📚📝 PENDIDIKAN YANG BAIK KEPADA ANAK-ANAK, LEBIH BAIK DARIPADA HARTA
al-'Allamah 'Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah berkata,
🌾 "Adab-adab yang indah, itu lebih baik untuk anak-anak, sekarang maupun masa yang akan datang, daripada pemberian emas dan perak kepada mereka."
📚 Bahjah Qulub al-Abrar, 197
قال العلامـة عبد الرحمن السعدي :
فالآداب الحسنة خيرٌ للأولاد حالاً ومآلاً من إعطائهم الذهب والفضة .
[ بهجة قلوب الأبرار (١٩٧)]
#adab #tarbiyah #tarbiyatulaulad #pendidikan #anak
#asSadi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
al-'Allamah 'Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah berkata,
🌾 "Adab-adab yang indah, itu lebih baik untuk anak-anak, sekarang maupun masa yang akan datang, daripada pemberian emas dan perak kepada mereka."
📚 Bahjah Qulub al-Abrar, 197
قال العلامـة عبد الرحمن السعدي :
فالآداب الحسنة خيرٌ للأولاد حالاً ومآلاً من إعطائهم الذهب والفضة .
[ بهجة قلوب الأبرار (١٩٧)]
#adab #tarbiyah #tarbiyatulaulad #pendidikan #anak
#asSadi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌺🌙 PENTINGNYA ADAB, SIKAP TENANG, DAN TAK TERBURU-BURU
Al-'Allamah Muhammad Amaan al-Jaami rahimahullah berkata,
🛳🌳 "Adab, tenang, dan pelan-pelan akan menambah wibawa dan kekokohan pada seseorang.
Sebaliknya terburu-buru bisa menyebabkan seseorang dianggap remeh (tak berwibawa) di mata manusia."
📚 Qurratu 'Uyun al-Muwahhidin, 19
ق العلامة الجامي :
الأدب والأناة والتريث تزيد الرجل مهابة وثباتا ، والعجلة قد تجعل الرجل يُستخف في عين الناس .
قرة عيون الموحدين : (19)
Lihat Tweet @fzmhm12121: https://twitter.com/fzmhm12121/status/822129857681297408?s=09
#adab #wibawa #tenang
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
Al-'Allamah Muhammad Amaan al-Jaami rahimahullah berkata,
🛳🌳 "Adab, tenang, dan pelan-pelan akan menambah wibawa dan kekokohan pada seseorang.
Sebaliknya terburu-buru bisa menyebabkan seseorang dianggap remeh (tak berwibawa) di mata manusia."
📚 Qurratu 'Uyun al-Muwahhidin, 19
ق العلامة الجامي :
الأدب والأناة والتريث تزيد الرجل مهابة وثباتا ، والعجلة قد تجعل الرجل يُستخف في عين الناس .
قرة عيون الموحدين : (19)
Lihat Tweet @fzmhm12121: https://twitter.com/fzmhm12121/status/822129857681297408?s=09
#adab #wibawa #tenang
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
فواز بن علي المدخلي
ق العلامة الجامي : *الأدب والأناة والتريث تزيد الرجل مهابة وثباتا ، والعجلة قد تجعل الرجل يُستخف في عين الناس .* قرة عيون الموحدين : (19)
👍1
⛵🌙 SIKAP TERHADAP SEORANG BERTAQWA, SHALIH, DAN JUJUR
✍🏻 al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🌿 "Apabila seseorang dikenal sebagai orang yang bertaqwa, shalih, dan jujur serta senantiasa mencari kebenaran; kemudian dia melakukan kesalahan, maka dia mendapatkan pahala. Lalu dijelaskan kesalahan dia dengan cara yang sopan (beradab)."
📕 Fatawa 14/250
📌قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :
🖋فإذا عُرف الإنسان بالتقوى والصلاح
والصدق والبحث عن الحق ثم أخطأ
هذا مأجور ويُبين خطؤه بأدب ...
