::
📬 SAFARNYA WANITA TANPA DISERTAI MAHRAM
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9712
#fiqih_wanita #Fikih
Pertanyaan:
Jika seorang wanita melakukan safar (bepergian keluar daerah) dan bersamanya ada beberapa wanita atau seorang wanita saja, maka apakah gugur baginya kewajiban (ditemani) mahram dalam safar pada kondisi ini?"
Jawaban asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah:
"Tidak, tidak gugur. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ إلَّا مَعَ ذِي مَحْرَم.
"Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar kecuali bersama mahramnya."
Yang dimaksud dengan mahram adalah orang laki-laki yang diharamkan menikahi wanita tersebut untuk selama-lamanya. Demikian pula yang dimaksud dengan mahram adalah suami."
Naskah asli dalam Bahasa Arab:
إذا سافرت المرأة ومعها نساء أو معها امرأة واحدة فقط، فهل يسقط عليها المحرم في هذه الحالة؟
نص الإجابة:
لا، لا يسقط. لأن الرسول - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول: "لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر إلا مع ذي محرم."
والمراد بالمحرم الذي تحرم عليه على التأبيد، وكذلك أيضا يراد به الزوج.
Sumber:
https://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=639
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9713
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SAFARNYA WANITA TANPA DISERTAI MAHRAM
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9712
#fiqih_wanita #Fikih
Pertanyaan:
Jika seorang wanita melakukan safar (bepergian keluar daerah) dan bersamanya ada beberapa wanita atau seorang wanita saja, maka apakah gugur baginya kewajiban (ditemani) mahram dalam safar pada kondisi ini?"
Jawaban asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah:
"Tidak, tidak gugur. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ إلَّا مَعَ ذِي مَحْرَم.
"Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar kecuali bersama mahramnya."
Yang dimaksud dengan mahram adalah orang laki-laki yang diharamkan menikahi wanita tersebut untuk selama-lamanya. Demikian pula yang dimaksud dengan mahram adalah suami."
Naskah asli dalam Bahasa Arab:
إذا سافرت المرأة ومعها نساء أو معها امرأة واحدة فقط، فهل يسقط عليها المحرم في هذه الحالة؟
نص الإجابة:
لا، لا يسقط. لأن الرسول - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول: "لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر إلا مع ذي محرم."
والمراد بالمحرم الذي تحرم عليه على التأبيد، وكذلك أيضا يراد به الزوج.
Sumber:
https://muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=639
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9713
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
..
::
📬 SIKAP KERAS ITUPUN SEKARANG TELAH DIARAHKAN KEPADA DA'I-DA'I SUNNAH
Rubrik: #rudud #haddadiyah #manhaj
NASEHAT BERHARGA AL-'ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH
Nasehat ini pada awalnya beliau tujukan secara tertutup kepada Falih al-Harby, salah satu tokoh senior kelompok al-Haddadiyah yang dikenal dengan sifat keras dalam mentahdzir da'i-da'i Ahlussunnah dan kerap menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah-tengah Salafiyin, serta diperparah oleh keberadaan pendukungnya melalui situs-situs majhul menebarkan adu domba dan pencemaran nama baik da'i-da'i sunnah.
Ketika nasehat tertutup ini tidak dihiraukannya, sementara tahdzir dan perpecahan terus dilakukan, maka al-'Allamah Rabi' bin Hadi hafizhahullah menyebarluaskannya melalui beberapa karya tulis beliau agar dapat diambil manfaat dan pelajaran oleh salafiyyin di berbagai negeri. Semoga bermanfaat juga untuk salafiyin di negeri ini.
Berikut ini nasehat berharga beliau:
ولنحذر ما حذر الله ورسوله منه من العنف والشدة والتنفير ولا نجعل ذلك منهجاً
Dan hendaknya kita waspada dari sifat kasar dan keras serta membuat orang lari (dari kebenaran) yang diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan hendaknya tidak menjadikan sifat-sifat tercela tersebut sebagai manhaj (pola bersikap dalam berdakwah).
وقد يلجأ العاقل الحكيم إلى الشدة المشروعة إذا انسدت في وجهه سبل الحكمة والرفق وسبل التيسير فحينها يستعمل الشدة التي يسمح بها الشرع الحكيم ولا يتجاوز ذلك إلى ما يوقعه في الإثم فيكون حكيما في هذا التصرف محموداً عليه عند الله وعند العقلاء.
Mungkin saja seorang yang berakal dan bijak terpaksa menggunakan sikap keras yang dibenarkan dalam syariat jika telah tertutup baginya berbagai cara hikmah dan lembut serta berbagai langkah pemberian kemudahan. Pada saat itulah orang bijak tersebut terpaksa menggunakan sikap keras yang diizinkan oleh syariat (Islam) yang bijak ini dengan tidak melampaui batas yang dapat menyeretnya berbuat dosa. Maka dengan cara yang ditempuhnya itu dia akan menjadi seorang yang bijak dan seorang yang terpuji di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang berakal jernih.
ولكل شيء موضعه وما أوسع مواضع الرفق والحكمة والتيسير فهي الأصل في دعوة الرسل عليهم الصلاة والسلام.
Untuk setiap perkara ada tempatnya. Betapa luasnya penempatan sikap lembut, hikmah dan pemberian kemudahan dalam prinsip dasar dakwah para Rasul 'alaihimush shalatu was salam.
