✅🍃 MEMBACA DO'A ISTIFTAH ATAU AL-FATIHAH?
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan:
➖ Apabila aku masuk ke shalat (sebagai masbuq) menjelang ruku', apakah aku mulai dengan membaca surat al fatihah atau membaca do'a istiftah?
➖ Lalu bila imam ruku' sebelum aku menyelesaikan bacaan al fatihah apa yang harus aku lakukan?
📗 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab,
🔊 "Membaca do'a istiftah adalah sunnah, sementara membaca al fatihah adalah wajib bagi makmum menurut pendapat yang shahih dari pendapatnya para ulama'.
❗️ Apabila (dengan membaca do'a istiftah) engkau khawatir akan terluput dari al fatihah maka mulailah dengannya (yaitu al fatihah).
🍃 dan kapan saja Imam ruku' sebelum engkau menyelesaikan bacaan al fatihah, maka ruku'lah bersama imam dan kewajiban menyempurnakan sisanya telah gugur darimu.
▶️ Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا
"Hanyalah dijadikan imam itu untuk diikuti, sehingga janganlah kalian menyelisihinya. Apalabila ia bertakbir maka bertakbirlah, dan apabila ia ruku' maka ruku'lah..." al hadits (
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan:
➖ Apabila aku masuk ke shalat (sebagai masbuq) menjelang ruku', apakah aku mulai dengan membaca surat al fatihah atau membaca do'a istiftah?
➖ Lalu bila imam ruku' sebelum aku menyelesaikan bacaan al fatihah apa yang harus aku lakukan?
📗 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab,
🔊 "Membaca do'a istiftah adalah sunnah, sementara membaca al fatihah adalah wajib bagi makmum menurut pendapat yang shahih dari pendapatnya para ulama'.
❗️ Apabila (dengan membaca do'a istiftah) engkau khawatir akan terluput dari al fatihah maka mulailah dengannya (yaitu al fatihah).
🍃 dan kapan saja Imam ruku' sebelum engkau menyelesaikan bacaan al fatihah, maka ruku'lah bersama imam dan kewajiban menyempurnakan sisanya telah gugur darimu.
▶️ Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا
"Hanyalah dijadikan imam itu untuk diikuti, sehingga janganlah kalian menyelisihinya. Apalabila ia bertakbir maka bertakbirlah, dan apabila ia ruku' maka ruku'lah..." al hadits (
muttafaqun 'alaihi )🌍 Sumber:
Majmu' Fatawa Ibni Bazz, 11/243-244📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🔊🍃 MAKMUM MENDAPATI IMAM SEDANG RUKU', APAKAH WAJIB BAGINYA TAKBIRATUL IHRAM DAN TAKBIR UNTUK RUKU' ?
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan: Makmum mendapati Imam sedang ruku', apakah wajib baginya takbiratul ihram dan takbir untuk ruku'?
▶️ Asy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menjawab,
الأولى والأحوط أن يكبر التكبيرتين: إحداهما: تكبيرة الإحرام، وهي ركن ولا بد أن يأتي بها وهو قائم، والثانية: تكبيرة الركوع يأتي بها حين هويه إلى الركوع فإن خاف فوت الركعة أجزأته تكبيرة الإحرام في أصح قولي العلماء؛ لأنهما عبادتان اجتمعتا في وقت واحد؛ فأجزأت الكبرى عن الصغرى، وتجزئ هذه الركعة عند أكثر العلماء.
✅ "Dalam kondisi seperti itu, yang utama dan lebih hati-hati adalah melakukan dua kali takbir.
1️⃣ Takbir pertama adalah takbiratul ihram, karena ini merupakan rukun shalat. Seorang yang shalat harus melakukan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri (dengan sempurna).
2️⃣ Sedangkan takbir kedua adalah takbir untuk ruku'. Takbir tersebut dilakukan saat hendak ruku'.
✅ Namun, apabila khawatir tidak mendapatkan ruku' (bersama imam), maka cukup baginya melakukan takbiratul ihram (kemudian ruku', red) menurut pendapat yang benar.
☝🏻 Karena kedua takbir tersebut merupakan dua jenis ibadah yang ada pada waktu yang bersamaan. Sehingga, ibadah yang lebih besar (iaitu takbiratul ihram, yang merupakan rukun shalat, red.) menjadikannya tidak harus melakukan ibadah yang lebih kecil (iaitu takbir ruku', red.).
💯 Dan, ia terhitung mendapatkan satu rakaat menurut pendapat mayoritas ulama.