📕فتاواه ١٤-٢٧٥
#taqwa #shalih #jujur #adab #rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
✍🏻 al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,
🌿 "Apabila seseorang dikenal sebagai orang yang bertaqwa, shalih, dan jujur serta senantiasa mencari kebenaran; kemudian dia melakukan kesalahan, maka dia mendapatkan pahala. Lalu dijelaskan kesalahan dia dengan cara yang sopan (beradab)."
📕 Fatawa 14/250
📌قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله تعالى :
🖋فإذا عُرف الإنسان بالتقوى والصلاح
والصدق والبحث عن الحق ثم أخطأ
هذا مأجور ويُبين خطؤه بأدب ...
📕فتاواه ١٤-٢٧٥
#taqwa #shalih #jujur #adab #rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~
🌳🛍 ETIKA-ETIKA PEMBAWA AL-QUR'AN
Karena mulianya al-Qur’an dan tingginya kedudukan orang yang membawanya maka sudah sepantasnya bagi para pembawa al-Qur’an untuk mengetahui adab-adab yang sesuai dengan kedudukannya.
📑 Di antara adab-adab tersebut adalah:
1⃣ Selalu menjaga keikhlasan hati dan hanya mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla ketika ia membaca al-Qur’an atau menghafalnya. Tiada ambisi keduniawian di saat membacanya baik berupa pujian, harta, kepemimpinan, kedudukan di mata manusia, atau merasa tinggi di sisi rekan-rekannya.
2⃣ Hendaknya waspada dari sikap sombong dan bangga diri di saat banyak manusia yang belajar kepadanya. Demikian pula waspada dari sikap iri dan tidak suka jika ada orang belajar al-Qur’an dari selain dia.
⛵ Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan, “Aku ingin bila manusia itu mempelajari ilmu ini—yakni ilmu dan kitab-kitabnya—lalu tidak disandarkan kepadaku satu huruf pun darinya.”
3⃣ Menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan perangai yang diridhai, seperti sifat zuhud (tidak ada ketergantungan) terhadap dunia, dermawan, wajah yang murah senyum, sabar, tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu, menjaga diri dari menggeluti usaha yang tidak mulia, khusyuk dan rendah hati, serta menjauhkan diri dari (banyak) tertawa dan sering bercanda.
4⃣ Menjaga kebersihan badan dengan menghilangkan kotoran yang melekat dan hal-hal yang diperintahkan oleh syariat untuk dibersihkan dari tubuh seperti memangkas kumis, memotong kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak sedap.
5⃣ Waspada dari sifat iri dengki, riya, bangga diri, dan dari sikap merendahkan orang lain meskipun orang tersebut kedudukannya di bawahnya.
6⃣ Mempraktikkan hadits-hadits yang datang tentang (keutamaan) bertasbih, bertahlil, dan yang lainnya dari wirid-wirid dan doa.
7⃣ Selalu merasa diawasi oleh Allah ‘azza wa jalla baik di saat sepi maupun di hadapan orang lain, serta selalu bersandar (bertawakal) kepada Allah ‘azza wa jalla dalam setiap urusannya. (lihat Adab Hamatil Qur’an, al-Imam an-Nawawi hlm. 50—54)
8⃣ Tidak pantas pembawa al-Qur’an untuk memiliki perangai yang kaku, sikap masa bodoh, suka berteriak-teriak, dan gampang marah.
🌼 Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Seyogianya orang yang membawa al-Qur’an dikenal (ketaatannya) di malam hari saat manusia tidur, dan dikenal (puasanya) di siang hari saat manusia tidak berpuasa, dikenal kesedihannya (karena memikirkan dirinya) saat manusia bersuka ria, diketahui sedang menangis saat manusia sedang tertawa-tawa, diketahui bersikap diam (berbicara seperlunya) saat manusia tenggelam dalam pembicaraan, dan dikenal khusyuk saat manusia memiliki sikap angkuh.”
💐 Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Pembawa al-Qur’an adalah pembawa panji-panji Islam. Ia tidak pantas berkata-kata yang sia-sia dan tidak pantas untuk lalai dan bermain-main bersama orang yang lalai dan bermain-main karena mengagungkan Allah ‘azza wa jalla.”