أخي إن الشدة التي نشأت هذه الأيام ليست من السلفية في شيء. والدليل أنها صارت سهاماً مسددة إلى نحور دعاة السنة بحق ويسعى أهلها إلى إسقاط هؤلاء الدعاة وإبعادهم عن ساحة الدعوة بحجة أنهم مميعون وهي حجة إبليسية كاذبة ظالمة ، فصاروا بهذا الأسلوب أكبر عون لخصوم السنة وأهلها على السلفية وأهلها فانتبه للألاعيب والمكايد والدسائس التي يستخدمها خصوم السنة ولاسيما في هذا العصر
Wahai saudaraku, sikap keras yang muncul di hari-hari ini, sungguh bukan bagian dari (dakwah) salafiyah sedikitpun.
Indikasi sikap keras tersebut sebagai anak panah yang dibidikkan ke leher para da'i sunnah yang sejati, yang para pelakunya benar-benar berupaya menjatuhkan nama baik da'i-da'i sunnah tersebut serta berupaya menjauhkan mereka dari medan dakwah, dengan alasan mereka adalah orang-orang yang mumayyi’un (lemah manhajnya). Sungguh itu adalah hujjah iblisiyyah yang dusta dan zalim.
Akhirnya mereka (orang-orang yang bersikap keras) dengan cara seperti ini menjadi penolong terbesar untuk musuh-musuh sunnah dan ahlus sunnah dalam menghadapi (dakwah) salafiyyah dan salafiyyin.
Hendaknya engkau (Falih Al-Harby) waspada dari segala permainan dan tipu daya serta cara-cara yang disusupkan oleh musuh-musuh sunnah khususnya di masa ini.
Sumber:
مجموع كتب ورسائل و فتاوى فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي ج ٩ ص ١٦٢ - ١٦٣
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9714
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 SIKAP KERAS ITUPUN SEKARANG TELAH DIARAHKAN KEPADA DA'I-DA'I SUNNAH
Rubrik: #rudud #haddadiyah #manhaj
NASEHAT BERHARGA AL-'ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH
Nasehat ini pada awalnya beliau tujukan secara tertutup kepada Falih al-Harby, salah satu tokoh senior kelompok al-Haddadiyah yang dikenal dengan sifat keras dalam mentahdzir da'i-da'i Ahlussunnah dan kerap menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah-tengah Salafiyin, serta diperparah oleh keberadaan pendukungnya melalui situs-situs majhul menebarkan adu domba dan pencemaran nama baik da'i-da'i sunnah.
Ketika nasehat tertutup ini tidak dihiraukannya, sementara tahdzir dan perpecahan terus dilakukan, maka al-'Allamah Rabi' bin Hadi hafizhahullah menyebarluaskannya melalui beberapa karya tulis beliau agar dapat diambil manfaat dan pelajaran oleh salafiyyin di berbagai negeri. Semoga bermanfaat juga untuk salafiyin di negeri ini.
Berikut ini nasehat berharga beliau:
ولنحذر ما حذر الله ورسوله منه من العنف والشدة والتنفير ولا نجعل ذلك منهجاً
Dan hendaknya kita waspada dari sifat kasar dan keras serta membuat orang lari (dari kebenaran) yang diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan hendaknya tidak menjadikan sifat-sifat tercela tersebut sebagai manhaj (pola bersikap dalam berdakwah).
وقد يلجأ العاقل الحكيم إلى الشدة المشروعة إذا انسدت في وجهه سبل الحكمة والرفق وسبل التيسير فحينها يستعمل الشدة التي يسمح بها الشرع الحكيم ولا يتجاوز ذلك إلى ما يوقعه في الإثم فيكون حكيما في هذا التصرف محموداً عليه عند الله وعند العقلاء.
Mungkin saja seorang yang berakal dan bijak terpaksa menggunakan sikap keras yang dibenarkan dalam syariat jika telah tertutup baginya berbagai cara hikmah dan lembut serta berbagai langkah pemberian kemudahan. Pada saat itulah orang bijak tersebut terpaksa menggunakan sikap keras yang diizinkan oleh syariat (Islam) yang bijak ini dengan tidak melampaui batas yang dapat menyeretnya berbuat dosa. Maka dengan cara yang ditempuhnya itu dia akan menjadi seorang yang bijak dan seorang yang terpuji di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang berakal jernih.
ولكل شيء موضعه وما أوسع مواضع الرفق والحكمة والتيسير فهي الأصل في دعوة الرسل عليهم الصلاة والسلام.
Untuk setiap perkara ada tempatnya. Betapa luasnya penempatan sikap lembut, hikmah dan pemberian kemudahan dalam prinsip dasar dakwah para Rasul 'alaihimush shalatu was salam.
أخي إن الشدة التي نشأت هذه الأيام ليست من السلفية في شيء. والدليل أنها صارت سهاماً مسددة إلى نحور دعاة السنة بحق ويسعى أهلها إلى إسقاط هؤلاء الدعاة وإبعادهم عن ساحة الدعوة بحجة أنهم مميعون وهي حجة إبليسية كاذبة ظالمة ، فصاروا بهذا الأسلوب أكبر عون لخصوم السنة وأهلها على السلفية وأهلها فانتبه للألاعيب والمكايد والدسائس التي يستخدمها خصوم السنة ولاسيما في هذا العصر
Wahai saudaraku, sikap keras yang muncul di hari-hari ini, sungguh bukan bagian dari (dakwah) salafiyah sedikitpun.
Indikasi sikap keras tersebut sebagai anak panah yang dibidikkan ke leher para da'i sunnah yang sejati, yang para pelakunya benar-benar berupaya menjatuhkan nama baik da'i-da'i sunnah tersebut serta berupaya menjauhkan mereka dari medan dakwah, dengan alasan mereka adalah orang-orang yang mumayyi’un (lemah manhajnya). Sungguh itu adalah hujjah iblisiyyah yang dusta dan zalim.