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: al Ustadz Abdul Wahid at Tamimi
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan: Makmum mendapati Imam sedang ruku', apakah wajib baginya takbiratul ihram dan takbir untuk ruku'?
▶️ Asy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menjawab,
الأولى والأحوط أن يكبر التكبيرتين: إحداهما: تكبيرة الإحرام، وهي ركن ولا بد أن يأتي بها وهو قائم، والثانية: تكبيرة الركوع يأتي بها حين هويه إلى الركوع فإن خاف فوت الركعة أجزأته تكبيرة الإحرام في أصح قولي العلماء؛ لأنهما عبادتان اجتمعتا في وقت واحد؛ فأجزأت الكبرى عن الصغرى، وتجزئ هذه الركعة عند أكثر العلماء.
✅ "Dalam kondisi seperti itu, yang utama dan lebih hati-hati adalah melakukan dua kali takbir.
1️⃣ Takbir pertama adalah takbiratul ihram, karena ini merupakan rukun shalat. Seorang yang shalat harus melakukan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri (dengan sempurna).
2️⃣ Sedangkan takbir kedua adalah takbir untuk ruku'. Takbir tersebut dilakukan saat hendak ruku'.
✅ Namun, apabila khawatir tidak mendapatkan ruku' (bersama imam), maka cukup baginya melakukan takbiratul ihram (kemudian ruku', red) menurut pendapat yang benar.
☝🏻 Karena kedua takbir tersebut merupakan dua jenis ibadah yang ada pada waktu yang bersamaan. Sehingga, ibadah yang lebih besar (iaitu takbiratul ihram, yang merupakan rukun shalat, red.) menjadikannya tidak harus melakukan ibadah yang lebih kecil (iaitu takbir ruku', red.).
💯 Dan, ia terhitung mendapatkan satu rakaat menurut pendapat mayoritas ulama.
🌍 Sumber:
Majmu' Fatawa Ibni Bazz, 11/244-245📝 Diterjemahkan Oleh: al Ustadz Abdul Wahid at Tamimi
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 1️⃣
➖➖➖➖
✅ Shalat-shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan setelah shalat fardhu adalah sebagai berikut:
1️⃣ SUNNAH RAWATIB
🍃 Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilakukan sebelum dan setelah shalat fardhu, jumlahnya 12 raka’at, yaitu:
➖ Empat raka'at sebelum dzuhur (salam setiap dua raka’at).
➖ Dua raka'at setelah zhuhur
➖ Dua raka'at setelah maghrib
➖ Dua raka'at setelah Isya'
➖ Dua raka'at sebelum shalat shubuh.
🔊 Dalil yang menunjukkan shalat sunnah rawatib sebelum zhuhur 4 raka’at adalah sebagai berikut,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الغَدَاةِ
🍃 “Bahsawanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan dua raka’at sebelum subuh.” (HR. Al Bukhari no.1182)
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا لَمْ يُصَلِّ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ صَلَّاهُنَّ بَعْدَهَا
🍃 “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila belum shalat empat raka’at sebelum zhuhur, beliau mengerjakannya setelah zhuhur.” (HR. Tirmidzi no.426, hadits ini dihasankan Syaikh al Albani)
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baaz (11/380)
✅ WAKTUNYA
Waktu shalat rawatib mengikuti waktu shalat fardhu.
☑️ Sunnah qobliyah dilakukan sejak masuknya waktu shalat hingga shalat fardhu dikerjakan, dan sunnah ba’diyah dikerjakan setelah shalat fardhu hingga akhir waktu shalat.
▶️ Lihat Fatawa Arkanil Islam (hal.357)
Bersambung....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ Shalat-shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan setelah shalat fardhu adalah sebagai berikut:
1️⃣ SUNNAH RAWATIB
🍃 Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dilakukan sebelum dan setelah shalat fardhu, jumlahnya 12 raka’at, yaitu:
➖ Empat raka'at sebelum dzuhur (salam setiap dua raka’at).
➖ Dua raka'at setelah zhuhur
➖ Dua raka'at setelah maghrib
➖ Dua raka'at setelah Isya'
➖ Dua raka'at sebelum shalat shubuh.
🔊 Dalil yang menunjukkan shalat sunnah rawatib sebelum zhuhur 4 raka’at adalah sebagai berikut,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الغَدَاةِ
🍃 “Bahsawanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan dua raka’at sebelum subuh.” (HR. Al Bukhari no.1182)
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا لَمْ يُصَلِّ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ صَلَّاهُنَّ بَعْدَهَا
🍃 “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila belum shalat empat raka’at sebelum zhuhur, beliau mengerjakannya setelah zhuhur.” (HR. Tirmidzi no.426, hadits ini dihasankan Syaikh al Albani)
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baaz (11/380)
✅ WAKTUNYA
Waktu shalat rawatib mengikuti waktu shalat fardhu.
