منتدى نشر الفـــــــوائد
7.61K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
::
📬 KETIKA MALAIKAT MENJELMA DALAM BENTUK AYAM JANTAN


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

إِنَّ اللهَ أَذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ دَيْكٍ قَدْ مَرَقَتْ رَجُلاَهُ اْلأَرْضَ وَعُنُقُهُ مُنْثَنٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَهُوَ يَقُوْلُ سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا فَيَرُدُّ عَلَيْهِ مَا يَعْلَمُ ذٰلِكَ مَنْ حَلَفَ بِي كَاذِبًا .

(رواه الطبراني والحاكم وصححه الألباني في الصحيحة والوادعي في الصحيح المسند)
 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Sesungguhnya Allah mengizinkan kepadaku untuk menceritakan seekor ayam jantan¹ yang kedua kakinya mencengkeram tanah, sementara lehernya tertunduk di bawah ‘Arsy sembari berkata:

سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا

"Maha Suci Engkau, begitu Agungnya Engkau wahai Tuhanku."

Maka kemudian Allah menjawab: “Orang yang bersumpah dengan namaKu dalam keadaan berdusta, tidak mengetahui hal itu (keagungan Allah,pent)."

___________
¹ Dalam riwayat lain dengan jalur sanad yang sama disebutkan dengan lafadz "malaikat" yang menunjukkan bahwa yang dimaksud ayam jantan dalam hadits ini adalah malaikat yang menjelma dalam bentuk ayam jantan (lihat Ash Shohihul Musnad jilid 2 hal 410)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from Salafy rabbany
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
MENGENAL PRINSIP HADDADIYYAH

🎙Oleh 'Ma'ali Syaikh Dr. Rabi' bin Hādī al-Madkhālī
حفظه اللـہ تعالـــــﮯ'

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
©hannel kajian: Ulama kibar
https://t.me/salafyrabbany
::
📬 SALAH SATU PRINSIP KELOMPOK HADDADIYAH

Al 'Allamah Rabi bin Hadi al Madkhali hafidzahullah, -ketika membantah pihak-pihak yang menuduh Beliau telah mencela al-lmam Bin Baz rahimahullah-, beliau berkata,

إفرضوا أني أخطأت وقلت ابن باز كذا، ألا يغفر كل هذه الأعمال وهذه المواقف وهذه ... لا يغفر لهذا ؟! .

الذي قتل مئة نفس قبل الله توبته...

عند الحدادية لا رجوع عن الخطأ ، ولا يعترفون بخطأ .

وإذا مثلاً اعترف إنسان بخطأ، ما فيه، وإذا قال أذنبت وتبت، لا توبة أبداً.

حتى عند الخوارج الغلاة إذا تاب تقبل توبته، وعندهم لا .
منهج خبيث لا أخبث منه ، ولا أسوأ أخلاقاً من أهله .

"Anggaplah bahwa saya telah berbuat kesalahan dengan mengatakan bahwa Syaikh Bin Baz begini dan begitu, maka apakah semua perbuatan dan sikap ini tidak diampuni...? Apakah tidak diampuni pelakunya?

Seseorang yang telah membunuh seratus jiwa saja Allah terima taubatnya.

Adapun di sisi kelompok Haddadiyah maka tidak ada dalam kamus mereka kata rujuk dari sebuah kesalahan dan tidak dianggap/dipedulikan.

Misalkan ada seseorang mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah, maka tidak dianggap/dipedulikan.

Jika orang tersebut mengatakan bahwa "Saya telah berbuat dosa dan saya bertaubat!" maka di sisi kelompok Haddadiyah yang demikian ini tidak ada taubat baginya selamanya.

Padahal di kalangan kelompok Khawarij yang ekstrem saja, seseorang yang berbuat salah jika bertaubat, maka diterima taubatnya. Adapun menurut kelompok Haddadiyah tidak demikian.

Sungguh yang demikian merupakan sebuah manhaj yang buruk.