Akhirnya mereka (orang-orang yang bersikap keras) dengan cara seperti ini menjadi penolong terbesar untuk musuh-musuh sunnah dan ahlus sunnah dalam menghadapi (dakwah) salafiyyah dan salafiyyin.
Hendaknya engkau (Falih Al-Harby) waspada dari segala permainan dan tipu daya serta cara-cara yang disusupkan oleh musuh-musuh sunnah khususnya di masa ini.
Sumber:
مجموع كتب ورسائل و فتاوى فضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي ج ٩ ص ١٦٢ - ١٦٣
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9714
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
📬 SIKAP KERAS ITUPUN SEKARANG TELAH DIARAHKAN KEPADA DA'I-DA'I SUNNAH
Rubrik: #rudud #haddadiyah #manhaj
NASEHAT BERHARGA AL-'ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH
Nasehat ini pada awalnya beliau tujukan secara tertutup kepada Falih al-Harby…
📬 SIKAP KERAS ITUPUN SEKARANG TELAH DIARAHKAN KEPADA DA'I-DA'I SUNNAH
Rubrik: #rudud #haddadiyah #manhaj
NASEHAT BERHARGA AL-'ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH
Nasehat ini pada awalnya beliau tujukan secara tertutup kepada Falih al-Harby…
::
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Pertama
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Sudah menjadi sebuah manhaj dan keyakinan yang terpatri dalam sanubari Ahlussunnah bahwa "Jumlah Mayoritas" bukanlah tolok ukur sebuah kebenaran.
Betapa banyak dalil yang menegaskan manhaj dan keyakinan ini di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah serta perkataan para ulama rabbani.
Namun tak jarang ketika sebuah fitnah terjadi, manhaj dan keyakinan yang sudah terpatri ini menjadi terlupakan, bahkan ditinggalkan.
Bukan karena kejahilan, namun hawa nafsu dan berbagai kepentingan ternyata menjadikan banyak pihak melupakannya, bahkan mendorong mereka untuk bersikap tidak adil dan tidak ilmiah.
Tak luput orang yang pernah dianggap dan diposisikan sebagai orang yang berilmu ‘sekaliber’ Muhammad bin Hadi yang telah menyimpang dan jatuh dalam jerat-jerat manhaj al-Haddadiyah yang ekstrim.
Demikian pula Abul Hasan al-Ma’riby yang kemudian menjadi seorang yang bermanhaj Ikhwanul muslimin, tak urung berhujjah dengan "Jumlah Mayoritas" dalam membela kesalahan dan penyimpangannya.
Demi mengingatkan saudara-saudara kami yang lupa terhadap prinsip penting ini terkhusus di masa fitnah yang sedang berkecamuk, maka berikut ini kami sajikan sebuah ilmu dan nasehat dari salah satu ulama kibar umat yaitu asy-Syaikh al-’Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, dari kitab karya beliau yang berjudul, “al-Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid”, pada bab “Man Haqqaqat Tauhid...”
Beliau rahimahullah berkata,
الخامسة عشرة: ثمرة هذا العلم، وهو عدم الاغترار بالكثرة.. إلخ، فإن الكثرة قد تكون ضُلالاً
"Permasalahan ke Lima Belas :
Buah dari ilmu (hadits) ini adalah tidak tertipu oleh jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas)… dst karena jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas) bisa jadi justru mereka adalah orang-orang yang sesat.
قال الله تعالى: { وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ } [الأنعام: 116]
Allah berfirman yang artinya,
"Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." [al-An’am : 116]
وأيضاً الكثرة من جهة أخرى إذا اغتر الإنسان بكثرة وظن لن يغلب أو أنّه منصور، فهذا أيضاً سبب للخذلان. فالكثرة إن نظرنا إلى أن أكثر أهل الأرض ضلال لا تغتر بهم، فلا تقل: إن الناس على هذا، كيف أنفرد عنهم؟
Juga jumlah yang banyak (mayoritas) -dari sisi lain- jika seseorang tertipu dengannya dan menyangka bahwa dirinya tidak akan terkalahkan atau akan menang (karena merasa mayoritas), maka sungguh ini juga merupakan sebab tertelantarkannya dari pertolongan (Allah).
Maka jumlah (pengikut) yang banyak, jika kita melihat bahwa mayoritas penduduk bumi di atas kesesatan, janganlah Anda tertipu dengan mereka. Maka jangan anda mengatakan “(Mayoritas) manusia berada di atas prinsip ini, bagaimana mungkin saya bersendirian berbeda dengan mereka?!”
كذلك أيضاً لا تغتر بالكثرة إذا كان معك أتباع كثيرون على الحق، فكلام المؤلف له وجهان:
الوجه الأول: أن لا نغتر بكثرة الهالكين فنهلك معهم.
الوجه الثاني: أن لا نغتر بكثرة الناجين فيلحقنا الإعجاب بالنفس وعدم الزهد في القلة، أي أن لا نزهد بالقلة فقد تكون القلة خيراً من الكثرة. اهـــ
Demikian pula, janganlah Anda tertipu dengan jumlah yang banyak ketika bersama Anda ada pengikut yang banyak di atas kebenaran. Maka pernyataan penulis (al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah) ada dua sisi:
⬜️ Sisi Pertama: Janganlah kita tertipu dengan banyaknya jumlah orang-orang yang binasa (pengikut kebatilan), sehingga kita pun ikut binasa bersama mereka.
⬜️ Sisi Kedua: Janganlah kita tertipu dengan banyaknya orang-orang yang selamat (pengikut kebenaran), kemudian sifat ‘Ujub (berbangga diri) menimpa kita, dan janganlah mengabaikan (tidak mempedulikan) jumlah yang sedikit, yakni janganlah kita mengabaikan jumlah (pengikut kebenaran) yang sedikit, karena bisa jadi yang sedikit itu ternyata lebih baik dibanding yang banyak."