☑️ Sunnah qobliyah dilakukan sejak masuknya waktu shalat hingga shalat fardhu dikerjakan, dan sunnah ba’diyah dikerjakan setelah shalat fardhu hingga akhir waktu shalat.
▶️ Lihat Fatawa Arkanil Islam (hal.357)
Bersambung....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 2️⃣
➖➖➖➖
✅ MENGERJAKAN SUNNAH RAWATIB DI LUAR WAKTU
⚠️ Tidak boleh mengerjakan shalat rawatib diluar waktu yang telah ditentukan. 🚫 Apabila seseorang melakukannya maka shalatnya tidak akan diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala.
🛑 Karena ibadah yang telah ditentukan waktu pelaksanaannya, apabila dikerjakan di luar waktunya tanpa udzur maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.
▶️ Lihat Fatawa Arkanil Islam (hal.358)
✅ MENGAQADHA’ SUNNAH RAWATIB
🔊 Boleh mengerjakan (qadha’) shalat sunnah qobliyah setelah shalat fardhu jika ada udzur. Sebagaimana dahulu Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa sallam pernah mengerjakan sunnah qobliyah zhuhur setelah shalat zhuhur.
⚠️ Adapun jika tidak ada udzur maka tidak boleh.
☑️ Termasuk dalam kategori udzur adalah waktu shalat yang sempit, hanya cukup untuk berwudhu’ dan shalat fardhu saja; seperti seseorang yang baru pulang dari safar atau baru sembuh dari sakit.
🔵 Maka cara pelaksanaannya adalah mendahulukan sunnah ba’diyah dua raka’at kemudian salam, setelah itu sunnah qobliyah (yaitu: yang dikerjakan lebih dahulu adalah sunnah ba’diyah).
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibni Utsaimin (14/278-280)
✅ MENGQADHA’ SUNNAH RAWATIB PADA WAKTU TERLARANG
☑️ Waktu terlarang yang dimaksud pada bab ini adalah:
➖ Setelah shalat shubuh
➖ Ketika matahari terbit hingga 15 menit kemudian,
➖ dan setelah ashar hingga matahari terbenam sempurna.
☀️ Menurut pendapat yang kuat, mengaqadha’ sunnah rawatib boleh dilakukan pada waktu-waktu terlarang.
🍃 Sehingga boleh mengerjakan sunnah qobliyah shubuh setelah shalat shubuh.
🔊🔊 Walaupun yang lebih utama adalah menunggu hingga masuk waktu dhuha.
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu Utsaimin (14/280)
Bersambung Insya Allah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ MENGERJAKAN SUNNAH RAWATIB DI LUAR WAKTU
⚠️ Tidak boleh mengerjakan shalat rawatib diluar waktu yang telah ditentukan. 🚫 Apabila seseorang melakukannya maka shalatnya tidak akan diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala.
🛑 Karena ibadah yang telah ditentukan waktu pelaksanaannya, apabila dikerjakan di luar waktunya tanpa udzur maka tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah.
▶️ Lihat Fatawa Arkanil Islam (hal.358)
✅ MENGAQADHA’ SUNNAH RAWATIB
🔊 Boleh mengerjakan (qadha’) shalat sunnah qobliyah setelah shalat fardhu jika ada udzur. Sebagaimana dahulu Rasulullah Shallalalhu ‘alaihi wa sallam pernah mengerjakan sunnah qobliyah zhuhur setelah shalat zhuhur.
⚠️ Adapun jika tidak ada udzur maka tidak boleh.
☑️ Termasuk dalam kategori udzur adalah waktu shalat yang sempit, hanya cukup untuk berwudhu’ dan shalat fardhu saja; seperti seseorang yang baru pulang dari safar atau baru sembuh dari sakit.
🔵 Maka cara pelaksanaannya adalah mendahulukan sunnah ba’diyah dua raka’at kemudian salam, setelah itu sunnah qobliyah (yaitu: yang dikerjakan lebih dahulu adalah sunnah ba’diyah).
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibni Utsaimin (14/278-280)
✅ MENGQADHA’ SUNNAH RAWATIB PADA WAKTU TERLARANG
☑️ Waktu terlarang yang dimaksud pada bab ini adalah:
➖ Setelah shalat shubuh
➖ Ketika matahari terbit hingga 15 menit kemudian,
➖ dan setelah ashar hingga matahari terbenam sempurna.
