منتدى نشر الفـــــــوائد
7.6K subscribers
4.29K photos
256 videos
279 files
5.6K links
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya

Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله

Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Download Telegram
Dahulu apabila ada seseorang yang meninggal beliau berkata: “Janganlah kalian beritahu kepada seorangpun, karena sesungguhnya aku khawatir itu termsuk na’yu (jahiliyah) yang mana aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ melarang dari na’yu.” (HR. Ahmad dalam musnadnya (38/443), At Tirmidzi dalam Sunannya 1/503 dan beliau berkata: hadits hasan shahih, serta Ibnu Majah dalam Sunannya (1/474), hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkamul Janaiz hal. 31)
 
Atsar Hudzaifah ini juga dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (3/117). Sebelumnya beliau berkata: "Terkadang didapati sebagian ulama salaf melarang keras perbuatan ini (yakni na’yu)." Lalu beliau  membawakan atsar Hudzaifah di atas.
 
Di antara ulama lain yang memegangi pendapat ini sebagaimana yang disebutkan oleh al Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra (4/74), beliau berkata: "Yang meriwayatkan tentang pelarangan na’yu adalah hadits dari Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, dan Abu Sa’id. Kemudian dari kalangan para tabi’in adalah 'Alqomah, Ibnul Musayyib, Rabi’ bin Khaitsam, dan Ibrahim An Nakha’i."
 
Adapun di antara ulama pada zaman kita sekarang ini yang memegangi pendapat tersebut adalah Asy Syaikh Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafidzahullah. Ketika ditanya oleh Syaikh Kholid bin Dzahwi Adz Dzafiri (penanggung jawab situs resmi Syaikh Rabi Al Madkhali), disebutkan:
 
Aku pernah bertanya kepada guru kami Syaikh Rabi’ -semoga Allah senantiasa menjaganya- tentang hukum mengumumkan berita kematian seseorang di forum-forum, apakah hal tersebut masuk dalam perbuatan na’yu yang dilarang?
 
Maka Syaikh Rabi menjawab: “Ya, hal tersebut termasuk kategori na’yu (yang dilarang).”
 
Aku (Syaikh Khalid ) katakan: “Kalau begitu berarti lebih baik ditinggalkan?”
 
Kata Syaikh Rabi’: “Bahkan wajib untuk meninggalkan perbutan tersebut”.
 
Semoga Allah memberikan taufik kepadamau
 

Dalil-dalil Bagi yang Berpendapat Bolehnya Mengumumkan Berita Kematian
 
Banyak hadits yang menunjukan bahwasanya Rasulullah ﷺ mengumumkan berita kematian seseorang untuk tujuan syar’i diantaranya:
 
Hadits dari Abu Hurairah tentang kisah meninggalnya Najasyi:
 
أَنَّ النَبِيَّ ﷺ نَعَى إِلَى الصَحَابَةِ النَجَشِيَ فِيْ الْيَوْمِ الذِّيْ مَاتَ فِيْهِ
 
Bahwasanya Nabi ﷺ mengumumkan kepada para shahabat tentang kematian Najasyi pada hari kematiannya.
 
Rasulullah ﷺbersabda:
 
صَلُّوا عَلَى أَخِيْكُمْ أَصْحَمَةَ فَإِنَّهُ قَدْ مَاتَ
 
“Shalatilah saudara kalian Ashamah (nama dari Najasyi) karena sesungguhnya dia telah meninggal.”
 
Maka para sahabat menshalatinya dengan empat kali takbir, yakni dengan sholat ghaib (HR. Al Bukhari 1333 dan Muslim 951)
 
Kemudian hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu tentang kisah seorang perempuan hitam yang biasa menyapu masjid Nabi. Suatu ketika Rasulullah ﷺ tidak menjumpainya maka beliau pun menanyakan perihal perempuan tersebut kepada para sahabat.
 
Para sahabat pun menjawab bahwasanya dia sudah meninggal.
 
Lantas Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُوْنِيْ
 
“Tidakkah kalian tidak memberitahukan kepadaku."
 
Seakan-akan para sahabat meremehkan perempuan tersebut. Kemudian beliau meminta untuk ditunjukkan kuburannya lalu menshalatinya di kuburan tersebut. Dan beliau bersabda:
 
“Sesungguhnya kuburan ini sesak dan gelap bagi para penghuninya, dan Allah menyinarinya dengan shalatku padanya.” (HR. Al Bukhari 458 dan Muslim 956)
 
Juga hadits Anas bin Malik tentang kematian beberapa panglima perang dalam pertempuran Mu’tah:
 
أَنَّ النَّبِيَ ﷺ نَعَى زَيْدًا وَ جَعْفَرًا وَ ابْنُ رَوَاحَةَ لِلنَّاسِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَهُمْ خَبَرُهُمْ

Bahwasannya Rasulullah ﷺ mengumumkan kematian Zaid bin Haritsah, Ja’far, dan Abdullah bin Rawahah  kepada para sahabat sebelum datangnya berita tentang hal itu.
 
(Ketika itu beliau sedang berkhutbah di atas mimbar), beliau pun bersabda:
 
“Bendera tersebut diambil oleh Zaid, lalu dia terbunuh, kemudian bendera tersebut diambil oleh Ja’far, lalu dia terbunuh, kemudian selanjutnya bendera itu diambil oleh Abdullah bin Rawahah lalu dia pun terbunuh.”

