::
🚇 HUKUM MAKMUM MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT TARAWIH
🔉Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum makmum membawa al-Qur'an dalam shalat tarawih?
[Jawaban]
Saya tidak mengetahui dasar hal ini. Yang jelas hendaknya khusyu' dan tuma`ninah dan tidak memegang al-Qur'an tetapi meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sebagaimana yang sunnah.
Meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan, atau hastanya yang kiri, inilah yang lebih disukai dan yang lebih utama.
Sedangkan memegang al-Qur'an akan menyibukkan seseorang dari sunnah ini kemudian mungkin akan menyibukkan hatinya dan pandangannya dalam mengecek al-Qur'an dan ayatnya, serta mendengar imam.
فالذي أرى أن ترك ذلك هو السنة، وأن يستمع وينصت ولا يستعمل المصحف
Jadi saya berpendapat bahwasannya meninggalkan hal itu adalah sunnah dan hendaknya makmum mendengar dan diam, serta tidak menggunakan al-Qur'an.
Adapun bila dia memiliki pengetahuan, maka dia membetulkan imamnya atau orang selainnya yang membetulkan.
Kemudian bila ditakdirkan imam salah namun tidak ada yang membetulkannya, maka tidaklah membahayakan hal itu pada selain al-Fatihah. Hanyalah bacaan al-Fatihah yang membahayakan secara khusus, sebab al-Fatihah rukun yang mesti ada dalam shalat.
Adapun bila imam meninggalkan sebagian ayat selain al-Fatihah tidaklah membahayakannnya hal itu, ketika tidak ada di belakangnya orang yang mengingatkannya.
Namun bila ada salah satu makmum yang membawa al-Qur'an untuk imam ketika diperlukan barangkali tidak mengapa.
Adapun setiap makmum memegang al-Qur'an, maka ini menyelisihi sunnah.
Sumber:
www.binbaz.org.sa/fatawa/1035 | http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 HUKUM MAKMUM MEMBAWA MUSHAF DALAM SHALAT TARAWIH
🔉Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum makmum membawa al-Qur'an dalam shalat tarawih?
[Jawaban]
Saya tidak mengetahui dasar hal ini. Yang jelas hendaknya khusyu' dan tuma`ninah dan tidak memegang al-Qur'an tetapi meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sebagaimana yang sunnah.
Meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan, atau hastanya yang kiri, inilah yang lebih disukai dan yang lebih utama.
Sedangkan memegang al-Qur'an akan menyibukkan seseorang dari sunnah ini kemudian mungkin akan menyibukkan hatinya dan pandangannya dalam mengecek al-Qur'an dan ayatnya, serta mendengar imam.
فالذي أرى أن ترك ذلك هو السنة، وأن يستمع وينصت ولا يستعمل المصحف
Jadi saya berpendapat bahwasannya meninggalkan hal itu adalah sunnah dan hendaknya makmum mendengar dan diam, serta tidak menggunakan al-Qur'an.
Adapun bila dia memiliki pengetahuan, maka dia membetulkan imamnya atau orang selainnya yang membetulkan.
Kemudian bila ditakdirkan imam salah namun tidak ada yang membetulkannya, maka tidaklah membahayakan hal itu pada selain al-Fatihah. Hanyalah bacaan al-Fatihah yang membahayakan secara khusus, sebab al-Fatihah rukun yang mesti ada dalam shalat.
Adapun bila imam meninggalkan sebagian ayat selain al-Fatihah tidaklah membahayakannnya hal itu, ketika tidak ada di belakangnya orang yang mengingatkannya.
Namun bila ada salah satu makmum yang membawa al-Qur'an untuk imam ketika diperlukan barangkali tidak mengapa.
Adapun setiap makmum memegang al-Qur'an, maka ini menyelisihi sunnah.
Sumber:
www.binbaz.org.sa/fatawa/1035 | http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
binbaz.org.sa
حمل المأموم للمصحف في صلاة التراويح
ج: لا أعلم لهذا أصلًا، والأظهر أن يخشع ويطمئن ولا يأخذ مصحفًا، بل يضع يمينه على شماله كما
::
🚇 BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H
MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG NUZULUL QURAN
▪ Makna dan hakikat Nuzulul Qur'an.
▪ Al-Qur'an diturunkan dalam dua tahapan.
▪ Hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur.
▪ Salah kaprah seputar Nuzulul Qur'an.
▪ Benarkah malam 17 Ramadhan diturunkannya Al-Qur'an❓
▪ Al-Qur'an diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya.
Penulis : Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله @TamaamulMinnah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H
MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG NUZULUL QURAN
▪ Makna dan hakikat Nuzulul Qur'an.
▪ Al-Qur'an diturunkan dalam dua tahapan.
▪ Hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur.
▪ Salah kaprah seputar Nuzulul Qur'an.
▪ Benarkah malam 17 Ramadhan diturunkannya Al-Qur'an❓
▪ Al-Qur'an diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya.
Penulis : Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله @TamaamulMinnah
◽️◽️◽️◽️◽️◽️
::
🚇 MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG NUZULUL QURAN
Oleh karena itu kaum muslimin sangat memuliakan dan menjunjung tinggi Alquran.
Hanya saja, yang sangat disayangkan adalah sebagian sikap pemuliaan tersebut ada yang tidak sesuai dengan aturan-aturan syariat, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang ada pada Alquran tersebut.
Salah satunya adalah tentang Nuzulul Quran, maka kali ini kami akan memaparkan secara kritis dan ilmiah InsyaaAllah tentang apa yang menjadi kekeliruan tersebut.