Tidak ada yang lebih buruk dari manhaj ini serta tidak ada yang lebih jelek akhlaknya dibandingkan para pengusungnya."

https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9562

📲 Ayo Join_Share_Save ||
📡 @nasehatilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
::
📬 SEMOGA ALLAH MEMBALAS IMAM IBNU KATSIR RAHIMAHULLAH DENGAN SURGA


قال محدث الديار اليمنية العلامة مقبل بن هادي رحمه الله :

وكذلك أيضا مسند أبي بكر الصديق ألفه الحافظ ابن كثير ثم تتبع المسندات لعله وصل إلى مسند أبي هريرة ثم ابيضت عيناه من كثرة مطالعته للكتب.
الحافظ ابن كثير إمام رحمه الله تعالى، ونرجو أن ينال ما وعد به رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ربه:
إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.

(السير الحثيث ص١٢٨ - ١٢٩)


Berkata Ahlul Hadits negeri Yaman Al- 'Allamah Muqbil bin Hadi rahimahullah:

"Begitu juga Al-Hafidz lbnu Katsir telah menulis Musnad Abu Bakar Ash Shiddiq (radhiyallahu 'anhu), kemudian beliau (lbnu Katsir) meneliti dan mencari musnad-musnad para shahabat yang lainnya dan tampaknya beliau telah sampai kepada musnad Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu), dan setelahnya kedua mata beliau memutih (menjadi buta) dikarenakan ketekunan beliau dalam mempelajari kitab-kitab agama.

Maka tentunya Al-Hafidz lbnu Katsir adalah seorang Imam rahimahullah Ta'ala. Sehingga kami berharap beliau benar-benar mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dari Robbnya (dalam sebuah hadits Qudsi):

إذا أخذت حبيبتي عبدي، إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه -أي: عينيه- فصبر واحتسب ليس له جزاء إلا الجنة. أو بهذا المعنى.

"Apabila Aku mengambil dua kesayangan hambaKu" (atau dengan lafadz) "Apabila Aku menguji hambaKu dengan dicabutnya dua kesayangannya -yaitu kedua matanya- dimana hambaKu tersebut bersabar dan berharap pahala, maka tiada baginya balasan kecuali surga". (Atau dengan lafadz hadits yang semakna dengan ini)."

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MANHAJ AHLUS SUNNAH DALAM MENYIKAPI PERSELISIHAN YANG TERJADI DI KALANGAN SAHABAT

Terjemahan Fatwa Oleh Ahmad Rafli, Takmili


Pertanyaan:

Pada sebuah hadis sahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

«إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا القَاتِلُ، فَمَا بَالُ المَقْتُولِ؟ قَالَ: «إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ»

“Apabila dua orang muslim bertemu dengan pedangnya (saling membunuh), maka orang yang membunuh dan yang dibunuh keduanya masuk neraka. Kemudian ada yang bertanya: Seorang pembunuh memang pantas masuk neraka. Tapi mengapa orang yang terbunuh juga masuk neraka? Beliau menjawab: Sesungguhnya dia telah berambisi untuk membunuh saudaranya tersebut. (HR. Al-Bukhari, Kitab al-Iman: 31)

Atau hadis yang semisal dengan ini. Lalu bagaimana menerapkan hadis ini pada fitnah besar yang terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin?  



Jawaban:

Dalam mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, kita harus menahan diri untuk tidak membicarakan yang terjadi di kalangan para sahabat Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meridai mereka semua tanpa terkecuali.

Kita juga harus meyakini bahwa mereka telah berijtihad (berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mencocoki kebenaran) dalam setiap yang mereka lakukan.

Maka siapa yang benar ijtihadnya akan mendapatkan dua pahala, dan siapa yang salah akan mendapat satu pahala serta kesalahannya terampuni.

Adapun hadis di atas tertuju kepada kaum muslimin yang saling menzalimi di atas permusuhan, bukan di atas ijtihad yang syar’i. Wa billahit taufiq.  

Sumber: Fatawa al-lajnah ad-Daimah, pertanyaan keempat dari fatwa nomor 7150 http://bit.ly/3DUwWC2
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 'AISYAH RADHIYALLAHU 'ANHA TIDAK PERNAH SHOLAT DI KEDIAMAN BELIAU YANG TERDAPAT KUBURAN


Ketika ada sebagian orang yang berpendapat bolehnya melakukan sholat di kuburan atau di masjid yang disitu terdapat kuburan, seraya berdalil dengan sholatnya Aisyah radhiyallahu 'anha di rumah beliau pasca di kuburnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beserta Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, maka hal ini tentunya menjadi suatu perkara yang perlu diluruskan dalam permasalahan ini.