Sedangkan kedua mata Rasulullah ﷺ meneteskan air mata.
 
 
(Kemudian beliau melanjutkan): "Kemudian bendera tersebut dipegang oleh salah satu pedang dari pedang Allah (Khalid bin al Walid) sampai Allah memberi kemenagan kepada mereka." (HR. Al Bukhari 3757)
 
Juga kisah pidato Abu Bakar Ash Shiddiq ketika Rasulullah ﷺ meninggal dunia, beliau berkata:
 
أَمَّا بَعْدُ  فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ وَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ اللهَ فَإِنَّ اللهَ حَّيٌ لَا يَمُوْتُ
 
"Amma ba’du (adapun setelah itu), barangsiapa diantara kalian yang menyembah Muhammad ﷺ maka sesungguhnya dia telah meninggal dunia, dan barang siapa menyembah Allah maka sesungguhnya Allah Maha hidup dan tidak mati." (HR. Al Bukhari no. 4454)
 
Juga sebuah atsar dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa beliau suatu ketika melihat perkumpulan majelis, kemudian beliau berkata:
 
إِنَّ أَخَاكُمْ قَدْ مَاتَ فَاشْهِدُوا جَنَازَتَهُ
 
"Salah satu saudara kalian telah meninggal dunia maka datanglah untuk menunaikan hak jenazahnya." (H.R Ibnu Abdil Bar dalam Al Istidzkar 3/26)
 
Hadits-hadits dan atsar di atas menunjukan bolehnya mengumumkan berita kematian seseorang.
 

NA’YU HUKUMNYA BISA MENJADI MUSTAHAB
 
Na'yu bahkan terkadang hukumnya menjadi mustahab (dianjurkan) dan tidak hanya sekedar mubah (jaiz), sebagaimana kata Al Imam An Nawawi:
 
“Berdasarkan hadits-hadits shahih yang sudah kami sebutkan di atas disimpulkan bahwa mengumumkan kematian seseorang bagi yang belum mengetahuinya bukanlah hal yang dimakruhkan.
 
Bahkan jika maksud dari pemberitahuan tersebut adalah untuk memperbanyak orang yang menshalatinya maka hukumnya menjadi mustahab (sunnah).
 
Hanya saja yang dimakruhkan adalah ketika pengumuman tersebut diiringi dengan penyebutan kebaikan-kebaikannya secara berlebihan. Demikian juga sambil berkeliling kampung menyebarkan kebaikannya. Yang demikian ini menyerupai na’yunya kaum jahiliah.
 
(Al Majmu’ Syarhul Muhadzab 5/215-216)
 

SYARAT NA’YU YANG DIPERBOLEHKAN
 
Yang perlu diperhatikan adalah disana ada beberapa ketentuan tentang na’yu yang diperbolehkan. Sebagaimana yang disebutkan oleh Al Imam An Nawawi di dalam Syarah Shahih Muslim (7/21) ketika mensyarah hadits  tentang kematian Najasyi. Beliau berkata:
 
“Pada hadits ini terdapat anjuran untuk mengumumkan berita kematian seseorang, akan tetapi bukan dengan cara-cara kaum jahiliah. (Maka ketentuan na’yu diperbolehkan adalah dengan tujuan):
 
1. Hanya sekedar mengumumkan untuk menyolatinya dan mengurus jenazahnya
 
2. Memberi semangat dan meneguhkan hati keluarganya
 
3. Agar segera tertunaikan tanggungan-tanggungan si mayit (berupa utang dan yang semisalnya)
 
4. Tidak diiringi dengan penyebutan kemuliannya dan yang semisalnya dari pujian yang berlebihan.
 
Oleh karena itu ketika ada seseorang yang meninggal terkhusus dari orang yang memiliki keutamaan dan kemuliaan maka tidak perlu diiringi penyebutan kemuliaan-kemuliannya dalam pengumumannya.
 
Seperti ucapan sebagian orang ketika mengumumkan seorang alim yang meninggal, "telah meninggal alim fulan yang sudah memiliki andil besar dalam dakwah", "telah meninggal seorang alim yang menolong sunnah” atau kalimat yang semakna dengan ini.
 
Cukup dalam penyampaian kabar kematian adalah dimaksudkan agar orang datang menshalatinya dan menunaikan pengurusan jenazahnya.
 
Wallahu a'lam bishowab
 
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Abu Abdil Karim Ubaidullah hafizhahullah | Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 BOLEHKAH BERWUDHU’ DENGAN MENGGUNAKAN AIR KELAPA ATAU CAIRAN LAIN SELAIN AIR?


Tidak boleh bersuci dengan air kelapa atau cairan lain selain air mutlak.

Bersuci (berwudhu’ ataupun mandi) untuk menghilangkan hadats hanyalah boleh dengan menggunakan air yang suci. Tidak bisa dengan cairan lain apapun.

Ibnul Mundzir menukil ijma’ (kesepakatan Ulama) akan hal itu dalam kitab al-Ijma’ dan dinukil oleh Ibnu Qudamah dalam al-Mughni.