9⃣ Tidak pantas bagi pembawa al-Qur’an untuk meletakkan kebutuhannya kepada orang lain. Semestinya, manusialah yang menaruh kebutuhan mereka kepadanya. (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin 66)
.............................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67 - 68
#adab #etika #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Karena mulianya al-Qur’an dan tingginya kedudukan orang yang membawanya maka sudah sepantasnya bagi para pembawa al-Qur’an untuk mengetahui adab-adab yang sesuai dengan kedudukannya.
📑 Di antara adab-adab tersebut adalah:
1⃣ Selalu menjaga keikhlasan hati dan hanya mengharap ridha Allah ‘azza wa jalla ketika ia membaca al-Qur’an atau menghafalnya. Tiada ambisi keduniawian di saat membacanya baik berupa pujian, harta, kepemimpinan, kedudukan di mata manusia, atau merasa tinggi di sisi rekan-rekannya.
2⃣ Hendaknya waspada dari sikap sombong dan bangga diri di saat banyak manusia yang belajar kepadanya. Demikian pula waspada dari sikap iri dan tidak suka jika ada orang belajar al-Qur’an dari selain dia.
⛵ Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan, “Aku ingin bila manusia itu mempelajari ilmu ini—yakni ilmu dan kitab-kitabnya—lalu tidak disandarkan kepadaku satu huruf pun darinya.”
3⃣ Menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan perangai yang diridhai, seperti sifat zuhud (tidak ada ketergantungan) terhadap dunia, dermawan, wajah yang murah senyum, sabar, tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu, menjaga diri dari menggeluti usaha yang tidak mulia, khusyuk dan rendah hati, serta menjauhkan diri dari (banyak) tertawa dan sering bercanda.
4⃣ Menjaga kebersihan badan dengan menghilangkan kotoran yang melekat dan hal-hal yang diperintahkan oleh syariat untuk dibersihkan dari tubuh seperti memangkas kumis, memotong kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak sedap.
5⃣ Waspada dari sifat iri dengki, riya, bangga diri, dan dari sikap merendahkan orang lain meskipun orang tersebut kedudukannya di bawahnya.
6⃣ Mempraktikkan hadits-hadits yang datang tentang (keutamaan) bertasbih, bertahlil, dan yang lainnya dari wirid-wirid dan doa.
7⃣ Selalu merasa diawasi oleh Allah ‘azza wa jalla baik di saat sepi maupun di hadapan orang lain, serta selalu bersandar (bertawakal) kepada Allah ‘azza wa jalla dalam setiap urusannya. (lihat Adab Hamatil Qur’an, al-Imam an-Nawawi hlm. 50—54)
8⃣ Tidak pantas pembawa al-Qur’an untuk memiliki perangai yang kaku, sikap masa bodoh, suka berteriak-teriak, dan gampang marah.
🌼 Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Seyogianya orang yang membawa al-Qur’an dikenal (ketaatannya) di malam hari saat manusia tidur, dan dikenal (puasanya) di siang hari saat manusia tidak berpuasa, dikenal kesedihannya (karena memikirkan dirinya) saat manusia bersuka ria, diketahui sedang menangis saat manusia sedang tertawa-tawa, diketahui bersikap diam (berbicara seperlunya) saat manusia tenggelam dalam pembicaraan, dan dikenal khusyuk saat manusia memiliki sikap angkuh.”
💐 Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Pembawa al-Qur’an adalah pembawa panji-panji Islam. Ia tidak pantas berkata-kata yang sia-sia dan tidak pantas untuk lalai dan bermain-main bersama orang yang lalai dan bermain-main karena mengagungkan Allah ‘azza wa jalla.”
9⃣ Tidak pantas bagi pembawa al-Qur’an untuk meletakkan kebutuhannya kepada orang lain. Semestinya, manusialah yang menaruh kebutuhan mereka kepadanya. (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin 66)
.............................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 67 - 68
#adab #etika #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
👍1
🌙🛍 BEBERAPA ADAB SAAT MEMBACA AL-QUR'AN
1⃣ Bila seorang ingin membaca al-Qur’an seyogianya untuk membersihkan mulutnya dengan siwak atau semisalnya.
2⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan suci dan seandainya seorang membaca dalam keadaan berhadats maka boleh menurut kesepakatan (ulama) kaum muslimin.
3⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid.
4⃣ Bagus kiranya orang yang membaca al-Qur’an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat dan duduk dengan tenang. Akan tetapi, boleh juga membaca dengan berdiri ataupun berbaring karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca al-Qur’an dan kepala beliau pada pangkuan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. ( al-Bukhari)
5⃣ Ketika akan membaca al-Qur’an membaca ta’awudz.
6⃣ Ketika membaca hendaklah ia tenang dan memahami isi kandungannya, karena seperti inilah tujuan al-Qur’an diturunkan. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Maka apakah mereka tidak memahami (isi kandungan) al-Qur’an?!” (Muhammad: 24)
7⃣ Disunnahkan bila melewati ayat tentang rahmat (kasih sayang Allah ‘azza wa jalla) untuk meminta rahmat dan bila melewati ayat azab ia meminta perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Shahih Muslim dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, lihat at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, karya an-Nawawi)
#adab #membaca #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 68.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1⃣ Bila seorang ingin membaca al-Qur’an seyogianya untuk membersihkan mulutnya dengan siwak atau semisalnya.
2⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an dalam keadaan suci dan seandainya seorang membaca dalam keadaan berhadats maka boleh menurut kesepakatan (ulama) kaum muslimin.
3⃣ Disunnahkan untuk membaca al-Qur’an di tempat yang bersih seperti masjid.
4⃣ Bagus kiranya orang yang membaca al-Qur’an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat dan duduk dengan tenang. Akan tetapi, boleh juga membaca dengan berdiri ataupun berbaring karena dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca al-Qur’an dan kepala beliau pada pangkuan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. ( al-Bukhari)
5⃣ Ketika akan membaca al-Qur’an membaca ta’awudz.
6⃣ Ketika membaca hendaklah ia tenang dan memahami isi kandungannya, karena seperti inilah tujuan al-Qur’an diturunkan. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Maka apakah mereka tidak memahami (isi kandungan) al-Qur’an?!” (Muhammad: 24)
7⃣ Disunnahkan bila melewati ayat tentang rahmat (kasih sayang Allah ‘azza wa jalla) untuk meminta rahmat dan bila melewati ayat azab ia meminta perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Shahih Muslim dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, lihat at-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, karya an-Nawawi)
#adab #membaca #pembawa_alquran
#majalah_asysyariah
...................................................
📇 dari Majalah "asy-Syari'ah" | No. 99/IX/1435/2014 | al-Ustadz Abdul Mu'thi Sutarman, Lc, hal. 68.
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
🍊⚠ AWAS... ORANG SEPERTI INI BERJALAN DI ATAS KEBINASAAN!!
Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Jika seseorang kosong dari adab, serta berbuat semaunya sendiri, dan tertipu dengan dirinya, maka orang ini berjalan di atas jalan KEBINASAAN."
Dikutip dari kitab adz-Dzari'ah (3/65)
📌 قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله:
"وإذا خلا الإنسان من الأدب ، وركب رأسه واغتر بنفسه ؛
فهذا ماش في طريق الهلاك"
الذريعة" (ج٣ ص٦٥) .
Lihat Tweet @fzmhm12121: https://twitter.com/fzmhm12121/status/830457132071936000?s=08
#adab #binasa
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Jika seseorang kosong dari adab, serta berbuat semaunya sendiri, dan tertipu dengan dirinya, maka orang ini berjalan di atas jalan KEBINASAAN."
Dikutip dari kitab adz-Dzari'ah (3/65)
📌 قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله:
"وإذا خلا الإنسان من الأدب ، وركب رأسه واغتر بنفسه ؛
فهذا ماش في طريق الهلاك"
الذريعة" (ج٣ ص٦٥) .
Lihat Tweet @fzmhm12121: https://twitter.com/fzmhm12121/status/830457132071936000?s=08
#adab #binasa
#rabi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Twitter
فواز بن علي المدخلي
📌 قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله: "وإذا خلا الإنسان من الأدب ، وركب رأسه واغتر بنفسه ؛ فهذا ماش في طريق الهلاك" الذريعة" (ج٣ ص٦٥) .