☀️ Menurut pendapat yang kuat, mengaqadha’ sunnah rawatib boleh dilakukan pada waktu-waktu terlarang.
🍃 Sehingga boleh mengerjakan sunnah qobliyah shubuh setelah shalat shubuh.
🔊🔊 Walaupun yang lebih utama adalah menunggu hingga masuk waktu dhuha.
▶️ Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu Utsaimin (14/280)
Bersambung Insya Allah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 3️⃣
➖➖➖➖
✅ KEUTAMAANNYA
🍃 Keutamaannya telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya,
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ: أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ صَلَاةِ الْغَدَاةِ
🌻 “Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at dalam sehari semalam, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga,
🕋 (shalat-shalat tersebut) iaitu: empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelahnya, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’, dan dua raka’at sebelum shalat fajar.”
🔵 Shalat dua belas raka’at di atas adalah sunnah rawatib yang sempurna, jika seseorang mencukupkan dengan sepuluh raka’at karena mengamalkan hadits Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, yang menerangkan shalat rawatib sebelum zhuhur hanya dua raka’at maka tidak mengapa.
▶️ Selain sunnah rawatib, ada beberapa shalat yang sunnah dikerjakan sebelum dan setelah shalat fardhu, di antaranya adalah:
✅ EMPAT RAKA’AT SETELAH ZHUHUR
🍃 Sunnah rawatib setelah zhuhur dua raka’at, namun jika seseorang menambah dua raka'at sehingga menjadi empat raka’at maka lebih utama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan empat raka’at setelahnya, Allah haramkan neraka baginya.”
▶️
🔵 Keutamaan ini berlaku bagi seorang yang menjaga shalat tersebut; tidak hanya melakukannya sekali atau dua kali dalam hidupnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa menjaga shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan empat raka’at setelahnya, Allah haramkan neraka baginya.”
▶️
☑️ Adapun tatacara pelaksanaannya adalah dipisah dengan salam pada dua raka’atnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
“(cara pelaksanaan) shalat (sunnah) malam dan siang hari adalah dua raka’at dua raka’at.”
▶️
Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ KEUTAMAANNYA
🍃 Keutamaannya telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya,
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ: أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ صَلَاةِ الْغَدَاةِ
🌻 “Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka’at dalam sehari semalam, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga,
🕋 (shalat-shalat tersebut) iaitu: empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelahnya, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya’, dan dua raka’at sebelum shalat fajar.”
(HR. At Tirmidzi no. 598 dari Ummu Habibah radhiallahu ‘anha, hadits ini dishahihkan Syaikh al Albani) 🔵 Shalat dua belas raka’at di atas adalah sunnah rawatib yang sempurna, jika seseorang mencukupkan dengan sepuluh raka’at karena mengamalkan hadits Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, yang menerangkan shalat rawatib sebelum zhuhur hanya dua raka’at maka tidak mengapa.
▶️ Selain sunnah rawatib, ada beberapa shalat yang sunnah dikerjakan sebelum dan setelah shalat fardhu, di antaranya adalah:
✅ EMPAT RAKA’AT SETELAH ZHUHUR
🍃 Sunnah rawatib setelah zhuhur dua raka’at, namun jika seseorang menambah dua raka'at sehingga menjadi empat raka’at maka lebih utama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa yang shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan empat raka’at setelahnya, Allah haramkan neraka baginya.”
▶️
(HR. Tirmidzi no.427 dan Ibnu Majah no.1160, disahihkan Syaikh al-Albani rahimahullah. Lihat Shahihul Jami’ no.6364) 🔵 Keutamaan ini berlaku bagi seorang yang menjaga shalat tersebut; tidak hanya melakukannya sekali atau dua kali dalam hidupnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa menjaga shalat empat raka’at sebelum zhuhur dan empat raka’at setelahnya, Allah haramkan neraka baginya.”
▶️
(HR. Tirmidzi no.428, dishahihkan Syaikh al-Albani) ☑️ Adapun tatacara pelaksanaannya adalah dipisah dengan salam pada dua raka’atnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
“(cara pelaksanaan) shalat (sunnah) malam dan siang hari adalah dua raka’at dua raka’at.”
▶️
(HR. Abu Daud no.1297 dan Tirmidzi no.597, dishahihkan Syaikh al-Albani) Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 4️⃣
➖➖➖➖
✅ EMPAT RAKA’AT SEBELUM ASHAR
Disunnahkan juga mengerjakan shalat empat raka'at sebelum ashar. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعًا
" Allah merahmati seseorang yang shalat empat raka'at sebelum ashar."