Ibnu Hubairah rahimahullah menyatakan:

وَاتَّفَقُوْا عَلَى أَنَّ الْحَدَثَ لَا يَرْفَعُهُ عَلَى الْإِطْلَاقِ إِلَّا الْمَاء

"Dan mereka (para Ulama) sepakat bahwasanya hadats tidaklah bisa dihilangkan secara mutlak kecuali dengan air". (Ikhtilaaful Aimmatil Ulamaa’ (1/30)).

(dikutip dengan penyesuaian dari buku "Fiqh Bersuci dan Sholat"-edisi revisi, Abu Utsman Kharisman)
WA al I'tishom

Situs Web:
itishom.org

Telegram :
https://t.me/alitishombissunnah/

Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HIKMAH NABI ﷺ MENYEBUT NAMA MALAIKAT JIBRIL, MIKAIL DAN ISRAFIL DALAM DOA ISTIFTAH DAN HIKMAH PEMBERIAN TUGAS KEPADA MALAIKAT

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Para ulama berkata: Tiga malaikat yang Nabi ﷺ membaca doa istiftah di saat shalat malam dengan Rububiyah Allah Ta'ala terhadap mereka dimana Beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وإسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بيْنَ عِبَادِكَ فِيما كَانُوا فيه يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِما اخْتُلِفَ فيه مِنَ الحَقِّ بإذْنِكَ، إنَّكَ تَهْدِي مَن تَشَاءُ إلى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

‘Ya Allah, rabb bagi Jibril, Mikail dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nampak, engkaulah yang menetapkan keputusan diantara para hamba dalam berbagai hal yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam hal hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu sesungguhnya engkau itu memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki untuk menuju jalan yang lurus’ [Hadits riwayat Imam Muslim no. 770 dari hadits 'Aisyah radiyallahu 'anha].


Para ulama berkata:

Sesungguhnya Nabiﷺ membaca doa istiftah dengan menyebut ketiga malaikat ini karena masing-masingnya bertugas dengan hal yang mengandung kehidupan.

◽️Malaikat Jibril bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan hati yaitu wahyu.

◽️Israfil bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan badan yaitu akhir kehidupan dengan ia meniup sangkakalanya.

◽️Mikail bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan bumi yaitu menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman.

Namun ini semua tidak berarti Allah 'Azza wa Jalla dzat yang lemah. Allah 'Azza wa Jalla jika berkehendak tinggal mengucapkan: Jadilah, maka jadilah segala hal.

Akan tetapi ini semua untuk menunjukkan kebijaksanaan dan kuatnya kekuasaan serta Ia 'Azza wa Jalla memiliki tentara-tentara yang hanya diketahui Allah 'Azza wa Jalla lalu Allah 'Azza wa Jalla memberitahukan kepada kita sesuai yang dikehendakinya."

🏡 Liqa' al Bab al Maftuh 96

🌎http://binothaimeen.net/content/3906

📱@ukhwh

وقالوا: إن هؤلاء الثلاثة هم الذين كان النبي صلى الله عليه وسلم يستفتح في صلاة الليل بربوبية الله تعالى لهم حيث يقول: (اللهم رب جبرائيل وميكائيل وإسرافيل فاطر السماوات والأرض عالم الغيب والشهادة أنت تحكم بين عبادك فيما كانوا فيه يختلفون، اهدني لما اختلف فيه من الحق بإذنك إنك تهدي من تشاء إلى صراط مستقيم) قالوا: إنما كان يستفتح بهؤلاء الثلاثة؛ لأن كل واحد موكل بما فيه الحياة، فجبريل موكل بما فيه حياة القلوب وهو الوحي، وإسرافيل موكل بما فيه حياة الأبدان الحياة النهائية وهي النفخ في الصور، وميكائيل موكل بما فيه حياة الأرض وهو القطر والنبات، وهذا لا يعني: أن الله عز وجل عاجز، الله عز وجل لو شاء لقال: كن فيكون في كل شيء، لكن هذا لإظهار الحكمة وإظهار قوة السلطان وأنه جل وعلا له جنود لا يعلمها إلا هو عز وجل ويعلمنا ما شاء منها 
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 ORANG YANG TIDAK PAHAM PERMASALAHAN JANGAN IKUT BERBICARA


قال الحافظ المزي رحمه الله:

لو سكت من لا يدري لاستراح وأراح ، وقل الخطأ وكثر الصواب

تهذيب الكمال: 326/2

Berkata Al-Hafidz Al Mizzy rahimahullah:

"Kalau saja orang yang tidak tahu (bisa) bersikap diam (tidak ikut berbicara), niscaya dia akan merasa nyaman dan membuat nyaman orang lain, serta akan sedikit terjadi kesalahan dan tersebar banyak kebenaran."
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🎗️HIMBAUAN TA'AWUN PEMBEBASAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN MASJID SALAFY KISARAN

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد :

📚 Allah Ta'ala berfirman :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ

"Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam (berbuat) dosa dan permusuhan." (Surat Al-Maidah ayat 2)

💡Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Jika seseorang meninggal, seluruh amalannya akan terputus, kecuali tiga: sedekah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

'Amma Ba'du

Alhamdulillah 'Alakulli haal Da'wah Salafiyah di kota kisaran Dalam perjalanannya mengalami pasang surut, kita ta'lim numpang di masjid umum & dirumah-rumah ikhwan...Dan sampai saat ini kita belum memiliki Masjid Sendiri. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad ikhwah Kisaran untuk terus selalu berusaha menegakkan Da'wah sunnah yang Mulia ini Biidznillahi ta'ala.