Di antara sekian ulama besar yang telah menjawab dan meluruskan syubhat ini adalah Komite Tetap Urusan Riset Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dalam sebuah fatwanya sebagaimana berikut.

و أما ما جاء في السؤال من قول السائل : أين كانت عائشة رضي الله عنها تصلي بعد أن دفن في بيتها رسول الله صلى الله عليه وغيره، في داخل بيتها أم خارجه ؟

الجواب:

إن عائشة رضي الله عنها ممن روى الأحاديث الثابتة عن الرسول صلى الله عليه وسلم في النهي عن اتخاذ القبور مساجد، وهذا من حكمة الله جل وعلا. وبهذا يعلم أنها ما كانت تصلي في الحجرة التي فيها القبور؛ لأنها لو كانت تصلي فيها لكانت مخالفة للأحاديث التي روتها عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، وهذا لا يليق بها، وإنما تصلي في بقية بيتها.

(فتوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء ج ١ ص ٣٩٩ - ٤٠٠)

Adapun apa yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut dari ucapan sang penanya: dimana dahulu Aisyah radhiyallahu 'anha melakukan shalat setelah penguburan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya (yaitu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma, pent) di rumahnya. Apakah (beliau shalat) di dalam rumah ataukah di luar rumah beliau (Aisyah)?



Jawaban:

Sesungguhnya 'Aisyah radhiyallahu 'anha termasuk shohabat yang meriwayatkan berbagai hadits yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, dimana hal ini bagian dari hikmah Allah Jalla wa Ala.

Sehingga dengan demikian bisa diketahui bahwa dahulu ('Aisyah radhiyallahu 'anha) tidak pernah sholat di ruangan rumah yang disitu terdapat kuburan.

Karena kalau seandainya beliau sholat disitu tentunya yang demikian menunjukkan bahwa beliau telah menyelisihi hadits-hadits yang beliau riwayatkan sendiri dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (dalam perkara ini,pent) dan sudah barang tentu yang demikian ini sangat tidak layak bagi beliau.

Namun hakekat sebenarnya yaitu beliau melakukan sholat di bagian lain dari rumah beliau (radhiyallahu 'anha).¹

[Fatawa Lajnah Daimah Juz 1 hal. 399-400]


_______________
Catatan:

¹Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Al lmamul Malik rahimahullah dalam sebuah riwayat:

قسم بيت عائشة باثنين: قسم كان فيه القبر، وقسم كان تكون فيه عائشة، وبينهما حائط....الأثر (رواه ابن سعد في الطبقات الكبرى)

"Sesungguhnya rumah 'Aisyah (radhiyallahu 'anha) terbagi menjadi 2 : yaitu bagian yang disitu terdapat kuburan dan bagian yang disitu Aisyah (radhiyallahu 'anha) menetap, yang dimana antara kedua bagian tersebut terdapat dinding pemisahnya." (Diriwayatkan Ibnu Sa'ad dalam At Thobaqotul Kubro)
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KISAH TRAGIS WABAH DI ZAMAN IBNU HAJAR ASY SYAFI’I RAHIMAHULLAH
 

Saudaraku seiman yang berbahagia,

Ada sebuah kisah yang menyebutkan upaya sebagian kaum muslimin untuk menghilangkan wabah tha’un yang terjadi pada waktu itu. Sayangnya upaya tersebut tidak membuahkan hasil sebagimana yang diharapkan.

Kisah di atas disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Asy Syafi’i rahimahullah.

Beliau berkata,

“…. Adapun berkumpul bersama seraya berdoa dalam rangka diangkatnya musibah seperti berdoa ketika minta turun hujan adalah kebid’ahan yang muncul ketika wabah Tha’un melanda kota Damaskus pada tahun 749 H.

Aku telah membaca sebuah juz dalam kitab karya Al Manbijy -setelah beliau (Al Manbijy) mengingkari berkumpulnya manusia di sebuah tempat seraya berdoa sambil berteriak-teriak dengan teriakan yang melengking yang terjadi pada tahun 764 H-. Ketika terjadi wabah tha’un di kota Damaskus.