▶️ (HR. Abu Daud no.1271 dan Tirmidzi no.430, dihasankan Syaikh al-Albani)
🔊 Dalam riwayat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِالتَّسْلِيمِ عَلَى المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ مِنَ المُسْلِمِينَ وَالمُؤْمِنِينَ
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat empat raka’at sebelum ashar, beliau memisahkan antara (dua raka'at)nya dengan taslim (salam) kepada malaikat yang dekat dan kaum muslimin dan mukminin yang mengikuti mereka.”
☑️ Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih rahimahullah menjelaskan bahwa makna taslim pada hadits ini adalah duduk tasyahud. Sehingga shalat empat raka’at dilakukan dengan duduk tasyahud pada raka’at kedua.
☑️ Adapun Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal lebih condong memisahkan setiap dua raka’at dengan salam, karena berdalil dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,
صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
“(cara pelaksanaan) shalat (sunnah) malam dan siang hari adalah dua raka’at dua raka’at.”
▶️
🔵 Jika seseorang melakukan shalat dua raka’at saja maka tidak mengapa. Al-Lajnah ad-Daimah lil Ifta’ (Komite fatwa Arab Saudi) dalam fatwanya ketika ditanya hukum shalat sunnah sebelum ashar, menjelaskan,
🍃 “Shalat (sunnah) disyari’atkan untuk dikerjakan setelah adzan, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بين كل أذانين صلاة
“Di antara dua adzan (iaitu adzan dan iqomat,pen) itu ada shalat”
Dan berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
رحم الله امرأ صلى أربعا قبل العصر
“Allah merahmati seseorang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum ashar.”
🔊 Sehingga disunnahkan setelah adzan melakukan shalat dua raka’at atau empat raka’at berdasarkan dua hadits tersebut, dan shalat itu tidak wajib atasnya.
➖ Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
➖ Wakil Ketua: Syaikh Abdurrazaq ‘Afifi
➖ Anggota: Syaikh Abdullah Ghudayyan
Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ EMPAT RAKA’AT SEBELUM ASHAR
Disunnahkan juga mengerjakan shalat empat raka'at sebelum ashar. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعًا
" Allah merahmati seseorang yang shalat empat raka'at sebelum ashar."
▶️ (HR. Abu Daud no.1271 dan Tirmidzi no.430, dihasankan Syaikh al-Albani)
🔊 Dalam riwayat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِالتَّسْلِيمِ عَلَى المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ مِنَ المُسْلِمِينَ وَالمُؤْمِنِينَ
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat empat raka’at sebelum ashar, beliau memisahkan antara (dua raka'at)nya dengan taslim (salam) kepada malaikat yang dekat dan kaum muslimin dan mukminin yang mengikuti mereka.”
(HR. Tirmidzi no.429) ☑️ Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih rahimahullah menjelaskan bahwa makna taslim pada hadits ini adalah duduk tasyahud. Sehingga shalat empat raka’at dilakukan dengan duduk tasyahud pada raka’at kedua.
☑️ Adapun Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal lebih condong memisahkan setiap dua raka’at dengan salam, karena berdalil dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,
صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
“(cara pelaksanaan) shalat (sunnah) malam dan siang hari adalah dua raka’at dua raka’at.”
▶️
(HR. Abu Daud no.1297 dan Tirmidzi no.597, dishahihkan Syaikh al-Albani) 🔵 Jika seseorang melakukan shalat dua raka’at saja maka tidak mengapa. Al-Lajnah ad-Daimah lil Ifta’ (Komite fatwa Arab Saudi) dalam fatwanya ketika ditanya hukum shalat sunnah sebelum ashar, menjelaskan,
🍃 “Shalat (sunnah) disyari’atkan untuk dikerjakan setelah adzan, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بين كل أذانين صلاة
“Di antara dua adzan (iaitu adzan dan iqomat,pen) itu ada shalat”
Dan berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
رحم الله امرأ صلى أربعا قبل العصر
“Allah merahmati seseorang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum ashar.”
🔊 Sehingga disunnahkan setelah adzan melakukan shalat dua raka’at atau empat raka’at berdasarkan dua hadits tersebut, dan shalat itu tidak wajib atasnya.
➖ Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
➖ Wakil Ketua: Syaikh Abdurrazaq ‘Afifi
➖ Anggota: Syaikh Abdullah Ghudayyan
Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 5️⃣
➖➖➖➖
✅ DUA RAKA’AT SEBELUM MAGHRIB DAN ISYA’
🍃 Para Ulama’ sepakat disunnahkannya shalat nafilah di antara adzan dan iqomat. Berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
“Di antara dua adzan itu ada shalat,” beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, “Bagi yang mau melakukannya.” Lanjut beliau.”
⏺ Kecuali shalat sunnah sebelum maghrib, maka ada perbedaan pendapat di antara Ulama. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari (2/106) menukil ucapan Ibnu Bathol rahimahumallah,
“Para ulama tidak berbeda pendapat tentang shalat sunnah di antara adzan dan iqomat kecuali pada shalat maghrib.”
☑️ Maka dalam permasalahan ini ada dua pendapat:
1️⃣ Pendapat Pertama: tidak disunnahkan shalat nafilah sebelum maghrib. Pendapat ini dinukil dari khalifah yang empat; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Thalib, dan juga sebagian sahabat yang lainnya.
▶️ Ibrahim an-Nakhai berkata,
“Abu Bakar, Umar, dan Utsman, tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
▶️ Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat muhajirin tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, sedangkan sahabat anshor melakukannya.”
💢 Ini adalah pendapat Imam Malik, sebagian besar madzhab Syafi’i, dan mayoritas Ahli Fikih (fuqoha).
⚠️ Bahkan Ibrahim an-Nakho’i dengan tegas mengatakan, “Shalat nafilah sebelum maghrib adalah bid’ah.”
🔰 Di antara alasan pendapat ini adalah, shalat maghrib diperintahkan untuk dikerjakan di awal waktu, sementara melakukan shalat sunnah sebelumnya akan menundanya dari awal waktu.
🔰 Pendapat ini juga menyatakan bahwa hadits-hadits yang menerangkan tentang shalat sunnah sebelum maghrib telah dimansukh (dihapus hukumnya).
2️⃣ Pendapat Kedua: Disunnahkan shalat dua raka’at sebelum maghrib. Ini adalah pendapat sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian tabi’in, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih.
🍃 Dan pendapat ini yang dipilih oleh Imam an-Nawawi rahimahullah.
🔵 Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah:
📌 Dalil Pertama: Keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
"Di antara dua adzan itu ada shalat,’ beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, ‘Bagi yang mau melakukannya.’ Lanjut beliau.”
📌 Dalil Kedua: Persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menuturkan:
وَكُنَّا نُصَلِّي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ»، فَقُلْتُ لَهُ: أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا؟ قَالَ: «كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا»
"Dahulu kami melakukan shalat dua raka’at setelah matahari terbenam, sebelum shalat maghrib.’
Aku (Mukhtar bin Fulful murid Anas bin Malik) bertanya, ‘apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melakukannya?’
Ia menjawab, ‘Beliau melihat kami melakukannya, beliau tidak memerintahkan kami dan juga tidak melarang.”
Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ DUA RAKA’AT SEBELUM MAGHRIB DAN ISYA’
🍃 Para Ulama’ sepakat disunnahkannya shalat nafilah di antara adzan dan iqomat. Berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
“Di antara dua adzan itu ada shalat,” beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, “Bagi yang mau melakukannya.” Lanjut beliau.”
(HR. al-Bukhari no.624 dan Muslim no.838) ⏺ Kecuali shalat sunnah sebelum maghrib, maka ada perbedaan pendapat di antara Ulama. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari (2/106) menukil ucapan Ibnu Bathol rahimahumallah,
“Para ulama tidak berbeda pendapat tentang shalat sunnah di antara adzan dan iqomat kecuali pada shalat maghrib.”
☑️ Maka dalam permasalahan ini ada dua pendapat:
1️⃣ Pendapat Pertama: tidak disunnahkan shalat nafilah sebelum maghrib. Pendapat ini dinukil dari khalifah yang empat; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Thalib, dan juga sebagian sahabat yang lainnya.
▶️ Ibrahim an-Nakhai berkata,
“Abu Bakar, Umar, dan Utsman, tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
(Mushannaf Abdurrazaq no.3985) ▶️ Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat muhajirin tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, sedangkan sahabat anshor melakukannya.”
(Diriwayatkan Abdurrazaq dalam al-Mushonnaf no.3984) 💢 Ini adalah pendapat Imam Malik, sebagian besar madzhab Syafi’i, dan mayoritas Ahli Fikih (fuqoha).
⚠️ Bahkan Ibrahim an-Nakho’i dengan tegas mengatakan, “Shalat nafilah sebelum maghrib adalah bid’ah.”