Alhamdulillah…
Dengan Mengharap Pertolongan ALLOH Ta'ala, Kami ikhwah kota kisaran telah bermusyawarah untuk membebaskan tanah yang lokasinya berada di kelurahan siumbut baru kecamatan kisaran timur, kabupaten Asahan. SUMUT.

Yang Mana tanah tersebut sangat kita butuhkan untuk pembangunan masjid serta kegiatan dakwah yang lainya.

Adapun luas tanah tersebut adalah ± 1965 M² (± 5 rante) yang Lebih kurang harganya Rp. 190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah).


🤲 Selanjutnya dengan memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala, kami menyampaikan kepada kaum muslimin untuk Sudi kiranya ikut andil dalam kebaikan ini, dengan menginfaqkan harta dan berta'awun dalam proses pembebasan lahan tersebut.

💡Marilah sama-sama kita mengingat keutamaan orang yang berinfaq untuk pembangunan masjid

📜 Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)

📄juga dari sahabat Utsman bin Affan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

💪 Mari semangat beramal jariyah memanfaatkan kesempatan ini, kita ingat apa yang kita infaqkan itulah harta kita yang sebenarnya, dan Allah pasti akan menggantinya.

Allah Ta'ala berfirman :

وَمَاۤ أَنفَقۡتُم مِّن شَیۡءࣲ فَهُوَ یُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَیۡرُ ٱلرَّ ٰ⁠زِقِینَ

"Dan apa-apa yang kalian infaqkan, maka Allah pasti akan menggantinya, dan Dialah (Allah) sebaik-baik Pemberi Rezeki" (Surat Saba’ ayat 39)

💰 Bagi Ikhwan yang ingin berta'awun bisa mengirimnya ke rekening Bendahara pembebasan lahan dibawah ini :

🏧 Nomor rekening :
63202300009850

A/n. Muhammad Iqbal Fajri

📮Bank Sumut Syariah
Kode bank : 117

Silahkan konfirmasi setelah transfer ke:

📲 WA/tlpn: +6281376546954
Al Akh Muhammad Iqbal Fajri

🤲 Atas perhatian dan bantuannya, kami sampaikan jazakumullah khairan wa barakallahu fiikum.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kota kisaran, 21 Muharram 1443 H/ 30 Agustus 2021

🔖 Panitia pembebasan lahan pembangunan masjid salafy kota kisaran.

🖋️Mengetahui :

✔️Al Ustadz Lukman Hakim Al Maidany
✔️Al Ustadz Abdul Majid Al Maidany
✔️Al Ustadz Hasan Batahan
✔️Al Ustadz Ismail Al Maidany

Hafidzahumullah

Tanbih :
Mohon untuk tidak disebarkan di FB.

🔲🔲🔲🔲🔲🔲🔲
Donasi Pembebasan Lahan Untuk Pembangunan Masjid di Kisaran-SUMUT.
Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
WASPADALAH TERHADAP KEMATIAN MENDADAK

Asy-Syaikh Sholih Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah


↘️ Gabung Dan Bagikan:

📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx
(khusus laki-laki/pria)

📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)

🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung

📡 Website:
www.SalafyBandung.com


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
::
📬 KISAH AL HAFIDZ IBNU HAJAR DAN KETIGA PUTRINYA DI MASA WABAH

Siapa yang tidak mengenal sosok Al Hafidz lbnu Hajar rahimahullah?

Seorang figur yang sangat tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.

Namun ada sebuah kejadian menarik terkait penulisan kitab beliau yang berisi tentang wabah dan hal-hal yang berkaitan dengannya, yaitu kitab Badzlul Ma'un fi Fadhlith Tho'un.

Awal penulisan kitab tersebut dilakukan pada tahun 819 H, di tahun yang sama pula beliau kehilangan 2 putri beliau yang bernama:

1. Ghaliyah (meninggal pada usia sekitar 12 tahun)

2. Fathimah (meninggal ketika masih bayi sekitar 2 tahun)


Dimana keduanya meninggal akibat wabah Tho'un yang terjadi di tahun tersebut (819 H). Disaat itu terhenti pula penulisan kitab tersebut.

Kemudian Al Hafidz Ibnu Hajar menyempurnakan penulisannya dengan menambahkan beberapa hal lainnya pada tahun 833 H, pun di tahun yang sama meninggal lagi karena wabah Tho'un putri beliau yang lebih tua bernama Zain Khotun di usia sekitar 31 tahun dalam kondisi hamil.

رحمهم الله جميعا

Referensi:
- الضوء اللامع لأهل القرن التاسع
- بذل الماعون في فضل الطاعون

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 MENGAPA MASIH RAGU VAKSIN COVID-19?