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9715
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Pertama
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Sudah menjadi sebuah manhaj dan keyakinan yang terpatri dalam sanubari Ahlussunnah bahwa "Jumlah Mayoritas" bukanlah tolok ukur sebuah kebenaran.
Betapa banyak dalil yang menegaskan manhaj dan keyakinan ini di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah serta perkataan para ulama rabbani.
Namun tak jarang ketika sebuah fitnah terjadi, manhaj dan keyakinan yang sudah terpatri ini menjadi terlupakan, bahkan ditinggalkan.
Bukan karena kejahilan, namun hawa nafsu dan berbagai kepentingan ternyata menjadikan banyak pihak melupakannya, bahkan mendorong mereka untuk bersikap tidak adil dan tidak ilmiah.
Tak luput orang yang pernah dianggap dan diposisikan sebagai orang yang berilmu ‘sekaliber’ Muhammad bin Hadi yang telah menyimpang dan jatuh dalam jerat-jerat manhaj al-Haddadiyah yang ekstrim.
Demikian pula Abul Hasan al-Ma’riby yang kemudian menjadi seorang yang bermanhaj Ikhwanul muslimin, tak urung berhujjah dengan "Jumlah Mayoritas" dalam membela kesalahan dan penyimpangannya.
Demi mengingatkan saudara-saudara kami yang lupa terhadap prinsip penting ini terkhusus di masa fitnah yang sedang berkecamuk, maka berikut ini kami sajikan sebuah ilmu dan nasehat dari salah satu ulama kibar umat yaitu asy-Syaikh al-’Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah, dari kitab karya beliau yang berjudul, “al-Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid”, pada bab “Man Haqqaqat Tauhid...”
Beliau rahimahullah berkata,
الخامسة عشرة: ثمرة هذا العلم، وهو عدم الاغترار بالكثرة.. إلخ، فإن الكثرة قد تكون ضُلالاً
"Permasalahan ke Lima Belas :
Buah dari ilmu (hadits) ini adalah tidak tertipu oleh jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas)… dst karena jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas) bisa jadi justru mereka adalah orang-orang yang sesat.
قال الله تعالى: { وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ } [الأنعام: 116]
Allah berfirman yang artinya,
"Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." [al-An’am : 116]
وأيضاً الكثرة من جهة أخرى إذا اغتر الإنسان بكثرة وظن لن يغلب أو أنّه منصور، فهذا أيضاً سبب للخذلان. فالكثرة إن نظرنا إلى أن أكثر أهل الأرض ضلال لا تغتر بهم، فلا تقل: إن الناس على هذا، كيف أنفرد عنهم؟
Juga jumlah yang banyak (mayoritas) -dari sisi lain- jika seseorang tertipu dengannya dan menyangka bahwa dirinya tidak akan terkalahkan atau akan menang (karena merasa mayoritas), maka sungguh ini juga merupakan sebab tertelantarkannya dari pertolongan (Allah).
Maka jumlah (pengikut) yang banyak, jika kita melihat bahwa mayoritas penduduk bumi di atas kesesatan, janganlah Anda tertipu dengan mereka. Maka jangan anda mengatakan “(Mayoritas) manusia berada di atas prinsip ini, bagaimana mungkin saya bersendirian berbeda dengan mereka?!”
كذلك أيضاً لا تغتر بالكثرة إذا كان معك أتباع كثيرون على الحق، فكلام المؤلف له وجهان:
الوجه الأول: أن لا نغتر بكثرة الهالكين فنهلك معهم.
الوجه الثاني: أن لا نغتر بكثرة الناجين فيلحقنا الإعجاب بالنفس وعدم الزهد في القلة، أي أن لا نزهد بالقلة فقد تكون القلة خيراً من الكثرة. اهـــ
Demikian pula, janganlah Anda tertipu dengan jumlah yang banyak ketika bersama Anda ada pengikut yang banyak di atas kebenaran. Maka pernyataan penulis (al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah) ada dua sisi:
⬜️ Sisi Pertama: Janganlah kita tertipu dengan banyaknya jumlah orang-orang yang binasa (pengikut kebatilan), sehingga kita pun ikut binasa bersama mereka.
⬜️ Sisi Kedua: Janganlah kita tertipu dengan banyaknya orang-orang yang selamat (pengikut kebenaran), kemudian sifat ‘Ujub (berbangga diri) menimpa kita, dan janganlah mengabaikan (tidak mempedulikan) jumlah yang sedikit, yakni janganlah kita mengabaikan jumlah (pengikut kebenaran) yang sedikit, karena bisa jadi yang sedikit itu ternyata lebih baik dibanding yang banyak."
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9715
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Pertama
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Sudah menjadi sebuah manhaj dan keyakinan yang terpatri dalam sanubari Ahlussunnah bahwa "Jumlah Mayoritas" bukanlah tolok ukur sebuah kebenaran.
Betapa…
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Pertama
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Sudah menjadi sebuah manhaj dan keyakinan yang terpatri dalam sanubari Ahlussunnah bahwa "Jumlah Mayoritas" bukanlah tolok ukur sebuah kebenaran.