Beliau menyebutkan bahwa wabah itu terjadi pada tahun 749 H; manusia beserta para pembesar kota tersebut berbondong-bondong menuju tanah lapang, mereka berdoa dan beristighatsah.

Kemudian setelah itu wabah Tha’un semakin dahsyat dan meluas, di mana sebelum acara doa bersama tersebut, kondisi wabah lebih ringan."

Saya katakan (Al Hafidz lbnu Hajar):

"Telah terjadi yang seperti ini di zaman kami ketika muncul wabah Tha’un pertama kali di Kairo pada tanggal 27 Rabi’ul Akhir tahun 833 H, ketika itu jumlah korban yang meninggal masih di bawah angka 40 orang, kemudian manusia berbondong-bondong menuju ke tanah lapang pada tanggal 4 Jumadal Ula (di tahun yang sama, pen.) – setelah sebelumnya ada yang menyeru untuk berpuasa selama 3 hari – untuk melakukan shalat sebagaimana shalat minta hujan.

Mereka berkumpul dan berdoa selama beberapa saat, kemudian kembali ke rumah masing masing.

Setelah itu, belum juga berakhir bulan Jumadal Ula; jumlah korban meninggal setiap harinya di Kairo lebih dari seribu orang dan terus bertambah".

[Badzlul Ma'un hal 328 - 329 cet Darul Ashimah]

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dari kisah di atas bisa diambil pelajaran bahwa amalan yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa Sallam (bid’ah) tidak akan mendatangkan pertolongan Allah. Bahkan sebaliknya, amalan bid’ah hanya akan mendatangkan murka Allah dan wabah atau musibah yang sedang terjadi bukannya berakhir akan tetapi malah akan bertambah parah.

Semoga Allah memberikan hidayah dan taufikNya serta memberikan keselamatan dan kesehatan kepada kita semua.

Wallahu a’lam bish-shawab

http://bit.ly/3BPXClU
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 DIANTARA UCAPAN SALAF KETIKA TERTIMPA MUSIBAH

قال عمرو بن ميمون:
سمعت عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول حين طعن: 《وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا》
(أخرجه عبدالله بن أحمد في زوائده وصححه الوادعي في الجامع الصحيح في القدر)


Berkata 'Amr bin Maimun:

"Aku mendengar Umar Ibnul Khottob radhiyallahu 'anhu ketika Beliau ditusuk¹ mengucapkan firman Allah Ta'ala:

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

"Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". ( Q.S Al Ahzab: 38)


__________
¹ Kejadian penusukan terhadap Beliau dilakukan oleh Abu Lu'luah Al Majusi yang menyebabkan meninggalnya Beliau radhiyallahu 'anhu.
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
بسم الله الرحمن الرحيم


📢 DONASI PERLUASAN LAHAN MASJID MA'HAD QOULAN SADIDA BANJARSARI CIAMIS 📢


🎙️Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah 'azza wa jalla atas berbagai nikmat dan kemudahan yang diberikan kepada kami, khususnya nikmat terbesar berupa hidayah untuk istiqomah diatas Manhaj Salaf dengan bimbingan para 'Ulama.


🎞️ Alhamdulillah, dalam perjalanan penyebaran dakwah Ahlu Sunnah wal Jama'ah di wilayah Ciamis, Allah Ta'ala telah menganugerahkan kepada kami-Ma'had Qoulan Sadida Ciamis- sebuah masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 12 ubin dengan bangunan yang sederhana. Kendati dengan bangunan yang sederhana, masjid ini selama 5 tahun telah dimakmurkan dengan aktivitas ibadah Sholat berjamaah, i'tikaf dan tholabul ilmi syar'i, walillahil hamdu wal minnah, semua ini anugerah dan keutamaan dari Allah Ta'ala semata.


🔬 Kemudian, melihat kondisi dan perkembangan yang ada, saat ini masjid tersebut kurang dapat menampung semua jamaah. Karena selain jamaah dari kalangan warga yang tinggal disekitar masjid, juga ada jamaah dari kalangan para Santri yang belajar dan mondok di Ma'had Qoulan Sadida.

🚥 Oleh karena itu, kami berencana memperluas area Masjid tersebut dengan harapan agar bisa menampung semua jamaah masjid dan untuk semakin memakmurkannya- bi idznillah Ta'ala.