Saudaraku…

Para Ulama telah berbicara tentang hukum vaksin. Secara asal, vaksin adalah mubah. Sebagai pencegahan sebelum terjangkitnya penyakit ke tubuh kita atau mudharat menimpa kita. Di antara dalilnya adalah perintah Nabi untuk mengkonsumsi 7 kurma ‘ajwah sebagai proteksi untuk mencegah racun maupun sihir.

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

"Barang siapa yang di pagi hari memakan 7 kurma ‘ajwah setiap hari, tidak akan memudharatkannya racun maupun sihir di hari itu" (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

Syaikh Bin Baz rahimahullah berdalil dengan hadits tersebut akan bolehnya vaksin meningitis ketika ada pertanyaan tentang hal itu. Beliau menyatakan:

فهذا تداوٍ قبل نزول البلاء

Maka ini adalah upaya pencegahan sebelum datangnya musibah (Masaail al-Imam Ibn Baz (1/249)).

Semakna dengan itu, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah juga membantah anggapan haramnya vaksin meningitis dan beliau menjelaskan bahwa vaksin justru adalah bagian dari bentuk tawakkal dengan menempuh sebab-sebab (perlindungan). Beliau menyatakan:

...وكنت أتوقع سؤالاً كثر إيراده ألا وهو استعمال الإبرة عن الحمى الشوكية، فإن من الناس من قال: إن هذا حرام؛ لأنه ينافي التوكل، ولكننا نقول: إن هذا من التوكل؛ لأن التوكل صدق الاعتماد على الله -عز وجل- مع فعل الأسباب

"Dan saya mendapat banyak pertanyaan tentang suntik (vaksin) meningitis. Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa itu haram karena meniadakan tawakkal. Namun kita katakan: Sesungguhnya ini termasuk tawakkal. Karena tawakkal adalah benar-benar bergantung kepada Allah Azza Wa Jalla disertai melakukan sebab-sebab…" ( http://binothaimeen.net/content/167 )

Secara praktek perbuatan, Ulama Ahlus Sunnah di masa kini telah melakukan vaksin Covid-19 pada diri mereka. Sebagai contoh, dimuat oleh sebagian media pernyataan Syaikh Sholih al-Fauzan setelah beliau divaksin pada bulan Februari 2021 yang lalu.

Syaikh Sholih al-Fauzan menilai bahwa vaksin adalah upaya menempuh sebab perlindungan (dari penyakit). Beliau pun bersyukur kepada Allah kemudian berterima kasih kepada pemerintah Saudi yang memfasilitasi vaksin tersebut.

Pemerintah Indonesia pun telah menempuh kebijakan-kebijakan yang patut disyukuri. Semoga Allah Ta’ala melindungi dan melimpahkan kebaikan pada pemerintah kita. Vaksin gratis digencarkan sebagai pelayanan bagi masyarakat.

Meskipun pandangan sinis bertebaran di sana-sini. Namun hal itu tidak menyurutkan niat baik pemerintah Indonesia. Tidak sedikit dana APBN telah digelontorkan. Sayangnya, antusiasme masyarakat masih sangat rendah.

Segala kebijakan pemerintah selalu dipandang salah. Vaksin digratiskan, jarang peminat. Diberi opsi vaksin berbayar, dianggap ambil keuntungan.

Bukan demikian sikap rakyat yang terbimbing syariat. Mestinya rakyat bersikap mendengar dan taat dalam hal yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah Ta’ala.

Kita memang jangan mudah terpengaruh dengan isu dan berita yang tidak berdasar. Jangan langsung percaya dengan info yang disebar di media-media sosial. Justru informasi resmi dari pemerintah muslim yang semestinya dijadikan rujukan dan referensi. Itulah bimbingan alQuran. Informasi resmi dari Ulil Amr (pemerintah) yang semestinya diikuti.

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ...

"Jika datang kepada mereka (berita) tentang keamanan atau hal yang menakutkan, mereka segera menyebarkannya. Kalau seandainya mereka mengembalikan hal itu kepada Rasul dan Ulil Amri (pemerintah dan orang yang berilmu) niscaya (kebenaran) akan diketahui oleh orang yang menggali informasi itu (dari sumbernya yang valid)…" (Q.S anNisaa’ ayat 83)

Bersambung..
Salah satu alasan keengganan mengikuti vaksin adalah karena lebih percaya dengan info-info yang tidak berdasar dibandingkan informasi resmi dari pemerintah. Apabila kita mengikuti isu dan info yang tidak berdasar itu, akan muncul kesan bahwa vaksin berbahaya atau tidak bermanfaat. Padahal, telah terbukti bahwa vaksin –dengan izin Allah- menjadi sebab perlindungan bagi manusia.

Vaksin terbukti efektif mengurangi tingkat kematian. Data vaksinasi di Jakarta dari 12 Januari hingga 9 Juli tunjukkan populasi yang sudah divaksin lebih kecil kemungkinannya untuk terpapar COVID-19. Silakan disimak datanya di: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/vaksin-covid-19-terbukti-efektif-mengurangi-tingkat-kematian

Silakan dikaji pula hasil-hasil penelitian para pakar di bidang medis yang berkesimpulan bahwa kalaupun terpapar virus Covid-19, orang yang sudah divaksin dengan dosis lengkap –dengan izin Allah – tidak mengalami sakit yang parah.