Betapa…
💐 KABAR GEMBIRA
Daurah Ilmiyah Hafr al-Batin
☀️ Sabtu - Kamis, 22-27 Rabiul Akhir 1443 H / 27 November - 2 Desember 2021 M
Bersama:
💺 Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Radadi
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. 'Izam bin Muhammad asy-Syuwai'ir
💺 Fadhilah asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani hafizhahumullah jami'an
Disiarkan secara langsung oleh:
📻 Radio Miraath 1
📻 Radio Sabilul Anbiya
Turut merelay:
📻 Radio Minhajul Atsar 1
📻 Radio Manhajul Anbiya 1
📻 Channel Manhajul Anbiya
-------------
📝 NB: Relay insyaallah pada jam-jam dars/muhadharah yang tidak terlalu malam menurut WIB
Daurah Ilmiyah Hafr al-Batin
☀️ Sabtu - Kamis, 22-27 Rabiul Akhir 1443 H / 27 November - 2 Desember 2021 M
Bersama:
💺 Fadhilah asy-Syaikh Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. Khalid bin Qasim ar-Radadi
💺 Fadhilah asy-Syaikh DR. 'Izam bin Muhammad asy-Syuwai'ir
💺 Fadhilah asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani hafizhahumullah jami'an
Disiarkan secara langsung oleh:
📻 Radio Miraath 1
📻 Radio Sabilul Anbiya
Turut merelay:
📻 Radio Minhajul Atsar 1
📻 Radio Manhajul Anbiya 1
📻 Channel Manhajul Anbiya
-------------
📝 NB: Relay insyaallah pada jam-jam dars/muhadharah yang tidak terlalu malam menurut WIB
📑 JADWAL DURUS DAURAH HAFR AL-BATHIN 22-27 Rabiul Akhir 1443 H
1️⃣ Bada Shubuh (± jam 9.40 WIB)
Sabtu sampai Kamis
📗 Syarah Manhaj al-Haq fi al-Aqidah wa al-Akhlaq
🎙️ asy-Syaikh DR Abdullah bin Shalfiq hafizhahullah
2️⃣ Bada Zhuhur (± jam 16:10 WIB)
Sabtu sampai Kamis
📕 Syarh al-Arbain fi al-Ahkam (li al-Hafizh al-Mundziri)
🎙️asy-Syaikh DR Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhullah
3️⃣ Ba'da Ashr (± jam 19.05 WIB)
a. Sabtu sampai Senin
📘 Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani
🎙️ asy-Syaikh DR Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
b. Selasa sampai Kamis*"
📙 Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
🎙️ asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani __hafizhahullah__
4️⃣ Bada Magrib (± Jam 21:20 WIB)
Sabtu sampai Kamis**
📒 Syarh Kitab Risalah ila ahli al-Qashim
🎙️ asy-Syaikh DR. 'Azzam bin Muhammad asy-Syuwai'ir hafizhahullah
📝 NB: Jam yang tersebut di atas hanya perkiraan dalam WIB
========
Disiarkan LIVE di:
📟 Radio Utama Miratsul Anbiya: http://miraath.net/radio/1/
📟 Radio Sabilul Anbiya:
http://aldafiri.com/radio
~~~~~~~
Relay di:
📡 Radio Manhajul Anbiya
(dalam aplikasi Radio Syariah)
📡 Radio Minhajul Atsar
Dalam aplikasi RMA
Versi Web di
http://radiosalafy.com/atsar
atau
Download Aplikasi di
https://minhajulatsar.com/radio
📡 Channel Manhajul Anbiya: https://t.me/ManhajulAnbiya?voicechat
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
1️⃣ Bada Shubuh (± jam 9.40 WIB)
Sabtu sampai Kamis
📗 Syarah Manhaj al-Haq fi al-Aqidah wa al-Akhlaq
🎙️ asy-Syaikh DR Abdullah bin Shalfiq hafizhahullah
2️⃣ Bada Zhuhur (± jam 16:10 WIB)
Sabtu sampai Kamis
📕 Syarh al-Arbain fi al-Ahkam (li al-Hafizh al-Mundziri)
🎙️asy-Syaikh DR Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhullah
3️⃣ Ba'da Ashr (± jam 19.05 WIB)
a. Sabtu sampai Senin
📘 Syarh Kitab as-Sunnah li al-Muzani
🎙️ asy-Syaikh DR Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah
b. Selasa sampai Kamis*"
📙 Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
🎙️ asy-Syaikh Ahmad bin Yahya az-Zahrani __hafizhahullah__
4️⃣ Bada Magrib (± Jam 21:20 WIB)
Sabtu sampai Kamis**
📒 Syarh Kitab Risalah ila ahli al-Qashim
🎙️ asy-Syaikh DR. 'Azzam bin Muhammad asy-Syuwai'ir hafizhahullah
📝 NB: Jam yang tersebut di atas hanya perkiraan dalam WIB
========
Disiarkan LIVE di:
📟 Radio Utama Miratsul Anbiya: http://miraath.net/radio/1/
📟 Radio Sabilul Anbiya:
http://aldafiri.com/radio
~~~~~~~
Relay di:
📡 Radio Manhajul Anbiya
(dalam aplikasi Radio Syariah)
📡 Radio Minhajul Atsar
Dalam aplikasi RMA
Versi Web di
http://radiosalafy.com/atsar
atau
Download Aplikasi di
https://minhajulatsar.com/radio
📡 Channel Manhajul Anbiya: https://t.me/ManhajulAnbiya?voicechat
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
miraath.net
إذاعة ميراث الأنبياء
من هنا تسمعون ما يبث في الاذاعة الرئيسية
matnul dawrah_revisi.pdf
12.9 MB
Mutun Daurah Ilmiah "Masjid Jami Amirul Mukminin Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhuma" ke-7
🌿 Hafrul Bathin - Arab Saudi
22-27 Rabiul Akhir 1443 H
meliputi:
1- Syarh as-Sunnah li al-Muzani
2- al-Arbaun fi al-Ahkam li al-Mundziri
3- Risalah Syaikh al-Islam Muhammad bin Abdul Wahhab ila Ahli al-Qashim
4- Manzhumah Manhaj al-Haq fi al-Haq li as-Sa'di
5- Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
🌿 Hafrul Bathin - Arab Saudi
22-27 Rabiul Akhir 1443 H
meliputi:
1- Syarh as-Sunnah li al-Muzani
2- al-Arbaun fi al-Ahkam li al-Mundziri
3- Risalah Syaikh al-Islam Muhammad bin Abdul Wahhab ila Ahli al-Qashim
4- Manzhumah Manhaj al-Haq fi al-Haq li as-Sa'di
5- Adab Thalib al-Ilmi wa Wajibuhu Nahwa Wathanihi
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi https://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~
::
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Kedua
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Pada bab dan hadits yang sama, di dalam kitab “I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid” salah satu ulama terkemuka zaman ini al-’Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah juga mengingatkan kita semua dari bahaya sikap menjadikan “Mayoritas” sebagai pedoman dalam bersikap dan mencari kebenaran.