MAKNA DAN HAKIKAT NUZULUL QURAN
Nuzulul Quran secara harfiah artinya turunnya Alquran. Alquran turun pada bulan Ramadhan tepatnya di malam Lailatul Qadr, sebagaimana firman Allah ﷻ :
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami menurunkan (Alquran) pada Lailatul Qadr." (QS.Al-Qadr: 1)
Dalam surat Al-Qadr di atas disebutkan bahwa Allah menurunkan Alquran pada Lailatul Qadr. Malam ini adalah malam yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain,
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi." (QS. Ad-Dukhan: 3)
Malam yang diberkahi yang dimaksud di sini adalah Lailatul Qadr yang terdapat di bulan Ramadhan. Karena Alquran itu diturunkan di bulan Ramadhan seperti disebutkan dalam ayat:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alquran." (QS. Al-Baqarah: 185)
Yang dimaksud dengan Nuzulul Quran pada bulan Ramadhan di malam Lailatul Qadr adalah, Allah ﷻ menurunkan Alquran pada malam tersebut secara utuh (sekaligus) dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah atsar dari Ibnu Abbas radhiallaahu 'anhuma yang diriwayatkan dalam banyak riwayat dengan lafadz yang berbeda-beda, di antaranya bahwa Abdullah bin Abbas radhiallaahu 'anhuma mengatakan:
أنزل الله القرآن جملة واحدة من اللوح المحفوظ إلى بيت العزة من السماء الدنيا ثم نزل مفصلا بحسب الوقائع في ثلاث وعشرين سنة على رسول الله ﷺ
"Diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasulullah ﷺ sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 23 tahun." [HR.An-Nasa'i dalam Sunanul Kubra, Al-Hakim dalam Mustadraknya, Al-Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah dishahihkan Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan dishahihkan pula oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath 4:9]
Dari atsar di atas kita bisa mengetahui bahwa Alquran diturunkan dalam dua marhalah (tahapan):
1⃣ Tahapan pertama dimana Alquran diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.
2⃣ Tahapan kedua yaitu Alquran diturunkan kepada Nabi dari langit dunia secara berangsur-angsur sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan dengan hikmah, diantaranya:
1. Mengokohkan hati Nabi dan kaum mukminin.
2. Jawaban atas sebuah pertanyaan.
3. Bantahan terhadap syubhat orang-orang kafir.
4. Memudahkan untuk menghafalnya.
Dan hikmah lainnya yang disebutkan oleh para ulama.
Inilah pendapat yang rajih (kuat) tentang makna dan hakikat Nuzulul Quran.
(Bersambung)
📨 Penulis : Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله | BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H @TamaamulMinnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG NUZULUL QURAN
AI-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang memiliki kedudukan yang sangat agung lagi mulia di tengah-tengah kaum muslimin. Seluruh kaum muslimin mengakui bahwa Alquran memiliki nilai sakralitas yang sangat tinggi, tidak ada yang mengingkari perkara tersebut kecuali orang-orang munafik yang mengaku Islam. Oleh karena itu kaum muslimin sangat memuliakan dan menjunjung tinggi Alquran.
Hanya saja, yang sangat disayangkan adalah sebagian sikap pemuliaan tersebut ada yang tidak sesuai dengan aturan-aturan syariat, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai yang ada pada Alquran tersebut.
Salah satunya adalah tentang Nuzulul Quran, maka kali ini kami akan memaparkan secara kritis dan ilmiah InsyaaAllah tentang apa yang menjadi kekeliruan tersebut.
MAKNA DAN HAKIKAT NUZULUL QURAN
Nuzulul Quran secara harfiah artinya turunnya Alquran. Alquran turun pada bulan Ramadhan tepatnya di malam Lailatul Qadr, sebagaimana firman Allah ﷻ :
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
"Sesungguhnya Kami menurunkan (Alquran) pada Lailatul Qadr." (QS.Al-Qadr: 1)
Dalam surat Al-Qadr di atas disebutkan bahwa Allah menurunkan Alquran pada Lailatul Qadr. Malam ini adalah malam yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain,
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi." (QS. Ad-Dukhan: 3)
Malam yang diberkahi yang dimaksud di sini adalah Lailatul Qadr yang terdapat di bulan Ramadhan. Karena Alquran itu diturunkan di bulan Ramadhan seperti disebutkan dalam ayat:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alquran." (QS. Al-Baqarah: 185)
Yang dimaksud dengan Nuzulul Quran pada bulan Ramadhan di malam Lailatul Qadr adalah, Allah ﷻ menurunkan Alquran pada malam tersebut secara utuh (sekaligus) dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah atsar dari Ibnu Abbas radhiallaahu 'anhuma yang diriwayatkan dalam banyak riwayat dengan lafadz yang berbeda-beda, di antaranya bahwa Abdullah bin Abbas radhiallaahu 'anhuma mengatakan:
أنزل الله القرآن جملة واحدة من اللوح المحفوظ إلى بيت العزة من السماء الدنيا ثم نزل مفصلا بحسب الوقائع في ثلاث وعشرين سنة على رسول الله ﷺ
"Diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasulullah ﷺ sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 23 tahun." [HR.An-Nasa'i dalam Sunanul Kubra, Al-Hakim dalam Mustadraknya, Al-Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah dishahihkan Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan dishahihkan pula oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath 4:9]
Dari atsar di atas kita bisa mengetahui bahwa Alquran diturunkan dalam dua marhalah (tahapan):
1⃣ Tahapan pertama dimana Alquran diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia.
2⃣ Tahapan kedua yaitu Alquran diturunkan kepada Nabi dari langit dunia secara berangsur-angsur sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan dengan hikmah, diantaranya:
1. Mengokohkan hati Nabi dan kaum mukminin.
2. Jawaban atas sebuah pertanyaan.
3. Bantahan terhadap syubhat orang-orang kafir.
4. Memudahkan untuk menghafalnya.
Dan hikmah lainnya yang disebutkan oleh para ulama.
Inilah pendapat yang rajih (kuat) tentang makna dan hakikat Nuzulul Quran.
(Bersambung)
📨 Penulis : Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله | BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H @TamaamulMinnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 SALAH KAPRAH SEPUTAR NUZULUL QURAN
Di bulan Ramadhan, tepatnya setiap memasuki malam ke-17 sebagian kaum muslimin di Indonesia biasanya rutin mengadakan suatu acara seremonial yang disebut perayaan/peringatan Nuzulul Quran.
Biasanya acara tersebut diisi dengan pembacaan Alquran, ceramah agama dan diakhiri dengan doa dan makan-makan. Tujuan diadakannya acara ini adalah dalam rangka memuliakan malam tersebut yang merupakan malam turunnya Alquran (berdasarkan anggapan mereka).
Maka perayaan/ peringatan seperti ini jelas merupakan salah kaprah, dalam memahami Nuzulul Quran ditinjau dari beberapa sisi:
1⃣ Penetapan malam 17 Ramadhan sebagai tanggal turunnya Alquran jelas merupakan kekeliruan karena tidak ada landasan dalilnya
Karena Allah menegaskan bahwa turunnya Alquran adalah di malam Lailatul Qadr, sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, dan malam Lailatul Qadr berdasarkan riwayat- riwayat yang shahih jatuh di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sehingga tidak masuk padanya malam 17.
Kalau yang mereka maksudkan dengan peringatan Nuzulul Quran tersebut adalah awal pertama kali Nabi ﷺ menerima wahyu, maka penetapan malam tanggal 17 Ramadhan tersebut juga tidak berlandaskan dalil yang kuat. Al-Hafidz Ibnu Katsir yang beliau nukil dari Al-Waqidi dengan sanadnya dari Abu Ja'far Al-Baqir rahimahullah:
وروى الواقدي بسنده عن أبي جعفر الباقرأنه قال كان ابتداءالوحي إلى رسول اللهﷺ يوم الاثنين لسبع عشرة ليلة خلت من رمضان وقيل في الرابع والعشرين منه
"Dari Abi Ja'far Al-Baqir, beliau berkata: "Adalah permulaan wahyu kepada Rasulullah ﷺ pada hari Senin 17 Ramadhan, Wa qiila 24 Ramadhan".
Namun riwayat tersebut tidak menegaskan bahwa awal mula Nabi ﷺ menerima wahyu adalah tanggal 17, karena disebutkan pula tanggal 24 sehingga penetapan tanggal 17 sebagai Nuzulul Quran benar-benar tidak berdasarkan dalil yang kuat, terlebih di sana ada riwayat hadits yang menyelisihinya.
Dalam sebagian hadits dinyatakan bahwa Alquran diturunkan pada malam 25 Ramadhan, seperti pada hadits:
وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ
"Dan Alquran diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan."
[HR. Ahmad dari Watsilah bin Asqa', Al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany]
Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut dengan pemahaman: Alquran diturunkan pada malam 24 Ramadhan [As-Shirah An-Nabawiyyah libni Katsir
(1/393)]
Oleh karena itu, hadits di atas memiliki 2 penafsiran: Alquran diturunkan pada malam 25 Ramadhan. Ini adalah pendapat Al-Hulaimi dan dinukil serta disepakati oleh Adz-Dzahaby. [Faidhul Qadiir karya Al-Munawi]
2⃣ Acara peringatan Nuzulul Quran atau yang semisalnya seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj tidak pernah sama sekali dicontohkan oleh para Sahabat Nabi, padahal mereka adalah orang yang paling mengagungkan Alquran, kalau itu kebaikan tentulah mereka orang yang terdepan mengamalkannya.
Sehingga acara Nuzulul Quran dan yang semisalnya merupakan perkara yang tidak ada contohnya dalam urusan agama.
3⃣ Alquran pun diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya. Namun tujuan utama diturunkannya Alquran tersebut adalah agar dibaca dan direnungkan maknanya. Allah berfirman,
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Shaad: 29)
Al-Hasan AI-Bashri berkata, "Demi Allah, jika seseorang tidak merenungkan Alquran dengan menghafalkan huruf-hurufnya Ialu ia melalaikan hukum-hukumnya sehingga ada yang mengatakan, "Aku telah membaca Alquran seluruhnya." Padahal kenyataannya ia tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak memiliki amal." [Lihat
Tafsir Al-Qur'an Al -'Azhim, 2:418-419]
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk mengamalkan amalan-amalan yang diridai-Nya. Aamiin.
📨 Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله | BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H @TamaamulMinnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 SALAH KAPRAH SEPUTAR NUZULUL QURAN
Di bulan Ramadhan, tepatnya setiap memasuki malam ke-17 sebagian kaum muslimin di Indonesia biasanya rutin mengadakan suatu acara seremonial yang disebut perayaan/peringatan Nuzulul Quran.
Biasanya acara tersebut diisi dengan pembacaan Alquran, ceramah agama dan diakhiri dengan doa dan makan-makan. Tujuan diadakannya acara ini adalah dalam rangka memuliakan malam tersebut yang merupakan malam turunnya Alquran (berdasarkan anggapan mereka).
Maka perayaan/ peringatan seperti ini jelas merupakan salah kaprah, dalam memahami Nuzulul Quran ditinjau dari beberapa sisi:
1⃣ Penetapan malam 17 Ramadhan sebagai tanggal turunnya Alquran jelas merupakan kekeliruan karena tidak ada landasan dalilnya
Karena Allah menegaskan bahwa turunnya Alquran adalah di malam Lailatul Qadr, sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, dan malam Lailatul Qadr berdasarkan riwayat- riwayat yang shahih jatuh di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sehingga tidak masuk padanya malam 17.
Kalau yang mereka maksudkan dengan peringatan Nuzulul Quran tersebut adalah awal pertama kali Nabi ﷺ menerima wahyu, maka penetapan malam tanggal 17 Ramadhan tersebut juga tidak berlandaskan dalil yang kuat. Al-Hafidz Ibnu Katsir yang beliau nukil dari Al-Waqidi dengan sanadnya dari Abu Ja'far Al-Baqir rahimahullah:
وروى الواقدي بسنده عن أبي جعفر الباقرأنه قال كان ابتداءالوحي إلى رسول اللهﷺ يوم الاثنين لسبع عشرة ليلة خلت من رمضان وقيل في الرابع والعشرين منه
"Dari Abi Ja'far Al-Baqir, beliau berkata: "Adalah permulaan wahyu kepada Rasulullah ﷺ pada hari Senin 17 Ramadhan, Wa qiila 24 Ramadhan".
Namun riwayat tersebut tidak menegaskan bahwa awal mula Nabi ﷺ menerima wahyu adalah tanggal 17, karena disebutkan pula tanggal 24 sehingga penetapan tanggal 17 sebagai Nuzulul Quran benar-benar tidak berdasarkan dalil yang kuat, terlebih di sana ada riwayat hadits yang menyelisihinya.
Dalam sebagian hadits dinyatakan bahwa Alquran diturunkan pada malam 25 Ramadhan, seperti pada hadits:
وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ
"Dan Alquran diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan."
[HR. Ahmad dari Watsilah bin Asqa', Al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany]
Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut dengan pemahaman: Alquran diturunkan pada malam 24 Ramadhan [As-Shirah An-Nabawiyyah libni Katsir
(1/393)]
Oleh karena itu, hadits di atas memiliki 2 penafsiran: Alquran diturunkan pada malam 25 Ramadhan. Ini adalah pendapat Al-Hulaimi dan dinukil serta disepakati oleh Adz-Dzahaby. [Faidhul Qadiir karya Al-Munawi]
2⃣ Acara peringatan Nuzulul Quran atau yang semisalnya seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj tidak pernah sama sekali dicontohkan oleh para Sahabat Nabi, padahal mereka adalah orang yang paling mengagungkan Alquran, kalau itu kebaikan tentulah mereka orang yang terdepan mengamalkannya.
Sehingga acara Nuzulul Quran dan yang semisalnya merupakan perkara yang tidak ada contohnya dalam urusan agama.
3⃣ Alquran pun diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya. Namun tujuan utama diturunkannya Alquran tersebut adalah agar dibaca dan direnungkan maknanya. Allah berfirman,
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Shaad: 29)
Al-Hasan AI-Bashri berkata, "Demi Allah, jika seseorang tidak merenungkan Alquran dengan menghafalkan huruf-hurufnya Ialu ia melalaikan hukum-hukumnya sehingga ada yang mengatakan, "Aku telah membaca Alquran seluruhnya." Padahal kenyataannya ia tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak memiliki amal." [Lihat
Tafsir Al-Qur'an Al -'Azhim, 2:418-419]
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk mengamalkan amalan-amalan yang diridai-Nya. Aamiin.
📨 Al-Ustadz Abu Dawud Al-Medani حفظه الله | BULETIN AL-FAIDAH EDISI 59, Vol 2/Tahun 4/1439 H @TamaamulMinnah
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 (SUARA MENGGELEGAR) MEMBANTAH BERITA DUSTA : JIKA PERTENGAHAN RAMADHAN JATUH PADA MALAM JUM'AT, AKAN TERJADI BERBAGAI HURU-HARA
Pada Ramadhan dua tahun yang lalu tahun 1439 H - 2018 M, telah tersebar di medsos sebuah video yang berisi sebuah hadits, yang mengatakan :
"Apabila pertengahan ramadan jatuh di malam jumat, maka akan terjadi berbagai huru-hara dan peristiwa mengerikan lainnya."
Alhamdulillah telah berlalu pertengahan ramadhan tersebut dua tahun lalu, dalam keadaan tidak ada sedikitpun huru-hara yang disebutkan dalam hadits tersebut.
Ternyata video serupa juga beredar kembali pada Ramadhan tahun ini 1441 H - 2020 M.
Maka kami sengaja menurunkan artikel berikut, yang kami tulis dua tahun lalu, yang membuktikan bahwa hadits tersebut adalah hadits palsu, yang didustakan oleh kenyataan dan juga oleh para ulama dari segi sanadnya.
Berikut fatwa Ulama terkait dengan hadits tersebut :
1⃣ Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Telah sampai kepadaku bahwa sebagian orang bodoh menyebarkan selebaran yang berisi sebuah hadits yang didustakan atas nama Nabi ﷺ, kandungan hadits tersebut adalah :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
( إذا كان صيحة في رمضان ، فإنه يكون معمعة في شوال ، وتميز القبائل في ذي القعدة ، وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم ، وما المحرم ؟ يقولها ثلاث مرات ، هيهات هيهات ، يقتل الناس فيه هرجا هرجا ، قلنا : وما الصيحة يا رسول الله ؟ قال : هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة ، فتكون هدَّة توقظ النائم ، وتقعد القائم ، وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة ، في سنة كثيرة الزلازل والبرد ، فإذا وافق شهر رمضان في تلك السنة ليلة الجمعة ، فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة في النصف من رمضان فادخلوا بيوتكم ، وأغلقوا أبوابكم ، سدوا كواكم ، ودثروا أنفسكم ، وسدوا آذانكم ، فإذا أحسستم بالصحيحة فخروا لله سجدا ، وقولوا : سبحان القدوس ، سبحان القدوس ، ربنا القدوس ، فإنه من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل هلك ) .
"Jika terjadi suara menggelegar di Ramadhan, maka akan terjadi kekacauan di bulan Syawal dan para qabilah akan berselisih di bulan Dzulhijjah. Terjadilah pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Dan apa itu Muharram? Beliau mengulanginya tiga kali. Jauh sekali jauh sekali. Manusia banyak terbunuh, terjadilah pembunuhan demi pembunuhan.
Kami katakan : Apa itu suara yang menggelegar wahai Rasulullah?
Beliau menjawab : Ini terjadi di pertengahan Ramadhan di malam jumat. Maka terjadilah suara yang mengagetkan orang yg tidur, menjadikan terduduk orang yang berdiri, keluarlah para gadis pingitan dari tempatnya di malam jum'at. Di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi dan hawa dingin.
Jika bertepatan (pertengahan) bulan Ramadhan di tahun tersebut pada malam jumat, maka jika kalian selesai shalat shubuh dari hari jumat di pertengahan Ramadhan, masuklah kalian ke rumah-rumah kalian, kuncilah pintu-pintu kalian, tutuplah lubang-lubangnya, selimutilah diri-diri kalian dan sumbatlah telinga-telinga kalian.
Maka jika kalian merasakan suara yang menggelegar, segeralah kalian bersujud kepada Allah. Bacalah doa ini oleh kalian:
سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوس
Karena sesungguhnya, barangsiapa yang melakukan hal itu, dia akan selamat, dan barang siapa yang tidak melakukannya dia akan binasa."
(Selesai haditsnya)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
فهذا الحديث لا أساس له من الصحة ، بل هو باطل وكذب
Maka ini adalah hadits yg tiada dasar kebenarannya, bahkan HADITS YANG BATIL DAN DUSTA.
Sungguh telah dilalui oleh kaum muslimin banyak tahun-tahun, yang malam pertengahan Ramadhan bertepatan dengan malam jumat, tapi tidak terjadi seperti apa yang disebutkan berupa kedustaan begini, berupa suara menggelegar dan lainnya sebagaimana disebutkan.
Dari sini, orang yang mengamati kalimat ini akan tahu, bahwasanya tidak boleh menyebarkan hadits yang batil seperti ini.
Bahkan wajib untuk merobeknya, memusnahkannya, dan memperingatkan umat akan kebatilannya.
🚇 (SUARA MENGGELEGAR) MEMBANTAH BERITA DUSTA : JIKA PERTENGAHAN RAMADHAN JATUH PADA MALAM JUM'AT, AKAN TERJADI BERBAGAI HURU-HARA
Pada Ramadhan dua tahun yang lalu tahun 1439 H - 2018 M, telah tersebar di medsos sebuah video yang berisi sebuah hadits, yang mengatakan :
"Apabila pertengahan ramadan jatuh di malam jumat, maka akan terjadi berbagai huru-hara dan peristiwa mengerikan lainnya."
Alhamdulillah telah berlalu pertengahan ramadhan tersebut dua tahun lalu, dalam keadaan tidak ada sedikitpun huru-hara yang disebutkan dalam hadits tersebut.
Ternyata video serupa juga beredar kembali pada Ramadhan tahun ini 1441 H - 2020 M.
Maka kami sengaja menurunkan artikel berikut, yang kami tulis dua tahun lalu, yang membuktikan bahwa hadits tersebut adalah hadits palsu, yang didustakan oleh kenyataan dan juga oleh para ulama dari segi sanadnya.
Berikut fatwa Ulama terkait dengan hadits tersebut :
1⃣ Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata:
"Telah sampai kepadaku bahwa sebagian orang bodoh menyebarkan selebaran yang berisi sebuah hadits yang didustakan atas nama Nabi ﷺ, kandungan hadits tersebut adalah :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
( إذا كان صيحة في رمضان ، فإنه يكون معمعة في شوال ، وتميز القبائل في ذي القعدة ، وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم ، وما المحرم ؟ يقولها ثلاث مرات ، هيهات هيهات ، يقتل الناس فيه هرجا هرجا ، قلنا : وما الصيحة يا رسول الله ؟ قال : هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة ، فتكون هدَّة توقظ النائم ، وتقعد القائم ، وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة ، في سنة كثيرة الزلازل والبرد ، فإذا وافق شهر رمضان في تلك السنة ليلة الجمعة ، فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة في النصف من رمضان فادخلوا بيوتكم ، وأغلقوا أبوابكم ، سدوا كواكم ، ودثروا أنفسكم ، وسدوا آذانكم ، فإذا أحسستم بالصحيحة فخروا لله سجدا ، وقولوا : سبحان القدوس ، سبحان القدوس ، ربنا القدوس ، فإنه من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل هلك ) .
"Jika terjadi suara menggelegar di Ramadhan, maka akan terjadi kekacauan di bulan Syawal dan para qabilah akan berselisih di bulan Dzulhijjah. Terjadilah pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Dan apa itu Muharram? Beliau mengulanginya tiga kali. Jauh sekali jauh sekali. Manusia banyak terbunuh, terjadilah pembunuhan demi pembunuhan.
Kami katakan : Apa itu suara yang menggelegar wahai Rasulullah?
Beliau menjawab : Ini terjadi di pertengahan Ramadhan di malam jumat. Maka terjadilah suara yang mengagetkan orang yg tidur, menjadikan terduduk orang yang berdiri, keluarlah para gadis pingitan dari tempatnya di malam jum'at. Di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi dan hawa dingin.
Jika bertepatan (pertengahan) bulan Ramadhan di tahun tersebut pada malam jumat, maka jika kalian selesai shalat shubuh dari hari jumat di pertengahan Ramadhan, masuklah kalian ke rumah-rumah kalian, kuncilah pintu-pintu kalian, tutuplah lubang-lubangnya, selimutilah diri-diri kalian dan sumbatlah telinga-telinga kalian.
Maka jika kalian merasakan suara yang menggelegar, segeralah kalian bersujud kepada Allah. Bacalah doa ini oleh kalian:
سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوس
Karena sesungguhnya, barangsiapa yang melakukan hal itu, dia akan selamat, dan barang siapa yang tidak melakukannya dia akan binasa."
(Selesai haditsnya)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
فهذا الحديث لا أساس له من الصحة ، بل هو باطل وكذب
Maka ini adalah hadits yg tiada dasar kebenarannya, bahkan HADITS YANG BATIL DAN DUSTA.
Sungguh telah dilalui oleh kaum muslimin banyak tahun-tahun, yang malam pertengahan Ramadhan bertepatan dengan malam jumat, tapi tidak terjadi seperti apa yang disebutkan berupa kedustaan begini, berupa suara menggelegar dan lainnya sebagaimana disebutkan.
Dari sini, orang yang mengamati kalimat ini akan tahu, bahwasanya tidak boleh menyebarkan hadits yang batil seperti ini.
Bahkan wajib untuk merobeknya, memusnahkannya, dan memperingatkan umat akan kebatilannya.
Dan sudah maklum, bahwasanya wajib atas setiap muslim untuk bertakwa kepada Allah dalam segala waktunya. Dan menjauhi apa yang Allah larang hingga datang ajalnya. Sebagaimana Allah berfirman :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan beribadahlah kalian kepada Allah sampai datang kematian kepada kalian." (QS. Al-Hijr 99)
Allah juga berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran 102 )
Nabi ﷺ juga bersabda dalam hadits Muadz radhiyallahu anhu :
"Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun kamu berada, dan iringkanlah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya akan menghapusnya. Dan bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad)
Dan ayat-ayat dan hadits tentang wajibnya menetapi takwa dan istiqamah di atas alhaq dan menjauhi segala apa yang Allah larang di setiap waktu, baik di ramadan ataupun lainnya itu sangat banyak.
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kaum muslimin dalam perkara yang diridhainya, mengaruniai mereka dan kita pemahaman agama, menjauhkan kita semua dari fitnah yang menyesatkan, menjauhkan kita semua dari para da'i kebatilan, sesungguhnya Dia itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi.
Semoga shalawat dalam salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📚Mufti kerajaan Arab Saudi.
Ketua Dewan Ulama Senior dan Komite pembahasan Ilmiyah da Fatwa
📑 Majmu Fatawa 26/339-341
https://binbaz.org.sa/old/28453
2⃣ Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah mengomentari hadits tersebut :
Hadits yang palsu, dikeluarkan oleh Nu'aim bin Hammad dalam Al-Fitan 1/160. Dari jalan Abu Abdil Hakim 4/517-518 Dan Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahan 2/199.
◽️Al-Hakim mengatakan : "Hadits yang aneh isinya, dan Maslamah itu tidak bisa dijadikan sebagai hujjah."
◽️Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan : "Ini hadits yang palsu, Maslamah (salah satu rawinya-pent) itu seorang yg jatuh dan ditinggalkan haditsnya."
◽️Hadits ini juga diriwayatkan dengan sanad-sanad lain, dan As-Suyuti membawakan dalam kitab Al-Laa'li 2/387-388. Semuanya berpenyakit sebagiannya panjang sebagiannya ringkas. Yang yang paling panjangnya adalah hadits Ibnu Masud."
📑 Diringkas dari As-Silsilah Adh-Dhaifah no 6178-6179
Sumber: @ahlussunnahposo/5334
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan beribadahlah kalian kepada Allah sampai datang kematian kepada kalian." (QS. Al-Hijr 99)
Allah juga berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran 102 )
Nabi ﷺ juga bersabda dalam hadits Muadz radhiyallahu anhu :
"Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun kamu berada, dan iringkanlah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya akan menghapusnya. Dan bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad)
Dan ayat-ayat dan hadits tentang wajibnya menetapi takwa dan istiqamah di atas alhaq dan menjauhi segala apa yang Allah larang di setiap waktu, baik di ramadan ataupun lainnya itu sangat banyak.
Semoga Allah memberikan taufiq kepada kaum muslimin dalam perkara yang diridhainya, mengaruniai mereka dan kita pemahaman agama, menjauhkan kita semua dari fitnah yang menyesatkan, menjauhkan kita semua dari para da'i kebatilan, sesungguhnya Dia itu Maha Pemurah dan Maha Pemberi.
Semoga shalawat dalam salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.
📚Mufti kerajaan Arab Saudi.
Ketua Dewan Ulama Senior dan Komite pembahasan Ilmiyah da Fatwa
📑 Majmu Fatawa 26/339-341
https://binbaz.org.sa/old/28453
2⃣ Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah mengomentari hadits tersebut :
Hadits yang palsu, dikeluarkan oleh Nu'aim bin Hammad dalam Al-Fitan 1/160. Dari jalan Abu Abdil Hakim 4/517-518 Dan Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahan 2/199.
◽️Al-Hakim mengatakan : "Hadits yang aneh isinya, dan Maslamah itu tidak bisa dijadikan sebagai hujjah."
◽️Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan : "Ini hadits yang palsu, Maslamah (salah satu rawinya-pent) itu seorang yg jatuh dan ditinggalkan haditsnya."
◽️Hadits ini juga diriwayatkan dengan sanad-sanad lain, dan As-Suyuti membawakan dalam kitab Al-Laa'li 2/387-388. Semuanya berpenyakit sebagiannya panjang sebagiannya ringkas. Yang yang paling panjangnya adalah hadits Ibnu Masud."
📑 Diringkas dari As-Silsilah Adh-Dhaifah no 6178-6179
Sumber: @ahlussunnahposo/5334
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 ADA APA DENGAN MALAM JUM'AT 15 RAMADHAN 1441H/ 08 MEI 2020 M ?
[ Pertanyaan ]
Afwn ustadz bagaimana dgn kedudukan hadits berikut:
Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Abdullah bin Mas‘ud yang pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda demikian:
«إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَالَ: قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “
"Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqa’dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam?
“Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali.
Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu, Rasul?”
Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya malam Juma'at, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi.
Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian.
Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa: "Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, Rabbunal Quddus..."
Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka.
[ Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Syukri hafizhohullah ]
Hadits diatas adalah hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin Mas'ud - رضي الله عنه - .
Dan Ulama Pakar Hadits Syaikh Al - Albani - رحمه الله - telah memvonis hadits ini adalah hadits yang MAUDHU' ( HADITS PALSU ). Sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya : Silsilah Ahadits Adh-Dhaifah no : 6471.
Sehingga hadits tersebut tidak dapat di jadikan dalil atau hujjah untuk menetapkan apa yang disebutkan dalam hadits tersebut .
Oleh karenanya tidak sepantasnya menyebarkan luaskan berita yang menyatakan bahwa akan terjadi bencana alam besar pada pertengahan Ramadhan pada tahun ini .
Sungguh perkara ini merupakan kedustaan atas nama Baginda Rasulullah ﷺ karena telah menyandarkan berita itu kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan Beliau pada hakikatnya berlepas diri darinya .
Sebab telah terbukti secara ilmiyah bahwa beliau sedikit pun tidak pernah mengkhabarkan kejadian yang disebutkan dalam hadits tersebut .
Oleh karena itu HARAM untuk membenarkan atau bahkan meyakini berita dusta tersebut. Dan hendaknya orang - orang yang menyebar luaskan kedustaan itu takut akan adzab Allah, karena telah menyatakan atau menyebar luaskan sesuatu yang Allah dan Rasul NYA berlepas diri darinya .Agar mereka bertaubat kepada Allah dari kedustaan ini .
🚇 ADA APA DENGAN MALAM JUM'AT 15 RAMADHAN 1441H/ 08 MEI 2020 M ?
[ Pertanyaan ]
Afwn ustadz bagaimana dgn kedudukan hadits berikut:
Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Nabi Abdullah bin Mas‘ud yang pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda demikian:
«إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَالَ: قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ “
"Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadhan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqa’dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam?
“Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali.
Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu, Rasul?”
Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, yaitu tepatnya malam Juma'at, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi.
Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian.
Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa: "Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, Rabbunal Quddus..."
Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka.
[ Dijawab Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Syukri hafizhohullah ]
Hadits diatas adalah hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin Mas'ud - رضي الله عنه - .
Dan Ulama Pakar Hadits Syaikh Al - Albani - رحمه الله - telah memvonis hadits ini adalah hadits yang MAUDHU' ( HADITS PALSU ). Sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya : Silsilah Ahadits Adh-Dhaifah no : 6471.
Sehingga hadits tersebut tidak dapat di jadikan dalil atau hujjah untuk menetapkan apa yang disebutkan dalam hadits tersebut .
Oleh karenanya tidak sepantasnya menyebarkan luaskan berita yang menyatakan bahwa akan terjadi bencana alam besar pada pertengahan Ramadhan pada tahun ini .
Sungguh perkara ini merupakan kedustaan atas nama Baginda Rasulullah ﷺ karena telah menyandarkan berita itu kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan Beliau pada hakikatnya berlepas diri darinya .
Sebab telah terbukti secara ilmiyah bahwa beliau sedikit pun tidak pernah mengkhabarkan kejadian yang disebutkan dalam hadits tersebut .
Oleh karena itu HARAM untuk membenarkan atau bahkan meyakini berita dusta tersebut. Dan hendaknya orang - orang yang menyebar luaskan kedustaan itu takut akan adzab Allah, karena telah menyatakan atau menyebar luaskan sesuatu yang Allah dan Rasul NYA berlepas diri darinya .Agar mereka bertaubat kepada Allah dari kedustaan ini .
Demikian pula kenyataan telah membuktikan kedustaan berita tersebut :
Bahwa tidak terhitung berapa kali pertengahan Ramadhan jatuh pada hari Jum'at pada tahun-tahun yang silam mulai dari sejak munculnya hadits palsu ini, baik sejak zaman para sahabat, kemudian para tabi'in kemudian generasi setelahnya , setelahnya dan setelahnya... sampai tahun ini, namun tidak terjadi sedikitpun apa yang disebutkan pada riwayat yang palsu tersebut. Sehingga jelas bahwa kenyataan telah membuktikan dustanya berita tersebut.
Demikian pula berita yang disebarkan tersebut bertentangan dengan Al-Qur'an bahwa langit Allah lah, yang akan menahannya sehingga tidak menghempas bumi .
Demikian pula ayat bahwa Allah lah yang menjaga, menahan langit dan bumi dari terhempas dan tergelincir dari tempat kedudukannya.
Sehingga berita dusta yang tidak bersandarkan dengan hujjah ilmiyah tidak sepantasnya kita besar-besarkan dan hendaknya kita mengabaikannya. Wallahu a'lam. Baarokallahu fiikum.
📝Sumber:
@kajianislamsangatta
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Bahwa tidak terhitung berapa kali pertengahan Ramadhan jatuh pada hari Jum'at pada tahun-tahun yang silam mulai dari sejak munculnya hadits palsu ini, baik sejak zaman para sahabat, kemudian para tabi'in kemudian generasi setelahnya , setelahnya dan setelahnya... sampai tahun ini, namun tidak terjadi sedikitpun apa yang disebutkan pada riwayat yang palsu tersebut. Sehingga jelas bahwa kenyataan telah membuktikan dustanya berita tersebut.
Demikian pula berita yang disebarkan tersebut bertentangan dengan Al-Qur'an bahwa langit Allah lah, yang akan menahannya sehingga tidak menghempas bumi .
Demikian pula ayat bahwa Allah lah yang menjaga, menahan langit dan bumi dari terhempas dan tergelincir dari tempat kedudukannya.
Sehingga berita dusta yang tidak bersandarkan dengan hujjah ilmiyah tidak sepantasnya kita besar-besarkan dan hendaknya kita mengabaikannya. Wallahu a'lam. Baarokallahu fiikum.
📝Sumber:
@kajianislamsangatta
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
منتدى نشر الفـــــــوائد
📝 Menggali Faidah Ilmu dan Menyebarkannya
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
Pembimbing :
- Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc حفظه الله
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
Kritik dan Saran:
📧 ForumBerbagiFaidah@gmail.com
::
🚇 INILAH PERKARA PEMBATAL ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA KITA
Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. hafizhahullah
◻️ Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya."
📚 [Shahih, H.R. Al-Bukhari]
◻️ Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ
“Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.”
📚 [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lihat kitab Shahih Targhib]
◻️Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
"…maka bila pada hari puasanya seseorang di antara kalian janganlah ia melakukan rafats dan janganlah ia yashkhab (berteriak, ribut), bila seseorang mencacimu atau mengganggumu maka katakanlah : ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’."
◻️ Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu dari Nabi ﷺ ia bersabda,
لا تُسابِّ و أنت صائمٌ ، فإن سابَّك أحدٌ فقل : إني صائمٌ ، وإن كنتَ قائمًا فاجْلِسْ
"Janganlah kamu saling mancaci (bertengkar mulut) sementara kamu sedang berpuasa maka bila seseorang mencacimu katakan saja: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’, dan kalau kamu sedang berdiri maka duduklah.”
📚 [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah: 3/241, Nasa’i dalam Sunan Kubra: 2/241 Ibnul Ja’d: 1/411, tanpa kalimat terakhir. Imam Ahmad dalam Musnad:2/505 dan Ath-Thayalisi dalam Musnad:1/312. Lihat Shahih Targhib]
Dari hadits-hadits di atas maka dapat kita simpulkan bahwa pembatal pahala puasa atau yang akan menguranginya adalah sebagai berikut:
1️⃣ Qauluz-zur, yakni ucapan dusta [Fathul Bari : 4/117]
2️⃣ Mengamalkan Qauluz-zur, yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta [Fathul Bari : 4/117]
3️⃣ Jahl, yakni amalan kebodohan [Fathul Bari:4/117]
4️⃣ Rafats, yakni seperti dijelaskan Al-Mundziri: Terkadang kata ini disebutkan dengan makna bersetubuh, dan terkadang dengan makna, ‘kata-kata yang keji dan kotor’ dan terkadang bermakna ‘pembicaraan seorang lelaki dan perempuan seputar hubungan sex’ dan banyak dari ulama mengatakan: ‘yang dimaksud dengan kata rafats dalam hadits ini adalah ‘kata kotor keji dan jelek’. [Shahih Targhib:1/481] dengan makna yang terakhir ini maka punya pengertian yang lebih luas dan tentu mencakup makna-makna yang sebelumnya disebutkan. Wallahu a’lam
5️⃣ Laghwu, yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat [lihat An-Nihayah:4/257 dan Al-Mishbahul Munir : 555] dan wallahu a’lam mencakup juga amalan yang tidak ada manfaatnya [lihat semakna dengannya kitab Faidhul Qodir : 6.228]
6️⃣ Shakhab, yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian [An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521] Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: Yakni jangan berteriak dan jangan bertikai [catatan kaki Mukhtashar Shahih al-Bukhari:443]
7️⃣ Bertengkar mulut
Diantara yang akan mensucikan puasa seseorang dari Laghwu dan rafats diatas adalah ia menunaikan zakat fitrah.
Sumber: salafy.or.id/awas-perkara-pembatal-pahala-puasa-kita/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 INILAH PERKARA PEMBATAL ATAU MENGURANGI PAHALA PUASA KITA
Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. hafizhahullah
◻️ Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan pengamalannya, serta amal kebodohan, maka Allah tidak butuh pada amalannya meninggalkan makan dan minumnya."
📚 [Shahih, H.R. Al-Bukhari]
◻️ Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ
“Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.”
📚 [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lihat kitab Shahih Targhib]
◻️Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
"…maka bila pada hari puasanya seseorang di antara kalian janganlah ia melakukan rafats dan janganlah ia yashkhab (berteriak, ribut), bila seseorang mencacimu atau mengganggumu maka katakanlah : ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’."
◻️ Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu dari Nabi ﷺ ia bersabda,
لا تُسابِّ و أنت صائمٌ ، فإن سابَّك أحدٌ فقل : إني صائمٌ ، وإن كنتَ قائمًا فاجْلِسْ
"Janganlah kamu saling mancaci (bertengkar mulut) sementara kamu sedang berpuasa maka bila seseorang mencacimu katakan saja: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’, dan kalau kamu sedang berdiri maka duduklah.”
📚 [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah: 3/241, Nasa’i dalam Sunan Kubra: 2/241 Ibnul Ja’d: 1/411, tanpa kalimat terakhir. Imam Ahmad dalam Musnad:2/505 dan Ath-Thayalisi dalam Musnad:1/312. Lihat Shahih Targhib]
Dari hadits-hadits di atas maka dapat kita simpulkan bahwa pembatal pahala puasa atau yang akan menguranginya adalah sebagai berikut:
1️⃣ Qauluz-zur, yakni ucapan dusta [Fathul Bari : 4/117]
2️⃣ Mengamalkan Qauluz-zur, yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta [Fathul Bari : 4/117]
3️⃣ Jahl, yakni amalan kebodohan [Fathul Bari:4/117]
4️⃣ Rafats, yakni seperti dijelaskan Al-Mundziri: Terkadang kata ini disebutkan dengan makna bersetubuh, dan terkadang dengan makna, ‘kata-kata yang keji dan kotor’ dan terkadang bermakna ‘pembicaraan seorang lelaki dan perempuan seputar hubungan sex’ dan banyak dari ulama mengatakan: ‘yang dimaksud dengan kata rafats dalam hadits ini adalah ‘kata kotor keji dan jelek’. [Shahih Targhib:1/481] dengan makna yang terakhir ini maka punya pengertian yang lebih luas dan tentu mencakup makna-makna yang sebelumnya disebutkan. Wallahu a’lam
5️⃣ Laghwu, yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat [lihat An-Nihayah:4/257 dan Al-Mishbahul Munir : 555] dan wallahu a’lam mencakup juga amalan yang tidak ada manfaatnya [lihat semakna dengannya kitab Faidhul Qodir : 6.228]
6️⃣ Shakhab, yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian [An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521] Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: Yakni jangan berteriak dan jangan bertikai [catatan kaki Mukhtashar Shahih al-Bukhari:443]
7️⃣ Bertengkar mulut
Diantara yang akan mensucikan puasa seseorang dari Laghwu dan rafats diatas adalah ia menunaikan zakat fitrah.
Sumber: salafy.or.id/awas-perkara-pembatal-pahala-puasa-kita/
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️