🪙 Untuk hal tersebut di atas, dibutuhkan biaya sekitar Rp. 150.000.000,00. ( Seratus lima puluh juta rupiah )

✉️ Alhamdulillah, sampai saat ini telah terkumpul dana sekitar Rp. 52.000.000,00 ( Lima puluh dua juta rupiah )

📥 Oleh karena itu, melalui tulisan ini, kami membuka kesempatan kepada kaum muslimin untuk berta'awun bersama kami dalam mewujudkan program ini yang masih memiliki kekurangan biaya sebesar Rp. 98.000.000,00 ( Sembilan puluh delapan juta rupiah ).

💳 Donasi dapat diberikan dengan cara transfer ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama Agus Kartiwa dengan no rek. 4246 010102 96532

📧 Bagi yang telah melakukan transfer dimohon untuk memberikan konfirmasi ke no WA 085219431372 (Abu Nashir)


🔭 Atas perhatian dan ta'awun yang telah diberikan, Kami ucapkan terima kasih, semoga Allah membalas dengan balasan yang lebih baik.

🌹 جزاكم الله خيرا و بارك الله في أهليكم ومالكم🌹


✍🏼 Banjarsari, 1 Shafar 1443 H


Panitia Pembangunan Mahad Qoulan Sadida

Mengetahui,
1️⃣ Al Ustadz Abu Jundi hafidzahullah
2️⃣ Al Ustadz Abdul Hamid hafidzahullah
Foto-foto Masjid Qoulan Sadida, Ciamis, Jawa Barat
ترك الجماعة لعدم لبس الكمامة بسبب صحي
الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي
ترك الجماعة لعدم لبس الكمامة بسبب صحي

عرض هذا السؤال ليلة الجمعة ١٩ محرم ١٤٤٣ بعد درس شرح كتاب الزكاة من الروض المربع

لفضيلة الشيخ د. عرفات بن حسن المحمدي

https://t.me/Arafatbinhassan/4861
::
📬 TIDAK BISA MEMAKAI MASKER KETIKA SHALAT DI MASJID KARENA UDZUR

📝 Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah


🎙️ Pembawa acara:

"Semoga Allah memperbaiki keadaan anda wahai Syaikh yang mulia. Berikut seorang penanya bertanya: Apakah ketidaksanggupan seseorang memakai masker karena alasan kesehatan, membuatnya boleh meninggalkan shalat Jum'at dan shalat jama'ah di masjid? Karena persyaratan ini ditetapkan oleh satgas corona di negara kami. Wa Jazakumullahu khoyron."



📌 Jawaban:

"Terkait dengan ketetapan yang telah ditetapkan oleh para ahli -seperti para dokter- demikian pula aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan juga fatwa ulama tentang masalah ini, maka aturan ini (memakai masker) adalah wajib.

Maka wajib bagi kita mengambil tindakan pencegahan dan kehati-hatian. Sehingga kita bisa menghindar dari bahaya yang telah menimpa manusia dan menimpa kaum muslimin.

Maka tidak boleh membahayakan diri sendiri dan (menjadi penyebab) bahaya bagi orang lain. Masker tentunya termasuk dari pencegahan. Karena para dokter dan para ahli telah menetapkan bahwa masker -dengan izin Allah- bisa menghindarkan (seseorang) dari penyakit (virus) ini dengan persentase yang besar.

Jika seseorang memiliki udzur yang menghalanginya untuk memakai masker karena alasan kesehatan sebagaimana dalam pertanyaan (di atas), maka kami katakan ya (dia boleh tidak hadir shalat Jum'at dan jama'ah) selama dia tidak mampu untuk memakai masker. Maka janganlah engkau (shalat) bersama kaum muslimin. Shalatlah di rumahmu hingga kamu sudah bisa memakainya.

Karena (aturannya) memang harus memakai masker dan harus menjaga jarak. Sebab ini adalah tindakan pencegahan yang telah ditetapkan oleh para ahli tentang wajibnya.

Demikian pula kenyataan menunjukkan akan manfaat memakai masker. Dan semua ini (tentunya) dengan izin Allah. Ini semua termasuk sebab-sebab (yang diperintahkan untuk ditempuh oleh pembuat syari'at)."