Mari kita simak bersama penjelasan beliau dengan penuh harapan hidayah dan taufiq dari Allah untuk bisa mengamalkannya.
Beliau hafizhahullah berkata :
فهذا فيه دليل على أنه لا يُحتج بالكثرة، وإنما يُحتج بمن كان على الحق، ومعه الدليل، ولو كانوا قليلين، ولو كان شخصاً واحداً. فمن كان على الحق، ومعه دليل من كتاب الله وسنّة رسوله، فهذا هو الذي يُؤخذ بقوله ويُقتدى به. أما من خالف الدليل فلا عبرة به حتى ولو كانوا كثرة.
"Maka dalam hadits ini terdapat dalil bahwa jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas) tidak boleh dijadikan hujjah (untuk menentukan kebenaran), tetapi yang dijadikan hujjah adalah orang yang berada di atas al-haq, dan yang memiliki dalil walaupun jumlah mereka sedikit, bahkan walaupun seorang diri.
Barang siapa di atas al-haq dan memiliki dalil dari al-Quran dan sunnah Rasul-Nya, maka dialah yang boleh diambil pendapatnya dan diteladani. Adapun orang yang menyelisihi dalil maka tidak boleh diperhitungkan walaupun jumlah mereka banyak.
والله تعالى يقول في نوح: {وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آَمَنَ وَمَا آَمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ } [هود: 40]
Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh ‘alaihis salam (yang artinya):
“Kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” [Hud : 40]
ويقول: { وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ } [يوسف: 103]
Allah juga berfirman (yang artinya):
”Dan sebahagian besar (mayoritas) manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.” [Yusuf: 103]
ويقول جل وعلا: {وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ} [الأنعام: 116]
Dan Allah Jalla wa ‘Ala berfirman (yang artinya):
”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [al-An’am: 116]
فالكثرة ليست هي الضابط في إصابة الحق، ولا يُغتر بها، فربما تكون الكثرة على الباطل. إنما إذا اجتمع الكثرة مع إصابة الحق، فهذا طيّب، أما إذا كانت كثرة بدون حق فلا،
Maka jumlah (pengikut) yang banyak bukanlah pedoman untuk memperoleh kebenaran, dan jangan teperdaya dengannya, bisa saja jumlah yang banyak (mayoritas) ternyata berada di atas kebatilan.
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Kedua
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Pada bab dan hadits yang sama, di dalam kitab “I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid” salah satu ulama terkemuka zaman ini al-’Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah juga mengingatkan kita semua dari bahaya sikap menjadikan “Mayoritas” sebagai pedoman dalam bersikap dan mencari kebenaran.
Mari kita simak bersama penjelasan beliau dengan penuh harapan hidayah dan taufiq dari Allah untuk bisa mengamalkannya.
Beliau hafizhahullah berkata :
فهذا فيه دليل على أنه لا يُحتج بالكثرة، وإنما يُحتج بمن كان على الحق، ومعه الدليل، ولو كانوا قليلين، ولو كان شخصاً واحداً. فمن كان على الحق، ومعه دليل من كتاب الله وسنّة رسوله، فهذا هو الذي يُؤخذ بقوله ويُقتدى به. أما من خالف الدليل فلا عبرة به حتى ولو كانوا كثرة.
"Maka dalam hadits ini terdapat dalil bahwa jumlah (pengikut) yang banyak (mayoritas) tidak boleh dijadikan hujjah (untuk menentukan kebenaran), tetapi yang dijadikan hujjah adalah orang yang berada di atas al-haq, dan yang memiliki dalil walaupun jumlah mereka sedikit, bahkan walaupun seorang diri.
Barang siapa di atas al-haq dan memiliki dalil dari al-Quran dan sunnah Rasul-Nya, maka dialah yang boleh diambil pendapatnya dan diteladani. Adapun orang yang menyelisihi dalil maka tidak boleh diperhitungkan walaupun jumlah mereka banyak.
والله تعالى يقول في نوح: {وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آَمَنَ وَمَا آَمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ } [هود: 40]
Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh ‘alaihis salam (yang artinya):
“Kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” [Hud : 40]
ويقول: { وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ } [يوسف: 103]
Allah juga berfirman (yang artinya):
”Dan sebahagian besar (mayoritas) manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.” [Yusuf: 103]
ويقول جل وعلا: {وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ} [الأنعام: 116]
Dan Allah Jalla wa ‘Ala berfirman (yang artinya):
”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [al-An’am: 116]
فالكثرة ليست هي الضابط في إصابة الحق، ولا يُغتر بها، فربما تكون الكثرة على الباطل. إنما إذا اجتمع الكثرة مع إصابة الحق، فهذا طيّب، أما إذا كانت كثرة بدون حق فلا،
Maka jumlah (pengikut) yang banyak bukanlah pedoman untuk memperoleh kebenaran, dan jangan teperdaya dengannya, bisa saja jumlah yang banyak (mayoritas) ternyata berada di atas kebatilan.