Kita hanya menempuh sebab. Allah Ta’ala yang menentukan keberhasilan sebab itu berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, sikap menaati pemimpin muslim dalam hal yang ma’ruf adalah bagian dari ibadah.

Seperti yang telah dipaparkan di atas, hukum asal vaksin adalah mubah. Namun jika itu perintah dari pemerintah muslim, sesuatu yang asalnya mubah berubah menjadi wajib. Al-Mubarokfuri rahimahullah menyatakan:

أَنَّ الْاِمَامَ إِذَا أَمَرَ بِمَنْدُوْبٍ أَوْ مُبَاحٍ وَجَبَ

Sesungguhnya imam (pemimpin/pemerintah) jika memerintahkan pada hal yang mandub (dianjurkan), atau mubah, (hukum pelaksanannya menjadi) wajib (Tuhfatul Ahwadzi syarh Sunan atTirmidzi (5/298)).

Kalau ada yang masih takut vaksin karena alasan kesehatan, janganlah mendasarkan pada dugaan dan asumsi anda sendiri. Berkonsultasilah dengan ahlinya (dokter) agar mendapatkan arahan yang tepat apakah anda memang belum waktunya mendapat vaksin atau semestinya bisa divaksin.

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan afiyat dan keselamatan kepada kita..

Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al I'tishom

Situs Web:
itishom.org

Telegram :
https://t.me/alitishombissunnah/

Siaran Radio Kajian Ba'da Maghrib:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 4 KONDISI SEORANG WANITA BOLEH MELAKUKAN SAFAR TANPA MAHROM

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

كل سفر ولو قصيرا فلا بد فيه من محرم للأنثى، إلا في أربعة مواضع:

الأول: إذا مات محرمها في الطريق، وقد بعدت عن البلد.

الثاني: إذا لزمتها الهجرة.

الثالث: إذا زنت وأريد تغريبها ولا محرم.

الرابع: إذا لزم الحاكم إحضارها بعد تحرير الدعوى عليها وهي في غير بلده.

(المنتقى من فرائد الفوائد لابن عثيمين ص ٣٧)


"Semua perjalanan safar (bepergian) walaupun dekat, maka seorang wanita harus ditemani mahromnya kecuali pada 4 kondisi:

1. Jika mahromnya meninggal dunia di tengah jalan dalam kondisi dia sudah jauh dari kotanya.

2. Jika wanita tersebut sudah terkena kewajiban hijrah (dari negeri kafir ke negeri muslimin).

3. Jika wanita tersebut berzina dan dijatuhi hukuman baginya dengan cara diasingkan (di negeri lain) dalam kondisi tidak ada mahrom baginya.

4. Jika hakim mewajibkan bagi dia untuk menghadiri suatu persidangan (setelah dipastikan tuduhan terhadapnya), sedangkan wanita tersebut berada di negeri lain. 

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 HUKUM SHOLAT DI MASJID YANG DIKELILINGI OLEH KUBURAN

Asy-Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah

حكم الصلاة في المسجد الذي حوله مقابر

السؤال:

نفيدكم علما بأنه يوجد في قريتنا مسجد وحوله مقابر وأن هذه المقابر تحيط به من كل جانب، ونفيدكم أن المسجد بني قبل وجود المقابر وما زال أهل القرية يصلون في هذا المسجد، نرجو من الله ثم من سماحتكم أن تعيدونا في حكم صلاة الناس فيه، وكذلك نرجو أن توضحوا لنا ماذا نفعل تجاه هذا الأمر؟

الجواب:

لا يضر هذا، إذا صلى في المسجد.. إذا جعل حوله مقبرة ما تضرهم، صلاتهم فيه صحيحة، الذي يضر كونهم يبنون المسجد على القبور، يعني يأتون إلى المقبرة أو إلى القبر ويبنى عليه المسجد هذا منكر، أما إن كان مسجدًا مستقيمًا ثم دفنوا حوله لا يضرهم.

Pertanyaan:

Kami sampaikan kepada Anda, bahwa di kampung kami ada sebuah masjid yang disekitarnya terdapat sekian kuburan yang mengelilinginya dari segala arah.

Begitu juga kami sampaikan kepada Anda bahwa masjid tersebut sesungguhnya telah dibangun sebelum adanya kuburan-kuburan tersebut, sedangkan penduduk setempat masih sholat di masjid tersebut.

Maka kami berharap dari Allah kemudian dari Anda (wahai syaikh) yang mulia agar kembali menjelaskan kepada kami tentang hukum sholat di masjid tersebut, sebagaimana kami berharap agar Anda menjelaskan kepada kami tentang bagaimana kami bersikap dalam permasalahan ini?


Jawaban:

Kondisi yang demikian tidak masalah, jika seseorang sholat di masjid tersebut...yakni apabila di sekitarnya ada pekuburan maka keberadaannya tidak masalah, sholatnya mereka disitu tetap sah.

Yang menjadi masalah yaitu jika mereka membangun masjid diatas kuburan, yakni mereka mendatangi pekuburan atau sebuah kuburan kemudian disitu dibangun masjid, maka yang demikian merupakan perbuatan mungkar.

Adapun jika telah berdiri tegak sebuah masjid kemudian masyarakat menguburkan di sekitarnya maka yang demikian tidak menjadi masalah (bagi keabsahan sholat mereka,pent).

Sumber: http://bit.ly/2V9ibda


Catatan:

Hal tersebut tentunya tidak menunjukkan bolehnya mengubur jenazah di area masjid karena hukum asal mengubur jenazah tetap di pekuburan yang jauh dari masjid sebagaimana datang penjelasannya dalam fatwa beliau yang lain, bisa dibaca di http://bit.ly/3jChtyu
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 SEBAB-SEBAB PUDARNYA KEISTIQOMAHAN PARA PEMUDA

Pertanyaan:

Wahai Syaikh yang mulia, ada sebuah fenomena yang kami memohon kepada Allah agar tidak semakin banyak terjadi, namun kami mengharapkan solusinya dari anda sebelum hal tersebut semakin berkembang. Yaitu fenomena maraknya para pemuda yang berubah menjadi buruk setelah sebelumnya mereka adalah teguh di atas kebaikan.

Ada seorang pemuda yang dahulunya dengan para pemuda (baik) lainnya bersama-sama menghafal al-Quran dan mengikuti beberapa pelajaran ilmiah, namun -hanya kepada Allah kita berlindung- kini kondisinya telah berubah. (Bisa jadi) pengaruh teman-teman lamanya, keluarganya, ataupun pengaruh lingkungan masjid kampungnya.

Apa nasihat anda untuknya dan para pemuda semisalnya? Demikian pula apakah yang seharusnya dilakukan oleh orang yang mengetahui kondisi pemuda tersebut?


Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah:

Pertama:
Saya rasa (pernyataan anda) ini termasuk sikap pesimis. Maksudnya pernyataan bahwa telah banyak terjadi fenomena pudarnya keistiqomahan (di kalangan para pemuda) atau pernyataan semisal itu. Padahal saya menyaksikan sendiri banyak para pemuda -segala puji hanya bagi Allah- yang mulai berusaha istiqomah (di atas kebaikan).

Para pemuda yang mengalami hal seperti itu sebenarnya sudah lama memendam sesuatu dalam diri-diri mereka sejak sebelum akhirnya berubah. Mereka tidak mampu melampiaskan yang mereka inginkan sehingga akhirnya mereka berubah.

Namun hanya sedikit para pemuda yang mengalami hal itu, walhamdulillah. Mayoritas pemuda berada di jalan istiqomah.

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Artikel lain yang semoga bermanfaat

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/penyebab-lemahnya-semangat-dalam-menuntut-ilmu/

https://itishom.org/blog/artikel/nasihat/cara-menambah-keimanan/

https://itishom.org/blog/artikel/tafsir/istiqomah-menjaga-keislaman-sampai-mati/
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Dan tidak dipungkiri bahwa pudarnya keistiqomahan para pemuda memiliki beberapa sebab. Dan sebab terbesarnya adalah muatan yang terdapat pada berbagai macam situs dan channel tayangan yang kita berharap kepada Allah agar pemerintah kita dapat mengontrolnya agar selalu aman (dari hal-hal yang buruk). Sebab, sungguh kita tidak mengetahui ada faktor yang paling mendukung untuk keistiqomahan seseorang dibanding upaya mengagungkan Allah dan menjauhi keharaman-Nya.

Keamanan yang sesungguhnya ialah apabila seseorang benar-benar menjadikan syariat Allah sebagai landasannya. Adapun berbagai layanan yang memungkinkan penggunanya merasa aman (menonton kemungkaran padanya) tanpa harus takut kepada pemerintah maka sungguh tingkat keamanannya sangat lemah, dan seseorang akan selalu mencuri-curi kesempatan (dengan adanya layanan itu). Perasaan aman hanya akan berlangsung lama jika bersumber dari keimanan.

Kanal-kanal siaran semacam itu benar-benar akan mengikis keimanan dan perilaku terpuji pada seorang hamba. Padanya terdapat pula berbagai bencana yang mencabik-cabik hati orang-orang beriman dan membuat kalbu mereka bersedih karenanya.

Beberapa (praktek keji) yang ditayangkan padanya -menurut informasi yang sampai pada saya- bahkan tidak dilakukan oleh binatang, wal ‘iyadzu billah. Mereka terbiasa mengucapkan ucapan-ucapan yang keji, mempertontonkan aksi pelacuran, dan hal-hal rendahan lainnya. Sungguh fenomena yang membuat rambut beruban dan anak-anak seketika menjadi tua.

Apabila para pemuda menikmati tontonan tersebut kita tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya jika akhirnya mereka berubah, hanya kepada Allah-lah tempat berlindung. Namun para pemuda itu bukan berarti juga memiliki alasan untuk menontonnya. Karena mereka wajib untuk memutus semua sarana menuju kesana. Mereka juga tidak boleh lagi menontonnya atau saling memperbincangkan hal-hal tersebut. Itulah yang seharusnya mereka lakukan.
Selain itu kita kita memohon kepada Allah azza wajalla agar pemerintah benar-benar membenahi berbagai kerusakan ini dan memblokir situs-situs tersebut seluruhnya. Hal tersebut tentu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Dan para pemerintah kita insya Allah mampu merealisasikan hal tersebut. Dan kita berharap agar mereka benar-benar melaksanakannya.

Sumber:
Silsilah al-Liqo’ asy-Syahri (no. 45)

🇸🇦 Teks Arab:

أسباب انتكاس بعض الشباب

السؤال:

فضيلة الشيخ: ظاهرة نسأل الله تعالى ألا تكون كثيرة لكن نود علاجها من قبلكم قبل انتشارها وهي: ظاهرة الانتكاس بعد الالتزام، كان شاب مع الشباب وربما حفظ شيئاً من القرآن وحضر شيئاً من دروس العلم، ولكنه -والعياذ بالله- تغيرت حاله سواءً مع زملائه السابقين أو مع أهله أو في مسجد حيه، فما نصيحتك له ولأمثاله؟ وما واجب من يعلم بحاله؟

الجواب:

أولاً: أرى أن هذا من التشاؤم، أعني القول: بأن الانتكاس كثير أو كثر أو ما أشبه ذلك، وأرى أن شباباً كثيراً -والحمد لله- بدءوا يلتزمون، والذين انتكسوا كان في نفوسهم شيء قبل الانتكاس ولكن لم يتحقق فلذلك انتكسوا، ولكنهم قلة -ولله الحمد- وأكثر الشباب على الاستقامة، ولا شك أن الانتكاسة لها أسباب، ومن أكبر أسبابها ما يوجد في القنوات الفضائية التي نسأل الله -تبارك وتعالى- في هذا المكان أن يسلط الحكومة على القضاء عليها حتى تأمن، وحتى تستقر، لأننا لا نرى شيئاً أعظم في الاستقرار من تعظيم الله -عز وجل-، والبعد عن محارمه، وأن الناس إذا ضبطوا على الشرع فهذا هو الأمن، والذي لا يعطي الأمان إلا الخوف من السلطان أمنه ضعيف، وسينتهز الفرصة، لكن إذا كان أمنه عن إيمان فهذا هو الذي يبقى، وهذه القنوات الفضائية لا شك أنها تسلب الإيمان، وتسلب الأخلاق، وفيها من البلاء ما تتقطع منه الأكباد، وتتوجع منه القلوب، فيه أشياء نسمع عنها، ولا البهائم تفعلها والعياذ بالله، مسابقات على الخنا، وعلى الدعارة، وعلى السفالة، أشياء يشيب منها الرأس، تجعل الولدان شيباً، إذا شاهد الشباب مثل هذا فإنه قد لا يلحقهم لوم إذا انتكسوا والعياذ بالله، ولكن لا عذر لهم -الشباب- لأن الواجب على الشباب أن يقاطعوها، وألا يجلسوا أليها، وألا يتحدثوا بها، هذا الواجب، لكن مع ذلك نحن نسأل الله -عز وجل- أن يسلط الحكومة على هذه الدشوش وتمنعها منعاً باتاً، وما ذلك على الله بعزيز، وهم -إن شاء الله تعالى- قادرون على ذلك، ونرجو أن يكونوا فاعلين.

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [45]


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

🖋️ Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wavi hafizhahullah

Grup WA Al I'tishom

Situs web resmi:
https://itishom.org/

Radio kajian petang:
https://itishom.org/radio-al-fauzan/

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
📬 KETAKJUBAN SYAIKH AL-UTSAIMIN TERHADAP PETIR


قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله:

وجدت في مجلة حديثة ما نصه: ونتج عن تلك الأبحاث أن الصواعق تنبعث من سحب قد حملت بشحنة كهربائية سالبة، وأن جهدها الكهربائي يتزايد من عشرة إلى مائة مليون فولت، وذلك في وقت لا يتجاوز جزءًا من الثانية، فسبحان الله القوي العزيز

(المنتقى من فرائد الفزائد ص١٥٨)

Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:

"Aku mendapati sebuah pernyataan dalam sebuah majalah terkini sebagaimana berikut: Kesimpulan dari beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa petir yang muncul dari awan membawa muatan listrik negatif yang daya listriknya mencapai lebih dari sepuluh sampai seratus juta volt dan hal ini hanya terjadi dalam waktu yang (singkat) tidak lebih dari sepersekian detik. Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa."

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
🔍 منتدى نشر الفـــــــوائد
قناتنا في برنامـــج [تيليجــــــرام]
للاشتراك : افتح الرابط واضغط على اشتراك👇

💾 JOIN bit.ly/ForumBerbagiFaidah

◽️◽️◽️◽️◽️◽️
Forwarded from SALAFY BANDUNG
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Resolusi Tinggi (11 MB)

BERSATULAH WAHAI AHLUSSUNNAH!
(Saling Memaafkan dan Berlapang Dada)

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah

Sumber:
https://t.me/Al_almo/6599


↘️ Gabung Dan Bagikan:

📚 WhatsApp Salafy Bandung 1
https://chat.whatsapp.com/IJTQfV0qJDQ8jPkNg8jvcx (khusus laki-laki/pria)

📚 WhatsApp Salafy Bandung 2
https://chat.whatsapp.com/CY6IXGceBtX5buGAv6GYML
(khusus laki-laki/pria)

🌎 Telegram:
https://t.me/SalafyBandung

📡 Website:
www.SalafyBandung.com

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