(Lihat Syarhu an-Nawawi ‘ala Muslim 6/124) 🔰 Di antara alasan pendapat ini adalah, shalat maghrib diperintahkan untuk dikerjakan di awal waktu, sementara melakukan shalat sunnah sebelumnya akan menundanya dari awal waktu.
🔰 Pendapat ini juga menyatakan bahwa hadits-hadits yang menerangkan tentang shalat sunnah sebelum maghrib telah dimansukh (dihapus hukumnya).
2️⃣ Pendapat Kedua: Disunnahkan shalat dua raka’at sebelum maghrib. Ini adalah pendapat sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian tabi’in, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih.
🍃 Dan pendapat ini yang dipilih oleh Imam an-Nawawi rahimahullah.
🔵 Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah:
📌 Dalil Pertama: Keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
"Di antara dua adzan itu ada shalat,’ beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, ‘Bagi yang mau melakukannya.’ Lanjut beliau.”
(HR. al-Bukhari no.624 dan Muslim no.838) 📌 Dalil Kedua: Persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menuturkan:
وَكُنَّا نُصَلِّي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ»، فَقُلْتُ لَهُ: أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا؟ قَالَ: «كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا»
"Dahulu kami melakukan shalat dua raka’at setelah matahari terbenam, sebelum shalat maghrib.’
Aku (Mukhtar bin Fulful murid Anas bin Malik) bertanya, ‘apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melakukannya?’
Ia menjawab, ‘Beliau melihat kami melakukannya, beliau tidak memerintahkan kami dan juga tidak melarang.”
(HR. Muslim no.836) Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 6️⃣
➖➖➖➖
🔺 Sambungan bagian ke 5 tentang Shalat Sunnah sebelum Maghrib
✅ Dalam lafazh lain,
كَانَ المُؤَذِّنُ إِذَا أَذَّنَ قَامَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ، حَتَّى يَخْرُجَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلم وَهُمْ كَذَلِكَ، يُصَلُّونَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ المَغْرِبِ، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ شَيْءٌ»، قَالَ عُثْمَانُ بْنُ جَبَلَةَ، وَأَبُو دَاوُدَ: عَنْ شُعْبَةَ، لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلَّا قَلِيلٌ.
“Dahulu apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka banyak dari sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersegera menuju tiang-tiang (masjid) untuk melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Dan ketika itu jarak antara adzan dan iqomat hanya sebentar saja.”
🔵 Adapun dalam riwayat Muslim (no.837) dan Ibnu Majah (no.1163) dengan lafazh:
“Dahulu kami di Madinah apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka (para sahabat) bersegera menuju tiang-tiang masjid, mereka pun shalat dua raka’at (dibalik tiang tersebut). Hingga seseorang yang asing bila masuk masjid akan mengira bahwa shalat sudah selesai dikerjakan, disebabkan banyaknya sahabat yang melakukan shalat tersebut.”
📌 Dalil Ketiga: Perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Abdullah al-Muzani radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ المَغْرِبِ»، قَالَ: «فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً»
“Shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, bagi yang ingin melakukannya.’ Beliau tidak suka manusia menjadikannya sebagai sunnah (kebiasaan terus menerus dan mengingkari orang yang meninggalkannya, pen).”
✅ ATSAR SAHABAT
🍃 Berikut beberapa atsar dari Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq ash-Shan’ani rahimahullah dalam Mushonnafnya,
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ قَالَ: «رَأَيْتُ اللُّبَابَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَهُمَا»
📌 Anas bin Malik ditanya tentang shalat dua raka’at sebelum maghrib, maka beliau menjawab, “Aku melihat para Penggawa dari sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya.”
عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ: «كَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّيَانِ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ»
📌 Dari Zir bin Hubaisy ia berkata, “Dahulu Abdurrahman bin ‘Auf dan Ubay bin Ka’ab melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
📌 Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat anshor melakukannya (yaitu dua raka'at sebelum maghrib).”
Bersambung insya Allah...
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔺 Sambungan bagian ke 5 tentang Shalat Sunnah sebelum Maghrib
✅ Dalam lafazh lain,
كَانَ المُؤَذِّنُ إِذَا أَذَّنَ قَامَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ، حَتَّى يَخْرُجَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلم وَهُمْ كَذَلِكَ، يُصَلُّونَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ المَغْرِبِ، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ شَيْءٌ»، قَالَ عُثْمَانُ بْنُ جَبَلَةَ، وَأَبُو دَاوُدَ: عَنْ شُعْبَةَ، لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلَّا قَلِيلٌ.
“Dahulu apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka banyak dari sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersegera menuju tiang-tiang (masjid) untuk melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Dan ketika itu jarak antara adzan dan iqomat hanya sebentar saja.”
(HR. al-Bukhari no.625) 🔵 Adapun dalam riwayat Muslim (no.837) dan Ibnu Majah (no.1163) dengan lafazh:
“Dahulu kami di Madinah apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka (para sahabat) bersegera menuju tiang-tiang masjid, mereka pun shalat dua raka’at (dibalik tiang tersebut). Hingga seseorang yang asing bila masuk masjid akan mengira bahwa shalat sudah selesai dikerjakan, disebabkan banyaknya sahabat yang melakukan shalat tersebut.”
📌 Dalil Ketiga: Perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Abdullah al-Muzani radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ المَغْرِبِ»، قَالَ: «فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً»
“Shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, bagi yang ingin melakukannya.’ Beliau tidak suka manusia menjadikannya sebagai sunnah (kebiasaan terus menerus dan mengingkari orang yang meninggalkannya, pen).”
(HR. Al-Bukhari no.1183, Abu Daud no.1281, dan Ahmad no.20552) ✅ ATSAR SAHABAT
🍃 Berikut beberapa atsar dari Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq ash-Shan’ani rahimahullah dalam Mushonnafnya,
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ قَالَ: «رَأَيْتُ اللُّبَابَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَهُمَا»
📌 Anas bin Malik ditanya tentang shalat dua raka’at sebelum maghrib, maka beliau menjawab, “Aku melihat para Penggawa dari sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya.”
(No.3980) عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ: «كَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّيَانِ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ»
📌 Dari Zir bin Hubaisy ia berkata, “Dahulu Abdurrahman bin ‘Auf dan Ubay bin Ka’ab melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
(No.3981) 📌 Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat anshor melakukannya (yaitu dua raka'at sebelum maghrib).”
(No.3984) Bersambung insya Allah...
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Forwarded from Warisan Salaf
✅🍃 MEMBACA DO'A ISTIFTAH ATAU AL-FATIHAH?
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan:
➖ Apabila aku masuk ke shalat (sebagai masbuq) menjelang ruku', apakah aku mulai dengan membaca surat al fatihah atau membaca do'a istiftah?
➖ Lalu bila imam ruku' sebelum aku menyelesaikan bacaan al fatihah apa yang harus aku lakukan?
📗 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab,
🔊 "Membaca do'a istiftah adalah sunnah, sementara membaca al fatihah adalah wajib bagi makmum menurut pendapat yang shahih dari pendapatnya para ulama'.
❗️ Apabila (dengan membaca do'a istiftah) engkau khawatir akan terluput dari al fatihah maka mulailah dengannya (yaitu al fatihah).
🍃 dan kapan saja Imam ruku' sebelum engkau menyelesaikan bacaan al fatihah, maka ruku'lah bersama imam dan kewajiban menyempurnakan sisanya telah gugur darimu.
▶️ Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا
"Hanyalah dijadikan imam itu untuk diikuti, sehingga janganlah kalian menyelisihinya. Apalabila ia bertakbir maka bertakbirlah, dan apabila ia ruku' maka ruku'lah..." al hadits (
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Pertanyaan:
➖ Apabila aku masuk ke shalat (sebagai masbuq) menjelang ruku', apakah aku mulai dengan membaca surat al fatihah atau membaca do'a istiftah?
➖ Lalu bila imam ruku' sebelum aku menyelesaikan bacaan al fatihah apa yang harus aku lakukan?
📗 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab,
🔊 "Membaca do'a istiftah adalah sunnah, sementara membaca al fatihah adalah wajib bagi makmum menurut pendapat yang shahih dari pendapatnya para ulama'.
❗️ Apabila (dengan membaca do'a istiftah) engkau khawatir akan terluput dari al fatihah maka mulailah dengannya (yaitu al fatihah).
🍃 dan kapan saja Imam ruku' sebelum engkau menyelesaikan bacaan al fatihah, maka ruku'lah bersama imam dan kewajiban menyempurnakan sisanya telah gugur darimu.
▶️ Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
إنما جعل الإمام ليؤتم به فلا تختلفوا عليه فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا
"Hanyalah dijadikan imam itu untuk diikuti, sehingga janganlah kalian menyelisihinya. Apalabila ia bertakbir maka bertakbirlah, dan apabila ia ruku' maka ruku'lah..." al hadits (
muttafaqun 'alaihi )🌍 Sumber:
Majmu' Fatawa Ibni Bazz, 11/243-244📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #shalat
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)