Hanya saja jika jumlah yang banyak tersebut bersamaan dengan perolehan kebenaran maka hal itu baik, namun apabila jumlah (pengikut) yang banyak tanpa disertai al-Haq (dalil atau hujjah) maka sungguh tidak (bukan kebaikan).
ولا يُزَهِّدُنا في الحق قلّة أتباعه، لأن بعض الناس اليوم إذا نُبّه على خطأ يقول: هذا عليه أكثر الناس…
Dan janganlah kita mengabaikan al-haq karena sedikit (minoritas)nya jumlah pengikut al-haq tersebut, karena sebagian manusia pada masa ini jika diperingatkan dari sebuah kesalahan (penyimpangan) dia (menolak dengan) menjawab: “Perkara ini adalah (keyakinan) mayoritas orang..."
ويجب على المسلم أنه يتبع الحق، ولا يكابر بكثرة من خالفه أو جانبه، نبي من أنبياء الله ليس معه إلاَّ دون عشرة، ونبي من أنبياء الله ليس معه إلَّا رجل أو رجلان، ونبي من أنبياء الله ليس معه أحد.
Wajib atas seorang muslim untuk mengikuti al-haq dan tidak menolaknya disebabkan banyaknya orang yang menyelisihi atau menjauhi al- haq tersebut. Ada seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki pengikut kecuali kurang dari sepuluh orang pengikut, ada pula seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki pengikut kecuali satu atau dua orang, bahkan seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki seorang pengikut pun.
نسأل الله أن يوفقنا وإيّاكم لقول الحق والعمل به، ومخالفة الهوى والنفس والشيطان. اهـــــ
Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiq kepada kami dan kalian untuk (berkata) dengan perkataan yang haq (benar) dan beramal dengannya, serta (diberi taufiq) untuk menyelisihi hawa nafsu dan Syaithan." -selesai-
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9737
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
ولا يُزَهِّدُنا في الحق قلّة أتباعه، لأن بعض الناس اليوم إذا نُبّه على خطأ يقول: هذا عليه أكثر الناس…
Dan janganlah kita mengabaikan al-haq karena sedikit (minoritas)nya jumlah pengikut al-haq tersebut, karena sebagian manusia pada masa ini jika diperingatkan dari sebuah kesalahan (penyimpangan) dia (menolak dengan) menjawab: “Perkara ini adalah (keyakinan) mayoritas orang..."
ويجب على المسلم أنه يتبع الحق، ولا يكابر بكثرة من خالفه أو جانبه، نبي من أنبياء الله ليس معه إلاَّ دون عشرة، ونبي من أنبياء الله ليس معه إلَّا رجل أو رجلان، ونبي من أنبياء الله ليس معه أحد.
Wajib atas seorang muslim untuk mengikuti al-haq dan tidak menolaknya disebabkan banyaknya orang yang menyelisihi atau menjauhi al- haq tersebut. Ada seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki pengikut kecuali kurang dari sepuluh orang pengikut, ada pula seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki pengikut kecuali satu atau dua orang, bahkan seorang nabi dari nabi-nabi Allah tidak memiliki seorang pengikut pun.
نسأل الله أن يوفقنا وإيّاكم لقول الحق والعمل به، ومخالفة الهوى والنفس والشيطان. اهـــــ
Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiq kepada kami dan kalian untuk (berkata) dengan perkataan yang haq (benar) dan beramal dengannya, serta (diberi taufiq) untuk menyelisihi hawa nafsu dan Syaithan." -selesai-
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9737
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Kedua
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Pada bab dan hadits yang sama, di dalam kitab “I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid” salah satu ulama terkemuka zaman ini al-’Allamah Shalih al-Fauzan…
📬 ADA APA DENGAN “MAYORITAS”?
Bagian Kedua
Rubrik: #manhaj #rudud #haddadiyah #mushofiqoh
Pada bab dan hadits yang sama, di dalam kitab “I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitabit Tauhid” salah satu ulama terkemuka zaman ini al-’Allamah Shalih al-Fauzan…
::
📬 MENAKAR KEBENARAN SIKAP AL-WALA' (LOYALITAS) DAN AL-BARA' (BERLEPAS DIRI) KITA
Rubrik: #manhaj #haddadiyah
Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Ahlussunnah wal Jamaah dalam bab al-Wala' wal Bara' bersikap pertengahan di antara dua poros; ghulah (ekstremis) dan mumayyi'ah (lembek) sebagaimana yang dijelaskan oleh Yang mulia asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah dalam perkataan beliau sebagai berikut,
الولاء والبراء أمر انقسم الناس فيه إلى ثلاثة أقسام:
"Al-Wala wal Bara (loyalitas dan berlepas diri) merupakan perkara yang umat ini (di dalam menyikapinya, pen.) terbagi menjadi 3 kelompok:
الأول: قسم تشدد فيه فصاروا يوالون ويعادون بأدنى شيء، حتى لو يرى الإنسان أخاه متمسكا بالسنة أبغضه وكرهه، حتى ولو يراه مخالفا له في رأيه -وإن كان الصواب مع هذا المخالف- كرهه وأبغضه، وهذا لا شك أنه تفرق في الولاء والبراء، وهذا معناه أنه لا يبقى أحد يواليه أو يحبه إلا من كان على نهجه فقط.
1⃣ Kelompok yang ekstrem dalam menyikapinya. Sehingga mereka bersikap loyal atau berlepas diri disebabkan perkara yang sepele. Walaupun sekiranya seseorang itu melihat saudaranya berpegang teguh dengan as-Sunnah, dia tetap membencinya dan tidak menyukainya.