✉️ Pertanyaan diajukan pada malam Jum'at tanggal 19 Muharram 1443 H/27 Agustus 2021 setelah pelajaran Syarh Kitabuz Zakat Min ar-Raudhul Murbi' Link audio: https://t.me/ForumBerbagiFaidah/9574

🍋 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)
@salafysitubondo | Korektor: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah | 3 Shafar 1443 H ~10 September 2021
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 TIDAK ADA YANG BISA MENANDINGI PEMERINTAH SAUDI¹ DALAM PELAYANAN HAJI


قال العلامة مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:

إنها لا تستطيع حكومة أن تقوم بخدمة الحجيج ، كما تقوم الحكومة السعودية بخدمة الحجيج ، فالحق لا بد أن يقال.

(فضائح ونصائح ص٢٧)

Berkata Al 'Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi'i rahimahullah:

"Sesungguhnya tidak ada pemerintah negara manapun yang mampu memberikan pelayanan terhadap jama'ah haji sebagaimana pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Saudi. Dan inilah kebenaran yang harus disuarakan".


______________
¹ Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga Negeri Tauhid dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari makar musuh-musuh lslam.

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 ANTARA DUA UCAPAN¹


⬜️ - Yang pertama adalah ucapan orang yang paling mulia di muka bumi:

عن ابن عمر رضي الله عنه : ذكر رسولُ اللهِ ﷺ فِتْنَةً فَقَالَ يُقْتَلُ فِيهَا هذا مظلومًا لِعُثْمَانَ بنِ عفانَ رَضِيَ اللهُ عنه
📚 (رواه الترمذي وحسنه الألباني والوادعي في الجامع الصحيح في القدر)

"Diriwayatkan oleh lbnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan tentang suatu fitnah sembari bersabda tentang Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu:

يُقْتَلُ فِيهَا هَذَا مَظْلُومًا

"Orang ini akan terbunuh dalam fitnah tersebut dalam kondisi terdzhalimi."


⬜️ - Yang kedua adalah termasuk seburuk-buruk ucapan yang disebutkan oleh Sayyid Qutb tentang Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu:

أن كل الثورة في عمومها كانت أقرب إلى روح الإسلام واتجاهه من موقف عثمان
📚 (مطاعن سيد قطب في أصحاب رسول الله ﷺ ص١٢٧)

"Sesungguhnya setiap pemberontakan (yang terjadi di zaman Utsman,pent) pada umumnya lebih dekat kepada ruh dan posisi lslam dibandingkan sikap dan tindakan Utsman".


________________
¹ Ketika muncul suatu fitnah maka timbangan dan tolok ukur suatu peristiwa menjadi terbalik di sisi para pengekor hawa nafsu.

نسأل الله السَّلامة والعافية

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MEMERIKSA PERANGKAT ANAK ADALAH KEWAJIBAN ORANG TUA

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafidzahullah:

Wahai Syaikh, semoga Allah memberi taufik kepada Anda...

Si penanya berkata: Apakah boleh bagi saya sebagai orang tua, untuk memeriksa ponsel dan komputer anak-anak saya, khawatir terdapat sesuatu (yang negatif) di dalamnya?


Syaikh yang mulia menjawab:

Ya, ini adalah tugas Anda untuk melihat-lihat (perangkat anak) dan memeriksanya.

Dan seperti yang saya sebutkan kepada Anda sekalian, tidaklah boleh bagi mereka (anak-anak) untuk dibelikan ponsel yang kegunaannya lebih dari hanya sekedar untuk panggilan telepon, yang padanya terdapat banyak penawaran (aplikasi), bencana-bencana, dan hal-hal lain yang diharamkan (dalam agama).

Jangan Anda membelikan perangkat ini untuk mereka, na’am.

Kemudian si penanya berkata lagi: Semoga Allah melindungimu (wahai Syaikh), sebagian orang mengatakan bahwa tindakan (memeriksa perangkat anak) dari orang tua ini dianggap sebagai perbuatan memata-matai  yang dilarang (dalam agama), jadi apakah ada alasan untuk perkataannya tersebut?

