2⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan suci dan seandainya seorang membaca dalam keadaan berhadats maka boleh menurut kesepakatan (ulama) kaum muslimin.
3⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid.
4⃣ Bagus kiranya orang yang membaca al-Qur’an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat dan duduk dengan tenang. Akan tetapi, boleh juga membaca dengan berdiri ataupun berbaring karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca al-Qur’an dan kepala beliau pada pangkuan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. ( al-Bukhari)
5⃣ Ketika akan membaca al-Qur’an membaca ta’awudz.
6⃣ Ketika membaca hendaklah ia tenang dan memahami isi kandungannya, karena seperti inilah tujuan al-Qur’an diturunkan. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Maka apakah mereka tidak memahami (isi kandungan) al-Qur’an?!” (Muhammad: 24)
7⃣ Disunnahkan bila melewati ayat tentang rahmat (kasih sayang Allah ‘azza wa jalla) untuk meminta rahmat dan bila melewati ayat azab ia meminta perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Shahih Muslim dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, lihat at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, karya an-Nawawi)
#adab #membaca #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 68.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1⃣ Bila seorang ingin membaca al-Qur’an seyogianya untuk membersihkan mulutnya dengan siwak atau semisalnya.
2⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan suci dan seandainya seorang membaca dalam keadaan berhadats maka boleh menurut kesepakatan (ulama) kaum muslimin.
3⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid.
4⃣ Bagus kiranya orang yang membaca al-Qur’an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat dan duduk dengan tenang. Akan tetapi, boleh juga membaca dengan berdiri ataupun berbaring karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca al-Qur’an dan kepala beliau pada pangkuan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. ( al-Bukhari)
5⃣ Ketika akan membaca al-Qur’an membaca ta’awudz.
6⃣ Ketika membaca hendaklah ia tenang dan memahami isi kandungannya, karena seperti inilah tujuan al-Qur’an diturunkan. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Maka apakah mereka tidak memahami (isi kandungan) al-Qur’an?!” (Muhammad: 24)
7⃣ Disunnahkan bila melewati ayat tentang rahmat (kasih sayang Allah ‘azza wa jalla) untuk meminta rahmat dan bila melewati ayat azab ia meminta perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Shahih Muslim dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, lihat at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, karya an-Nawawi)
#adab #membaca #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 68.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📛🚇 DUNIA ISLAM MENGECAM IRAN DAN KELOMPOK "HIZBULLAH"
"Pada 10 - 15 April 2016, negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersidang di Istanbul, Turki. Hasil sidang organisasi yang beranggotakan 57 negara ini menyebutkan bahwa kelompok Hizbullah adalah kelompok teroris.
🎯 Selain itu, negara-negara yang tergabung OKI itu pun mengutuk aksi teroris Hizbullah di negara Bahrain, Yaman, Surih, dan Kuwait. Keputusan lainnya dari sudang OKI, menolak campur tangan negara Syiah Iran dalam urusan dalam negeri negara-negara Timur Tengah. OKI juga menyesalkan serangan terhadap Kedutaan dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan Mashad oleh pengunjuk rasa Syiah Iran pada Januari 2016.
🚉Para pemimpin negara yang tergabung dalam Liga Arab maupun OKI tentu bukan sekadar mengeluarkan pernyataan. Para pemimpin negara tersebut telah mempertimbangkan segala sesuatunya terkait keputusan yang ditetapkan. Termasuk mempertimbangkan sikap Iran dan Irak yang menganut pemahaman Syiah."
..........................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syfruddin, hal. 5
#syiah #teroris #hizbullah #ligaarab #OKI
#iran #teheran #irak
#arabsaudi #saudiarabia
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Pada 10 - 15 April 2016, negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersidang di Istanbul, Turki. Hasil sidang organisasi yang beranggotakan 57 negara ini menyebutkan bahwa kelompok Hizbullah adalah kelompok teroris.
🎯 Selain itu, negara-negara yang tergabung OKI itu pun mengutuk aksi teroris Hizbullah di negara Bahrain, Yaman, Surih, dan Kuwait. Keputusan lainnya dari sudang OKI, menolak campur tangan negara Syiah Iran dalam urusan dalam negeri negara-negara Timur Tengah. OKI juga menyesalkan serangan terhadap Kedutaan dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan Mashad oleh pengunjuk rasa Syiah Iran pada Januari 2016.
🚉Para pemimpin negara yang tergabung dalam Liga Arab maupun OKI tentu bukan sekadar mengeluarkan pernyataan. Para pemimpin negara tersebut telah mempertimbangkan segala sesuatunya terkait keputusan yang ditetapkan. Termasuk mempertimbangkan sikap Iran dan Irak yang menganut pemahaman Syiah."
..........................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syfruddin, hal. 5
#syiah #teroris #hizbullah #ligaarab #OKI
#iran #teheran #irak
#arabsaudi #saudiarabia
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍊🇮🇩 KUNCI KEAMANAN DAN KEBERKAHAN
🌅 Al-Qur'an mengabarkan bahwa kunci keamanan dan keberkahan sebuah negeri adalah
🍒 iman dan takwa,
🍒 mentauhidkan Allah subhanahu wata'alah dan menjauhi kesyirikan.
Allah subhanahu wata'alah berfirman,
وَلَو أَنَّ أَهلَ القُرىٰ آمَنوا وَاتَّقَوا لَفَتَحنا عَلَيهِم بَرَكاتٍ مِنَ السَّماءِ وَالأَرضِ وَلٰكِن كَذَّبوا فَأَخَذناهُم بِما كانوا يَكسِبونَ
"Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (al-A'raf: 96)
الَّذينَ آمَنوا وَلَم يَلبِسوا إيمانَهُم بِظُلمٍ أُولٰئِكَ لَهُمُ الأَمنُ وَهُم مُهتَدونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-An’am:82)
................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 13
#keamanan #keberkahan
#tauhid #iman #takwa #taqwa
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🌅 Al-Qur'an mengabarkan bahwa kunci keamanan dan keberkahan sebuah negeri adalah
🍒 iman dan takwa,
🍒 mentauhidkan Allah subhanahu wata'alah dan menjauhi kesyirikan.
Allah subhanahu wata'alah berfirman,
وَلَو أَنَّ أَهلَ القُرىٰ آمَنوا وَاتَّقَوا لَفَتَحنا عَلَيهِم بَرَكاتٍ مِنَ السَّماءِ وَالأَرضِ وَلٰكِن كَذَّبوا فَأَخَذناهُم بِما كانوا يَكسِبونَ
"Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (al-A'raf: 96)
الَّذينَ آمَنوا وَلَم يَلبِسوا إيمانَهُم بِظُلمٍ أُولٰئِكَ لَهُمُ الأَمنُ وَهُم مُهتَدونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-An’am:82)
................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 13
#keamanan #keberkahan
#tauhid #iman #takwa #taqwa
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🍋🚇 KAPAN KEAMANAN AKAN TERCABUT DARI SEBUAH NEGERI?
⚠ "Ketika sebuah negeri jauh dari tauhid, jauh dari keimanan dan takwa, bahkan diliputi kesyirikan, ketika itu keamanan akan dicabut sesuai kadar kemaksiatan mereka."
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 13
#keamanan #keberkahan
#tauhid #iman #takwa #taqwa
#syirik #maksiat
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
⚠ "Ketika sebuah negeri jauh dari tauhid, jauh dari keimanan dan takwa, bahkan diliputi kesyirikan, ketika itu keamanan akan dicabut sesuai kadar kemaksiatan mereka."
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 13
#keamanan #keberkahan
#tauhid #iman #takwa #taqwa
#syirik #maksiat
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🛳🌹 PEGANG TEGUHLAH ISLAM, WASPADA DARI MAKAR MUSUH
🎯🍂 Musuh-musuh Islam, terutama Ahlul Kitab – Yahudi dan Nasrani – memahami bahwa untuk cara menguasai dan dan merusak negeri Islam adalah dengan menjauhkan penduduknya dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala sisinya, akidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan adab.
⚡ Mereka berusaha keras agar umat Islam mau mengikuti langkah-langkah mereka. Allah subhanahu wata’ala telah menyebutkan dalam firman-Nya,
وَلَن تَرضىٰ عَنكَ اليَهودُ وَلَا النَّصارىٰ حَتّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم ۗ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (al-Baqarah: 120)
#berpegangteguh #aqidah #ibadah #islam
#yahudi #nashara #ahlulkitab
#majalah_asysyariah
.......................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 14 dan 17
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🎯🍂 Musuh-musuh Islam, terutama Ahlul Kitab – Yahudi dan Nasrani – memahami bahwa untuk cara menguasai dan dan merusak negeri Islam adalah dengan menjauhkan penduduknya dari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala sisinya, akidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan adab.
⚡ Mereka berusaha keras agar umat Islam mau mengikuti langkah-langkah mereka. Allah subhanahu wata’ala telah menyebutkan dalam firman-Nya,
وَلَن تَرضىٰ عَنكَ اليَهودُ وَلَا النَّصارىٰ حَتّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم ۗ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (al-Baqarah: 120)
#berpegangteguh #aqidah #ibadah #islam
#yahudi #nashara #ahlulkitab
#majalah_asysyariah
.......................................
📇 dari Majalah "asy-Asyari'ah | No. 114/X/1437 H / 2016 M | al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc hal. 14 dan 17
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~