Walaupun sekiranya si saudara itu menyelisihi pendapatnya dan kebenaran bersama saudara yang menyelisihinya tersebut, dia pun tetap tidak menyukainya dan membencinya.
Dan ini tidak diragukan lagi merupakan perpecahan dalam hal al-wala' wal bara'.
Ini maknanya bahwa tidak ada seorang pun yang akan dia beri sikap loyal atau dia cintai kecuali orang yang sejalan dengannya saja.
الثاني: قسم ماعوا فيه ميوعة تامة أمام الواقع، وصاروا لا يوالون ولا يعادون، ولا يحبون ولا يكرهون، وهذا أيضًا خطأٌ.
2⃣ Kelompok yang lembek pada bab ini dengan kelembekan yang sempurna (fatal) di hadapan fakta yang ada. Sehingga mereka tidak mempunyai sikap al-wala' dan tidak pula sikap al-bara'. Tidak mencintai dan tidak membenci (karena Allah). Ini juga merupakan (sikap yang) salah.
الثالث: قسم جعل ميزان الولاء والبراء ما جاءت به الشريعة، وهذا له موازين معروفة.
3⃣ Kelompok yang menjadikan timbangan al-wala' wal bara' adalah ajaran yang dibawa oleh syariat (Islam). Maka kelompok ini memiliki timbangan- timbangan yang dikenal (dalam agama ini, pen).
(Fatawa 'Ala ath-Thariq, hlm. 26-27)
[Dikutip dari Makalah Fathul 'Ali lil Kasyfi 'an Akhta' wa Mughalathat Muhammad bin Hadi al-Madkhali, Bagian Kesebelas, hlm. 4-5]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9758
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
📬 MENAKAR KEBENARAN SIKAP AL-WALA' (LOYALITAS) DAN AL-BARA' (BERLEPAS DIRI) KITA
Rubrik: #manhaj #haddadiyah
Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Ahlussunnah wal Jamaah dalam bab al-Wala' wal Bara' bersikap pertengahan di antara dua poros; ghulah (ekstremis) dan mumayyi'ah (lembek) sebagaimana yang dijelaskan oleh Yang mulia asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah dalam perkataan beliau sebagai berikut,
الولاء والبراء أمر انقسم الناس فيه إلى ثلاثة أقسام:
"Al-Wala wal Bara (loyalitas dan berlepas diri) merupakan perkara yang umat ini (di dalam menyikapinya, pen.) terbagi menjadi 3 kelompok:
الأول: قسم تشدد فيه فصاروا يوالون ويعادون بأدنى شيء، حتى لو يرى الإنسان أخاه متمسكا بالسنة أبغضه وكرهه، حتى ولو يراه مخالفا له في رأيه -وإن كان الصواب مع هذا المخالف- كرهه وأبغضه، وهذا لا شك أنه تفرق في الولاء والبراء، وهذا معناه أنه لا يبقى أحد يواليه أو يحبه إلا من كان على نهجه فقط.
1⃣ Kelompok yang ekstrem dalam menyikapinya. Sehingga mereka bersikap loyal atau berlepas diri disebabkan perkara yang sepele. Walaupun sekiranya seseorang itu melihat saudaranya berpegang teguh dengan as-Sunnah, dia tetap membencinya dan tidak menyukainya.
Walaupun sekiranya si saudara itu menyelisihi pendapatnya dan kebenaran bersama saudara yang menyelisihinya tersebut, dia pun tetap tidak menyukainya dan membencinya.
Dan ini tidak diragukan lagi merupakan perpecahan dalam hal al-wala' wal bara'.
Ini maknanya bahwa tidak ada seorang pun yang akan dia beri sikap loyal atau dia cintai kecuali orang yang sejalan dengannya saja.
الثاني: قسم ماعوا فيه ميوعة تامة أمام الواقع، وصاروا لا يوالون ولا يعادون، ولا يحبون ولا يكرهون، وهذا أيضًا خطأٌ.
2⃣ Kelompok yang lembek pada bab ini dengan kelembekan yang sempurna (fatal) di hadapan fakta yang ada. Sehingga mereka tidak mempunyai sikap al-wala' dan tidak pula sikap al-bara'. Tidak mencintai dan tidak membenci (karena Allah). Ini juga merupakan (sikap yang) salah.
الثالث: قسم جعل ميزان الولاء والبراء ما جاءت به الشريعة، وهذا له موازين معروفة.
3⃣ Kelompok yang menjadikan timbangan al-wala' wal bara' adalah ajaran yang dibawa oleh syariat (Islam). Maka kelompok ini memiliki timbangan- timbangan yang dikenal (dalam agama ini, pen).
(Fatawa 'Ala ath-Thariq, hlm. 26-27)
[Dikutip dari Makalah Fathul 'Ali lil Kasyfi 'an Akhta' wa Mughalathat Muhammad bin Hadi al-Madkhali, Bagian Kesebelas, hlm. 4-5]
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇
💾 https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9758
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
::
📬 MENAKAR KEBENARAN SIKAP AL-WALA' (LOYALITAS) DAN AL-BARA' (BERLEPAS DIRI) KITA
Rubrik: #manhaj #haddadiyah
Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Ahlussunnah wal Jamaah dalam bab al-Wala' wal Bara' bersikap pertengahan di antara…
📬 MENAKAR KEBENARAN SIKAP AL-WALA' (LOYALITAS) DAN AL-BARA' (BERLEPAS DIRI) KITA
Rubrik: #manhaj #haddadiyah
Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah berkata,
"Ahlussunnah wal Jamaah dalam bab al-Wala' wal Bara' bersikap pertengahan di antara…