Syaikh yang mulia menjawab: Ucapan ini adalah ucapan yang bathil (salah). Orang tua diperintahkan untuk mendidik anak-anaknya, mengawasi, dan memelihara mereka. Ini adalah tugasnya. Dan bukanlah perbuatan memata-matai, karena ini adalah bentuk melaksanakan kewajiban yang Allah Ta’ala perintahkan kepadanya.

Namun sekarang ini terjadi musibah, yaitu perkataan (sebagian orang): janganlah kalian mengatakan kepada anak-anakmu, istri maupun anak perempuanmu sesuatupun. Karena itu merupakan kekerasan dalam rumah tangga! Biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, itulah kebebasan mereka. Apapun yang mengganggu (kesenangan) mereka dianggap sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga!

Laa haulaa wala quwwata illa billah -tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan izin Allah-. Mereka berharap agar tidak ada yang melaksanakan kewajibannya dan setiap orang melakukan apapun yang dia kehendaki. Demikianlah.

Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan _hafidzahullah_
Tertanggal: 11/5/1433 H    
Atas partisipasi dari al-Akh Ahmad Al-Tuwaijri -semoga Allah membalasnya dengan kebaikan- di Sahab


▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Artikel bermanfaat lainnya:

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/mensyukuri-nikmat-media-untuk-kebaikan/

https://itishom.org/blog/artikel/adab/jangan-mengoperasikan-hp-ketika-khutbah-jumat-berlangsung/

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

🇸🇦Teks Arab:

هل يجوز لي كوالد أن أُفتِّش في جوّال وكمبيوتر أبنائي؟ الشيخ صالح الفوزان حفظه الله

13-Jan-2013, 04:38 PM

التفريغ

فضيلة الشيخ وفّقكم الله يقول السائل: هل يجوز لي كوالد أن أُفتِّش في جوّال وكمبيوتر أبنائي خشية أن يكون فيها شيء؟
فضيلة الشيخ: نعم، هذا واجب عليك تَفَقَّدْهَا وتَنْظُر فيها، وكما ذكرتُ لكم لايُشْتَرَى لهم جوالات فيها أكثر من الاستخدام للمكالمة، يجي فيها عروض وبلاوي وأشياء مُحرّمة؛ لاتشتري هذا الجهاز لهم. نعم.

ويقول حفظك الله يقول: بعض الناس يقول إنّ هذا الفعل من الأبّ، يُعدّ من التّجسّس المنهي عنه، فهل لقوله وجه؟
فضيلة الشيخ: الكلام هذا هو الكلام الباطل، الوالد مأمور بأن يُربِّي أولاده، وأن يُشْرِف عليهم، وأن يتعهّدهم، هذا واجب عليه، وليس من التّجسّس، هذا من القيام بالواجب الّذي أوجبه الله عليه، لكن فيه الآن بلاء حصل وهو أنّهم يقولون لا تقولون لأولادك ولا لزوجاتك ولا لبناتك شيئا؛ هذا من العنف الأسري! أتركهم يعملون مايشاءون: حُرِيَّتهم، ماتتدخّل فيهم؛ هذا من العنف الأسري! -ولاحول ولا قوة إلا بالله-،يُريدون إنْ ما أحد يقوم بالواجب وكلٌ يعمل ما يشاء. نعم.

الشيخ صالح بن فوزان الفوزان
الدر النضيد في اخلاص كلمة التوحيد -1433/5/11 هـ
مشاركة الأخ أحمد التويجري أثابه الله في سحاب

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah Abu Hatim Ismail hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom
Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
URGENSI PENGGUNAAN MASKER KETIKA SHALAT DI MASJID

🔶 Asy-Syaikh Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah

Semoga Allah mencurahkan kebaikan kepada anda wahai Syaikh yang mulia. Ada yang bertanya: Apakah tidak menggunakan masker karena udzur yang dibenarkan membolehkan seseorang untuk meninggalkan shalat Jum'at dan berjama'ah di masjid? Karena ini (menggunakan masker) merupakan syarat yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 di negara kami. Wajazaakumullaahu khaira.


↘️ Gabung Dan Bagikan:

📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx
(khusus laki-laki/pria)

📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)

🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung

📡 Website:
www.SalafyBandung.com

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Informasi Donasi Pembangunan Masjid di Banjarsari Ciamis, Jawa Barat
Foto-foto Masjid Qoulan Sadida, Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat